SINOPSIS Tomorrow With You Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Tomorrow With You Episode 3 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN

“Tapi... Siapa dirimu?” tanya So Joon.

Ma Rin mendengus heran, dia sudah muncul entah darimana kemudian tiba-tiba tanya siapa dirinya. So Joon sadar kalau dirinya aneh, tapi ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. Ma Rin menolak mentah-mentah, dia tak tahu dan tak mau tahu. Ia tidak mau bicara dengannya.

“Apa kau sungguh korban selamat dari kecelakaan di Stasiun Namyeong tujuh tahun lalu? Apa kau dan pria di subway itu...”


Ma Rin heran, bagaimana dia bisa tahu? Ia baru wawancara barusan dan beritanya pasti belum rilis. So Joon tidak memperdulikan rasa penasaran Ma Rin, berarti memang benar. Lalu kenapa saat itu ia turun dari subway? Kebetulan atau tidak?

“Kebetulan! Memang kenapa? Saat itu merupakan mukjizat besar sehingga aku bisa selamat! Kenapa kau bertanya? Aku sudah berkali-kali tanya padamu bagaimana kau bisa mengetahuinya! Aneh.”

So Joon tersenyum getir “Tapi bagaimana? Kita.. akan terus bertemu.”

Ma Rin cuma terdiam memperhatikan ekspresi So Joon yang tampak sedih.


Dirumahnya, Ma Rin sedang mengedit hasil fotonya sebelum digunakan. Ia menggerutu mengingat ucapan So Joon, memangnya dia pikir dirinya akan datang setiap kali dia ingin menemuinya? Ma Rin memelototi foto So Joon, ia tak akan goyah olehnya apapun yang ia lakukan. Jangan tatap aku seperti itu!

So Joon kembali mengumpulkan informasi mengenali kecelakaan kereta Stasiun Namyeong. Kecelakaan itu terjadi pada tanggal 25 Maret 2009, dia dan Song Ma Rin selamat. Lalu mereka akan meninggal pada 25 Maret 2019.

So Joon mengingat sesuatu, ia meremas kepalanya dengan frustasi. Kenapa dia tidak tanya pada si br*ngsek itu? Kenapa si br*ngsek itu tak mengatakan apapun, dia pasti sudah mengetahuinya selama ini.

[Maret, 2019: Masa Depan]


So Joon terburu-buru masuk ke rumahnya tapi rumahnya terkunci. Saat ia berniat masuk, seseorang berbicara melalui bel rumah. So Joon Masa Depan ada dirumah dan melarangnya masuk. So Joon marah-marah menuntut penjelasan pada So Joon masa depan yang tak mengatakan apapun padahal sudah tahu kalau Song Ma Rin adalah wanita yang selamat bersamanya. Waktu mati mereka tepat di waktu yang sama sepuluh tahun kemudian setelah kecelakaan.

So Joon masa depan dingin “Kau sudah tahu segalanya kan? Memangnya apa yang akan berubah jika kau mengetahuinya?”

So Joon masih merasa aneh dengan semua fakta itu. Seharusnya dia meninggalkan catatan dan menitipkannya pada Ahjussi Doo Sik. So Joon masa depan tetap bungkam, mengetahui segalanya tak akan mengubah apapun. Itulah pendapatnya.

“Apa yang tidak bisa aku ubah? Apakah ada sesuatu... yang kau sembunyikan?”

“Jangan berusaha terlalu keras. Pada akhirnya akan sia-sia saja.” So Joon masa depan mematikan sambungannya. Dia kemudian tampak duduk merenung dalam ruang gelap dengan buku bertumpukan diatas meja. 


Kembali ke masa kini, Ma Rin kembali melakukan pekerjaannya. Rekan kerjanya sudah membaca artikel tentang Ma Rin. Ia tak menyangka kalau Ma Rin adalah korban selamat dari kecelakaan Namyeong. Bos Ma Rin juga sudah membacanya, ia langsung berubah manis pada Ma Rin. Dia tak menyangka kalau Ma Rin ternyata adalah sebuah keajaiban.

Ngomong-ngomong, dia juga punya kabar baik. Baju yang dikenakan oleh So Joon kemarin langsung sold out. Dia akan mengajak Yoo So Joon lagi kan? Ma Rin buru-buru berbohong, sepertinya dia dengan kalau So Joon sudah keluar negeri atau ber –emigrasi...

Obrolan mereka terhenti saat tiba-tiba rombongan polisi masuk ke studio. Entah apa yang terjadi, mereka semua digiring ke kantor polisi.

So Joon yang tengah bersiap-siap untuk pergi juga mendapatkan panggilan dari kantor. Ia terkejut, apa? Kantor polisi?


“Bap Soon, kau cukup terkenal. Kenapa kau melakukan hal semacam ini?”

Ma Rin tertunduk tak mengerti, ia tak menyangka jika apa yang ia lakukan telah melanggar hak cipta. Ia hanya memotret sesuai konsep yang diinginkan para pelanggan, dia hanya ingin bertahan hidup.

Tak lama kemudian, perwakilan So Joon juga sampai disana. Ki Doong memberikan kartu nama So Joon dan bos –nya tidak bisa datang. Ia mengirimkan seorang pengacara perusahaan. Polisi heran sendiri, kenapa orang besar sepertinya mau menjadi model.

Wartawan berdatangan untuk meliput masalah ini. Ma Rin ketakutan, ia segera memegangi kameranya untuk menutupi wajah. Ia pamit untuk pergi ke toilet, tapi saking terburu-burunya malah dia tersandung dan menjatuhkan kamernya sampai lensanya pecah. Ki Doong membantunya berdiri.

Ma Rin berbisik dengan panik padanya “Aku akan senang kalau kau tidak mengatakan padanya bahwa kau melihat Bap Soon. Bosmu, Yoo So Joon. Jangan katakan padanya kau melihatku di sini. Tolong lakukan untukku. Ini rahasia penting negara!”

Ki Dong kebingungan, apaan? Ma Rin tak menjawab dan buru-buru kabur.

Bel apartemen Doo Sik berbunyi, ia membuka pintu rumahnya tapi tidak ada siapapun. Ini aku, Ucap So Joon yang berjongkok dibelakang pintu. Ia pun bersiap masuk ke rumah Doo Sik namun Doo Sik melarangnya meskipun So Joon terus membujuk.

So Joon memegangi kepalanya yang terasa pusing dengan segala hal di masa depan. Dia yakin kalau dirinya dimasa depan mengetahui sesuatu tapi berusaha menyembunyikannya. Doo Sik khawatir apapun So Joon sakit kepala, dia juga sering begitu. Saking seringnya menjelajah waktu membuatnya pusing. Bingung kalau sekarang masa depan atau masa kini. Doo Sik ngoceh sana sini tak jelas.

“Pergi sana cari teman daripada hanya mengobrol denganku saja.” Sinis So Joon.

“Aku bicara soal kebenaran, tahu! Aku sekarang bahkan tidak bisa mengatur segala sesuatunya sekarang.”

“Kau juga tidak tahu apa-apa, Ahjussi.”

“Aku bilang tidak tahu, tapi aku bisa memprediksinya.”

Doo Sik yakin jika dua orang yang selamat dari kecelakaan yang sama. Lalu meninggal diwaktu yang sama sepuluh tahun kemudian. Bagaimanapun, mereka ditakdirkan meninggal, dan kematian akan terus mengejar mereka. Tapi apa yang tak bisa mereka ubah? Hanya kematin dan kelahiran. Doo Sik bangga dengan dirinya sendiri yang bisa berfikir sejauh itu.

“Kau senang? Itu menyenangkan buatmu? Lihat ekspresimu.” Ucap So Joon dengan tawa sarkastik. Ia pun pamit pergi, mungkin mengira kalau Doo Sik cuma sedang membual padanya.


Doo Sik mengaku kalau ia pernah membantu seseorang untuk terhidar dari kematiannya. Ia adalah wanita yang cantik. Ia berusaha dengan mengenalkannya pada seorang pria. Mereka menikah kemudian memiliki anak. Kini mereka hidup dengan bahagia.

Kebohongan macam apa itu? So Joon tidak percaya orang se-malas Doo Sik mau membantu seseorang.

“Dia puteriku,” Ujar Doo Sik “Sebuah kehidupan yang tidak terprediksi. Itulah cara untuk mengubah takdir kematian. Begitulah teoriku.”

So Joon menyimpulkan, berarti dia harus punya anak dengan Song Ma Rin. Bukan anak melainkan anak-anak, Doo Sik yakin dengan begitu kehidupan mereka akan berubah sepenuhnya. So Joon menggoncang tubuh Doo Sik dengan sambil merengek, jangan bercanda mentang-mentang ini tak menyangkut kehidupannya.

“Aku memikirkannya betul-betul kok.”

“Ah.. bodo amat ah..” ucap So Joon pergi.

“Kalau begitu mestinya kau biarkan saja dia mati. Kenapa malah menyelamatkan dia? Aku yakin kau ada rasa terhadapnya.” Tambah Doo Sik. So Joon tak menyahut ucapannya, dia cuma mendesis sebal sambil lalu.


Ma Rin menggerutu sebal, dia sudah berusaha supaya image –nya berubah setalah 25 tahun berlalu. Ia pun meninggalkan komentar positif di artikelnya sendiri. Seorang polisi memanggil Ma Rin supaya cepat keluar, apa dia sedang bermain-main dengan polisi?

Ma Rin bohong kalau dia punya iritasi pada tius –nya. Lagipula dia ingin menggunakan haknya untuk tetap diam. Polisi masih terus menggedor bilik Ma Rin. Ma Rin jadi kesal, dia memang tidak mau keluar karena ada wartawan. Dia juga tak nyaman harus berada di WC seperti ini. Ia pun kembali sibuk memainkan ponsel untuk meninggalkan komentar positif tentang dirinya.


“Oh, model kita sudah pulang ternyata,” sindir Ki Doong pada So Joon yang baru pulang. Banyak orang di perusahaan yang menggunjingkannya, mereka mengira kalau si br*ngsek menjalankan bisnis lain dibelakang mereka.

“Siapa yang memanggilku br*ngsek? Aku ini presdir.”

Ki Doong memberitahu jika ia tadi bertemu dengan Bap Soon di kantor polisi. Ia sebenarnya tidak mau ikut campur, tapi ia penasaran sebenarnya apa yang dilakukan olehnya belakangan ini? So Joon tidak mau memberikan penjelasan, ia memberikan soda –nya kemudian kembali pergi meninggalkan rumah.

7 Responses to "SINOPSIS Tomorrow With You Episode 3 Bagian 1"

  1. Bak puji c4 bnget updatenya.. mksih yaaaa
    Lo bs sih nulisnya lengkap ma eps genapnya y... hehe, taunya cm minta ini itu doank. Ttp semangat dah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Genapnya di mbak ima. Ini nunggu yg part 2 haha sama komennya puji. Here i am puji back to u...

      Delete
  2. Terima kasih chingu atas sinopsisnya...ditunggu part 2 nya Dan episode selanjutnya besok....

    ReplyDelete
  3. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR