SINOPSIS Tomorrow With You Episode 1 Bagian 1

SINOPSIS Tomorrow With You Episode 1 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN
[25 Desember 2018: Masa Depan]

Terdengar suara komentator tengah bercuit meramaikan jalannya sebuah pertandingan game antara seorang pria dan sebuah robot. Ketegangan sangat terasa ketika suara ketukan jemari pemain terus bergerak dan saling beradu cepat melancarkan serangan. Pertandingan babak penetuan ini membuat semua orang tegang menantikan hasilnya.

Sampai akhirnya, pria bernama Im Yo Hwan melepaskan headphone –nya dan berteriak bahagia. Ia memenangkan pertandingan game melawan robot canggih, Alpha Craft.

Scene beralih ke sebuah rumah dimana terdengar suara seorang pria berseru senang dengan kemenangan Yo Hwan. Pria itu memilih baju kemudian bergegas keluar meninggalkan rumahnya. Ia berkeliling menikmati suasana natal, ia teringat dengan ulang tahun Se Young dan terfikir untuk membelikan hadiah.

Setelah menemukan hadiah yang sekiranya cocok, ia pun bergegas menuju ke subway. Saat ini suasana kereta cukup penuh dan tak ada tempat duduk yang kosong. Namun tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi, lampu dalam kereta berkedip kemudian meredup.

[Juni 2016: Masa Kini]

Suasana kereta telah berubah, kereta sudah kosong dan Yoo So Joon pun bisa duduk sekarang.

Aku adalah penjelajah waktu. Aku menjelajah masa depan melalui subway. Kalian mungkin memiliki banyak pertanyaan tentang masa depan kalian. Tapi, aku menolak menjawabnya. Aku tidak memiliki ketertarikan akan kehidupan orang lain.” – Yoo So Joon.




Disebuah acara pernikahan, seorang Fotografer tengah sibuk memotret pasangan pengantin dan para pendampingnya. Ia mengomentari sikap kikuk mereka, mereka sangat kaku seperti bukan teman dekat. Ia juga mengkritik salah satu diantara mereka, Song Ma Rin yang bergaya layaknya model. Ia menyuruhnya supaya berdiri tegak saja.

Si Pengantin geregetan “Kalian tahu betapa terkenalnya fotografer itu? Kalian harus mengerti, ini kehormatan! Aku tidak akan menerima uang pernikahan jika hasil fotonya bagus.”


So Joon menerima telfon dari Ki Doong yang menanyakan keberadaannya. Tanpa menjelaskan, So Joon mengatakan apa yang barusan ia lihat. Im Yoo Hwan dan Alpha Craft bertarung di tahun 2018 dan...

“Hei, jangan katakan hasilnya padaku.” Sela Ki Doong.



So Joon menghampiri Ki Doong dan Se Young yang saat ini berada di cafe. Se Young mengomentari sikap So Joon yang nampak tengah bahagia. So Joon membenarkan, Im Yoo Hwan baru saja menang. Se Young mengernyit tak mengerti, Im Yoo Hwan?


Tak mau panjang lebar, So Joon segera memberikan hadiah yang ia persiapkan. Tapi sayangnya dia punya acara penting jadi ia meminta keduanya untuk merayakan ulang tahun Se Young berdua saja. Ia menegaskan pada Se Young jika hadiah yang ia berikan adalah produk yang benar-benar baru bahkan belum dikonsep sekarang.

“Memangnya kau mau apa?” tanya Ki Doong.

“Sesuatu yang berhubungan dengan hidup dan mati.”

Saat berjalan menuju mobil, alarm So Joon berdering memperingatkan bahwa Son Ma Rin akan meninggal pada pukul 4:14.


Para pendamping di tempat pernikahan Lee Gun Sook tengah beristirahat. Mereka semua menggunjing mengenai Gun Sook. Gun Sook sudah menyadari jika mereka membencinya selama 15 tahun, tapi kenapa dia tetap menyuruh mereka menjadi pendampingnya?

Dan yang lebih herannya lagi, kenapa Ma Rin sangat bodoh mau datang ke pernikahan ini. Hati Song Ma Rin pasti hancur berkeping-keping.

“Apa jangan-jangan, dia menerima sesuatu dari Gun Sook?” celetuk salah satu diantara mereka.

Benar saja, rupanya Ma Rin memang punya motif tersendiri datang ke pesta Gun Sook. Ia menghampiri Fotografer yang sebelumnya memotret mereka. Ia mengaku sebagai fans –nya dan mencoba berbasa-basi dengan sang Fotografer. Tapi Fotografer itu tampak tak nyaman dengan Ma Rin.

“Kau pasti fotografer. Itu kelihatannya portofolio ( lamaran kerja).”


Ma Rin bergegas memberikan portofolio –nya dan bertanya apakah Fotografer membutuhkan seorang asisten. Fotografer menolak portofolio yang diajukan Ma Rin, bukankah dia adalah Bap Soon yang pernah menjadi artis cilik?

Ma Rin tampak tak nyaman mendapatkan pertanyaan seperti itu, ia pun diam. Fotografer menyimpulkan jika tebakannya memang benar. Ia rasa Ma Rin lebih terkenal darinya, atau mungkin karirnya tidak berjalan dengan baik sekarang. Meskipun tampak tak nyaman, Ma Rin mencoba tersenyum memuji Fotografer yang punya mata jeli. Ia terus bicara basa-basi ini.

Tak lama kemudian, Gun Sook datang bergabung dengan mereka berdua “Bap Soon! Kau sangat beruntung berkat aku! Jika bukan karena suamiku, bagaimana lagi kau akan bisa bertemu langsung dengannya?”

Fotografer semakin tak nyaman dengan adanya dua wanita yang tak dekat dengannya. Ia pun bergegas pamit dan menegaskan pada Ma Rin jika ia tidak membutuhkan pegawai.

Ma Rin mengejar Fotografer, ia kembali berbasa-basi mengatakan jika alasan utamanya datang dipernikahan Gun Sook adalah untuk bertemu dengan Sang Fotografer. Dia dan Gun Sook tidak begitu dekat sebenarnya. Fotografer menatap Ma Rin dengan sebal, “Bap Soon. Kau tak tahu malu.”

“Nama saya Song Ma Rin. Saya mungkin bukan lulusan fotografi, tapi saya sudah mempelajarinya selama 7 tahun. Saya mohon Anda melihat ini dulu. Kapanpun Anda memiliki waktu luang, bisakah memeriksa portofolio saya?”

Terpaksa, Fotografer menerima portofolio berat yang dipersiapkan oleh Ma Rin sambil mengeluh.

So Joon berada tak jauh dari sana memperhatikan Ma Rin “Hari ini, aku akan mengubah takdirnya. Karena dia mungkin kunci kehidupanku.”

20 menit sebelum kematian, So Joon terus mengikuti Ma Rin kemana pun ia pergi. Ma Rin masuk ke sebuah toko untuk membeli ramyun, tapi dia menyadari kehadiran So Joon yang tampaknya terus membuntutinya. Ia pun bergegas meninggalkan toko dengan terburu-buru.

5 menit sebelum kematian, So Joon bergegas menarik lengan Ma Rin seraya memanggil namanya. Ma Rin tentu saja berubah waspada bertemu dengan orang asing yang tiba-tiba mengikutinya. So Joon dengan ramah mengajak Ma Rin untuk bicara sebentar.

“Tidak mau.” Ma Rin berjalan meninggalkan So Joon.

So Joon kembali menahan tangan Ma Rin. Ma Rin bergegas menyilangkan tangannya didepan dada, “Kau mengenalku? Aku tidak mengenalmu.”

“Kau tidak perlu takut padaku.”

Ma Rin menganggap So Joon aneh, menakutkan. Ia pun kembali melanjutkan perjalannya namun lagi-lagi So Joon menghalanginya. Ia mengajaknya untuk bicara, lima menit saja. Ma Rin tak menggubris.

Tak ada cara lain, So Joon mulai memuji Ma Rin “Aku mengakui kau begitu cantik. Aku hanya ingin minum kopi bersamamu.”

Saat mengucapkan hal itu, tiba-tiba ada kilasan saat Ma Rin tertabrak oleh mobil di penyebrangan jalan.


Ma Rin menatap So Joon, ia heran bagaimana pria yang tak ia kenal bisa mengetahui namanya adalah Song Ma Rin. So Joon mengungkit tentang Song Ma Rin yang begitu terkenal dengan karakter Bap Soon –nya.

“Lupakan. Ketertarikanmu yang berlebih membuatku tidak nyaman. Aku toh bukan artis. Juga, aku bilang begini karena merasa agak terganggu. Kau meraih lenganku dua kali, menyentuhku! Kau pura-pura tertarik padaku saat lewat, bahkan mengatakan aku cantik. Aku merasa dilecehkan, rasanya tidak nyaman!”

2 menit sebelum kecelakaan, So Joon berdiri dihadapan Ma Rin dan mencoba terus mengajaknya ngobrol. Dia yakin ada banyak pria yang mengatakan Ma Rin cantik, pasti ia lelah karena itu. Tapi ini hanyalah kesalahpahaman, jadi bisakah mereka ngopi untuk meluruskan kesalahpahaman diantara mereka?

Ma Rin kembali mengabaikannya dan melangkah ke penyebrangan jalan. Sebuah mobil melintas dengan sangat kencang, untungnya So Joon sigap menarik lengan Ma Rin dan menyelamatkannya.

Ma Rin menduga kalau ini hanyalah akal-akalan, dia bergegas melepaskan tangan So Joon. Ia mengatainya aneh.

Alarm So Joon kembali berdering memberitahukan jika kematian Ma Rin pukul 4:14 sore.

Tiba-tiba terdengar suara decitan rem mobil. Ma Rin tampak tergeletak di jalanan tak sadarkan diri. Sang Sopir keluar dari mobilnya dengan panik menjelaskan jika ia sungguh tidak menabraknya. Tadi wanita itu jalan bak model kemudian jatuh sendiri.

So Joon santai “Kenapa dia pingsan sendiri? Ini tak seharusnya terjadi.”


So Joon duduk menemani Ma Rin yang tak sadarkan diri di ranjang pasien. Dia membaca berita mengenai Ma Rin, seorang aktris cilik yang dulu sangat terkenal di tahun 1991 karena membintangi sebuah drama sejarah. Tapi karir dimasa kecilnya sungguh kontras dengan keadaannya saat ini.

Berita yang termuat hanyalah berisi video-videonya yang sedang mabuk dijalanan. Videonya viral dan mendapatkan banyak kritikan buruk dari orang-orang. So Joon tersenyum, ia kira hidup Ma Rin itu tenang tapi dia malah melakukan hal memalukan seperti ini.


Ma Rin perlahan tersadar dari pingsannya, ia pikir tadi baru saja tertabrak mobil. So Joon meyakinkan jika Ma Rin pingsan sendiri di jalanan. Ma Rin masih yakin kalau dia baru saja tertabrak mobil.

“Terserahlah, bicara saja langsung dengan Dokter. Periksakan dirimu sendiri. Bagus juga melakukan pemeriksaan menyeluruh.”


Ma Rin berniat bangkit namun So Joon menahan bahunya. Dia meminta Ma Rin untuk tetap berbaring untuk istirahat, ia pun merapikan poni Ma Rin yang berantakan, “Aku kira kau belum sadar sepenuhnya.”

“Aku tipe orang yang merasa aneh dalam situasi seperti ini.” Ma Rin gugup menerima perlakuan So Joon.

“Jadi, kau wanita aneh? Tidak ada hal penting lagi, kan? Sampai jumpa lain waktu. Kalau memang takdir, kita pasti bertemu lagi.”

Ibu Ma Rin datang ke rumah sakit dengan panik. Ia bertanya pada perawat sambil menyebut putrinya bukan putri biasa, dia selebriti yang memerankan Bap Soon. Perawat kebingungan tak mengenalinya.

Bertepatan saat itu, Ma Rin keluar dari rumah sakit dan Ibu pun bergegas menghampirinya. Ma Rin sebal karena Ibu terus-terusan menyebutnya Bap Soon. Ibu beralasan jika Bap Soon sangat terkenal, tak ada orang yang tak mengenalinya.


“Otot-ototmu pasti masih syok sekarang. Kita pijat, yuk! Aku mengenal seseorang yang menjalankan bisnis pijat Thailand.” Bujuk Ibu.

Ma Rin sudah bisa menebak jika orang yang akan mereka temui adalah pacar baru ibunya. Dia tak suka dengan pilihan Ibu, orang itu bisnisnya kacau. Lagipula untuk apa menemuinya sekarang, bulan depan juga Ibu sudah punya pacar baru. Jangan-jangan... Ma Rin curiga kalau ibunya sudah menggunakan namanya lagi dan mengatakan kebohongan. Apalagi kali ini? Bap Soon sekolah di luar negeri? Atau debut sebagai fotografer?

“Aku hanya tidak ingin orang lain merendahkan kita.”

“Kalau begitu, katakan saja pada orang-orang, aku bukanlah puteri Ibu.” Ma Rin naik taksi meninggalkan Ibunya. Ibu merutuk sebal, padahal dia sudah membuat janji.


Supir taksi bertanya dimana arah tujuan Ma Rin. Ma Rin meminta supir taksi untuk menurunkannya disana, ia beralasan jika barangnya ada yang ketinggalan. Tapi pada nyatanya, Ma Rin malah naik bus dalam perjalanan pulang. Mungkin irit ongkos kali yah..

So Joon menulis dalam buku catatannya “Kenapa rasanya aneh, seorang wanita gila dan aku akan mati di hari dan waktu yang sama? Aku harus mencaritahu. Ini juga akan jadi pertanyaan, apakah cukup penting dikuak ataukah tidak.”

-oOo-

2 Responses to "SINOPSIS Tomorrow With You Episode 1 Bagian 1"

  1. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

    ReplyDelete
  2. Wah br baca sinopsis 1 bagian 1 udh seru aja nih ceritanya,, onie min ah emng the best love you👍

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR