SINOPSIS Stay With Me Episode 6 Bagian 1

SINOPSIS Stay With Me Episode 6 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: Hunan TV


Direktur Yong sibuk bercermin memandangi wajahnya sedangkan Sekretaris Zhu sibuk mencabuti ubannya. Kenapa dia sama sekali belum pernah mendengar informasi mengenai kolaborasi antara Wei Wei dan D.U? Direktur Yong heran dibuatnya.

Sekretaris Zhu merasa jika ini adalah sesuatu yang menguntungkan bagi mereka. Jika kolaborasi mereka berhasil maka katakan saja kalau Wei Wei sudah berkhianat. Tapi jika gagal, bilang saja kalau dia sudah membuat malu perusahaan.



Huo Xiao menginstruksikan pada Sekretaris Ou untuk tidak mengikutinya, tetap awasi pergerakan Wei Wei di DU. Sekretaris Ou mengerti. Ia menghela nafas selepas kepergian Huo Xiao.



Su Fei, George, Old Wan dan Jenny menghampiri Sekretaris Ou. Ia bertanya bagaimana dengan kabar Designer Li Wei Wei di DU? Apa dia di bully? Apa dia membutuhkan orang lain untuk membantunya?

Sekretaris Ou mengabaikan ketiganya dan terus memandangi Jenny dengan mata berbinar-binar “Jenny, kau sangat baik. Kalau sampai Designer Li tahu kalau kau sangat perhatian, dia pasti akan tersentuh. Sangat tersentuh.”

Sekretaris Ou mengaku jika ada hal lain yang harus ia lakukan. Ia harus pergi sekarang juga.


Su Fei, George dan Old Wan heran dengan sikap Sekretaris Ou. Mereka bertiga sama-sama memperdulikan tentang Direktur Li, tapi kenapa hanya Jenny yang mendapatkan pujian? Su Fei menatap Jenny dengan penuh selidik, pasti ada apa-apa diantara Jenny dan Sekretaris Ou.

“Bukan apa-apa. Kalian pasti salah dengar.” Jenny memegangi pipinya yang memerah. Ia buru-buru kabur. Su Fei tersenyum yakin jika sesuatu terjadi antara mereka berdua.


Kedatangan Wei Wei bersama Tiffany dan Yi Du di DU menjadi buah bibir para karyawan.


Seorang pelayan memandu mereka untuk berkeliling. Yi Du kemudian menyuruh pelayannya untuk memajang produk kualitas tinggi saja. Lepas semua gaun di pajangan yang sudah tak terjual selama satu tahun. Pelayan mengerti, ia kemudian menunjuk salah satu gaun pengantin yang sudah tiga tahun tak terjual, mereka memang sudah berniat untuk menggantikan gaun itu dengan gaun lainnya.


Wei Wei memperhatikan gaun tersebut “Rancangan pinggang gaunnya tidak terlalu pas. Ketika pengantin menggunakannya, dengan mudah ia akan terlihat gendut. Rok –nya terlalu tebal dan menggunakan jenis bahan kain tipis yang tidak tembus udara. Kalau menggunakannya di musim dingin, maka akan kedinginan di bagian atas. Kalau menggunakannya di musim panas maka akan panas di bagian bawah.”

Tiffany membela diri, lagipula design itu lebih mending daripada “seseorang” yang menjiplak karya orang lain.



“Ini di rancang olehmu?” tanya Wei Wei sok polos.

Tiffany mengangguk. Wei Wei tersenyum, jangan terlalu sedih. Kalau dia meletakkan rancangan ini di pameran kelulusan perguruan tinggi, gaun ini sudah cukup menonjol kok. Tiffany tidak terima, lalu apakah semua rancangannya selalu terjual habis?

“Maaf mengecewakanmu, tapi semuanya selalu kekurangan stok.” Ucap Wei Wei mengibaskan rambutnya percaya diri.

“Katanya kau bertalenta, lalu kenapa tidak ia menjual semua barang yang masih tersisa?”

Wei Wei menolak, lagipula mereka tidak akan mau memberikan pekerjaan yang ia kuasai dengan baik.


Yi Du menengahi percekcokan keduanya yang tidak punya kata bersambung. Ia pun menugaskan Wei Wei untuk menjual gaun itu dalam waktu tiga hari. Wei Wei menolak, kenapa mereka memaksanya untuk menjual gaun jelek itu?

“Kau tidak dalam posisi yang bisa memberikan penolakan padaku sekarang.” Pungkas Yi Du.


Dikejauhan, tanpa ada yang menyadari, seseorang tengah mengambil gambar ketiganya dengan sembunyi-sembunyi.



Wei Wei melakukan pekerjaannya untuk menjual gaun rancangan Tiffany. Tapi baru menunjukkan gaun itu, pasangan calon pengantin langsung tak suka dan melewatinya begitu saja.

Rekan Wei Wei yakin kalau apa yang ia lakukan tidak akan mudah. Wei Wei tahu, padahal dia sudah berusaha keras menjualnya.

Tak lama kemudian, Huo Xiao datang bersama Sekretaris Ou. Ia tidak terima melihat Wei Wei yang dibully dan harus menjadi pelayan. Ia berniat untuk membeli gaun yang akan di jual Wei Wei kemudian mengajaknya kembali. Wei Wei menolak dan menegaskan jika uang tidak bisa menyelesaikan segalanya. Ini adalah masalah pribadinya jadi ia meminta Huo Xiao tidak ikut campur.

Ia pun mendorong mereka untuk segera pergi.


Disebuah restoran, Yi Du bertemu dengan seorang wanita yang ia panggil Editor He. Keduanya berbasa-basi sejenak sebelum akhirnya Editor He bertanya kebenaran kabar jika DU bekerjasama dengan Wei Wei. Yi Du tersenyum mengiyakan.


Editor He menunjukkan foto Yi Du bersama Wei Wei dan Tiffany. Melihat pipinya memerah, ia rasa kolaborasi mereka tidak nyata. Yi Du bersikap tenang, ia merasa jika Editor He terlalu subyektif dalam menilai. Dalam sebuah kerjasama memang kadang ada perbedaan pendapat. Tapi sejauh ini, kerjasama diantara mereka cukup baik.



“Tapi selama yang aku tahu, Wei Wei dikenal sebagai iblis. Apa dia menurut padamu?”

“Tentu saja, DU yang bertanggungjawab atas kerjasama ini.”

Baiklah, Direktur He menunjukkan undangan ulang tahunnya. Ia meminta Yi Du untuk datang bersama Wei Wei menghadiri pestanya. Ia akan menantikan kehadiran mereka.


Wei Wei mengeluh ketika bertemu Yi Du, apa dia akan menghabiskan waktu berharganya hanya untuk menjual gaun jelek disini? Yi Du mengabaikan ucapan Wei Wei. Ia membahas mengenai ulang tahun Editor He yang akan datang, ia menyuruh Wei Wei untuk memesan hadiah ulang tahun atas namanya.



“Gampang. Aku akan membelikan kue ulang tahun untuknya. Aku tahu yang paling enak.”

“Dia tidak bisa menoleransi laktosa dan tidak makan kue. Apa kau tak tahu?”

Wei Wei gugup dan sembunyi-sembunyi menge –chat Huo Xiao. Ia merekam pembicaraannya dan Yi Du. Wei Wei tertawa garing, ia mengaku hanya bercanda pada Yi Du. Yi Du menghampirinya dengan penuh kecurigaan, lalu apa favoritnya?


“Favorite Direktur He adalah wine merah bordeaux.” Wei Wei melirik ke arah ponselnya yang sudah mendapatkan balasan dari Huo Xiao.

“Kau lolos kali ini.” Ucap Yi Du meninggalkan Wei Wei.



Sepulang bekerja, Huo Xiao sudah menantikan kedatangan Wei Wei. Ia menatapnya serius “Jangan tanyakan sesuatu atau katakan apapun. Aku akan membawamu ke suatu tempat.”



Keduanya pun sampai di sebuah tempat yang lebih mirip toko boneka. Huo Xiao menunjukkan empat buah boneka, apa Wei Wei masih mengingat ini? Yap. Semasa kecil Wei Wei memang sudah suka untuk merancang baju, mulai dari umur 6 tahun ia sangat suka membuat pakaian untuk boneka-bonekanya.


Dan Huo Xiao senantiasa menemaninya bermain.



Wei Wei tersentuh, ia tak menyangka jika Huo Xiao menyimpannya. Beberapa tahun yang lalu, Huo Xiao pindahan. Ia mengaku sempat ingin membuang semuanya. Tapi ia melihatnya kembali dan sadar kalau semua ini berharga. Apa dia tak ingat? Uang tutornya sudah ia habiskan untuk membeli boneka-boneka Wei Wei.

“Melihatmu merancang pakaian untuk mereka, kau bilang jika mimpi terbesarmu untuk menjadi perancang top. Membuat semua orang didunia mengenakan rancanganmu. Dengan kualitas naturalku dan sedikit tutor, mungkin aku sudah masuk Havard tapi kau mengacaukannya.”

Wei Wei menyuruh Huo Xiao berhenti sandiwara, dulu kan dia sampai mengulang kelas. Ia yakin tutor tidak akan bisa memperbaiki kemampuannya. Huo Xiao menyimpulkan jika uang yang ia gunakan adalah untuk melatih perancang international secara pribadi. Ia merasa uangnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan apa yang diraih Wei Wei sekarang.


Wei Wei juga menunjuk Huo Xiao yang menyontek saat ujian padanya. Berarti dia juga sudah melatih Huo Xiao secara pribadi. Huo Xiao membenarkan, oleh karena itu, ia ingin mengambil salah satu boneka disana sebagai hadiah dan ia akan memberikan sisanya untuk Wei Wei. Ia mengaku salah kali ini, jadi ia ingin baikan dengan Wei Wei.

“Baiklah. Ayo jadi teman mulai sekarang. Kau janji jangan bohong mulai sekarang. Kalau kau bohong, aku akan...” Wei Wei memukuli boneka yang diminta Huo Xiao dengan geram.


“Baik-baik. Aku tidak akan berbohong padamu. Aku tidak akan.” 

6 Responses to "SINOPSIS Stay With Me Episode 6 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR