SINOPSIS Introverted Boss Episode 7 Bagian 1

SINOPSIS Introverted Boss Episode 7 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN

Seusai tampil di panggung, Hwan Ki sudah mempersiapkan sesuatu yang lain. Ia membuka box-nya dan mengeluarkan kimchi. Tak lupa, dia juga membawa pisau khusus dari koleksinya. Ro Woon menemani Hwan Ki mempersiapkan makanan.

Ia dengan hati-hati mulai bertanya “Aku dengar tiga tahun yang lalu  sekretarismu bunuh diri. Sekretarismu, orang seperti apa dia?”

Hwan Ki tertegun mendengar pertanyaan Ro Woon. Ia mengingat sosok Ji Hye yang sering bertindak konyol dihadapannya, dia adalah orang yang baik. Tapi dia belum pernah mengatakan itu secara langsung padanya, itulah yang sangat ia sesalkan. Ro Woon mengerti, ia pun mencicipi kimchi yang sudah dipotong oleh Hwan Ki. Enak.

“Katanya kau tak menyukai kimchi?”

Bukannya tidak suka, tapi Ro Woon tidak bisa menyukainya. Hwan Ki sudah mengatakan sesuatu yang selama ini ia pendam, bolehkah kini Ro Woon menceritakan sesuatu yang ia pendam pula? Sebelumnya, ia pernah bercerita mengenai kakaknya. Kakaknya sudah meninggal dunia. Setelah kakaknya meninggal, Ibu tidak pernah lagi membuat kimchi. Lalu suatu hari ia meminta ibu untuk membuatnya. Ro Woon tersenyum getir, kau tahu apa jawaban ibu saat itu?

“Kita tidak lagi memiliki seseorang yang akan memakan Kimchi itu.” Ucap Ro Woon dengan mata berkaca-kaca.

Ro Woon sedih, dia juga sebenarnya menyukai kimchi. Dia juga putri ibunya. Semenjak itulah Ibu tak punya minat untuk hidup, tak lama setelah itu, ia meninggal akibat penyakit jantung. Sejak saat itu, Ro Woon tak lagi menyentuh kimchi. Namun hari ini, ia rasa ia bisa memakan kimchi lagi.

“Ngomong-ngomong, siapa yang membuat kimchi ini? Jangan-jangan kau, bos?”

Hwan Ki mengangguk, ia terus memperhatikan Ro Woon yang tampak menguatkan diri dan menahan tangisnya. Ro Woon coba tertawa dan menutupi kepedihannya dengan terus memakan kimchi buatan Hwan Ki.


Keluarga Hwan Ki tengah merayakan natal bersama. Tuan Eun mengungkit masalah Silent Monster yang sepertinya tidak bisa apa-apa, masa tidak bisa memenangkan sebuah proyek sederhana begitu. Tuan Eun tanya pada Woo Il, apakah dia kenal dengan Tuan Park dari Rose Airlines?

Tuan Eun menyuruh Woo Il untuk mendekati Tuan Park. Ia membutuhkan dukungan keluarga isteri Tuan Park dalam pemilihan walikota. Biarkan silent monster yang menjalankan proyek PR dan Woo Il fokus saja pada Tuan Park. Yi Soo meminta Ayahnya untuk berhenti membahas masalah kantor saat acara keluarga. Mereka berempat pun kembali melanjutkan acara makan, Woo Il tampak terus diam dan tak suka dengan keputusan Tuan Eun.

Seusai acara makan malam, Woo Il kembali ke kantornya yang sepi. Ia membuka gambar buatan Ji Hye yang masih ia simpan dengan baik. Ia membandingkannya dengan sketsa wajah amburadul buatan Ro Woon.


Rupanya saat Ro Woon meletakkan sketsa buatannya di pohon natal. Woo Il yang lewat tak sengaja melihatnya, ia pun menyimpan sketsa yang ditinggalkan Ro Woon. Woo Il menatap dua sketas buatan kakak-beradik itu. Ia terdiam meneteskan air mata.

Ro Woon masih berada di panti asuhan, diam-diam ia terus memperhatikan Hwan Ki dari kejauhan. Ia bisa melihat senyum tulus Hwan Ki yang sedang menghidangkan kimchi untuk anak-anak panti.

“Apa mungkin kakakku tak mengetahui karakter Bos yang sebenarnya? Mungkin, insiden itu bukan kesalahan dia. Bagaimana kalau ada hal lain yang terjadi padanya?” batin Ro Woon.

Ponsel Ro Woon bergetar, ia menerima panggilan dari Woo Il. Woo Il kini berada di bar, bar yang sama dengan tempat pertemuannya dan Ji Hye tiga tahun lalu. Ia mengajak Ro Woon untuk bertemu, ada yang ingin ia katakan.

Tiba-tiba Ro Woon teringat dengan segala hal baik yang dilakukan Woo Il padanya. Woo Il yang menyemangatinya dan berkata yakin jika Ro Woon suatu hari bisa menjadi PR terbaik. Ia yang melindunginya dari semburan api ketika menyalakan api unggun. Ia yang menenangkannya ketika gugup dalam presentasi.

Ro Woon membatin “Apa Kang Daepyonim adalam Mr Smith?”

Ponsel Woo Il bergetar. Woo Il melihat ponselnya dan nama Yi Soo tertera disana. Ia malah teringat dengan ciumannya dan Ji Hye tiga tahun lalu di bar itu. Ia mengabaikan panggilan Yi Soo, kondisinya sudah sangat mabuk hingga ia tertunduk tak sadar. Pelayan bar melihat kondisi Woo Il mabuk parah, ia berinisiatif untuk menerima panggilan di ponsel Woo. Ia memberitahukan jika Woo Il sangat mabuk dan sendirian disana.


Tak lama berselang, seseorang menyentuh pundak Woo Il. Woo Il mengangkat kepalanya, ia terkejut melihat Ji Hye disana, bagaimana dia ada disini? Ro Woon agak heran, dia datang karena Daepyonim yang sudah memanggilnya. Woo Il baru sadar kalau orang dihadapannya adalah Chae Ro Woon.

“Ya, ini aku. Katanya, ada sesuatu yang ingin Daepyonim katakan padaku. Ada sesuatu juga yang ingin kutanyakan. Apa benar kau adalah seseorang yang aku pikirkan (Mr Smith)?”

Woo Il menjawab pertanyaan Ro Woon dengan ambigu, dirinya tidak seperti apa yang dipikirkan oleh Ro Woon. Ia akan kecewa jika mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Ro Woon bahkan tak mengetahui siapa dirinya, tapi ia malu ditatap oleh Ro Woon seperti itu.

“Aku tidak tahu kalau kau sudah mau menikah. Tapi sekarang aku sudah mengetahuinya.”

“Bukan seperti itu..” ucap Woo Il hampir jatuh dari tempat duduknya.

Ro Woon sigap menahan lengan Woo Il supaya tak terjatuh. Woo Il kembali berhalusinasi jika orang dihadapannya adalah Ji Hye.

Ia menyentuh tangan Ro Woon dengan lembut dan menatapnya penuh rasa bersalah “Maafkan aku. Kau seharusnya tidak menatapku. Kau seharusnya tidak menatapku seperti itu. Tapi aku ingin kau menatapku terus. Maafkan aku, aku memang pengecut. Maafkan aku.”

Ro Woon sempat tertegun menerima pernyataan maaf dari Woo Il. Ia rasa Woo Il sangat mabuk sekarang, ia akan pergi mencari obat dulu untuk meredakan mabuknya.

Hwan Ki berpamitan dari panti asuhan. Kepala Panti mengucapkan terimakasih, berkat bantuannya anak-anak bisa menjalani natal yang bahagia. Hwan Ki tersenyum, ia kemudian mengangkat tangannya setinggi dada.. tapi..

Kepala Panti langsung paham, Chae Ro Woon sudah pulang duluan barusan. Hwan Ki kemudian mengecek ponselnya, disana sudah ada 7 panggilan tak terjawab dari Yi Soo. Ia menelfon balik dan Yi Soo mengabarkan jika Woo Il tiba-tiba menghilang.


Tak lama kemudian, Yi Soo kembali mengabarkan pada Hwan Ki jika ia sudah menemukan Woo Il. Dia tengah mabuk di bar sendirian. Hwan Ki memastikan, apa dia yakin kalau Woo Il hanya sendiri? Yi Soo terdiam saat ia melihat Ro Woon berlarian menuju bar dengan tergesa-gesa membawa obat mabuk.

“Ya. Dia sendirian.” Bohong Yi Soo.

“Oh, ya sudah bukan apa-apa. Hanya saja, salah satu staf membuat dia kesulitan.” Ujar Hwan Ki.
EPISODE 7: Harga Diri Pemeran Pendukung

Dalam perjalanan pulang, Yi Soo terus memandangi wajah Woo Il. Mungkin ada kesedihan tapi juga rasa penasaran yang menyelimutinya. Ia pun menyenderkan kepala Woo Il dipundaknya. Namun Woo Il tak sadar langsung menggeliat tak nyaman, ia menggeser kepalanya ke tempat semula.


Keesokan harinya, Ro Woon memberitahukan pada Reporter Woo jika misi balas dendamnya sudah berakhir. Ia yakin ada alasan lain yang membuat kakaknya bunuh diri. Ia pikir bukan Bos yang menjadi akar permasalahannya. Reporter Woo heran, kenapa ia berubah pikiran? Memangnya apa yang dilakukan Eun Hwan Ki?

Ro Woon terfikir dengan perbuatan baik Eun Hwan Ki di panti asuhan. Ia dengan ceria mau menghibur anak-anak dengan menjadi panda. Reporter Woo kembali bertanya, apakah Ro Woon akan keluar dari Brain? Baguslah kalau begitu.

Tidak, Ro Woon mengubah misinya untuk menemukan Mr Smith. Mr Smith mulai mengirimkan bunga untuknya tiga tahun yang lalu, sejak kakaknya meninggal. Kenapa ia tidak menunjukkan dirinya? Ia rasa Mr Smith ada di Brain. Ia yakin Mr Smith mengetahui sesuatu, sesuatu yang tidak diketahui orang lain.


Disebuah toko buku, Hwan Ki berkeliling mencari sebuah buku. Saat ia menarik tiga buah buku dari rak, tiba-tiba seorang wanita dari balik rak mengejutkannya dan mengaku sebagai penggemarnya. Sontak Hwan Ki menutup wajah dan mengembalikan bukunya.

Wanita dibalik buku adalah Si Konselor, “Kudengar kau ikut workshop. Kau terlihat jauh lebih santai. Kenapa kau bekerja sendirian di sini? Katanya kau ingin berubah.”

“Aku memang ingin berubah, makanya aku...”

“Kau hanya berusaha keras tanpa ada yang melihat. Bukankah seumur hidupmu kau selalu begitu? Kau tidak berubah banyak. Jangan menyendiri. Bekerjasama -lah! Kalau kau mau bekerja sama, kau harus duduk didekat anggota tim-mu.”

Hwan Ki benar-benar menerapkan saran Konselor, ia duduk di meja meeting bersama dengan anggota Silent Monster. Semua anggota menjadi gugup apalagi Yoo Hee yang mempresentasikan mengenai image Tuan Park dari Rose Airlines. Tuan Park punya kontroversi mengenai tuduhan penyalahgunaan wewenang. Banyak komentar negatif di internet tentangnya.

“Tidak buruk kok. Ada seseorang yang bahkan tetap bekerja setelah..” ucap Sun Bong wkwkw keceplosan mengungkit gosip tentang Hwan Ki. Sontak semua orang mendelik ke arahnya mengisyaratkan supaya dia tutup mulut.

Hwan Ki sama sekali gak nyambung dengan ucapan Sun Bong. Dia malah ingat dengan ucapan Konselor supaya dia melakukan sesuatu yang bisa membuatnya tenang. Kontan Hwan Ki mengeluarkan cutter dihadapan mereka. Kontan Anggota Silent Monster horor sendiri, mengira kalau bos-nya tersinggung.

“Teruskan opini kalian. Aku akan mendengarkan.” Ucap Hwan Ki sambil meraut pensilnya.


Se Jong dengan gagap menyarankan supaya mereka mengadakan kegiatan suka rela dengan Tuan Park. Dalam batin Hwan Ki tidak sependapat, niat baik membuatnya terlalu jelas kalau ada udang dibalik batu. Yoo He setuju, mungkin akan memperbaiki citranya di mata publik. Hwan Ki kembali membatin, citra di masyarakat tidak akan mudah berubah.

“Kita ini bukan sapu yang berguna membersihkan sampah seorang penyalahguna kekuasaan sepertinya.” Celetuk Sun Bong.

Semua orang langsung melotot lagi padanya. Hwan Ki sih sama sekali tak tersindir, dia ingin menyampaikan pendapatnya sendiri tapi dia bingung untuk menyampaikannya pada mereka semua. Yoo Hee melirik ke arah Hwan Ki dengan takut-takut, ia memintanya untuk mengutarakan pendapatnya juga.

Hwan Ki menggerakkan bola matanya dengan bimbang, semua orang sudah mengutarakan pendapatnya dengan antusias. Bagaimana caranya ia menyampaikan pendapatnya tanpa melukai perasaan orang lain? Jawabannya juga bukan paling benar, dia tak mau anggotanya asal setuju hanya karena posisinya sebagai CEO. Hwan Ki memutuskan untuk mengatakan pendapatnya tanpa ragu.

Tanpa sadar ia terus memainkan cutter –nya dan membuat semua orang ngeri. Hwan Ki menjatuhkan cutter –nya dengan semangat. Mereka semua malah salah paham mengartikan kalau Bos marah. Tak ada yang berani menatapnya, semuanya langsung menyuruh Hwan Ki tenang dan memikirkan usulannya nanti-nanti saja. Mereka semua tunggang langgang meninggalkan meja rapat.

Hwan Ki menghembuskan nafas berat "Sulitnya."

-oOo-

BAGIAN 2



3 Responses to "SINOPSIS Introverted Boss Episode 7 Bagian 1"

  1. Semangat mb'puji. Lanjut part2 please...😁

    ReplyDelete
  2. Semangat mb'puji. Lanjut part2 please...😁

    ReplyDelete
  3. haha.. kelakuan hwan ki😂😂😂😂 semangat kak😙😙 ditunggu part 2nya.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR