SINOPSIS Introverted Boss Episode 5 Bagian 1

SINOPSIS Introverted Boss Episode 5 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN



Ji Hye duduk di sebuah restoran dengan gugup, ia mengedarkan pandangannya seolah menantikan kehadiran seseorang. Benar saja, ketika Hwan Ki sampai disana, ia sontak berdiri menyambutnya dengan senyum lebar. Hwan Ki kemudian memberikan sebuket bunga untuknya.

“Apa kau merasa tak nyaman?” tanya Ji Hye.

“Aku merasa santai dengan orang yang tidak terlalu kupedulikan. Tapi saat bersama dengan orang yang begitu kupedulikan, aku justru merasa tidak nyaman.” Hwan Ki menatap Ji Hye dengan agak gugup.

[Episode 05 : Rahasia 3 Tahun Lalu Yang Terkubur]

Suasana menjadi sangat canggung diantara mereka, Hwan Ki pun dengan kikuk mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat. Sekarang? Ji Hye menyarankan supaya mereka pesan kopi dulu sebelum pergi.


Dalam otak Hwan Ki pun mulai berfikir matang-matang sebelum akhinya memesan caramel macchiato. Mereka pun duduk berhadapan dalam keheningan. Hwan Ki ingin mengatakan sesuatu pada Ji Hye, namun dalam otaknya terus memilih-milih kata tanpa sempat mengucapkan apapun.

“Kalau kau senggang, ayo. Bagaimana kalau nonton film?”

Tidak menjawab, Ji Hye memberitahukan jika waktunya sudah hampir tiba. Hwan Ki bergumam merasa dirinya terlihat bodoh.



Tidak, sangkal Ji Hye. Ia memuji Hwan Ki yang memilih kopi dengan tepat, caramel macchiato banyak disukai wanita. Tapi saat mengajak untuk nonton film, ia menyarankan supaya Hwan Ki lebih santai mengucapkannya.

“Sebaiknya aku tidak memakai ini, kan?” Hwan Ki menunjuk jaket hitamnya.

“Silakan kenakan pakaian yang paling nyaman untuk Anda saat bertemu dengan mereka yang Anda sayangi.”


Hwan Ki mengerti dan bersiap pergi ke suatu tempat, ia mengambil buket bunga yang sempat ia berikan pada Ji Hye.

“Eum, bunga ini... mungkin agak berlebihan.” Ucap Ji Hye.

Hwan Ki pun akhirnya menyerahkan buket itu pada Ji Hye lagi. Ia berterimakasih atas bantuannya. Ji Hye tersenyum melihat kepergian Hwan Ki.



Hwan Ki naik ke lantai atas restoran sambil celingukan mencari seseorang. Ia dikejutkan dengan seorang wanita yang menarik tutup kepalanya. Hwan Ki canggung menyapa wanita cantik bernama Yoon Jung itu.

“Gayamu belum berubah. Kau terus memakai setelan hitam tebal bertudung, kau mungkin tidak perlu cemas soal paparan sinar UV (matahari).” Komentar Yoon Jung.

Hwan Ki masih canggung dan mengajak Yoon Jung untuk pesan kopi, ia menyarankan untuk memesan caramel macchiato. Yoon Jung menolak, dia ingin Americano saja.



Yoon Jung ini tipikal yang blak-blakan, saat Hwan Ki terus diam, ia bertanya kenapa Hwan Ki tidak membawakan bunga untuknya? Dia tahu kalau semenjak jaman kuliah, Hwan Ki sudah menyukainya. Dulu dia juga menyukai Hwan Ki, jadi kapan-kapan jalan bareng saja. Ia juga sudah tidak punya teman main soalnya temannya sudah menikah semua.

Hwan Ki membenarkan “Apa kita... nonton film...”


Daripada nonton film, lebih baik Hwan Ki membeli lukisannya saja. Dia kan punya banyak uang. Hwan Ki telihat agak terkejut dengan ucapan Yoon Jung. Yoon Jung tekekeh, dia cuma bercanda. Ia menyarankan supaya Hwan Ki main ke galerinya sesekali.



Ji Hye sibuk mengecat sepatunya menggunakan cat kuku. Hwan Ki tiba di depan ruangannya dan ia bergegas bangkit menyambut Hwan Ki. Hwan Ki mengernyit melihat bercak hitam dilantai. Ji Hye terkejut dan bergegas melepas sepatunya, sepatunya sudah usang jadi ia mengecatnya menggunakan cat kuku supaya tidak terlalu berisik.

Hwan Ki tersenyum mendengar penjelasan polos Ji Hye. Ji Hye tanya apakah pertemuan Hwan Ki berjalan dengan baik?

“Ya. Berkat kau.”


Hwan Ki pun berjalan meninggalkan Ji Hye dan meletakkan sesuatu dimejanya tanpa mengatakan apapun. Saat Ji Hye membuka kotak yang ditinggalkan Hwan Ki, didalamnya terdapat sepasang sepatu baru untuknya.


Woo Il mendengar kabar pertemuan antara Hwan Ki dan Yoon Jung berjalan mulus. Ia meminta izin padanya untuk meminjam Ji Hye. Kontan Hwan Ki menatapnya dengan serius. Woo Il beralasan jika ia hanya ingin meminta nasihat kencan dan membuat adik Hwan Ki bahagia.

“Aku tidak nyaman dengan keinginanmu meminjam dia. Dia gadis yang baik.”

Woo Il mengerti. Keduanya pun kembali melanjutkan bermain basket.


Ji Hye berjalan di perusahaan, wajahnya seketika berusah sumringah saat berpapasan dengan Woo Il. Woo Il berkata jika Hwan Ki sangat berterimakasih padanya. Ji Hye malu-malu, ia rasa saran CEO Kang Woo Il lebih berarti untuk beliau.

“Hwan Ki tidak pernah mendengarkan aku.”


Percakapan antara mereka berdua terputus karena kehadiran Ibu Hwan Ki. Ibu pun menggandeng Woo Il dengan akrab dan mengajaknya ke ruangan Woo Il. Ia ingin memberitakan kabar bagus untuknya, ia menyarankan supaya Woo Il melamar Yi Soo sesegera mungkin. Ayah Yi Soo sudah memberikan izin, awalnya Ayah ragu tapi berkat kecantikan dirinya, ia berhasil membujuk Ayah.



“Tiba-tiba sekali?” Woo Il tampak tidak terlalu senang dengan saran Ibu.

“Semua orang juga tahu, pada akhirnya kalian akan menikah. Hanya soal waktu saja. Ada apa? Aku pikir kau akan senang. Kelihatannya tidak.”

“Aku hanya terkejut.” Kilah Hwan Ki.




Woo Il jalan-jalan dengan Yi Soo di toko perhiasan. Yi Soo melihat kalung dengan liontin yang tampak sangat cantik. Ia mengaku menginginkan kalung itu, ia ingin memakainya di malam natal. Woo Il tertegun mendengar ucapan Yi Soo, ia jadi ingat dengan ucapan Ibu yang menyuruhnya supaya segera melamar Yi Soo.



Sedangkan di rumahnya, Ro Woon melihat sepatu baru yang dikenakan oleh Ji Hye. Ia ingin mencoba memakainya. Ibu melarang Ro Woon, nanti rusak kalau di pakai olehnya. Ro Woon cemberut mendengar ucapan Ibu, ia pun kemudian dengan manis menunjukkan gambar kalung di majalah.

Ia ingin kakak membelikan kalung itu untuknya, ia akan menggunakan kalung itu saat audisi. Ini untuk menunjang penampilan wajahnya yang pas-pasan. Ro Woon mengedip-ngedipkan matanya dengan manis “Kakak kan kerja di perusahaan besar.”

(Kalung ini sama dengan kalung yang diinginkan oleh Yi Soo)


Ji Hye mengiyakan, dia akan membelikannya kalau uangnya sudah cukup. Ibu yang kesal dengan permintaan kekanakan Ro Woon pun langsung melemparkan baju padanya.


Hwan Ki sibuk memilih pakaian yang akan ia kenakan. Tapi ia agak ragu dan berniat menggantinya. Ji Hye tiba-tiba datang, ia memuji pilihan warna yang digunakan Hwan Ki. Sangat cocok untuknya.


Hwan Ki pun menerima saran Ji Hye dan datang ke galeri menggunakan baju itu. Ia memberikan sebuket bunya dan kopi americano untuk Yoon Jung. Yoo Jung sempat heran melihat kehadiran Hwan Ki yang sangat tiba – tiba.

“Aku mau yang ini.” Hwan Ki menunjuk lukisan yang terpajang di dinding.

Yoon Jung tentu semakin terkejut, dia hanya bercanda jadi jangan terburu-buru. Hwan Ki mengelak, ia mengaku menyukai lukisan tersebut.



Yoon Jung terkekeh geli kemudian mengacak rambut Hwan Ki. Ia mengajaknya untuk jalan di malam natal, ia akan mentraktir anggur untuknya. Seiring waktu berjalan, Yoon Jung merasa dia belajar untuk bisa mendapatkan sesuatu yang ia inginkan sebagai seorang wanita dengan secepat mungkin.


Ia menyarankan supaya Hwan Ki membelikan sebuah hadiah untuknya. Hadiahnya tidak perlu mahal tapi cantik. 

3 Responses to "SINOPSIS Introverted Boss Episode 5 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR