SINOPSIS Hwarang Episode 18 Bagian 1

SINOPSIS Hwarang Episode 18 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Ratu Ji So menetapkan jika ia akan menjadikan A Ro sebagai wonhwa dan membuatnya mengalami nasib sebagai wonhwa. Ia harus tahu apa yang terjadi dengan mereka. Dengan suara bergetar, A Ro berkata ia pernah mendengar jika wonhwa saling cemburu dan membunuh satu sama lain.

“Aku membunuh mereka. Aku butuhkan kekuatan untuk membantu Raja Silla. Jadi aku menyingkirkan hambatan yang mengganggu seperti wonhwa. Aku akan menggunakanmu untuk menggenggam hwarang. Kalau kau menjadi penghalang, aku juga akan membunuhmu. Atau kau malah ingin lari?”

Tidak, A Ro tidak akan lari. Dia akan menyelamatkannya nyawanya sendiri sebelum Ratu Ji So membunuhnya. Ia akan menahannya dan menemukan sebuah cara. Harapan palsu hanya akan membuatnya sedih, ucap Ratu Ji So. Ikan yang tertangkap jaring akan kehilangan sisiknya dan tenggorokan mereka akan terpotong.

Air mata mengalir dipipi A Ro yang gemetaran. Tapi ia mencoba mengumpulkan keberaniannya menatap Ratu Ji So dan bicara dengan mantap “Terkadang, ikan tetap berjuang untuk kembali ke sungai.”


Sun Woo berlari dengan tergesa-gesa menemui Hwi Kyung, tanpa basa-basi lagi, ia tanya apa yang harus ia lakukan untuk mengeluarkan adiknya dari wonhwa atau apapun itu. Hwi Kyung dengan tenang berkata jika Ji So menggunakan wonhwa untuk menggenggam hwarang.

Dan saat tak dibutuhkan lagi, mungkin ia akan membunuh adik Sun Woo. Setiap kali keluarga kerajaan terancam, mereka akan menggunakan wonhwa dan kemudian menyingkirkannya ketika tak dibutuhkan lagi.

“Itu sebabnya aku memintamu. Apa yang harus kulakukan?!” ujar Sun Woo mencengkeram baju Hwi Kyung.

“Apa kau ingin jadi Raja sesungguhnya?”

Kontan cengkeraman Sun Woo melemah namun Hwi Kyung menahan tangannya. Jika Sun Woo menjadi Raja, maka dia tak akan perlu khawatir kehilangan adiknya. Ia bisa membuat dunia yang ia inginkan. Dia juga tak akan kehilangan nyawan temannya. Sekali lagi dia memastikan, apa dia ingin menjadi Raja sesungguhnya?


Mendengar pertanyaan absurd yang mungkin tak pernah terlintas di benak Sun Woo membuatnya tak bisa berkutik. Memangnya siapa Hwi Kyung sampai bertanya omong kosong semacam itu?

Hwi Kyung mengklaim jika dirinya adalah seseorang yang mengetahui ayah Sun Woo. Sun Woo semakin tertegun, ayahnya? Siapa itu?

“Jika kau Sun Woo, pasti ayahmu adalah Ahn Ji Gong . Jika kau Sam Mek Jong, Raja Galmoon pasti ayahmu. Namun jika kau petani dari Makmang bernama Anjing-Burung, Moo Myung, maka kau adalah putraku. Aku adalah ayahmu.”

Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulut Sun Woo. Ia seolah tengah mencerna perkataan yang baru saja terlontar dari mulut Hwi Kyung.

Ratu Ji So duduk sambil merenungkan sesuatu.

FLASHBACK

Dengan tangan gemetaran, Ratu Ji So bersiap menghuskan pedangnya pada Joon Jung. Ia akan membunuhnya, Joon Jung hanya akan menimbulkan bencana. Joon Jung yang saat itu bersimpuh dihadapan Ratu pun terkejut. Dengan tatapan teduh, ia memohon supaya Ratu menyelamatkannya. Dia adalah teman satu-satunya.

Ratu Ji So bersikeras ingin tetap membunuhnya, wonhwa hanya menjadi penghalang bagi keluarga kerajaan. Seperti halnya Nam Mo, Joon Jung juga harus mati. Ia harus menanggung segala kesalahan. Ia akan membunuhnya demi anaknya.

Joon Jung mengusap perutnya yang sudah membuncit mengandung bayinya. Ia memohon sekali lagi, selamatkan bayinya. Bayinya juga putra bangsawan. Ia memastikan, bayinya tidak akan pernah punya nama. Bayinya seolah tidak pernah lahir, ia akan hidup tanpa tahu dirinya dan hidup sebagai orang lain. Sedih, Joon Jung tak bisa menahan air matanya lagi.


Gemetar, Ratu Ji So tetap menusuk dada Joon Jung. Joon Jung mencoba menahan pedang Ratu Ji So menggunakan tangannya sampai darah pun mengucur. Ia menatapnya dengan penuh kelembutan. Sekali lagi memohon, “Ji So –yah. Bayiku bergerak.”


Kontan Ratu Ji So gamang untuk melanjutkan niatannya. Ia memegang perutnya yang juga berkontraksi disaat yang sama dengan Joon Jung. Kedua wanita itu terduduk berhadapan menahan nyeri diperutnya. Ji So menangis menjatuhkan pedangnya dan menangis pedih.
FLASHBACK END


A Ro pergi untuk menemui Sook Myung untuk mempertanyakan alasan mereka memilihnya menjadi wonhwa. Tidak mau menjawab, Sook Myung menyuruh A Ro untuk menerima kehormatan ini.

“Tapi aku tidak pernah mengharapakannya. Tak sekalipun mengharapkannya.”

Bagi Sook Myung, keinginan A Ro tidak lah penting. Yang terpenting ibunya sudah membuat keputusan itu. Mau atau tidak, sebentar lagi dia akan mengetahui apa arti dari seorang wonhwa. Tidak ingin berdebat lebih lanjut, A Ro ingin meminta satu hal. Izinkan ia pergi ke rumah hwarang sekali saja.

Gerombolan dayang langsung masuk ke ruangan. Putri Sook Myung memberikan perintah supaya mereka membersihkan dan mengganti pakaian A Ro. Sekalipun A Ro menolak, dayang-dayang itu tak bergeming dan tetap memaksa A Ro melepaskan pakaian yang ia kenakan.

Di aula rumah hwarang, Ji Dwi termenung seperti biasanya. Kembali memikirkan tentang ucapan ibunya jika dia tidak pernah menumpahkan darahnya. Dia tak tahu apa artinya menjaga sebuah takhta. Dan sekarang dia mau menjadi Raja yang sesungguhnya?

Ia juga ingat akan ucapan Ui Hwa sebelumnya. Dia menyarankan supaya Ji Dwi tak memikul segalanya begitu saja. Dia meyakinkan jika segalanya bisa terjadi, entah tinggi – rendah, kotor – indah atau yang berbahaya dan aman.


Ui Hwa mendapatkan panggilan dari Ratu untuk menghadapnya. Dengan cengengesan, Ui Hwa menduga kalau mungkin ia akan mendapatkan hadiah karena sudah melatih hwarang dengan baik. Bukan, Ratu Ji So mengumumkan jika ia akan mengembalikan sistem wonhwa. Ia pun memerintakan dua wanita pilihannya untuk masuk, dia adalah Sook Myung dan A Ro.

“Empat hari dari sekarang mereka akan kembali dari kuil Wonhwa Nam Mo. Akan ada pelantikan setelah itu. Mereka akan jadi pemimpin Hwarang, dan membimbing Hwarang. Poon Wo Jo kosongkan jabatanmu dari Hwarang. Beri hormat pada mereka.” titah Ratu Ji So.


Ui Hwa mengangkat kepalanya dan terkejut mengetahui A Ro salah satu wonhwa. Ia sempat enggan untuk memberikan hormat namun Ratu Ji So membentaknya supaya dia segera memberikan hormat. Ui Hwa pun mematuhi saja perintahnya.

“Apa ini yang Anda inginkan, Yang Mulia?” tanya Ui Hwa.

Ratu Ji So membenarkan. Ui Hwa bertanya lagi, apakah Ratu Ji So tak ingin melatih Hwarang untuk masa depan Silla? Ratu Ji So dengan gamblang menginginkan supaya hwarang tunduk padanya. Dengan mantap, Ui Hwa menegaskan jika rencana Ratu tidak akan berjalan sesuai keinginannya. Hwarang sudah tidak bisa disuruh-suruh.

A Ro berdiam di kamarnya tanpa tahu harus berbuat apa. Dayangnya mengantarkan nampan berisi makanan, ia memujinya yang tampak anggun. A Ro kontan berubah sedih, meskipun begitu, ia tetap tidak menginginkannya.

Sun Woo masih terus memikirkan ucapan Hwi Kyung barusan. Ia pun memutuskan untuk menemui Ui Hwa, ia mendengar kalau Ui Hwa baru saja dari Wolseong. Apa dia bertemu dengan A Ro?


“Adikmu sepertinya baik-baik saja saat ini. Mungkin, Ia di tempat lebih baik sekarang. Kenapa? Kau kesini hanya untuk itu?”

Sun Woo hilang kesabaran karena Ui Hwa masih tenang-tenang saja. Ia membentaknya, apa dia tak tahu bagaimana Ratu! Ui Hwa masih tetap tenang, memangnya apa Sun Woo harapkan darinya? Haruskah ia merobek tenggorokan Ratu? Sun Woo seperti orang yang ingin merebut takhta saja.

Sun Woo tertegun “Jika aku Raja, aku bisa menghindari hal seperti itu.”

Ucapan Sun Woo membuat Ui Hwa sempat terdiam, menyadari ada yang janggal dengan perkataannya.

-oOo-

BAGIAN 2



5 Responses to "SINOPSIS Hwarang Episode 18 Bagian 1"

  1. Gila.!!! Ratu Ji So jahat amit��.. aq harap dia mati di tangan sun woo/ahn ji.. dan brharap Ji Dwi cepat2 naik tahta, meskipun sun woo jg ada kans utk jd raja.

    ReplyDelete
  2. Persoalan jadi raja...inget so yaaaaaaa

    ReplyDelete
  3. Ini film endingnya kyak ap y...
    Preview eps 19nya,, kyakx moo myung pkaiannya kmbli kyak dlu lg,, ud gtu trlht adegan mau tarung pedang ma sam mek jong yg ud brani naik tahta raja sndri tnpa ibunya... A ronya pke ktsuk panah lg,, pdhl ud tgl 2 eps terahir,,tp filmnya msh blm ketebak gmn endingnya.
    Bak puji semangat,,, aq lht d youtube salbut nerjemahinnya,hehe nunggu sinopnya bak puji aj...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smoga ndak gantung endx.. PSJ vs PHS, aihhh duel kh?
      Dojihan makin cakep brsemi lg��

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR