SINOPSIS Stay With Me Episode 2 Bagian 2

SINOPSIS Stay With Me Episode 2 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: Hunan TV

Huo Xiao menunjukkan video pertunangan mereka di acara fashion show. Wei Wei memejamkan matanya, kilasan kenangannya bergandengan tangan bersama seorang pria terngiang dibenaknya. Apa benar jika pria yang ia cintai adalah Huo Xiao?

“Ya.” Jawab Huo Xiao.

Sontak Wei Wei tertawa lepas mengingat Huo Xiao kecil yang sering menangis di lantai dengan ingus di hidungnya. Dia sungguh tidak bisa membayangkannya. Bagaimana mungkin mereka bertunangan?


Huo Xiao menyuruh Wei Wei serius, jangan mentang-mentang lupa ingatan, dia mau membatalkan pertunangan mereka. Wei Wei cemberut mengatai dirinya seorang monster yang sudah melakukan pendekatan dengan sahabatnya sendiri. Ia meminta maaf pada Huo Xiao sebagai Wei Wei yang berusia 30 tahun.

“Tidak usah. Kau kehilangan ingatanmu, jadi aku tidak akan adu argumen denganmu. Kita akan bicara lagi setelah kau sembuh. Tapi selama masa ini, kau tidak boleh menyukai pria lain. Mengerti?”

“Kau rewel sekali.” Dengus Wei Wei.

Wei Wei berniat menghubungi ayahnya untuk bertanya kabar. Huo Xiao mencegahnya dengan berbagai alasan tapi Wei Wei tidak mau mendengarkan dan tetap menelfon ayah. Ayah langsung mengangkat panggilannya, dengan terburu-buru dia mengatakan sedang berada di Eropa dan sedang naik kapal pesiar. Biaya telfon jarak jauh mahal jadi Ayah akan segera mematikan panggilannya.

Uwah.. Wei Wei kagum dengan dirinya sendiri yang bisa membiayai Ayahnya ke luar negeri. Tapi bukankah seharusnya kalau sudah kaya, biaya telfon mahal bukanlah sebuah masalah? Wei Wei menatap Huo Xiao dengan tampang polos.

Huo Xiao tertawa kikuk, “Orangtua kan suka menabung. Atau mungkin sinyalnya buruk disana.”
Matahari sudah meninggi, Wei Wei tersadar dari tidur lelapnya. Ia langsung tersenyum memeluk tas mahal yang sudah berserakan diatas kasur “Ini cukup untuk menyembuhkan ratusan penyakit.”
Wei Wei berniat tidur lagi tapi pembicaraan Sekretaris Ou dan Huo Xiao membuatnya penasaran. Sekretaris Ou berkata jika mereka sangat membutuhkan Perancang Li Wei Wei sekarang. Dia sudah tidak sadarkan diri cukup lama dan Perusahaan D.U semakin berkembang, mereka bisa kalah saing dengan Perusahaan D.U kalau terus begini. Direktur Yong pasti akan menyerahkan semua tanggung jawab pada Huo Xiao.

Huo Xiao sama sekali tidak memperdulikan hal itu, yang ia pentingkan saat ini adalah penyembuhan Li Wei Wei. Jangan sampai buat Wei Wei mengkhawatirkan masalah perusahaan. Ia pun pergi dan menyuruh Sekretaris Ou untuk menjaga Wei Wei.
Wei Wei tampak sedih dan tidak enak hati mendengarkan pembicaraan keduanya.

Presdir Huo (Ayah Huo Xiao) datang ke Ling Long, dia melihat banyak sekali kursi karyawan yang kosong. Direktur Yong menghampirinya.

“Baru dua bulan, banyak sekali karyawan yang mengundurkan diri. Apa yang terjadi?” tanya Presdir Huo.

Sesuai dugaan Sekretaris Ou, Direktur Yong menyalahkan Huo Xiao yang sepertinya tidak berniat mengurusi perusahaan setelah Li Wei Wei koma. Dan D.U telah mencuri karyawan mereka.
Yi Du mendapatkan laporan dari Tiffany dan Sekretarisnya jika penjualan mereka meningkat 12% musim ini. Beberapa elit yang bekerja di Ling Long juga mempertimbangkan untuk bekerja pada mereka. Yi Du cukup puas mendengar laporan keduanya, kerja bagus.

Wei Wei menyantap sarapan yang sudah Huo Xiao buatkan khusus untuknya. Dia bertanya pada Sekretaris Ou, siapa namanya? Sekretaris Ou bilang kalau nama panggilannya adalah Ou dan nama aslinya Ye.

“Ou Yeah?” hehehe. Wei Wei langsung ketawa sendiri.

Ia bertanya bagaimana kondisi perusahaan selama dua bulan dia tidak sadarkan diri. Sekretaris Ou sempat bingung menjawabnya tapi ia berkata jika perusahaan baik-baik saja. Designer Li tidak perlu khawatir dan fokus saja pada penyembuhannya.

Kontan Wei Wei memegangi kepalanya sambil berlagak pusing. Sekretaris Ou menghampirinya dengan khawatir. Wei Wei tiba-tiba menegakkan kepalanya dan mengatakan dengan mantap jika ingatannya sudah kembali.

“Apa anda tidak bohong?”

“Sekretaris Ou, kerutanmu bertambah banyak.” Ujar Wei Wei dengan dingin.
Sekretaris Ou memegangi wajahnya dengan khawatir, padahal dia baru saja mendapatkan suntikan asam hyaluronic acid. Wei Wei bertanya serius, apakah benar jika di perusahaan tidak terjadi apa-apa selama dia tidak disana?

Sekretaris Ou akhirnya mengaku jika perusahaan mengalami masalah selama kepergian Wei Wei.
Sekretaris Yi Du memberitahukan jika perancang dari Ling Long sudah sampai di ruang meeting. Yi Du santai membiarkan mereka untuk menunggu. Kalau mereka tidak mau menunggu maka dia tidak akan memperkerjakan mereka. Mereka sudah mengkhianati Ling Long disaat perusahaan mengalami masa sulit, orang seperti mereka tidak layak dihargai.

“Kalau kau tidak mempercayai mereka, kenapa juga kau mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan mereka?”

“DU tidak kekurangan perancang bagus, tapi tidak masalah untuk mendapatkan lebih banyak.”
Wei Wei sudah mendengar semua ceritanya dari Sekretaris Ou. Ia kesal bukan kepalang karena Yi Du sudah mencuri orang-orangnya ketika ia sakit. Ia akan menemui Chen Yi Du.

Kilas Balik. Huo Xiao menunjukkan file orang-orang kenalan Wei Wei selama tujuh tahun terakhir dan menyuruhnya untuk menghafal. Wei Wei ingat jika salah satu dari orang tersebut adalah Chen Yi Du. Wei Wei langsung mengenalinya sebagai Si Mesum yang ia temui di rumah sakit.

Yi Du menemui tiga designer dari Ling Long. Mereka adalah Tetua Wan, Su Fei dan George. Ia memperingatkan ketiganya supaya tidak berhubungan lagi dengan Ling Long. Kontrak yang sudah mereka berikan pada ketiganya adalah kontrak yang sudah disepakati, gaji mereka dua kali lebih banyak daripada gaji di Ling Long.

Ketiganya terlihat masih ragu.

Yi Du menekankan jika bisnis fashion adalah bisnis dengan lingkup sempit tapi penuh gosip. Selama mereka bertiga menginjakkan kaki di pintu D.U, meskipun tidak menandatangani kontrak, mereka tidak akan bisa kembali lagi ke Ling Long.

Wei Wei datang ke DU dengan semangat mendapatkan tiga designer –nya kembali. Tapi belum apa-apa dia sudah di geret oleh penjaga dan membuat keributan. Tetua Wan, Su Fei dan George sudah menandatangani kontrak mereka. Ketiganya bertanya posisi apa yang mereka dapatkan?
Tiffany tidak bisa memastikan, posisi akan bergantung dengan kemampuan mereka. Su Fei memberikan contoh draft desain -nya pada sebuah ajang lomba, ia yakin itu bisa menunjukkan kemampuannya. Tiffany dengan enteng menyobek draft itu, ini hanyalah sampah. Mereka bertiga tetap perlu mendapatkan pelatihan di D.U.

Huo Xiao mendapatkan kabar dari Ou Ye dan langsung menjemput Wei Wei. Wei Wei cemberut karena gagal mendapatkan karyawannya kembali. Mereka sudah bekerjasama bertahun-tahun dan punya hubungan dekat. Meskipun harus memohon, Wei Wei harus mendapatkan mereka kembali.

“Ya. Memang ada hubungan tapi hubungan mereka tidak telalu baik denganmu.”

“kenapa? Cepat katakan padaku!”
Wei Wei itu sering membuat Tetua Wan kerja lembur. Mencemooh selera George dan memarahinya ketika berdandan. Ia juga tidak segan-segan menyobek draft desain Su Fei. Huo Xiao khawatir kalau mereka bertiga punya dendam pada Wei Wei.
Wei Wei melongo, “Apa aku sekasar itu?”

Ada seorang petugas bersih-bersih yang membawa tempat sampah. Tanpa sengaja petugas itu tersenggol oleh orang yang lewat dan sampah yang ia bawa berserakan. Wei Wei yang duduk didekat sana tanpa sengaja melihat sobekan draft desain buatan Su Fei, ia terkejut dan memunguti serpihan kertas tersebut.

“Sepertinya mereka tidak mendapatkan perlakuan yang baik di DU.”

“Aku akan menyelamatkan mereka.” dengus Wei Wei memunguti kertas.
Malam harinya, Wei Wei tidak bisa tidur.

Sedangkan di rumahnya, Huo Xiao tengah merenung memperhatikan foto masa remaja –nya dengan Wei Wei. Dalam batinnya ia meminta maaf pada Paman (Ayah Wei Wei) karena ia tidak bisa menjaga Wei Wei dengan baik.

Ponsel berdering, Huo Xiao meraih ponsel yang tersimpan di laci nakasnya dan mendengarkan pesan yang ditinggalkan Wei Wei untuk ayahnya.

“Ayah, aku mengalami masa sulit di perusahaan. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Akan lebih baik kalau kau ada disampingku. Cepat kembali.”

Huo Xiao pun mengetikkan sebuah pesan.

[Putriku, aku percaya dengan kemampuanmu. Kau yang terbaik.] – Wei Wei tersenyum bahagia mendapatkan pesan dari Ayah. Dia pun memutuskan untuk menggabung kembali serpihan draft desain Su Fei kemudian merealisasikannya menjadi sebuah dress putih cantik.

Keesokan harinya saat meeting, Direktur Yong dengan sok bijaksana mengatakan jika kesuksesan mereka bukan semata-mata karena Li Wei Wei. Karyawan mereka semakin berkurang dan pindah ke DU. Apa yang harus mereka lakukan? Dengan lebay, Direktur Yong memegang kepalanya. Ia menyarankan supaya mengganti seseorang yang benar-benar mengerti fashion untuk mengontrol perusahaan.

Huo Xiao duduk diam dengan santainya mendengarkan ocehan Direktur Yong yang berharap ditunjuk untuk menggantikan posisinya.
Wei Wei pergi ke perusahaan. Ou Ye memperingatkan supaya dia tidak menunjukkan amnesianya. Sesampai didepan ruangan, Wei Wei menunjukkan ketertarikan pada sesuatu. Apa itu?

“Itu model kita.”

Wei Wei bergegas menghampiri kumpulan model dengan tubuh kekar tanpa mengenakan baju. Ia pun berlagak dingin dan mengomentari modelnya satu persatu padahal cuma alesan biar bisa melihat tubuh mereka lebih lama. Wkwkwk. Saking asiknya, Ou Ye harus memperingatkan kalau Wei Wei punya acara meeting.
“Apa mereka sengaja menggunakan celana karena aku datang?” tanya Wei Wei.

“Tidak, Direktur Li. Mereka menggunakan V-lines, itu sedang menjadi trend saat ini.”

Wei Wei cekikikan, dia menyukai V-lines. Hahaha.

Huo Xiao adu argumen dengan Direktur Yong. Huo Xiao yakin kalau mereka bisa meningkatkan penjualan dengan bekerja sama dengan beberapa perusahaan. Mereka juga bisa membuka pasaran international mereka. Diretur Yong menjatuhkannya, memang apa gunanya? dia yakin jika penjualannya semakin buruk sampai akhir tahun.
“Pria dengan kepala berminyak.” Ucap Wei Wei memasuki ruang meeting.

Direktur Yong tidak terima mendapatkan panggilan tersebut dan menganggapnya bersikap arogan. Wei Wei tidak memperdulikan ocehannya, dia meyakinkan Presdir Huo jika dia akan membereskan semua masalah.
Huo Xiao cuma bisa senyum-senyum memperhatikan Direktur Yong yang kebakaran jenggot dan terus ngedumel.
Presdir Huo dengan bijak memberikan waktu lima hari pada Wei Wei mengembalikan pekerja yang sudah pergi ke DU.
Seusai meeting, Presdir Huo meminta Wei Wei untuk memahami posisinya. Selama dia mengalami koma, perusahaan dalam masa sulit. Anggap apa yang ia tugaskan bukan sebagai tantangan, dia hanya ingin membungkam mulut para penggosip saja. Wei Wei mengiyakan, dia memintanya jangan khawatir.

Selepas kepergian Presdir Huo, Wei Wei menghampiri Huo Xiao. “Heh.. apa ayahmu suntik Hyaluronic acid? Dia tampak sangat muda.”

Hehehe. Huo Xiao cuma bisa menunjukkan tatapan tajam padanya sedangkan Wei Wei terus menatap Presdir Huo dengan kagum.

Wei Wei datang ke DU dengan percaya diri menggunakan dress putih rancangan Su Fei. Su Fei sungguh terharu melihat rancangannya digunakan oleh Wei Wei. Wei Wei mengomentari rancangannya cukup bagus, hanya membutuhkan beberapa sentuhan lagi agar sempurna. Ia pun mengajak ketiganya untuk kembali.

Su Fei, Tetua Wan dan George juga tidak betah disana dan ingin kembali ke Ling Long.
Wei Wei semangat memboyong mereka tapi Yi Du menghadangnya. “Kalau kau mau pergi, setidaknya memohon dulu padaku.”

-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Stay With Me Episode 2 Bagian 2"

  1. Wei wei yg hilang ingatan mlh lbh ok..smngt mbk nulisny

    ReplyDelete
  2. Wei wei yg hilang ingatan mlh lbh ok..smngt mbk nulisny

    ReplyDelete
  3. Aaaaaaaaaa!!!! Bagus banget!!! >_<

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR