SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 7 Bagian 2

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 7 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: jtbc


Pada hari natal, Joo Ri mengaku bosan dirumahnya. Dia memutuskan untuk berjalan-jalan tanpa tujuan. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke cafe yang buka 24 jam. Ia pun pergi kesana melewati jalan depan sekolah.

Seo Yeon menambahkan jika ia sudah mencatat penggunaan debitnya sebagai bukti kedatangan Joo Ri ke cafe tersebut. Hakim Min Suk memintanya untuk menunjukkan bukti tersebut setelah jalannya sidang. Seo Yeon mengiyakan kemudian bertanya pada Joo Ri, lalu kenapa dia meninggalkan cafe dan pergi ke atap sekolah?


Joo Ri mengaku kalau ia melihat seseorang yang berdiri diatas atap.

“Bukankah malam itu salju turun dengan lebat? Bagaimana kau bisa melihat jarak jauh?”

Joo Ri yakin kalau salju tidak turun selebat itu, mereka bisa memeriksanya di rekaman ponselnya. Karena penasaran, ia akhirnya naik ke atap untuk memastikan apa yang terjadi disana.

“Lalu apa yang kau lihat disana?”


“Choi Woo Hyuk dan Lee So Woo. Choi Woo Hyuk dan Lee So Woo berhadapan di tepian atap. Aku tidak bisa mendengar dengan jelas tapi Woo Hyuk berkata, aku akan menyakitimu. Aku mendengar dia tertawa. Lee So Woo kelihatan terdesak dan tak bisa melawan karena ada anak lain dibelakang Choi Woo Hyuk.”

Dua orang itu, Joo Ri tidak bisa memastikannya dengan jelas karena kondisi yang gelap. Ia berasumsi jika dua anak itu adalah Lee Sung Min dan Kim Dong Hyun. Lee So Woo naik kepinggiran karena terdesak.

Seo Yeon meminta Joo Ri untuk menggambarkan posisi dimana mereka berdiri saat itu. Joo Ri pun menandai foto yang diberikan oleh Seo Yeon.

“Apa yang terjadi setelah itu?”

“Woo Hyun mendorong Lee Seo Woo. Woo Hyuk mendorong So Woo sampai jatuh dari atap.”

“Lalu, apa yang Anda lakukan?”

Joo Ri menangis, ia lari seketika itu pula. Dia takut jika dirinya akan ikut dibunuh. Ia tidak bisa tidur semalam, berhalusinasi dan bingung apakah yang ia lihat benar atau tidak. Keesokan harinya, ia baru sadar kalau dirinya adalah saksi dari pembunuhan. Dia menyesal karena tidak menyelamatkan So Woo saat itu.

Dalam surat pengakuan yang ditulis oleh Joo Ri, dia mendengar suara ckrek diatap saat kejadian. Tim jaksa telah mengumpulkan bukti untuk menguatkan surat tuduhan yang diberikan oleh Lee Joo Ri. Videonya yang sedang naik ke tepian atap sekolah pun ia pertontonkan. Ibu sampai bangkit dari duduknya melihat anaknya bertindak sejauh itu hingga membahayakan dirinya sendiri.

“Sebagian penutup tepian atap sudah hilang. Sehingga jika sesuatu yang berat berada di atasnya, akan terdengar suatu bunyi. Bunyi yang hanya akan terdengar saat seseorang menginjaknya. Itu adalah posisi tepat dimana Lee So Woo berdiri sesuai pengakuan saksi. Joo Ri memang menyaksikan kejadian tersebut. Tapi, dia tidak dapat menghubungi polisi akibat rasa takut terhadap terdakwa. Sebagai gantinya, sambil melindungi diri sendiri, dia mengirim surat tuduhan itu. Saya berharap semua orang dapat memahami dan memercayai situasi serta pengakuannya.”


Hakim Min Suk mempersilahkan pihak pembela untuk mengajukan pemeriksaan silang. Ji Hoon maju dan bertanya apakah Joo Ri benar-benar melihatnya? Dia benar-benar melihatnya atau itu hanyalah imaginasi dari apa yang ia harapkan?

Joo Ri sempat tertegun memperhatikan Ji Hoon. Hakim Min Suk dan Jaksa Seo Yeon menegur tindakan Ji Hoon namun Ji Hoon tetap kekeuh dengan pertanyaannya. Apakah itu memang kejadian yang benar-benar ia lihat?

Joo Ri menatap lurus kedepan dengan kosong “Itu sebuah kebenaran.”

Palu diketuk. Hakim Min Suk mengakhiri pemeriksaan saksi pertama. Mereka akan istirahat selama 30 menit. Joo Ri masih duduk ditempatnya, ia terus menatap ke arah Ji Hoon. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


Seusai persidangan, Joo Ri terus-terusan menangis di toilet. Seo Yeon sampai khawatir ingin menenangkannya. Bu Kim menggeleng, ini adalah pertama kalinya Joo Ri mengatakan segalanya dihadapan semua orang. Lebih baik mereka membiarkannya tenang dengan sendirinya.

Seung Hyun ngoceh sesal karena sepertinya dia mengambil pihak yang salah. Setelah video penyelidikan Seo Yeon ditayangkan, ia jadi yakin dengan apa yang mereka katakan. Joon Young agak curiga, bukankah seharusnya dia sudah mendengar bunyi itu sebelumnya hingga dia bisa seyakin itu?

“Dia bisa tahu pasti kalau pernah mengalaminya sendiri. Buat apa dia main-main di situ? Tidak mungkin juga dia mau bunuh diri.” Sanggah Seung Hyun.

Joon Young menemui Ji Hoon di ruang pertemuan pihak pembela. Ji Hoon....

“Aku tahu.”

“Apa?”

Lee Joo Ri. Ji Hoon sudah menebak kalau kemungkinan Lee Joo Ri menginjak tepian dinding pembatas sendiri. Joon Young tertegun mendengarnya, lalu kenapa dia tidak mengatakan apapun? Ji Hoon mengaku tak mau menyakiti Joo Ri. Seandainya memang betul seperti itu adanya, dia akan sangat malu untuk muncul lagi dihadapan anak-anak.


“Tidakkah kau terlalu santai setelah mengetahui kebenaran atas kesaksian pihak lawan? Kau begitu percaya diri.”

Ji Hoon tersenyum. Sejak awal dia sudah menduga kalau semuanya akan berjalan dengan sulit, sangat sulit. Dia pun meminta Joon Young untuk menghubungi Woo Hyuk dan memberitahukan jika kesaksian Joo Ri sudah berakhir.

Wakepsek juga akan menjadi saksi dalam persidangan. Dia tampak sudah percaya diri dan menyiapkan jawaban nantinya. Kepala Han memperingatkan supaya dia tidak terlalu meremehkan, jangan anggap percakapan ini seperti percakapan antara guru dan murid. Wakepsek mengerti dan meminta Kepala Han menunggunya dengan santai disana.


Sebelum memulai persidangan, Ji Hoon menanyakan identitas dan segala hal formalitas dalam sidang. Namun sebelum Ji Hoon sempat memberikan pertanyaan, Wakepsek bangkit dari tempat duduknya. Dia tidak ingin memberikan sebuah pengakuan, para murid hanya menjadikan hal tidak terkonfirmasi sebagai sebuah “kesaksian”. Olah perkara ini hanya menyebabkan murid menjadi bingung.

Hakim Min Suk menegurnya tapi Wakepsek tidak terima, “Aku ini gurumu!”

Baiklah, Ji Hoon tidak akan memaksa Wakepsek untuk membuat pengakuan. Dia meminta beliau memberikan opininya secara bebas.


Pertama, Wakepsek menyinggung masalah surat pengakuan yang ditunjukkan oleh Go Seo Yeon. Dia berpendapat bahwa Komite Anti Kekerasan sekolah telah bertindak tidak adil. Tapi tidak adil apanya? Komite sekolah sudah melakukan penyelidikan sesuai aturan.

“Lalu, kenapa Lee So Woo menjadi pelakunya? Sudah jelas bahwa Lee So Woo dihajar habis oleh Woo Hyuk.” Bela Seo Yeon.

Loh, Wakepsek rasa itu bukan salah sekolah. Mereka berusaha mengumpulkan murid untuk bersaksi tapi dari sekitar 20 saksi mata di ruang sains, tak ada seorang pun yang mau mengajukan dirinya.

“Sekolah harus bersikap netral untuk mengungkap kebenaran.” Ucap Min Suk.

Wakepsek berkata dengan yakin, Woo Hyuk mengaku sudah dipukuli sedangkan Lee Seo Woo tidak mengatakan apapun. Hanya itu yang mereka tahu dan mereka memutuskan berdasarkan hal tersebut. Seo Yeon tanya, lalu kenapa tanggal persidangan di majukan?

“Tanggalnya sudah ditentukan oleh pimpinan.” Jawabnya.


Ji Hoon menambahkan, lalu kenapa ayah Choi Woo Hyuk hadir dalam persidangan? Ji Hoon menunjukkan peraturan sekolah yang menuliskan, jika orang tua dari pelaku atau korban adalah anggota komite, tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kasus tersebut. Kenyataannya jelas bertentangan dengan peraturan! Dapatkah Komite semacam itu menghasilkan keputusan yang adil?

Wakepsek kekeuh jika rapat ditujukan supaya kedua belah memberikan kesaksian dan mereka akan menentukan keputusannya. Sudah jelas jika Lee So Woo membuang kesempatan untuk membela diri.

Lalu apakah Wakepsek pikir Lee So Woo punya kesempatan untuk membela dirinya disaat orangtua murid Choi Woo Hyuk hadir dalam sidang. Apalagi semua saksi menolak untuk memberikan kesaksian akibat rasa takut pada Choi Woo Hyuk.


Ji Hoon menunjukkan bukti komentar murid SMA Jeong-guk di SNS. Disana mereka semua mengaku takut untuk bersaksi meskipun tahu kronologi kejadiannya. Diam bukan berarti mereka tidak memiliki pendapat pribadi. Mereka tahu hal itu salah,  tapi tahun sebelumnya, hal yang sama sudah terjadi. Berulang, lagi dan lagi! Itu sebabnya, mereka menyerah untuk membenarkan kesalahan tersebut.

Wakepsek mulai hilang kesabaran. Baik, anggap saja kalau komite memang melakukan kesalahan tapi apa hubungannya dengan pesidangan ini?

Ada. Ji Hoon menganggap jika dengan masalah yang terjadi disekolah menyebabkan depresi bagi So Woo, hal itu yang menyebabkan insiden ini terjadi. Sekian. Wakepsek pun meninggalkan ruangan sambil menggerutu kesal.


Dalam ruang Wakepsek, Kepala Han berfikir kejadian sebelumnya. Ji Hoon yang meminta izin supaya ia bisa menjadikan Wakepsek sebagai saksi dari pihak sekolah. Kepala Han kira Wakepsek tidak akan ada hubungannya dengan insiden tersebut. Ji Hoon tersenyum polos, dia melakukannya sebagai formalitas saja. Anak-anak pasti akan tertidur mendengarkan ocehannya.

Ibu datang ke tempat Seo Yeon membawakan makanan. Soo Hee dan Yoo Jin kegirangan menunjukkan tanda hati pada Ibu. Tapi Ibu tampak sedang tidak mood dan meminta Seo Yeon bicara berdua dengannya.

Ia memarahi Seo Yeon yang sudah melakukan tindakan berbahaya seperti itu. Seo Yeon menggandeng tangan ibu sambil meminta maaf dengan manis. Ibu tidak mau mendengarkan permintaan maafnya, Ibu cuma khawatir kalau sesuatu terjadi Seo Yeon. Dia tidak bisa hidup kalau sampai terjadi sesuatu padanya.


Sekali lagi Seo Yeon merengek meminta maaf. Ibu tak tahan untuk terus mengomelinya. Ia menyuruh Seo Yeon untuk makan siang yang banyak. Pokoknya kalau ada acara ke TKP lagi, dia harus laporan dulu. Kalau mau panjat-panjat atap, biar Ibu saja yang menggantikannya. Seo Yeon cuma bisa tersenyum melihat sikap perhatian Ibu.

Detektif Oh menghampiri Ayah, dia penasaran apakah Seo Yeon pernah membicarakan perihal Ji Hoon padanya. Tidak, Seo Yeon tidak pernah membicarakan anak lain dirumah. Memangnya kenapa? Apa ada yang ingin ia ketahui?

Detektif Oh merasa jika Ji Hoon berbeda dengan yang lain, dia tahu bagaimana membuat kejutan dan membimbing lawan bicaranya untuk mengatakan apa yang ingin ia dengar. Seperti seseorang yang bermain catur dan ia mengetahui setiap gerak pionnya. Ayah juga mengakui jika dia adalah anak yang pintar.

Persidangan kembali dirumah, Kim Dong Hyun datang kembali untuk menjadi saksi. Kontan Woo Hyuk ngamuk-ngamuk sehingga menyebabkan keributan. Hakim Min Suk memutuskan untuk rapat mendadak dan memanggil Jaksa serta Pihak pembela.


Seung Hyun terus memegangi bibirnya yang kena sabet oleh Woo Hyuk. Ia heran apakah pihak jaksa harus membawa saksi yang seperti itu? Sebelumnya sudah Lee Joo Ri dan sekarang Kim Dong Hyun lagi.

Yoo Jin dan Soo Hee membela diri, mereka juga harus membawa saksi yang bisa menguatkan pendapat tim mereka.

Hakim Min Suk pusing kepala dengan kekacauan yang terjadi di sidang kali ini. Apa perlu Seo Yeon kembali mendatangkan Kim Dong Hyun? Sebelumnya dia kan sudah bersaksi. Seo Yeon mengaku kalau Dong Hyun menghubunginya dan berkata jika ada sesuatu yang sangat ingin disampaikannya.

“Kau bisa mengendalikan terdakwa?” Min Suk bertanya pada Ji Hoon.

“Akan kucoba.”

“Bukan dicoba, tapi pastikan!”

Dan juga, Min Suk menegur Ji Hoon yang membawa Wakepsek dalam sidang lalu membuatnya naik darah. Bisa-bisa klub mereka dibubarkan, orang yang punya kekuasaan akan berbahaya jika sampai terusik. Dia memperingatkan keduanya untuk lebih berhati-hati.


Seo Yeon menanyakan alasan kepergian Dong Hyun pada sidang kemarin. Dong Hyun mengaku takut dengan Woo Hyuk, ia menatapnya sinis kemudian menunjukkan keadaannya saat ini yang harus di gips akibat jatuh dari tangga. Woo Hyuk meraung marah mengatakan jika itu bukanlah perbuatannya.

Seo Yeon kembali membahas masalah Dong Hyun yang sebenarnya tidak bersama Sung Min dan Woo Hyuk dimalam natal. Ia pergi ke bar hari itu. Seo Yeon pun menunjukkan bukti foto-foto Sung Min di bar dan mengklaim bahwa alibi yang dikatakan Woo Hyuk tidak benar.

Dong Hyun menyela ucapan Seo Yeon, tidak ada gunanya membuktikan alibi Woo Hyuk tidak benar. Bukankah mereka akan mengungkapkan kebenaran Choi Woo Hyuk membunuh Lee So Woo ata tidak? Dong Hyun mengklaim kalau Woo Hyuk mengatakan sendiri padanya kalau dia telah membunuh So Woo.

Saksi yang hadir dalam persidangan kasak-kusuk. Ji Hoon menghentikan ucapan Dong Hyun keberatan, apa yang Dong Hyun katakan tidak bisa dibuktikan. Woo Hyuk lepas kontrol menerima tuduhan Dong Hyun padanya, ia bangkit dari kursi hendak menghajar Dong Hyun.

Penjaga bergegas menahan Woo Hyuk dan menindihnya di lantai. Situasi persedingan pun menjadi kacau. Anak-anak malah berebut mengambil gambar Woo Hyun yang sedang ngamuk-ngamuk.


Yoo Jin terbawa emosi dan menangis saat istirahat persidangan. Entah seberapa bencinya Woo Hyuk, dia tidak seharusnya bertindak seperti demikian. Woo Hyuk dan So Woo adalah teman sekelas. Soo Hee memarahi Yoo Jin yang terus berisik, dia membuatnya ingin menangis juga.

Seo Yeon memintanya berhenti, ini semua belum pasti, ia juga mencoba menahan dirinya supaya tidak terbawa emosi.

Seung Hyun sudah putus asa, mungkin kubu mereka akan kalah. Ji Hoon bergegas pergi menuju ke suatu tempat, ia memohon pada Joon Young untuk menggantikan bagiannya. Mungkin dia akan sedikit terlambat untuk kembali. Joon Young agak bingung namun Ji Hoon memohon padanya.

Detektif Oh sibuk membaca komentar di SNS Penjaga Sekolah (Jeong Pa). Ada yang pro dan kontra dengan apa yang terjadi dalam persidangan. Satu sisi menyalahkan Woo Hyuk sedangkan lainnya merasa kasihan juga. Reporter Park menghampiri Detektif Oh membahas pengakuan Dong Hyun, apakah dia mempercayainya?

Tidak yakin. Detektif Oh sedikit percaya, anak-anak biasanya berkata jujur. Tapi disisi lain, anak-anak juga bisa berbohong. Reporter Park merasa jika kecurigaan Detektif Oh sangatlah wajar. Anak-anak mungkin terkadang lebih rumit ketimbang orang dewasa. Orang dewasa menghabiskan waktu untuk beradaptasi dan belajar memberi. Tapi anak-anak tidak demikian, sesuatu akan menjadi lebih kacau dan rumit jika semakin banyak anak yang terlibat.

“Aku tidak suka harus setuju dengan kata-katamu.” Ucap Detektif Oh menghembuskan nafas berat.

Wakapsek sedang bersama Kepala Han. Dia habis menghubungi Tuan Choi dan beliau akan segera menjemput Woo Hyuk. Wakapsek sebenarnya percaya kalau Woo Hyuk tidak melakukan pembunuhan. Tapi bagaimana kalau dia terbukti bersalah, apakah mereka akan mengambil tindakan?

Tidak perlu. Kepala Han tenang berkata jika tujuan persidangan ini bukanlah untuk menuntukan Woo Hyuk bersalah atau tidak. Ada tujuan lain olah perkara ini diadakan.

Ji Hoon pergi ke toko tempat Sung Min bekerja. Ia berkata Sung Min bersaksi dalam persidangan dan pengakuannya menyudutkan Woo Hyuk. Sung Min bersikap acuh tak acuh, memangnya kenapa?

“Bantu kami. Kau kan sahabat Woo-hyuk!”

“Aku bukan temannya. Aku bukan lagi pecundang menyedihkan yang bergaul dengan bocah seperti itu.”

Ji Hoon mengatai Sung Min tidak berbeda dengan Dong Hyun. Dia berteman, tapi sebenarnya meminginkan supaya Woo Hyuk jatuh juga. Sung Min marah, jangan membandingkan mereka berdua. Memangnya dia pikir dia siapa? Kenapa juga dia membantu Choi Woo Hyuk?

“Aku pengacaranya.”

Sejak awal, Sung Min sudah tidak suka dengan Ji Hoon. Dia bukan murid SMA mereka tapi kenapa ikut campur dengan masalah sekolahnya. Dia tidak kenal Choi Woo Hyuk, tapi dia membelanya. Bukankah justri Ji Hoon yang tidak ada bedanya dengan Kim Dong Hyun? Ia yakin ada udang dibalik batu.

Ji Hoon menghentikan Sung Min yang berniat pergi. Jangan hidup seperti ini, dia berteman dengan Woo Hyuk pada saat dia diatas. Saat ia dibawah, Sung Min malah pura-pura tidak mengenalnya. Sung Min gondok mendengar ucapan Ji Hoon, ia langsung menghantam wajah Ji Hoon menggunakan bogemnya. Ji Hoon pun tidak mau kalah dan menyeruduk Sung Min. Terjadilah pergulatan diantara keduanya.

Seo Yeon menanyakan kronologi rinci atas apa yang Dong Hyun tuduhkan sebelumnya kalau Woo Hyuk mengaku telah membunuh So Woo.

Saat itu, mereka bertiga di rooftop untuk merokok. Dong Hyun sibuk memainkan ponselnya sendiri. Sung Min dan Woo Hyuk iseng mengagetinya dan Dong Hyun terperanjat kaget. Keduanya jadi penasaran, apa yang sedang Dong Hyun lihat? Mereka berdua berusaha merebut ponsel Dong Hyun.

Dong Hyun mengaku kalau dia sedang melihat foto-foto upacara kematian dia. Woo Hyuk tahu kalau dia yang dimaksud Dong Hyun adalah So Woo. Dong Hyun dengan enteng mengaku kalau ia yang sudah membunuh Lee So Woo.


Dong Hyun mengaku terkejut saat mendengar ucapan Woo Hyuk tapi dia mencoba tertawa. Ia menyuruh Woo Hyuk untuk berhenti bercanda. Seo Yeon tanya, apakah Dong Hyun berpikir kalau ucapan Woo Hyuk hanyalah candaan?

Tidak. Dong Hyun sudah bertanya-tanya sejak awal kematian So Woo. Ia ingat bagaimana perkelahian di lab, Woo Hyuk sangat marah saat itu. Mereka berkelahi karena So Woo memberikan tatapan meremehkan pada Woo Hyuk dan mengatainya tidak berguna, dia hanyalah tukang bikin masalah.

“Apakah itu yang dikatakan So-woo pada terdakwa?”

Dong Hyun membenarkan. Dia belum pernah melihat Woo Hyuk semarah itu sebelumnya.

Hye Ri bangkit dari tempat duduknya. Hakim Kim Min Suk memperingatkan supaya Hye Ri duduk. Hye Ri tidak mengindahkan perintahnya dan menuduh Dong Hyun sudah mengarang cerita. Bukankah memang Woo Hyuk sering berbicara seperti itu? Dia memang seperti itu setiap kali merasa kesal! Hye Ri ingin menjadi saksi juga kalau begini.

Min Suk marah karena peringatannya tidak di gubris oleh Hye Ri. Petugas keamanan langsung bangkit untuk mengusirnya dari ruang sidang.

“Jaksa, silakan lanjutkan.” Perintah Min Suk.

“Ringkasan atas pengakuan saksi, terdakwa memiliki kebencian mendalam terhadap Lee So Woo setelah perkelahian tersebut. Woo Hyuk mengatakan dia akan membunuh So Woo, dan juga mengakui melakukannya setelah kematian So Woo. Terdakwa memiliki motif kuat untuk melakukan pembunuhan, ada saksi yang menyaksikan insiden itu terjadi, juga saksi yang mendengar pengakuan langsung terdakwa, serta alibi yang diungkapkan terdakwa juga palsu.” Pungkas Seo Yeon.

Min Suk mempersilahkan Tim Pembela untuk melakukan pemeriksaan silang. Joon Young bangkit dan meminta istirahat 10 menit. Min Suk menyetujui permintaannya dengan ketukan palu.

Apa dirinya terlihat seperti pengecut? Tanya Sung Min. Tidak, Ji Hoon bisa memahaminya kok. Banyak hal yang membebani Sung Min untuk datang ke persidangan. Ia mendengar kalau Dong Hyun meminta uang damai dalam jumlah banyak. Ia mendengarnya dari Woo Hyuk, Woo Hyuk khawatir kalau Sung Min tidak bisa melanjutkan kuliah karena hal itu.

“Dia harusnya mengkhawatirkan dirinya sendiri.” Desis Sung Min.


Sung Min berkata kalau Woo Hyuk punya pikiran yang sangat sederhana, dia seperti anak kecil. Ji Hoon memberitahukan jika Woo Hyuk sangat kesepian saat ini, Sung Min tidak menghubunginya setelah insiden dengan Dong Hyun.

“Apa yang Kim Dong-hyun katakan hari ini?”

“Dia mengatakan bahwa Woo Hyuk mengakui kalau dia membunuh So Woo.”

Sung Min terkejut. Ji Hoon memohon supaya Sung Min bisa datang ke persidangan, hanya dia yang bisa mematahkan kesaksian Dong Hyun. Tapi sebelum itu, Sung Min ingin memastikan kalau Ji Hoon memang benar-benar akan menyatakan jika Woo Hyuk tidak bersalah. Ia tidak tahu bagaimana Ji Hoon bisa sangat percaya diri, tapi dia menyuruhnya supaya bisa menepati janjinya itu.

“Pasti.” Jawab Ji Hoon.


Joon Young memperkenalkan dirinya sebagai asisten pembela. Ia pun memulai penyelidikan silangnya dengan mengajukan pertanyaan pada Dong Hyun. Apakah sebagai sesama manusia, saksi Dong Hyun menyukai Choi Woo Hyuk?

Tentu saja tidak,

“Apa Anda menganggap dia sebagai teman?”

Dong Hyun mengelak kalau ia teman Woo Hyuk. Bagaimana bisa dia bertemu dengan sampah sepertinya? Dia memperlakukan orang lain selayaknya budah, memaki, bahkan memukul mereka. Joon Young mengajukan pertanyaan terakhir, apa Dong Hyun membenci Woo Hyuk?

“Ya memang.”

Joon Young mengakhiri penyelidikan silangnya dan membuat kesimpulan. Saksi Dong Hyun sangatlah membenci terdakwa Choi Woo Hyuk. Tidak menganggap terdakwa sebagai teman, bahkan tidak menyukainya sebagai sesama manusia. Saksi mendekripsikan terdakwa sebagai "Sampah." Joon Young yakin jika kesaksian yang dilontarkan oleh orang yang beranggapan demikian tidaklah bisa dipercaya.


Kembali dilakukan jeda waktu dalam sidang. Ji Hoon sampai ke markas dengan membawa Sung Min bersamanya. Seung Hyun langsung memuji Joon Young kalau dia sudah menggantikan Ji Hoon dengan baik.

Dalam sebelas menit lagi, sidang akan kembali dimulai. Ji Hoon menggunakan selang waktu sempit itu untuk mendengar cerita Sung Min.


Sidang kembali berlanjut, Sung Min mengucapkan janjinya sebagai saksi yang akan mengatakan kejujuran. Ji Hoon memulai pemeriksaannya dengan menunjukkan video Dong Hyun yang mengklaim kalau Woo Hyuk mengaku sudah membunuh So Woo.

“Anda juga mendengar Woo Hyuk mengatakannya?”

Sung Min membenarkan, namun itu hanyalah candaan. Anak-anak meremehkan ucapan Sung Min dan memintanya jangan berbohong. Min Suk mengetuk palu meminta mereka untuk tenang.

“Apa yang membuat Anda berpikir dia bergurau?”

Sung Min mengiyakan, dia melihat Woo Hyuk tertawa. Jadi saat Woo Hyuk mengatakan kalau ia membunuh So Woo, Dong Hyun terkejut sampai menjatuhkan ponselnya. Sung Min dan Woo Hyuk berbalik cekikikan melihat reaksi Dong Hyun.

Mereka berdua sering mengerjai Dong Hyun karena Dong Hyun orangnya gampang takut dan terkejut. Mereka senang melihat reaksinya saat dia dan Woo Hyuk mengatakan hal-hal gila. Itulah yang sebenarnya.


Ji Hoon kembali menayangkan video Dong Hyun yang berkata kalau So Woo yang telah memancing keributan di lab sains. Woo Hyuk sangat marah dan ini baru pertama kalinya dia melihat Woo Hyuk semarah itu.

“Anda ingat reaksi terdakwa atas perkelahian di lab. Sains itu? Apakah Woo-hyuk semarah itu sebagaimana dikatakan dalam video tersebut?”

Sung Min membenarkan jika Woo Hyuk marah saat itu. Tapi dia sudah biasanya, itulah caranya mengekspresikan kemarahan. Tapi dia tidak bersungguh-sungguh ingin membunuhnya. Dia akan marah beberapa hari kemudian melupakannya. Sung Min sudah biasanya melihat Woo Hyuk seperti itu tapi sepertinya Dong Hyun memang belum terlalu akrab sehingga ia baru pertama melihatnya.

Seo Yeon bangkit. Dia keberatan karena mereka terlalu banyak menambahkan opini. Min Suk sependapat dan meminta keduanya tidak terlalu banyak berkomentar. Ji Hoon mengerti, ia pun melanjutkan pertanyannya, apakah Sung Min tahu alasan perkelahian antara Woo Hyuk dan So Woo di lab?


Sung Min mendengar ceritanya dari Woo Hyuk kalau So Woo menatapnya dengan tatapan merendahkan.

“Apakah sesuatu terjadi antara terdakwa dan So-woo sebelum perkelahian itu terjadi?”

Tidak. Sung Min yakin kalau So Woo dan Woo Hyuk baru pernah bicara sekali itu. Dia juga tidak mengerti kenapa So Woo sengaja memantik perkelahian diantara mereka. karena penasaran, Sung Min juga pernah bertanya sendiri pada So Woo.

“Dia Lee So Woo? Kau bertemu dengannya?”


Ya. Di pertengahan desember, Sung Min keluar dari minimarket dan tanpa sengaja bertemu Lee So Woo disana. Ia pun menghampiri So Woo kemudian bertanya alasan perkelahian mereka? Dia menyarankan So Woo supaya pergi dari minimarket itu, rumah Woo Hyuk ada didekat sana. Bagaimana kalau Woo Hyuk melihatnya?

“Aku akan menyapanya.” Jawab So Woo enteng.

“Kenapa kau melakukannya pada Woo-hyuk? Aku tanya. Kenapa kau menyebutnya tukang bikin onar? Kenapa kau melakukannya?”

“Semacam menyalakan sinyal SOS agar dapat menemukanku. Ada seseorang yang ingin kutemui dan tujuanku sudah tercapai.”


Ji Hoon menegasnya bertanya, siapa yang ingin ditemui So Woo? Sung Min mengaku tidak tahu menahu soal itu.

Terlihat Kepala Han datang ke aula sidang. Ia memperhatikan mereka dari kejauhan. Kita pun diperlihatkan kilasan dimana Kepala Han dan So Woo bertemu di sekolah untuk pertama kalinya.

-oOo-

2 Responses to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 7 Bagian 2"

  1. Makin bosan aje ama drama ini, itu anak sekolah pinter2 & cakep2 amat yak. Hebat emg sekolah di Korsel.

    ReplyDelete
  2. makasii buat sinopnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜
    smoga ttp update trs ya, semangat ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR