SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 7 Bagian 1

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 7 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: jTBC
[Tiga Bulan Sebelumnya]

So Woo bosan diabaikan oleh Ji Hoon, ia menyarankan supaya dia berhenti belajar terlalu keras. Toh dia bisa mendapatkan segalanya yang ia inginkan tanpa belajar sekeras itu. Ji Hoon balas menyindir, yang dia inginkan sekarang adalah belajar tapi ia tak bisa melakukannya karena seseorang.

So Woo tersenyum memperhatikan jajaran buku di rak Ji Hoon yang sudah tamat ia baca. Ji Hoon menyarankan supaya So Woo mengambil buku di ruangan ayahnya, banyak buku tebal disana. So Woo bertanya, apa tidak apa-apa?

“Baca saja dan kembalikan ke tempatnya.”

So Woo gembira, ia langsung mengapit leher Ji Hoon menggunakan lengannya.


Melihat begitu banyak buku, So Woo menemukan salah satu yang terlihat menarik untuk dibacanya. Ia pun meraih buku tebal, namun tanpa sengaja sebuah kunci tiba-tiba terjatuh dari cover buku tebal tersebut. Selang sedetik kemudian, So Woo sudah menggunakan kunci yang ia temukan untuk membuka laci di meja Tuan Han. Ia terkejut mendapati ada sebuah file bertuliskan VIP SMA Jeong-guk.


Tak lama kemudian, Tuan Han pulang dengan membawa dua kantung belanjaan. So Woo pun keluar dari ruangannya. Tuan Han sama sekali tidak menaruh curiga, apa So Woo baru membaca di ruangannya?

Belum sempat menjawab, Ji Hoon keluar dari kamar dan memanggil ayahnya yang sudah pulang. Ia meminta izin ayahnya supaya So Woo bisa makan malam bersama mereka. Tuan Han mempersilahkannya, ia menyuruh keduanya makan dulu, ia akan menyusul.

Tapi nyatanya Tuan Han tetap waspada, ia bergegas masuk dalam ruangannya sendiri. Ia memeriksa laci serta letak buku tempat menyembunyikan kunci laci.


So Woo terus termenung di meja makan. Ia kemudian memeriksa ponselnya, dia sudah memotret dokumen VIP yang terdapat di ruangan Tuan Han. Disana ada daftar murid yang diberikan penanganan khusus oleh SMA Jeong-guk.

[Persidangan Hari ke-2]


Hakim Min Suk membuka persidangan hari ke –dua. Anggota sidang pun berjalan menuju ke tempat duduk masing-masing. Namun Seo Yeon masih terus berdiri di tempat memperhatikan ke arah audiens. Rupanya disana ada Joo Ri, ia terus tertegun menatap Joo Ri bahkan Hakim Min Suk sampai memperingatkan supaya Seo Yeon lekas duduk.

Bukannya mendengarkan, Seo Yeon malah berlari ke luar aula sidang mengejar Joo Ri yang pergi dari sana.

Diluar, Joo Ri mengatakan jika ia datang hanya untuk melihat jalannya sidang dan melihat sekolah untuk yang terakhir kalinya. Jangan bereaksi berlebihan.

“Aku.. ingin mempercayaimu.” Ujar Seo Yeon. Ia meminta maaf karena baru menyadarinya saat ini. Mengirim surat tuduhan dan mengunggah video itu, Joo Ri melakukannya supaya orang lain mempercayainya kan? Seo Yeon mengucapkan terimakasih karena Joo Ri sudah mau datang kemari. Dia mendoakan yang terbaik untuknya dimanapun berada. Dan lupakan segala yang terjadi disini.

Jangan bodoh, memangnya mudah untuk melupakan sesuatu? Ucap Joo Ri pedas. Dia menyindir Seo Yeon yang seolah melakukan segala sesuatu untuk dirinya sendiri. Ia pun sudah membuat keputusan untuk bersaksi dalam sidang. Seo Yeon sempat terkejut tak percaya, apa?


Seo Yeon pun mengajukan persyaratan yang diminta Joo Ri supaya Woo Hyuk tidak hadir di ruang sidang ketika ia bersaksi. Seung Hyun bingung dibuatnya, mereka sudah susah payah mendatangkan Woo Hyuk disana tapi sekarang malah tidak boleh hadir. Memangnya dia anak anjing penurut?

Joon Young rasa pengamanan sudah cukup lumayan, mereka mendatangkan beberapa murid yang kuat. Seo Yeon tetap tidak bisa menerimanya, kehadiran Woo Hyuk masih bisa mengganggu kondisi mental Joo Ri.

“Tapi terdakwa juga bagian dari persidangan ini. Dia berhak mendengar kesaksian itu.” Ujar Ji Hoon.

“Tapi, kita juga bertanggung-jawab atas keamanan saksi.” balas Seo Yeon.

Ji Hoon dan Seo Yeon menatap Hakim Kim Min Suk menunggu keputusannya.

Kontan Woo Hyuk ingin menghajar Joo Ri saat mendengar dia tidak boleh datang ke persidangan ketika ia bersaksi. Ia benar-benar marah dan tak bisa mengontrolnya. Joo Ri seharusnya bersaksi dihadapannya, bukannya mengarang cerita dibelakangnya. Ji Hoon menghentikannya, dia yakin kalau Woo Hyuk tidak marah melainkan terluka. Ia terluka dan tak bisa mengekspresikannya dengan benar.


“Omong kosong! Mana mungkin kau tahu perasaanku?”

Ji Hoon berkata jika Joo Ri adalah saksi penting dalam persidangan. Entah ada atau tidaknya Woo Hyuk, dia akan bersaksi. Lebih baik Woo Hyuk memilih, datang dengan hati sabar atau pergi saja sekalian jika tidak bisa mengontrol emosinya.


Persidangan di mulai tanpa kehadiran Woo Hyuk. Joo Ri tampak khawatir melihat banyak orang yang memperhatikannya. Seo Yeon sebagai jaksa berdiri untuk mengajukan beberapa pertanyaan, dia menyuruh Joo Ri untuk tenang. Orang-orang sedang fokus pada pengakuannya.

Joo Ri tetap tidak tenang. Seo Yeon bertanya apakah ia harus membawakan topeng supaya dia merasa lebih nyaman?

Ji Hoon keberatan, mereka sudah mengeluarkan terdakwa seperti yang telah Joo Ri minta tapi dia tidak terima dengan hal yang satu ini. Joo Ri mempertanyakan alasannya, kenapa?

“Sebab, akan tampak seolah kau berusaha menyembunyikan sesuatu. Setidaknya aku.. merasa begitu.”

“Aku.. Tidak ada yang kusembunyikan.” Balas Joo Ri dingin.

Hye Rin gerah sendiri melihat sikap Joo Ri yang sok penting. Memangnya dia populer atau bagaimana? Ia sama sekali tidak mengenalnya. Tidak ada alasan untuk mengistimewakannya.

Anak-anak lain setuju dengan ucapan Hye Rin, kalau mau ngomong ya ngomong aja. Mereka tidak apa-apa kalau harus tutup mata. Mereka pun mulai cekikikan mengomentari sikap sok Joo Ri.

Joo Ri menggebrak meja kesal menerima perlakuan anak-anak yang sangat menyepelekannya. Dia yakin mereka semua mengenalnya.. Pecundang. Virus. Monster Jerawat. Di internet maupun kelas, mereka semua selalu menghinanya dengan sebutan itu. Dan sekarang mereka membutuhkannya tapi pura-pura tidak kenal?

Ya. Dirinya memang pembohong! Dia berbohong kalau Cho Rong yang sudah menyaksikan kejadiannya.

Anak-anak langsung kasak-kusuk. Joo Ri menunjuk mereka semua yang sudah membuatnya demikian. Ia yakin kalau mereka semua tidak akan mau mendengarkan ucapannya.. karena dirinya adalah Lee Joo Ri.

Anak-anak bungkam mendengar apa yang diungkapkan Joo Ri.

“Kita semua berada di sini, jadi kita bisa memperbaikinya. Kami akan mendengarkan dan memercayaimu. Kami ingin mulai dari awal lagi. Aku akan melakukan pemeriksaan ini dengan baik. Aku akan menanyakan setiap detail dan mengungkap kebenaran, agar tidak ada yang meragukanmu lagi. Kau bisa melakukannya?”

Joo Ri sempat terdiam beberapa saat sebelum mengiyakan ucapan Seo Yeon. Ia pun mengucapkan sumpahnya sebagai saksi dihadapan semua orang.

Tuan Han dan Wakapsek juga menonton jalannya persidangan dari ruangan Wakapsek.

-oOo-

0 Response to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 7 Bagian 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR