SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian 2

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS

Nam Doo kembali ke rumah sakit dan melihat Joon Jae tengah duduk bersama Detektif Hong. Ia tampak tersenyum ke arah keduanya, senyum yang sulit diartikan maknanya.

Dokter yang memeriksa jenazah Ketua Heo membacakan hasilnya. Dia dinyatakan meninggal karena kematian mendadak akibat gagal beroprasi. Joon Jae terkejut, kematian mendadak? Bukan karena di racun?

Dokter membenarkan. Jika kematian akibat racun, bibirnya akan menjadi coklat kehitaman sedangkan dalam kasus ini, bibirnya membiru. Jika kematian disebabkan oleh racun, dititik kematiannya akan menghitam, tapi ini tidak. Mereka menyimpulkan kalau ini adalah kematian alami. Kecuali jika dia mendapatkan racun kuat seperti sianida, itu bisa menimbulkan gejala seperti kematian alami. (Sianida season II)

Nam Doo dan Chi Hyun tampak saling kontak mata sekilas.


Tapi sepengetahuan Joon Jae, gejala kematian akan berbeda jika racun tercampur dengan substansi alami seperti kelopak bunga. Gejalanya akan sangat mirip dengan kematian alami. Joon Jae menuntut untuk dilakukan otopsi. Dengan begitu mereka bisa mengetahui alasan sebenarnya kematian ayahnya dan menemukan penyebab rusaknya kornea matanya.

“Kenapa? Apa kau menginginkan kematian ayahmu untuk kedua kalinya?”

“Memangnya kenapa? Ada sesuatu yang tak ingin diketahui?”

Seo Hee mengelak. Mengirim ayahnya sendirian saja sudah membuat hatinya sedih apalagi membiarkan tubuhnya disayat pisau. Apa yang sebenarnya ingin kau ketahui dengan melakukan autopsi?

“Bukti kalau kau membunuh ayahku!” tegas Joon Jae.

Chi Hyun terpancing emosi. Seo Hee menahannya, kenapa Joon Jae tiba-tiba bersikap seperti ini setelah 10 tahun meninggalkan rumah? Ayahnya sangat merindukannya tapi dia sama sekali tidak pernah pulang. Apa semua karena uang? Baiklah, dia akan memberikan semua uangnya dan makamkan ayah mereka dengan damai.
Joon Jae semakin emosi saja menyaksikan akting Seo Hee yang mampu membutakan semua orang. Ia sebagai putra kandung Heo Il Joong akan menunjukkan semua bukti pembunuhan ayahnya. Ada bunga, jarum kecil dan banyak anticholinergic yang ia temukan dalam rumah mereka. Ia sekali lagi menuntut diadakannya otopsi.

Giliran Chi Hyun maju, dia sebagai kepala rumah tangga dan juga satu-satunya anak yang diakui oleh ayahnya. Dia mengatakan kalau Heo Joon Jae sudah kabur 10 tahun dari rumah dan memotong tali persaudaraan mereka. Karena masalah warisan, ada konflik antara dia dan ayah akhir-akhir ini. Dia dan ibunya menolak diadakan otopsi.

Detektif Hong memimpin penggeledahan di rumah Ketua Heo. Seo Hee sudah bersiap menggunakan pakaian berkabungnya. Deketif Hong menyindir, bukankah terlalu cepat untuk mengadakan upacara kematian? Ia yakin kalau otopsi disetujui, mereka tidak akan bisa menjalankan upacara sekarang.

Seo Hee menanggapi santai, lagipula apapun yang ia katakan tak akan dipercayai Detektif Hong.

“Apakah kau mengenal Kang Ji Hyun?”


Seo Hee sempat terkejut, tapi buru-buru tersenyum lalu menyuruh Detektif Hong bebicara dengan pengacaranya kalau ada yang ingin ia katakan.

“Ah, pengacara? Aku pikir kau punya sesuatu yang ingin kau katakan melalui pengacaramu? Tentu saja iya, ini kan kembaranmu.” Detektif Hong menunjukkan foto Seo Hee dan kembarannya “Sangat sulit untuk mendapatkan fotomu semasa kecil. Kalian berdua terlihat sangat mirip. Kalian kembar identik kan?”

“Aku tak mengerti apa yang ingin kau katakan.”

“Dimana saudara kembarmu? Atau jangan-jangan malau kau?”

Seo Hee meninggalkan Detektif Hong tanpa memberikan jawaban. Detektif Hong mencari sesuatu yang mencurigakan di rumah Ketua Heo tapi dia belum menemukan apapun. Tapi dia yakin kalau dia (Ma Dae Young) belum kabur dari rumah ini.

Jin Joo memberitahukan suaminya jika Ketua Heo sudah meninggal. Suaminya terkejut apalagi dia mendengar kalau semua warisannya jatuh ke anak tirinya. Meskipun bisa diubat tapi kalau matinya tiba-tiba maka kemungkinan warisannya masih tetap sama. Haduh.. Mereka sudah mengambil di pihak yang salah.

Jin Joo pusing kepala memikirkan apa yang akan dilakukan wanita Kang Seo Hee itu padanya. Tapi dia sudah melakukan hal buruk padanya, dia tidak mungkin kembali memihaknya lagi. Entah apa yang akan terjadi padanya nanti.

Ia pun memutuskan untuk tetap berpihak pada Ibu Joon Jae. Ia menemani Ibu datang ke upacara kematian Ketua Heo. Seo Hee sempat mencoba menghalanginya, apa yang ia lakukan disini?

“Kau pikir apa? Jangan membuat keributan, kau akan canggung sendiri.”

Ibu meletakkan setangkai bunga “Ayah Joon Jae, ada banyak sekali alasan kenapa aku tidak bisa memaafkanmu. Tapi melihatmu berakhir seperti ini membuatku sedih. Kau bisa melihatku sekarang? Lihat aku baik-baik, aku akan mengucapkan salam perpisahan.”

Ibu mengusap air matanya di toilet. Seo Hee datang menghampirinya, ibu dan anak sama saja. Mereka berdua sudah pergi selama 10 tahun tapi tiba-tiba kembali. Alasan paling masuk akal adalah untuk memungut remah-remah kan? Kalau dia mau diam maka Seo Hee akan memberikan sedikit untuknya. Kalau dia terus membuat keributan seperti ini, apakah dia punya hati hanya untuk memberikan satu sen saja?

PLAK! Ibu tak segan-segan menampar wajah Seo Hee. Orang yang merangkak memunguti remah-remah adalah Seo Hee dan anaknya. Kalau kau melakukan itu, seharusnya kau sudah puas menjadi lintah yang menghisap orang lain. Sekarang malah ada pencuri yang bersikap seperti pemilik? Tamak sekali kau.

Apa? Pencuri? Seo Hee berniat menampar Ibu namun Chung datang dan menahan tangannya. Seo Hee mendelik, siapa kau? Apa dia orang yang ibu kenal? Pantas saja kelakuannya seperti ini.


Chung punya satu hal yang membuatnya penasaran. Ia pun mendorong Seo Hee ke dinding dan mencoba melihat pikirannya. Saat Chung mulai memejamkan mata, Seo Hee menjadi menurut dan ikut memejamkan matanya.

Chung bisa melihat kalau Seo Hee yang sudah merebus air sendiri untuk membuat teh kemudian menyajikannya untuk Ketua Heo. Dia juga sudah menyembunyikan Ma Dae Young diruangan tersebunyi, disana banyak bunga dan juga snack untuk Ma Dae Young.

“Apa yang terjadi Chung?” tanya Ibu.

Seo Hee menjadi linglung. “Apa yang sudah kau lakukan?”

Chung mengaku tidak melakukan apapun. Ia bisa melakukan apapun tapi ia memilih untuk tidak melakukannya karena lebih baik Seo Hee mengingat kejahatan yang sudah ia lakukan. Dia harus mengingatnya sampai akhir.

Ia pun mengajak Ibu untuk pergi meninggalkan Seo Hee. Seo Hee tampak masih sedikit linglung akibat ulah Chung.


Jin Joo menunggu kedatangan Yoo Ran (Ibu) dan melihat beberapa teman tukang gosipnya berada disana. Mereka langsung berubah haluan dan mejilat pada Seo Hee. Jin Joo mengatai mereka sudah plin-plan.. tapi mereka beruntung.


Nam Doo berkata apakah Joon Jae tidak ingin datang ke aula –nya? Joon Jae menolak sebelum ia tahu apa yang terjadi dibalik kematian ayahnya.

Nam Doo tanya, apa Joon Jae harus melakukan semua itu? Itu hanyalah masalalu, toh kalau dia menemukan sesuatu, ayahnya tidak akan kembali hidup. Sekarang seharusnya dia bicara dengan manis pada mereka, setidaknya dapatkan sedikit warisan.

“Meskipun kau sedang bicara dengan orang asing, kau tidak seharusnya bicara seperti itu!”

“Aku pikir aku tidak bicara apa yang seharusnya tidak aku bicarakan. Pikirkan saja.” Ucap Nam Doo kemudian pergi.

Bertepatan saat itu, Chung datang menghampiri Joon Jae. Ia berpapasan dengan Nam Doo dan Nam Doo lagi-lagi menunjukkan lirikan misteriusnya. Chung memberitahukan pada Joon Jae jika ia melihat sesuatu.

Tak lama berselang, keduanya sudah dalam perjalanan menuju ke suatu tempat. Joon Jae merasa jika Chung berdiri disampingnya hanya untuk mendapatkan masalah yang tidak seharusnya ia dapatkan. Dia harus melihat hal buruk yang dilakukan oleh orang lain dan hal buruk itu juga menjadi ingatannya, itu membuat Joon Jae kecewa.

“Meskipun aku senang aku bisa melindungimu dengan kemampuanku?”

“Melindungiku?”

Kenapa? Memangnya tidak bisa? Memang sih benar kalau disini ia datang tanpa tahu apapun dan orang-orang memperlakukannya seperti orang idiot. Tapi dia ini spesies langka loh yang terancam punah. Heol.. apa mereka tahu betapa sulitnya bagi mermaid dan merman untuk tetap bersembunyi saat manusia masuk ke lautan dengan kapal selam? Kemudian hiu datang dan ingin memakan mereka. Hidupnya juga susah tauk!

“Wow.. pacarku luar biasa!” ucap Joon Jae mengelus kepalanya.

Chung senang melihat Joon Jae bisa tersenyum, dia akan membuatnya selalu tersenyum. Joon Jae mengeluh karena Chung terus bicara hal yang seharusnya diucapkan oleh pria. Joon Jae pun menautkan tangannya dan tangan Chung.

Chung tersenyum mengecup tangan Joon Jae.

Sesampainya di rumah Ketua Heo, Detektif Hong belum menemukan bukti apapun. Chung kembali mengingat ingatan milik Seo Hee, dia berjalan menuju ruangan gelap mirip gudang. Joon Jae rasa ini adalah ruangan yang dibuat oleh Seo Hee, dulu tidak ada ruangan seperti ini.


Chung mendorong pintu yang mirip seperti tembok. Detektif Hong dan Joon Jae langsung waspada. Didalam ruangan tersebut ada kumpulan bunga wolfsbane yang sudah dimasukkan dalam tempat sampah. Detektif Hong meminta keduanya tidak menyentuh apapun atau mereka akan meninggalkan sidik jari.

Didinding ruangan tersebut ada gambar putri duyung. Chung berkata jika kamar ini adalah kamar Ma Dae Young.

Mereka bergegas menuju ke tempat upacara kematian dilangsungkan. Dengan ramah, Seo Hee meminta Joon Jae untuk menjadi kepala pemakanan bersama Chi Hyun.

“Aku akan melakukannya. Setelah kau masuk penjara.”

Detektif Hong mengumumkan jika kematian Ketua Heo Il Joong telah berubah menjadi kasus pembunuhan. Jenazah akan segera di pindahkan ke tim forensik untuk dilakukan otopsi. “Kang Seo Hee.. bukan.. Kang Ji Hyun, saya menahan anda sebagai tersangka pembunuhan.”

“Apa kau punya bukti? Apa kau punya surat penangkapan?” Chi Hyun menahan mereka.

“Karena ibumu sudah mengumpulkan bukti dirumahmu, kami dengan mudah mengumpulkannya. Itulah kenapa kami segera akan menangkapnya.”

Seo Hee menolak untuk di borgol, suaminya pasti akan sangat kecewa jika mengetahui hal ini. Joon Jae yang sedari tadi diam menjadi kalap, dia membentaknya supaya tidak menyebut ayah dengan mulutnya. Seo Hee meronta saat di seret polisi, ia sempat melirik ke arah Chung dengan agak curiga. Ia pun menyuruh Chi Hyun segera menghubungi pengacaranya.

Chung menghampiri Joon Jae lalu menggenggam tangannya.

Si Ah ada disana juga, Tae Oh menghampirinya. Sontak Si Ah ingat bagaimana dia merengek menangis dalam pelukan Tae Oh saat menerima penolakan dari Joon Jae. Ia mencoba bersikap santai, kenapa suasananya begini?

Tae Oh tak menjawab dan merangkul Si Ah keluar gedung. Si Ah ikut prihatin mengetahui apa yang terjadi pada Joon Jae. Tae Oh tanya dimana mobil Si Ah?

“Aku naik bus.”

“Mau ku antar?”

Si Ah jual mahal “Aku baik-baik saja. Tapi apa kau mau mengantarku? Sudah malem loh.”

Tae Oh hanya membalasnya dengan senyuman.


Selama perjalanan dalam bus, anak-anak SMA sedang bergosip tentang cowok-cowok kece. Si Ah merasa terganggu dengan keributan mereka. Tae Oh dengan penuh pengerian meletakkan headphone –nya ditelinga Si Ah. Sweet. Tanpa mengucapkan apapun, ia memejamkan matanya disamping Si Ah sambil tersenyum manis.

Tak lama kemudian, Tae Oh sudah tertidur dan kepalanya bersender di pundak Si Ah. Si Ah ngedumel kalau Tae Oh sepertinya mendapatkan jackpot malam ini. Si Ah memandangi wajahnya, kenapa wajahnya lebih cantik dari wanita?

Bus sudah sampai di tempat tujuan Si Ah. Si Ah mau turun tapi Tae Oh masih tidur pulas dipundaknya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal dan membiarkan Tae Oh tetap tertidur.

Joon Jae meminta Chung untuk tidur bersamanya malam ini. Chung bicara masalah Ma Dae Young yang sepertinya lebih baik dalam mengingat tentang putri duyung, tidak seperti Dam Ryung. Joon Jae balas menyindir, ia rasa Se Hwa juga orangnya lembut dan senyumnya cantik. Dia pikir kalau wajahnya sama maka sifatnya juga sama.


Chung bertanya-tanya akankah semua yang terjadi dimasa lalu akan kembali terulang dimasa sekarang. Sejujurnya dia melihat sesuatu ketika menghapus ingatan Ma Dae Young. Tombak yang membunuh Se Hwa dan Dam Ryung bukanlah tombak yang Ma Dae Young lempar.

“Lalu siapa?” tanya Joon Jae terkejut.

“Seseorang yang kita kenal.”


Pengacara Seo Hee menjelaskan jika bukti yang ditemukan detektif bukanlah bukti yang langsung mengarah padanya. Mereka akan memberikan pertanyaan yang menjebak, jadi Seo Hee harus menjawab dengan singkat saja. Kalau ada pertanyaan yang tidak dimengerti, gunakan alasan seperti pusing atau lupa. Dia juga bisa menggunakan hak untuk tetap diam. Karena mereka menangkap tanpa surat penangkapan maka polisi hanya bisa menahannya dalam waktu 48 jam.

Seo Hee mengerti. Dan selama introgasi, Seo Hee menjawab pendek-pendek. Sebentar-sebentar dia mengaku capai, lupa, pusing kepala dan lain-lain. Ia juga menghabiskan waktunya untuk makan dan tidak menjawab pertanyaan Detektif Hong.


Detektif Hong memberitahukan pada Joon Jae jika Seo Hee terus memilih untuk diam. Mungkin dia akan terus bertahan demi uangnya karena jika ia ditahan maka warisannya akan menghilang.

Tak lama kemudian, Joon Jae keluar dari kantor polisi. Nam Doo mengintainya dan memberikan kabar pada Chi Hyun. Dia bertanya bukankah ibunya akan keluar jam 6 sore? Ia menyarankan supaya menjalankan rencana mereka lebih cepat. Dia juga terburu-buru.

Tepat jam 6, Chi Hyun menjemput ibunya. Dia terus memberikan tatapan tajam pada Detektif Hong.


Ditempat parkir, Joon Jae bersiap masuk dalam mobilnya. Seseorang dari belakang datang dan memukul kepalanya. Joon Jae pingsan seketika, dan sudah bisa diduga kalau yang memukul adalah Nam Doo.

Bertepatan saat itu, Tae Oh sedang membuka rekaman CCTV. Chung berada didekatnya, apa yang terjadi?

Tak lama kemudian, mereka berdua sudah ada dalam mobil. Chung sungguh tak mengerti kenapa Nam Doo melakukan hal gila. Tae Oh menyarankan supaya Chung jangan ikut dengannya. Tapi Chung bersikeras, lagipula dia yakin kalau Tae Oh bakal patah tulang dalam perkelahiannya. Ia meyakinkan jika ia lebih kuat dari Tae Oh.

Nam Doo menyeret Joon Jae yang lemas setelah dipukulnya. Joon Jae ngamuk sudah dikhianati oleh temannya sendiri. Nam Doo balik menyalahkan Joon Jae yang sudah mengkhianatinya duluan. Dia berubah gara-gara wanita dan tak mau bekerjasama lagi dengannya.

Ia kemudian menyuntikkan acrotine. Dia akan mati secepat-cepatnya 10 menit atau paling tidak 30 menit lagi. Joon Jae meronta ngamuk minta dilepaskan. Nam Doo menunjukkan surat pengakuan bunuh diri untuk Joon Jae, alasannya menyesal membunuh ayahnya setelah tidak mendapatkan warisan.

Chi Hyun melirik Joon Jae remeh “Karena tidak mendapatkan warisan, itu sudah cukup sebagai motif pembunuhan.”


Seo Hee menyuruh mereka meninggalkannya sendiri dengan Joon Jae. Keduanya pun keluar meninggalkan gudang tersebut. Joon Jae menatapnya tajam, memangnya kau pikir aku akan meninggal seperti apa yang kau inginkan?

“Memangnya kalau kau tak mau, kau mau apa? Orang mati tidak bisa mendongeng. Lihat ayahmu, dia tidak bisa mengatakan apapun.”

“Ayah sudah baik padamu!”

Seo Hee merasa dirinya sudah cukup baik pada Heo Il Joong selama 17 tahun. Ia menjadi lidah dimulut Heo Il Joong. Tapi dia malah selalu memikirkan anak kandungnya. Seo Hee sesungguhnya sudah meletakkan racun itu sejak lama. Ia mencampurnya dengan makanan dan minumannya. Saat Ketua Heo ingin mewariskan semua warisannya untuk Joon Jae, ia memutuskan untuk membunuhnya lebih cepat.


“Kau juga membunuh suamimu terdahulu dengan cara itu juga kan, Kang Ji Hyun?”

“Benar. Dan tak seorang pun tahu setelah 20 tahun berlalu. Mungkin, memang selama 20 tahun tidak akan ada yang tahu.”

“Kau pikir begitu?” Joon Jae tertawa melihat kepercayaan diri Seo Hee.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering. Seo Hee celingukan dengan panik. Detektif Hong muncul dari persembunyiannya, “Siapa sih yang menelfon saat jam kerja?”

Kemudian beberapa orang polisi muncul dari persembunyian mereka. Detektif Hong segera meminta mereka menangkap Seo Hee, dia masalah mudah panik, cepat tangkap dan masukkan dalam penjara sehingga dia bisa sendiri! Sindirnya.

Sekali lagi Seo Hee meraung menolak ditangkap. Joon Jae memberikan rekaman pembicaraannya dengan Seo Hee pada Detektif Hong.

[FLASHBACK]

Nam Doo yang sebelumnya memberikan senyuman yang sulit diartikan itu, ia menghampiri Joon Jae. Ia memberitahukan padanya jika ia mendapatkan pekerjaan dari Chi Hyun. Detektif Hong memberikan tatapan curiga padanya. Nam Doo kesal karena tak dipercaya, dia itu punya prinsip. Yang pertama, uang. Yang kedua, uang lagi.

“Lalu kenapa kau tidak menerima pekerjaan yang mereka berikan dan datang pada kami?” tanya Detektif Hong.

Tapi tetap saja, Nam Doo punya prinsip ke tiga yaitu tata krama. Hahaha. Dia tidak suka karena Chi Hyun bicara banmal padanya padahal dia lebih muda darinya.

“Aku juga bicara banmal padamu.” Celetuk Joon Jae.

“Kau kan pemilik rumah jadinya aku menghormatimu.”

“Jadi kau menolaknya?”

Tidak. Tapi Nam Doo mengajak mereka untuk menusuknya dari belakang.

Saat upacara pemakaman, Nam Doo bicara via SMS dengan Joon Jae. Mereka mencoba bersikap seolah-olah sedang adu argumen.

Kemudian saat didepan kantor polisi, Chi Hyun menjemput ibunya. Nam Doo juga memberikan isyarat pada Detektif Hong.

Lalu dia memukul kepala Joon Jae ditempat parkir dan itu cuma pura-pura. Sepanjang perjalanan, Joon Jae pakai make up untuk membuat kepalanya tampak berdarah.

[FLASHBACK END]

Seo Hee meronta saat di paksa masuk ke mobil polisi. Chi Hyun baru sadar kalau dia dijebak oleh Nam Doo. Ia pun melawan saat polisi menjagalnya, dia tambah marah melihat Joon Jae dan Nam Doo bersekongkol.

Ia pun merebut pistol polisi.

Chung sampai di tempat kejadian, dia sempat bingung saat melihat Joon Jae dan Nam Doo tampak kompak. Chi Hyun mengarahkan pistolnya pada Joon Jae.

“Aku melihat wajahnya. Dia adalah Heo Chi Hyun.”  Ucap Chung terngiang dalam ingatan Joon Jae.


Chung berlari panik memeluk Joon Jae. Dan... DOR!

-oOo-

10 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian 2"

  1. Jadi nam do ga jahat nih? Kok masih ambigu ya sama dia...

    Thanks onnie

    ReplyDelete
  2. Wah mikn seru aja tertembak kah chung mudh2an meleset peluru nya

    ReplyDelete
  3. Aduuuh gak sabar banget pengin liat endingnya....apa sama spt dulu? Mati lagi...atau ada sesuatu keajaiban...?? Jangan2 itu nam doo yg menghalangi peluru trus mereka bersua gak jd mati...trus akhirnya hidup bahagia bersama....ahhhh.....
    Thaks min sinopsisnya....๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  4. Duh moga Nam do g bnr'a jht y moga meraka ttp JD tiga sejoli sampe akhir๐Ÿ˜‚,,
    Ilfil bngt liat chi hyun muna bngt pdhl awal'a aku suka tuh ama dia,,
    And itu tae ho bnran sk sm si ah omo sm nouna y suka'a tp sweet ko๐Ÿ˜˜
    Moga rating'a tinggi menuju epsd akhir #TLOTBS ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  5. ahh... nam doo!!! kamu bikin aku deg deg'an dari kemarin. dan akhirnya... untung kamu masih Setia. aku harap seterusnya kamu bakal kayak gini. okee??? trio gokil kagak jadi bubar euy๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    pleasee.. moga ada keajaiban. moga kejadian dimasa lalu enggak keulang lagi. moga aja itu cuma pistol boongan๐Ÿ˜‚
    tae oh๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™ sepertiny kamu beneran lagi falling in love๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™ ah.. gemess kalo lihat senyumanmu๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

    ReplyDelete
  6. Semoga suara tembakan itu bukan dr pistol chi hyun. Tapi dr pistol detektif yang nembak chi hyun, semogaaaaa

    ReplyDelete
  7. Semoga suara tembakan itu bukan dr pistol chi hyun. Tapi dr pistol detektif yang nembak chi hyun, semogaaaaa

    ReplyDelete
  8. Keren bkin deg degan... Semangat yahhh...

    ReplyDelete
  9. omo... ternyata oppa nam doo tak sejahat yang aku kira..
    fighting chung and joon jae, semoga kisahnya berbeda

    ReplyDelete
  10. Aq percaya namdoo ngga jahat...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR