SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Begitu sampai di kamar ayahnya, Chi Hyun berdiri didekat pintu mendengar ayahnya tengah berbicara dengan seseorang. Ayah berharap jika ia diberi kesempatan untuk hidup lagi, ia ingin menjadi suami untuk istrinya dan ayah untuk putranya.

“Aku minta maaf, Joon Jae. Aku menyayangimu, putraku.” Pungkasnya.

Chi Hyun sungguh kecewa mendengar ucapan Ayah. Namun betapa shock-nya dia ketika mengecek nafas ayah sudah tidak ada. Saking ketakutannya, ia berniat meninggalkan ayah begitu saja.

Sebelum meninggalkan kamar, Chi Hyun tanpa sengaja melihat gelas yang berada diatas nakas. Ia mencium bau gelas itu dan sadar jika minuman didalamnya mengandung racun. Sedetik kemudian, ia mencuci gelas berisi racun itu sampai tak berbau lagi.

Dengan gemetaran, ia kemudian barulah menghubungi ambulans.


Ambulans dan polisi datang ke tempat kematian Ayah. Tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan. Saat ditanya apakah sebelumnya Ketua Heo meminum obat-obatan? Chi Hyun tidak yakin dengan hal itu tapi sebelumnya Ayahnya baru menjalankan operasi dan dijadwalkan akan melakukan operasi katarak. Mungkin dia meminum obat-obatan yang berhubungan dengan itu.

Tidak ada luka, tidak ada tanda-tanda reaksi akan racun. Melihat bibirnya yang membiru, polisi menduga jika Ketua Heo mengalami serangan jantung. Tapi mereka ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tapi dimanakah ibu anda?”

“Dia keluar. Dia menelfonku dua jam yang lalu untuk mengatakan jika dia punya janji. Aku belum mengatakannya, dia mungkin akan sangat shock kalau aku kabari.”


Chi Hyun meraung sedih saat jenazah ayahnya akan dibawa ambulans. Detektif melirik kearahnya dengan agak curiga.


Detektif menenangkan Chi Hyun dan menyuruhnya untuk menyiapkan upacara kematian setelah mereka melakukan pemeriksaan. Joon Jae terduduk menangis dihalaman, ia menatap ke arah Chi Hyun dengan penuh kebencian. Tanpa pikir panjang, ia menghampiri Chi Hyun lalu memukulnya sampai jatuh ke tanah.

“Aku tidak akan membiarkanmu! Aku akan membunuh kalian berdua! Kau pembunuh! Kalian berdua membunuh Ayahku!”

Detektif mengira Joon Jae sudah gila, ia melerai keduanya. Memangnya dia ini siapa?


“Aku putra Heo Il Joong.” Aku Joon Jae dengan getir.

“Iya. Dia adikku.”

Kontan Joon Jae semakin mengamuk. Ia memukuli Chi Hyun dengan membabi buta. Detektif mencoba melerainya tapi Joon Jae benar-benar hilang kendali saat ini. Chi Hyun pasrah menerima pukulan Joon Jae seolah-olah dia teramat sedih saat ini.

Tak lama kemudian terdengar sirine polisi, polisi datang dan segera menjagal Joon Jae yang masih terus berteriak-teriak marah.

Detektif Hong sampai disana, ia menunjukkan ID –nya dan menyuruh polisi melepaskan Joon Jae. Ia meminta Joon Jae untuk sadar. Dengan sedih, Joon Jae mengatakan jika ayahnya meninggal. Seharusnya ia menghentikannya, tapi tak bisa.

“Itulah kenapa kau harus sadar. Kau harus menemukan alasan kenapa ayahmu meninggal. Kau harus menemukannya. Temuilah ayahmu sekarang, aku akan membereskan apa yang terjadi disini. Mengerti?”


Chung mondar-mandir menantikan kabar dari Joon Jae. Dia tak bisa tidur karena mengkhawatirkannya. Nam Doo menghampiri Chung berkata jika Detektif Hong bersama dengan Joon Jae, kalau ada apa-apa pasti dia akan mengatakan pada mereka. Tapi ada sesuatu yang membuat penasaran, bolehkan ia menanyakan sesuatu pada Chung?

Sebelumnya, Chung mengatakan pada mereka kalau Ma Dae Young lupa ingatan. Apakah benar jika Ma Dae Young benar-benar lupa ingatan? Bagaimana dia mengetahuinya, apakah dia yang membuat Ma Dae Young begitu?

“Kenapa kau bertanya begitu?” Chung curiga.

Nam Doo memang tidak merasa terlalu kenal dengan Chung. Tapi akhir-akhir ini, ia tidak yakin kemampuan apa yang sebenarnya dimiliki Chung. Siapa dia sebenarnya?

“Aku.. temanmu.”

Nam Doo tersenyum menghampiri Chung, pekerjaannya memang menjadikan seseorang menganggapnya sebagai teman kemudian menusuknya dari belakang. Chung mempersilahkannya, tapi sampai sekarang Chung menganggapnya sebagai teman. Entah mau menusuknya atau tidak, terserah. Ketika Chung dikhianati, baru dia akan berfikir apa yang akan ia lakukan pada Nam Doo.

“Kenapa kalian tidak mengangkat telfonnya?” Tae Oh menegur keduanya dengan tergesa-gesa.

Tak selang lama, mereka sudah berada di rumah sakit. Ketiganya melihat Joon Jae terduduk dilantai dengan sedih. Nam Doo mengisyaratkan pada Tae Oh untuk pergi dan membiarkan Chung menemani Joon Jae.

Melihat sosok Chung dihadapannya, Joon Jae tak bisa menahan tangisnya lagi. Dengan lembut, Chung menyentuh tangannya kemudian memeluknya memberikan ketenangan.

Joon Jae bertanya sambil menangis, apakah Chung bisa menghapus ingatannya? Semua kenangan indahnya, kenangan indah itu membuatnya terluka. Semua kenangan buruknya, itu menyesakkan karena buruk. Semua kenangan tentang ayahnya membuat ia terluka.

“Aku tidak bisa menghapusnya. Betapapun kau terluka, kau menyayangi ayahmu.”

Joon Jae menyesali dirinya sendiri yang tidak datang lebih awal menyelamatkan ayahnya. Bukan.. lebih tepatnya kalau dia tidak terlalu membenci ayahnya, dia bisa menyelamatkannya. Sedikit saja.. hanya sedikit saja..

Chung meyakinkan jika semua ini bukanlah salah Joon Jae.


Joon Jae masih meracau penuh penyesalah, harusnya dia mengangkat panggilan dari Ayah dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Ia sudah memaafkan segalanya dan menyayanginya juga. Harusnya ia mengatakan hal itu, dirinya terlalu sibuk untuk terus membenci ayahnya. Mungkin sehari saja.. satu jam saja.. atau bahkan satu menit saja, tapi sekarang ia tidak bisa mengatakannya lagi.

Chung kembali memeluknya “Terkadang kata-kata terlontar tanpa pikir panjang. Aku yakin dia mengetahuinya.”


Seo Hee sampai juga di kamar jenazah, Chi Hyun memapahnya yang tampak lemas. Seo Hee meraung-raung menangisi kepergian suaminya. Bagaimana dia bisa hidup sekarang? Katanya dia mau menunggunya pulang. Seo Hee terus menangis sampai ia pingsan.

Joon Jae dan yang lain speechless ditempatnya. Detektif Hong dan Nam Doo sampai malu sendiri menyaksikan kejadian itu, dia sungguh punya bakat. Seharusnya dia menjadi aktris saja.

Ibu bersikap tenang mengetahui kematian mantan suaminya. Dia tak menyangka kalau ia akan meninggal seperti ini, padahal dia sudah sering menyuruhnya supaya tidak sering-sering minum dan merokok.

“Apa kau bertemu dengan ayah?”

Sebulan yang lalu, jawab Ibu. Ia bertemu di rumah sakit tanpa sengaja, tapi sepertinya dia pura-pura tak mengenalnya. Meskipun bertatapan, dia lewat saja dan tatapannya seperti seseorang yang tidak saling kenal. Ayah Joon Jae memang orang yang kasar.

Joon Jae teringat dengan ucapan Ayah jika dia ingin menjadi suami bagi istrinya dan ayah untuk putranya. Ia pun memberitahukan ibu bahwa kornea mata ayah rusak dan kesulitan untuk melihat. Bukannya pura-pura tidak kenal tapi dia memang tak bisa melihat.

Mendengar hal itu, kontan Ibu menjadi menangis sedih. Ia sudah salah sangka selama ini. Joon Jae memeluk ibunya saling menguatkan.

Seo Hee sudah sadarkan diri diruangannya. Dia menelfon Pengacara Lee untuk segera mengumumkan kematian Ketua Heo. Dia akan mengirimkan sertifikat serta dokumen yang dibutuhkan. Dan juga, selesaikan masalah warisan secepatnya.

Chi Hyun datang menemui ibunya, dia sangat waspada memperhatikan kondisi sekitar.

“Itu ibu yang melakukannya kan? Ibu katakan padaku, katakan padaku agar aku bisa membantumu.” Ucapnya dengan sangat pelan.

Seo Hee membenarkan. Tapi dia meminta Chi Hyun untuk bersikap seperti tak tahu apa-apa. 


Chi Hyun berjalan di koridor rumah sakit. Tanpa sengaja ia bertemu dengan Nam Doo dan memanggilnya. Nam Doo pun menoleh. (Ini kayak didepan ruang rawat Manager Nam)

Dalam ruangan, Manager Nam menggerak-gerakkan mata dan tangannya.

[Jaman Joseon]

Bangsawan Yang mendengar kalau Park Moo (Nam Doo) adalah seorang pendekar yang hebat. Ia pun memintanya untuk menjaga dan mengawal putranya. Dan putranya sudah jelas Chi Hyun.

[Saat Ini]


“Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Nam Doo.

Sedetik kemudian, mereka berdua sudah bicara berdua di tempat sepi. Chi Hyun mengaku kalau ia mengetahui sedikit tentang Nam Doo saat menyelidiki Joon Jae. Dia tahu kalau Nam Doo agak sedikit berbeda dengan Joon Jae. Dia tidak hanya menipu seseorang dengan uang haram, tapi dia akan menipu siapapun tanpa memperdulikan sumber uangnya. Dengan kata lain, ia sudah melakukan kejahatan.

“Aku tidak mendiskriminasi seseorang. Aku memakan semuanya dan aku melakukan segala pekerjaan. Seperti itulah. Memangnya kenapa?”


Dengan bahasa informal, Chi Hyun mengancam bisa memasukkan dalam jeruji besi. Mau sekarang atau besok, dia bisa melakukannya.

Nam Doo tersenyum memintanya untuk memperlakukannya dengan baik. Ia selalu berada disisi orang yang punya uang banyak, sepertinya Chi Hyun akan segera mendapat warisan. Jadi tidak usah begitu, dia punya cukup banyak alasan untuk berpihak pada Chi Hyun. Apa yang dia inginkan?

“Lenyapkan Joon Jae.”

Baiklah, sebenarnya Nam Doo juga menginginkan sesuatu yang special. Tapi sepertinya jika melenyapkan Joon Jae, ia bisa mendapatkan hal itu dengan lebih mudah. Toh hubungan mereka akan berakhir cepat atau lambat.

-oOo-

2 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 18 Bagian 1"

  1. Akhir'a Ada jg sisnopsis'a epsod yg lg carut marut bngt nih seru,,

    ReplyDelete
  2. sebenernya aku ngeri mau baca eps.ini aoa enggak. soalnya pas liat di previewny kmaren, nam doo mukul joon jae. dan aku sama sekali enggak ikhlas kalo nam doo jadi orang yg mengerikan😭😭😭 trio gokil bakal enggak ada lagi😭😭😭 ottokhe?😭😭😭

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR