SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 16 Bagian 2

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 16 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS


Joon Jae segera menyampaikan informasi bahwa Kang Ji Hyun yang mereka cari adalah Ibu tirinya. Detektif Hong menyimpulkan jika Ma Dae Young mengincar Joon Jae karena perintah ibu tirinya. Tapi kenapa? Kenapa dia mencoba membunuhnya? Dia yakin kalau Joon Jae melakukan hal buruk padanya.

Joon Jae ingat akan kata-kata Chi Hyun bahwa Ayah telah mewariskan semua hartanya pada Ci Hyun dan Ibunya.

Joon Jae mengatakan pada Detektif Hong jika ini semua masalah harta warisan. Detektif Hong tidak percaya, apa Joon Jae sedang menipunya? Memangnya seberapa banyak warisan hingga Ibu tirinya mau bertindak sejauh itu?


Entah apa yang Joon Jae katakan, Detektif Hong sampai bangkit dari kursinya dengan terkejut. Jadi dia mau bilang kalau ayahnya adalah Chaebol? Tapi Detektif Hong tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya bukti. Mereka harus berhati-hati dalam mengumpulkan bukti.

Joon Jae tidak mau menunggu lama, ia akan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Ia akan menemukan bukti dan menunjukkan semuanya secepat mungkin.

Sekretaris Nam berhasil diselamatkan. Istrinya menangis sedih karena ia tidak tahu bagaimana nasib suaminya nanti, dia tidak tahu apakah suaminya bisa hidup dengan normal kembali. Dokter berkata jika dalam kasus semacam ini, beberapa kali ada pasien yang bisa bangun dari koma. Mereka tidak tahu secara tepat bagaimana penyembuhan dari luka pada otak, dan mereka biasa menyebutnya sebagai keajaiban.

Istri Sekretaris Nam menangis, ia berharap jika suaminya bisa mendapatkan sebuah keajaiban.


Sekretaris Nam dalam kondisi tak sadar, ia kembali mendapatkan penglihatan akan masalalunya. Dia bersembunyi didalam lemari dan mengambil sebuah gulungan dengan ketakutan. Ia bergegeas kabur saat pria misterius dalam kamarnya sudah pergi.

Namun betapa terkejutnya Sekretaris Nam, pria misterius yang tak lain adalah Chi Hyun sudah menunggunya didepan pintu. Chi Hyun tidak sendirian.. dia bersama dengan.. NAM DOO.

Sekretaris Nam berusaha kabur membawa gulungan tersebut dari kejaran Ci Hyun dan Nam Doo.


Chi Hyun pulang kerumahnya dengan perasaan kalut. Tanpa basa-basi dia langsung bertanya apakah benar jika orang itu adalah ayahnya? Ma Dae Young?

Seo Hee menanggapi enteng, apa perlu dia mengonfirmasinya lagi, sudah barang tentu jika jawabannya adalah iya. Ibu sungguh tidak mengerti kenapa Chi Hyun harus berbuat sampai seperti ini. Dia hanya perlu diam, tidak melakukan apapun, tidak mengetahui apapun. Dia harusnya duduk manis dan Seo Hee akan melakukan segalanya untuknya, kenapa dia masih terus penasaran?

“Fakta kalau aku adalah putra dari pria sepertinya.. aku sangat benci! Aku seperti hidup layaknya lumut pelepah yang kotor.. itu membuatku tidak berani menampakkan diri di bawah sinar matahari.”

Seo Hee bercerita jika ia sebenarnya punya saudara kembar. Mereka lahir diwaktu yang sama dan diletakkan di keranjang yang sama lalu dibuang di panti asuhan. Saudara perempuannya diadopsi oleh keluarga yang baik.. tapi tidak dengan dirinya.

Dia harus hidup dengan ayah yang bersikap kasar saat mabuk dan ibu yang menyedihkan. Ia tidak punya masa depan.. meskipun begitu, masih ada hal yang berlaku untuknya.


Dimasa kecil, Ayah Seo Hee meninggal dan polisi mengintrogasinya. Seo Hee cuma bisa menangis dan mengaku tidak tahu apa-apa. Dia hanya mengira kalau ayahnya mabuk dan tidur. Tapi saat terbangun di pagi hari.. Seo Hee kecil terus menangis tanpa bisa menjelaskan lebih lanjut.

Saat ia tumbuh dewasa, suaminya meninggal dan Seo Hee menangis. Dia meronta berharap bisa mati dengan suaminya.

Orang-orang sepertinya mempercayai omongan orang yang lemah, aku bisa sampai sejauh ini semata-mata hanya menggunakan senjata itu. Itu adalah perjalanan yang panjang dan sulit.

Seo Hee menghampiri Ci Hyun dan meyakinkannya bahwa Ma Dae Young maupun Heo Il Jung hanyalah batu pijakan untuknya. Langkahilah batu pijakan itu dan keluar menuju sinar matahari. Jangan hidup seperti lumut kotor tapi hiduplah seperti bunga. Itulah yang perlu ia lakukan.


Si Ah mengucapkan terimakasih karena Tae Oh sudah mengantarnya sampai rumah. Ia hampir tersandung saat berjalan melewati gerbang, Tae Oh sigap menahannya, suasana pun menjadi agak canggung. Tae Oh mengatakan jika ia tidak lagi menyukai Si Ah.

“Apa? Begitu cepatnya?”

Ya. Jadi Tae Oh menyarankan supaya Si Ah mengaku pada Joon Jae dan mengatakannya dengan benar. Si Ah tidak punya keberanian, bagaimana kalau Joon Jae tidak mau menemuinya lagi?

“Lalu apakah ada artinya kau melihat Joon Jae seperti ini?” ucap Tae Oh kemudian pamit pergi. Si Ah masih terus memperhatikannya. Dia terlihat kecewa karena perasaan Tae Oh begitu cepat berubah. Tapi baguslah, ucapnya dengan tidak ikhlas.


Ibu menelfon Jin Joo untuk memberitahukan jika ia akan menginap di rumah anaknya setelah menginap semalam. Jin Joo terkejut mendengar jika dia sudah bertemu dengan putranya. Dia excited ingin mendengarkan kisah pertemuan dramatik mereka.

Si Ah berjalan naik tangga dengan lemas menuju kamarnya.


Chung mengintrogasi Nam Doo tentang hubungan Ma Dae Young dengan ibu tiri Joon Jae. Nam Doo menjelaskan jika Ma Dae Young hanya punya satu wanita dalam hidupnya dan wanita itu adalah Kang Ji Hyun. Dan didekat wanita bernama Kang Ji Hyun itu, terdapat banyak kasus kematian misterius.

Semua anggota keluarga yang mengadopsinya mengalami serangan jantung yang mencurigakan. Bunuh diri, kecelakaan setelah dua suaminya mengalami kebutaan, mereka meninggal karena sakit dan sebuah kecelakaan. Kang Ji Hyun punya satu putra dan mereka tidak mengetahui siapa identitasnya. Tapi jika dugaan mereka benar kalau Ibu tiri Joon Jae adalah Kang Ji Hyun, maka putranya adalah Heo Chi Hyun.

Chung sedih, ia merasa Joon Jae sangat kesepian. Nam Doo tidak sependapat, dia malah bersyukur Joon Jae kabur dari rumah dan bertemu dengannya. Keluarga itu entah bagaimana terasa mengerikan. Chung berniat pergi, tapi sebelum itu ia memperingatkan supaya Nam Doo mengabarinya kalau ada informasi baru.

Nam Doo cuma ngedumel heran, memangnya apa yang bisa ia bantu kalau mengetahui sesuatu? Nam Doo memperhatikan kolam, dia yakin sesuatu terjadi di kolam ini tapi apa.. Ia samar-samar ingat kalau dia menyuruh Chung untuk menangis.

“Kenapa aku menyuruhnya menangis?”


Chung membawa Ibu naik ke kamar lotengnya. Tapi di sana, dia malah terkejut mendapati beberapa kotak hadiah ultah dari Joon Jae plus pesan romantis, "Si bodoh-ku yang tercinta, kau sudah susah payah datang dan berada di sisiku, dan aku sangat bersyukur kau datang. Mulai sekarang, aku akan membuatmu mengenakan sepatu-sepatu bagis dan berjalan di jalan yang menyenangkan."

Di kotak pertama, Chung menemukan hadiah sepatu kets cantik yang langsung dia kenakan dengan antusias. Dan di kotak kedua, dia menemukan boneka gurita pink. Chung senang bukan main, akhirnya gurita pink itu datang juga padanya. Ibu juga senang untuknya. Ibu lalu memeluk Chung dan berterimakasih padanya karena Chung ada di sisi Joon Jae.


Chung juga bersyukur karena Ibu telah kembali ke Joon Jae. Tapi seandainya terjadi sesuatu dan dia tidak bisa lagi di sisi Joon Jae, Chung meminta Ibu untuk menemani Joon Jae. Ibu heran mendengar ucapan Chung, tapi Chung tidak menjelaskan apapun.


Dari lantai bawah, Joon Jae mendengar ucapan terima kasih Chung. Joon Jae tersenyum lalu meng-sms-nya. Kenapa Chung belum tidur. Chung mengeluh tidak bisa melihat wajah Joon Jae dengan baik padahal hari ini ultahnya. Joon Jae pun menyuruhnya membuka pintu kamarnya.


Chung memastikan Ibu sudah tidur dan berjalan sepelan mungkin sebelum membuka pintu kamarnya dan melihat wajah Joon Jae. Sekarang Chung sudah melihat wajahnya, jadi sebaiknya Chung tidur. Tapi Chung mengeluh lagi, biasanya di TV kalau ultah harus dapat ciuman ultah. Pfft!

Joon Jae menyuruhnya turun. Chung sekali lagi memastikan Ibu sudah tidur sebelum turun...
padahal Ibu belum tidur dan tersenyum begitu Chung pergi.


Di pinggir kolam, Chung langsung monyong menuntut ciuman ultahnya. Tapi Joon Jae cuma mendengus geli dan gemas dengan Chung. Dulu dia bilang mau melakukan cinta romantis, sekarang dia malah mau langsung ke cinta kotor. Chung protes, menolak ciuman ultahnya disebut cinta kotor.

Joon Jae balas protes, tolong jangan kebanyakan berpikir sebelum tidur malam, berisik tahu. Chung mengatainya tak tahu malu karena mencuri dengar pikirannya. Joon Jae juga sebenarnya tak mau begitu, Chung sendiri yang mengoceh terus dan karena itulah dia mendengarnya. Ocehan Chung itu membuatnya jadi insomnia. Ah, jadi Joon Jae memintanya turun hanya untuk komplain?

"Tentu saja tidak," Joon Jae lalu memeluk Chung. Dia meminta Chung turun untuk melakukan ini, dia mau mengecek apakah jantung Chung berdetak dengan baik atau tidak. Tapi sepertinya jantung Chung tidak berdetak sebaik itu. Chung menyangkal, jantungnya berdetak dengan baik kok.

Joon Jae melepaskan pelukannya dan mengecup lembut bibir Chung lalu memeluknya lagi. Sekarang detak jantung Chung sudah berdetak dengan baik. Chung bahagia mendengarnya dan langsung membalas pelukan Joon Jae.

Keesokan harinya, Ahjumma kembali ke rumah Jin Joo dan menceritakan pertemuannya dengan putranya. Jin Joo berpikir kalau Ibu akan tinggal bersama putranya, Ibu menyangkal tapi dia bertekad untuk mengembalikan Joon Jae ke tempatnya. Ia hendak memasak tapi Jin Joo yang sekarang berusaha menjilatnya, melarang Ibu memasak malah menawari Ibu minum teh.

Dia bahkan bertekad untuk membuat tehnya sendiri, tapi dia bahkan tidak tahu dimana letak teh-nya. Dong Jin datang tak lama kemudian dengan membawa sekantong belanjaan supaya Ibu tidak repot lagi belanja, dia bahkan membungkuk sangat hormat pada Ibu sambil mengucap selamat atas pertemuan Ibu dan putranya.

Ibu jadi tak enak pada mereka. Tapi saat melihat hasil belanjaan Dong Jin, Ibu canggung mengomentari sayur yang dipilih Dong Jin sudah layu dan dagingnya banyak lemak. Jin Joo langsung mengomeli suaminya itu dan Dong Jin meminta maaf dengan sopan. Si Ah turun saat itu, tapi langsung naik kembali saat melihat Ibu.


Ibu menyusulnya dan bertanya apakah selama ini Si Ah tahu kalau dia adalah Ibu Joon Jae. Si Ah langsung bingung bagaimana harus menjelaskannya dan cemas apakah Ibu akan memberitahukannya pada Joon Jae. Tapi Ibu tidak marah padanya. Ibu malah menggenggam tangan Si Ah dan berterima kasih karena selama ini Si Ah telah menjadi teman baik putranya. Dia berharap Si Ah akan terus seperti itu.

Si Ah langsung kepedean memanggilnya Ibu dan ingin memeluknya. Ibu sontak mundur dengan risih, "jangan jadi seperti ini dan jadilah dirimu yang biasanya."

Ibu langsung pergi meninggalkan Si Ah yang galau. Ibu tersenyum padanya, tapi kenapa perasaannya tak enak. Apa Ibu sedang menarik batas antara dirinya dan Joon Jae?


Chi Hyun hendak keluar bersama serombongan direktur. Tapi di lobi, dia melihat Joon Jae datang dan langsung menanyakan keberadaan ayah mereka. Chi Hyun menyuruh para direktur itu pergi duluan, tapi dia mendengar mereka berbisik tentang Joon Jae... dia anak kandung presdir, kan?... Sepertinya begitu.

Chi Hyun bersikeras mengklaim kalau ayah mereka sedang liburan bersama temannya, ke Hawaii. Joon Jae jelas tak percaya. Sekarang sudah cukup lama sementara Ayahnya tidak bisa tinggal lama-lama di luar negeri karena masalah makanan. Chi Hyun kesal, apa sebenarnya yang ingin Joon Jae katakan?

"Bahwa aku tidak bisa mempercayaimu. Bahwa aku menarik kembali ucapanku yang menyuruhmu untuk menjadi anak yang berbakti pada ayah."

Duo Detektif mendatangi kantor imigrasi untuk mengecek kebenaran kepergian Ketua Heo. Begitu mereka keluar dari sana, Detektif Hong menelepon Joon Jae kalau Ketua Heo tidak pernah pergi kemanapun selama 6 bulan ini. Dia jelas-jelas masih ada di Korea. Joon Jae langsung menelepon Nam Doo dan berkata kalau dia ingin mencuri di suatu tempat.

Nam Doo yang saat itu sedang bersama Chung, langsung masuk ke ruang kolam dengan antusias, mereka akan mencuri di mana? Tapi saat Joon Jae berkata sasarannya adalah rumah Ayahnya, Nam Doo keberatan. Apa Joon Jae sudah gila? Memang sih mereka mungkin bisa mendapatkan bukti jika mereka masuk ke sana, tapi Seo Hee itu wanita yang menakutkan. Joon Jae tak peduli dan mematikan teleponnya.


"Aku juga ingin membantu," ujar Chung yang mendengar semua pembicaraan mereka sedari tadi. Tapi Nam Doo tak setuju karena Chung mengenal saudara tiri Joon Jae. Kalau Joon Jae sampai tahu, bisa kacau nanti. Tapi... bagaimana kalau mereka melakukannya tanpa sepengetahuan Joon Jae saja? 

Chung setuju.

Ibu meminta bantuan Jin Joo untuk menghubungi Seo Hee dan membuatnya keluar rumah minimal dua jam. Jin Joo merasa akan sulit karena Seo Hee itu jenis orang yang tidak suka kumpul-kumpul. Tapi... dia rasa dia punya cara khusus untuk membuat Seo Hee tidak bisa tidak keluar rumah.

Beberapa saat kemudian, Seo Hee mendapat kabar dari temannya kalau Jin Joo akan mengadakan pertemuan khusus tanpa mengundangnya, katanya dia akan mengungkap sebuah informasi penting. Seo Hee langsung kesal dan panik menanyakan tempat dan waktu pertemuan itu.


Chi Hyun tampak mabuk saat dia mendatangi kamar Ketua Heo dan berkata, "tidak bisakah akusaja yang jadi putranya ayah? Dengan begitu, aku akan bisa melindungi ayah sampai akhir. Apa harus dengan Joon Jae juga?"

Chi Hyun dengan gaya memelasnya berkata kalau dia marah pada Joon Jae. Dia sudah beberapa kali bilang ke Joon Jae kalau kesehatan Ketua Heo tidak baik, tapi Joon Jae ngotot tidak mau datang. Joon Jae bahkan menyuruhnya untuk mengurus Ketua Heo sendiri karena Ketua Heo adalah ayahnya. Dia bahkan mengadu kalau Joon Jae itu penipu. Apa Ketua Heo masih menginginkan Joon Jae? Ketua Heo tidak merespon aduannya dan hanya berkata kalau Chi Hyun mabuk, sebaiknya dia tidur saja.

Nam Doo memulai aksi mereka dengan pura-pura jadi pengantar selebaran untuk menyelidiki kotak surat rumah Ketua Heo. Di sana, dia mendapati sebuah surat dari sebuah perusahaan pembersih hama. Tak lama kemudian, di parkiran rumah Joon Jae sudah ada mobil van yang ditempeli logo yang sama dengan perusahaan itu.


Setelah memakai samarannya, Joon Jae pun bersiap pergi. Chung juga berdandan sangat cantik untuk aksinya kali ini. Joon Jae heran melihat penampilan Chung. Dia mau kemana? Chung tanya balik, Joon Jae sendiri mau kemana? Joon Jae dengan canggung berkata kalau dia ada kerjaan. Nam Doo pamit sambil diam-diam mengedip pada Chung, dan Chung juga membalasnya dengan kedipan penuh arti.

Joon Jae protes melihat Chung pakai dress pendek, dia tidak kedinginan apa? Ganti sana! 

"Chung bingung, kependekan bagaimana?"

"Itu terlalu... cantik! Ganti!" bentak Joon Jae.

Nam Doo cepat-cepat menyeretnya pergi. Chung berpikir kalau hari ini memang tidak seharusnya dia kelihatan cantik. Dia pun masuk ke kamarnya kembali untuk ganti baju.

Joon Jae cs mulai beraksi setelah memastikan Seo Hee sudah keluar rumah. Duo detektif juga ikut dalam aksi mereka, tapi mereka hanya akan mengawasi dari mobil. Nam Doo berkata kalau dia sudah memastikan Chi Hyun akan pulang larut. Detektif Hong tak tenang dan langsung memperingatkan mereka untuk tidak melakukan sesuatu yang ilegal bak seorang ayah yang mewanti-wanti anaknya.

Nam Doo membuat-buat alasan saat pembantu rumah itu keheranan dengan kedatangan mereka. Tae Oh mulai bergerak masu, sementara Joon Jae berdiam diri cukup lama, menatap rindu pada rumah yang sudah lama ditinggalkannya itu.

Chi Hyun ternyata sedang bersama Chung. Chi Hyun senang karena Chung meneleponnya, tapi senyumannya menghilang dengan cepat saat Chung bertanya blak-blakan, apakah Chi Hyun kenal Ma Dae Young? Apa dia dan ibunya ada hubungan dengan Dae Young? 

Tanpa mereka sadari, Dae Young sebenarnya ada di dekat mereka.


Chi Hyun bertanya kenapa Chung menanyakan masalah itu. Chung mengaku kalau Dae Young sering berkeliaran di sekitar mereka tapi dia tidak tahu apa alasannya. Dia pikir jika Dae Young ada hubungannya dengan keluarga Chi Hyun , mungkin Chi Hyun bisa membantu menghentikan Dae Young. Chi Hyun berkata tidak bisa karena dia tidak ada hubungan dengan orang itu.

Tae Oh masuk ke ruang kerja untuk meretas komputer ketua Heo, mematikan semua kamera CCTV dan mengcopy sebuah file dari komputer Ketua Heo.

Sementara Nam Doo sibuk mengalihkan perhatian pembantu, Joon Jae masuk ke ruang pribadi Seo Hee. Dia memotret bunga-bunga ungu yang menghiasi seluruh ruangan itu. Di laci, dia menemukan sebotol obat, Joon Jae mengambil beberapa pil itu lalu menempelkan alat sadap di bawah meja.


Joon Jae lalu naik ke lantai atas, membuka kamar ayahnya yang gelap dan mendapati ayahnya duduk merenung seorang diri. Ketua Heo menoleh tapi ia mengira yang datang Seo Hee. Joon Jae sedih saat melihat ayahnya yang tidak bisa melihat dengan benar, bahkan ia harus meraba-raba hanya untuk menyalakan lampu.

Bahkan setelah lampu menyala pun, pandangan Ketua Heo tetap buram. "Apa kau Chi Hyun?"

Tapi saat tetap tak mendapat jawaban, Ketua Heo mulai ketakutan. Ia langsung panik meraba-raba nakas untuk mencari ponselnya. Joon Jae berjalan mendekat dan memberikan ponsel itu ke tangan Ketua Heo, "Apa anda mencari ini... ayah?"

"Apa kau Joon Jae?"

Joon Jae mulai frustasi hingga dia langsung membentak Ketua Heo, "apa yang ayah lakukan di sini? Apa yang ayah lihat di sini?! Ada apa dengan ayah? Ayah bahkan tidak bisa mengenali anak sendiri. Apa ayah berpisah dari ibu dan memperlakukanku dengan buruk untuk menderita seperti ini?"

Suara teriakan Joon Jae terdengar sampai ke bawah. Pembantu jadi curiga dan langsung naik, bahkan Nam Doo pun tidak bisa lagi menghentikannya. Joon Jae berusaha menyeret Ketua Heo untuk keluar dari rumah ini, entah apa yang akan terjadi pada Ketua Heo jika dia terus berada di rumah ini.

Tapi Ketua Heo menolak pergi, takkan terjadi apapun padanya di rumahnya sendiri. Joon Jae berusaha memberitahu Ketua Heo bahwa apa yang terjadi pada Manager Nam, Ketua Heo dan semua orang adalah kesalahan Seo Hee. Tapi Ketua Heo tetap menolak mempercayainya, Ketua Heo malah merasa tersinggung dengan tuduhan Joon Jae terhadap ibunya.

"Siapa ibuku?" tanya Joon Jae sinis.

"Kau mungkin ingin memberitahuku kalau pilihanku salah."

"Iya, pilihan ayah salah. sejak awal sampai akhir. Semuanya!"


Ketua Heo tak terima, "ini pilihanku! Ini hidupku! Aku tidak salah! Aku bahagia. Hanya karena mataku sedikit rabuh, kau mau bilang kalau pilihanku dan hidupku gagal?"

Ketua Heo bersikeras kalau matanya akan membaik setelah operasi, karena masalah kesehatannya lah dia belum bisa melakukan operasi sekarang. Berusaha menahan air matanya, Joon Jae berkata bahwa Ketua Heo bukan cuma tidak bisa melihatnya, Ketua Heo tidak bisa melihat segalanya. Ketua Heo bahkan tidak pernah berpikir untuk melihat seberapa jauh hidupnya telah terjatuh.


Ketua Heo tetap ngotot membela Seo Hee, dia wanita baik yang selalu membersihkan kamar Joon Jae dan selalu menunggu Joon Jae pulang. Dia lah yang paling mengenal Seo Hee. Memangnya Joon Jae tahu apa?! Frustasi, Joon Jae memberitahu Ketua Heo tentang nama asli Seo Hee, berapa kali dia menikah sebelum dengan Ketua, kedua mendiang suami Seo Hee jadi buta dan mati dalam kecelakaan. Apa yang terjadi pada Ketua Heo juga bukan sebuah kebetulan.

Ketua Heo terkejut mendengarnya. Tapi ia tetap ngotot tak mau mempercayainya dan menuduh Joon Jae berbohong. Joon Jae tak peduli Ketua Heo percaya atau tidak. Pokoknya dia tidak mau meninggalkan Ketua Heo sendirian di sini. Dia berusaha menyeret paksa Ketua Heo.

Tapi Ketua Heo malah jadi semakin marah, "Dia bilang kau penipu! Karena itu kau melakukan hal buruk ini padaku, baj*ng*an!"

Joon Jae langsung melepaskan tangan Ketua Heo dengan shock.


Pembantu menelepon Chi Hyun dan melaporkan keanehan keributan di kamar Ketua Heo dan dia juga mendengar kata 'ayah'. Chi Hyun mengintruksikan pembantu untuk tidak membiarkan Ketua Heo pergi dan menelepon polisi kalau terjadi sesuatu. Chi Hyun kecewa, sekarang dia mengerti alasan Chung menghubunginya hari ini.

Dia pun langsung pergi, meninggal Chung seorang diri di parkiran yang sepi.

Tepat saat itu juga, Dae Young keluar dari persembunyiannya dengan membawa palu di punggungnya. Chung melihatnya. Tapi alih-alih berlari, Chung malah mendekatinya. Dia bahkan tidak takut saat Dae Young mengeluarkan palunya.


Tapi Dae Young tidak melemparkan pelunya ke Chung, melainkan ke pipa air yang berada di atas mereka. Sontak air menyembur, Chung langsung lari menghindari semprotan air. Dae Young mengejarnya sampai ke lantai paling atas. Begitu membuka pintu, dia mendapati Chung sudah ada di depan pintu menunggunya.

Chung langsung menarik Dae Young dan berkata kalau dia akan menghapus ingatannya lagi, kali ini Dae Young pasti akan ditangkap. Dae Young panik, berusaha melepaskan tangan Chung. Tapi Chung mencengkeramnya erat-erat lalu menutup mata untuk mulai menghapus ingatan Dae Young.

Tapi saat melakukan itu, Chung malah melihat berbagai kilasan masa lalu Seo Hee dan segala pembunuhan yang pernah dilakukannya. Tampak seorang pria yang mati dengan paku di lehernya (suaminya mungkin), seorang ahjumma yang mati di tanah lapang, Seo Hee muda tampak menangisi suaminya dalam ambulance dan Seo Hee remaja yang menatap jahat pada mayat pria lainnya.


Dia juga mendapat penglihatan akan segala kejadian di jaman Joseon. Mulai dari tertangkapnya Se Hwa pertama kalinya, kedua kalinya dan pembantaian di laut dan pengorbanan Dam Ryung demi melindungi Se Hwa dari tombak.

Shock dengan semua penglihatan itu, Chung melepas tangan Dae Young. Teringat ucapan Joon Jae tentang Se Hwa dan Dam Ryung yang katanya hidup bahagia sampai tua, Chung menangis menyadari semua itu bohong belaka.

-oOo-

PREVIEW
Chung ngambek pada Joon Jae dan mengabaikannya.
Si Ah pun menuruti saran Tae Oh dan mengungkapkan perasaannya pada Joon Jae.
Dae Young lupa ingatan, dia menghubungi seseorang sambil bersembunyi "Memangnya orang seperti apa Ma Dae Young itu?"
Chi Hyun marah besar dan membanting ponselnya. Seo Hee juga memarahi seseorang, kemungkinan pembantunya, dia kan sudah bilang supaya tidak membiarkan siapapun masuk rumah.
Ibu Joon Jae ikut dalam pertemuan, dia berdandan layaknya nyonya besar. 

Chung bertanya pada Joon Jae "Kenapa kau berbohong?"

"Memangnya kenapa? Kau menyesal kita bersama?" balas Joon Jae.

NOTE:

Tolong jangan bilang kalau Nam Doo musuh dalam selimut, tolong jangan dong. aku suka trio itu, Nam Doo, Joon Jae dan Tae Oh.

Yah sebenarnya antara Ibu Joon Jae dan Seo Hee punya tujuan yang sama. Yaitu memberikan kebahagian untuk putra mereka, namun sayangnya jalur yang digunakan mereka berbeda.

Ibu Joon Jae yang lebih memilih pergi supaya anaknya bisa hidup enak dengan kekayaan ayahnya. Tapi nyatanya kebahagian ga bisa hanya di raih dengan uang semata, ada aspek lain dong buat mendapatkan kebahagiaan. Dan pada akhirnya dia menyadari bahwa keputusan untuk meninggalkan anaknya bukanlah keputusan yang tepat.

Seo Hee yang punya latar belakang kehidupan yang sulit. Mendapatkan perlakuan kasar dan merasakan ketidak adilan, sudah pantas kalau dia menginginkan anaknya bahagia. Tapi lagi-lagi caranya sangat amat tidak bisa dibenarkan dong

(Tolong jangan bilang lagi kalau saudara kembar Seo Hee itu Ibu Joon Jae)

Awal-awal aku sebel sama karakter Si Ah, tapi dengan kelebaian dia, malah jadi suka gini. Wkwkwkw.. Mr Imut mungkin ntar bakal jatuh hati juga masa Mrs Lebay.

9 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 16 Bagian 2"

  1. Ak jga berharap nam do bkn orng jahat Dan

    ReplyDelete
  2. Aku nunggu2 banget endingnya. Penasaran banget. Geregeten sumpahhh
    Semoga endingnya bahagia dan gak ada salah satu yang mati kayak yg dibilang nam doo di eps awal2 dulu.. Maygaatt

    ReplyDelete
  3. sudah aku duga, Nam Doo ini tdk baik, sejak dia mengambil mutiara smpai dy mencoba "menjual" Chung. tp yg masih membingungkan adlh, bagaimana cara dy dan Chi Hyun bs berhubungan di masa sekarang?

    ReplyDelete
  4. Nam Doo pleasee jangan jadi jahat, cukup jadi seseorang yg menyebalkan dan konyol saja😂 udah srek banget sama karakter ahjusshi yg kayak gini. jagn jadi jahat pokokya!!😭
    Tae oh chagiya.. sepertinya mulai hari ini aku ikhlasin kamu sama Si ah😂 mungkin kalian bakal jadi pasangan terkonyol😂😂

    ReplyDelete
  5. jangan2 nam do kerja sama ama seo hee sengaja deketin JJ .... 😢

    hadeuuuh jangan deeeehhh

    ReplyDelete
  6. jangan2 nam do kerja sama ama seo hee sengaja deketin JJ .... 😢

    hadeuuuh jangan deeeehhh

    ReplyDelete
  7. Ditunggu sinopsis selanjutnyaa yaa,,,,, semoga dengan kematian ayah JJ smuanya bisa terungkap. Namdo oh Namdo, jangan kau berubah. Jangan kau berhianat kepada JJ, sudah cukup kelam masa lalu merekaa.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Jujur aku juga berharap begitu bahwa nam do bukan orang yang jahat.
    Tapi ketika membaca episod ini kembuat ku takut kalo yang terjadi fi masa joseon memang akan terjadi lagi dimasa ini. Maka itu artinta ada kemungkinan nam do twrmakan bujuk rayu chi hyun karena nam do kan suka uang.
    Semoga saja dia lebih mementingkan pertemanan dan kelahirannya yang sekarang untukenwbus kesalahan masa lalu.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^