SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 16 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 16 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Ahjumma atau Ibu Joon Jae berlari menghampiri Joon Jae. Air matanya tak terbendung lagi, ia pun memeluk Joon Jae dengan penuh kerinduan. Ibu berulang kali mengucapkan kata maaf padanya. Joon Jae sempat tertegun.. sampai akhirnya ia membalas pelukan ibunya. Air mata pun menetes dipipi Joon Jae.

Diantara banyaknya kata yang aku pelajari setelah sampai disini, kata yang paling indah adalah akhir bahagia. Aku yakin kalau sekarang ini adalah sebuah akhir bahagia. Tapi harapan dan keputus-asaan yang terjadi dalam hidupmu terus mengalir dan kejadian terus berlalu. Dibalik momen yang penuh kebahagiaan, tidak ada yang tahu kejadian apa lagi yang menanti.” Batin Chung memperhatikan Ibu dan Joon Jae yang bisa kembali bersatu setelah sekian lama terpisahkan.


Ibu dan Joon Jae duduk di cafe berdua. Joon Jae bertanya bagaimana keadaan Ibu selama ini. Ibu mengangguk menandakan jika kehidupannya tidaklah buruk, bagaimana denganmu? Joon Jae juga mengaku baik-baik saja.

“Aku minta maaf.” Ucap Ibu lagi.

“Berhentilah mengucapkan maaf.”

Ibu menangis, dia merasa bersalah telah meninggalkan Joon Jae. Ia pikir Ayahnya yang kaya akan membesarkan dia dengan baik dan menyekolahkannya keluar negeri. Joon Jae memang tidak belajar diluar negeri tapi ia meyakinkan jika hidupnya berkecukupan dan ia bertemu dengan orang yang baik pula.


“Aku dengar kau kabur saat SMA, kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau tidak bertahan sedikit saja?”

“Aku merindukanmu ibu. Aku sangat merindukanmu. Aku kira, aku akan bisa langsung menemukanmu. Tapi.. kau tidak bisa kutemukan dimanapun. Aku berfikir banyak hal, mungkinkah dia sudah meninggal.. Jadi berhentilah mengucapkan maaf, aku berterimakasih karena kau hidup dengan sehat.”

Joon Jae menghampiri Ibunya kemudian mengusap air mata yang terus mengalir dipipinya. Ia menenangkan dengan memeluknya hangat, kini ibunya menjadi sangat kecil. Ketika ia masih anak-anak, Ibu biasa memeluknya tapi sekarang sepertinya Joon Jae harus gantian memeluk ibunya.

Ibu menangis dipelukan Joon Jae, ia yakin kalau putranya sudah mengalami masa sulit untuk tumbuh menjadi seperti sekarang. Untuk waktu yang lama, dia sendirian tanpa ada Ibunya. Ibu sungguh tak tahu apa-apa betapa sulitnya kehidupan Joon Jae saat itu.

“Ibu tidak tahu apapun, oleh karena itu kau tidak boleh pergi kemanapun. Ketika kita berpisah, kau tidak tahu apa-apa. Jadi jangan pergi kemanapun.” Pinta Joon Jae.


Chung memberitahukan pada yang lain jika Joon Jae telah menemukan Ibunya. Nam Doo tidak menyangka kalau Ibu Joon Jae yang mereka cari-cari malah ternyata tinggal tidak jauh dari mereka.

“Seharusnya kita mengucapkan selamat padanya, tapi bagaimana dengan pesta ulang tahunnya? Sekarang menjadi sangat ambigu.” Ucap Gelandangan.

“Benar juga. Kenapa Chung memilih hari ini dari banyaknya hari?” imbuh Nam Doo.

Chung pikir dia sudah memilih hari yang tepat sehingga Joon Jae bisa bertemu kembali dengan ibunya. Nam Doo memuji Chung yang bukan hanya pintar bicara, dia sekarang penuh logika.

Gelandangan sibuk makan, dia memberikan piring kosong pada Nam Doo untuk diisi ulang. Nam Doo bangkit dengan sebalnya dan tanpa sengaja kakinya menubruk kaki meja. Sekilas ia mengingat kejadian menubruk kaki kursi di pinggir kolam sebanyak dua kali. Tapi saat memikirkannya baik-baik, Nam Doo tidak bisa mengingat apapun.

Ia memperhatikan Chung sambil bertanya-tanya “Aku yakin ada sesuatu yang penting. Sesuatu yang penting.”

Joon Jae membawa ibunya pulang ke rumah. Ibu tidak menyangka jika rumah ini adalah tempat tinggalnya. Joon Jae juga tidak menyangka kalau ia sering memakan makanan buatan ibu dan hanya berfikir kalau rasanya sama. Ia bahkan tidak membayangkannya sama sekali.

Ngomong-ngomong masalah itu, Ibu jadi ingat kalau Si Ah bilang ini adalah rumah pacarnya. Apa Joon Jae pacar Si Ah?

“Apa? Bukan. Dia teman sekelasku saat kuliah.”

“Benarkah? (Pacarmu) Chung kan?”


Joon Jae tidak bisa menyembunyikan senyum malunya. Ibu ikut bahagia melihat senyuman putranya, tapi apakah dia sudah tinggal serumah? Joon Jae mengiyakan, Chung tidak punya tempat tinggal yang cocok karena alasan tententu.

Ibu merasa jika ikatan takdir sungguh sangat kuat. Chung banyak sekali membantunya, saat dia kecopetan dan saat ada mobil hampir menabraknya. Joon Jae terkejut mendengar Ibunya dan Chung hampir tertabrak mobil. Mereka harus berhati-hati.


“Aku mengerti. Tapi bagaimana kau bisa mendapatkan tempat tinggal sebagus ini?”

“Aku mendapatkan banyak uang meskipun rumah ini cuma sewaan. Aku paling tidak bisa mendapatkan tempat untuk kita tinggal bersama.”

Ibu penasaran dengan pekerjaan Joon Jae. Joon Jae tergagap tidak bisa menjawab.. hanya.. ini dan itu.. Joon Jae buru-buru mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Ibu masuk dalam rumah.

Mereka semua menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Chung. Chung berniat meniup lilinnya tapi Joon Jae mengingatkan jika ia harus membuat harapan lebih dulu. Chung dengan suara lantang berharap jika dia bisa tinggal bersama selamanya dengan Heo Joon Jae.

Nam Doo mengomentari seharusnya Chung berdoa dalam hati. Chung dengan polos kebingungan karena terlanjur berharap dengan suara keras. Joon Jae menenangkan, tidak apa-apa, harapannya akan tetap terkabul kok.

Chung meniup lilinnya. Ia juga meminta Joon Jae meniup lilin untuk merayakan pertemuannya dengan Ibu. Joon Jae dan Ibu tersenyum, mereka kembali menyalakan lilin kemudian meniupnya.

“Tunggu.. siapa lagi yang harus mendapatkan ucapan selamat?” tanya Chung sebelum memotong kuenya. Yoo Na mengangkat tangan, dia mendapatkan nilai seratus atas ujian bahasa inggrisnya.

Lilin kembali dinyalakan dan Yoo Na meniupnya.

Chung masih belum ingin mengakhiri acara tiup lilin. Tapi Nam Doo menyuruhnya berhenti dan melanjutkan dengan acara lain.


Nam Doo menghubungi Si Ah dan memintanya datang ke rumah. Joon Jae baru saja bertemu dengan ibunya, bukan hanya itu, Ibu Joon Jae adalah Ahjumma yang bekerja di rumah Si Ah. Sontak kaki Si Ah lemas dan bingung mau mengatakan apa.

Nam Doo yang tidak tahu apa-apa berkata kalau Si Ah pasti sudah dekat dengan ibunya Joon Jae. Datanglah, mereka sedang mengadakan pesta. Anak SD dan gelandangan juga ada disini. 

Si Ah meremas kepalanya dengan frustasi, apa yang harus ia lakukan.


Tae Oh akan mengantarkan Yoo Na pulang. Yoo Na dengan manis mengucapkan selamat ulangtahun pada Chung. Ia juga mengucapkan selamat pada Joon Jae yang sudah bertemu dengan Ibunya.

Mereka semua tersenyum melambaikan tangan pada Yoo Na.


Noona gelandangan juga ikut pergi setelah pesta berakhir. Nam Doo bertanya apakah Chung tidak punya teman benar, ada apa dengan semua temannya. Chung sih masa bodoh, kenapa? Dia menyukai semua temannya, Ibu Joon Jae juga temannya.

“Hey, bagaimana bisa kau berteman dengan ibuku?” Joon Jae tidak terima.

“Ya. Kita memang teman.” Ujar Ibu.

Chung ngeloyor pergi bersama ibu “Lihat kan? Kita memang teman.”


Mereka berempat duduk bersama, Nam Doo mengatakan jika ia sangat sulit mencari keberadaan ibu. Ia sampai hafal semua alamat rumahnya terdahulu dan mengetahui semua saudaranya juga. Ibu tersenyum, dia memang tinggal diluar negeri beberapa tahun setelah perceraian. Setelah menghabiskan semua tabungannya dan kembali ke Korea, ia menjadi pengurus rumah tangga. Tentu akan susah mencarinya.

Suasana menjadi agak canggung. Nam Doo segera mengajak mereka melakukan toast untuk merayakan pertemuan Joon Jae dan Ibu.


Nam Doo juga ingin menanyakan sesuatu, apakah Ibu tahu mengenai seseorang yang bernama Kang Ji Hyun? Mereka berdua sekolah di SMA yang sama. Raut wajah Ibu langsung berubah serius, kenapa mereka menanyakannya? Nam Doo menjelaskan jika ia punya sedikit masalah dan tengah mencari orang itu.

“Dia seseorang yang aku kenal. Aku mengenalnya dengan sangat baik.”

“Benarkah?” tanya Joon Jae.

“Kau juga mengenalnya dengan baik. Dia ibu tirimu."


Joon Jae terkejut, tapi namanya kan bukan itu. Ibu tidah tahu bagaimana caranya, tapi dia tahu kalau Kang Ji Hyun telah mengubah namanya menjadi Kang Seo Hee. Nam Doo juga kaget, tidak ada jejak yang menunjukkan jika ia mengubah namanya. Ibu tidak yakin dengan hal itu, tapi setidaknya dia yakin kalau nama asli Kang Seo Hee adalah Kang Ji Hyun. Ia bertanya alasan mereka mencari informasi tentang Kang Ji Hyun.

Joon Jae jadi cemas "Kang Ji Hyun adalah wanita itu?"

"Kenapa? Ada apa?" Ibu makin penasaran.

Nam Doo berniat menjelaskannya namun Joon Jae menghentikan dia. Ia bertanya pada Ibu, apakah ia mengenal seseorang yang bernama Ma Dae Young?
“Aku pikir pernah mendengarnya. Kenapa?”

Nam Doo ingin menjelaskan lebih detil namun Joon Jae menghentikannya. Bukan apa-apa, hanya saja seorang detektif yang mereka kenal tengah mencari informasi tentangnya. Chung dan Ibu menatap keduanya dengan curiga namun Joon Jae tidak ada niatan untuk menjelaskan lebih jauh.

Si Ah berdiri didepan pintu rumah Joon Jae dengan was-was. Tae Oh pulang setelah mengantarkan Yoo Na. Si Ah bertanya apakah Ibu Joon Jae ada didalam rumah? Tae Oh tidak yakin tapi sepertinya begitu.

“Apa dia mengatakan sesuatu tentangku?”

Mengatakan tentang apa? Tae Oh tidak mengerti. Si Ah tidak menjawabnya dan mengajaknya minum-minum. Tae Oh menolak namun Si Ah langsung menggandeng tangannya.


“Aku tidak tahu seberapa besar kau menyukaiku, tapi apakah kau ingin membenciku?” tanya Si Ah.

Tae Oh menopang wajah dengan bosan. Si Ah menceritakan bahwa sebenarnya ia sudah mengetahui jika Ahjumma di rumahnya adalah Ibu Joon Jae. Tae Oh terkejut, kenapa dia tidak memberitahunya?

Si Ah langsung berubah drama banget, dia menangis mengakui jika ia tidak memperlakukan Ahjumma dengan baik. Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Ahjumma sebelum mengatakan jika ia mengenal anaknya. Tapi sekarang semuanya sudah berakhir, Joon Jae pasti akan membencinya dan menyuruhnya pergi.

“Bagaimana perasaanmu setelah mendengarnya? Apa perasaanmu telah menghilang sepenuhnya? Syukurlah. Aku berharap jika perasaanku pada Joon Jae juga lenyap sepenuhnya. Tapi karena aku tidak bisa melakukannya, ini membuatku merasa sulit. Aku mengatakannya padamu supaya kau tidak menderita sepertimu. Aku menyuruhmu untuk membuang semua perasaanmu padaku.”

Wkwkwk.. Tae Oh tidak mengomentari perkataan Si Ah, dia cuma bisa tersenyum. (Entah senyumannya mengandung makna apa, akankah dia menganggapnya lebay atau menganggapnya lucu?)

-oOo-

5 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 16 Bagian 1"

  1. Yg aku yakini, orang yg membunuh Dam Ryung dlu adlh orang yg sama yg memginginkan Joon Jae sekarang. Jika memang bukan Dae Young maka hanya satu tersangka utama dan itu pasti Chi Hyun. Kl kemaren2 Sim Chung yg lucu skrg malah Shi Ah :D

    ReplyDelete
  2. Swpertinya memang chi hyun karena dari ingayan ma dae young juga sepertinya ia walau sedikit samar-samar.
    Di tunggu kelanjutanmya gamawo

    ReplyDelete
  3. Duh kenpa nam do jd jahat y jd ilfil deh,,padahal td nya sneng lht persabatan mereka­čśč

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^