SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian 2

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS

Chung menemukan sebuah cara, dia tidak mau membuat Joon Jae merasa terbebani olehnya jadi dia akan membuatnya lupa ingatan selama satu hari. Chung berjanji akan melakukan yang terbaik meskipun kekuatannya tidak dalam kondisi yang baik. Joon Jae menghindar, apaan sih?

“Aku bilang cuma sehari atau setengah hari. Tutup saja matamu dan tahanlah bersamaku.”

“Tidak akan sakit. Cuma sebentar.”

Chung memojokkan Joon Jae dan berniat mendekatkan wajahnya. Joon Jae sempat tertegun dan hampir membiarkannya, tapi dia memilih kabur melepaskan diri dari Chung. Chung mengejarnya, mereka seperti anak kecil yang bergulat dan saling tindih.


Nam Doo dan Tae Oh bengong menyaksikan mereka berdua. Tae Oh yang cemburu memutuskan untuk masuk kamar. Nam Doo cuma bisa geleng-geleng, mereka sedang bermain petak umpet atau apa? Padahal Chung kemarin baru menangis seperti dunia mau berakhir dan runtuh.


Sampai mau tidur pun Chung masih membujuk untuk menghapus ingatan Joon Jae meskipun hanya setengah hari. Joon Jae menolak keras, apa dengan menghapus ingatan maka tidak terjadi apa-apa? Bagaimana kalau dengan dia menghapus ingatannya maka ia tidak akan menyukainya lagi?

Tidak mungkin, Chung itu adalah Putri Duyung yang bisa melihat ke dalam hati seseorang. Dia yakin semenjak pertama melihat Joon Jae, dia yakin kalau Joon Jae tidak akan mengubah perasaannya dengan mudah.


Joon Jae cuma tersenyum kecil mengingat bagaimana kemarin Chung mengatainya dan berkata menyesal sudah ke darat demi Joon Jae. Chung baru ingat soal itu, dia menawarkan untuk menghapus semua ingatannya saja. Bagaimana kalau menghapus ingatan Joon Jae selama seminggu?

“Karena kau sudah membahas ini, bagaimana kalau kita pergi ke Laut Timur? Atau kita harus pergi ke tempat lain? Seperti Boracay? Laut itu pasti indah dan hangat. Aku bisa melihatmu saat berselancar atau lainnya.” Tawar Joon Jae.


Chung turun dari loteng, dia tidak jadi membuat Joon Jae lupa ingatan. Ia meyakinkan hanya ingin tidur bersama Joon Jae dan berpegangan tangan. Joon Jae menutup seluruh tubuhnya, tidak.

Dia tidak terperangkap.” Batin Chung.

Joon Jae memperingatkan jika ia mendengar suaranya. Chung itu benar-benar vulgar sebagai seorang Duyung. Seharusnya dia membaca dongeng supaya tahu kalau nenek moyangnya tidak ada yang playgirl seperti dia.

Tapi Joon Jae kemudian membuka selimutnya, apa dia benar-benar tidak akan berbuat apapun? Chung meyakinkan. Joon Jae akhirnya mengizinkannya untuk tidur disampingnya, dia cuma ingin memeriksa detak jantungnya.

Joon Jae memeluknya dengan erat “Jantungnya berdetak dengan baik.”

“Ini berdetak berkat kau.” ujar Chung.
Seo Hee menerima kabar bahwa Ahjumma tinggal dirumah Jin Joo. Sontak ia teringat bagaimana Ketua Heo memakan makanan buatan rumah Jin Joo dan tampak mengetahui sesuatu. Ia tersenyum tidak percaya dan menyuruh supirnya pergi ke tempat Jin Joo.


Sesampainya di rumah Jin Joo, Jin Joo menyambutnya dengan ramah. Ia bertanya apakah Seo Hee telah memaafkannya atas insiden saat ia mabuk? Tentu saja, Seo Hee akan memaafkannya apalagi dia melakukannya saat tidak sadar. Ia kemudian meminta secangkir teh pada Jin Joo.

Jin Joo pun memanggil Ahjumma untuk membuatkan segelas teh yang enak. Seo Hee bertanya basa-basi, apakah dia adalah orang yang menyiapkan makanan di rumahnya? Jin Joo membenarkan. Hanya saja Ahjumma sudah izin keluar jadi dia tidak bisa membuatkannya lagi.

Ahjumma tertegun ketika tahu kalau tamu Jin Joo adalah Seo Hee. Ia berusaha tetap tenang dan menghidangkan tehnya. Seo Hee pura-pura ramah menawarkannya untuk menjadi pembantu dirumahnya. Ahjumma menatapnya tajam “Bisakah aku pergi ke tempatmu?”

Jin Joo terkejut dengan Ahjumma yang menggunakan bahasa informal. Apa dia sedang mabuk?

“Bisakah aku memasak dirumahmu? Kau tidak mau menyerah dengan kamarnya tapi kau anggap kalau dapur tidak apa-apa? Aku tidak tahu kenapa kau disini atau apa yang ingin kau konfirmasi, yang jelas kau salah. Alasan kenapa aku hidup seperti orang yang sudah mati karena mungkin seseorang akan mencelakai Joon Jae. Sekarang, aku tidak punya siapapun yang menghalangiku.”

Seo Hee terkejut dengan ucapan Ahjumma, dia tidak pasti tidak menduga jika Ahjumma akan seberani itu. Dia pun menyuruh Jin Joo untuk meninggalkan mereka berdua.

Ahjumma menghentikan Jin Joo, dia dengan tegas mengatakan bahwa pelacr jahat yang telah merebut suaminya dan menendang istri aslinya adalah Seo Hee. Dan dirinya adalah istri yang sudah ditendang itu.

Jin Joo menghubungi temannya dengan excited, dia ingin menceritakan sejarah yang akan terjadi dirumahnya. Rumahnya mungkin akan segera menjadi situs sejarah.

Joon Jae, Nam Doo dan Dua Detektif membahas mengenai informasi yang telah mereka dapatkan. Salah satunya membahas masalah Kang Ji Young (alias Seo Hee). Nam Doo menemukan banyak hal mencurigakan dari wanita bernama Kang Ji Young ini. Wanita ini menikah dua kali dan kedua suaminya meninggal. Tapi dari alibi, diagnosis, Kang Ji Young memenangkan semua asuransi.

Selain itu, wanita ini adalah seorang yatim-piatu dan diadopsi oleh sebuah keluarga. Tapi mereka tidak diketahui keberadaannya.

“Kau sungguh-sungguh?”

Nam Doo membenarkan, dia saja sampai ngeri sendiri. Selain itu, dia berasal Jecheon dan satu sekolah dengan sekolah Ibu Joon Jae, SMA Wanita Daneon.

Seo Hee membantu Ketua Heo untuk masuk ke dalam mobil. Ia memperkenalkan seseorang yang akan menjadi pengganti Sekretaris Nam untuk sementara. Orang itu tersenyum ramah, dia adalah Ma Dae Young.


Ahjumma menghidangkan makan malam, ia meminta maaf karena harus keluar setelah makan malam ini meskipun Jin Joo belum menemukan penggantinya. Jin Joo bersikap super ramah padanya dan memanggilnya Unni. Pokoknya dia akan menganggap Ahjumma adalah saudara sedarah. Dia meminta Ahjumma untuk tinggal di rumahnya meskipun tidak bekerja. Dia sekarang seperti sedang nonton drama sejarah, Ahjumma adalah Ratu Yin Hyeon dan Seo Hee adalah Selir Jang Hee Bin.

Dia akan membantu Ahjumma untuk mendapatkan kembali posisinya. Ahjumma sama sekali tidak tertarik dengan hal itu. Meskipun tidak tertarik, Jin Joo meminta Ahjumma melakukannya demi dia atau yang jelas dia akan membiarkan hal ini begitu saja.

Jin Joo menemui Shi Ah, dia sekarang tahu kenapa Si Ah bersikap baik pada Ahjumma, rupanya dia tahu kalau Ahjumma adalah Istri sesungguhnya dari Presdir Heo Il Jung. Si Ah terkejut mengetahuinya, dia sama sekali tidak tahu. Berarti.. Joon Jae?

“Joon Jae? Kau mengenal Putra Ahjumma?”

“Tidak. Bagaimana aku bisa tahu? Dia hanya nama temanku.”

Jin Joo perasaan tadi mendengar Ahjumma menyebut nama Heo Joon Jae. Si Ah meremas rambutnya semakin frustasi.


Tae Oh asik bermain game di ponselnya, tiba-tiba ponselnya berdering dan dia tanpa sengaja mengangkat panggilan dari Si Ah. Si Ah narsis mengira kalau Tae Oh sedang menunggu panggilan darinya. Tae Oh dengan malas memberitahukan dia bermain game. Si Ah tidak percaya dan menyuruh Tae Oh menjemputnya meskipun sekarang sudah jam setengah 12 malam.

Chung dan Nam Doo yang mengetahui kalau Tae Oh mau pergi ke club pun ikut pergi dengannya. Sebelum masuk, penjaga pintu meminta Chung untuk membuka jaket tebalnya yang mencurigakan. Chung pun melepaskan jaketnya, body –nya langsung membuat mata penjaga dan Tae Oh terbelalak. Cantik.

Chung menjadi pemandangan indah bagi para pria. Dan tidak sedikit pula wanita yang terpesona akan kecantikannya.



Si Ah tidak suka melihat kedatangan Chung kesana. Nam Doo meninggalkan mereka dan mulai melemparkan rayuan gombal pada gadis-gadis. Ponselnya berdering, ia menerima panggilan dari Joon Jae yang menanyakan keberadaan orang rumah.

“Aku ada di club.”

“Chung dimana?”

“Jelas ikut bersama.”

Joon Jae khawatir kalau Chung pusing disana, ia memintanya untuk segera membawa Chung pulang. Nam Doo cuma tertawa, dia lihat Chung sangat menikmatinya dan menari dengan lincah. Joon Jae terkejut, apa?

Chung dan Si Ah sama-sama tidak mau kalah satu sama lain. Mereka berdua menari sana sini dengan lincahnya sambil saling senggol. Joon Jae akhirnya sampai juga disana, Si Ah menghampirinya dengan senang. Tapi Joon Jae langsung menolak menemaninya, ada urusan yang harus ia lakukan. Jadi dia bisa bermain dengan Nam Doo Hyung dan Tae Oh.

Si Ah pun kecewa karena urusan yang dimaksud adalah membawa Chung pergi dari club. Chung sempat menolak tapi Joon Jae tidak mau mendengarkan penolakannya. Celakanya sesampainya didepan club, hujan mengguyur dengan sangat deras. Chung sedih karena ini adalah salah satu hal yang tidak bisa ia lakukan, berjalan bersama ketika hujan turun.


Joon Jae menegaskan bahwa tidak ada hal yang tidak bisa ia lakukan. Ia pun meminta Chung menunggu, dia pun pergi ke suatu tempat dan kembali dengan membawa sepatu boot dan payung. “jangan katakan tidak mau atau tidak bisa. Aku akan membuatmu melakukan apapun yang bisa orang lain lakukan disini, tanpa meninggalkan apapun.”

Keduanya pun bisa berjalan melewati guyuran hujan. Bersama.

Chung curhat pada Yoo Na jika Joon Jae sudah bisa mendengar suara batinnya. Ia tidak tahu bagaimana dia bisa mendengarnya tapi Chung merasa sedikit lega. Dia tidak perlu berbohong lagi dan hanya tinggal dengan baik disini. Normal seperti orang lain.

“Tapi kau tahu, hidup seperti ini meskipun kelihatan mudah, tapi nyatanya tetaplah sulit.”

“Aku akan memastikan menua bersama seperti orang lain dengan Joon Jae.”


Tak lama berselang, Gelandangan datang menemui Chung. Mereka duduk bersama memperhatikan orang-orang yang kehujanan. Gelandangan menunjuk pada dua wanita yang kehujanan, ia menggunakan tas-nya bermerek, tas itu jelas tas KW. Sedangkan dibelakangnya ada wanita yang menggunakan tas yang sama bermerek namun wanita itu rela kehujanan dan menyembunyikan tas di jaketnya, itulah tas yang asli.

“Apa yang KW bisa dihujankan? Bukankah yang KW tidak jauh berbeda dengan yang dibuat oleh designer?”

“Penampilan luarnya memang lah sama tapi ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri. Perasaan pemilih tas. Kau tahu kalau kau tidak bisa menyembunyikan pemiliknya karena dia tahu kalau miliknya hanyalah barang palsu, itulah kenapa mereka membawanya seperti payung dan membiarkannya kehujanan.”

Tapi Chung tidak sependapat, meskipun palsu, pemilik tas seharusnya memperlakukannya dengan baik karena itu adalah milik mereka. Chung berkata begitu karena dia merasa jika dirinya juga palsu di dunia ini. Tetap saja, dia juga ingin dicintai meskipun dirinya palsu.


Yoo Na menepuk pundah Chung dengan lembut, dia tahu kalau Chung ingin supaya seseorang tidak memisahkan antara yang asli dan palsu. Chung berterimakasih pada mereka berdua, dia akan mencoba untuk hidup dengan normal. Jadi besok adalah hari ulang tahunnya, meskipun dia tidak tahu kapan ulang tahunnya jadi dia putuskan saja besok. Dia mengundang keduanya untuk datang.

Gelandangan biasanya menghindar untuk datang ke rumah seseorang tapi dia akan datang untuk Chung.

Istri Sekretaris Nam pergi meninggalkan suaminya, dia berpesan pada anaknya supaya langsung pulang ke rumah setelah sekolah. Sekarang dia mau pulang untuk menyiapkan makan malamnya.

Chi Hyun menemui Sekretaris Nam saat istrinya pergi meninggalkannya. Dia sebelumnya mendengarkan pembicaraan Joon Jae dengannya, bolehkah dia juga menanyakan sesuatu? Apakah mungkin orang yang bernama Ma Dae Young bekerja sama dengan ibunya?

Wajah Sekretaris Nam menegang tanpa memberikan jawaban. Chi Hyun tersenyum, tanpa diberikan jawaban pun dia bisa membuat kesimpulan. Jadi memang benar yah? Sepertinya Ibu sudah tenang dengan Sekretaris Nam terbaring disini, tapi ada satu hal yang mengkhawatirkan yaitu pikiran Sekretaris Nam. Sesuatu yang bisa berkhianat kapanpun.

Ia pun memutuskan untuk menarik selang pernafasan Sekretaris Nam dan membuatnya sesak nafas tanpa bisa berbuat apa-apa.


Ahjumma menghubungi Istri Sekretaris Nam. Tanpa basa-basi, ia bertanya apakah Joon Jae benar-benar sekolah di luar negeri? Dia dengar kalau Joon Jae meninggalkan rumah, apa itu benar?

Istri Sekretaris Nam membenarkan, dia awalnya berfikir Ahjumma akan kecewa jadi ia tidak mengatakannya. Ahjumma bertanya apakah dia mengetahui kabar Joon Jae lagi. Istri Sekretaris Nam bertemu dengan Joon Jae beberapa kali karena menjenguk suaminya.

“Apa kau punya nomornya?”

Istri Sekretaris Nam punya, tapi dia harus kembali ke kamar rawat suaminya dulu mengambil kacamata supaya bisa membacanya.

Disisi lain, Chi Hyun mulai panik melihat kondisi Sekretaris Nam. Dia kebingungan karena alarm detak jantungnya terus berbunyi nyaring. Saat sedang panik, seseorang datang dan menariknya pergi.


Siapa lagi kalau bukan Ma Dae Young.


Istri Sekretaris Nam melihat perawat dan dokter berlarian ke kamar suaminya. Dia pun langsung menangis masuk kesana, dia meraung memanggil suaminya yang kembali tidak sadarkan diri. Dokter berusaha keras menolongnya, dia tidak bernafas, mereka pun segera melakukan CPR.


Ditengah ke tidak sadarannya, Sekretaris Nam bermimpi tentang dirinya dimasa lalu bersama Dam Ryung. Dam Ryung yang berpesan padanya sebelum pergi. Dia yakin kalau mereka akan kembali bertemu sebagai seorang teman. Sekretaris Nam pun mengingat bagaimana ia menemui Joon Jae kecil yang terus menangis, ia menenangkannya dan mengatakan bahwa mereka adalah teman.



Dimasa lalu, Sahabat Dam Ryung berada dikediaman tabib dengan panik. Entah apa yang terjadi, ia memutuskan untuk bersembunyi. Tidak lama kemudian, seseorang misterius datang ke kamarnya di rawat. Sekretaris Nam (Jaman Joseon) melihat sosok pria itu, pris misterius mengambil buku dan terlihat cincin melingkar dijarinya. Cincin yang sama dengan milik pria misterius penombak Dam Ryung.



Chi Hyun meminta penjelasan siapa sebenarnya pria yang sudah menolongnya. Dae Young tidak memberikan jawaban dan berkata bahwa Chi Hyun beruntung karena saat ini sedang jam pergantian jadwal. Kalau tidak, dia dalam masalah besar. Seharusnya ia tidak memutus selang nafas seperti itu.

“Ibu kan mobil ayahku? Kenapa orang berbahaya sepertimu ada disekitaku dan ibuku?” bentak Chi Hyun.

Dae Young menyuruhnya jangan berinisiatif untuk melakukan apapun. Tetaplah diam dan manfaatkan apa yang sudah orang lain persiapkan untuknya. Jangan membalikkan meja yang sudah dipersiapkan. Kau mengerti?



Ahjumma menantikan panggilan dari Istri Sekretaris Nam dan bergegas mengangkat telfonnya saat sudah berdering. Tapi rupanya yang menelfon adalan Chung, dia mengundangnya untuk datang ke pesta ulang tahun. Ahjumma meminta maaf, dia tidak bisa menghadirinya. Tapi kalau Chung menginginkan sebuah hadiah, ia akan menyiapkannya.

Chung menolak, lagipula dia juga tidak tahu kapan ulang tahunnya sehingga dia memutuskan untuk merayakannya besok. Ahjumma heran, apa ini baru pertama kalinya kau merayakan ulang tahun? Chung membenarkan.

“Apa orang tuamu sudah tidak ada?”

“Ya.”

Ahjumma pun akhirnya memutuskan untuk datang ke pesta ulang tahunnya. Kemana dia harus pergi?

Chung sibuk mempersiapkan ulang tahunnya. Nam Doo menelfon Joon Jae dan memberitahukan bahwa Chung akan ulang tahun meskipun tidak tahu tanggal lahirnya. Sepertinya mereka harus menyingkirkan TV, Chung terus saja menonton hal buruk dalam drama dan menirunya.

Joon Jae tersenyum mengakhiri panggilan. Ia membeli buket bunga cantik untuk dihadiahkan pada Chung.

Gelandangan datang ke rumah Chung membawakan makanan bekas. Hehehe. Dia duduk kemudian menggaruk jempolnya, tapi setelah itu mengambil makanan. Uwek X_X


Chung menjemput Ahjumma meskipun Ahjumma berniat berjalan sendiri ke rumahnya. Ia meraih tas yang ia bawa dan menanyakan isinya. Ahjumma membawakan Japchae dan bulgogi, itulah makanan yang biasa ia buat saat anaknya berulang tahun. Chung mengaku bahwa ulangtahunnya membuat dia merasa terlahir kembali.

“Aku mencoba menata hidupku dan keluar dari rumah dimana aku selalu bersembunyi. Sekarang, aku akan bertemu dengan seseorang yang ingin aku temui, dan mengatakan apa yang ingin aku katakan,  aku ingin hidup seperti itu.” Tutur Ibu.


Tanpa sengaja, Joon Jae yang berjalan disekitar sana pun melihat Chung diseberang jalan. Ia tersenyum melihat Chung tersenyum dengan cantiknya. Dia tersenyum dengan mudahnya. Ia melambaikan tangan tapi Chung tidak melihatnya.


Sesampainya di penyebrangan jalan, Chung baru sadar dan melambaikan tangan memanggil nama Heo Joon Jae. Ahjumma terkejut sedangkan Joon Jae ngedumel sebal karena Chung memanggil namanya ditengah keramaian.

“Siapa dia?”

“Dia pacarku. Dia sangat tampan.”


Chung menjelaskan bahwa Joon Jae kehilangan ibunya saat kecil. Chung pun menceritakan apa yang Joon Jae ceritakan padanya bahwa ibunya selalu kesulitan membawa dia keluar karena setia keluar, semua orang selalu ingin memeluknya dan menyentuhnya. Sontak mata Ahjumma meremang memperhatikan Joon Jae dikejauhan.

“Kenapa?”

“Nama anakku juga sama. Heo Joon Jae. Aku tidak bertemu dengannya sejak lama.”

“Mercusuar Hercules?” tanya Chung. Ahjumma tersentak mengingat cerita yang pernah ia ceritakan pada Joon Jae kecil. Lututnya melemas dan berpegangan pada Chung.


Chung menatap Joon Jae diseberang jalan dengan bahagia, “Heo Joon Jae, legenda tentang mercusuar memang benar. Mereka yang berpisah akan kembali bertemu. Mereka akan bertemu kembali dan saling menyayangi. Selamat, kau bertemu lagi dengan ibumu sekarang.” Batinnya.

Joon Jae tertegun mendengar suara batin Chung. Ia mempertajam penglihatannya pada Ahjumma disamping Chung. Ia menyebrang jalan ketika lampu telah berubah hijau, mereka saling menghampiri.

-oOo-

7 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 15 Bagian 2"

  1. akhirnya joon jae ketemu ibunya😙 chukkae😙😙
    thanks kak sinopsisnya. fighting kak nulisnya😙😙😙

    ReplyDelete
  2. OMG akhir nya joon jae d pertemukn dengn ibu nya,terharu rasa nya,d tunggu lanjutn nya mbak

    ReplyDelete
  3. Suka smw sinopx bak puji,, gambarx g g pelit😄, c4 lg updatex. Smg sehat sll y,, biar g absen. Btw,, g recap Oh my geum bi y???

    ReplyDelete
  4. Akhirnya ketemu juga fiuhhhh...oh yaa eonni gomao

    ReplyDelete
  5. Interesting..gomawao
    Jiangdaling1326 (saranghae)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^