SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 14 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 14 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS

Joon Jae tersadar dari hipnotisnya. Ia memegangi dada –nya yang terasa nyeri akibat tidak bisa melindungi Se Hwa. Ia menangis sesal karena tidak bisa melindungi apapun. Bahkan setelah janji yang ia ucapkan ketika Dam Ryung dan Se Hwa remaja, ia melupakan semuanya.

“Meskipun dia terlahir kembali dan mencariku, menemuiku dan mencintaiku. Aku tetap tidak mengingat apapun. Aku hanya bisa membuatnya menangis. Aku tidak bisa melindungi apapun.” Sedihnya.

Ma Dae Young membuka pintu ruangan Profesor Jin Kyung Won. Ia diam didekat pintu mendengarkan pembicaraan antara Joon Jae dan Profesor Jin.

Joon Jae menceritakan apa yang terjadi dalam mimpinya saat dihipnotis, ia bertanya “Kenapa kita terlahir kembali dan kenapa kita bertemu kembali?”

“Untuk seseorang terlahir kembali, bukankah itu artinya mimpinya belum terpenuhi? Mimpi bisa tentang cinta yang tak terpenuhi atau ketamakan yang belum terpuaskan.”

“Kenapa takdir buruk kembali terulang?”

“Takdirmu dan orang yang ingin mencelakaimu atau takdirmu dan takdir orang yang mencintamu? Bukankah jika kau tidak mencintainya maka dia tidak akan mencintaimu, jadi tidak akan ada akhir tragis seperti itu. Cinta kalian menyebabkan kematian satu sama lain. Jika kau berhenti sampai disini dan mengirimnya kembali ke tempat asalnya, bukankah kau bisa menghindari akhir tragis?”

Tidak. Joon Jae rasa fakta bahwa semuanya terulang bukanlah karena kutukan melainkan kesempatan. Kesempatan untuk mengubah akhir cerita.

Dae Young mendengar pembicaraan mereka berdua, ia tersenyum licik meninggalkan ruangan Profesor Jin.

Dalam perjalanan pulang, Joon Jae masih ingat akan pertanyaan Profesor Jin, apakah dia percaya bisa mengubah takdir? Joon Jae mantap meyakininya, pasti ada alasan kenapa dia bisa mengingat semuanya. Kali ini.. ia akan melindunginya.

Sesampainya di rumah, dia langsung mencari keberadaan Chung. Nam Doo sampai kaget karena sedang berkosentrasi bermain laptop, ia memberitahukan bahwa Chung baru saja keluar. Joon Jae tidak buang waktu dan bergegas keluar mencari Chung.

“Wow, saat pria dibutakan wanita, dia menjadi seperti itu. Padahal kemarin masih normal.” Desahnya.

Chung sibuk bermain capit mengambil boneka gurita pink tapi selalu tidak berhasil. Antrian anak-anak semakin panjang dan mereka cuma bisa pasang muka polos menatap Chung. Joon Jae berhasil menemukan Chung, ia langsung menghampiri dan memeluknya.

“Heo Joon Jae, apakah kau baru saja mengalami mimpi menakutkan?”

“Sekarang aku sudah menyelesaikannya. Aku tidak akan memimpikannya lagi.” Jelasnya “Apakah kau punya sesuatu yang ingin kau lakukan? Sesuatu yang ingin kau lakukan, ayo lakukan bersama.”


Chung mengklasifikasikan tahapan cinta menjadi 3: Cinta Romantis, Cinta Panas dan Cinta Kotor. Dia ingin melakukan cinta romatis lebih dulu, seperti minum teh, nonton film, merencanakan acara spesial atau sesuatu semacam itu. Tapi semua itu akan mulai berubah menjadi cinta kotor. Namun menurut seorang ahli, cinta kotor bisa berbuah buruk. Meskipun penasaran, Chung akan memulainya dengan cinta romantis dan berubah secara bertahap.

“Baiklah, ayo lakukan itu. Apa yang orang lain lakukan, ayo lakukan.”



Keduanya makan di warung tenda sambil romantis-romatisan. Pengunjung lain bergunjing memperhatikan mereka berdua. Tangan keduanya terus bertautan tidak terpisahkan. Menonton film pun Joon Jae terus memperhatikan Chung yang menangis sepanjang cerita.

Saat bioskop dibersikan, seorang tukang bersih-bersih menemukan butiran mutiara hasil air mata Chung.


Mereka berakhir di coffe shop, Joon Jae bertanya akan sebuah kemungkinan.. tapi dia memintanya untuk tidak terlalu dipikirkan dan jawab saja. Dalam film tadi, si pria mengorbankan nyawanya demi wanita yang ia cintai. Jika Joon Jae mati seperti itu, apa yang akan Chung lakukan?

“Aku akan mengikutimu.”

Kontan Joon Jae ngomel, bagaimana bisa dia mengikutinya? Jangan segampang itu, memangnya dia sedang mengajaknya pergi ke warung atau bagaimana (main ikut saja).

“Kalau kau hidup, aku akan hidup denganmu. Kalau kau mati, aku akan mati denganmu.”

Joon Jae melarangnya untuk berfikiran seperti itu apalagi saat si Pria mengorbankan nyawanya demi si wanita. Bukankah si pria juga sudah memohon supaya dia tetap hidup dengan bahagia?


“Kau akan melakukannya? Kalau aku tidak ada didunia ini, apa kau akan bertemu dengan orang lain dan hidup dengan bahagia?”

Ya. Joon Jae akan melakukannya jadi Chung juga harus melakukan hal yang sama. Jika sesuatu terjadi pada dirinya maka hidup –lah dengan bahagia. Sesuatu yang baik, sesuatu yang cantik, dapatkan semuanya.

Chung menjadi heran, bukankah tadinya dia bilang cuma misalkan tapi kenapa sekarang nadanya menjadi serius, apa ada sesuatu yang terjadi?

“Berjanjilah padaku. Kalau sesuatu terjadi, jangan berfikiran hal yang buruk. Sampai akhir, kau akan hidup dengan baik.”

Chung tidak bisa melakukannya, kalau ia berjanji, seolah hal buruk memang benar-benar akan terjadi. Joon Jae mempertegas bahwa ini hanya “Jika”.

“Jika atau tidak, aku tidak akan melakukannya.” Jawab Chung tegas.

Dalam perjalanan pulang, Joon Jae sibuk dengan pikirannya sendiri. Chung memperhatikan tangan Joon Jae, apa dia tidak akan menggenggam tangannya? Joon Jae menuntut supaya Chung mau berjanji padanya. Chung tetap menolak, jangan bicara padanya dan dirinya juga tidak akan bicara dengan Joon Jae.

Mereka berdua langsung berpisah saat sampai dirumah, Joon Jae memanggil Tae Oh dan Chung duduk bersama Nam Doo. Nam Doo penasaran apakah mereka berdua habis bertengkar. Chung membenarkan soalnya Joon Jae bicara hal-hal aneh. Dia bicara seperti sesuatu akan terjadi dan dia menginginkan supaya Chung tetap hidup dengan baik.

Nam Doo cengengesan, ia menduga kalau Joon Jae sudah bosan dengan Chung. Cinta valid-nya biasanya cuma 3 bulan dan mereka sudah berhubungan selama tiga bulan. Ia yakin mereka akan segera putus. Dia mengenalnya selama 10 tahun dan Joon Jae belum pernah pacaran melebihi 3 bulan.

Chung sebal dan mengaja mengibaskan bajunya ke muka Nam Doo.

Joon Jae memerintahkan Tae Oh untuk meningkatkan pengamanan di rumah. Hubungkan jaringannya sehingga Joon Jae bisa mengakses monitor dalam jangkauan 100 meter. Kalau ada yang berusaha menyusup, buatlah supaya alarm pada Joon Jae.

“Apa ini karena Ma Dae Young?” tanya Tae Oh.

Dae Young menemui Profesor Jin, ia bertanya apakah Heo Joon Jae datang kesana? Ia menyuruh Profesor Jin tidak usah bohong, ia melihatnya dan ingin melakukan hal yang sama seperti Joon Jae. Ia ingin mengetahui kisah akhir dimasa lalunya. Saat lahir sampai sekarang, ia merasa hidupnya seperti sebuah hukuman. Dia selalu bertanya-tanya, tapi sepertinya jawabannya ada di kehidupan masa lalunya.


Profesor Jin menuruti keinginan Dae Young, ia terbangun dan berkata “Itu bukan aku. Itu bukanlah aku.”

“Lalu siapa yang membunuh mereka?” tanya Profesor Jin.


Adegan langsung beralih pada Chi Hyun yang melakukan rapat bersama para investor. Dia sekarang akan mengambil alih semua kewenangan di perusahaan. Salah satu dari mereka bertanya apakah Ketua Heo benar-benar sakit?

Chi Hyun menyangkalnya, Ketua Heo dalam masa liburan dan penyembuhan. Meskipun dia kembali, ia akan mundur dari jabatannya. Mereka bisa melaporkan apapun padanya mulai sekarang.

Salah satu dari mereka masih bertanya, bagaimana dengan dokumen yang harus disampaikan langsung pada Ketua Heo?

Chi Hyun menatap ngeri pada anggota itu, apa dia tidak mempercayainya? Takut mengurangi dan menambah isi dokumennya? Chi Hyun berdiri dihadapan mereka semua. Ia memerintahkan siapapun yang masih mendukung ayahnya dan tidak bisa bekerja dibahwa pimpinannya untuk keluar dari ruang meeting.

Tidak ada siapapun yang berani angkat kaki darisana.

Chi Hyun menemui Ketua Heo yang masih lemah di rumah sakit, penglihatannya semakin memburuk. Chi Hyun memberitahukan bahwa Ketua Heo baru saja menjalani operasi hemorrhage jadi akan sulit untuk menjalankan operasi matanya. Jadi untuk sekarang, minumlah obatnya lebih dulu dan jaga kesehatan.

Chi Hyun tersenyum palsu dihadapan ayahnya. Ketua Heo masih ingat dengan Joon Jae dan bertanya apakah Chi Hyun sudah berkomunikasi dengannya?

Chi Hyun tersenyum setengah hati, dia sudah menghubunginya tapi tampaknya dia sedang sibuk. Dia akan menghubunginya lagi nanti. Chi Hyun meremas tangannya sendiri dengan geram karena ayah hanya memperdulikan Joon Jae saja.


Joon Jae pulang ke rumah, Chung dan dirinya sama-sama saling mengabaikan. Chung membatin mengatai Joon Jae itu menyedihkan. Berpikiran pendek! Dia cemberut hanya karena sesuatu semacam itu dan tidak mau bicara padanya? Aku pasti sudah buta untuk jatuh cinta padanya. Aku terlalu naif.

Chung terus mengeluh tentang perjalanan 3 bulan 10 hari-nya mengarungi lautan demi Joon Jae. Ia mengira dia yang terbaik tapi nyatanya bukan. Bagaimana bisa dia memintanya untuk berjanji sebuah omong kosong?

“Berhentilah. Aku tahu kau sedang membicarakanku dalam hati.” Ucap Joon Jae. Ia pun berniat pergi dari rumah.


Chung kembali membantin “Aku kira Heo Joon Jae adalah satu-satunya pria tampan didunia. Tapi ternyata ada banyak di TV. Apa dia pikir cuma dia yang tampan? Dia narsis dan berfikir semua orang tertarik padanya.”

“Hei!” sentak Joon Jae.

Nam Doo keluar dari kamarnya dan menyuruh mereka putus saja. Joon Jae tidak perduli dengan omongan Nam Doo, ia memperingatkan Chung untuk tinggal di rumah. Kalau mau keluar, keluarlah dengan Nam Doo. Chung menolak, ini pertemuannya jadi dia tidak membutuhkan siapapun untuk menemani.

“Ya sudah. Lakukan saja semaumu.” Kesal Joon Jae.

Nam Doo memuji sikap Chung yang sekarang, dia harus lebih kuat dan tegas. Dia yakin mungkin Joon Jae bosan dengan sikapnya kemarin.

-oOo-

1 Response to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 14 Bagian 1"

  1. Kenapa saya malah merasa chi hyun lah musuh sebenarnya joon jae

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^