SINOPSIS Introverted Boss Episode 1 Bagian 1

SINOPSIS Introverted Boss Episode 1 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: tvN


Suasana dingin malam ini tampak tidak menyurutkan niat warga untuk berjalan-jalan. Jalanan kota tampak penuh sesak oleh orang-orang yang merayakan natal. Hujan salju turun dengan lebatnya, suasana ramai kota tampak sangat kontras dengan suasana diatap sebuah gedung. Seorang wanita berdiri ditepian tembok pembatas –ragu, sedih, cemas tergambar jelas di mimik wajahnya.

Sampai pada akhirnya wanita itu memutuskan untuk maju selangkah dari tempatnya berdiri saat ini, kontan tubuhnya melayang diudara dan jatuh tepat di atas sebuah mobil. Wanita itu pun terluka parah bersimbah darah.


Seorang wanita berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke sebuah tempat. Kim Gyo Ri tampak cemas dan memutuskan untuk melepas heels yang ia gunakan. Ia sengaja berjalan dengan pelan supaya tidak membuat keributan.

Dengan gelisah, Gyo Ri mengintip apa yang terjadi dibalik pintu besar yang terkesan angker disana. Ia melihat seorang pria misterius tengah memainkan cutter didalam ruangan sana. Gyo Ri dengan gemetaran mengetuk pintu ruangan.

“Perlombaan presentasi proyek besar akan dilaksanakan. Kalau tidak keberatan, anda bisa mengikuti acara latihannya.” Ucap Gyo Ri.

Pria misterius tidak menjawab dan terus meraut pensil menggunakan cutternya. Setelah selesai, ia pun keluar. Gyo Ri tergagap melihat kedatangannya, dia membungkuk hormat tapi bukannya menghadap Bos -nya tapi dia malah memunggunginya.

Berkebalikan dengan Bos Misterius tersebut, Direktur Kang Woo Il disambut dengan baik ketika datang ke kantor. Semua orang ramah padanya dan tampak mengaguminya. Ia menyemangati mereka semua “Ayo mulai!”


Woo Il mempresentasikan proyek opera besar yang akan mereka laksanakan. Mereka menargetkan audiens sebanyak 160000 selama tiga hari. Promosi opera ini akan dilakukan dengan banyak cara, mulai dari iklan, banner di internet dan iklan pesan elektronik. Selain itu, mereka akan bekerja sama dengan bintang terkenal dengan 10 juta followers.

Dan bintang yang Woo Il maksudkan adalah Junsu JYJ. Junsu pun ikut aktif dalam mempromosikan pertunjukkan opera ini. Tidak sampai di situ, mereka juga akan guerilla concert untuk menarik penonton usia muda dan bekerja sama dengan café franchise.


Semua orang terkesan dengan presentasi Woo Il. Tapi ada satu orang yang menggeleng dipojokan, ia menggerakkan tangannya sebagai isyarat supaya Woo Il menghampirinya.

Tidak lama kemudian, di tempat presentasi yang sesungguhnya, seorang pria mengemukakan presentasi perusahaan mereka. Namun presentasi yang orang itu bawakan sama persis dengan apa yang seharusnya di presentasikan Woo Il.

Bawahan Woo Il menghampiri Woo Il dengan cemas memberitahukan bahwa lawan mereka mempresentasikan metode promosi yang sama dengan mereka.


Pria yang baru saja melakukan presentasi merasa bangga dengan apa yang telah ia presentasikan. Ia menghampiri Woo Il dengan pecaya diri dan tertawa seolah mengejeknya.

Bawahan Woo Il sudah pesimis duluan ingin keluar dari ruang presentasi. Namun salah satu dari mereka percaya jika Direktur Kang bisa melakukannya.


Woo Il men-skip isi presentasinya. Semua orang bertanya-tanya apakah dia sudah menyerah? Apa dia tidak akan melakukan presentasi? Dengan mengejutkan, Woo Il juga menyobek dokumen presentasinya kemudian menyebarnya.

“Aku punya teman yang keras kepala.” Ujar Woo Il.

Bertepatan saat itu juga Bos Misterius atau kita sebut saja Eun Hwan Ki memasuki ruangan presentasi. Woo Il melanjutkan jika teman keras kepalanya itu menyukai musikal dan tidak suka dengan opera yang ia anggap membosankan. Temannya itu melihat beragam iklan yang didapatkannya, tapi dia sama sekali tidak tertarik. Anehnya, temannya itu malah meng –klik like pada postingan selebriti terkenal.


Teman keras kepalanya ini mungkin mau untuk menonton film dan drama dari si artis terkenal tapi dia tidak akan mau menonton pentas operanya. Mereka sudah menawarkan harga tiket yang cukup mahal 200000 ribu won dan itu belum termasuk makan. Lebih baik meminimalkan promosi besar-besaran mereka dan lebih mengoptimalkan kenyamanan penonton. Mereka tidak perlu menghabiskan banyak dana hanya untuk membujuk orang-orang keras kepala yang tidak menyukai opera.

Mereka tidak perlu mengubah pemikirkan penonton akan opera. Mereka hanya perlu mengisi kursi penonton sampai penuh dan melenyapkan promosi berlebihan mereka!

Setelah usai mengatakan apa yang ingin ia sampaikan, Woo Il meminta maaf sudah menyobek dokumen tebalnya karena terlalu semangat. Dokumen tebal itu menyisakan puluhan lembar tipis saja.

“Solusi kita ada dalam lembar ini, bukan dokumen tak terhitung yang berserakan dilantai. Ini jawaban kita. 20 persen biaya promosi kita. 20 persen.. sudah cukup.” Pungkasnya. Semua audiens tampak menyukai presentasi yang dibawakan oleh Woo Il.

Karyawan Brain PR semakin termehek-mehek dengan karisma yang ditujukan Woo Il selama presentasi.

Salah satu diantara mereka menyalami Woo Il. Ia menyukai presentasi yang dibawakannya, hanya saja ia mendengar sebuah rumor tentang Brain PR. Tentang pria itu.. bagaimana dengan pria itu?


Woo Il tampak canggung dan menatap Hwan Ki yang bersembunyi dikegelapan.
[Phantom of the Opera]

Dia bukanlah manusia. Dia hantu. Kau seharusnya tidak membuat kontak mata dengannya. Segera setelah kontak mata, hatimu akan membeku dan semua yang kau sembunyikan akan diketahuinya. Sedikit sekali yang pernah bertemu dengannya, tidak orang luar maupun pekerja, mungkin hanya satu temannya yang tahu kenapa dia bersembunyi. Banyak yang menebak jika dia punya luka besar diwajahnya seperti Phantom of the Opera.

Hwan Ki mendapatkan posisinya sebagai CEO karena ayahnya yang sudah mewariskan padanya. Dia punya teman dekat dan bekerja keras untuk perusahaan, sedangkan dia hanya duduk di ruangannya menghitung uang.

Itulah rumor yang dibicarakan oleh banyak orang mengenai CEO Brain PR.

[Satu Jam Sebelumnya] Sebelum Presentasi


Hwan Ki memanggil Woo Il keruangannya. Woo Il kesal karena Hwan Ki menolak usulannya untuk menggunakan bintang terkenal dan konser untuk promosi. Mereka seharusnya menunjukkan bagaimana stabilnya perusahaan mereka. Hwan Ki bilang jika mereka tidak perlu pamer dan jangan serakah.

Woo Il semakin kesal, lalu apakah Hwan Ki ingin mengkritisi pekerjaan karyawannya satu jam sebelum presentasi?

“Kita tidak bisa mengubah dunia. Kita tidak butuh mengubahnya. Kau tidak usah bermimpi mengubah anggapan tentang opera.” Ujar Woo Il santai.

Woo Il menyarankan supaya mereka menghemat biaya dan lakukan promosi pada orang-orang yang pernah menonton opera saja. Sekitar 50ribu orang mungkin penggemar opera jadi mereka tidak usah mengiklankan pada penggemar itu, mereka pasti datang dengan sendirinya. Kurangnya, mereka bisa mengirimkan iklan pada sekitar 500ribu orang yang menyukai seni.

[Flashback End]


Sepertinya Brain PR berhasil mendapatkan proyek opera kemarin. Dan pertunjukan opera sedang di mulai saat ini. 

Salah satu pemain opera, Chae Ro Woon sedang memikirkan sesuatu. Dia penasaran siapa pria itu, ia yakin pria itu menggunakan topeng. Seseorang harus melepaskan topengnya.

Hwan Ki duduk di bangku penonton menyaksikan pertunjukan opera malam ini. Salah satu diantara pemain opera adalah Ro Woon.


Hwan Ki datang ke balik panggung sambil membawa buket bunga. Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang ingin ia temui.. assa. Dia menemukan seseorang yang ia cari adalah wanita bertopeng pink. Hwan Ki tertegun ditempatnya berdiri, terpesona akan kencantikan wanita dibalik topeng itu yang tak lain adalah Chae Ro Woon.

Dengan ragu, Hwan Ki memutuskan untuk melepas topi yang terus menutupi wajahnya. Ia berjalan menghampiri Ro Woon.

Tapi tiba-tiba salah satu pemain opera yang sedang berlatih berdiri dihadapannya. Pemain itu bertanya “Apa dia mencarinya?”

Bukannya menjawab, Hwan Ki malah grogi melihat semua orang menatapnya. Tanpa pikir panjang, ia memberikan buket bunga yang ia bawa pada si pria dan kabur dari sana.

-oOo-

BAGIAN 2





2 Responses to "SINOPSIS Introverted Boss Episode 1 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR