SINOPSIS Hwarang Episode 12 Bagian 1

SINOPSIS Hwarang Episode 12 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Sun Woo masih berdiri dihalaman seorang diri. Ia menghampiri sobekan gulungan yang tergeletak diatas tanah. Ia menemas dadanya sendiri yang terasa pilu mengingat bagaimana sahabatnya sendiri meninggal didepan matanya dengan mengenaskan.

A Ro mencari-cari keberadaan Ji Dwi dan menemukannya tengah bersembunyi dalam gudang. Ia meyakinkan jika coretan itu cuma candaan belaka. Tidak akan ada yang mempercayainya, apapun yang terjadi, identitas Raja tidak boleh diketahui siapapun. Jangan khawatir, tidak akan ada yang membayangkan..

“Jika ada tahu Raja, yang lain akan tahu. Aku akan mati di tangan pembunuh sebelum menjadi raja sesungguhnya. Mati atau menjadi Raja, aku harus menerima resikonya. Aku dihadapkan dengan semua itu, sekarang aku takut. Aku tak tahu harus berbuat apa. Apa tidak lucu? Seorang Raja takut menjadi Raja.” Tutur Ji Dwi.

Siapa sesungguhnya Raja? Itu menjadi topik panas di asrama Hwarang saat ini. Ada yang mempercayainya tapi ada juga yang ambil lalu tak perduli. Adakah yang mereka curigai?


Han Sung memegang sumpitnya sambil berfikir, kalau memang ada Raja disana maka orangnya adalah Sun Woo atau Ji Dwi. Soo Ho menyuruhnya berhenti bicara omong kosong. Han Sung punya alasan kenapa berfikiran seperti itu, mereka semua disana hidup di ibukota dan mengetahui satu sama lain. Tapi lain hal –nya dengan dua orang itu, mereka tidak tahu apa-apa tentang mereka.

“Ji Dwi keponakan kepala instruktur dan Sun Woo Putra Ahn Ji Gong. Behenti omong kosongnya.”

Ban Ryu sependapat dengan omongan Soo Ho. Tapi Yeo Wool memihak pada Han Sung, ucapannya memang masuk akal. Kalau pun benar, maka ia tahu siapa Raja diantara mereka berdua.

Ui Hwa memutar otak melihat gulungan yang sudah ia sobek sebelumnya. Ia kembali mengingat pertemuannya dengan Ratu Ji So. Ratu Ji So tampak berambisi untuk mengeluarkan Ji Dwi dari Hwarang. Ia mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan dan menyuruhnya membuktikan kalau Ji Dwi memang keponakannya.

Pembicaraan antara dirinya dan Ji Dwi pun tidak kalah aneh. Dimana Ji Dwi sangat berambisi untuk menurunkan Ratu Ji So dari takhta –nya.

Ui Hwa seolah menyadari sesuatu dan tersenyum.

Di aula pertemuan, anak-anak semakin panas menggosok gosipnya. Salah satu dari mereka berlarian memberitahukan perkembangan terbaru, ia menyatakan kemungkinan jika Sun Woo adalah Raja.


Yeo Wool juga berpendapat begitu. Soo Ho masih punya banyak pertanyaan, apakah julukan Anjing burung cocok dengan gelangnya?

“Jika dia Raja, kau harus senang.” Sindir Yeo Wool pada Ban Ryu.

“Apa maksudmu?”

“Mengenai pertandingan sepak bola, kau dikalahkan oleh Raja. Bagaimana rasanya?”

Ban Ryu kesal mendengar ledekan Yeo Wool, diam atau mau dipukul!

Ketika Sun Woo dan Ji Dwi memasuki aula, anak-anak langsung curi-curi pandang pada keduanya. Ji Dwi rasa jika semua orang sangat tertarik pada mereka, entah dia atau Sun Woo. Sun Woo tetap kalem tapi mengerikan, dia suka dengan ketertarikan mereka, ini memudahkannya untuk menemukan seseorang.

Han Sung tiduran di ruang kesehatan sambil ngoceh masalah Sun Woo yang kemungkinan besar adalah Raja. Dia kan Oraboni A Ro yang datang entah dari mana, apakah dia benar-benar Oraboni A Ro? Sambil gigit jari, A Ro meyakinkan jika Oraboni –nya bukanlah Raja. Han Sung masih sangsi, bagaimana dia bisa yakin?

“Itu karena...”

Han Sung tertawa senang, tuh kan tidak bisa menjelaskan. A Ro berteriak frustasi, dia kan sudah bilang bukan. Pokoknya dia bukan Raja.

A Ro berlarian mencari keberadaan Sun Woo. Namun saat ia hendak menghampiri Sun Woo, Sun Woo malah berjalan menghampiri Putri Sook Myung. A Ro pun memutuskan untuk bersembunyi dibalik pagar.


Sook Myung tampak meraih tangan Sun Woo untuk memastikan keberadaan gelangnya. Tapi dipergelangan tangan Sun Woo tidak ada gelang satu pun, apa memang benar ia Oraboni –nya? Kau Raja Jinheung? Jangan berbohong.

“Apa benar jika dia yang sudah memanah A Ro?”

“Aku hanya berburu rusa.” Sook Myung berniat segera pergi.

Sun Woo menarik tangannya dengan kasar, tidak perduli siapa Sook Myung atau siapa pun dirinya. Kalau sampai dia berani melukai A Ro maka ia akan melihat sendiri siapa dia yang sebenarnya.

Sun Woo meninggalkannya setelah mengucapkan semua itu. Sook Myung menoleh dan mendapati dibalik pagar ada A Ro yang mendengarkan pembicaraannya dengan Sun Woo barusan.


Ratu Ji So murka mendengar kabar jika ada rumor kalau salah satu anggota Hwarang adalah Raja. Ia penasaran siapa yang sudah membocorkan rahasia ini, hanya ada sekelumit orang yang mengetahuinya.

“Ada untungnya untuk Raja.” Ucap Pengawal Ratu Ji So.

“Apa maksudmu?”


Dalam rapat pagi, pejabat banyak yang membicarakan mengenai pertikaian mereka dengan Baekje. Park Young Shil menghentikan keributan mereka, Ratu sedang sibuk dengan urusannya yang lain.

“Apa maksudmu? Memangnya apa yang lebih penting dari ini?” tanya Pejabat Lain.

Park Young Shil memastikan, apakah benar jika Raja ada dalam Hwarang? Semua anggota rapat terkejut, mereka menuntut sebuah jawaban. Ratu Ji So menegaskan bahwa Raja tidak berada di Silla. Kalau ada yang berani menyebarkan rumor ini, ia tidak akan tinggal diam.

Di rumahnya, Tuan Ho ngotot berkata jika Sun Woo adalah Raja. Dia yakin melihat beberapa informasinya. Park Young Shil tidak terlalu yakin akan hal itu, sebelumnya orang gila yang mengacaukan parade adalah Putra Ahn Ji Gong kan? Dia kemudian dipenjara?

“Itulah sebabnya Ratu menakutkan. Dia bahkan berpikir ke depan sejauh ini.” Yakin Tuan Ho.

“Kita lihat saja. Kita akan segera tahu.”


Sun Woo kembali ke kamar asrama dengan tidak bersemangat. Ban Ryu meminta kepastian tentang kebenaran akan rumor yang beredar di kalangan anggota Hwarang. Dia tak percaya kalau Sun Woo adalah Raja.

“Tak usah bertanya kalau tak percaya.” Jawab Sun Woo rebahan.

Ban Ryu emosi ingin menghajarnya tapi Soo Ho menahannya. Yeo Wool juga menyuruh mereka semua istirahat, mereka bisa melakukannya lagi besok.

Keesokan harinya, anak-anak kembali berbisik dibelakang Sun Woo dan Ji Dwi. Mereka berubah ketakutan dan berjalan melipir menghindari keduanya. Sun Woo tanya, bagaimana menurutmu?

“Aku pikir itu kau.” Jawab Ji Dwi.

“Jika Raja ada di Hwarang, kau pikir itu siapa?”


Ji Dwi tertegun di tempatnya berdiri. Sudahlah, Sun Woo menyuruhnya melupakan saja apa yang ia tanyakan.

“Mengapa kau mencari Raja? Setelah kau menemukannya.. apa yang akan kau lakukan?”

Sun Woo mantap, dia akan membunuhnya.


Luka Sun Woo sudah semakin membaik, A Ro kembali merawatnya. Sun Woo memberitahukannya jika ia bukanlah seorang Raja. A Ro mengerti, dia juga tahu kok.

“Apa kau bilang, aku tak terlihat seperti raja sama sekali?”

“Bukan begitu.”

Sun Woo cuma bercanda, tidak lucu kah? 

A Ro berdiri setelah selesai memberikan perawatan. Namun tiba-tiba Sun Woo menahan tubuhnya dan memeluk A Ro. Biarkan dia begini sebentar saja. Entah apa yang tengah dipikirkan Sun Woo, ia tampak menyimpan beban yang sangat berat.

Yeo Wool merangkul Soo Ho dan Ban Ryu. Mereka akhirnya bisa liburan juga, ia mengajak keduanya pergi ke Okta. Ban Ryu kontan menolak, memangnya mereka dekat? Yeo Wool sedih merasa dicampakkan. Ia pun menatap Soo Ho sebagai harapan satu-satunya.

“Aku tak mood pergi ke sana.” Soo Ho pergi.

“Apa aku dicampakkan lagi?” dengus Yeo Wool.


Sesampainya di rumah, Ban Ryu menghadap pada Park Young Shil. Young Shil langsung membahas masalah Raja yang katanya ada di Rumah Hwarang. Ban Ryu tidak berkomentar apapun tentang masalah itu, ia yakin kalau Ayahnya yang sudah melakukan semua itu.

“Sun Woo bagaimana disana? Apa yang kau pikirkan tentangnya? Apa dia terlihat seperti raja? Dia Raja atau bukan, carikan jawabannya untukku.”

“Kenapa aku harus melakukannya?”

Karena Young Shil ingin menjadikan Ban Ryu sebagai Raja. Mereka harus melenyapkan Raja untuk mengangkat Ban Ryu menjadi Raja.

Sekeluarnya dari ruangan Young Shil, mood Ban Ryu menjadi sangat buruk. Ia berjalan dengan tatapan kosong tanpa memperdulikan apapun dihadapannya. Di jalan, Seo Yeon tengah menantikan kedatangan seseorang. Kemana dia? Seharusnya dia ada disini.

Ban Ryu lewat di jalan tempat Seo Yeon menanti. Seo Yeon bergegas berdiri didekat sana menunggu reaksi Ban Ryu. Tapi Ban Ryu sama sekali tidak meliriknya dan terus berjalan dengan tatapan kosong.

Seo Yeon berlari menghentikan Ban Ryu, tadi dia berdiri didekat sana dan Ban Ryu tidak melihatnya. Ban Ryu tidak mengucapkan apapun, ia hanya mengangguk kemudian pergi dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Tentu saja Seo Yeon sedih sekaligus kecewa. Soo Ho menghampirinya dengan heran, kenapa kau ada disini?

“Tidak, bukan apa-apa.”

Karena menerima pertanyaan, Seo Yeon tidak bisa menahan air matanya yang sudah menggenang. Ia pun menangis dihadapan Soo Ho. Soo Ho bingung melihat reaksi adiknya, ia mengedarkan pandangan dan melihat ada Ban Ryu disekitar sana. “Aku tahu dia melakukan lagi. BAN RYU!”

Seo Yeon menahan Soo Ho yang siap ngamuk-ngamuk. Ia pun memeluk Soo Ho untuk menahannya. Alih-alih menahannya, Seo Yeon malah menangis dipelukan Soo Ho.

-oOo-

BAGIAN 2




1 Response to "SINOPSIS Hwarang Episode 12 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^

KOMENTAR