SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Bagian 2

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: MBC

Bok Joo menghubungi Joon Hyung dan mempertanyakan keberadaannya. Joon Hyung mengatakan bahwa ia tengah berada di rumah sakit. Bok Joo tanya bagaimana kondisi kesehatan Si Ho sekarang?

“Sepertinya dia sudah lebih baik. Dia sudah tenang sekarang.”

Bok Joo lega mendengarnya, ia ingin menjenguk Si Ho padahal, kenapa Joon Hyung tidak menunggunya? Joon Hyung menawarkan supaya Bok Joo datang kesana dan ia akan menunggunya. Bok Joo pun setuju meskipun agak sebel juga karena ga diajak pergi bersama.

Profesor Yoon marah pada Tuan Kim karena ia sudah mendapatkan pelatih baru pengganti pelatih Choi. Bukankah sebelumnya dia mengatakan akan melakukan rapat komite dan membujuk anggota lain. Tuan Kim memang berencana melakukannya, tapi atasan yang memberikan perintah jadi dia tidak bisa berbuat apa – apa.

Tetap saja, Profesor Yoon ingin Pelatih Choi kembali, dia yakin kalau ia bisa mengajar anak angkat besi dengan baik. Ia sangat memahami anak – anak, kalau memang keputusannya tidak bisa diubah maka dia juga akan keluar.

Saat masuk ke kamar Si Ho, Bok Joo melihat Joon Hyung membantu Si Ho memakaikan jaket. Ia menjadi sedikit canggung dan memberikan buket bunga yang sudah ia persiapkan, sepertinya Si Ho sangat feminim jadi ia pikir bunga cocok dengannya. Joon Hyung kembali menunjukkan sikap care –nya pada Si Ho, apa tidak apa – apa dia menerima bunga? Dia kan alergi serbuk sari.

“Hidungku sedikit gatal, tapi sepertinya tidak apa-apa.”

Bok Joo berniat mengambilnya kembali dengan tidak enak. Joon Hyung mengambilnya duluan dari tangan Si Ho kemudian meletakkannya di meja yang agak jauh. Saat Bok Joo akan membantu Si Ho, Joon Hyung selalu mendahuluinya dan memberikan perhatian pada Si Ho.

Sepanjang perjalanan pulang, Bok Joo terus diam mengabaikan Joon Hyung. Joon Hyung mencoba meledeknya dan mengajaknya bercanda tapi Bok Joo tetap menunjukkan wajah kesal. Ah.. Joon Hyung tahu, sepertinya ini sudah jam makan snack bagi Bok Joo. Ini salahnya karena belum memberinya makan, ayo makan!

“Tidak. Aku tidak lapar.” Ketusnya.

Joon Hyung membawanya ke warung penjual kue ikan. Ponsel Joon Hyung berdering mendapatkan panggilan dari Si Ho. Ia pun izin menjauh untuk menerima panggilan Si Ho, Si Ho rupanya tertarik dengan psikiater yang di sarankan oleh Joon Hyung dan menanyakan alamatnya.

Bok Joo menatap Joon Hyung dengan jengkel, baru saja bertemu tapi sudah telfonan lagi. Balikan saja sana! Ia pun melahap kue ikan demi melampiaskan rasa jengkelnya.


Joon Hyung menyuruhnya untuk makan pelan – pelan nanti tersedak. Bok Joo tidak memperdulikan ucapannya dan melahap tusuk demi tusuk.

“Bagaimana dengan memecahkan rekor Guiness yang baru, Babi?”

Hahaha. Bok Joo yang lagi jengkel menerima candaan itu sebagai hal yang serius. Joon Hyung meminta maaf, dia tidak akan memanggilnya babi lagi, ia akan memanggilnya gendut seperti biasa. Bok Joo masih memberikan lirikan maut.

“Baiklah. Kalau kau akan terus sesensitif itu, aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan Babi atau Gendut lagi.”....... “Gendut.”

Bok Joo bener – bener mencapai batas maksimalnya sekarang, dia meninggalkan Joon Hyung dengan sebal.

Joon Hyung gelendotan di lengan Bok Joo meminta maaf, dia akan memperhatikan bicaranya mulai sekarang. Bok Joo mengibaskan tangan Joon Hyung hingga tanpa sengaja ia malah membuat jari Joon Hyung terluka. Joon Hyung lebay mengatakan bahwa lukanya sangat sakit, berdarah lagi.

Meskipun tidak enak, Bok Joo berlagak cuek “Itu goresan kecil. Jangan cengeng.”

Joon Hyung ikut terpancing emosi dan menuduh Bok Joo sedang marah. Bok Joo tidak mau mengaku, mereka berdua kembali eyel – eyelan. Bok Joo membentak Joon Hyung kalau dia tidak marah tapi kalau Joon Hyung terus berkata begitu malah membuatnya benar – benar marah! Aku mau latihan!

Joon Hyung komat – kamit sebal, dia yakin kalau Bok Joo sedang marah! Apa alasannya? Dia tidak menyangka kalau Bok Joo seperti itu, dia benar – benar seperti wanita sekarang.

Bok Joo berjalan pergi sambil ngomel. Harusnya kalau tanya alasan, lebih baik berkaca apa yang sudah dia lakukan. Apa yang ia lakukan dengan mantan pacarnya dihadapanku? Apa dia ingin mengingatkanku kalau mereka pernah punya hubungan? Aku tidak ingin terlihat kekanak-kanakan, jadi aku tidak bisa mengatakan padanya kenapa aku marah. Argg.. Aku Sangat Marah!

Anak – anak angkat besi marah mendengar kabar kalau Profesor Yoon juga akan keluar. Bok Joo yang baru bergabung menjadi bingung, Nan Hee pun menjelaskan akar permasalahannya pada Bok Joo. Anak – anak menjadi amat kecewa, lebih baik mereka tidak latihan lagipula kenapa Profesor Yoon mau membantu Pelatih Choi yang menghabiskan dana operasional mereka.

Woon Ki menghentikan mereka “Ini bukan salah Pelatih Choi. Ini semua salahku.”

Woon Ki menjelaskan segalanya pada anak – anak jika Pelatih Choi menggunakan uang untuk membantunya. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Bok Joo menyarankan supaya mereka meminta komite untuk memikirkan kembali keputusannya. Kalau mereka tidak mau mendengarkan maka mereka harus berbuat sesuatu agar ada yang mendengarkan sarannya.

Tim Angkat besi melakukan protes menuntut supaya pelatih Choi dikembalikan ke posisinya. Namun aroma makanan membuat mereka sedikit bergeming dan kelaparan. Woon Ki memperingatkan teman – temannya untuk mengabaikan aroma sedap itu, semakin membayangkan akan semakin membuat lapar.

Tuan Kim dan asisternnya melihat mereka semua, Asistennya menyuruh Tuan Kim tidak perlu memperdulikan aksi mereka. cuaca dingin jadi ia yakin mereka semua akan segera masuk ke dalam.


Joon Hyung menemui Jae Yi, sepertinya dia sekarang jarang melihat Hyung bertemu dengan Dokter Go? Apa dia mengatakan untuk berhenti menyukainya? Jae Yi memuji tebakan Joon Hyung begitu tepat. Dia memang mengatakan sesuatu semacam itu. Ah.. Joon Hyung tahu karena wanita dan pria memang tidak akan bisa menjadi teman. Bagaimana bisa Hyung tidak merasakannya padahal selama ini Joon Hyung sudah bisa mengetahuinya?

“Bagaimana denganmu? Apa semuanya baik-baik saja dengan Bok Joo?”


Joon Hyung dengan malu – malu mengaku. Tapi ada hal yang membuatnya kesal, mereka berdua sedang konflik tapi Bok Joo tidak mau mengatakan alasannya. Ini membuat Joon Hyung seperti berada dalam labirin.

Meskipun begitu, Jae Yi memuji Joon Hyung yang lebih baik darinya. Ia ber-high five dengan Joon Hyung dan menyarankan supaya dia kembali memikirkan apa yang sudah ia lakukan. Dia yakin kok, Joon Hyung akan menemukan jalan keluarnya.


Ketika pulang dari tempat Jae Yi, Joon Hyung tidak sengaja bertemu dengan Bok Joo yang sedang demo. Ia menariknya agar bisa bicara berdua. Joon Hyung bertanya dengan khawatir, apa yang tengah ia lakukan?

“Apa kau tidak bisa membacanya? Kami sedang melakukan aksi protes. Mogok makan.” Ketus Bok Joo.

Joon Hyung khawatir karena sekarang suhunya dibawah 0 derajat. Bok Joo tidak mungkin meninggalkan teman satu tim –nya, ia menegaskan bahwa ini adalah masalah dalam tim angkat besi. Joon Hyung tetap khawatir, dia bisa mati kalau berada diluar ruangan terus. Bok Joo menjadi marah dan menyuruh Joon Hyung mengurusi urusannya sendiri.

“Aku hanya khawatir padamu.” Sentak Joon Hyung “Baiklah. Tidak ada yang bisa menghentikanmu. Lakukanlah sesukamu.”


Ditempat lain, Jae Yi menanti kepulangan Ah Young karena Ah Young tidak mau menerima panggilannya. Ah Young mengaku kalau ia sengaja melakukannya, ia meminta maaf karena terlalu terbawa perasaan saat itu.

Jae Yi sudah berfikir masak – masak, sebenarnya selama ini Ah Young adalah seseorang yang selalu ada untuknya. Jadi ayo berkencan. Ayo mencoba berkancan mulai sekarang. Ah Young tidak bisa menerima ajakannya karena perasaan bukanlah hal yang bisa dipaksakan. Ia pun meminta Jae Yi untuk pulang, udara malam ini sangat dingin.

Yah meskipun menolak ajakan Jae Yi, Ah Young tetap memperdulikannya dan memperhatikannya dengan khawatir saat harus berjalan di tengah hujan salju. Tentunya udaranya sangat dingin malam ini.

Joon Hyung gelojotan sebal karena sikap Bok Joo yang membuatnya marah. Tae Kwon kembali ke kamar dengan gemetaran karena hujan salju yang membuatnya kedinginan. Hujan salju? Joon Hyung bangkit dari tempat duduknya, hujan salju sangat lebat. Ia pun teringat dengan Bok Joo dan mendesis kesal karena gadis itu tidak mungkin menuruti ucapannya untuk kembali ke asrama.

Kaki Bok Joo membeku, ia melepaskan sepatunya dan memijit kakinya yang kedinginan. Joon Hyung sudah berada dihadapannya, ia berjongkok dan memasang hot pack di telapak kaki Bok Joo. Tanpa banyak kata, ia melepaskan mantel tebal dan syal –nya untuk Bok Joo.


Tatapan Joon Hyung bener – bener sweeet banget.. bikin diabetes pokonya “Jangan membuat dirimu sendiri terlalu lelah. Ku mohon.”

Kejengkelan Bok Joo juga lenyap karena perlakuan Joon Hyung saat ini.

Anak – anak angkat besi bergosip melihat ada anak renang datang ke sana. Joon Hyung pun akhirnya pergi meninggalkan Bok Joo setelah yakin kalau Bok Joo lebih hangat sekarang.  Bok Joo meringis pada rekannya mengatakan kalau dia cuma teman pria kenalannya. Mereka semua ber –“ah” ria membuat sebuah kesimpulan sendiri. Hahaha.

Nan Hee mengaku iri pada Bok Joo. Dia juga pengen punya temen ganteng seperti dia. Aah.. dia iri padanya.


Pagi – pagi sekali, Ayah sudah membersihkan rumah. Dae Ho menyuruhnya untuk istirahat karena dia tidak mau melihatnya pingsan lagi. Ayah tidak memperdulikan omongan Dae Ho. Bingkai foto yang terletak diatas meja tiba – tiba saja jatuh padahal tidak ada yang menyentuhnya. Itu adalah bingkai foto Bok Joo, ayah khawatir dan menyuruh Dae Ho untuk menghubunginya.

Bok Joo menggigil kedinginan dan masih mogok makan dua hari. Ia mengaku pada Dae Ho kalau dia sudah makan bubur tadi pagi. Ia pun segera kembali ke tempat mogok makan. Woon Ki menyuruh temannya untuk tetap berdiri dan jangan mengantuk. Tapi anak itu sudah kepalang lemas sampai akhirnya pingsan.

Anak – anak ribut menolongnya dan menyisakan Bok Joo, Woon Ki dan Nan Hee ditempat demo.

Mereka bertiga berdiri sampai bosan. Nan Hee sudah tidak kuat lagi, dia duduk di tanah dengan putus asa. Bok Joo juga sampai mimisan tapi dia mengaku baik – baik saja. Bok Joo menyemangati Nan Hee supaya bisa melanjutkan aksi mogok makan mereka.

Sun Ok datang kesana, dia baru datang setelah kabur saat Ibunya pergi ke pasar. Nan Hee menjadi sedih karena putus asa. Sun Ok memeluknya, mereka bertiga menangis karena merasa ini sangat berat dan melelahkan.

Tapi ditengah keputus asaan mereka, datanglah anak – anak Angkat Besi yang lain. Mereka mendapatkan kabar jika pelatih pengganti menggunakan koneksi dengan Tuan Kim supaya bisa menjadi pelatih disana. Katanya dia tidak tahu apa – apa tentang angkat besok.

Sontak semangat mereka semua membara. Anak angkat besi berkeliling universitas sambil menyuarakan ketidak setujuan mereka dengan KKN di Haneol.

Profesor Yoon yang sedang malas – malasan di rumah mendapatkan telfon. Dia bergegas menemui anak angkat besi dan meminta mereka menghentikan protes. Mereka bisa mendapatkan sanksi juga. Karena tidak ada yang mau mendengarkannya, dia sampai tiduran dijalan “Langkahi aku dulu!”

Saat sedang ribut, ponsel Profesor Yoon berdering. Profesor Yoon berubah gembira saat menerima kabar dari penelfon. Ia memberitahukan bahwa Pelatih Choi akan mendapatkan sanksi pemotongan gaji selama tiga bulan tapi dia akan tetap mengajar. Sontak semua anak senang gembira.


Joon Hyung memperhatikan Bok Joo dari kejauhan, ia ikut tersenyum melihatnya bahagia. Ia membuka kantung belanjaannya yang penuh dengan hot pack yang ia persiapkan untuk Bok Joo.

Ayah mentraktir makanan mereka semua di Ayam Bok. Profesor Yoon sangat senang dengan keteguhan hati mereka semua, dia belajar banyak dari mereka. Ia pun mempersilahkan Pelatih Choi untuk mengatakan sepatah dua patah kata.

Awalnya Pelatih Choi malu, ia akhirnya maju kedepan dan mengaku merindukan mereka semua. Pelatih Choi benar – benar terharu. Anak – anak berteriak supaya dia jangan menangis! Kemudian ia juga memintanya dan Profesor Yoon untuk melakukan Love Shot! Love Shot!

Profesor Yoon setuju saja, ia melingkarkan tangannya di tangan Pelatih Choi. Anak – anak belum puas dan meminta keduanya untuk melakukan Bersulang Bersama level dua! Dengan malu – malu, Pelatih Yoon melingkarkan tangannya di leher Pelatih Choi, Pelatih Choi melakukan hal yang sama dengan malu malu.

Tanpa diduga, Dae Ho datang kemudian memisahkan keduanya. Ia merangkul pelatih Choi dihadapan semua orang “Kami sudah berkencan. Seong Eun dan aku sedang menjalin sebuah hubungan.”

What! Semua orang cuma bisa melongo.

Pelatih Choi dan Dae Ho bicara berdua, Pelatih Choi masih terus memanggilnya dengan sebutan “Paman Bok Joo”. Dae Ho tidak mau dipanggil seperti itu, namanya itu Dae Ho. Pelatih Choi menurut untuk memanggil Dae Ho. Ia ingin meminta maaf dengan apa yang terjadi sebelumnya, ia seharusnya mengatakan lebih awal kalau sebenarnya dia mabuk berat saat itu.

“Apa yang kau katakan, tapi kita berciuman. Apa sebuah ciuman tidak berarti apa-apa untukmu?”

Pelatih Choi menyuruhnya untuk menampar saja wajahnya. Dae Ho heran, apa ini semua karena Profesor Yoon? Pelatih Choi mengelak. Baiklah, Dae Ho akan melupakan apa yang Pelatih Choi katakan hari ini. Dia akan tetap menyukainya apapun itu, jangan coba – coba mengubah pikirannya.

Joon Hyung mencoba menghubungi Bok Joo karena mengkhawatirkannya.


Tapi Bok Joo tetap mengabaikan panggilan dari Joon Hyung. Nan Hee dan Sun Ok sedang asik menirukan gaya Dae Ho mengatakan bahwa dia dan pelatih Choi sedang pacaran. Ayah tiba – tiba muncul, dia memperingatkan supaya mereka fokus latihan. Dia yakin mareka tidak akan punya waktu.

Bok Joo merengut, ia kembali mengabaikan panggilan dari Ayah. Nan Hee heran kenapa ia terus mengabaikannya? Bok Joo mengaku kalau itu panggilan spam.


Sepulangnya ke asrama, Bok Joo merasa bersalah pada teman – temannya karena tidak bisa jujur. Ia pun segera menelfon Joon Hyung. Joon Hyung meletakkan ponsel –nya di speaker sehingga saat menerima panggilan, suaranya langsung terdengar keras. “Kenapa kau tidak mengangkat panggilanku? Aku terus menghubungimu. Aku pikir aku menghubungimu lebih dari 10 kali. Apa kau baik – baik saja?”

“Aku tidak tahu kau menghubungiku. Aku baru melihatnya barusan. Tubuhku sakit sedikit, dan kakiku sakit, tapi selain itu, aku baik-baik saja.”

“Bagus.”

“Apa kau ingin bertemu?” tanya Bok Joo membuat Joon Hyung cengengesan.

Bok Joo mengembalikan jaket tebal milik Joon Hyung. Joon Hyung mengajak Bok Joo duduk bersama, dia penasaran apa yang membuat Bok Joo marah padanya. Ia yakin karena Bok Joo menjadi dingin. Bok Joo masih terus mengelak.

“Apa itu? Aku tidak akan tahu kalau aku melakukan kesalahan jika kau tidak mengatakannya padaku!”


Akhirnya Bok Joo mengaku kalau dia cemburu akibat Joon Hyung memperlakukan mantan pacarnya dengan sangat baik. Joon Hyung tersenyum senang, dia itu hanya merasa bersalah karena sebelumnya tidak mengangkat panggilan dari Si Ho. Lagipula sebelum Bok Joo datang, dia sudah berjanji menjadi temannya.

“Bagaimana bisa kau tetap berteman dengan mantan pacarmu?”

“Jujur saja disini. Bukankah kau juga punya masa lalu?”

“Dalam kasusku, aku hanya menyukainya.”

Joon Hyung semakin senang meledek Bok Joo yang ternyata cemburuan, ia menggelitiki dagu Bok Joo “Ah... kyeowo..”


Bok Joo menyuruhnya jauh – jauh, dia tidak suka skinship. Joon Hyung tidak perduli karena ia menyukainya. Dia pun memeluk Bok Joo “Ayo kita mengatakan semuanya pada satu sama lain, mulai dari saat merasa stress sampai merasa sedih atau malu.”

Joon Hyung tanya siapa yang membelikan jepit rambutnya? Bok Joo meledek, dia menerimanya dari Dokter Jung. Joon Hyung sebal dan mengancam akan menemui Si Ho. Bok Joo merengut sehingga Joon Hyung langsung memeluknya kembali.

Pagi – pagi sekali, Joon Hyung sudah gelendotan terus pada Bok Joo. Mereka berdua berpapasan dengan Si Ho, awalnya Joon Hyung ingin menawarkan bantuan membawakan tas –nya tapi dia tidak jadi sembari melirik pada Bok Joo. Bok Joo tersenyum, dia menawarkan bantuan pada Si Ho.

Si Ho rasa mereka berdua semakin dekat. Ia meledek “Tapi jangan mempertontonkannya terlalu jelas dihadapanku. Nanti aku cemburu dan masuk rumah sakit lagi.”

Iseng, Joon Hyung membuat tanda love di punggung Bok Joo menggunakan jarinya.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan Joon Hyung yang masih memeluknya. Tiba – tiba ia bermain batu gunting kertas, Bok Joo kalah sehingga Joon Hyung menjitaknya. Mereka kembali melakukannya, Bok Joo kalah lagi.

Yang ketiga, Bok Joo sedang memijat dahinya. Joon Hyung mengeluarkan gunting dan Bok Joo kertas. Joon Hyung sengaja mengubahnya menjadi batu supaya Bok Joo menang. Ia pun membiarkan Bok Joo menjitaknya dengan sangat keras.




Mereka kembali jalan sambil bergenggaman tangan dan rangkul-rangkulan. Tanpa mereka sadari, ayah melihat disana dan melihat kemesraan mereka.

-oOo-

6 Responses to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Bagian 2"

  1. Ga sabar banget nunggu episode 14,15,16nya min fighting
    Seru banget dramanya

    ReplyDelete
  2. Thanks thanks thanks thanks...

    ReplyDelete
  3. Baper,kronis jdi diabetes nih,,,smangat yah

    ReplyDelete
  4. Baper,kronis jdi diabetes nih,,,smangat yah

    ReplyDelete
  5. Ditunggu eps selanjutnya da gk sabaran nih,,,, penasaran

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^