SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Bagian 1

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC


Sesampainya di rumah, Bok Joo langsung menerima pesan dari Joon Young yang bertanya apakah dia sudah sampai. Bok Joo cengengesan menerimanya, bagaimana denganmu? Joon Hyung sampai jumpalitan saking gembiranya. Mereka berdua eyel – eyelan menyuruh untuk tidur tapi tidak ada yang mau tidur duluan. Akhirnya Joon Hyung mengalah, dia akan tidur duluan daripada mereka terus begini sampai besok.

Meskipun sudah bilang begitu, mereka tetap masih mengirimkan pesan satu sama lain. Pada akhirnya tetap tidak bisa tidur karena senyum – senyum gembira sendirian.

Esok harinya, Joon Hyung dan Bok Joo bertemu saat pemanasan lari pagi. Joon Hyung langsung gelendotan manja pada Bok Joo. Bok Joo ketawa – ketiwi malu malu kucing dan menunjukkan tanda ‘love’ menggunakan jarinya. Yaampunnn... sweet –nya yang lagi kasmaran.

Nan Hee keheranan dengan Bok Joo yang tidak henti – hentinya tersenyum saat menggosok gigi. Apa ada hal baik yang terjadi? Bok Joo mengelak namun Nan Hee tetap yakin dengan tebakannya. Ponsel Bok Joo menerima pesan dari Joon Hyung yang mengajaknya bertemu di kolam katak.

“Siapa?”

“Spam.” Ucap Bok Joo menahan senyumnya.



Tidak lama kemudian, Bok Joo sudah bercermin merias diri. Tak lupa ia menggunakan pakaian dan syal yang bertuliskan “I Love You”. Saat berniat pergi, ia melihat Si Ho yang tampaknya belum bangun meskipun hari sudah siang, ia sedikit heran tapi ia membiarkannya saja melanjutkan tidur nyenyak.

Joon Hyung sedang berusaha melemparkan koin ke katak dalam kolam. Ia senang ketika berhasil memasukkan salah satu koinnya. Bok Joo memperhatikan tingkah Joon Hyung sebelum menyapanya, kenapa dia memanggilnya keluar sepagi ini?

Joon Hyung ingin melemparkan koin ke dalam kolam untuk Bok Joo. Ia kemudian menyuruhnya untuk membuat sebuah permohonan. Bok Joo menurutinya dan memejamkan mata. Joon Hyung dengan sengaja mengecup pipinya sekilas.


Bok Joo menepuki lengan Joon Hyung yang ia anggap licik. Joon Hyung tidak mau kalah lagipula kemarin Bok Joo juga sengaja melemparkan tubuhnya padanya. Bok Joo membela diri kalau Joon Hyung yang sudah menciumnya.

Joon Hyung membenarkan tapi bukankah Bok Joo yang memegangi kepalanya dengan keras. Kontan Bok Joo membungkam mulut Joon Hyung sebelum dia membocorkan hal memalukan lainnya.

Joon Hyung melihat jepit rambut yang digunakan oleh Bok Joo. Dia yakin kalau jepit rambut itu digunakan saat Bok Joo menemui kakaknya. Pasti dia mendapatkan pujian saat menggunakan jepit rambut itu. Bok Joo mengelak lagipula dia cuma punya satu jepit rambut. Keduanya langsung cekcok sampai akhirnya Joon Hyung menarik jepit rambut itu dari rambut Bok Joo.

Ia merasa bersalah karena menariknya terlalu keras dan membuat jepit rambutnya rusak. Ia akan menggantikannya dengan yang baru, Joon Hyung meraih tangan Bok Joo namun Bok Joo menolak. Tangannya kasar karena belum pakai krim.

Joon Hyun melihat tangan Bok Joo yang kapalan, ia tetap menggenggam tangannya “Tidak apa-apa. Ini rasanya seperti perawatan akupuntur. Aku menyukainya.”

Di kamarnya, Si Ho terbangun dengan wajah basah oleh keringat. Tubuhnya begitu lemas sampai dia tidak bisa menggapai ponsel yang diletakkan diatas nakas. Ponsel dan obat –nya pun terjatuh ke lantai.

Joon Hyung menyuruh Bok Joo untuk memilih jepit rambutnya. Bok Joo memperingatkan supaya Joon Hyung jangan gampang cemburuan seperti itu, Jae Yi hanyalah masa lalu. Ia tidak menyukai seseorang yang kekanak – kanakan. Tetap saja, Joon Hyung tidak terima apalagi dia melihat bagaimana Bok Joo menangisi Hyung –nya.

Ia mengambil salah satu jepit rambut babi “Bok Joo, kenapa kau disini?”

Bok Joo tidak menanggapi dan memilih jepit rambut besar. Joon Hyung tidak terlalu suka kemudian memilihkan jepit rambut lain bergambar stroberi. Ia memujinya yang tampak cantik (meskipun belum melihatnya pakai jepir rambut).


Bok Joo masuk ke kamarnya dengan riang namun keriangan Bok Joo langsung lenyap saat menemukan Si Ho tergeletak dilantai dengan botol obat disampingnya. Ia berteriak – teriak meminta bantuan sampai akhirnya ambulans datang dan membawa Si Ho.


Joon Hyung menerima kabar kalau Si Ho masuk rumah sakit akibat percobaan bunuh diri. Ia pun bergegas menemuinya. Dokter mengira kalau Joon Hyung adalah wali dari Si Ho, dia memberitahukan bahwa Si Ho sepertinya tidak berniat bunuh diri. Dia sangat lemah karena kekurangan gizi dan enzim hatinya meningkat. Dia menderita bulimia dan anoreksia.

Tidak lama kemudian, keluarga Si Oh datang. Mereka langsung memeluknya dengan penuh kekhawatiran. Si Oh tersadar mendapati Si On dan Ibunya sudah ada disana. Joon Hyung buru – buru menyingkir dan membiarkan mereka ngobrol.

Bok Joo datang ke rumah sakit dengan panik, ia berpapasan dengan Joon Hyung dan menanyakan kondisi Si Ho. Joon Hyung menyuruhnya jangan khawatir karena Si Ho tidak dalam kondisi kritis. Dia juga tidak berniat bunuh diri melainkan punya kelainan selera makan.

Bok Joo menyalahkan dirinya sendiri yang tidak memberitahukan kondisi Si Ho yang tidak enak badan. Ia memukuli kepalanya sendiri dengan sebal, Joon Hyung langsung menghentikannya “Hentikan. Kepalamu tidak salah apapun.”

Sesampainya di kamar asrama, Joon Hyung mengecek ponselnya dan menemukan panggilan tidak terjawab dari Si Ho. Ia ingat saat dia dan Bok Joo sedang memilih jepit rambut, ia mengabaikan panggilan darinya.

Didepan sebuah bar, Profesor Yoon membantu Tuan Kim keluar dan mengajaknya berjanji untuk kembali memperkerjakan Pelatih Choi. Tuan Kim yang sudah kepalang mabuk pun mengiyakan seketika itu juga. Profesor Yoon juga mengajaknya untuk berjanji jari kelingking sebelum pergi.

Profesor Yoon membuka dompetnya, isinya sudah kosong menyisakan satu lembar uang 2ribu won. Mau bagaimana lagi, ia terpaksa pulang sambil sempoyongan, dia bertekad untuk bisa mengembalikan posisi pelatih pada Pelatih Choi.

Keesokan harinya, Joon Hyung menemui Si Ho yang sedang sendirian di rumah sakit. Adiknya sedang sekolah dan Ibunya bekerja sehingga tidak seorang pun menemaninya. Karena takut mengganggu pasien lain, Si Ho mengajak Joon Hyung untuk bicara diluar.

Joon Hyung segera meminta maaf karena sebelumnya dia sudah mengabaikan panggilan Si Ho, dia tidak tahu kalau Si Ho sakit. Tidak apa – apa, Si Ho merasa ini adalah kesalahannya yang tidak menjaga tubuhnya sendiri.

Si Ho merasa baru kemarin tapi setelah mengalami saat – saat hampir mati membuatnya sadar waktu berjalan dengan cepat. Selama ini ia selalu merasa bergantung pada olahraga dan berusaha keras dengan sikap kompetitif. Ia sadar bahwa ia sedang terpuruk. Sebelumnya ia berlatih seperti sedang berada di ujung tebing namun sekarang ia akan melakukan dengan lebih santai dan tanpa beban.

Si Ho mengajak Joon Hyung untuk berteman. Mereka berdua pun bersalaman sebagai lembaran baru untuk pertemanan mereka. Joon Hyung tanya kapan Si Ho akan keluar? Si Ho bilang kalau fisiknya sudah baik tapi kesehatan mentalnya masih agak terganggu sehingga ia akan bertemu dengan psikiater dulu.


Ah.. Joon Hyung kenal dengan salah seorang psikiater kenalannya. Ia adalah psikiater yang hebat.

0 Response to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 13 Bagian 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^