SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 11 Bagian 1

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 11 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC

Profesor Yoon mengabarkan pada Ayah bahwa dia sudah membuat alasan pada asosiasi angkat besi kalau Bok Joo sakit setelah kompetisi. Mereka akan mengubah jadwal pertemuannya lagi. Ayah meminta maaf karena ulah Bok Joo sudah membuat segalanya menjadi rumit. Profesor Yoon tidak mempermasalahkannya, dia tahu Bok Joo kecewa karena insiden Pelatih Choi. Teman – teman Bok Joo juga sedang mencarinya.

Ayah berjanji akan menghubungi Profesor Yoon kalau Bok Joo sudah kembali.

Bok Joo pulang ke rumahnya dengan lesu. Sudah barang tentu Ayah dan Dae Ho memarahinya, dia menyuruh Bok Joo untuk menghubungi Profesor Yoon sekarang juga. Dengan lemas, Bok Joo mengaku tidak menyukai angkat besi. Dia tidak mau melakukan angkat besi lagi.

“Apa.. apa yang tidak kau suka? Apa yang tidak ingin kau lakukan?” bentak Ayah meminta penjelasan.

Tidak perduli apapun yang orang lain katakan tentang anehnya seorang gadis yang mengangkat besi, Bok Joo tetap saja menyukainya. Dia menyukai bau besi barbel, dia suka dengan bau bubuk kapur. Tapi sekarang... Bok Joo tidak menyukainya lagi. Dia membencinya. Bok Joo menangis, dia tidak ingin melakukannya. Apa yang harus ia lakukan ayah?

Ayah diam tidak bisa menjawab.
 
Tae Kwon menegur Joon Hyung yang terus termenung entah memikirkan apa. Sementara Joon Hyung terus saja bergulat dengan pikirannya sendiri, ia teringat akan tangisan Bok Joo barusan. Ia yang tak tahan melihat tangisan itu pun akhirnya memberikan pelukan hangat pada Bok Joo.

“Kau sekarang banyak rahasia yah, apa kau berkencan dengan seseorang?” tanya Tae Kwon.


Joon Hyun melirik ke arah kodok kertas di atas nakas. Itu adalah jimat keberuntungan yang diberikan oleh Bok Joo padanya. Ia pun meraih kodok kertas sembari mengenang kembali kebersamaan mereka.

“Sepertinya aku jatuh cinta, jatuh cinta padanya.” Ucap Joon Hyung dengan senyum lebar.
EPISODE 11: Ini Berakhir, Ini Belum Berakhir

Suasana sarapan di rumah Bok Joo sangat sepi. Hanya Dae Ho yang mau berbicara menyindir kakaknya yang hanya memberikan dua potong daging pada sup dagingnya, sangat kontras dengan sup yang diberikan pada Bok Joo. Kakaknya benar – benar tidak malu menunjukkan sikap pilih kasih.

Ayah tidak menjawab kemudian berjalan ke kamarnya. Bok Joo juga tidak bersemangat, ia kembali ke kamarnya juga. Dae Ho berdecak heran kemudian menukar mangkuk supnya dengan mangkuk sup Bok Joo.


Ayah menemui Profesor Yoon untuk menceritakan perihal Bok Joo. Tak biasanya dia mengatakan betapa sulitnya menjadi angkat besi. Profesor Yoon yakin kalau Bok Joo mengalami masa keterpurukan paling tidak sekali pada setiap atlet. Dia tidak bersemangat setelah kompetisi berakhir, apalagi ditambah dengan masalah Pelatih Yoon.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Ayah.


Bok Joo bermalas – malasan di kamarnya. Ayah membuka pintu kemudian menyuruh Bok Joo pergi ke asrama dan mengepak barang – barang yang dibutuhkannya.

Bok Joo sudah berada di asrama membereskan barang – barang. Nan Hee dan Sun Ok penasaran kenapa Bok Joo tiba – tiba ingin ambil cuti? Kemarin dia juga menghilang tanpa kabar. Apa dia sakit?

“Dengarkan. Aku butuh waktu untuk memikirkan sesuatu. Kenapa aku melakukan angkat besi? Apa artinya angkat besi dalam hidupku? Apakah aku melakukannya karena aku menyukainya?”

Nan Hee tidak suka mendengarkan ucapan Bok Joo, memangnya kalau dia tidak suka maka dia akan keluar? Dia pengkhianat. Kenapa dia melakukannya tanpa berdiskusi lebih dulu? Kemarin Pelatih Choi pergi dan sekarang Bok Joo.

Sun Ok mencoba menenangkan Nan Hee, lagipula Bok Joo tidak akan pergi. Dia hanya mengambil cuti saja. Dengan sedih, Bok Joo meminta maaf pada keduanya sahabatnya.

Si Ho masuk ke kamar dan melihat Bok Joo membenahi barang – barangnya “Kau mau pergi ke suatu tempat?”

Bok Joo diam tak menjawab.


Sebelum meninggalkan asrama, Bok Joo menghubungi Joon Hyung lebih dulu. Joon Hyung langsung mengangkat panggilannya, apa kau baik – baik saja?

Tidak, Bok Joo tidak baik – baik saja. Dia akan cuti selama musim dingin. Dia pikir ia harus menghubungi Joon Hyung dulu sebelum pergi. Terimakasih atas semuanya. Semoga latihanmu lancar.

Bok Joo juga menghubungi Woon Ki untuk memberitahukan bahwa dia akan ambil cuti. Dan saat ia membaca grup chat, teman – teman angkat besi ribut akan cutinya. Ada yang menanyakan alasannya dan ada juga yang iri pengin cuti. Bok Joo tidak membalas pesan chat, ia hanya menghembuskan nafas berat dan berjalan meninggalkan asrama.

Joon Hyung terkejut karena Bok Joo bilang akan cuti, dia pun mencari keberadaanya. Dia sampai pergi ke Ayam Bok dan menemukan Bok Joo sedang berjalan pulang membawa dua kantung plastik. Wah.. dia memang sepertinya terlahir untuk menemukan Bok Joo. Ia membawa salah satu plastik yang dibawa Bok Joo dan mengajaknya pergi.


Joon Hyung memakan bungeoppang bawaan Bok Joo, apa dia sengaja pergi ke persimpangan hanya untuk membeli ini? Bok Joo membenarkan. Ayah menyukainya, ia rasa ayah sangat kecewa sampai tidak makan pagi.

“Apa kau perlu untuk mengambil cuti latihan? Memangnya sangat sulit?”

Sesungguhnya tidak terlalu sulit, Bok Joo hanya kehilangan motivasi saja. Joon Hyung bertanya apa yang akan Bok Joo lakukan saat libur?

“Aku mungkin akan membantu ayah di restoran atau tidur sepanjang hari. Aku akan pergi ke gunung dan melatih semangatku.”

“Kau tidak boleh naik gunung. Tetap berada di kota, jangan sampai menghilang dari jangkauanku. Jangan pergi terlalu jauh juga. Kalau kau bosan telfon aku. Aku akan jalan – jalan denganmu. Kau bisa menelfonku saat tidak bosan juga. Aku akan selalu siap!”

Joon Hyung menyemangatinya kemudian menyuruh dia menghubunginya setelah dan sesudah makan siang. Telfon juga setelah dan sebelum makan malam. Bok Joo tentu keberatan namun Joon Hyung memberi isyarat supaya dia tidak membantah, dia juga menyuruhnya menghubungi jam 7 pagi dan 7 malam.

“Kim Bok Joo, swag!”

Bok Joo mengatai Joon Hyung yang tidak berkembang dalam mengatakan “swag”. Joon Hyung pun akhirnya berulang kali mengucapkan kata swag.


Sesampainya di asrama, Joon Hyung masih terus berlatih mengucapkan kata Swag. Si Ho berpapasan dengannya kemudian bertanya kenapa Bok Joo meninggalkan asrama? Apakah dia keluar?

Joon Hyung membalas sinis “Kenapa? Bukankah itu yang kau harapkan?”

“Bukan begitu. Aku tidak begitu membencinya. Aku juga teman sekamarnya.”

“Kau memang teman sekamar yang baik.” Sindir Joon Hyung meninggalkan Si Ho.

Malam harinya, Joon Hyung menatap ponselnya menunggu panggilan dari seseorang. Tapi saking lamanya menunggu, dia sampai geregetan sendiri dan menyembunyikan ponsel dibawa bantal. Dia merebahkan diri sambil memikirkan sesuatu.

Di tempat yang berbeda, Bok Joo juga tengah memikirkan sesuatu. Keduanya sama – sama belum bisa tidur dengan tenang.

-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 11 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^