SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 9 Bagian 1

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 9 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC

Joon Hyung buru – buru menutupi kebohongan Bok Joo dan memanggilnya, kenapa dia datang kesekolahnya tanpa menghubunginya lebih dulu? Joon Hyung bilang pada Jae Yi kalau Bok Joo datang kesekolahannya untuk mengucapkan selamat tinggal.

Jae Yi masih diam memperhatikan mereka. Agak tidak percaya.

“Sejujurnya...” ucap Bok Joo dengan tertunduk.

Joon Hyung komat – kamit meminta Bok Joo untuk tidak mengungkapkan kebohongannya. Namun Bok Joo sudah membulatkan pikiran, dengan malu dia mengaku kalau sebenarnya dia sekolah disini. Dia di bagian angkat besi. Dia bohong masalah cello dan sekolah keluar negeri.

Bok Joo kabur dengan sedihnya.

Joon Hyung akhirnya bertanggung jawab untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dia juga terkejut saat melihat Bok Joo di klinik tapi Bok Joo memohon supaya merahasiakan kalau dia atlet angkat besi. Jae Yi masih bingung dengan segalanya, seharusnya Joon Hyung memberikan petunjuk padanya. Tapi apa alasan Bok Joo berbohong dan datang ke kliniknya?

“Mungkin dia ingin menurunkan berat badannya. Sepertinya akhir-akhir ini dia menyukai seseorang. Dia juga seorang wanita.” Jelas Joon Hyung setelah berfikir sejenak.

Cukup masuk akal, Jae Yi tersenyum kecil saat mendengar alasan tersebut.

Tapi Bok Joo mengalami masa sulit karena dia ketahuan. Bok Joo dimarahi oleh Profesor, Pelatih dan juga Ayahnya. Jae Yi merasa bersalah, dia atlet yang membutuhkan tenaga tapi dirinya malah membuat Bok Joo diet.

Joon Hyung rasa ini semua salah Bok Joo yang sudah berbohong. Tapi semuanya sudah berakhir, Bok Joo berkata akan pergi ke luar negeri karena dia tidak akan datang ke klinik. Lupakan saja, ini semua sudah selesai sekarang.

“Tapi ngomong – ngomong, siapa pria yang dia sukai?”

“Hyung~” ucap Joon Hyung lemas.

“Apa?”

“Aku lapar.”

Bok Joo khawatir kalau sampai Jae Yi beranggapan dirinya adalah pembohong besar. Ini seharusnya tidak terjadi, apa yang harus ia lakukan?

Dalam rangka membuat kebohongan jadi kenyataan, kau membutuhkan tujuh kebohongan. Sementara sebuah kebohongan membuat kebohongan yang lain, dan kebohongan itu menutupi kebohongan lainnya lagi, aku sudah menjadi mesin pembuat kebohongan. Aku malu pada diriku sendiri.” Tangis Bok Joo didekat kolam.

Episode 9: Keuntungan Cinta Tak Berbalas

Joon Hyung mengkhawatirkan Bok Joo, dia mencari ke segala tempat termasuk kolam permohonan tapi Bok Joo sudah tidak ada disana lagi. Dia mencoba menghubunginya tapi tetap tidak bisa.

Bok Joo melampiaskan kesedihannya dengan berlatih keras sambil berteriak seolah mengeluarkan seluruh emosinya. Dia bolak – balik tanpa lelah menarik ban besar dilapangan.

Nan Hee dan Sun Ok cuma bisa melongo melihat tenaga super Bok Joo malam ini, apa dia baru makan gingseng atau semacamnya? Sun Ok tidak yakin tapi bagaimana kalau Bok Joo bertemu dengan dokter itu meskipun mereka sudah berusaha keras supaya keduanya tidak berpapasan.

“Tidak mungkin. Joon Hyung membawanya keluar dengan aman, kan? Itu yang dikatakan temannya.” Ujar Nan Hee.

Nan Hee menyuruh Sun Ok menghentikan Bok Joo tapi Sun Ok menolaknya, dia tidak bisa mengatasinya karena Bok Joo seperti banteng gila sekarang.

Keduanya pun cuma meneriaki Bok Joo untuk berhenti dari tepi lapangan. Bok Joo belum puas sehingga masih terus berlari dan berlari.


Pelatih senam menyarankan supaya Si Ho tidak terlalu berpusat pada putarannya, tubuhnya menjadi tidak seimbang. Lebih baik mereka bermain aman dan melakukan putaran sebanyak empat kali saja. Si Ho menolak, dia akan terus mencobanya.

“Oke. Teruslah berlatih sekarang, dan kita akan mengurusnya nanti jika kau tidak bisa melakukannya.”

Soo Bin yang tengah berlatih disamping Si Ho pamer melakukan putaran lebih dari empat kali dengan mulus. Temannya berteriak girang menunjukkan apa yang dilakukan Soo Bin pada pelatih. Pelatih menjitaknya supaya dia berlatih latihannya sendiri saja.

“Aku hanya ingin mencobanya. Untuk melihat seberapa sulit itu.” Ucap Soo Bin sambil melirik Si Ho. Si Ho hanya terdiam murung mendengarnya.

Seusai latihan, kaki Si Ho pegal – pegal. Dia harus menemui Si On yang menelfonnya malam – malam. Si On memberitahukan bahwa Ayah sudah pergi dari rumah, katanya dia sudah menemukan pekerjaan di Ulsan. Ibu pergi bekerja tanpa memandang Ayah sama sekali. Orang mulai berdatangan ke rumah untuk membelinya. Lalu apa yang sudah kakak lakukan untuk mereka? Harusnya kakak menghentikan semua ini.

Si Ho sedih “Aku sudah bicara dengan Ibu, tapi...”

Bicara sekali saja tidak cukup! Si On kesal karena seharusnya Si Ho mengancam Ibu, memohonnya untuk berhenti atau melakukan apapun. Ini semua terjadi juga karena senam Si Ho itu.

“Jangan mencariku lagi!” ucap Si On pergi.

Malam sudah larut, tidak ada lagi yang berlatih di lapangan kecuali Bok Joo. Nan Hee dan Sun Ok masih senantiasa menemaninya sambil makan camilan. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin dia tidak puas dengan sesuatu atau apa?

Tenaga Bok Joo sudah habis dan tepar dilapangan, Nan Hee dan Sun Ok segera membantunya bangkit dan memapahnya untuk kembali ke asrama.

Keesokan harinya, Tae Kwon heran kenapa kemarin Joon Hyung menyuruhnya menjauhkan Bok Joo dari kakaknya. Apa yang terjadi hingga pria sejati seperti kakak Joon Hyung tidak boleh bertemu dengan Bok Joo?

Joon Hyung menolak untuk memberitahukan alasannya, lagipula kalau dia tahu pun tidak akan menguntungkan untuknya.

Selepas latihan, Tae Kwon mengancam tidak akan memberitahukan acara spesial yang akan dia adakan. Silahkan saja, toh Joon Hyung tidak penasaran sama sekali.

“Ini sebuah kencan 3 pasangan. Mereka ratunya Universitas Wanita Sukyoung. Salah satu dari mereka adalah temanku di media sosial. Dia benar-benar cantik. Dia fotogenic seperti selebriti. Bagaimana?” beber Tae Kwon melupakan ancamannya barusan.

Joon Hyung tidak perduli karena dia tidak mempercayai ucapan Tae Kwon.

Tanpa sengaja, keduanya berpapasan dengan Si Ho. Tapi mood Si Ho benar – benar buruk, dia mengabaikan Joon Hyung dan berjalan melewatinya begitu saja. Joon Hyung sampai heran dengan perubahan sikap Si Ho.

Bok Joo berlatih ekstra keras sebelum menjalani kompetisi. Pelatih Choi menyuruhnya untuk menguatkan otot perut dan lebih fokus dalam berlatih.

Profesor Yoon datang dan menyuruh Pelatih Choi untuk membiarkan Bok Joo dan Woon Gi pulang ke rumah lebih cepat. Pelatih Choi agak sangsi soalnya mereka berdua masih kekurangan berat badan dan membutuhkan banyak tenaga. Meka tidak bisa santai.

Karena itulah, Profesor Yoon ingin mengirim mereka ke rumah supaya bisa makan makanan bergizi.

Profesor Yoon memperingatkan supaya keduanya makan yang banyak dan tidak usah memperdulikan rasanya. Woon Gi harus naik 1 kg sedangkan Bok Joo 1,5 kg. Pergilah mencari udara segar.

Dalam perjalanan kembali, Woon Gi memberi saran supaya Bok Joo makan banyak protein supaya mudah menaikkan berat badan. Tambahkan telur dan buat roti menggunakan itu. Bok Joo mengerti dan akan melalukannya. Ia bertanya apakah sunbae mau langsung pulang kerumah?

“Belum. Seseorang akan menjemputku.” Ucap Woon Gi.

Tak jauh dari sana, ada seorang ibu yang menggendong bayinya. Dia dimarahi oleh supir taksi karena sudah mengotori kursi penumpang dengan bubuk susu bayi. Woon Gi dikejauhan melihat wanita itu dan buru – buru pamit pada Bok Joo.


Ketiga teman blind date yang diundang oleh Tae Kwon sangat penasaran dengan Joon Hyung dan mengabaikan dua pria disampingnya. Tae Kwon mencoba PDKT dengan mereka tapi ketiganya menjawab dengan sinis.

Mereka tanya pada Joon Hyung, apakah dia bisa sependiam ini?

“Iya. Dibandingkan dengannya (Tae Kwon).”

“Kau bertanding di kategori apa? Jarak pendek?”

“Ya. Makanya aku tidak banyak omong.”

Mereka bertiga makin kagum dan kelepek – kelepek oleh Joon Hyung.



Tapi Joon Hyung tidak perduli, ia buru – buru permisi saat mendapatkan telefon dari Bok Joo. Ia menyindir Bok Joo yang sepertinya sangat sibuk sampai baru menghubunginya setelah mengabaikan tiga panggilannya. Bok Joo minta maaf, dia bertanya bagaimana dengan reaksi Jae Yi saat mengetahui kebohongannya?

Joon Hyung yakin kalau Bok Joo gatal ingin tanya soal ini dari kemarin. Dia bertanya dimana Bok Joo sekarang?

Ia pun langsung melambai pada Tae Kwon, pamit dari acara blind date membosankan tersebut.


Bok Joo sedang melamun sambil merusak poster yang tertempel di kaca halte. Joon Hyung iseng mengendap – endap ke balik kaca dan mengagetkannya. Bok Joo sontak berteriak terkejut dan Joon Hyung pun tertawa puas.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuat lubang di wajah seseorang yang tidak bersalah?”

“Ini karena aku sudah bosan menunggu.”

Langsung ke topik, Bok Joo kembali bertanya tentang reaksi Dokter Jung atas kebohongannya. Dokter Jung pasti berfikir kalau dia gila dan bodoh. Joon Hyung meyakinkan kalau Jae Yi hanya kebingungan menemukan pasiennya adalah seorang atlet angkat besi profesional... opss, Joon Hyung keceplosan dan langsung menampar pipinya sendiri.

Joon Hyung sudah menjawab alasan kebohongan Bok Joo, dia bilang kalau Bok Joo menyukai seseorang.

“Apa kau memberitahu siapa orangnya?”

“Aku juga mengerti situasi. Kenapa kau pikir aku akan memberitahu itu padanya?”

Bok Joo kembali sedih, pasti Dokter Jung beranggapan kalau dirinya menyedihkan. Andai saja dia tidak mengatakan kalau dirinya pemain cello dan tidak menjadi pembohong. Parahnya lagi dia pergi konser musik klasik.

Joon Hyung tidak terima karena merasa disalahkan. Bukankah dia bahagia waktu itu? Dia tidak bisa menyalahkannya begitu saja!

“Aku tidak menyalahkanmu. Aku hanya bilang saja.”

Bok Joo berteriak frustasi. Kenapa dirinya sangat tidak beruntung? Dia tidak perduli dengan angkat besi sekarang, dia ingin berubah menjadi asap dan menghilang. Joon Hyung rasa Bok Joo mustahil untuk berubah menjadi asap karena dia terlalu berat.

Sontak Bok Joo meliriknya sengit.

Sorry. Joon Hyung mengaku kalau dirinya memang suka bercanda tapi dia akan berhati – hati mulai saat ini. Dari pada stress, bagaimana kalau mereka pergi untuk melepaskan stresnya?



Mereka bermain sampai Joon Hyung kelelahan. Bok Joo masih bersemangat sambil teriak – teriak seperti sedang kalap. Kalau kalah dia akan menyalahkan mesinnya, dia bahkan memukulnya sampai rusak.


Keduanya diam – diam kabur. Pemilik tempat bermain itu mengetahuinya dan meneriaki mereka.

Joon Hyung ngomel soalnya setiap bersama dengan Bok Joo, dia harus lari – larian terus. Mungkin sebentar lagi dia akan menjadi juara lari. Bok Joo cemberut, dia masih punya banyak stress yang harus dilampiaskan. Bagaimana kalau mereka bermain boxing saja?

Daripada bermain boxing, Joon Hyung mengajaknya untuk minum. Bok Joo kurang yakin karena kalau minum sekarang, mungkin dia akan habis banyak.

Ditempat lain, Si Ho sedang berlatih keras melakukan putarannya. Sampai ia kelelahan dan tanpa sengaja membuat kakinya sendiri terkilir.


Saat sedang menyemprot pegelangan kakinya, Ibunya menelfon dan memberitahukan kalau Si On belum pulang. Dia juga membawa pergi baju – bajunya.

Si Ho pun pergi ke tempat yang gelap dan banyak anak berandalan disana. Dia langsung menyeret Si On keluar meskipun Si On terus merengek tidak mau. Kenapa Si Ho seperti ini? Kenapa dia perduli dengan hidupku? Ini hidupku!

“Maksudmu aku hanya harus diam dan menyaksikan kau menghancurkan hidupmu?”

“Sejak kapan kau sangat tertarik pada hidupku? Jangan bersikap sok perduli!”

Si Ho menghentikan taksi dan mendorong Si On untuk masuk. Si On buru – buru menutup pintunya dan menyuruh supir membawanya pergi meninggalkan Si Ho. Si Ho cuma bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan adiknya yang kekanakan.

Joon Hyung mengomentari cara minum Bok Joo yang seperti orangtua saja. Bok Joo masa bodo, dia tidak punya waktu mengurusi penampilannya saat ini. Joon Hyung pun membantunya menuangkan soju ke dalam gelas.

“Seorang teman harus membantuku melepas stress ketika aku merasa ingin menangis dan membiarkan aku minum ketika aku ingin minum.”

Dia merasa soju hari ini terasa sangat lemah, ini tidak cukup membuatnya mabuk. Ia pun meminta botol soju lagi.

Si Ho berjalan sendirian. Ki Suk berpapasan dengannya dan menyapanya, dia mengaku dalam perjalanan ke tempat billiard. Si Ho yang sedang banyak pikiran meminta izin untuk bergabung bersama mereka. Dia hanya ingin diam melihat saja kok.



Bok Joo bilang kalau dia belum merasa pusing ataupun mabuk. Joon Hyung mengernyit tidak yakin akan hal itu. Bok Joo rasa dia tidak bisa mabuk saat ingin mabuk. Mulai sekarang, ia harus fokus pada latihan karena kemarin sudah teralihkan dengan sesuatu yang tidak masuk akal.

“Hei Joon Hyung, Apa kau tahu ketika sesuatu rasanya mulai terasa salah?”

Joon Hyung tidak tahu.

Meja rias. Seandainya saja Ayah tidak pulang membawa meja rias. Mungkin dia tidak akan pergi ke persimpangan dan bertemu Dokter Jung. Tapi... tidak.. tidak.. lebih tepatnya, ini adalah salah Joon Hyung yang menjadi adik Dokter Jung. Kalau dia bukan adiknya, mungkin semuanya tidak akan serumit ini.

“Hei, kenapa kau menyalahkan semuanya padaku? Apa aku menyuruhmu untuk jatuh cinta padanya?”

Benar juga sih. Bok Joo kembali bertanya, apa kau tahu apa yang sebenarnya menjadi awal mula semua takdir ini?

Joon Hyung mendesis karena Bok Joo mulai nglantur membicarakan takdir. Bok Joo menjelaskan kalau asal muasal takdirnya karena meja rias. Dia pun menjelaskan hal yang sama dengan tadi.

Joon Hyung sadar kalau Bok Joo semakin mabuk dan mengajaknya kembali. Bok Joo menolak, dia lagi – lagi bertanya “apa kau tahu kapan semuanya jadi salah?”

“Ya. Semuanya disebabkan oleh meja rias atau kalau tidak karena aku.”

Bagaimana Joon Hyung bisa tahu? Bok Joo yakin kalau IQ –nya mungkin diatas 100. Saat sedang ngoceh sana – sini, Bok Joo pingsan dan Joon Hyung panik menahan tubuhnya yang hampir jatuh ke lantai.

e)(o

1 Response to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 9 Bagian 1"

  1. Fighting, makasih ya, dan di tunggu sinopsis ep. 9 bagian 2 nya 😀😀😁

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^