SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 5 Bagian 1

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 5 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC


Betapa terkejutnya Bok Joo ketika harus bertemu dengan Joon Hyung di klinik. Ia pun langsung menyela ucapannya dan mengatakan pada Jae Yi bahwa mereka adalah teman SD dulu. Ia tak menyangka mereka bisa bertemu lagi setelah sekian lamanya.

Jae Yi tak menyangka kalau dunia memang sesempit itu. “Dia adalah Cellist yang aku katakan sebelumnya. Dia adalah Kim Bok Joo.” Ujar Jae Yi pada Joon Hyung.

Joon Hyung sempat cengo beberapa saat sampai akhirnya Bok Joo memberi kode kedipan mata. Joon Hyung pun mengerti, dia langsung meledeknya sekalian dengan mangatakan bahwa Bok Joo memanglah jenius musik sejak kecil. Dia juga pandai menyanyi.

“Kau pasti dekat sampai tahu sedetil itu.” Komentar Jae Yi.

Joon Hyung membenarkan dan merangkul Bok Joo dengan usilnya. Tatapannya terus tertuju padanya, meledek. Jae Yi merasa kalau mereka memiliki ikatan kuat bahkan Bok Joo satu sekolah dengan adiknya.


“Bagaimana kau bisa bermain cello?” Joon Hyung mengangkat kedua tangannya menunjukkan otot.

“Dia juga kuat.” Tambah Jae Yi.

“Seorang cellist pasti sama kuatnya dengan pemain angkat besi.” Sindir Joon Hyung.

Keluarnya dari klinik, Bok Joo masih bergidik ngeri setelah pertemuan dadakan mereka. Ini pasti hanyalah mimpi, hal semacam ini tak akan mungkin bisa terjadi. Mereka berdua tak mirip satu sama lain, ini hal yang paling absurd!

“Cellist Kim Bok Joo! Tunggu aku! Aku pikir kita menuju ke tempat yang sama!” teriak Joon Hyung.
Episode 5: I'm Happy Because I'm a Woman


Mereka berdua akhirnya jalan pulang bareng. Joon Hyung masih bertanya – tanya soal Bok Joo yang mengaku sebagai pemain cello. Memang lengannya lebih cocok sebagai pemain cello, violin atau flute sih sebenernya.

“Berhenti bersikap sok tahu!”

“Hey, kau kecewa padaku? Kau memanggilku sok tahu karena aku memergokimu? Bagaimana kau bisa memanggilku begitu?”

Bok Joo masih belum percaya kalau mereka berdua saudara kandung. Joon Hyung meyakinkan bahwa keduanya memang saudara kandung. Lagipula yang paling aneh disini adalah Bok Joo yang pura – pura menjadi pemain cello. Kenapa dia melakukannya? Dia tak akan berbohong kalau cuma ingin menurunkan berat badan, dia pasti punya maksud tersembunyi. “Apa kau.... jatuh cinta pada kakakku?”

“Tidak mungkin! Jika aku jatuh cinta padanya, aku tak mungkin mau mengeluarkan uang sebanyak itu!”

“lalu kenapa kau mengeluarkan uang dalam jumlah banyak?”

Bok Joo tak bisa mengelak lagi dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Joon Hyung sudah mengerti maksudnya, dia pikir Si Gendut sudah dewasa sekarang. Tapi bukankah akan menjadi masalah kalau atlet angkat besi lain tahu dia pergi ke klinik untuk menurunkan berat badan?

“Kau akan menutup mulutmu kan?”

Joon Hyung menggerakkan tangannya seolah mengunci mulut “Tentu saja. Mengumumkannya tak akan menguntungkan apapun untukku.”

Bok Joo menghela nafas lega.

“Apa kau pikir aku akan tutup mulut? Tak penting untuk merahasiakannya. Aku akan mempertimbangkannya sesuai kelakuanmu.” Joon Hyung berubah pikiran.

Bok Joo kesal dan membuat gerakan seperti ingin memukul Joon Hyung. Joon Hyung langsung bertanya, apakah dia marah?

“Tidak! Aku hanya punya suara berisik.”
Joon Hyung tak mau mendengar kan alasan apapun dan menunjuk bogem Bok Joo sebagai pertanda dia marah. Bok Joo meyakinkan kalau dia benar – benar tak marah. Joon Hyung tak mau mendengarkannya lagi dan pergi dengan wajah cemberut yang dibuat - buat.

Sesampainya di kamar, Bok Joo gelojotan frustasi. Dia tak terima dengan fakta bahwa Jae Yi, orang yang dikaguminya adalah saudara kandung Joon Hyung.

Keesokan harinya, Bok Joo tak begitu semangat saat sedang sarapan. Apalagi saat melihat pembuat ulah sengaja duduk disebelahnya, Joon Hyung. Bok Joo langsung membuat alasan untuk menjauh darinya tapi Joon Hyung menahan tangannya dan memintanya untuk duduk kembali.

Bok Joo pun terpaksa menuruti perkataannya.

Joon Hyung memotong dagingnya tapi dia pura – pura tak bisa memotong. Ia memerintahkan Bok Joo untuk memotongkan makananannya. Bok Joo awalnya melirik sebal tapi tetap menuruti perintahnya dan memotong daging itu dengan mata membara, penuh kebencian.


Tak lama setelah itu, Joon Hyung juga minta diambilkan segelas air. Setengah panah dan setengah dingin. Bok Joo hanya meliriknya dengan tak terima.

“Joon Hyung, kenapa kau tak mengambilnya sendiri? Aku akan mengambilkannya untukmu.” Tawar Tae Kwon.

Bok Joo kepalang sebal, dia melarangnya, dia akan mengambilkannya untuk Joon Young karena dia juga ingin minum. Ia pun memeberikan segelas air minum sesuai permintaan.

Joon Hyung memuji minuman yang dibawakan oleh Book Joo terasa manis. Ia kemudian dengan jahil memberikan sebuah kedipan kilat padanya dan Bok Joo membalas dengan senyuman terpaksa.

Setelah insiden di kantin, Nan Hee dan Sun Ok jadi penasaran dengan hubungan keduanya. Mereka bertanya – tanya kenapa Bok Joo menjadi penurut pada Joon Hyung, bukankan katanya ia membencinya?

“Kau bahkan tak akan mau mengambilkan minum untuk kita berdua. Sesuatu benar – benar terasa aneh.” Tambah Sun Ok.

Bok Joo rasa mengambilkan minum untuk Joon Hyung bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan. Lagipula dia menganggap Joon Hyung tak seburuk itu, mereka tak seharusnya berlebikan karena mereka sudah mahasiswa sekarang.

Tapi Nan Hee pikir Bok Joo yang dari dulu bersikap berlebihan pada Joon Hyung. Dia yang tiba – tiba berubah, kenapa~~~?

“ini bukan karena aku menyukainya atau dia mengetahui rahasiaku. Kalian yang terlalu sensitif.” Elak Bok Joo.

Saat sedang duduk bersantai, Bok Joo menerima sebuah SMS. Ia dengan hati – hati mengatakan pada temannya kalau dia harus pergi ke rumah sakit. Sun Ok menyuruhnya untuk pergi saja, kalau ada sunbae yang menanyakan dia, nanti mereka akan membuatkan alasan.


Joon Hyung selesai berlatih, dia berfikiran untuk kembali ke asrama tapi kalau dia pergi kesana maka Ki Suk akan mengetahuinya.

Tepat saat berfikir, Bok Joo tiba – tiba lewat dihadapannya sambil berlari dengan terburu – buru. Joon Hyung bisa menebak kembana tujuan Bok Joo pergi dan memilih untuk pergi kesana pula.


Diet Bok Joo rupanya belum membuahkan hasil, dia tak mengalami peningkatan berat badan tapi juga tak mengalami penurunan. Memang sulit untuk menurunkan berat badan dengan cara sehat tapi memang mereka tak boleh terlalu serakah.

Oiya, Jae Yi rasa sepertinya Bok Joo tak pernah berubah sejak kecil. Joon Hyung langsung mengenalinya saat pertama kali bertemu dengannya. Bok Joo membenarkan.


“Kalau dia (Joon Hyung) sangat berubah kan?”

“Ya. Aku awalnya tak mengenalinya.”

“Mungkin karena dia tambah tinggi dan kepribadiannya berubah. Dulu dia cukup pendiam ketika kecil.”

“Benar. Sekarang dia licik. Dia selalu berbuat ulah denganku. Aku harap aku bisa memukulnya....”

Jae Yi mengernyit heran, bukankah mereka baru bertemu beberapa menit kemarin?


Mungkin karena benar – benar berubah jadi Bok Joo merasa begitu. Jae Yi membenarkan apalagi sekarang dia sangat tampan, banyak yang mengatakan kalau dia lebih tampan darinya.

“Tidak. Anda jutaan kali lebih tampan darinya.”

Jae Yi tak bisa menyembunyikan kesenangannya karena mendapatkan pujian tapi dia juga tak bisa senang karena memang dalam urusan wajah, dia kalah dari Joon Hyung.

“Anda benar – benar jutaan kali lebih tampan.”

Jae Yi akhirnya berkaca sambil tertawa senang. Pffft.. dia pun mengajak Bok Joo untuk memulai perawatan mereka.

Jae Yi berniat untuk menutup kliniknya karena sudah tak ada janji lagi hari ini. Joon Hyung tiba – tiba datang dan membuat Jae Yi terkejut, kenapa dia datang lagi? Dengan sok polosnya, Joon Hyung menawarkan pergi kalau memang tak boleh datang.

Jae Yi melarangnya, dia senang kok melihat saudaranya datang. Joon Hyung mengingatkan kalau Jae Yi masih berhutang makan malam dengannya, dia akan menagihnya hari ini.

“Seperti yang seseorang katakan, kau memang licik.”

“Siapa? Siapa yang mengatakan aku licik? Siapa?” ucap Joon Hyung melongok ke arah ruang kerja kakaknya.


Tepat saat itulah Bok Joo keluar dan langsung mematung melihat kedatangannya. Keduanya melambaikan tangan saling basa – basi. Joon Hyung mengajaknya untuk ikut makan malam bersama. Bok Joo menolak soalnya dia punya rencana sendiri.

“Baiklah. Aku memang seharusnya punya pembicaraan dengan kakakku. Banyak hal yang ingin aku bicarakan.” Ucap Joon Hyung dengan nada menyindir.

Bok Joo dengan muka datar menghampiri mereka “Mau makan malam dimana?”

-oOo-

3 Responses to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 5 Bagian 1"

  1. Gomawo unnie.. Semangat tulis weightlifting bagian 2 nya lagi y.. Aq akan tetap setia menunggu postingan unni.. Fighting !!!

    ReplyDelete
  2. Tetap semangat unnie!! Aku selalu jd silent reader lho disini

    ReplyDelete
  3. Gomawo... Semangat kerja kerasnya unni,, ditunggu kelanjutannya... 👏🙌😁😘

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^