SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 16 Bagian 1

SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 16 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2

Nan Gil membangunkan Na Ri yang masih bergelut dengan selimut padahal matahari sudah menyingsing tinggi. Dia tidak akan membiarkan Na Ri mengubah siang dengan malam. Mereka harus sarapan bersama kalau ingin disebut sebagai keluarga.

“Kalau begitu keluarga tidak akan ada didunia ini.” Gumam Na Ri masih memejamkan matanya.

Nan Gil menarik selimut Na Ri.


“Aku tidak menyadari sebelumnya, tapi kau sungguh keras kepala.” Rutuk Na Ri.

“Aku juga tidak menyadari sebelumnya, tapi kau tetap tidak tertata.”

“Aku benar – benar cinta pertamamu?”

“Ya, tapi aku baru menyadari realitanya.” Ujar Nan Gil.

Na Ri memohon supaya bisa tidur 10 menit lagi. Nan Gil tidak mau mendengar kata nanti dan langsung membopong Na Ri supaya bangun dari ranjangnya. Na Ri berteriak “Ya. Ya. Turunkan aku!”

Young Gyu tertawa saat sedang sarapan, “Apa mereka perlu melapor ke polisi?”

Tak lama kemudian Na Ri sudah duduk dimeja makan. Ketiga karyawan Dumpling Hong pun buru – buru pamit pergi.

Na Ri makan sambil membaca majalah. Nan Gil langsung mengomentari kebiasaan buruknya, kalau dia memperhatikan sesuatu saat sedang makan, pencernaannya akan terganggu kemudian berat badannya akan naik.

“Berhenti memarahi aku!”

Nan Gil mengajaknya untuk menjenguk ayah setelah makan. Na Ri enggan lagipula Ayah tidak menyukai Nan Gil.

“Aku bilang padanya untuk berubah pikiran karena putrinya sangat mencintaiku.”

“Apa? Aku? Kapan aku mengatakannya? Aku tidak ingat.”

Nan Gil tidak memperdulikan ocehan Na Ri, dia menyuruhnya untuk segera menyelesaikan makan kemudian mencuci piringnya lalu bersiap untuk pergi.

“Lihat? Kau lihat betapa ambisiusnya dirimu?” rutuk Na Ri lagi.


Ayah kurang suka dengan kedatangan Nan Gil, dia bertanya – tanya dimana keberadaan Pengacara Kwon Duk Bong. Na Ri bilang kalau Duk Bong sedang sibuk lagipula mereka hanyalah teman. Ayah mengaku kalau dia hanya ingin tanya kapan masa percobaannya akan dimulai. Dan untuk pengacara Kwon sendiri, Ayah rasa dia pria yang baik dan tampan. Dia melarang Go Nan Gil untuk menjenguknya lagi.

“Ayah.” Tegur Na Ri.

“Kalau anda membutuhkan sesuatu, katakan saja padaku.” Ucap Nan Gil dengan santai dan sopan.

Ayah sampai terkejut dengan sikapnya tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Na Ri jujur mengatakan kalau sebelumnya dia merasa ayah tidak nyaman berada didekatnya tapi sekarang dia sudah mulai terbuka. Tapi kenapa juga Nan Gil tidak bisa bicara dihadapan Ayah? Apa yang akan dia lakukan kalau Ayah pindah tinggal bersama mereka?

Baiklah, Nan Gil akan mengatakan dengan tegas kalau sampai itu terjadi “Ayah, jangan bicarakan soal Duk Bong dihadapanku! Seperti yang sudah anda ketahui, sekarang aku adalah pria –nya Na Ri. Jika anda membuatnya banyak pikiran, aku tidak akan tinggal diam!”

Na Ri tersenyum melihat gaya bicara Nan Gil yang super percaya diri padahal kalau dihadapan ayahnya, dia menjadi diam.


Nan Gil kembali menemui Duk Bong dirumahnya. Duk Bong langsung sinis “Apa? Kau mau mengancamku lagi?”

Nan Gil memberikan buku besar yang asli, dia tidak akan mengancam lagi jadi dia menyuruhnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan Tuan Kwon. Lalu kapan Ayah Na Ri akan keluar dari penjara?

Duk Bong menyuruhnya untuk khawatir dengan dirinya sendiri. Lebih sulit untuk membatalkan hubungan diantara mereka. Dia menyuruhnya untuk menyerah, sekarang dia tidak akan membantunya lagi.

“Aku juga tidak minta bantuan. “

“Kalau begitu tetaplah menjadi Ayahnya kalau kau tidak mau pergi?”

Bukankah seharusnya Duk Bong merasa bersalah pada Ibu Na Ri? Nan Gil yakin kalau Duk Bong tahu betul alasannya sampai menikah dengan Ibu Na Ri. Apa dia takut untuk melawan Ayahnya?

“Itu karena aku tidak ingin menyerah untuk mendapatkan Na Ri.” Jujur Duk Bong.

“Kalian bisa tetap menjadi teman karena aku tidak akan membiarkannya (Duk Bong mendapatkan Na Ri).”

Na Ri sibuk searching mengenai pembatalan pernikahan. Ponselnya berdering mendapatkan SMS dari Nan Gil yang mengajaknya berkencan setelah Dumpling Hong tutup.


Nan Gil berada disebuah toko buku. Seorang pelayan menghampirinya menawarkan bantuan, namun rupanya Nan Gil hanya ingin menempatkan sebuah buku dijajaran buku lain. Pelayan langsung tahu kalau Nan Gil ingin membuat kejutan untuk pacarnya, ia pun memberikan izin.

Buku yang diselipkan Nan Gil berjudul “Langkah Kaki Hong Na Ri”

Dia pulang kerumah untuk menjeput Na Ri, Na Ri sudah bersiap. Ia menengadahkan tangannya, Nan Gil meraih tangan Na Ri tanpa ragu. Keduanya pun berjalan dengan bergandengan tangan.

Nan Gil membawanya ke toko buku. Na Ri bertanya apakah Nan Gil pernah ke tempat ini sebelumnya?

“Pernah.”

“Dengan siapa?”

“Sendirian.”

Na Ri melihat buku yang diselipkan Nan Gil, melihat judulnya pun dia langsung paham kalau Nan Gil yang telah mempersiapkannya. Nan Gil mengaku kalau dia ingin membuat sesuatu yang lebih baik tapi sayangnya dia cuma pintar dalam membuat dumpling.


Na Ri membuka buku buatan Nan Gil. Nan Gil bilang kalau dia mengumpulkan apa yang ditulis oleh Na Ri selama dia bekerja. Na Ri penasaran kenapa Nan Gil memberikan judul bukunya seperti itu?

Nan Gil terinspirasi saat mereka saling tuduh kemudian mengukur jejak kaki mereka sebagai bukti. Na Ri tersenyum tapi dia meminta Nan Gil untuk mengingat kenangan romatis mereka saja.


Nan Gil membuat buku ini supaya Na Ri bisa bekerja lagi. Dia ingin melihat Na Ri melakukan sesuatu yang dia kuasai. Dia tahu kalau Na Ri menulis tentang traveling akhir – akhir ini. Semuanya tidak berjalan baik sehingga dia susah tidur belakangan ini. Tapi lihatlah, sesuatu yang dia tulis selama perjalanannya bekerja hasilnya begitu bagus.

“Apa kau menyuruhku sadar diri dan behenti menulis? Itulah kenapa kau ingin aku kembali bekerja.”

“Tidak, aku menyukainya.”

“Kalau begitu katakan padaku apa yang membuatmu menyukainya.”

Nan Gil sebelumnya belum pernah perjalanan keluar negeri namun ia bisa membayangkannya selama membaca tulisan Na Ri. Na Ri tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas buku pertamanya. Dia sangat tersentuh.

Dalam perjalanan pulang, Na Ri memberitahukan bahwa dia ingin menemui Duk Bong. Nan Gil tidak masalah dan Na Ri juga tidak perlu mengatakan setiap hal yang akan dia lakukan. Tapi memangnya kenapa dia ingin menemuinya?

“Aku ingin menyelesaikan sesuatu.” Ucap Na Ri.

Keesokan harinya, Na Ri menemui Duk Bong. Duk Bong menemuinya dengan terburu – buru, kenapa dia tidak menelfon lebih dulu? Dia jadi menunggu lama. Bukan masalah untuk Na Ri lagipula menyenangkan untuk melihat robot disana. Dan yang lebih menyenangkan lagi karena dia punya teman di kota ini.

“Apa – apaan ini? Ekspresi itu tidak cocok denganmu.”

“Ini aku yang merasa bersalah.”


Duk Bong meminta penjelasan kenapa dia merasa bersalah, katakan saja langsung seperti dia bicara dengan Duk Shim. Sebenarnya, Na Ri merasa bersalah pada Duk Bong sejak pertama kali bertemu. Saat itu, Duk Bong memperkenalkan dirinya namun  Na Ri mengabaikan apa yang dia katakan.

“Apa kau tahu betapa mudah tersinggungnya kau?”

Iya, tapi Na Ri juga merasa Duk Bong bukan orang yang begitu baik. Saat itu dia menawarkan untuk mengungkap rahasia dibalik pernikahan Ibunya dan Nan Gil. Tapi Duk Bong mengaku kalau dia tidak melakukannya tanpa keuntungan.

Na Ri meminta maaf karena tidak bisa menjual propertinya. Duk Bong menyuruhnya tidak usah meminta maaf, dia sudah menyerah layaknya pria dewasa. Dan juga, Na Ri meminta maaf karena sudah membuat Duk Bong terlibat dalam masalah hukum. Dia tahu kalau Duk Bong meninggalkan hukum karena dia tidak menyukainya.

“Terimakasih karena sudah mengerti. Selain itu, aku rasa ada hal lain.” Ujar Duk Bong.


Mereka berdua ingat kalau Duk Bong pernah meminta Na Ri untuk menganggapnya sebagai seorang pria. Na Ri hanya bisa meminta maaf.

“Apa kau tidak pernah mempertimbangkan tentang kita berdua? Sungguh penolakan yang sangat kaku. Setelah dibuang, haruskah aku meninggalkan tempat ini? Aku harusnya keluar saja kerjaan?”

“Jangan katakan kalau kau sudah dibuang.” Pinta Na Ri.

Duk Bong pun mengajaknya untuk berjalan – jalan.


Saat sedang menjual Dumpling, Young Gyu terus murung. Duk Shim bertanya ada apa dengannya? Young Gyu ingat saat dia dengan marah melepaskan jabatannya sebagai pemimpin. Dia menyesal padahal sudah mendapatkan promosi tapi dia menyerah pada posisinya sendiri.

“Young Gyu Oppa, jangan membuatku kecewa.. kau terlihat sangat bagus untuk pertama kalinya.”

Young Gyu semangat “Oppa? Oppa? Oppaa?”

Duk Shim mengabaikan ke –excited –an Young Gyu dan kembali melayani pelanggan.

Saat sedang melayani pelanggan, pengacara kembali datang ke tempat mereka. Young Gyu paham betul dan segera memanggil bos –nya. Pengacara kembali menunjukkan sebuah dokumen, disana dia menunjukkan bukti bahwa Dumpling Hong adalah bangunan ilegal.

Dengan santai Nan Gil berkata “Bangunan ini sudah berdiri lebih dari 20 tahun.”

Young Gyu melihat foto pelanggaran yang dilingkari dan wajahnya tercoret spidol. Dia semakin tidak terima, wajahnya tidak ilegal loh. Minta maaf padaku!

“Apakah Greenland kembali melaporkan kami?” tanya Nan Gil masih santai.

Dalam perjalanan Duk Bong bertanya pada Na Ri, apakah Na Ri beranggapan kalau dia tidak akan pernah mengalahkan Nan Gil? Saat dia memanggil Na Ri untuk menjadi saksi dalam pengadilan. Entah benar atau tidak, Na Ri mendengar mengenai masa kelam Nan Gil. Tapi Na Ri tetap tidak terpengaruh.


Dalam pengadilan, Wan Shik bersaksi tentang masa kelam Nan Gil sebagai gangster yang ditakuti dan Na Ri dengan tenang mendengarkan penuturan tersebut. Duk Bong mengaku kalau dirinya tidak suka mendengar tentang keburukannya sendiri maupun membicarakannya. Tapi tidak lama lagi, keburukan keluarganya akan dipublikasikan dalam pemberintaan. Apakah Na Ri akan terus menganggapnya sebagai Teman Sepermaianannya?

“Tentu saja.”

Young Gyu terus merutuk melihat bangunan dan spanduk yang dianggap ilegal. Tak lama kemudian Na Ri pulang diantar oleh Duk Bong. Young Gyu mendesis sebal sedangkan Nan Gil sih tetap biasa saja.


Young Gyu berlari menghentikan mobil Duk Bong kemudian berbicara padanya “Tuan Robot. Bos tidak bicara apapun untuk mempertahankan harga dirinya. Tapi Greenland mem –bully toko terus – terusan.”
“Apa?” Duk Bong kurang paham.
Young Gyu memberitahukan bahwa Greenland melaporkan toko mereka setidaknya sehari sekali dan hari ini mereka dilaporkan juga dan Bos harus membayar uang ganti rugi dengan jumlah besar.

-oOo-

0 Response to "SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 16 Bagian 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^