SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 16 Bagian 2 (END)

SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 16 Bagian 2 (END)
Sumber gambar dan konten: KBS2

Setelah mengatahui hal tersebut, Duk Bong tanpa ragu lagi menghubungi Asiten Kwon untuk memberikan dokumen penggelapan uang perusahaan pada pihak penyiaran. Asisten Kwon terkejut, bagaimana dengan Ketua Kwon?

Duk Bong akan bicara sendiri pada Ayahnya.

Masalah penggelapan uang sudah dilaporkan ke publik dan Ketua Kwon mengadakan konferensi pers. Wartawan bertanya apakah Ketua Kwon mengakui tuduhan tersebut? Apa berita tersebut memang benar?

Ketua Kwon mengakui kesalahannya, dia berjanji akan bekerja sama dengan penyelidikan dan akan ikut serta menyumbang untuk yayasan anak. Dia meminta maaf karena tidak bisa mengemban kepercayaan yang sudah diberikan oleh warga.


Duk Shim menghela nafas melihat berita tersebut. Young Gyu memberikan semangat dan menunjukkan tanda cinta menggunakan jarinya “Duk Shim, dia tetaplah ayahmu. Semangat!”

Sejenak Duk Shin terkejut mendapatkan tanda cinta dari Young Gyu. Young Gyu buru – buru mengubahnya, maksudnya V sign. Semangat!

Duk Shim tersenyum kecil melihat kelakuannya.



Yeo Joo melihat berita tersebut, dia tersenyum kecil melihat Duk Bong di TV.


Malam harinya, Duk Bong membawa champagne ke rumah Na Ri. Memang agak aneh baginya untuk melakukan kebenaran. Dia mengajak Nan Gil dan Na Ri untuk minum bersama – sama, mereka harus memperbaiki hubungan selama ini.

“Kalian berdua sangat suka memperbaiki hubungan.” Sindir Nan Gil.

Nan Gil dan Duk Bong sudah sedikit mabuk. Duk Bong mulai bicara tentang keburukan Na Ri sedangkan Nan Gil membicarakan kebaikannya.

“Dia bersikap arogan.” Ujar Duk Bong.

“Dia bijak.”

“Dia sedikit berduri.”

“Itu lebih baik dari pada tersenyum sepanjang waktu.”

 “Dia keras kepala.”

“Soalnya dia tahu apa yang dia suka dan tidak suka.”

“Kenapa dia tidak pura – pura cantik?”

“Karena dia sudah cantik.”

Na Ri yang baru datang keheranan, apa yang sedang dia lakukan? Duk Bong mengaku kalau dia sedang bergosip tentang Na Ri. Nan Gil tersenyum lebar dan mengatakan kalau dia sedang membanggakan pacarnya.

Na Ri bahagia mendengar kata “Pacar” dari mulut Nan Gil.

Duk Bong risih melihat kebahagiaan mereka jadi dia akan pamit pergi. Dan lebih baik mereka memperbaiki hubungan mereka. Apa mereka akan tetap menjadi anak dan ayah tiri? Apa mereka suka dengan hubungan mereka saat ini?

“Tidak.” Jawab keduanya berbarengan.

Sebagai seorang teman, Duk Bong akan membantu memperbaiki hubungan mereka. Sampai berjumpa di pengadilan.

“Dia suka sekali memperbaiki hubungan.” Komentar Nan Gil.

Tapi Na Ri sependapat dengan Duk Bong, mereka memang harus memperbaiki hubungan mereka. Nan Gil bertanya, apa tidak apa – apa kalau mereka harus menjalani sidang lagi?
-oOo-


Duk Bong heran melihat Duk Shim dan Yeo Joo sedang bersama – sama. Yeo Joo memberitahukan bahwa Duk Shim meminta bantuannya. Dulu kan Duk Bong minta bantuannya saat Duk Shim kabur dan sekarang sebaliknya. Memang dia ini jembatan penghubung antara kakak dan adik apa?

“Bagaimana kabar ibumu?”

Duk Shim menirukan gaya ibunya yang sakit kepala. Katanya tekanan darahnya naik gara – gara apa yang dilakukan oleh Duk Bong. Duk Bong tersenyum melihat tingkah Duk Shim.

Yeo Joo melihat senyum kecil Duk Bong, ia pun ikut tersenyum kecil karenanya.


Duk Shim pamit pergi setelahnya. Setelah tinggal berdua, Yeo Joo memanggil Duk Bong dengan serius.

“Kenapa? Aku juga risih dengan betapa kerennya aku.”

“Bukan itu. Jangan telfon aku lagi. Katakan pada Duk Shim untuk tidak menghubungiku juga.”

“Baiklah.”

Yeo Joo terkejut karena Duk Bong mengiyakan tanpa komentar apapun. Dia mengingat kembali ucapan Na Ri sunbae padanya kalau dia harus jujur. Jadi dia akan jujur pada Duk Bong, Yeo Joo menyukainya. Jadi jangan telfon dia sebagai teman ataupun sebagai jembatan hubungannya dengan Duk Shim. Kalau sampai dia menelfonnya lagi maka Yeo Joo akan menganggap mereka berkencan.

Duk Bong tertegun menatap Yeo Joo tanpa mengatakan apapun. Yeo Joo sampai salah tingkah karenanya.


Na Ri menjemput ayahnya yang keluar dari penjara. Ayah mengedarkan pandangan mencari Nan Gil tapi dia tidak datang? Karena Ayah tidak suka dengan Nan Gil, jadi Nan Gil tidak datang bersama Na Ri.

“Kapan aku mengatakan kalau aku tidak menyukainya? Dia menjalankan Dumpling Hong dengan baik tanpa aku. Dia lebih baik dari apa yang aku pikirkan.”

Saat Ayah masuk ke toko, Nan Gil langsung memberikan salam. Ayah meminta seragam juga karena dia pemilik Dumpling Hong. Nan Gil langsung mengiyakan tanpa pikir panjang.

“Kenapa kau membutuhkan seragam? Ayah, kau kan tidak bisa membuat Dumpling.”

Nan Gil mendesis memberikan kode supaya Na Ri tidak bicara seperti itu. Ayah tak mempermasalahkan ucapannya, dia akan belajar membuat dumpling.

Ponsel Nan Gil berbunyi dan dia bicara pada orang diseberang telefon. Na Ri menatapnya penuh tanda tanya. Nan Gil memberitahukan kalau tanggal persidangannya sudah ditentukan.

Dalam persidangan, Duk Bong dengan lancar memberitahukan alasan pernikahan antara Nyonya Shim Jung Im yang mencoba untuk menyelamatkan tanah untuk menghormati para korban. Sekarang, tanah itu akan disumbangkan sebagai taman peringatan. Tuan Ko Nan Gil melakukan hal sejauh ini demi menghormati keinginan Nyonya Jung Im. Mereka meregristrasikan pernikahan untuk melindungi tanah tersebut dari tangan Da Da finance.

Hakim menerima alasan tersebut dan pembatalan pernikahan pun disetujui.


Nan Gil berteriak penuh kelegaan di tepian danau “Semuanya telah berakhir!”

Na Ri tersenyum dan mengingat kembali perkenalan pertama mereka dimana Nan Gil mengaku sebagai Ayah tirinya. Kini Na Ri mengulang pertanyaan tersebut “Siapa kau?”

“Ko Nan Gil yang legendaris yang menyukai satu wanita sepanjang hidupnya.”

Setelah semua masalah terselesaikan, Na Ri ingin membuat panggilan satu sama lain. Nan Gil tahu kalau Na Ri sangat memperdulikan hal semacam ini, bagaimana kalau Honey? Chagiya?

Tapi pembicaraan tadi cuma bayangan Na Ri saja. Nan Gil heran melihat senyum Na Ri, apa yang sedang Na Ri pikirkan? Aku tidak akan melakukannya!

Na Ri pun berlari meninggalkan Nan Gil namun Nan Gil menahannya. 

Mereka berdua berjalan ditepian danau dan bermain air sambil bercanda. Saling dorong. Bahkan Nan Gil membopongnya dan mengancam akan menjatuhkannya kedalam air.

Tapi sekali lagi main – main di pinggir danau itu cuma bayangan Na Ri. Nyatanya mereka masih berdiri ditempat sambil berpandangan satu sama lain.

“Aku mencintamu.” Ucap Nan Gil kemudian memeluknya. Erat.
1 Tahun Kemudian

Na Ri kembali menjadi pramugari dan Yeo Joo semakin dekat dengannya. Rekannya yang lain sedang bergosip tentang ramalan tarot mereka. Yeo Joo mengajak Na Ri untuk diramal juga namun Na Ri langsung menolak.

Tak lama kemudian Nan Gil muncul, Yeo Joo berkomentar “Semakin hari Nan Gil semakin tampan, kau pasti khawatir.”

Rekan Na Ri pun buru – buru pamit.

Mereka bergosip, sepertinya setelah Na Ri sunbae kembali bekerja, pria itu selalu menjemputnya. Dia bahkan tidak pernah terlambat sekalipun. Yeo Joo menyuruh mereka untuk tidak meniru pasangan itu, mereka pasangan yang diatas rata – rata. Mereka berdua bahkan tidak pernah bertengkar.

Na Ri mengomentari gaya pakaian Nan Gil yang berlebihan setiap kali menjemputnya. Nan Gil sengaja soalnya dia ingin mempesona Na Ri, jadi dia sudah berhasil sepertinya. Na Ri menyuruhnya untuk menggunakan pakaian santai saja. Nan Gil tidak menjawab, dia terus menatap Na Ri sambil tersenyum. Na Ri jadi heran, apa?

“Kau cantik.”

“Apa yang terjadi padamu? Kita selalu bersama – sama. Ada yang terjadi. Apa ada yang salah dengan restoran?”

Mendengar pikiran negatif Na Ri, Nan Gil menyesal sudah memujinya. Na Ri tersenyum, dia mengajak Nan Gil untuk pergi ke suatu tempat.

Hubungan antara Duk Bong dan Tuan Kwon semakin dingin saja. Tuan Kwon mengatakan kalau perusahaan hancur karena Duk Bong tapi dia merasa aman karena CEO mereka punya panggung untuk berdiri sekarang.

“Apa yang terjadi padamu?” Duk Bong heran.


Tuan Kwon mengaku bersalah. Dia sudah bertemu dengan Suh Young dan dia langsung tunduk padanya. Ia akan merencanakan pernikahan antara Duk Bong dan Suh Young sebagai fondasi untuk penggabungan perusahaan dengan Suh Won grup. Lebih baik mereka segera menentukan tanggalnya.

Duk Bong jelas menolak, jadi mereka akan memecat pegawai? Lagipula dia memperingatkan supaya ayahnya jangan ikut campur masalah pribadinya. Tuan Kwon kesal, mereka tidak sedang beramal. Perusahaan harus menutup kerugian karena Duk Bong.

“Tuan Ketua, apa kau sudah lupa apa yang aku katakan? Dan yang jelas aku juga sudah punya kekasih!”


Tempat yang dituju Na Ri adalah tempat peramal. Nan Gil malas saat diminta mengambil dua buah kartu. Peramal itu membuka kartu yang menunjukkan bahwa Nan Gil adalah seorang legenda.

Na Ri terperangan, ramalannya benar.

Kemudian kartu kedua menunjukkan bahwa bisnis mereka harus dikembangkan. Na Ri semakin yakin dengan peramal itu.


Tapi Nan Gil malah khawatir dan langsung memaksa Na Ri untuk pergi. Na Ri menolak, dia ingin mencoba meramal peruntungannya juga tapi Nan Gil tetap mengajaknya pergi.

Peramal itu keheranan, ia pun iseng membuka salah satu kartu tarot. Kartu itu menunjukkan gambar pria dan wanita. “Mereka jodoh rupanya. Ah.. membuat iri saja.”


Di cafe, Na Ri penasaran dengan apa yang sedang terjadi? Apa yang terjadi dengan restaurant? Kenapa dia langsung kabur saat peramal membahas masalah restauran? Nan Gil tadinya enggan untuk membahas masalah ini sampai akhirnya dia mau bicara “Paman dan Ayah..”

Na Ri langsung punya pikiran buruk, apa yang sudah mereka lakukan kali ini?

“Mereka sudah menandatangani kontrak franchise.”


Jadi ceritanya, ada dua pria dan wanita yang datang ke Dumpling Hong. Mereka berdua takjub dengan ramainya Dumpling Hong kemudian mencicipi dumpling buatan mereka. Keduanya suka dengan rasa yang ditawarkan.

Kemudian mereka berdua bertemu dengan paman dan Ayah. Mereka menandatangani kontrak tanpa sepengetahuan Nan Gil.

Na Ri rasa ini adalah hal terbaik yang dilakukan oleh dua orang itu. Meskipun baru membayangkannya, Na Ri sudah senang kalau sampai Dumpling Hong tersebar dinegara ini.

Duk Bong masih terus kepikiran dengan perjodohan yang dikatakan ayahnya. Ia memutuskan untuk menghubungi Yeo Joo. Yeo Joo dengan jual mahal memperingatkan apa yang sudah ia katakan sebelumnya, apa dia lupa? Dia akan menganggapnya kalau mereka sedang berkencan.

“Kita bisa membicarakannya nanti. Aku membutuhkan sandiwaramu. Skenario balas dendam kali ini.”


“Ya ampun, cuma loser yang melakukan hal seperti itu.” Ujar Yeo Joo.

“Siapa yang kau bilang loser? Kau pikir aku akan melakukannya?”

“Lalu siapa?”

“Ayahku.”

Yeo Joo terkejut. Dia harus menemui Ayah Duk Bong?

Yeo Joo berpakaian rapi sambil membawa bunga dan buah. Ia tampak begitu bahagia sepanjang perjalanan. Sesampainya ditempat janjian, dia memberikan bunga dan buahnya pada Duk Bong.. sekaligus dengan rentetan biaya belanjangnya. Mulai dari baju sampai dan yang lain – lain. Dia meminta Duk Bong segera mengganti semua uang yang sudah ia keluarkan.

“Baiklah.”

Yeo Joo tersenyum “Sudah satu tahun ya. Apa yang harus aku lakukan?”



Duk Bong membawa Yeo Joo menemui Tuan Kwon. Yeo Joo dengan ramah memberikan salam kemudian memperkenalkan dirinya. Duk Shim melongo melihat kedatangannya, daebak.

Ibu terkejut, Yeo Joo sangat mirip dengan Suh Young? Apa dia Suh Young? Tapi bukan, dia sangat mirip.

“Tuan Ketua. Lalu apa yang akan kita lakukan dengan penggabungan perusahaannya?” tanya Duk Bong percaya diri.


Pertemuan keluarga berakhir, Duk Shim masih belum percaya. Apa mereka berdua benar – benar pacaran?

“Tidak.” Jawab Duk Bong.

Tapi Yeo Joo tidak demikian, dia mengangguk pertanda “iya”.

Duk Shim heran dengan jawaban berbeda kedua, tapi terserah mereka sajalah. Dia tidak perduli.

Selepas Duk Shim pergi, Yeo Joo langsung menuntut apa yang sudah dia katakan. Duk Bong sudah menghubunginya jadi mereka harus berkencan,

“Kenapa kita tidak menjadi teman dan mengenal satu sama lain lebih dulu?” tawar Duk Bong.

Yeo Joo sepertinya tidak masalah dan terus tersenyum bahagia.

Nan Gil dan Na Ri duduk ditepian danau. Nan Gil sepertinya akan sibuk mulai sekarang, dia tidak akan bisa bertemu dengan Na Ri ataupun menelfonnya. Na Ri tidak masalah akan hal itu.

“Hanya membuat uang, apakah begitu?”

“Ya.”

“Mungkin aku bertemu wanita lain.”

YAK! Bentak Na Ri seketika.

Hari berlalu, Keduanya kembali ke danau dan mendengarkan musik. Kilas balik akan kenangan kebersamaan mereka selama ini, menjalani hubungan yang penuh naik turun. Kadang bertengkar karena hal kecil. Namun sering juga menjalani moment bahagia bersama.



Saat turun dari penerbangan, kali ini Na Ri tidak dijemput oleh Nan Gil dan menerima pesan bahwa Nan Gil sedang sibuk. Yeo Joo langsung meledeknya kalau akhir – akhir ini sepertinya cukup sulit untuk bertemu Nan Gil.

“Dia sibuk.”

“Aku yakin kalau dia sibuk. Dia juga populer dengan wanita.”

“Bagaimana kau tahu itu.”

Yeo Joo menunjukkan foto – foto Nan Gil di fanspage Dumpling Hong. Kebanyakan disana adalah foto para wanita yang belajar membuat dumpling dan katanya mereka paling suka berfoto dengan Nan Gil. Sekarang kan Dumpling Hong lebih terkenal dibandingkan museum robot Seulgi-ri.

Na Ri pura – pura tidak masalah meskipun dia terlihat agak khawatir.


Mereka berdua belanja kosmetik, Na Ri mengaku senang melihat Nan Gil hidup seperti orang pada umumnya sekarang. Sekarang dia punya banyak teman.

“Aku senang jika sunbae senang. Aku hanya khawatir kalau dia terlalu asik dengan pekerjaannya. Jangan tinggal di Seulgi-ri sendirian. Dapatkan juga tempat di Seoul.”

“Baik. Aku senang dengan segalanya.”

“Aku senang kalau sunbae senang.”

“Apa yang membuatmu senang?”


Yeo Joo bilang kalau pria semacam Nan Gil hanya ada satu diantara satu juga. Jadi dia meminta Na Ri jangan cemburu hanya karena wanita lain menyukainya. Dia pun memeluk Na Ri, ia berterimakasih karena Na Ri telah membuatnya agak sedikit dewasa.

Na Ri tampak tersentuh “Seseorang tidak berubah.”

“Sunbae.” Rengek Yeo Joo.

Setelah berpisah dengan Yeo Joo, Na Ri kembali melihat fanspage Hong Dumpling dan memperhatikan foto Nan Gil. Tapi kali ini dia benar – benar senang, tidak ada rasa cemburu sama sekali.

Nan Gil sibuk men –training orang – orang. Young Gyu menggantikan tugasnya tapi mereka semua malah terpaku pada Nan Gil tanpa memperdulikan ucapan Young Gyu.

Wan Shik datang ke Dumpling Hong “Tempat ini tidak berubah.”

Nan Gil tersenyum menyambutnya, apa dia mau bekerja disini? Wan Shik menolak, mana mau dia bekerja dibawah perintah Nan Gil. Nan Gil pun akhirnya menawarkan dumpling untuk Wan Shik.

Nan Gil berlari keluar Dumpling Hong untuk menjemput Na Ri tapi nyatanya Na Ri sudah sampai duluan. Nan Gil khawatir, kenapa dia tidak pakai taksi? Kenapa jalan kaki? Na Ri mengaku kalau dia sudah naik taksi ke terminal.

“Aku rindu padamu.” Ucap Nan Gil.

“Seberapa besar?”

Setiap kali Nan Gil membuat adonan Dumpling. Dan setiap dia bangun sampai tidur, dia terus merindukannya.

Malam harinya, Na Ri mengaku kalau dia mau tinggal di Seoul. Otomatis Nan Gil melarangnya. Kenapa? Na Ri rasa Nan Gil bukan lagi Ayah tirinya, dia tidak punya hak untuk melarang.

Nan Gil sambil cemberut menyuruh Na Ri untuk minum kopi. Na Ri menolak karena dia tidak bisa tidur kalau minum kopi.


Dia meletakkan kepalanya dipundak Nan Gil kemudian tertidur. Nan Gil semakin cemberut meminum kopi Na Ri, didasar gelasnya tertulis “Maukah kau menikah denganku?” #Gatot.


Rencana selanjutnya, Nan Gil menggunakan topi kerucut sambil memegangi ponselnya bertuliskan ajakan menikah. Tapi saat Na Ri tiba – tiba datang, Nan Gil tak berani menunjukkannya. Rencana kedua pun gagal.

Rencana ketiga, Na Ri terkejut melihat ada boneka di meja pelanggan. Dia menduga kalau boneka itu milik pelanggan. Nan Gil menusuk – nusuk boneka itu, apakah pelanggan akan meninggalkan benda sebesar ini?

Na Ri heran, kenapa juga Nan Gil menusuk – nusuk boneka? Dia besok ada penerbangan jadi dia mau tidur cepat. Na Ri pun pergi.

Nan Gil geregetan dan memukul boneka itu dengan kesal. Ternyata boneka itu bisa mengeluarkan suara “Menikahlah denganku. Menikahlah denganku.”

Na Ri yang berjalan belum jauh bisa mendengar suara si boneka. Dia tersenyum geli tanpa mengomentari apapun.

Beberapa hari kemudian, mereka berdua datang ke sekolah mereka. Nan Gil mengingat kembali perjalanan panjangnya dalam menyukai Na Ri. Mulai dari kecil, remaja, sampai dia menjadi gangster dan tetap mencari waktu untuk melihatnya.

Keduanya bertemu setelah dewasa dan menjalani kehidupan bersama sampai memutuskan untuk berpacaran.


Mereka memasuki sekolah dan Na Ri tertarik dengan gambar buatan Nan Gil semasa kecil. Digambar tersebut, Nan Gil mengajak Na Ri untuk menikah. Nan Gil bilang kalau pertama kalinya dia mencintai Na Ri, dia menyesal. Keduanya kalinya, dia mengira kalau mereka berdua akan berpisah.


Dan akhirnya, dia ingin menghabiskan sepanjang waktu untuk bersama Na Ri. Nan Gil mengeluarkan cincin dari kantungnya, “Maukah kau menikah denganku?”

Na Ri memberikan tangannya dan Nan Gil pun menyisipkan cincin tersebut di jari manis Na Ri.

Ditempat lain, Han Yi dan Joon bertanya – tanya apakah Young Gyu masih berhubungan dengan Duk Shim. Young Gyu yakin kalau Duk Shim hidup dengan baik sekarang, lagipula dirinya juga terkenal diantara para gadis.

Han Yi dan Joon meledek, mereka semua bukanlah gadis melainkan orangtua. Young Gyu masih keras kepala hingga Han Yi dan Joo makin getol meledek.

Kehidupan keluarga Yeo Joo juga semakin membaik. Dia datang ke rumah sakit membawakan kue dan ibu dengan bangga memperkenalkannya pada teman seruangan kalau putrinya seorang pramugari.


Sama halnya dengan keluarga Duk Bong, Tuan Kwon berubah menjadi ayah yang sedikit lebih baik. Tuan Kwon menyuruh Duk Bong untuk segera mengepak barang dan pindah lagipula mereka tidak jadi membangun resort disana.

“Keluarga kita baru baikan. Biarkan aku bebas sekarang.”

Ibu setuju, dia menyarankan supaya Tuan Kwon membebaskan Duk Bong.


Asisten Kwon muncul, Tuan Kwon menyuruhnya untuk menggunakan pakaian lain. Pakaiannya selalu seperti itu. Dengan kaku, Asisten Kwon bilang kalau inilah style –nya.


Ayah dan paman menyetujui hubungan Nan Gil dan Na Ri. Mereka menyarankan supaya keduanya menikah saat musim semi. Nan Gil dan Na Ri tersenyum bahagia.


Mereka menjalankan kehidupan yang menyenangkan, kehidupan bersama – sama yang bahagia. Na Ri juga berlatih membuat dumpling.

“Mencintai seseorang... adalah mencintai orang itu, keluarganya, dan sejarah mereka. Dan mencintai seseorang adalah berjalan dijalan yang sama layaknya keluarga.” – Hong Na Ri.

-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 16 Bagian 2 (END)"

  1. wah gk nyangka udh selesai jga😭😭😭



    oh ya kak msih ditunggu kelanjutannya buat something about 1%😁
    FIGHTINGπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
  2. Kak sumpah demi apa???? ini keren bgt... yg biasanya aku gilaaa bgt nonton drama korea semenjak ada ini, aku jadi lebih tertarik baca sinopsis dari pada nnton hahahahahahah makasih ya :)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^