SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 13 Bagian 1

SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 13 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Nan Gil menghubungi Wan Shik dan akan menemuinya di kantor sendirian. Wan Shik memberitahukan pada anak buahnya bahwa Nan Gil yang legendaris akan datang kesana, mereka harus bersiap.


Na Ri pergi menuju ke rumah sakit Gyeonggi-do untuk mencaritahu perihal ayahnya. Ia bertemu seorang bibi yang bernama Kim Jung Sook. Ia mempersilahkan Na Ri untuk menanyakan apapun padanya.



Seorang pria tua tengah mengambili pakaian dari ruang rawat para pasien. Na Ri berdiri tidak jauh dari sana memperhatikannya dan membandingkan wajah pria tersebut dengan foto dirinya bersama ayah sewaktu kecil.

Na Ri ingat dengan ucapan Bibi Kim Jung Sook bahwa setelah kecelakaan yang dialami ayahnya, kakinya dan matanya terluka. Ia tidak bisa keluar dari tempat ini selama lima tahun, yang ia lakukan hanya terus bekerja ditempat ini.

Penglihatan Ayah Na Ri sepertinya memang memburuk, ia melirik ke arah Na Ri sepintas kemudian melewatinya begitu saja.

Sebelum memasuki kantor Tuan Bae, Nan Gil mengingat ucapan Na Ri yang mengakui perasaannya. Aku mencintaimu.

Aku tidak pernah membayangkan mendengarmu mengatakan kau mencintaiku. Terimakasih.” Batinnya.

Seketika membuka pintu, para gangster langsung mengeroyoknya tanpa ampun. Nan Gil masih bisa menghindar dan bertahan melawan gempuran mereka.

“Aku tidak membayangkan kalau aku akan membuatmu menangis.” Batinnya.

Seseorang dari belakang Nan Gil menghantam botol minuman ke kepalanya. Nan Gil pun terhuyung pusing dengan kepala mengalir darah.

“Maafkan aku..”

Anak buah melaporkan pada Wan Shik bahwa mereka telah menutup semua pintu kecuali pintu depan. Wan Shik tak perduli dengan apapun yang Nan Gil tawarkan, dia harus mati hari ini. Apa mereka tahu tentang legendanya? Tidak ada hal semacam itu.

Wan Shik membuat kontak mata dengan anak buahnya. Anak buahnya itu langsung bangkit untuk melaksanakan sesuatu.


Nan Gil berhasil menerobos ke ruangan Pengacara Kim dan menemukan beberapa orang tengah mengemasi uang serta dokumen penting. Nan Gil langsung memukul mereka semua kemudian mengambil koper berisi catatan penting.

Ia pun bergegas pergi setelahnya namun salah satu diantara mereka memukulkan kursi ke punggung Nan Gil. Nan Gil tampak kesal dan langsung menendang pria yang sudah memukulnya.

Tuan Bae terkejut menerima kabar kalau Nan Gil berhasil mendapatkan catatan penting mereka. Ia pun langsung mencari – cari Wan Shik.

Wan Shik menerima kabar dengan geramnya. Dia salah duga karena mengira Nan Gil akan menemuinya tapi dia malah masuk ke ruangan Pengacara Kim. Ia menyuruh anak buahnya untuk bergerak cepat.

Setelah semua anak buahnya pergi, Wan Shik masuk ke sebuah mobil sendirian. Ia teringat akan ucapan Tuan Bae sebelumnya yang menunjuk ia menjadi CEO Da Da Finance setelah dipenjara selama beberapa tahun. Wan Shik yang tadinya tak tahu apa – apa asal tanda tangan kontrak dan Tuan Bae bilang setidaknya dia harus melakukan sebanyak itu untuk orang tuanya.

Wan Shik tersenyum sinis “Ayah? Benar – benar lelucon.”

Ia pun memerintahkan supirnya untuk memutar balik mobil mereka.

Bibi Jung Sook membawa Na Ri untuk menemui ayahnya yang sedang makan. Bibi memberitahukan bahwa ia sudah membawa Na Ri kemari, Na Ri yang selalu ia mimpikan. Ia menyuruhnya untuk bicara sebanyak mungkin, ia akan menantinya diluar.

Ayah terkejut dan mencoba melihat wajah putrinya, namun penglihatannya membuat ia hanya bisa melihat wajah buram saja. Ia bertanya kenapa Na Ri harus repot – repot menemuinya? Harusnya ia menganggapnya sudah mati saja.

“Kalau begitu seharusnya kau memastikan tidak ada yang bisa menemukanmu.”

Ayah memuji kepintaran Na Ri, ia kemudian memintanya untuk mendekat. Penglihatannya buruk jadi tak bisa melihat dengan jelas.

Aigoo~~ Putrinya begitu cantik. Ayah merasa kalau dirinya memang harus disalahkan. Maafkan aku.. Maafkan aku.. Ayah mengaku kalau dia tengah menunggu orangtua –nya yang sedang menanti (menunggunya meninggal) dan sementara ia menunggu, ia tengah merenungkan dirinya sendiri. Ia menyuruh Na Ri untuk melupakannya dan melanjutkan kehidupannya.

“Aku tidak bisa memaafkanmu karena meninggalkan Ibu dan aku. Tapi aku bersyukur karena kau masih hidup.” Ucap Na Ri tulus.

Nan Gil sudah sempoyongan, ia berjalan menuju ke loker umum dan menyimpan koper yang ia dapatkan disana.

Dalam perjalanan kembali, Nan Gil semakin tak kuasa menahan rasa sakitnya. Ia mencoba bertahan dengan berpegangan pada tiang jalan tapi darah terus mengucur dari tangannya. Mungkin darah itu berasa dari kepala dan punggungnya.



Sampai keesokan harinya, Na Ri pun belum bisa menghubungi Nan Gil. Yeo Joo terkejut saat tahu kalau Na Ri dari semalaman terus berada di ruang bawah dan tak masuk ke kamar. Ia mengajaknya untuk bicara, ia sudah datang sejauh ini demi menemuinya meskipun ia tahu kalau dirinya tak akan disambut baik.

“Aku tidak akan mengatakan apapun kepadamu dan aku tidak ingin mendengar apapun.”

Yeo Joo sebal “Baiklah.”

Joon gelojotan sebal karena tak seorang pun bisa dihubungi, hanya dia seorang diri yang berangkat kerja. Ia pun memutuskan untuk tak membuka toko dan membuat semua pelanggannya marah – marah. Mereka minta dipanggilkan bos –nya.

Sekali lagi Joon meminta maaf. Ia buru – buru masuk kembali ke dalam rumah “Kenapa bos bisa menusukku dari belakang? Aku akan membuat dia membayar untuk kerusakan psikologis.”

Nan Gil dibawa ke rumah sakit dalam keadaan setengah sadar. Dalam pendengarannya terus terngiang ucapan Na Ri.

“Aku mencintaimu, awan yang seperti permen kapas. Aku mencintaimu, bunga-bunga liar yang tersembunyi. Aku mencintaimu, sinar matahari yang memantul di danau. Aku mencintaimu, pohon – pohon tinggi. Maukah kau menikah denganku?”

Kabar mengenai Da Da Finance dalam penyelidikan tahap pertama menyebar, para reporter tengah meliput kondisi kantor dengan para penyidik yang sibuk membawa dokumen – dokumen kantor untuk penyelidikan. Da Da Finance ditemukan memiliki akun palsu untuk melakukan pencucian uang dan melalui pelanggan mereka, mereka bertindak sebagai broker perj*dian ilegal. Polisi tengah mencari keberadaan CEO mereka, Kim Wan Shik.

Tuan Bae yakin kalau Wan Shik tak sudah dengan ide memenjarakannya. Ia pasti akan memilih untuk bekerja sama dengan musuh bebuyutannya, Go Nan Gil. Pengacara Kim yakin Go Nan Gil tengah terluka jadi mereka harus mencarinya diseluruh rumah sakit.

Meskipun begitu, Tuan Bae yakin akan sulit untuk menangkap Nan Gil karena dia sudah mempertaruhkan nyawanya sebelumnya. Yang terpenting mereka harus menangkap Wan Shik lebih dulu. Mereka harus menghajarnya, beraninya dia meletakkan pisau ditenggorokan ayahnya? Taun Bae akan membalas apa yang sudah diperbuatnya.

Akhirnya Joon terpaksa untuk membagikan sample dumpling untuk meredakan kemarahan pelanggan. Untungnya Duk Shim datang dan membantunya membagikan dumpling.

Setelah selesai membagikan dumpling, Duk Shim bertanya apakah Joon bisa membuat dumpling dengan baik? Joon bisa membuatnya. Duk Shim pun mengajaknya untuk bekerjasama membuatnya.

Joon setuju.

“Apa Nan Gil belum kembali?” tanya Na Ri.

Joon membenarkan. Bukan hanya Nan Gil, tapi yang lain juga belum kembali. Mereka bertiga bekerja sebagai tim.


Na Ri pun masuk ke kamar Nan Gil dan menemukan ponsel Nan Gil. Wallpaper yang digunakan Nan Gil adalah foto Na Ri dan Ibu yang tersenyum bahagia. Ia jadi teringat ucapannya kemarin, Nan Gil yang merasa bersalah karena merasa telah membunuh ayah Na Ri.

Na Ri menghela nafas panjang dan mencoba menghubunginya kembali, tapi sekali lagi panggilannya tak mendapatkan jawaban.

Yeo Joo kembali menemui Duk Bong, ia melihatnya sedang mengambil kunci jadi dia menebak kalau Duk Bong akan pergi ke Seoul. Sempurna. Yeo Joo mau ikut menumpang. Duk Bong mengernyit dengan sikap sok dekatnya, ia yakin kalau Yeo Joo sedang berusaha mendekatinya. Kau tahu kalau aku tidak menyukaimu kan?

Tentu saja. Yeo Joo juga sedang tidak mendekatinya. Dia datang kemari karena ingin menemui Na Ri sunbae.

“Lalu kenapa kau kemari?”

“Aku ingin memberitahukan kalau Nan Gil menghilang. Restorannya tutup. Begitu banyak orang datang karena itu, tapi mereka akhirnya harus kembali.”

Bagaimana dengan Na Ri? Duk Bong tampak khawatir. Yeo Joo yakin kalau Na Ri sudah tahu kalau Nan Gil akan menghilang.

Penulis Lee Mi Sun marah – marah karena Dumpling Hong tutup setelah mereka mengumumkan acaranya akan disiarkan. Mi Sun tak mau mendengar alasan apapun dan meminta Joon untuk bicara dengan atasannya. Mereka bisa merusak acara mereka dan sekarang saja website mereka sudah lumpuh.

Terpaksa, Joon tidak bisa mengatakan apapun selain mengiyakan ucapan Penulis Lee.

Joon bertanya pada Na Ri, apa yang akan mereka lakukan? Apa Bos-nya selalu tidak bertanggung jawab seperti ini. Memangnya dia seperti bawang apa, banyak sekali lapisan yang tak ia ketahui.

Na Ri menatap Joon yakin. Nan Gil akan kembali, dia pasti akan kembali kemari.

Dalam perjalanan, Yeo Joo mengaku kalau sebenarnya dia datang kemari untuk meminta maaf pada Na Ri sunbae. Tapi entah kenapa, setiap kali dia melihat wajahnya ia selalu tidak ingin meminta maaf.

Duk Bong menyuruhnya untuk menyadari perasaannya sendiri, sebenarnya dia menyukai atau membenci Na Ri, atau bahkan dia cemburu padanya?

Yeo Joo tidak yakin kalau dirinya bisa punya begitu banyak perasaan untuk seorang wanita. Tapi yang membuat dia penasaran, dia maka sebenarnya Go Nan Gil. Hal paling buruk dari seorang pria adalah pergi jauh dari jangkauan sehabis bertengkar.

“Dia akan segera kembali. Kalau tidak, berarti terjadi sesuatu.” Yakin Duk Bong.

Na Ri terus menanti dirumahnya. Ia berharap supaya Nan Gil cepat kembali, ia akan melakukan apapun yang dia katakan asal dia kembali.

“kembalilah Go Nan Gil.. Kembalilah..”

Suara harapan Na Ri seolah langsung tersalur pada Nan Gil, Nan Gil akhirnya sadar dan dua anak buahnya langsung menghampirinya. Satu hal yang langsung membuat Nan Gil khawatir adalah Dumpling Hong. Meskipun kondisinya belum membaik, ia bersikeras untuk kembali ke restoran. Ia berkata kalau kondisinya akan semakin memburuk kalau jauh dari Dumpling Hong.

-oOo-

2 Responses to "SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 13 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^