SINOPSIS Something About 1% Episode 16 Bagian 2 (END)

SINOPSIS Something About 1% Episode 16 Bagian 2 (END)
Sumber gambar dan konten: DramaX
Dihari berikutnya, Da Hyun mengajar anak – anak dengan perasaan riang gembira. Ia berlatih menari bersama mereka tanpa beban.


Jae In datang ke sekolahan kemudian memberitahukan padanya bahwa media akan segera merilis berita tentang mereka, apa Da Hyun tidak apa – apa? Da Hyun senang karena siswanya sedang libur saat ini, para wartawan tidak akan bersikap kasar pada siswanya kan?

“Siapa yang tahu? Bagaimana kalau kau berhenti saja dan fokus menjaga anak kita.”

Da Hyun mengibaskan handuk yang tengah ia lipat, menunjukkan ketidak-setujuan akan permintaan Jae In. Ia juga menyarankan untuk membuat perjanjian pra – nikah mereka.
Tentu saja, Jae In akan membuat perjanjian resmi yang disahkan oleh notaris dan dalam perjanjian tersebut dia akan mencantumkan bahwa tidak akan ada perceraian diantara mereka. Kedua belah pihak akan tetap bersama sampai maut memisahkan.

Da Hyun menyarankan supaya mereka mencantumkan juga masalah tunjangan dan warisan. Sontak Jae In menolak, mereka tidak memerlukannya karena perceraian adalah hal terlarang.

Dia berdiri menatap Da Hyun “Aku akan memohon, Jangan tinggalkan aku, dan hiduplah bersamaku, ya?”


Ia membimbing Da Hyun untuk duduk di kursi kemudian ia berlutut dihadapannya. Ia menunjukkan cincin simple sebagai tanda lamarannya pada Da Hyun “Ibu Guru Kim Da Hyun, maukah kau menikah denganku?”

Da Hyun tersenyum senang “Ya. Lee Jae In –ssi.”

Jae In pun menyisipkan cincinnya di jari manis Da Hyun. Tanda pengikat dan pemersatu cinta mereka.
Keduanya membahas rencana bulan madu mereka, Da Hyun menyarankan supaya mereka pergi ke Maritius di Afrika atau perjalanan 30 hari ke Hawaii. Jae In menolak kedua saran tersebut, terlalu jauh dan terlalu lama.

“Bagaimana kalau ke Kanada?” Jae In tertegun mendengar saran Da Hyun yang satu ini “Bisakah keluargamu yang ada di Kanada menghadiri pernikahan kita?”

“Mungkin akan sulit.”

Da Hyun menyarankan supaya mereka saja yang pergi kesana. Jae In ragu, apakah Da Hyun tidak masalah dengan hal itu?

“Aku tidak masalah pergi kemanapun, selama kau bersamaku.”

Jawaban Da Hyun membuat senyum lebar terulas diwajah Jae In. Ia membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang dan cinta.

Hyun Jin menyuting acara pernikahan Da Hyun dan menemuinya di ruang ganti. Da Hyun terlibat begitu cantik menggunakan gaun putih. Cantiknya semakin terpancar karena ia tampak sangat bahagia.

Tak lama kemudian Jae In datang, ia juga tampak tampan menggunakan tuxedo hitamnya. Mereka saling melempar tatapan penuh kebahagiaan. Hyun Jin memperingatkan pada Jae In supaya dia bergegas ke altar.

Jae In menghampiri Da Hyun “Kau bisa menemukan jalannya tanpa tersesat kan?”

“Ya, dan ayahku akan berjalan denganku untuk berjaga-jaga.”

Da Hyun tidak bisa menahan tawanya. Jae In ikut tersenyum, apa dia biasanya sebahagia ini? Sejujurnya, dulu Da Hyun penasaran siapa yang akan menikah dengan Raja Iblis seperti Jae In tapi ternyata orang itu malah dirinya sendiri.

Hyun Jin ikut senang melihat kebahagiaan mereka, dia pun menyemangati keduanya untuk saling berciuman.

Waktu berlalu, Da Hyun dan Jae In sudah menikah. Mereka berdua melihat video rekaman moment – moment disaat pernikahannya. Disana Jae In menuruti ucapan Hyun Jin untuk mencium Da Hyun.

Melihat video ciuman mereka, Jae In pun mengecup pipi Da Hyun.
Hyun Jin juga meninggalkan pesan untuk Da Hyun. Dia merasa dikhianati karena Da Hyun telah meninggalkannya dan menikah duluan. Tapi mereka berdua terlihat sangat bahagia dan Da Hyun sangat cantik hari ini. Semoga mereka bahagia.. kalau sampai Jae In membuat Da Hyun sedih maka ia akan menghajarnya.

Dia juga berharap supaya Pangeran Berkuda Putih seperti Jae In muncul dihadapannya.
Tak lama kemudian, Tae Ha muncul ditoko Hyun Jin dengan groginya. Jae In dan Da Hyun terkejut melihat Tae Ha pergi ke tempat Hyun Jin. Tae Ha cari – cari alasan untuk berada ditoko Hyun Jin kemudian mengajaknya pergi.

Hyun Jin tersenyum senang. Ia berlari ke arah kamera yang tengah merekam mereka dan pergi bersama Tae Ha.

Hari – hari Da Hyun terus berlanjut. Ia tetap mengajar di SD. Belajar bahasa inggris. Menyiapkan makanan untuk dirumah dan merangkai bunga. Tak lupa, dia juga masih aktif untuk datang ke panti dan membantu anak – anak disana.
Jae In pun disibukkan dengan urusan kantornya. Disuatu siang, dia menerima pesan dari Da Hyun yang bertanya caranya supaya bisa tidur dengan mata terbuka. Jae In tidak tahu, memangnya kenapa?

Da Hyun mengaku kalau dia mau pergi menonton konser musik klasik. Pfft.. Sontak Jae In ketawa – ketiwi sendiri. Ketua Tim Kang yang ada dihadapannya ikut tertawa tanpa tahu sebab.

Jae In meliriknya dengan muka datar. Ketua Tim Kang langsung menutup mulutnya rapat - rapat.

Jae In membalas pesan Da Hyun supaya dia menahan rasa kantuknya, kalau dia tertidur maka ibu akan memasukkannya dalam daftar hitam. Da Hyun membaca pesan balasan dari Jae In dengan murung. Apalagi disana dia harus bertemu dengan Nyonya – Nyonya yang suka membanggakan diri.

Nyonya itu memuji putrinya yang cukup paham mengenai musik. Lalu musik seperti apa yang Nyonya Da Hyun sukai?

Da Hyun dengan jujur mengatakan bahwa dia menyukai lagu Ji Soo. Dia baru saja mengeluarkan album dan hari ini tampil dalam acara musik, ia sangat berterimakasih kalau ada yang mengirimkan sms dukungan untuknya.

Nyonya Sombong dan Putrinya langsung menyindir selera musik Da Hyun yang ia anggap agak.. kurang bagus. Ibu dengan santai membela Da Hyun, penyanyi itu memang cukup bagus. Yang terpenting dalam musik, bukankah bagaimana si penyanyi menuangkan ketulusannya dalam bermusik, kan?

“Menantuku akan jadi Nyonya di SH Grup. Kami tidak sembarangan memasukkan seseorang dalam keluarga kami hanya karena dia sedikit mengetahui tentang musik.” Ucap Ibu tersenyum pada Da Hyun.

Nyonya dan Putrinya itu langsung buang muka tidak suka.

Malam harinya, Jae In sibuk berkutat dengan laptopnya dan Da Hyun santai berseder sambil membaca buku. Alunan musik klasik menemani keduanya sampai akhirnya Da Hyun tertidur dipundak Jae In. Jae In tersenyum “Permisi.. pasti sulit bagimu yah (mendengarkan musik klasik)?”

Da Hyun membenarkan karena musik klasik itu seperti nina bobo. Tapi dia akan menahannya karena Jae In sudah berjanji akan baik padanya kalau tua nanti.

Jae In tersenyum kemudian menghentikan pekerjaannya, ia menyentuk pipi Da Hyun “Ayo kita tidur saja untuk hari ini. Aku akan baik padamu, mengerti?”

Da Hyun pun tersenyum mendengar ucapan Jae In.

Keesokan harinya, Da Hyun memasukkan barang – barang ke bagasi. Dia masih khawatir kalau barangnya kurang. Jae In rasa sudah lebih dari cukup, lagipula seharusnya liburan saja hari ini. Da Hyun menolak, dia sudah bilang akan jadi relawan di panti bersama Ji Soo. Selain itu, ibu yang telah mengadakan acara ini. Dia rasa akan menyenangkan.

Sebelum pergi, Da Hyun memberikan pelukannya pada Jae In. Jae In tertawa senang kemudian mengecup bibirnya.
Dua Nyonya sedang bergosip, katanya Nyonya Muda SH Grup sedang mengadakan bazar ini. Mereka penasaran yang mana orangnya, mereka harus menemuinya dan mengendalikan wanita itu.

Tapi keduanya terkejut saat tahu kalau wanita sederhana seperti Da Hyun adalah Nyonya Muda SH Grup.

Jae In datang kesana dan Da Hyun segera menawarkan barang jualannya, dia harus menjual semuanya. Jae In rasa kalau dia beli jualan Da Hyun, bukankah itu curang namanya?

Da Hyun tetap merayu supaya Jae In mau membeli barang – barangnya, dia akan mendiskon semuanya. Ia pun memasukkan semua barang kedalam kantung dan memberikannya pada Jae In. Jae In hanya tertawa, ia membayar semua dagangan itu.

“Kau bisa pergi sekarang kan?” tanya Jae In.

Rekan yang dagang bersama Da Hyun pun mempersilahkannya pulang lebih dulu.

Hyun Jin keluar dari SH Mall sambil marah – marah, Tae Ha menyuruhnya datang jauh - jauh hanya untuk membahas hal semacam ini? Tae Ha jadi heran, apa sebenarnya yang membuat Hyun Jin begitu membencinya?

Hyun Jin menegaskan bahwa dia tidak membenci Tae Ha tapi dia juga tidak pernah bilang kalau dia menyukainya. Dan dia juga tidak mau berkencan dengan sembarang orang. Ia menyarankan supaya mereka tidur bersama satu kali saja.

“Kalau kau melakukannya, kau harus menikah denganku, apa tidak apa-apa?”

Tidak! Tolak Hyun dengan tegas.

Bukannya marah, Tae Ha malah semakin terpesona dengan Hyun Jin “Dia berkarisma sekali.”

Dan di hari selanjutkan, Ketua Tim Kang sudah heboh karena berita tentang Nyonya Muda mereka. Videonya selama bazar tersebar dan menjadi viral di internet. Banyak orang yang menyukainya. Jae In terkejut, ia menyuruhnya untuk mengaburkan wajah Da Hyun.

Ketua Tim Kang rasa itu tidak perlu, lagipula karena kejadian ini saham perusahaan naik tajam. Mereka banyak menerima telfon yang meminta interview dengan Da Hyun. Sepertinya ini kekuatan cinta.
Sepulang kerja, Da Hyun menghidangkan minuman dengan wajah kelelahan. Banyak orang mengikutinya, ia pun bersender pada Jae In. Jae In menyarankan supaya ia beristirahat. Apa dia baik – baik saja?

“Tidak. Aku mau istirahat.” Ucap Da Hyun bangkit dari duduknya. Tapi baru beberapa saat berdiri, Da Hyun sudah kembali terduduk, kepalanya pusing.


Dokter memeriksa hasil pemeriksaannya. Apakah dia mengalami stres belakangan ini?

“Tidak.”

Tentu saja! Jae In menyuruh Da Hyun melupakan tentang perhargaan seni dan pertemuan untuk musik klasik. Tidak usah les masak juga. Dia tidak perduli apa yang mereka makan.

“Tidak, dia harus makan dengan baik, terutama pada tiga bulan pertama kehamilannya.”

Jae In dan Da Hyun terkejut, mereka bertatapan satu sama lain. Mata mereka menunjukkan betapa bahagianya saat ini.
Tae Ha menyeret Hyun Jin untuk datang ke sebuah pesta resmi menemaninya. Hyun Jin terus menolak, apa kau sangat menyukaiku?

“Aku menyukaimu.”

Hyun Jin senyum senang, dia akhirnya setuju untuk berkencan. Tapi dia tidak mau kalau harus menikah karena dia punya keinginan menikah.

“Yah, aku akan menikah denganmu.” Balas Tae Ha.

“Dasar kepopuleranku ini.” Ucap Hyun Jin mengibaskan rambutnya. Tae Ha langsung mengepalkan tangannya dengan senang. (tahun baru pacar baru masalahnya. hehehe)
Selain pasangan baru ini, Ketua Tim Kang juga mulai PDKT dengan Deputy Han dan memujinya yang tampak cantik. Deputy Han senang tapi dia berlagak jutek dan berjalan meninggalkannya.

Kakek memberikan kata sambutannya. Dia mengucapkan terimakasih pada semua orang yang telah membantunya hingga dia bertahan sampai saat ini. Dia pun sadar, ada orang yang membantunya dengan tidak tulus dan ada juga yang membantu dengan setulus hati. Menganggap bahwa membantu adalah hal yang sangat mudah dan tidak masalah bagi mereka. orang – orang seperti itu yang telah membuat dunia menjadi layak ditinggali.

(Ia pun mengingat bagaimana Da Hyun membantunya, membantunya dengan setulus hati tanpa pamrih.)

“Aku menyadarinya sekarang bahwa keunikan 1% dari seseorang, bisa menjadi 99% keberuntungan bagi orang lain.”
(Ingat dengan kata – kata Hyun Jin. Mungkin ada seseorang yang punya 99 kebaikan tapi dengan satu keburukan. Namun keburukan itu membuatnya tidak menyukainya. Dan adapula seseorang dengan 1 kebaikan dan 99 keburukan, namun satu kebaikan itulah yang membuatnya jatuh hati. Itu adalah Lee Jae In, dan hanya Da Hyun yang mengetahui pesonanya.)


“Aku harap dunia akan dipenuhi oleh orang-orang seperti itu. Dan sekarang, aku ingin menjadi tipe orang yang spesial. Aku menemukan satu persen istimewa itu di dalam hidupku sekarang. Dan aku berharap kalian semua juga menemukan satu persen spesial itu.”

Semua orang bertepuk tangan untuk Kakek.
Deputy Han bahkan langsung menggandeng tangan Ketua Tim Kang. Yap.. dia sudah menemukan 1% -nya juga :D

Acara selesai, Da Hyun bertanya apakah Jae In tidak apa – apa karena semua kekayaan kakek telah disumbangkan. Jae In tidak masalah karena dia akan mendapatkan kekayaannya sendiri. Bagaimana dengan Da Hyun, apa dia tidak merasa rugi?

“Tidak apa – apa. Lagipula, aku menerima hadiah terhebat dari kakekmu.”

“Apa itu? Kenapa dia memberikannya padamu, tapi tidak padaku?”

Lee Jae In. Hadiah paling berharga yang didapatkan Da Hyun. Kesempatan mereka bertemu hanyalah satu persen tapi berkat satu persen itu, hidupnya telah berubah.

“Itu adalah 99 takdir. Dan sepertinya aku telah menemukan satu persenku.. aku merasa sempurna sekarang.” Ucap Jae In.

“Aku juga.”

Keduanya bertatapan penuh cinta dan Jae In mewujudkannya dalam bentuk ciuman.
-The End-
Gimanaaaa?

Huwaa... aku dapet maknanya banget. Mulai dari quote Hyun Jin itu.. sampai dengan makna dari satu persen yang menjadi judul dari drama ini. Satu persen yang bisa mengubah segalanya.. karena terkadang seseorang bakal melewatkan kesempatan yang memiliki prosentase kecil, padahal kita gak akan tahu hasil apa yang terjadi jika memanfaatkan 1 presen itu dengan sebaik mungkin.

Dan yang bikin melelehnya banget, ucapan Jae In itu loh. Da Hyun menjadi satu persen dari dirinya yang membuat dia sempurna. Heol.. bikin jomblo miris ih :D

Selesai juga kan akhirnya. Terimakasih yang sudah stay terus.. Gomawo!! Maafkeun agak terlambat (bukan agak lagi). Tapi sesuai janji kan, terselesaikan.

16 Responses to "SINOPSIS Something About 1% Episode 16 Bagian 2 (END)"

  1. Hauuuh..pokoknya drama ini tuh kereeeen bgt..bikin move on dri SH

    ReplyDelete
  2. Makasih mba puji u/ sinopsisnya.. semangat terus ya mba.. πŸ˜€πŸ˜€

    ReplyDelete
  3. Akhirnya happy ending unnie jgn lupa hwarang yahhhh

    ReplyDelete
  4. Wahh,, akhirnya selesai juga (gak rela dikit sihh,,). Oh, makasih banyak sinopnya.. Bisa banget pilih filmnya.. (Y). Cari dan gali terus yaa film kren lainnya,, SEMANGAT! Good luck! See you ;)

    ReplyDelete
  5. Akhirnyaaaaa selesai juga.
    Trims mbak ima dan mbak puji.

    ReplyDelete
  6. yaaaaa finally😭😭😭 bkalan susah move on nihπŸ˜‚πŸ˜‚
    quotes nya keren bgt😁😁😁 aku jg telah menemukan 1% yg istimewa dlm hidupku ialah μ΄λ™ν•΄πŸ˜˜ *digampar Elfish*

    ReplyDelete
  7. Makasih mba puji udah menyelesaikan sinopsisnya, suka deh. ��

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah selesai, terima kasih 😊

    ReplyDelete
  9. akhirnya selesai jg terima kasih beda ya kl baca ama nonton.

    ReplyDelete
  10. akhirnya.. happy endingπŸ˜€πŸ˜€ haha.. suka sama hyun jin ama tae haπŸ˜‚ pasangan somplakπŸ˜‚πŸ˜‚ ah.. bakal kangen jae in-da hyun, hyun jin-tae haπŸ˜‚πŸ˜‚ tapi, semoga aku bisa nemuin 1% dr seseorang yg bisa ngebuat hidup aku sempurna, hahaha.
    gomawo kakak udah nulis sinopsisnya, fighting buat sinopsis2 selanjutnya.πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

    ReplyDelete
  11. Tq ya uda menyelesaikan sinopsisnya...trs semangatttt

    ReplyDelete
  12. terimakasih sdh buat sinopsis ini, luar biasa :)

    ReplyDelete
  13. Nyaris tiap hr cek blog ini akhirnya ada jg kejelasan πŸ˜„biarpun udh nonton tp ga klop klw blm bc sinop nya.. Gomawo mba puji you are the best 😊

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^