SINOPSIS Something About 1% Episode 16 Bagian 1

SINOPSIS Something About 1% Episode 16 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: DramaX

Episode 16: Satu Persen Keberuntungan – Orang Yang Membuat Aku Sempurna



Jae In menemui Ibunya pagi – pagi untuk memintanya untuk mengabulkan sebuah permintaan. Ibu sedikit heran dengan keseriusan Jae In kali ini, apa dia mengkhawatirkan masalah rapat pemegang saham bulan depan? Jangan khawatir...

“Aku tidak bisa menyerah atas Da Hyun.”

Ibu terkejut sesaat “Apa kau berkencan lagi dengannya?”

Belum, Jae In ingin mendapatkan restu ibunya lebih dulu. Jika restunya belum didapatkan mereka berdua akan menunggu sampai tua. Jae In mengaku tidak tahan jika harus menyaksikan Da Hyun menikah dengan pria lain.

“Tidakkah kau pikir itu akan sulit?”

Memang, tapi Jae In sudah mengalami putus dengannya dan dia merasa bisa mati jika Da Hyun tidak ada disampingnya. Jadi apapun konsekuensinya, ia pikir akan lebih baik daripada harus berpisah.


Da Hyun grogi menemui camer, dia meminta pendapat akan penampilannya pada Jae In. Jae In bilang cantik lagipula jika penampilannya tidak cantik, Jae In tetap tidak ingin kehilangan Da Hyun. Da Hyun tidak percaya karena mengira Jae In bercanda, ia merasa kalau kalung yang ia dikenakannya kebesaran.

Jae In tersenyum kemudian menangkup wajah Da Hyun “Apa sebenarnya yang kau bicarakan? Kau sungguh terlihat cantik”


“Apa yang kalian lakukan disana?” tegur Ibu. Ia menyuruh Jae In untuk bersikap sopan kemudian menyapa Da Hyun dengan hangat.

Tak lama kemudian, Kakek muncul dan suasana berubah menjadi agak tegang. Tapi Kakek rupanya tidak semenyeramkan itu “Selamat datang, sudah lama tidak bertemu.”

Da Hyun rasa ini pertama kalinya mereka bertemu. Jae In berbisik apakah Da Hyun benar – benar tidak mengingatnya. Da Hyun dengan yakin menjawab tidak.

Kakek memberitahukan bahwa Da Hyun yang telah menyelamatkan nyawanya. Da Hyun sampai tidak percaya, memang apa yang dia lakukan sampai menyelamatkannya? Kakek tidak menjelaskan lebih panjang, ia mempunyai hutang pada Da Hyun. Ia pun memberikan sebuah amplop untuk membalas hutangnya.


Amplop itu berisi beberapa lembar uang dan catatan rumah sakit. Da Hyun ingat dengan kakek yang ia pikir gelandangan. Kakek yang berpenampilan kumal itu kemudian memberikan sebuah apel sebagai ucapan terimakasih.

Da Hyun tersenyum setelah mengingat kejadian itu.


Mereka duduk santai, kakek merasa jika bukan karena pertolongan dari Da Hyun mungkin dia sudah meninggal. Jadi sudah sepantasnya jika dia memberikan kekayaannya pada Da Hyun, bukannya pada anak nakal itu (Jae In). Ia pun menyuruh keduanya segera menyiapkan pernikahan sebelum dirinya mati.

“Ya, Ayah. Aku yakin Jae In lebih terburu – buru daripada Ayah.”

“Ya Ibu.” Jawab Jae In mantap.

Da Hyun jadi malu dan menegur Jae In. Jae In pun membalasnya dengan menunjukkan senyum lebar.


Dalam perjalanan, Jae In penasaran dengan kriteria kedua orangtua untuk bisa meluluskannya menjadi menantu. Da Hyun memberitahukan bahwa mereka menyukai seorang ahli herbal.

Jae In mengernyit tak suka, bukankah Da Hyun anak tunggal? Jadi menantu mereka satu – satunya adalah seorang pria dari SH Grup. Namanya Lee Jae In, sehingga mereka tidak beruntung karena tidak akan ada ahli herbal yang akan menjadi menantu mereka.

Da Hyun tertawa lucu mendengarkan ocehan Jae In.


Tanpa banyak omong, kedua orangtua Da Hyun langsung menolak permintaan restu mereka lagipula Ibu tahunya mereka cuma punya hubungan bisnis saja. Jae In membenarkan bahwa sebelumnya memang ada kontrak diantara mereka tapi semuanya sudah berakhir. Dia akan bersikap baik pada Da Hyun.

“Da Hyun, ayah ingin kau menikah dengan pria biasa. Dia tidak harus seorang ahli herbal!”

“Jae In adalah pria yang baik dan aku menyukainya.” Ujar Da Hyun.



Ibu tahu kalau semua orang yang akan menikah pasti saling mencintai. Tapi hal itu tidak akan sama jika mereka berdua mulai tinggal bersama, perbedaan akan membuat semuanya berubah. Da Hyun akan lelah mencemaskan segalanya!

Ayah tegas menolak, dia menyuruh mereka tidak usah tergesa – gesa dan berkencan sampai usia 30. Dia tidak akan pernah memberikan restu pada mereka. Ayah pun bangkit meninggalkan keduanya.


Saat sudah diluar, Jae In bercanda mengajak Da Hyun untuk kawin lari. Da Hyun menjadi agak sangsi untuk mendapatkan restu kedua orang tuanya. Lebih baik mereka menuruti kata Ayah, berkecan lebih dulu dan tidak usah buru – buru menikah.

“Yah, aku yang terburu-buru.”

“Jae In –ssi.”

Jae In meyakinkan bahwa dia akan mendapatkan restu mereka asalkan Da Hyun tidak pernah berubah pikiran.

Beberapa hari setelahnya, Jae In kembali mendatangi rumah orangtua Da Hyun. Dia mengenalkan dirinya didepan kamera bel namun orangtua Da Hyun langsung menolak kedatangannya dan mematikan lampu depan pintu.

Selanjutnya, Jae In datang lagi. Tapi baru melihat wajahnya saja, Ibu langsung menegaskan bahwa mereka tidak akan berubah pikiran. Dia pun langsung mematikan kamera dan lampu depan pintu.

Usaha Jae In belum pupus sampai disitu, dia kembali datang untuk yang kesekian kalinya. Ibu mulai goyak dengan keteguhan hati Jae In apalagi dia mendengar kalau pria itu sangatlah sibuk tapi dia masih menyempatkan datang berulang kali.

Dengan sebal, Ayah menyuruh Ibu untuk membiarkan Jae In masuk.


Dihadapan Ayah, Jae In mengaku kalau dia mengerti akan kekhawatirannya namun ia yakin jika Da Hyun tidak akan bahagia jika menikah dengan pria lain. Tapi Ayah teguh dengan pendiriannya, dia lebih tenang kalau Da Hyun menikah dengan pria biasa ketimbang pria kaya.

Sepertinya ayah belum tahu jika Jae In dan Da Hyun pernah berpisah tapi mereka berdua tidak bisa saling melupakan. Mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang dan kelelahan.

“Apa kau berusaha untuk bertarung denganku sekarang?”

“Apa kau akan memberikan Da Hyun padaku kalau aku yang menang?” balas Jae In.


Da Hyun pulang ke rumah dengan tergesa – gesa, dia celingukan mencari keberadaan Jae In. 

Ibu menjelaskan bahwa Jae In datang kesini sendiri tanpa ada yang memintanya. Tapi dia kecewa dengan Da Hyun, Ibu hanya melihat wajahnya saat liburan tapi mendengar pria itu berada disana, Da Hyun langsung pulang.

Jae In keluar dari ruangan dengan sempoyongan. Da Hyun segera menahan tubuhnya, dia sudah mabuk dan bau alk*hol sangat menyengat. Jae In memberitahukan bahwa dia telah mendapatkan restunya. Dia sudah mendapatkan restu, ayo menikah!

Ayah sudah tergeletak mabuk di lantai, mereka berdua sepertinya lomba minum.


Da Hyun merebahkan tubuh Jae In dikasur lantai. Memperhatikan wajahnya dengan seksama sembari tersenyum penuh sayang. Bahagia dan mungkin bangga karena Jae In sudah berusaha keras untuk mendapatkan restu kedua orangtuanya.

Ia pun menyelimuti Jae In yang sudah terlelap dalam tidurnya.

e)(o

3 Responses to "SINOPSIS Something About 1% Episode 16 Bagian 1"

  1. yeeee finally di post jga, wah mkin gk sbar nunggu kelanjutannya😁
    author is the best i love u😘
    waiting for next eps.😘😘

    ReplyDelete
  2. Gomawo mbak.. ditunggu lanjutannya yach...fighting!..

    ReplyDelete
  3. gak sabar nunggu kelanjutan nyaaa...semangat Mbaa..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^