SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 3 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: jTBC
(Satu Tahun Yang Lalu)

Grup Band Ji Hoon manggung di rumah sakit, Ji Hoon tampak senang melihat reaksi audiens yang menikmati penampilannya. Saat akan pulang, So Woo menegur Ji Hoon dan mengatakan bahwa rumah sakit ini berbahaya baginya.

“Siswa populer SMA Jeong-guk, relawani ataukah pasien,di bangsal psikiatri sini. Bagaimana kalau orang tahu?” ancam So Woo.


Ji Hoon mempersilahkannya lagipula hidupnya tidak akan memburuk jika orang mengetahuinya. Ia pun menghampiri So Woo, wajahnya yang tegang seketika tersenyum. Rupanya keduanya hanya bercanda. Bagaimana kabarmu?

“Tidak lihat apa yang ku pakai ini?” jawab Ji Hoon menunjukkan seragam pasien yang ia kenakan.

Kembali ke masa sekarang, Ji Hoon sedih mengingat kembali kenangan bersama So Woo. Kepala Han memanggilnya supaya makan makan malam bersama.

“So Woo, dia tidak mati bunuh diri.” Ucap Ji Hoon tiba – tiba.

Seo Yeon menggalau akibat semua peristiwa yang terjadi di sekolahnya. Dan yang membuatnya semakin pusing karena kata – katanya sendiri pada Reporter Park bahwa ia akan mengungkapkan sendiri penyebab kematian So Woo. Seo Yeon menggeleng kasar.

Tak lama berselang, Joon Young mengirimkan pesan untuk bertanya apakah Seo Yeon sudah sampai rumah. Awalnya Seo Yeon hanya ingin mengiyakan saja tapi sebuah ide muncul dikepalanya, ia pun mengajak Joon Young untuk bertemu.

Sontak Joon Young menahan senyum, dia bergegas ganti baju berkali – kali dan bersiap menemui Seo Yeon. Tapi ekspektasi dengan kenyataan memang sungguh berbeda, ia tampaknya kecewa saat mengetahui Seo Yeon mengundang banyak orang untuk bertemu (bukan cuma dia).


Saat ditanya kenapa mereka diundang untuk bertemu, Seo Yeon beralasan kalau ia ingin menemui teman yang membuatnya merasa nyaman. Soo Hee tidak mudah dikelabui, inderanya bisa menebak kalau Seo Yeon punya masalah. Seo Yeon mengaku bahwa dia telah membuat masalah tapi ia meyakinkan bahwa masalah yang ia buat tidak akan berimbas pada mereka.

Soo Hee dan Yoo Jin berjanji untuk berada di pihak Seo Yeon apapun masalahnya. Yoo Jin memintanya untuk menceritakan masalahnya setelah dia siap. Mereka semua adalah kaki tangannya. Soo Hee mengangkat ceker ayam yang sedang mereka makan kemudian mengajak yang lain untuk berjanji.


Detektif Oh kembali menemui Woo Hyuk dan mereka sedang asyik meminum soju. Ia pun langsung menenggak minuman mereka, ia sekali lagi mempertanyakan apa yang mereka lakukan di malam natal. Mereka bertiga kompak bilang sudah lupa. Detektif Oh tidak percaya, kalau memang lupa, mereka juga bisa memberitahunya apa yang mereka lakukan atau dengan siapa mereka pada malam itu.

“Tidak. Kami bertiga bersama – sama.”

Kim Dong Hyun tampak tidak setuju dengan apa yang dikatakan Woo Hyun, dia permisi untuk pergi ke kamar mandi. Woo Hyuk membentaknya untuk tetap duduk. Detektif Oh marah dengan sok –nya yang bersikap semaunya sendiri, ia mendorongnya untuk duduk.

Detektif Oh jadi heran melihat reaksi Woo Hyuk lagipula dia hanya harus menceritakan kebenaran saja, apakah dia setakut itu? Apa dia tidak marah melihat orang – orang terus menuduhnya? Dia tidak punya alibi. Jadi katakan saja dengan siapa, dimana dan apa yang mereka lakukan agar mereka bisa membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

Woo Hyuk balik bertanya apakah Detektif Oh bisa membuktikan kalau mereka tidak bersalah? Ataukah dia punya bukti yang menunjukkan dirinya bersalah? Woo Hyun dengan kesal mengajak kedua temannya pergi.

Sebelum pergi, Dong Hyun berbisik pada Detektif Oh kalau malam itu dia tidak bersama mereka berdua karena dia punya alasan tertentu. Dong Hyun pun buru – buru pergi saat Woo Hyuk memanggilnya.


Sesampainya di kantor polisi, Detektif Oh bergabung bersama Ayah Seo Yeon. Beberapa saat kemudian, ia mendengar seorang Nyonya Kaya sedang ngomel – ngomel. Dia mencari Detektif Oh Joo Hyun yang sedang menangani kasus Lee So Woo.

“Ya, ada masalah?” tanya Detektif Oh.

Ibu Woo Hyuk marah – marah menegaskan bahwa anaknya hanyalah korban. Memangnya bukti apa yang membuat mereka menyiksa anaknya? Lagipula kasus sudah ditutup.

Detektif Oh menjelaskan bahwa mereka dalam tahap penyelidikan ulang, surat tuduhan berfungsi sebagai barang bukti. Ibu Woo Hyuk semakin tidak terima, dia memanggil Pengacara –nya untuk menuntut anak yang sudah mengirimkan surat anonim ke sekolah.

Kepala Sekolah mengadu pada Tuan Han jika dia sangatlah marah dengan kejadian ini. Sebenarnya dia ingin pensiun saja tapi rasanya sangat tidak terhormat. Ia meyakinkan bahwa dirinya benar – benar tidak menerima surat tuduhan. Tuan Han mengerti.

Selepas kepergian Kepala Sekolah, Tuan Han memanggil Sekretaris –nya dan memerintahkan supaya dia menyelidiki alamat yang pengirim surat pada Reporter Han.

Wakil Kepala Sekolah mengumumkan bahwa untuk sementara waktu Kepala Sekolah akan mengambil cuti jadi dia yang akan menggantikannya. Anak – anak mendengarkan pengumuman sambil terkantuk kantuk, ada yang main hape, dandan dll. Yoo Jin ribut saat melihat ponselnya, sepertinya Joo Ri bisa dituntut. Ada orang yang melihat Ibu Woo Hyuk datang ke kantor dan menyebarkan berita ini.

“Wah, satu keluarga gak tahu malu! Padahal siapa tahu putranya memang sudah membunuh seseorang!” ujar Soo Hee.

Guru BK langsung masuk dalam kelas dan memarahinya dan menyuruh dia menyebutkan nama, nilainya akan dikurangi satu poin. Soo Hee terus menolak mengatakan namanya dan Guru BK semakin menambahkan pengurangan poin.

“Apa salah kalau dia berbicara?” sela Seo Yeon.

Guru BK mengatakan bahwa sekolah sedang berusaha menormalkan kembali kondisi sekolah. Bukannya membantu, mereka malah bergosip. Ini semua karena tingkah mereka yang kekanakkan. Melihat kemarahan Guru BK, akhirnya Soo Hee mengatakan namanya.

Yoo Jin dan Seo Yeon pun ikut menyebutkan namanya. Guru BK sempat tertegun, dia kemudian menambahkan pengurangan poin mereka menjadi lima dan menyuruh mereka mengumpulkan surat permintaan maaf.

Seo Yeon masih penuh tanda tanya dan meminta penjelasan dari Guru BK kenapa sekolah menyalahkan muridnya saat semua menjadi seperti ini. Guru BK dengan terang – terangan menyalahkan mereka karena semua terjadi dikelas mereka. Seo Yeon membalas ucapannya, yang salah adalah “sekolah”.

Sontak Guru BK tidak bisa menahan amarah, ia menyuruh Seo Yeon keluar. Seo Yeon menolak meskipun Guru BK menyeretnya. Kalau memang ada yang ingin dikatakan maka katakan saja disini.

Ckrik. Selah satu diantara mereka memotret kejadian mereka, Guru BK semakin kalap. Ia menoleh dan melihat banyak anak sedang mengabadikan kejadian ini. Dia mengancam mereka semua untuk menurunkan ponselnya tapi tidak ada satu anak pun yang bergeming dan terus mengabadikannya.

Guru BK berbalik pada Seo Yeon lagi, dia juga menganggapnya sebagai pengecut yang bersembunyi dibalik sekolah. Dia yang sudah menerima surat tuduhan tapi seolah tidak mengalami apapun.

Seo Yeon sempat tertunduk, namun kemudian ia kembali menegakkan kepalanya. Maka dari itu, dia tidak akan tutup mata lagi. Bukankah mereka semua sangat frutasi saat duduk diam mendengarkan orang dewasa. Mereka berharap orang dewasa akan menyelesaikan semua ini, mereka semua menunggu tapi inilah yang terjadi!

“Bukankah siapa yang menulis, atau yang menerimanya itu tidak penting? Apa yang terjadi pada Cho Rong? Kenapa kepala sekolah membuang surat itu? Mau surat itu benar atau tidak kalau Choi Woo Hyuk melakukan sesuatu pada Lee So Woo? Kalau dipikir-pikir.. bukankah kematian Lee So Woo lah yang menjadi awal mulanya? Kalau memang tidak ada yang memberitahu, ayo kita cari tahu sendiri alasan Lee So Woo meninggal.”

Guru BK kontan menampar Seo Yeon. Joon Hyung pasang badan menghalanginya. Seisi kelas pun menjadi sangat ribut karena kejadian ini.


Joon Young mengajak Seo Yeon yang mengompres wajahnya di UKS untuk pulang. Seo Yeon memintanya untuk menunggu sampai anak – anak pulang semua. Joon Young mengangguk dan menunggunya dengan sabar.

Pulang ke rumah, Ibu langsung mencari Seo Yeon dan menemuinya di kamar. Ayah yang bingung melihat tingkah Ibu pun mengikutinya ke kamar. Dia menunjukkan video yang ia dapatkan pada Seo Yeon, ia meminta penjelasan dengan apa yang terjadi. Kenapa Seo Yeon tidak mengatakannya dan menanggungnya sendiri? Ia meminta Ayah untuk mengatasinya masalah ini dengan hukum.

Seo Yeon menghentikan niatan Ibu dan ia benar – benar mencari tahu mengenai kematian Lee So Woo. Ia akan mengatakan apa yang ingin ia katakan dan mendengar apa yang seharusnya didengar. Ayah menasehatinya supaya membiarkan orang dewasa menangani semua ini.

“Apa aku harus menuruti semua perkataan ayah?”

“Go Seo Yeon!” bentak Ibu.

Seo Yeon tetap teguh dengan pendiriannya apalagi tak seorang pun mendengarkan pendapatnya ketika ia sudah memikirkannya dengan masak – masak. Ibu Seo Yeon membentaknya, dia tidak tahu apa – apa dengan dunia ini.

“Dunia macam apa yang hanya orang dewasa yang boleh tahu? Diam saja disaat temanmu mati? Hanya menyaksikan, lari, dan melupakannya? Jangan perlakukan aku seperti orang gila hanya karena berbeda pendapat dengan orang dewasa!” ucap Seo Yeon meninggalkan rumah.

Ji Hoon melihat ponselnya dan melihat anak – anak sedang membicarakan sebuah video. Saat ia membaca nama Go Seo Yeon, ia buru – buru mengecek videonya. Ia pun mengirimkan pesan pada Seo Yeon dengan akun Penjaga Sekolah [Murid terpandai, selamat karena sudah membuat onar.]

Seo Yeon tersenyum menerima pesan itu “Penjaga sekolah! Apa yang kau lakukan selama ini?”

“Lalu apa rencanamu?”

Seo Yeon menghela nafas karena ia sama sekali tidak memiliki rencana apapun. Penjaga Sekolah kembali mengirimkan pesan [Sepertinya aku tahu. Ayo kita kumpulkan bukti nyata. Melakukan penyelidikan dan diskusi. Kita harus bertahan sampai akhir untuk mengungkapkan semua kebenarannya. Metode terakhir untuk mewujudkannya.]

Pembicaraan antara Seo Yeon dan Penjaga Sekolah terus berlanjut sampai beberapa hari. Mereka berdua sama sama membaca banyak buku, melakukan analisis dan berbalas pesan untuk berbagi informasi.

-oOo-

6 Responses to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 3 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^