SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 2 Bagian 2

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 2 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: jTBC

Reporter Park juga membuntuti Tuan Choi untuk meminta pendapatnya atas berita yang menyebar dikalangan siswa mengenai putranya. Tuan Choi yang tadinya sudah masuk mobil pun akhirnya turun dan menarik kerah baju Reporter Park dengan marah. Ini adalah jawabannya, kalau sampai hal semacam ini terjadi lagi maka semuanya tidak akan berakhir seperti ini.

Tuan Choi mendorongnya sampai terjatuh dan Reporter Park sengaja mengeluarkan suara seperti orang kesakitan.

Setelah kepergian Tuan Choi, rupanya salah satu Reporter telah merekam kejadian tersebut. Ia tersenyum senang karena bisa mengambil gambar kemarahan Tuan Choi.

Dikantornya, Kepala Han menerima telfon dari seseorang. Ia menyalahkan si penelfon yang tidak memberitahunya lebih awal. Dia menyuruh si penelfon untuk menerima wawancara yang diajukan wartawan karena kalau sampai mereka terus menghindar maka publik semakin akan curiga.

Setelah berfikir sejenak, Kepala Han menghubungi seorang Sunbae kemudian melobinya.



Seo Yeon cs makan bersama untuk merayakan hari terakhir ujian, Soo Hee rasanya selalu kelaparan saat ujian. Seo Yeon mengejeknya yang selalu lapar setiap saat, tapi ngomong – ngomong, Lee Joo Ri dan Park Cho Rong belakangan ini terlihat seperti biasanya, kan?

Bagi mereka sih dia memang seperti biasa. Lee Joo Ri yang seperti ratu lebah dan Park Cho Rong yang terlalu baik hingga mau menerimanya. Yoo Jin menyuruh Soo Hee tidak mengatakan hal semacam itu, ini membuatnya kasihan pada Joo Ri.

“Kenapa?”

Itu karena Choi Woo Hyuk meludahi rambut Joo Ri dan Joo Ri berlari sambil menangis. Dia juga mengatai Joo Ri di SNS sehingga dia sampai keluar dari jejaring sosial. Yoo Jin menjadi sebal karena membicarakan tingkah Woo Hyuk.

Untuk pencerahan, dia membuka ponsel untuk melihat “Cowok ter-manis Disekolahan” yang akan menjadi calon suaminya. Yoo Jin memperkenalkan tentang Ji Hoon pada kedua temannya, mulai dari SNS sampai alamat rumahnya. Sayang sekali SNS –nya di private sehingga dia tidak bisa mendapatkan banyak informasi.

“Kau menguntitnya?”

“Tidak. Aku ensiklopedia dari semua cowok cute, itulah alasan aku hidup!” Aku Yoo Jin.

Reporter Park menemui Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah menyambutnya dengan baik sesuai instruksi Kepala Han. Dia akan memberikan catatan apapun yang dibutuhkan olehnya. Reporter Park langsung menyindirnya yang tampak sudah mempersiapkan segalanya. Tapi dia hanya ingin menanyakan sesuatu?

Kepala Sekolah tampak tegang tapi dia mencoba tenang dan berkata bahwa dia sudah mengatakan semuanya jadi mungkin tidak akan membantu siaran.

Reporter Park meyakinkan bahwa ucapannya akan sangat membantu penyiaran. Ia pun menyalakan kamera kemudian menunjukkan surat dakwaan yang sudah disobek dan note yang dikirimkan padanya.


Kepala Sekolah terkejut tapi dia yakin kalau dia belum membaca surat tersebut. Reporter Park semakin memojokkan Kepala Sekolah, seorang siswa meninggal karena teman sekelasnya tapi pihak sekolah membungkam para saksi. Bukankah ini alur yang begitu sempurna?

“Reporter Park!” bentak Kepala Sekolah kehilangan kendali.


Ji Hoon berdiri di tempat parkir (tempat dimana dia berdiri di episode 1 saat ditemukan mayat So Woo), ia menatap kesana sambil menangis diderasnya guyuran hujan. Seo Yeon berada digedung sekolah sambil memperhatikan ke tempat yang sama.

Dia membuka riwayat chat –nya dengan Penjaga Sekolah (nama SNS). Banyak pesan – pesan yang ia kirimkan namun tidak mendapatkan balasan. Seo Yeon pun kemudian mengirimkan pesan kembali padanya “Kenapa Lee So Woo meninggal?”

Ponsel Ji Hoon berbunyi, yap.. dialah pemilik akun SNS bernama Penjaga Sekolah. Ji Hoon tidak membalas, ia hanya membatin “Aku juga ingin mengetahuinya.”

Di kantor polisi, Ayah Seo Yeon dan Detektif Oh membahas mengenai siaran berita yang akan tayang tengah malam nanti. Tidak ada yang menyangka jika ada surat dakwaan lain, pihak sekolah mencoba menghalangi beritanya namun reporter yang akan menyiarkannya terkenal keras kepala.

Tidak ada yang tahu apa yang akan diberitakan. Detektif Oh sebenarnya agak gugup, entah berita ini akan segempar apa nantinya. Ayah berharap segempar apapun itu, Detektif Oh harus tetap sabar.

Kepala Han tengah menanti berita kematian So Woo ditayangkan. Tapi bertepatan saat acaranya mulai, Ji Hoon kembali. Kepala Han mengajaknya untuk keluar namun Ji Hoon menolaknya. Akhirnya Kepala Han membiarkan Ji Hoon ke kamarnya dan menyuruhnya untuk cepat tidur.

Namun didalam kamar, Ji Hoon malah menyaksikan tayangan berita kematian So Woo. Disana Reporter Park bertanya – tanya akan alasan kematian So Woo dan kenapa juga polisi terkesan terburu – buru dalam menutup kasusnya.

Keluarga Seo Yeon juga menyaksikan beritanya. Seketika ponsel Seo Yeon berdering, chat digrup menunjukkan betapa terkejutnya anak – anak kelas. Nama sekolah mereka telah tercoreng akibat kasus ini.



Woo Hyuk juga menyaksikan beritanya menjadi sangat marah sedangkan Joo Ri begitu menikmati berita yang disiarkan oleh Reporter Park. Dia tertawa gila saat menirukan kata perkata yang ia tulis dalam surat dakwaan buatannya.

Seo Yeon menghubungi Cho Rong setelah menonton berita di TV. Panggilannya tidak diangkat sehingga Seo Yeon memintanya mengirimkan SMS jika melihat pesannya.

Cho Rong menangis dihadapan Joo Ri dan mengajaknya untuk ke kantor polisi. Ia ingin mengakui bahwa mereka yang sudah membuat surat dakwaan kemudian bersaksi untuk mereka. Imbas dari surat yang mereka tulis sangat besar, kata ibunya Detektif dan Kepala Sekolah kemungkinan akan dipecat.

“Bukan karena kita, tapi ini terjadi karena Choi Woo Hyuk membunuh Lee So Woo! Kalau mereka melakukan sesuatu yang salah, mereka harus dipecat. Kenapa hanya saksi yang harus bertanggungjawab?” sentak Joo Ri.

Tidak. Bagi Cho Rong, saat ini mereka –lah yang bersikap layaknya pengecut. Sudah ada korban akibat tindakan mereka, jadi dia memohon supaya Joo Ri mau memberikan kesaksiannya.

Joo Ri menolak apapun alasannya, kalau sampai Woo Hyuk tahu kalau dia menjadi saksi tunggal maka jelas Woo Hyuk akan membunuhnya. Meskipun dia masuk bui, saat keluar dia akan kembali membalas dendam.

Cho Rong berjanji akan melindungi Joo Ri dan yang terpenting saat ini adalah membuat kesaksian. Joo Ri menjerit saat Cho Rong berniat meninggalkannya, dia menganggapnya begitu polos padahal semua anak menetawakannya setiap saat. Memangnya semua orang itu polos dan baik? Setiap anak mengatai Cho Rong pegulat karena lemak diperutnya. Dia juga mengatainya babi pink saat dia memakai baju pink. Mereka semua tersenyum munafik, apa katanya tadi? Melindunginya? Siapa kau hingga mau melindungiku?

“Karena aku temanmu.” Tangis Cho Rong.

“Aku tidak pernah menganggap seseorang yang idiot sepertimu sebagai teman. Meskipun kau mati dihadapanku sekarang ini, aku tidak akan meneteskan air mata setetes pun.”

Cho Rong mendorong Joo Ri dengan sangat kecewa dan berlari meninggalkannya. Namun karena sangat emosi, dia sampai tidak memperhatikan jalan saat menyebrang sehingga sebuah truk yang melaju kencang menabraknya.

Joo Ri melihat kejadian itu dari kejauhan, ia sempat terkesiap namun dia tidak terlihat sedih sama sekali. Dia pun berjalan meninggalkan Cho Rong yang terkapar.

Keesokan paginya di sekolah, anak – anak mulai bergunjung mengenai Woo Hyuk. Mereka bahkan memotretnya saat dia berjalan di koridor. Woo Hyung sampai marah dan hampir ngamuk kalau tidak dicegah temannya.

Orangtua murid melakukan pertemuan dan menuntut penjelasan kepada pihak sekolah. Mereka juga menyuruh Kepala Sekolah untuk menemui mereka. Ayah Seo Yeon akhirnya maju mengambil alih posisi Wakil Kepala Sekolah. Ia mencoba menenangkan mereka kemudian mempersilahkan untuk mengajukan pertanyaan.

“Apa Anda sudah menetapkannya sebagai kasus  bunuh diri bukankah artinya bersekongkol dengan pihak sekolah?” tanya salah satu dari wali murid.

Detektif Oh maju untuk menjelaskan bahwa mereka menutup kasus juga karena bukti menunjukkan tidak ada tanda – tanda kekerasan di tubuh mayat So Woo, kematiannya karena gegar otak dan patah tulang. Wali murid itu belum puas dengan penjelasan tadi, tapi bukan berarti dia jatuh karena bunuh diri juga kan?

“Tidak ada tanda-tanda di tubuhkan kalau dia mempertahankan diri dari serangan.”

Wali murid masih ngotot dengan analisisnya dan menuduh mereka bersekongkol dengan pihak sekolah. Ayah Seo Yeon kembali menenangkan, ia mengatakan bahwa sebenarnya ada orang lain yang menerima surat pernyataan dakwaan selain pihak sekolah. Hal ini belum disiarkan tapi mereka akan menyelidikan. Ia berjanji akan melakukan penyelidikan secepat mungkin. Ia meminta mereka tidak mendengarkan berita simpang siur diluar sana.


Seo Yeon mendapat kabar kalau Cho Rong koma karena tertabrak truk saat perjalanan menuju ke rumah Joo Ri. Seo Yeon dengan marah menemui Joo Rin dan menuntut kejujurannya supaya mengaku kalau dia yang sudah mengirim surat dakwaan. Joo Ri mengelak, ia mengatakan bahwa Cho Rong yang telah menulis dan mengirimkannya.

Tidak percaya, Seo Yeon mengatai Joo Ri pengecut karena menyalahkan temannya yang sedang koma. Joo Ri tidak mau disalahkan karena yang paling pengecut adalah Seo Yeon. Dia yang sudah mengabaikan surat dakwaan dari Cho Rong sehingga dia melompat ke depan mobil.

“Bohong..” ucap Seo Yeon dengan bergetar.

“Dasar munafik. Dia yang menjulukimu.. si munafik.” Ujar Joo Rin kemudian tertawa gila dihadapan Seo Yeon.

Beberapa orang yang ada didepan UKS mendengarkan pembicaraan mereka. Seo Yeon tidak perduli dan berjalan melewati Joon Young sambil menangis. Joon Young awalnya tidak sadar, ia meminta maaf tidak menjemput Seo Yeon karena bangun kesiangan.

“Jangan membuntutiku!”

Seo Yeon serasa sangat terbebani dengan semua kejadian yang menimpanya akhir – akhir ini. Mulai dari kematian So Woo, surat dakwaan, keributan disekolah dan segalanya membuat rumit. Seo Yeon menangis hingga membuat Joon Young khawatir. Apa terjadi sesuatu?

Dia tetap menangis dan meminta Joon Young menutupinya. Joon Young segera melepaskan coat –nya dan menutupi Seo Yeon supaya orang lewat tidak melihatnya.


Disekolah, ponsel semua orang berdering. Joon Young membaca update –an dari Penjaga Sekolah. Dia menatap Seo Yeon “Penjaga Sekolah Jeong –guk. Dia kembali.”

Ji Hoon sedang berada di rooftop memperhatikan ponselnya.

“Kertas biru yang tertutupi debu masih tetap biru. Jumlah debu sebanyak apapun tidak mampu mengubah warna.” – Penjaga Sekolah.

Yoo Jin, Soo Hee dan Seung Hyun yang memang “agak” kurang pinta menyimpulkan kalau status ini mengandung sisi romantis. Min Suk dengan sinis menyuruh mereka membaca buku, itu adalah puisi karya Gi Hyeong Do. Ini artinya sifat sesuatu tidak berubah bagaimanapun situasinya.

Yoo Jin cs langsung berbicara tanpa suara mengikuti gaya sarkatik Min Suk.

Mereka baru sadar kalau Seo Yeon belum juga kembali. Joon Young memberitahukan bahwa Seo Yeon sudah pulang karena kurang enak badan.

Yoo Jin dan Soo Hee langsung pergi ke rumahnya membawakan makanan. Seo Yeon membahas mengenai kembalinya Penjaga Sekolah. Soo Hee tahu akan hal itu, dia selalu memposting sesuatu yang tidak bisa dimengerti. Yoo Jin membela si Penjaga Sekolah yang baik, dia mengungkapkan kecurangan, menemukan dompet Yoo Jin yang hilang dan pernah mendamaikan teman mereka yang cekcok.

“Apa yang anak-anak katakan?” tanya Seo Yeon.

Soo Hee rasa 80% percaya kalau Penjaga Sekolah akan membawa perdamaian dan 20% bersikap seperti Min Suk yang meremehkannya kalau Penjaga Sekolah hanya siswa biasa seperti mereka.

Soo Hee jadi penasaran apakah benar Penjaga Sekolah adalah siswa Jeong –guk? Lagipula tidak ada yang tahu identitasnya. Seo Yeon tersenyum sumringah, bukankah mereka seharusnya bersyukur karena orang sepertinya ada disekolah mereka.

Dua teman Seo Yeon langsung mencurigainya, mereka menebak kalau Seo Yeon jatuh cinta dengan Penjaga Sekolah. Seo Yeon dengan malu – malu mengelak dan makan bubur untuk mengalihkan tuduhan mereka.

Kepala Han sudah menemui Direktus jTBS dan dia langsung menyuruh Reporter Park untuk memberikan semua informasi yang dimilikinya tentang kasus ini. Kepala Han mengaku kalau mereka akan mendisiplikan staff mereka sendiri.

Reporter Park berkata kalau dia tidak se –naif itu untuk mempercayai kata – katanya. Dia sangat benci pada seseorang yang ikut campur dengan penyelidikannya. Orang semacamnya memperlakukan reporter layaknya grup chat. Dia permisi dan meminta maaf pada Diretur karena telah membantahnya.

“Kau akan berada dalam kesulitan.” Ucap Kepala Han menatap Reporter Park.

Joo Ri pergi ke rumah sakit, dia menangis disamping Cho Rong yang tidak sadarkan diri. Ia bukan memohon supaya Cho Rong sadar namun supaya Cho Rong mati. Supaya Cho Rong bisa menanggung semuanya dan ia  bisa bertahan hidup. -Heol!

Tapi saat berangkat sekolah, anak – anak sudah bisa menafsirkan sendiri kalau Joo Ri yang sudah membuat surat dakwaan. Mereka memaksa Joo Ri untuk mengaku. Joo Ri ketakutan dikeroyok banyak anak sampai akhirnya dia kehilangan nafas. Nafasnya tercekat seperti dicekik.

Akhirnya Seo Yeon datang membantunya.

Dan dikelas, Wali Kelas Seo Yeon mengambil cuti sementara akibat tekanan yang diterimanya dan Ibu Dekan mengambil alih tugasnya. Seo Yeon terlihat sedih apalagi melihat dalam kelasnya ada empat bangku kosong.

Saat istirahat, dua orang anak sedang bergosip dan mengibaratkan sekolah seperti game survival. Mereka harus bertahan disana. Seo Yeon geram hal semacam ini dijadikan bahan candaan. Ia membanting pintu lokernya dengan sengaja.

Ketika berbalik, Joon Young ada dibelakangnya menyodorkan yogurt. Mereka berdua duduk dipinggir lapangan dan Seo Yeon memintanya untuk melupakan kalau dia menangis kemarin. Joon Young menanyakan alasannya namun Seo Yeon tidak mau mengaku.

“Salah satu orang yang menerima surat dakwaan itu, kau kan?” tanya Joon Young membuat Seo Yeon terkejut. Joon Young mengaku kalau dia sudah menduganya saat Ayah menceritakan hal itu setelah pertemuan wali murid.

“Hanya saja, kau tidak melakukan sesuatu yang salah, cukup diam saja tapi rasanya seperti segala sesuatu di sekitarmu runtuh dan menyesakkan. Aku rasa kau juga merasakan hal itu.”

“Apa kita benar-benar tidak bersalah?” tanya Seo Yeon.

Sepulang sekolah, Reporter Park sengaja untuk menemui Seo Yeon. Mereka berdua duduk dibangku taman dan Seo Yeon memintanya untuk bicara to the point saja. Reporter Park mengaku kalau ia akan melakukan tindak lanjut pada kasus SMA Jeong-guk.

Jelas saja Seo Yeon tidak suka apalagi melihat dampak yang terjadi setelah siaran berita kemarin. Salah satu siswa yang mengirim surat tuduhan itu dalam keadaan koma, dan yang satunya tidak dapat berbicara lagi karena trauma (Joo Ri).

“Menurutmu aku membuat alasan untuk semua ini?”

“Kaulah yang bertanggung jawab.”

Reporter Park menyuruh Seo Yeon mengatakan apa yang harus ia pertanggung jawabkan. Hal seperti itu hanyalah hal yang dikatakan anak – anak. Dia seharusnya tidak memperhatikan hal lain selain faktor utama dalam hal ini yaitu “Kenapa Lee So Woo meninggal” tapi lihatlah bagaimana respon anak – anak Jeong-guk. Mereka lebih tertarik pasa “Siapa yang mengirim surat dakwaan dan apakah Woo Hyuk benar – benar yang membalas dendam”

Jadi pantaskah Reporter Park yang ingin mengungkapkan kebenaran harus bertanggung jawab?

Seo Yeon terdiam tanpa bisa membantah kata – katanya. Dia kemudian pamit pergi ke perpustakaan.

“Penjaga Sekolah Jeong-guk. Dialah fokus utama dari tindak lanjut kasus ini.” Ucap Reporter Park membuat langkah Seo Yeon terhenti.

Menarik bukan? Diantara anak – anak kaya di SMA Jeong –guk, ada salah satu anonim yang mengungkapkan kebobrokan. Seo Yeon menegaskan supaya Reporter Park berhenti tertarik dan menyelidikinya.

“Seo Yeon, aku berada dipihakmu.”

Seo Yeon tidak terima kalau dikatakan di pihak yang sama. Mereka semua, media, sekolah dan detektif hanya melakukan sesuatu untuk kepentingan sendiri. Reporter Park yakin kalau anak seusia Seo Yeon bukan apa – apa tanpa orang dewasa. Mereka seakan tahu segalanya tapi nyatanya tidak. Yang perlu mereka lakukan hanya belajar, menggunjing dibelakang dan meng –klik “like”.

“Kami bisa melakukannya. Alasan dibalik Lee So Woo meninggal kami bisa mencari tahunya!”tandas Seo Yeon.

-oOo-
NOTE:
Uwaaah... makin menarik banget..

Mulai dari episode ini, aku makin bingung karena semuanya terasa mencurigakan. Dan aku malah agak sangsi sekarang kalau Kepala Han pelakunya. Kemungkinan dia hanya ingin mengirimkan Ji Hoon ke suatu tempat dan tidak ikut campur mengenai masalah ini. Karena mungkin dia tahu kalau Ji Hoon adalah Si Penjaga Sekolah sang pengungkap kebenaran.

Entah Kepala Han punya andil dalam kematiannya atau tidak, kemungkinan besar dia mengetahui sesuatu. 

Tapi yang bikin aneh emang adegan episode satu dimana Ji Hoon menatap ke arah (kemungkinan) gundukan tempat mayat So Woo ditemukan. Why? Kenapa kalau dia tahu tapi tidak mengatakannya? Kenapa sang pengungkap kebenaran terkesan ragu?

Dan dari hasil otopsi sendiri, Detektif Oh mengungkapkan hasil otopsi dan semuanya jadi bikin rancu. Aku malah berfikiran kalau So Woo mungkin bunuh diri atau tidak sengaja jatuh. Tapi semuanya jadi parah karena uangkapan palsu yang diutarakan oleh Joo Ri.

Hehehe.. karena bikin pusing dan menduga - duga artinya drama ini sukses yah.. 

Dan sebenarnya, aku suka banget loh sama karakter So Woo disini apalagi pas dia bilang di kantor sama Seo Yeo "Ternyata kau sama saja." entah dapet angin apa tiba - tiba jadi jatuh cinta sama karakter dia. Dan sayangnya belum apa - apa dia harus meninggal.. kan sayang.. T_T

Aku juga suka bagaimana drama ini menunjukkan sedikit sisi romance yang tidak terlalu banyak cuma cukup bikin senyum cengengesan. Mungkin kalau ini Romcom, So Woo jadi anak berandal yang susah diatur. Keliatan keras tapi nyatanya punya hati lembut. Nah Joon Young siap aja jadi second lead yang cintanya bertepuk sebelah tangan (Ngomong opo). Selalu baik tapi dilupakan kebaikannya.

4 Responses to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 2 Bagian 2"

  1. Keren... Ditunggu kelanjutan.a.... Penasaran ... 😰

    ReplyDelete
  2. Ini drama emang menarik banget ya. Tapi subtitlenya itu loh lama banget. Kayanya ini h+2 setelah penayangan baru keluar subtitlenya. Kayanya sih So Woo benar bunuh diri kali ya? Tapi si Joo Ri yang gak suka sama Woo Hyuk mulai ngebuat cerita yang malah jadi memperumit keadaan. Semoga gak banyak lovescenenya. Aku gak tega sama Joon Young yang kayanya bakal jadi second lead wkwk.

    ReplyDelete
  3. Aaak Makasihh ya mbak sinopsnya. Aku barusan aja nonton Solomon's Eps 2 di K+ tapi tetep aja nggak mudeng dan selalu mikir pelakunya yang mana. Mencurigakan semua T-T

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^