SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 2 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: jTBC

Joo Ri dan Cho Rong dalam perjalanan menuju ke suatu tempat. Keduanya tampak gusar, mereka sama – sama meyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang benar. Mereka keduanya sampai di rumah Seo Yeon kemudian memencet bel rumahnya.

Seo Yeon menemukan surat dakwaan yang diletakkan mereka berdua didepan pintu gerbang. Tentu saja dia syok apalagi disana penulis menekankan kalau Lee So Woo meninggal karena dibunuh oleh Choi Woo Hyuk. Penulis mengaku melihat kejadian itu dengan jelas.

Ia menujukkan surat kepada ibunya. Ibu sama – sama terkejut, ia merangkul Seo Yeon dan membimbingnya masuk dalam rumah.

Ibu menenangkan putrinya dengan berkata kalau surat itu mungkin hanya dari seseorang yang ingin menjahili Seo Yeon. Ayah juga menegaskan supaya Seo Yeon tidak ikut campur dalam masalah ini. Dia yang akan mengurusnya, jangan terlalu dipikirkan.

“Bagaimana bisa tidak memikirkannya? Surat dakwaan itu dikirimkan padaku. Lee So Woo dan Choi Woo Hyuk teman sekelasku!”

Ibu meminta Seo Yeon untuk beristirahat saja, dia pasti kurang tidur. Seo Yeon menolak, sebelumnya topik ini sudah menyebar di blog. Dia bertanya kenapa Ayahnya tidak melacak IP anonim itu. Ayah Seo Yeon menegaskan sekali lagi supaya Seo Yeon tidak usah memikirkannya.

Seo Yeon tidak bisa melenyapkan rasa penasarannya begitu saja. Dia kembali membuka blog sekolah dan membaca komentar anonim yang mengatakan kalau dia melihat kejadian itu dengan jelas. Seo Yeon semakin penasaran, kenapa surat itu dikirim padanya?

Ayah datang ke sekolah untuk menunjukkan surat dakwaan yang diterima oleh puterinya dan bertanya mengenai isu yang tersebar di media sosial. Pihak sekolah meminta Tuan Go (Ayah) untuk tidak menganggap serius masalah ini. Ini cuma anak – anak iseng yang melampiaskan stres –nya di media sosial.

Tidak lama kemudian Detektif Oh datang, dia mengungkapkan keinginan mereka untuk menyelidiki ulang kasus ini. Mereka tidak bisa mengesampingkan isu yang tersebar didunia maya. Sudah menjadi tanggung jawab mereka menggali informasi lebih dalam.

Pihak sekolah menolak karena proses penyelidikan akan membuat anak – anak terganggu apalagi bagi anak yang tercantum dalam surat dakwaan itu.

Detektif Oh bilang kalau mereka akan mulai dengan mencari siapa pengirim surat ini lebih dulu. Awalnya memang hanya menyebar di situs online tapi sekarang ada yang mengirimkan surat pada Putri Detektif Go. Kemungkinan pengirim tengah menantikan sebuah respon.

Sepulang kerja, Ayah memberitahukan pada Seo Yeon bahwa di sekolah akan diadakan konseling untuk kelasnya. Seo Yeon bisa menebak kalau konseling itu bertujuan untuk menggali informasi. Dia kira mereka akan melakukan penyelidikan. Dan, apakah ada anak lain yang mendapatkan surat dakwaan selain dia?

Ayah menggeleng. Mungkin karena mereka tahu kalau Ayah Seo Yeon adalah Detektif. Siapa saja yang mengetahui pekerjaannya?

Seo Yeon hanya menceritakan hal itu pada teman dekatnya saja. Tapi... Seo Yeon melirik pada Ibu “Sehari setelah pertemuan orangtua murid, Tersebar isu kalau aku putri dari seorang polisi!”

Hehehe. Kontan Ibu mengalihkan pembicaraan dan masuk kedalam kamarnya. Ayah mengerti akan maksud putrinya. Dia tanya siapa saja yang orang yang tidak akur dengan Choi Woo Hyuk?

Banyak. Seo Yeon tanya apakah Ayahnya menduga kalau pengirim surat tersebut adalah seseorang yang tidak menyukainya?

“No comment. Ayah mau istirahatlah. Kau belajarlah.”

“Ayah... Tapi.. Kalau surat dakwaan hanya dikirim padaku saja, bukan berarti orang itu mempercayaiku dan meminta bantuanku kan untuk mengungkapkan kebenaran kan?”

Ayah menepuk lengan putrinya supaya dia tidak gusar. Polisi yang akan menanganinya.

Di kantor sebuah perusahaan penyiaran, Reporter Park mendapatkan sebuah surat anonimous yang ditunjukkan oleh juniornya. Itu adalah surat dakwaan yang sudah disobek dan kembali disatukan kembali menggunakan selotip. Itu adalah surat dakwaan yang sama seperti yang didapatkan oleh Seo Yeon.


Keesokan paginya, Joon Young menepati permintaan Seo Yeon untuk berangkat sekolah bersama. Seo Yeon menunjuk ke belahan rambut Joon Young yang tampak berbeda dari biasanya. Sontak Joon Young mengacak rambutnya dengan salah tingkah padahal Seo Yeon sebenarnya ingin memuji, tatanan rambutnya terlihat lebih rapi.

Ia senang Joon Young datang karena dia tidak suka berangkat sekolah sendirian. Joon Young mengaku kalau dia tidak sesenang itu.

“Tidak apa-apa, aku juga tidak sesenang itu. Orang-orang pikir aku sangat menarik karena aku cantik.”

Joon Young segera berjalan meninggalkan Seo Yeon. Seo Yeon memanggilnya, dia hanya bercanda. Kesal ucapannya tidak di gubris, akhirnya Seo Yeon berjalan duluan meninggalkan Joon Young. Joon Young mengira Seo Yeon marah dan langsung balik mengejarnya. Manisnya!

Cho Rong dipanggil untuk melakukan konseling. Joo Ri menghentikannya, kau mengerti kan? Dengan polos, Cho Rong pun mengangguk.

Anak – anak kelas jadi penasaran kenapa mereka tiba – tiba mendapatkan konseling di hari libur seperti ini. Soo Hee menebak kalau ini ada kaitannya dengan kasus So Woo dan mereka ingin menggali informasi. Soo Hee, Yoo Jin dan Seung Hyun masih terus ngobrol dan membuat gaduh ruang kelas.

Joo Ri yang duduk dibelakang tampak tegang mendengar pembicaraan ketiganya.


Detektif Oh memberikan roti pada Cho Rong. Cho Rong yang doyan makan langsung mengobrol tentang makanan dan restoran kesukaannya. Detektif Oh kemudian bertanya dengan siapa biasanya dia makan, apa dengan pacarnya?

Tentu tidak, Cho Rong biasanya makan dengan Joo Ri. Dia teman yang sangat berbeda dengannya. Ia punya pikiran ke depan dan sangat peka. Detektif Oh menduga kalau keduanya sangat dekat sampai Cho Rong terus memujinya.

Joo Ri menantikan Cho Rong dengan cemas. Dia langsung menghambur ke arahnya dan bertanya apa yang terjadi? Cho Rong menyuruhnya tidak perlu khawatir karena detektif –nya sangat baik. Joo Ri terkejut, apa dia detektif yang menangani kasus Lee So Woo?

“Aku tidak tahu pasti, aku tidak ingat wajahnya.”

Joo Ri langsung menghempaskan tangan Cho Rong, memangnya dia itu bisanya apa? Ia meliriknya tajam sebelum masuk dalam ruang konseling.

Sedangkan saat Joo Ri melakukan konseling, dia mengejutkan Detektif Oh karena ia mendeskripsikan kematian So Woo sebagai kasus yang tidak wajar. Meskipun tidak dekat, tapi setahu dia, So Woo adalah seseorang yang hati – hati dan bijaksana. Dia tidak mungkin melakukan suatu hal tanpa berfikir panjang.

Detektif Oh tampak sedikit lebih berhati – hati. Lalu kejadian yang wajar itu seperti apa? Dia terjatuh karena kesalahannya sendiri? Atau.. ada yang mendorongnya?

Joo Ri tidak yakin. Tapi dari tingkahnya sendiri, Joo Ri tampak mencurigakan. Dia kemudian bertanya bagaimana pendapat Detektif Oh? Detektif Oh menolak untuk memberikan jawaban. Saat ini dia menjadi seorang konselor yang hanya mendengarkan.

Sebelum pergi, Detektif Oh menanyakan satu pertanyaan terakhir “Apa ada hal lain yang kau ingat dari So Woo? Apa ada yang dekat atau yang berkelahi dengan dia?”

Joo Ri menjawab dengan begitu cepat kalau dia tidak tahu apa – apa. Detektif Oh tersenyum kemudian mempersilahkannya pergi. Namun selepas kepegiannya, Detektif Oh sempat memperhatikannya beberapa kali. Curiga.


Dalam perjalanan pulang, Joo Ri dan Cho Rong berpapasan dengan Woo Hyuk. Mereka hendak menghindar tapi Woo Hyuk cs menghentikannya. Tentu saja Joo Ri tidak suka dan menatap tajam Woo Hyuk.

Woo Hyuk lebih tidak suka menerima tatapan itu, dia mengajak membuang semua isi tas Joo Ri dan melemparkan tas itu ke wajahnya. Wajah Joo Ri tergores dan mengeluarkan darah, Cho Rong khawatir kalau luka itu akan meninggalkan bekas.

“Bekas luka kecil tidak masalah. Tapi kau terlihat lusuh.” Ucap Woo Hyuk seraya buang ludah mengejek.


Cho Rong memunguti barang – barang yang berantakan sambil menangis. Joo Ri membeku ditempatnya sambil menangis kesal. Reporter Park datang menghampirinya, ia memberikan sapu tangan kemudian memperkenalkan dirinya pada mereka.

Seo Yeon pergi ke ruang guru untuk memberikan kopi pada Detektif Oh. Tanpa sengaja dia menemukan catatan Detektif Oh yang menunjukkan kecurigaannya pada Cho Rong dan Joo Ri.

Seo Yeon pun segera menghubungi mereka dan bertemu di coffe shop. Dia menunjukkan sebuah buku pada Cho Rong dan mengaku menemukannya dikelas, ia kira buku itu miliknya. Cho Rong menggeleng tanpa curiga sedangkan Joo Ri langsung waspada karena tahu alasan Seo Yeon terlalu dibuat – buat.

Seo Yeon membahas tentang restoran yang direkomendasikan oleh Cho Rong. Dia belum sempat kesana karena saat datang waktu natal, dia harus mengantri selama 3 jam. Dia menyerah. Sedangkan Cho Rong, apa yang dia lakukan saat natal?

Cho Rong antusias menceritakan kebiasan keluarga untuk makan bersama sampai puas saat natal.

“Bagaimana denganmu Joo Ri?”


Joo Ri nyolot, apa Seo Yeon merasa cukup dekat dengannya sampai menanyainya? Seo Yeon sampai terkejut menerima reaksi berlebihan Joo Ri, dia hanya sedang berbasa – basi. Joo Ri tambah menyebalkan lagipula Seo Yeon tidak pernah berbasa – basi disekolah sebelumnya.

Kesabaran Seo Yeon mulai habis, dia hanya meminta maaf sudah membahas sesuatu hal yang dianggap sensitif oleh Joo Ri. Ia akan pergi, sampai jumpa disekolah.

“Memang disanalah tempatmu. Kau merasa sombong karena anak-anak dan guru memuji mu? Diluar sekolah kau bukan siapa-siapa. Lihat dirimu! Kau menghindar karena aku mengataimu!”

Seo Yeon berniat membahas mengenai “Insiden itu” tapi Joo Ri langsung menjerit menghentikan ucapannya. Dia bangun dari tempat duduk dan mengajak Cho Rong untuk pergi.

Diluar coffe shop, Joo Ri semakin panik. Dia menebak Seo Yeon sudah mencurigai mereka, sebentar lagi mungkin dia akan mengatakan pada semua orang. Lebih baik dia akan menghubungi reporter itu lebi dulu. Cho Rong mencoba menenangkannya tapi Joo Ri kekeuh pada keputusannya.

Dia pun mengatakan pada Repoter Park bahwa dia siap memberikan kesaksian asal wajah dan suaranya disamarkan.

-oOo-

3 Responses to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 2 Bagian 1"

  1. kayak nya si joo ri perilaku nya. MENCURIGAKAN

    ReplyDelete
  2. kayak nya si joo ri perilaku nya. MENCURIGAKAN

    ReplyDelete
  3. Jangan2 si joo ri pelakunya trus bikin cerita klo woo hyuk yg bunuh gara2 g suka ama sikap woo hyuk...










    semangat bikin sinopsisnya ��������

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^