SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 1 Bagian 2

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 1 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: jtbc

Berbeda dengan Joon Young, keluarga Seo Yeon adalah keluarga yang hangat. Ibu menghidangkan makanan buatannya, saat makan pun ia bertanya bagaimana keadaan Seo Yeon? Disini ada Ibu dan Ayah jadi dia tidak perlu menahannya lagi.

“Aku baik – baik saja. Aku bisa mengatasinya.”

Baiklah, Ibu mempercayainya.

Selain punya Ayah – Ibu yang tampak sangat menyayanginya, dia juga punya adik kembar yang lucu.

Dikamarnya, Seo Yeon memperhatikan pernyataan saksi yang sudah ia buat namun belum sempat diajukan. Dia menangis mengingat So Woo sampai meninggalkan sekolah karena tidak ada seorang pun yang mau membelanya.

Seo Yeon kemudian mengecek laman official sekolah. Disana banyak anak yang berkomentar, ada yang terharu, ada yang biasa, ada juga yang tidak heran. Namun ia terhenti pada salah satu komentar yang membuatnya sedikit berfikir, komentar anak itu membahas perkelahian antara So Woo dan Woo Hyuk. Bagaimana kalau dia (Woo Hyuk) yang melakukannya?

Ada yang percaya apalagi melihat bagaimana lihatnya Woo Hyuk memutar balikkan fakta.

Ditempat lain, Ji Hoon juga sedang memantau komentar siswa lain tentang kematian So Woo.


Salah satu dari teman sekelas Seo Yeon, berjalan menuju ke taman sambil membawa kantung plastik berisi roti. Dia menawarkan dua potong roti kesukaan Joo Ri. Namun Joo Ri tampak gusar kemudian berkata “Lee So Woo. Dia tidak bunuh diri, aku melihatnya kalau dia tidak bunuh diri.”

Dikantor polisi, Detektif Oh menerima laporan dari seseorang kemudian ia segera mengecek laman resmi SMA Jeong-guk. Dia pun membaca komentar mengenai perkelahian antara So Woo dan Woo Hyuk. Ia meminta rekannya untuk mencaritahu tentang Woo Hyuk.

Rekan Detektif Oh malah sudah mengenalnya, apa dia tidak tahu? Woo Hyuk adalah anak orang kaya yang suka membuat onar. Mungkin akan lebih mudah untuk mencarinya di kantor polisi daripada disekolah. Barusan saja dia tertangkap karena ugal – ugalan mengendarai motor mewah.


Detekif Oh menemuinya di ruang introgasi dan bertanya apa yang ia lakukan pada tanggal 25 Desember. Woo Hyuk enggan menjawab, ia juga sudah menduga kalau pertanyaan itu berkaitan dengan kematian So Woo. Ia yakin Ahjumma melihatnya di internet, sebagai Detektif kekerasan, dia terlalu naif.

“Apa itu yang tidak ingin kau beritahukan padaku? Atau kau tidak bisa?” tanya Detektif Oh.

Tiba – tiba ponsel Woo Hyuk yang punya nada dering BTS – Fire berbunyi (udara segar :D). Ia pun memberikan ponselnya pada Detektif Oh, ayahnya ingin bicara dengannya.

Detektif Oh langsung kena damprat, DARI DEPARTEMEN MANA KAU?!

Tak lama kemudian, Tuan Choi datang ke kantor polisi dan mencak – mencak pada Detektif Oh. Bagaimana bisa dia dibayar menggunakan pajak negara tapi dia melakukan hal ini pada siswa tidak bersalah? Tuan Choi yakin kalau dia bisa dengan mudah membuatnya dipecat. Lihat saja apa yang akan terjadi kalau ada yang berani mengacak – acak keluarganya!

Kepala Han menenangkannya sehingga Tuan Choi akhirnya pergi. Woo Hyun melirik ke arah Detektif Choi dengan senyum meremehkan.


Kepala Han memberikan kartu namanya kemudian memperkenalkan diri. Detektif Oh balas memperkenalkan dirinya dengan agak malas, ia meminta Kepala Han untuk menyampaikan pada Wali Choi Woo Hyuk supaya tidak begitu bersemangat. Dia hanya sedang memastikan sebelum menutup kasus ini.

“Saya mengerti maksud Anda. Tetapi jika sesuatu seperti ini terjadi lagi pada Choi Woo Hyuk, kami secara resmi akan membuat keributan.” Kepala Han penuh penekanan.

Saat Kepala Han sudah mau pergi, Detektif Oh mengejarnya. Dia bertanya apakah sudah menjadi hal yang lumrah bagi seorang Kepala Yayasan pergi jauh – jauh ke kantor polisi hanya untuk mengatasi masalah salah satu siswanya?

Kepala Han dengan tenang membalas, bukankah jika Detektif Oh mengintrogasi Woo Hyun saat ini adalah perbuatan illegal? Menyeret anak tanpa sepengetahuan orangtua ke ruang introgasi, dia telah melanggar kebebasan serta hak asasi manusia. Woo Hyuk mendapatkan tekanan mental akibat introgasi dan Detektif Oh akan mudah mendapatkan dakwaan.

“Tutup saja kasus ini besok, seperti yang sudah direncanakan.”


Ya. Keesokan harinya, kasus sudah ditutup dan Kepala Sekolah meminta guru – guru mengkondisikan sekolah supaya tetap terjaga. Sedangkan anak-anak yang membaca masih mengingat jelas insiden kematian So Woo, mereka bergunjing saat Woo Hyuk berjalan melewati koridor.

Yoo Jin merasa kalau Woo Hyuk menjadi terkesan semakin menakutkan saja karena rumor yang tersebar diinternet.

Omongan Yoo Jin terdengar oleh salah satu guru. Ia langsung menggetak kepala Yoo Jin, Soo Hee dan Seo Yeon supaya tidak membicarakan hal yang tidak seharusnya. Kasusnya sudah selesai, jangan membahasnya lagi. Mengerti?

Soo Hee dan Yoo Jin mengiyakan. Bu Guru heran kenapa Seo Yeon tidak menjawab?

“Apa Lee So Woo benar-benar bunuh diri?”

Bu Guru mengira Seo Yeon adalah murid yang pintar tapi ternyata dia tetap saja masih anak – anak yang termakan rumor. Dia menyuruhnya untuk tidak membaca hal yang tidak penting.

Yoo Jin kesel banget karena perlakuan Bu Guru jutek satu itu. Tapi kekesalannya ia abaikan karena dia punya kupon gratisan di restoran terkenal. Soo Hee semangat, kapan mereka mau kesana?

“Tergantung bagaimana sikapmu padaku.”

Sontak Soo Hee bersikap manis, dia akan melakukan apapun yang Yoo Jin perintahkan. Mereka bertiga pun sepakat untuk pergi kesana sepulang sekolah.

Sebelum pulang sekolah, Joon Young membeli obat untuk ibunya. Apoteker sudah mengenal Joon Young, sepertinya penyakit Ibunya semakin parah karena dokter meresepkan banyak antibiotik. Ia menyuruhnya untuk membawa Ibunya ke rumah sakit. Dialah yang paling tahu kondisinya.

Joon Young mengerti.


Sesampainya dirumah, dia meletakkan obat diatas meja dan berjalan dengan hati-hati menuju kamarnya. Ibu memanggil Joon Young, Joon Young kira dia yang sudah membuat ibunya bangun. Ia pun meminta maaf, dia akan lebih tenang lagi.

Ibu tidak terbangun karena Joon Young, tapi apapun yang dia lakukan membuat Ibu menjadi jengkel. Ibu menyuruh Joon Young bersiap, ayah mengajak mereka makan.

Saat makan malam di restoran, Ayah Joon Young bertanya mengenai kabar sekolahnya. Ibu jadi penasaran, sekolah? Memangnya terjadi sesuatu di sekolah? Joon Young memberitahukan bahwa disekolahnya ada insiden bunuh diri. Sontak Ibu marah karena Ayahnya mengetahui hal ini juga tapi dia tidak dikasih tahu sama sekali.

Bukankah Ibunya yang meminta dia tidak menganggunya dengan masalah sekolah? Karena alasan itulah maka Joon Young memutuskan untuk mencantumkan nomor Ayah saja. Ibu tetap tidak terima, lalu kenapa sekolah menghubungi Ayah? Lagipula bukan kau yang mati.

“Aku lah yang pertama kali menemukan mayatnya.”


Ibu masih mencecarnya dengan kata – kata sini, dia sudah mengganggu Ayahnya yang sibuk tapi tidak mengatakan apapun padanya. Joon Young mencoba menjelaskan sekali lagi, lagipula ibu juga harus istirahat setelah minum obat.

“Jadi itu salahku? Salah siapa aku jadi begini? Itu salahmu! Bae Joon Young, itu salahmu! Aku tidak akan melahirkanmu kalau aku tahu akan lahir seseorang yang sepertimu.”

“Jaga bicaramu!” sela Ayah.


Ibu semakin ngamuk, dia menganggap mereka berdua bersekongkol menginginkan kematiannya.

“Ibu!”

“Jangan panggil aku Ibu!”

“Lalu apa yang seharusnya aku lakukan.” T_T Joon Young benar – benar terlihat putus asa.

Nafas ibu tersengal – sengal, Ayah mengajaknya untuk pergi ke rumah sakit. Joon Young tertunduk dan berulang kali mengucapkan kata maaf dihadapan ibunya.

Joon Young menghapus airmatanya kemudian memotret makanan yang tersaji dimeja. Ia menguploadnya ke Insta dan menulis caption yang bikin mewek. [Sudah lama tidak makan bersama. Aku ingin melakukan ini lagi. #RestoranKorea #Makanmalamkeluarga #HariBahagia]

 
Wah. Dan kebetulan sekali, ruang yang berada didekat ruang Keluarga Joon Young adalah Seo Yeon cs. Joon Young berjalan keluar dari ruangannya dan bertepatan saat itu pula seorang pelayan membuka pintu di bilik Seo Yeon dan kawan – kawan. Sontak mereka berempat bertatap muka dengan canggung. Seo Yeon, Soo Hee dan Yoo Jin mengangkat tangannya memberi salam, mereka mengaku tidak mendengar apa – apa.

Tentu saja Joon Young tidak percaya, dia menatap Seo Yeon “Sekarang kau mengerti? Kenapa aku mengatakan hal semacam itu?”

Yoo Jin dan Soo Hee membicarakan kelakuan Ibu Joon Young yang luar biasa (Nyebelin!). Mereka pasti tidak akan tahan kalau punya ibu semacam itu. Seo Yeon mencoba mengalihkan perhatian kawan – kawannya supaya tidak membicarakan masalah keluarga Joon Young, ia meminta pelayan menghidangkan makanan.



Upacara kematian So Woo diadakan disekolah. Ada siswa yang sibuk sendiri dan ada pula yang belajar saat upacara berlangsung. Seo Yeon tampak berkaca – kaca sedangkan Joon Young memilih untuk meninggalkan aula.

Seo Yeon khawatir kemudian mengirimkan pesan padanya “Kau mau kemana?”


Ditengah upacara kematian, tim orkestra akan mempersembahkan sebuah lagu untuk mendiang. Salah satu diantara mereka adalah Han Ji Hoon, pemain cello. Para Siswi kontan mengeluarkan ponselnya untuk memotret Ji Hoon, mereka menganggapnya sebagai siswa paling cute disekolah.

Ji Hoon bersiap memainkan cello –nya, tapi perhatiannya langsung buyar saat melihat keluarga So Woo menangis. Foto So Woo mengingatkannya pada kenangan masalalu mereka.

Ji Hoon dan So Woo adalah teman dekat. So Woo yang kurang begitu lihai dalam bidang bermusik dan Ji Hoon kerap membantunya berlatih. Dan Ji Hoon payah dalam pelajaran, So Woo pun sebaliknya menemaninya belajar.

Mereka berdua seperti saudara laki – laki yang akur.

Pesan Seo Yeon tidak kunjung menerima balasan. Dia pun mencoba menghubungi Joon Young tapi nomornya tidak aktif. Ia jadi ingat dengan ucapan dia sebelumnya dimana ia mengatakan bahwa So Woo terlihat damai saat mati.

Sontak Seo Yeon khawatir, dia berlari menuju ke kelas namun tidak ada siapapun disana. Ponselnya mendapatkan notif, saat di cek ternyata IG Joon Young mengupdate sebuah gambar bertuliskan “selamat tinggal.”

Seo Yeon semakin panik mencari keberadaannya.


Joon Young mulai naik ke pagar pembatas rooftop. Dia agak gemetaran tapi ia seolah ingin meneguhkan hatinya sendiri. Ponsel Joon Young terus berdering menerima pesan dari Seo Yeon. Dia mengajaknya untuk bicara, lima menit saja. Tidak, satu menit saja.

Sesampainya di rooftop, Joon Young ternyata tidak berani untuk melompat dan ia duduk meringkuk didekat pagar pembatas. Seo Yeon menangis memarahinya “Kau bodoh? Bagaimana bisa kau berpikir untuk melakukan ini? Kau melihatnya! Bukankah itu membuatmu takut? Bagaimana bisa seseorang mati seperti itu?”

Seo Yeon tahu kalau kehidupan Joon Young sulit tapi berfikiran bahwa mati adalah hal yang lebih baik itu salah. Mereka tidak boleh hanya melihat sesuatu dari soal pertama saja, mereka tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan. Lalu kenapa.. kita masih 18 tahun memilih untuk mati?

Seo Yeon menepuk lengan Joon Young yang menangis “Tidak ingin hidup.. bukan berarti kau harus mengakhirinya. Percayalah kalau semua akan membaik. Semua akan baik – baik saja, percayalah.”


Sepulang sekolah, Seo Yeon terus membuntuti Joon Young tapi dia tidak mau mengaku. Dia hanya ingin jalan pulang lewat sana saja. Joon Young langsung berbalik arah untuk mengambil jalur lain. Seo Yeon akhirnya mengaku, dia menyuruh Joon Young jangan berfikir melakukan hal yang buruk.

Dia juga mengajak Joon Young untuk berangkat bersama – sama. Joon Young bisa datang ke rumahnya 20 menit lebih awal. Makan sianglah bersama dan pamitlah ketika mau pulang. Saat akhir pekan, kirim SMS saat pagi dan malam.

“Kau akan mengawasiku supaya aku tidak melakukan hal bodoh? Kau tidak perlu melakukannya.”

“Ayo kita berteman.”

Joon Young tertegun tidak menjawab.

Baiklah, kalau tidak mau ya sudah. Seo Yeon pun pergi.


Rupanya Ji Hoon adalah Putra dari Kepala Han. Kepala Han menghidangkan makanan kemudian menawarkan anaknya supaya pergi ke Amerika lagi. Kalau dia mau maka katakan saja padanya.

“Tidak.”

Kalau tidak mau menetap, Ji Hoon boleh hanya singgah di Hawaii. Atau dia mau pergi ke Eropa ataupun Hongkong. Ji Hong menolak tegas tawarannya, dia tidak akan pergi kemana – mana. Dia pun permisi untuk pergi ke kamarnya.

Kepala Han memanggilnya dengan wajah serius. Tapi saat Ji Hoon menoleh, dia hanya mengucapkan selamat tahun baru saja.


Seo Yeon juga berkumpul bersama keluarganya untuk menantikan detik – detik tahun baru. Mereka bersorak senang kemudian saling berdoa satu sama lain. Seo Yeon tersenyum melihat orang – orang di TV tampak gembira menyambut tahun baru. Dia pun menyatukan tangannya, dia berharap nilai SNMPTN –nya bagus. Dan ia berharap supaya Lee So Woo tenang disana.

Keesokan paginya, Penjaga Sekolah sedang mengangkut barang. Saat dia melihat ruangan kepala sekolah, dia jadi kesal dan menendang pintunya. Selembar kertas amplop yang diselipkan di pintu melayang, Penjaga Sekolah mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ia pun membawa amplop yang seharusnya ditujukan untuk Kepala Sekolah.

Sedangkan dirumah Seo Yeon, pagi – pagi bel rumah sudah berbunyi terus menerus. Ibu menduga kalau anak iseng sedang bermain dihalaman. Tapi Seo Yeon penasaran karena bel rumahnya terus saja berbunyi. Dia pun akhirnya keluar dan menemukan sebuah amplop.

Amplop yang berisi surat dakwaan bahwa Lee So Woo meninggal bukan karena bunuh diri melainkan dibunuh oleh Choi Woo Hyuk.


Kilasan menunjukkan bahwa Woo Hyuk tengah mengepung So Woo. Dia menggunakan pemukul dan So Woo sudah terjepit di atas dinding pembatas. Dia ketakutan meminta mereka tidak menyerangnya lagi tapi Woo Hyuk malah sengaja mendorongnya menggunakan tongkat.

25 Desember 2016. Choi Woo Hyuk, Lee Sung Min, Kim Dong Hyun membunuh Lee So Woo di atap sekolah. Choi Woo Hyuk mendorong Lee So Woo dan membuatnya jatuh. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Sayalah saksi dari kejadian ini. Lee So Woo sudah dibunuh Choi Woo Hyuk.

Dan saksi yang melihat kejadian itu adalah Joo Ri.

KOMENTAR:

Oiya, setelah aku lihat lagi dengan seksama dan setelah terbiasa melihat wajah mereka. Pada awal episode 1 itu, orang yang membela Woo Hyuk adalah Ji Hoon. Dan Ji Hoon juga yang menatap menggunakan hoodie di tempat parkir sepeda. Dia menatap ke arah sekolah (dan sepertinya tempat jatuhnya So Woo) sambil menangis.

Nah.. semuanya jadi rumit gini. Yang dicurigai banyak banget. Tapi seperti kebanyakan drama korea, yang paling dicurigai biasanya bukanlah pelaku sebenarnya.

Mulai dari Woo Hyuk. Seperti kataku barusan, dia yang paling dicurigai jadi aku pun sanksi kalau dia memang pelaku sebenarnya.

Yang paling aku curigai (ga tahu kenapa) malah Kepala Han.

Tak ada tanda – tanda kalau dia adalah pembunuhnya. Tapi kenapa juga Ji Hoon seolah menatap ke arah gundukan tempat So Woo ditemukan sambil menangis. Aku tidak mencurigainya.. tapi mungkin dia mengetahui sesuatu (dan bisa saja karena ini perbuatan ayahnya sehigga dia bimbang untuk mengaku).

Dan kedua, kenapa juga Kepala Han ingin mengirim Ji Hoon keluar negeri? Kalau semisal Ji Hoon pelakunya, dia pasti bakal menuruti perintah sang ayah. Tapi disini Ji Hoon menolak, seperti dia mengetahui sesuatu.

Dan yang terakhir. Seperti preview di awal Episode. Ji Hoon –lah yang membela Woo Hyuk disana. Mungkin saja dia tahu sesuatu sehingga tidak ingin membiarkan Woo Hyun disalahkan begitu saja.


Hehehe.. Seneng ada drama yang main tebak – tebakan gini. Mengkhayal bebas, meskipun biasanya tebakannya salah.

9 Responses to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 1 Bagian 2"

  1. Kalau saya sih nebak ada motif pihak lain untuk mengkambinghitamkan Woo hyuk. bukan kepala Han dan sepertinya sutradara sengaja ngecoh penonton lewat penjaga sekolah. krn bnyk yg jd korban keangkuhan & kenakalan Woo hyuk, jd sulit untuk nebak klo msh eps. 1. Selang 2 minggu sejak perkelahian sampai kematian, itu yg perlu diungkap.

    lead female-nya ini yg pernah main drama my love from the star. cocok sama umur.

    Ga kayak lead female drama goblin umur hampir 30thn dpt peran SMA. Tp saya suka peran dia di film Eungyo.

    Lanjut eps. 2 ya, terima kasih. Ganbatte!

    ReplyDelete
  2. @anonymous kim go eun kelahiran 1991 dan umur nya masih 25 thn jdi saya rasa dia masih cocok jdi anak sma,ini cmn pendapat saya.mian

    ReplyDelete
  3. Seneng banget ternyata drama ini ada yang bikin sinopsisnya juga :"3 , kalo gua si emang ngefans ama Kim Hyun Soo (Seo yeon) jadi emang nunggu banget drama ini. Fighting terus ya!

    ReplyDelete
  4. gomawo sinopsisnya dear :*
    pertama liat hyun soo tuh pas jadi pasien di good doctor, suka banget liat dia dan seneng banget deh skrg hyun soo udah dpt kesempatan jd lead female, spertinya bakal mengikuti jejak kim so hyun dan kim yoo jung nih :),

    ReplyDelete
  5. Keren... Ditunggu lanjutan sinopsis.a🙌

    ReplyDelete
  6. masih awal2...terkadang banyak teka teki nyaa...

    ReplyDelete
  7. ini versi korea dari film jepang dng judul yg sama..pd akirnya yg benar mmg bunuh diri dan saksinya adl ji hoon.di versi korea lbh menarik krn latar blkg tiap keluarga diperlihatkan.diversi jepang lbh fokus ke karakter cewek utama (so yeon).mkn krn hny dibuat 2 part aja.kalo korea kan 12 eps.

    ReplyDelete
  8. ini versi korea dari film jepang dng judul yg sama..pd akirnya yg benar mmg bunuh diri dan saksinya adl ji hoon.di versi korea lbh menarik krn latar blkg tiap keluarga diperlihatkan.diversi jepang lbh fokus ke karakter cewek utama (so yeon).mkn krn hny dibuat 2 part aja.kalo korea kan 12 eps.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^