SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 1 Bagian 1

SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 1 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: jtbc


Disebuah sekolah, tengah diadakan sidang pembunuhan salah seorang murid disana. Penuntut mengemukakan dakwaannya terhadap tersangka Choi Woo Hyuk atas pembunuhan terhadap Lee Soo Woo.

Pembela tersangka menolak tuduhan tersebut dan menganggap penutut berkhayal. Buktinya masih belum cukup kuat untuk menuntutnya. Tersangka tidak menyimpan dendam pada korban.

Penuntut, Go Seo Yeon bertanya pada saksi “25 Desember, tengah malam. Dimana dan apa yang dia lakukan?”

Saksi Kim Dong Hyun berteriak marah, alibinya palsu! Mereka yang sudah memaksanya untuk mengatakan apa yang mereka perintah!


Karena kesaksian tersebut, suasana persidangan pun menjadi kisruh karena salah satu diantara mereka berusaha menghajarnya.

Dan disudut ruangan, ada seorang murid wanita misterius menggunakan topi dan pakaian serba hitam memperhatikan jalannya persidangan. Dia Lee Joo Ri.

(2 Bulan Yang Lalu)



Kondisi kelas pagi ini sangat serius karena semua murid tengah mengerjakan ulangan. Go Seo Yeon merasakan tangannya yang kelelahan karena terus menulis. Ia pun mengikat pulpen ke tangannya, dan saat menoleh ternyata Lee So Woo sedang menertawakannya. So Woo terlihat sangat santai tanpa lembar jawaban dihadapannya, ia pun pergi meninggalkan kelas begitu saja.


Ketika istirahat, terdengar suara keributan dan anak – anak mulai berkumpul didepan sebuah kelas. Rupanya sedang terjadi perkelahian antara Lee So Woo dan Choi Woo Hyuk. So Woo tampak tak bisa memberikan perlawanan sehingga Woo Hyuk mampu memojokannya.

Seo Yeon ikut melihat pekerlahian mereka dan So Woo menatapnya namun Seo Yeon tidak mengerti akan makna tatapan yang diberikan oleh So Woo.

Keduanya berhasil dilerai setelah guru datang. Soo Woo yang tercekik pun tergeletak dilantai dengan lemas. Sekali lagi, dia menatap pada Seo Yeon yang memperhatikannya.

So Woo dipertemukan dengan Han Kyung Moon, Kepala Yayasan Jeong Guk. Dia meminta penjelasan kenapa So Woo membuat gara – gara dengan Woo Hyuk? Ayah Woo Hyuk Kepala Komite Pencegahan Kekerasan Sekolah di SMA Jeong Guk. Saat pemeriksaan, maka dia akan membuat So Woo mendapatkan sanksi semaksimal mungkin. Ahjussi mungkin tidak akan bisa membantu So Woo.



“Ahjussi. Aku bisa mengerti maksudmu. Apa yang ada dalam pikiran Ahjussi, aku tahu.”

Maka sudahilah! Kepala Han meminta So Woo memikirkan orangtuanya. Dia memberikan saran terakhir supaya So Woo pindah sekolah. Dia akan mencarikan sekolah yang sama bagusnya dengan SMA Jeong-guk tapi So Woo harus berjanji untuk tidak membesar – besarkan masalah ini lagi.

“Ahjussi. Kau boleh menghapus semua file dalam komputer. Dan kau boleh menghapus apa yang tertulis dalam laptop. Tapi bagaimana bisa kau menghapus kenangan dalam pikiran seseorang? Apa menurutmu itu akan berakhir hanya dengan aku meninggalkan sekolah ini?”

So Woo bangkit dari tempat duduknya. Kepala Han bertanya “Apa Ji Hoon juga tahu? Apa Ji Hoon mengetahuinya?”

Pertanyaan Kepala Han membuat So Woo menghentikan langkahnya sejenak. Namun ia tidak menjawab dan kembali berjalan meninggalkan ruangan.

Perkelahian mereka menjadi gosip hangat diantara para siswa. Mereka tidak menyangka So Woo yang diam dan kurus itu berkelahi dengan Woo Hyuk. Teman Seo Yeon yakin kalau riwayat So Woo akan berakhir setelah kejadian ini. Tahun lalu saja, ada yang berkelahi dengan Woo Hyuk dan statusnya langsung menjadi penyerang bukannya korban. Dia pun terpaksa meninggalkan sekolah.


Bu Guru mencari salah satu muridnya yang bersedia menjadi saksi atas perkelahian So Woo dan Woo Hyuk tapi tidak ada yang berani mengajukan diri. Saat ke kantor guru, Bu Guru bertanya pada Seo Yeon selaku Ketua Kelas, apakah dia tidak melihatnya juga?

“Tidak. Aku tidak melihatnya.” Aku Seo Yeon.


Tak disangka, saat akan keluar kelas, Seo Yeon malah berpapasan dengan So Woo. So Woo mendengar pembicaraannya dengan Bu Guru. Ia menatapnya dengan datar namun penuh kekecewaan dan kemarahan “Ternyata kau sama saja.”

Deg. Ucapan So Woo benar – benar menohok perasaan Seo Yeon. Waktu seolah berhenti ketika ia mendengar ucapan singkat So Woo tersebut.

Seo Yeon membaca komentar siswa lain di grup SNS tentang perkelahian keduanya. Mereka semua tak ada yang berani menjadi saksi dan menduga So Woo akan segera dipindahkan dari sekolah.

Rupanya hati nurani Seo Yeon terketuk juga dan ia pun akhirnya membuat surat pernyataan saksi.


Keesokan harinya, Seo Yeon dikejutkan dengan kabar bahwa Komite Kekerasan Sekolah akan mengadakan pertemuan hari ini. Bukankah seharusnya perlu waktu sekitar dua atau tiga minggu?

Dua teman Seo Yeon berdecak, apa dia tidak tahu orang macam apa Ayahnya Woo Hyuk itu? Mungkin ini pasti hari terakhir mereka melihat Si Bodoh So Woo.

Benar saja dugaan anak – anak, So Woo langsung di cap sebagai penyerang dalam rapat Komite Kekerasan Sekolah. Dan Woo Hyuk dikatakan sampai masuk Rumah Sakit akibat perkelahian pada tanggal 9 Desember. Kepala Sekolah memanggil Lee So Woo untuk masuk dalam ruangan dengan status sebagai Penyerang.


Tapi So Woo yang keras kepala tentu tidak mau menghadiri rapat dan masuk kedalam kelasnya. Seo Yeon bertanya padanya “bukankah kau seharusnya...”

So Woo mengabaikan Seo Yeon dan masuk dalam kelas untuk mengabil buku – bukunya dalam loker. Ia langsung pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Anak – anak jadi penasaran, apa yang terjadi? Apa dia tidak akan masuk ke sekolah lagi?
  

Kepergian So Woo menjadi tontonan bagi murid lain. So Woo tentu saja semakin dongkol karenanya, dia menatap anak – anak itu dan menunjukkan jari tengahnya. Kepala Han juga menyaksikan hal itu, dia tampak kecewa. So Woo sadar kalau Kepala Han memperhatikannya tapi dia sama sekali tidak perduli.

(2 minggu kemudian, 26 Desember)

Hari ini turun salju, Seo Yeon berangkat sekolah dengan riangnya.

Ditempat lain, seorang anak sedang duduk dikamarnya dengan hati sedih mendengarkan pertengkaran diantara orangtuanya. Ayah menyuruh Ibu untuk tenang, Joon Young sedang bersiap – siap berangkat sekolah. Ibu semakin menjerit “Aku merana karena dia! Bae Joon Young! Aku tak tahan lagi!”

Joon Young menghembuskan nafas berat sebelum akhirnya dia berpamitan dengan suara pelan, aku berangkat.


Joon Young sampai ke sekolah dan memarkirkan sepedanya. Tanpa sengaja, ia melihat seseorang yang sedang menangis memperhatikan sesuatu (Siapa? Muka mereka mirip – mirip!).

Anak itu buru – buru pergi saat menyadari kehadiran Joon Young.



Joon Young mengabaikan anak itu dan berjalan menuju kelasnya. Tapi dia melihat ada gundukan salju dibalik semak yang tampak aneh. Ia pun menyibak semak – semak itu dan menemukan ada tangan membeku dibalik sana. Joon Young sempat terkejut kemudian ia mulai menyingkirkan salju yang menutupi tubuh seseorang. Dan rupanya.. sosok So Woo sudah membeku dibawah gundukan salju tersebut!

Sontak Joon Young syok dan langsung menjauh dari gundukan salju itu.

Tak lama kemudian, Seo Yeon juga sampai kesana. Dia keheranan melihat Joon Young duduk ditanah dan saat menoleh, ia tertegun melihat So Woo terkubur salju.


Terjadilah keributan disekolah, mulai dari polisi yang berdatangan dan guru yang kuwalahan menerima panggilan dari orang luar yang mempertanyakan kejadian ini. Kepala Sekolah sangat marah, dia menyalahkan Penjaga Sekolah yang sudah membuka pintu menuju ke rooftop. Dia langsung memutuskan untuk memecat penjaga sekolah dan menyuruhnya meninggalkan sekolah secepatnya!

Bu Kim membela Penjaga Sekolah supaya Kepala Sekolah tidak perlu mengambil tindakan sampai sejauh itu.

Seorang guru memberitahukan bahwa Dewan Direksi dalam perjalanan menuju sekolah. Kepala Sekolah menyuruh Bu Kim untuk menyelesaikan masalah ini, dia pun pergi untuk bersiap menemui Dewan Direksi.

Saat kepergian Kepala Sekolah, Penjaga Sekolah terus memperhatikannya. Dia seolah mencurigai sesuatu.

Yoo Jin heran sendiri dengan keributan yang terjadi disekolah akibat kematian muridnya. Bagaimana kalau kejadian ini cuma bunuh diri?

Jelas lah akan memberikan dampak buruk bagi sekolah. Soo Hee menjelaskan, kalau sampai kejadian ini adalah bunuh diri berarti lingkungan sekolah akan dianggap kurang baik. Siswa yang mendaftar pun akan menurun padahal Jeong –guk tenar karena standardnya yang tinggi.

Yoo Jin kagum akan pemikiran Soo Hee. Soo Hee sampai geregetan, masa begitu saja tidak tahu.

“Lupakan! Dia akan mengerti kalau sudah jatuh 3 kali.” Celetuk siswa berkacamata, Kim Min Suk.

Salah satu dari anak kelas mengatakan bahwa disana masih ada beberapa anak yang belum masuk. Dikelas mereka ada 4 anak yang belum datang, Joon Young, Seo Yeon, Woo Hyuk dan juga.. yang tinggi dan pendiam.

Ah.. Yoo Jin menujuk bangku yang penuh dengan kaos kaki basah. Kalau begitu itu bangkunya Lee So Woo kan?

Mereka semua bertatapan diam. Yoo Jin tertawa garing, tidak mungkin dari kelas kita kan (yang meninggal)?

Wali Kelas menjelaskan profil Lee So Woo. Dia adalah anak dari keluarga level 5. Meskipun begitu, dia memiliki nilai – nilainya tergolong tinggi. Ia menunjukkan tanda – tanda depresi bahkan dua minggu yang lalu, dia terlibat perkelahian.

Dewan Direksi pun langsung menyuruh guru itu keluar saat informasi yang mereka perlukan sudah terjawab.


Dewan Direksi mulai membahas langkah apa yang akan mereka ambil. Kepala Han menyarankan supaya mereka tidak menganggap remeh masalah ini. Ada beberapa kasus yang mirip dengan kejadian ini, mereka harus mempelajarinya kemudian mengambil keputusan tepat dalam penanganannya.

Mereka harus menyiapkan dana duka. Kalau sampai keluarga membesar – besarkan masalah ini maka semuanya akan menjadi rumit. Mereka akan menyiapkan 30 juta won. Dan juga tolak semua wawancara media selama masa berkabung. Tapi setelah itu mereka bisa katakan kalau So Woo sudah berhenti sekolah disana atau katakan saja mengalami depresi.

“Kita harus mengawasi akun media sosial para siswa. Bukankah itu akar sebenarnya dari kejadian ini?” ucap salah satu anggota.

Kepala Han pikir, akan sangat aneh kalau mereka terlalu ikut campur dengan media sosial. Lebih baik fokuskan pada orangtua dan guru supaya tidak menduga hal yang aneh. Selain itu, mereka juga harus menghapus semua dokumen tidak resmi tentang So Woo.

Joon Young dan Seo Yeon duduk dalam diam setelah kejadian mengejutkan tadi padi. Ayah Seo Yeon salah satu penyelidik dalam kasus ini bersama dengan Detektif Oh. Detektif Oh mencoba membuat suasana lebih santai dengan memberikan segelas kopi untuk mereka.

Dia meminta keduanya untuk bercerita dari awal saja.

Joon Young pun berkata bahwa dia berangkat jam 7 tadi pagi. Dia terkadang berangkat sekolah sepagi itu karena orangtuanya bertengkar. Dia melihat sesuatu mencuat dibalik semak dan ketika ia menggalinya... ada Lee So Woo disana.

Detektif Oh tanya, apakah ada yang aneh dengan Lee So Woo akhir – akhir ini?

Mmm.. Seo Yeon berniat menceritakan sesuatu tapi dia tampak tertahan dan agak ragu. Ayah menyadari reaksinya dan meminta Detektif Oh untuk mengakhiri introgasinya sampai disini. Dia yakin kalau mereka berdua masih sangat syok.

“Apa yang forensik katakan?” tanya Ayah meninggalkan ruangan.

Detektif Oh berkata bahwa mereka menduga kalau kejadian ini adalah kejadian bunuh diri. Menurut keamanan sekolah, tak ada yang begitu mencolok, tidak meminta konseling dan tidak menyebabkan masalah. Hanya saja, dua minggu yang lalu dia berkelahi dengan siswa lain.

Tapi Detektif Oh rasa sekolah terlalu terburu – buru untuk menutup kasus ini. Tapi Ayah malah sependapat dengan keputusan sekolah, akan lebih baik untuk siswa dan sekolah ini juga kalau masalah cepat selesai.


Joon Young dan Seo Yeon masuk kelas dengan lemas. Teman – temannya bertanya khawatir tapi Seo Yeon tidak menjawab pertanyaan mereka. Bu Wali Kelas berada disana, matanya berkaca – kaca. Ia bingung untuk menjelaskan apa yang telah terjadi.. tapi hari ini.. teman kalian.. Bu Guru tak bisa melanjutkan ucapannya dan menangis.

Mereka semua pun sudah bisa membuat kesimpulan tanpa dijelaskan lagi.

Sepulang sekolah, Soo Hee dan Yoo Jin mengkhawatirkan kondisi Seo Yeon dan menawarkan supaya dia bisa mengantarkannya. Seo Yeon menolak lagipula Ibu akan menjemputnya. Mereka bertiga pun akhirnya berpisan.

Ponsel Seo Yeon bergetar menerima telfon dari ibunya dan bertepatan saat itu, ia juga melihat Joon young sedang berdiri didekat tempat ditemukannya mayat So Woo.

Seo Yeon menghampirinya. Joon Young bertanya “Menurutmu apa orang-orang akan pergi ketika mereka mati? Apa rasanya mati?”

“Kenapa kau mengatakan itu?”

“Lee So Woo... Dia terlihat damai. Dia terlihat nyaman.”

Seo Yeon terkejut mendengar ucapan Joon Young.. “Joon Young!”

Tapi pembicaraan mereka terhenti karena Ibu datang. Joon Young dan Ibu saling mengenal, Joon Young pun memberi salam. Ibu menawarkan supaya mereka bisa pulang bersama – sama. Joon Young menolak tawarannya kemudian pamit pergi.

“Dia masih harus merawat ibunya saat ia pulang dalam keadaan begitu.” Ucap Ibu kasihan padanya.

-oOo-

3 Responses to "SINOPSIS Solomon’s Perjury Episode 1 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^