SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 12 Bagian 2


Sumber gambar dan konten:SBS

Link SINOPSIS 12 Bagian 1

Chi Hyeon membuka pintu kantor Ketua Heo tapi mendapati Ketua Heo sedang rapat dengan Pengacara Lee sedang membicarakan masalah surat wasiat yang ingin Ketua Heo sahkan dengan segera. 

Chi Hyeon sengaja diam di pintu tidak menganggu. Ketua Heo tidak menyadari kedatangannya. Pengacara melihatnya tapi Chi Hyeon mengisyaratkannya untuk diam. Tapi kemudian dia mendengar Ketua Heo memberitahu Pengacara bahwa dia ingin mewariskan semua harta warisannya pada Joon Jae.

Chi Hyeon shock mendengarnya. Saat Pengacara mengingatkannya bahwa istrinya dan Chi Hyeon juga perlu mendapat bagian warisan, Ketua Heo malah bertanya berapa banyak bagian yang akan diterima Joon Jae jika dia mengesampingkan istrinya dan Chi Hyeon.


Jin Joo dan Ibu Tiri sedang makan siang bersama. Ibu Tiri bermulut manis pada Jin Joo padahal diam-diam dia sinis melihat Jin Joo yang terang-terangan menjilatnya dengan lebai. Apalagi saat Jin Joo menawarinya arak Cina lalu mengajaknya bersulang untuk persahabatan dan kerja sama bisnis mereka.

Jin Joo terus mengoceh panjang lebar tentang bisnis tapi Ibu Tiri langsung menghentikannya saat dia menerima telepon dari Pengacara Lee. Jadilah Jin Joo menunggu sambil minum-minum.

Dan sesaat kemudian, Jin Joo mulai mabuk berat sampai-sampai dia bicara dengan nada banmal dan menyebut Ibu Tiri sebagai unnie karena Ibu Tiri jelas-jelas sudah tua. Dia terus ngelantur dan menggerutui Ibu Tiri yang terus mengacuhkannya padahal dia sudah banyak menerima makanan enak darinya.

Ibu Tiri kesal mendengarnya. Tapi saat dia hendak pergi, Jin Joo tiba-tiba merutuk "Dia sangat jahat sampai merayu suami teman SMA-nya. Cih!"

Ibu Tiri kaget. Jin Joo santai saja mengoceh, dia sudah baca semua tabloid gosip di Gangnam yang mengatakan kalau Ibu Tiri merayu suami teman SMA-nya, lalu temannya itu menghilang dan anak mereka dibuang. 

"(Tabloid gosip) itu bilang kau benar-benar menghancurkan keluarga itu. Wah! Kau benar-benar sesuatu! Hebat!" oceh Jin Joo.


Si Ah mendatangi rumah Joon Jae untuk merayakan natal. Sementara Joon Jae dan yang lain sibuk di dapur, Chung masih belum keluar dari kamarnya. Tapi Joon Jae bisa mendengar pikirannya. 

Ternyata Chung sedang galau memilih baju. Tidak boleh yang pendek, Joon Jae tidak suka. Joon Jae langsung mengangguk setuju. Baju yang kedua panjang, tapi terlalu hot. Joon Jae refleks berkomentar "Tidak boleh yang hot."

Tae Oh langsung menatapnya bingung. Akhirnya Chung memilih baju yang lumayan dan berpikir kalau dia harus lebih cantik dari Cha Si Ah. Joon Jae langsung melirik Si Ah dengan senyum geli.

Chung akhirnya keluar dan membuat semua pria terpesona dengan kecantikannya. Tae Oh kontan memotretnya dan Joon Jae langsung mengejarnya, Si Ah malah kepedean mengira Tae Oh sedang memotretnya.



Setelah itu, mereka berkumpul di sofa sambil makan snack. Joon Jae melempar snack ke udara dan sukses menangkapnya dengan mulutnya. Chung langsung ikut-ikutan dan berhasil melakukannya dengan sekali coba. Semua orang kagum.

Si Ah tak mau kalah tapi gagal dan langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta Joon Jae mengajarinya. Chung langsung menggerutu cemburu dalam pikirannya, kenapa dia bisa melakukan itu dengan baik sih? Dia kan jadi tidak bisa membuat Joon Jae mengajarinya. Tapi dia tidak bisa berhenti, snack ini enak banget.

Joon Jae refleks tertawa geli mendengar pikiran Chung, tapi Si Ah malah kepedean mengira Joon Jae menertawainya yang belum bisa-bisa.

Keluar dari toilet, Chung mendapati Si Ah sudah menunggunya di sana. Saat Si Ah mengomentari kembalinya dia ke rumah ini, Chung membalas kalau ini adalah rumahnya jadi wajar kalau dia kembali. Dia juga akan pindah bersama Joon Jae jika kontrak rumahnya ini berakhir 1 setengah tahun lagi.

"Apaan? Kalian mau menikah?"

"Walaupun kali belum membicarakannya secara pasti, tapi kami sepakat ada rencana itu diantara mereka."

"Rencana? Rencana apa?"

"Rencana Heo Joon Jae untuk menyukaiku."


Si Ah kaget mendengarnya. Tapi kemudian dengan liciknya dia berkata kalau kata-kata itu sudah sering diucapkan Joon Jae. Chung pasti sering berpikir galau, apakah Joon Jae menyukainya? Apakah tatapan Joon Jae itu artinya Joon Jae menyukainya? Ataukah Joon Jae cuma memperlakukannya dengan baik? Tapi kenapa Joon Jae belum mengajaknya pacaran? Apa Joon Jae sebenarnya tidak menyukainya?

Chung kaget, mengira Si Ah bisa mendengar pikirannya. Si Ah berkata bahwa apa yang Joon Jae lakukan ini namanya mengelola akuarium (mempertimbangkan beberapa orang yang potensial sebagai pasangan)

Chung tercengang, mungkin dia mengartikannya secara harfiah. Si Ah mengklaim kalau Chung tidak akan bisa menangani Joon Jae. Dia mengklaim dirinya sendiri sebagai orang yang paling cocok berada di sisi Joon Jae karena dia tidak akan pergi begitu saja.

"Kau adalah ikan yang terperangkap dalam akuarium." kata Si Ah

"Aku bukan ikan." protes Chung

"Tidak, kau adalah ikan. Sudah cukup kau tinggal di sini selama ini. Sekarang kembalilah ke tempat asalmu, terserah mau itu di sungai atau lautan."

Di kamar penginapannya, Dae Young frustasi sampai tidak mau mengangkat telepon dari Ibu Tiri. 


Chi Hyeon mendatangi ibunya dengan wajah murung lalu bertanya siapa sebenarnya ayahnya, ayah kandungnya. Ibu Tiri menolak menjawab dan hanya berkata sok bijak bahwa Ayah Chi Hyeon menyayangi Chi Hyeon dengan caranya sendiri dan dia melakukan yang terbaik demi kebahagiaan Chi Hyeon dengan tidak muncul di hadapan Chi Hyeon. Jadi lebih baik Chi Hyeon tidak tahu.

"Yang harus kau tahu adalah orang yang paling bia dipercaya adalah kau dan aku, hanya kita berdua."

"Iya. Sepertinya benar." ucap Chi Hyeon


Si Ah memanggil Tae Oh ke kedai kaki lima lalu dengan pedenya membanting fotonya di hadapan Tae Oh, mengira Tae Oh begitu ingin memiliki fotonya sampai memotretnya secara diam-diam. Seharusnya Tae Oh tinggal minta saja padanya daripada melakukan itu di hadapan orang lain.

Tae Oh langsung mendengus sinis. Dia hendak menjelaskan kesalahpahaman Si Ah, tapi Si Ah menghentikannya lalu dengan pedenya mengingatkan Tae Oh bahwa dia tidak bisa menerima perasaan Tae Oh. Tapi Tae Oh jangan meremehkan cintanya. 

Dia menasehati Tae Oh untuk melampiaskan semua luka hatinya padanya saja dan jangan dipendam. Tae Oh berusaha menegaskan kalau dia sama sekali tidak merasa terluka. Tapi Si Ah tidak percaya dan terus saja mengoceh.

Kali ini dia mulai bercerita kalau dia menyukai Joon Jae selama 7 tahun. Dia menyukainya sejak pertama kali dia melihat Joon Jae di hari pertama mereka masuk universitas dan selama 7 tahun dia mengawasi Joon Jae dari kejauhan dan menjaga hubungan semacam ini. 

Tae Oh malas banget mendengarnya dan berusaha bersabar meladeni ocehan Si Ah dengan memakan timun. Si Ah terus saja mengoceh dan menilai caranya mencintai Joon Jae ini adalah cinta dewasa.


Tapi beberapa saat kemudian, Si Ah menelepon Joon Jae sambil mewek gila, memohon-mohon agar Joon Jae tidak menutup teleponnya lalu menceritakan berbagai rencana masa depannya. Dia berencana mau langsung menikah dengan Joon Jae tanpa tunangan dulu seperti tren jaman sekarang, lalu kalau dia melahirkan anak maka dia akan menyumbang ke UNICEF seperti tren jaman sekarang.

Joon Jae malas banget mendengar ocehannya dan menyuruh Si Ah untuk pulang saja daripada teriak-teriak di jalan lalu menutup teleponnya. Sepertinya Si Ah sudah sering melakukan itu. Nam Doo sampai berkomentar "Sepertinya tahun benar-benar akan segera berakhir melihat Cha Si Ah menelepon sambil mabuk."


Saat Joon Jae kembali ke kamarnya, dia mendapati Chung sedang berbaring di kasurnya. Dia langsung protes menyuruh Chung kembali ke kamarnya. Chung bangkit dengan lesu dan berpikir "Heo Joon Jae, apa kau melihatku sebagai ikan? Apa kau sedang mengelola tambak ikanmu?"

Joon Jae pura-pura tak mendengar dan menyuruh Chung naik ke kamarnya. Tapi itu malah membuat pikiran Chung semakin sibuk memikirkan makna sikap Joon Jae. Apakah maksudnya Joon Jae muak melihatnya sampai menyuruhnya naik? Apa Joon Jae ingin menyingkirkannya?

Chung beranjak hendak ke kamarnya. Tapi gara-gara mendengar pikirannya tadi, Joon Jae menyuruh Chung tidur saja di situ sementara dia yang naik. Dia juga memohon Chung untuk tidak berpikir apapun malam ini dan tidur saja dengan baik.

Tapi Chung terus saja berpikir "Jantungku berdegup lagi. Bisakah aku melarikan diri dari tambak ikan ini?"

Joon Jae mendesah frustasi mendengarnya, mau tidur saja susah sekali rasanya "Aku cuma mau tidur. Sudah berapa hari ini?"


Jin Joo terbangun keesokan harinya. Dong Shik sampai heran, berapa banyak yang dia minum? Apa kemarin dia dan Istri Ketua Heo membicarakan sesuatu yang serius? Jin Joo tiba-tiba teringat semua rutukan yang ucapkan pada Ibu Tiri kemarin dan langsung stres.


Sama seperti kakak iparnya, Si Ah juga sedang jejeritan gila setelah melihat daftar teleponnya semalam. Ahjumma sampai heran sendiri melihatnya. Dia minta izin pada Jin Joo untuk periksa tekanan darah ke rumah sakit hari ini dan Jin Joo mengiyakannya saja.

Jin Joo langsung mendatangi Ibu Tiri di tempat spa dan berlutut di hadapannya sambil mewek "Nyonya, bunuh saja aku!"

Dia mengklaim kalau kebiasaannya saat mabuk biasanya sangat baik, entah kenapa dia jadi seperti itu semalam. Ibu Tiri langsung menyindir sinis, kenapa tidak sekalian saja Jin Joo memberitahu gosip di Gangnam secara mendetil.

Jin Joo langsung berbohong menyangkalnya dan menyatakan kalau dia tidak pernah bergosip. Jin Joo dengan panik mengklaim dirinya yang kemarin bukan dirinya, anggap saja ada iblis yang merasuki tubuhnya. Ibu Tiri mengacuhkannya.

Chung tiba-tiba duduk di samping Tae Oh dan membuat Tae Oh tersipu sampai wajahnya memerah. Chung sampai heran, setiap kali melihat Tae Oh, wajah Tae Oh selalu kelihatan merah. Tae Oh langsung menunduk malu.

Chung lalu meminta Tae Oh untuk mengajarinya cara memakai komputer. Dia merasa pelajaran yang didapatnya dari TV terbatas, tapi dia dengar kita bisa mencari tahu segalanya lewat komputer. Apa Tae Oh tahu cara mencari tahunya.

"Apa?" tanya Tae Oh

"Bagaimana cara mengetahui apakah seseorang bisa dipercaya atau bagaimana cara mencari tahu apakah seseorang hanya merayumu saja. Hal-hal semacam itu" bisik Chung di telinga Tae Oh.


Joon Jae melihatnya dan langsung menggerutu cemburu "Jangan berbisik di telinga, berpikir saja. Hei, Tae Oh! Kenapa telingamu merah? Jangan memerah!"

Dia menyuruh Chung turun saja, dia yang akan mengajari Chung memakai komputer. Tapi Chung tidak mau. Dalam pikirannya dia berkata kalau dia harus mencari tahu niat Joon Jae yang sebenarnya. Joon Jae menyukainya sungguhan atau cuma merayunya.

"Apa aku harus mengatakannya keras-keras supaya kau tahu?" sahut Joon Jae refleks.

Jelas saja Chung heran. Panik, Joon Jae cepat-cepat mengubah ucapannya "Maksudku, apa aku harus mengatakannya keras-keras hanya untuk mengajarimu komputer. Tidak bisakah kau belajar sambil melirik beberapa kali saja. Baiklah, kalau kau mau belajar dari Tae Oh, belajar saja darinya"

Ibu Tiri menemani Ketua Heo periksa ke rumah sakit. Dokter Kim heran melihat hasil pemeriksaan mata Ketua Heo. Bagaimana bisa kondisi matanya semakin memburuk padahal dia rajin minum obat. Ibu Tiri diam-diam tersenyum licik.

Dokter cemas, kalau dibiarkan terus, bisa-bisa Ketua Heo akan kehilangan penglihatannya. Ibu Tiri langsung berakting pura-pura cemas. Dokter menyarankan agar Ketua Heo segera dioperasi mumpung kerusakannya masih di area luar retina, jika kerusakannya masuk kedalam maka tak ada yang bisa mereka lakukan.


Keluar dari ruang dokter, Ibu Tiri mendudukkan Ketua Heo di lobi sementara dia mengurus administrasi. Tepat setelah dia pergi, Ahjumma tiba di rumah sakit yang sama dan langsung membeku saat melihat Ketua Heo di depannya.

Tapi pandangan mata Ketua Heo sangat buram dan tidak bisa melihat wajah Ahjumma. Ia mencoba mengedipkan mata beberapa kali tapi tetap saja matanya tidak bisa fokus. Ahjumma begitu terkejut melihatnya dan cepat-cepat memunggunginya saat mendengar Ibu Tiri kembali.

Mereka pun berjalan pergi melewati Ahjumma yang berusaha keras menahan air matanya melihat kemesraan mereka yang membuat Ahjumma teringat masa lalunya.

Flashback,


Dulu saat bisnis Ketua Heo sudah semakin berkembang dan mereka pindah ke rumah mewah, Ibu Tiri mendatanginya sebagai agen asuransi. Pura-pura tak enak hati karena menawarkan asuransi padanya padahal dulu mereka tidak akrab semasa sekolah, tapi Ahjumma sama sekali tidak punya pikiran buruk tentangnya dan menyambutnya dengan senang hati.

Ahjumma memanggilnya Kang Ji Yeon tapi Ibu Tiri berkata kalau dia sudah mengubah namanya jadi Kang Seo Hee. Dengan wajah memelas, Ibu Tiri mengeluhkan kesulitan hidupnya yang harus membesarkan anaknya seorang diri setelah suaminya meninggal dunia tiba-tiba.

Ahjumma berkata bahwa dia memang membutuhkan asuransi dan berjanji akan memberitahu suaminya untuk mendapatkan asuransi juga. Tanpa mencurigai apapun, Ahjumma menyarankan Ibu Tiri untuk mendatangi suaminya di tempat kerjanya kapan-kapan.

Flashback end,


Joon Jae sedang mencari informasi Ma Dae Young saat dia mendapat telepon dari Chi Hyeon. Dari nada suaranya, Chi Hyeon sepertinya sedang mabuk tapi ucapannya serius. "Joon Jae-ya, kurasa aku... tidka bisa melindungi ayahmu. Kau lindungi ayahmu sendiri, aku akan melindungi ibuku"

"Apa yang kau lakukan?"

"Ini peringatan terakhirku dan hadiah dari (putra) palsu pada (putra) asli"


Joon Jae tidak mengerti maksudnya. Dia kembali ke kamarnya sambil memikirkan hal itu, tapi lagi-lagi dia mendapati Chung sedang berbaring lesu di kasurnya. Apa Chung mau mengambil alih kamar ini sekarang?

Chung mengaku ada yang ingin dia tanyakan. Chung langsung memikirkan banyak pertanyaan. Kenapa Joon Jae berkata kalau dia berencana menyukainya? Kenapa Joon Jae menyelamatkannya? Kenapa Joon Jae memeluknya? Apa Joon Jae menyukainya? Ataukah seperti yang dibilang Si Ah, kalau Joon Jae cuma merayunya? Dia sudah berusaha mencari di internet tapi tak ada jawaban apapun tentang perasaan Joon Jae.

Tapi pada akhirnya, Chung tidak sanggup mengungkapkan semua pertanyaan itu dan berkata kalau dia akan memikirkannya saja sepanjang malam. Joon Jae langsung mendesah frustasi mendengarnya. 

Chung hendak naik tapi Joon Jae mencegahnya. Dia mengklaim kalau dia tidak tahu apa yang Chung pikirkan, tapi bisakah Chung tidak melakukannya. Chung malah salah paham, mengira Joon Jae melarangnya memikirkan Joon Jae. Dan kenapa Joon Jae menatapnya begitu? Apa Joon Jae marah?

Joon Jae langsung menghentikan pikiran Chung dengan menggenggam tangan Chung dan mengecup kening Chung. Pikiran Chung diam seketika. Akhirnya, sekarang tenang dan menyenangkan.

"Mulai sekarang, jangan memikirkan apapun dan jangan melakukan apapun" Joon Jae lalu mendekatkan dirinya mencium mesra Chung.

6 Responses to "SINOPSIS The Legend of the Blue Sea Episode 12 Bagian 2"

  1. Wahh... brarti ma dae young itu suami ibu tiri joon jae ya, bapaknya chi hyeon donk..

    ReplyDelete
  2. Terima ksh sinopsisnya..lanjutkan mba semangka

    ReplyDelete
  3. Terima ksh sinopsisnya..lanjutkan mba semangka

    ReplyDelete
  4. Mba, sinopsis episode 12 part 1 & 2 koq sama? Terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Aku itu suka bgt sama ini drama bikin penasaran gemas semuahnya deh mba sampai2 aku download apk sbs biar update ini drama saking sukanya semangat ya mba bikin sinopsisnya gomawo

    ReplyDelete
  6. episode ini bener2 bikin aq ngakak.....wkwkw..... nonton makin seru kalau disertai baca sinopsisnya. mksh.....semangat terus ditunggu postingan selanjutx

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^