SINOPSIS The Legend of The Blue Sea Episode 12 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 12 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Dam Ryung berniat menebas kepala Bangsawan Yang, ia menyuruhnya mati dan jangan lahir kembali. Tapi belum sempat Dam Ryung melakukan niatnya, seorang prajurit istana datang.

Kriminal Kim Dam Ryeong, terimalah perintah istana. Kau sudah dalam pengaruh sihir dan tidak bisa menjalankan tugas sebagai pemerintah daerah. Kim Dam Ryeong telah mengganggu opini publik dan akan menjadi tahanan rumah di pengasingan provinsi Gyeongsang, Geoje. Keluar dan jalankan perintah.”



Kembali ke masa kini, Chung menemukan boneka gurita pink yang tergeletak di tanah. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Joon Jae namun dia tidak ada. Chung pun kembali membatin “Heo Joon Jae, kau dimana?”

Joon Jae yang mau masuk ke mobil menjadi khawatir dengan Chung.

Ponsel Joon Jae berdering, ia pun meminta Detektif Hong untuk mengijinkannya mengangkat telfon. Dia tidak perlu melepaskan borgolnya, hanya letakkan saja ponsel ditelinganya. Detektif Hong menolak, dulu dia mengatakan hal yang sama kalau orangtuanya akan khawatir tapi ternyata dia malah memanggil teman kelincinya yang lain.

“Kali ini beneran, pacarku sedang menunggu sendirian.”

“Nanti juga pergi kalau kau tidak datang.”


Joon Jae bilang kalau dia mau bekerja sama dalam proses penangkapan. Lagipula ia ditangkap bukan dalam kondisi berbuat kejahatan. Tidak seharunya dia diborgol dan tidak boleh mengangkat telfon. Kalau Detektif Hong melanggar peraturan maka ia akan mendapatkan hukuman.

Detektif Hong santai saja “Baiklah. Aku akan masuk penjara. Ayo hidup bersama.”

Chung keheranan karena Joon Jae belum juga mengangkat panggilannya.

Rekan Detektif Hong masuk ke mobil, dia heran kenapa dia menangkap orang lain padahal targetnya adalah Ma Dae Young. Detektif Hong memberitahukan kalau pria disampingnya adalah Heo Jeon Jae itu yang berkeliaran menggunakan namanya. Lebih baik mereka mencari Ma Dae Young lain kali saja, tempat ini sangat ramai sekarang.

Joon Jae penasaran mendengar nama Ma Dae Young tapi mereka tidak mau menjelaskan. Ia pun menarik kerah baju Detektif Hong dan memintanya untuk mengizinkan ia menggunakan telfon “Ma Dae Young itu mengincarku!”

Rekan Detektif Hong tidak percaya apalagi Joon Jae adalah seorang penipu. Namun Detektif Hong melihat raut keseriusan di wajah Joon Jae sehingga dia bertanya, kenapa dia mengincarmu?

“Aku juga tidak tahu. Jika Ma Dae Young dekat dari sini maka dia sedang mengikutiku. Tapi wanita itu sedang sendirian, berikan ponselnya padaku cepat!” marah Dae Young.


Joon Jae berhasil menghubungi Chung, Chung langsung mengangkat panggilan Joon Jae yang namanya diberi kontak ‘Seseorang Yang Paling Aku Kenal’. Saat ditanya, Chung mengaku kalau dia masih berada ditempatnya barusan. Joon Jae bernafas lega kemudian menyuruhnya cepat pulang. Jangan matikan telfonnya saat dalam perjalanan.

Chung melihat taksi tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia pun langsung masuk begitu saja tanpa mengetahui supirnya. Joon Jae bertanya apakah Chung mengetahui alamat rumah mereka?

“Aku tahu.”

Dia memanggil Supir taksi untuk mengatakan alamatnya tapi si supir malah tersenyum jahat kearah Chung kemudian mengunci pintunya. Chung bisa mengenalinya. Joon Jae yang ada diseberang telefon memanggil – manggil Chung tapi tidak ada jawaban.

Kau menggunakan topi hari ini?” tanya Chung.

Joon Jae ingat dengan ucapan Chung waktu itu kalau Ma Dae Young menggunakan topi. Ia pun langsung bisa menduganya, ia kembali bertanya dimana keberadaan Chung. Chung akhirnya menjawab “Heo Joon Jae. Tempat dimana kita berjanji bertemu saat salju pertama turun. Tempat itu semakin terlihat besar dan besar.”

Panggilan seketika terputus dan saat ditelfon ulang ponselnya sudah mati. Joon Jae ingat dengan tempat janjian mereka adalah Namsan Tower. Dia menyuruh kedua Detektif untuk bergegas kesana. Detektif Hong sempat ragu tapi ia akhirnya setuju juga.

Dia memperingatkan Joon Jae kalau sampai dia menipu saat ini, ia akan membunuhnya. Joon Jae juga mengatakan hal yang sama, dia akan membunuh Detektif Hong kalau sampai sesuatu terjadi pada wanita itu.

Detektif Hong dengan berat hati melepaskan borgol yang menjerat tangan Joon Jae. Joon Jae dengan panik menyuruh Detektif Hong untuk menghubungi polisi di sekitar Namsan Tower. Ia berusaha melacak GPS Chung tapi sudah tidak bisa lagi. Ia pun geram karenanya.


Chung sudah tidak sadarkan diri karena suntikan yang diberikan oleh Ma Dae Young. Dae Young tersenyum licik seperti biasanya.

Joon Jae memberikan instruksi pada Detektif Hong untuk melakukan pengecekan taksi hilang kemudian memberitahukan pos polisi disana bahwa seorang wanita 30 tahunan tahun diculik. Di juga cantik.

Detektif Hong menuruti saja perintah Joon Jae tapi dia mengubah kata cantik dengan “Mereka mengatakan kalau dia cukup cantik.”

Diadakan razia di jalan menuju ke Namsan Tower. Namun sayangnya Ma Dae Young cukup licin dalam hal ini, dia langsung berbelok di persimpangan dan bebas dari razia.

Sampai saat polisi belum menemukan taksi yang digunakan Ma Dae Young. Joon Jae tahu dimana jalur yang mungkin digunakan oleh Dae Young tanpa harus terkena razia. Rekan Detekif Hong kurang yakin tapi Detektif Hong mempercayainya, dia penipu yang punya spesialisasi kabur.

“Kau tidak mungkin tahu jalur di Seoul lebih baik dari aku.”

“Itu sesuatu yang bisa dibanggakan.” Sindir Detektif Hong.

Joon Jae gusar didalam mobil, dalam batinnya ia terus berucap dan memohon supaya Chung mengatakan sesuatu. Dia akan mendengarnya dan datang kesana.


Dae Young membawa Chung ke sebuah rumah sakit yang sudah tidak terpakai. Kaki Chung tidak bisa digerakkan ketika ia tersadar. Dae Young melambai padanya sambil mengisi galon dengan air.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Chung.

Dae Young tidak akan melakukan apapun pada Chung. Dia hanya tidak bisa menghindari rasa penasarannya dan ingin mengonfirmasi mimpinya. Mimpi yang lama – kelamaan menjadi terkesan nyata. Dia bermimpi kalau Chung adalah Putri Duyung maka dengan ia memasukkan Chung dalam air, dia akan mengetahuinya.

Detektif Hong rasa jalur ini adalah jalur menuju ke rumah sakit tempat Dae Young menjalani pengobatan. Tapi tahun lalu rumah sakit itu ditutup jadi mereka sulit menemukan catatan kesehatannya. Joon Jae pun langsung menyuruh mereka berdua membawanya ke rumah sakit tersebut.

Mereka segera berpencar sesampainya di rumah sakit.

Dae Young berniat membopong Chung namun sebelum itu Chung memperingatkan. Seorang Putri Duyung tidak akan membiarkan manusia yang telah menyentuhnya. Seorang Putri Duyung bisa menghapus ingatan siapapun yang dia mau.

Kontan Dae Young terhenti, ingatan –nya mulai bergulir satu demi satu. Mulai dari seorang pria yang mengingatkan supaya dia tidak menyentuh Duyung sembarangan. Kemudian dia yang memohon dihadapan Dam Ryung dan Dam Ryung akan menebas lehernya. Semua pun bergulir dalam otaknya saat itu juga.


Chung mengulurkan tangannya supaya Dae Young bisa mengonfirmasinya sendiri. Dae Young ragu dan ia melihat Joon Jae berjalan ke ruangan mereka. Ia tidak punya nyali sehingga akhirnya pergi meninggalkan Chung.


Heo Joon Jae, aku takut.” Batin Chung.

Joon Jae yang berdiri tidak jauh dari sana pun bisa mendengar suara batinnya. Ia langsung berlari keruangan tempat Chung berada, ia tampak sedih melihat Chung yang lemas. Joon Jae pun menghampirinya dan memeluknya memberikan ketenangan.

“Maafkan aku, aku datang terlambat.”

Detektif Hong dan rekannya tidak bisa menangkap Ma Dae Young. Mereka kehilangan jejaknya.

Joon Jae memapah Chung ke rumah. Nam Doo dengan antusias menceritakan berita terbaru, terjadi keributan besar di Seoul dan polisi melakukan razia untuk menangkap Ma Dae Young. Kau tahu Detektif Yang bertugas untuk menangkap Ma Dae Young? Itu adalah Mi Mi Hong Dong Pyo.

Detektif Hong muncul “Aku pikir aku Mi Mi Hong Dong Pyo. Apa artinya dari Mi Mi?”

“Michin Misery (Si Gila Yang Menyedihkan).” Jawab Nam Doo takut – takut.

Joon Jae tidak begitu memperhatikan mereka dan mengantarkan Chung ke kamarnya. Empat orang itu pun duduk dengan canggung. Detektif Hong mengedarkan pandangan memperhatikan rumah mewah yang mereka tinggali. Nam Doo bilang kalau dia akan menyumbangkan kekayaannya pada rakyat. Detektif Hong hanya menanggapi dengan senyum tidak percaya.

Nam Doo semakin takut “Apa kau akan memasukkanku ke penjara?”


Joon Jae membimbing Chung supaya rebahan di ranjang. Chung ingin menceritakan tentang Ma Dae Young tapi Joon Jae menghentikannya. Mereka bisa membicarakannya nanti, dia sudah melewati hari yang berat. Jangan khawatirkan apapun. Ia menyuruhnya tidur lelap dan dia akan tidur di loteng.

“Mereka bilang sangat menderita saat keluar rumah dan sangat nyaman tinggal dirumah.”

Benar, jadi Joon Jae menyarankan supaya Chung tetap tinggal dirumah dan jangan keluar dengan ceroboh. Chung penasaran, selamanya?


Tidak selamanya, sebenarnya rumah ini bukanlah rumah milik Joon Jae. Rumah ini hanyalah rumah sewa jangka panjang. Masih ada sisa waktu sekitar 1,5 tahun lagi. Funitur memang miliknya jadi mereka harus memindahkannya.

“Memindahkan semua? Siapa?”

“Tentu saja kau harus memindahkan semuanya. Kau kan mau pergi denganku.” Jawab Joon Jae. Ia mengusap kepala Chung lembut kemudian menyuruhnya untuk tidur. Joon Jae akan keluar menemui dua detektif disana.

Detektif Hong ingin berbicara dengan Chung untuk mendapatkan kesaksian. Joon Jae melarangnya apalagi Chung masih syok akibat kejadian tadi. Dia lebih mengetahui tentang Dae Young daripada Chung karena dia lah target Dae Young.

Joon Jae menyuruh Tae Oh untuk menunjukkan rekaman CCTV didepan rumahnya. Itu adalah hasil CCTV saat seorang rentenir meninggal. Dia juga menunjukkan SMS yang ia dapatkan dari Manager Nam. [Joon Jae, jam 7 sore lebih di 29-21 Banji di Yeonjoong –dong. Aku akan menemuimu, aku menunggumu.]

“Ini adalah seorang Ahjussi yang aku kenal, tapi setelah insiden kecelakaannya dia koma. Dan aku mendapatkan pesan itu. Kejadian ini dipalsukan sebagai sebuah kecelakaan dan kemungkinan Ma Dae Young terlibat didalamnya.”


“Apa kau pernah menipu keluarga atau kenalannya?”

“Tidak.”

Tapi tetap saja, Detektif Hong akan memproses Joon Jae. Joon Jae rasa tidak akan mudah memenjarakan mereka karena melakukan penipuan. Tidak ada satupun korban yang melaporkan mereka. Nam Doo yakin, mereka tidak berani melapor karena uang yang mereka tipu adalah uang kotor.

Detektif Hong tetap kekeuh apalagi Joon Jae sering menyamar menjadi dirinya. Joon Jae membela diri kalau dia tidak melakukan tindakan gelap saat pura – pura jadi polisi. Dia juga tidak pernah melukai seseorang. Malah seharusnya dia mendapatkan bayaran kan?

Detektif Hong kesal ingin mendamprat Joon Jae. Joon Jae menawarkan untuk melakukan kerjasama. Mereka bisa membahas masalah mereka setelah masalah Ma Dae Young selesai. Ia akan melakukan apa yang Detektif minta padanya. Detektif Hong tidak yakin, bagaimana dia bisa percaya?

Lagipula Detektif Hong sudah mengetahui rumahnya. Joon Jae juga sekarang tidak bisa berpindah sesuai keinginannya sendiri. Meskipun tidak percaya, bisakah dia pergi untuk hari ini?


Chung belum bisa tidur memikirkan pembicaraan mereka tentang “deposir rumah jangka panjang”. Apa itu artinya? Apa mereka akan menikah? Apa dia menyuruhnya pergi bersama supaya dia bisa memindahkan seluruh furnitur.

Joon Jae bisa mendengar suara batin Chung, dia tersenyum “Apa kau pikir bergitu? Pabo.”

“Apa dia akan menikah dengan wanita lain dan aku memindahkan furniturnya?”

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

Chung mulai memikirkan tentang Joon Jae yang mengusap rambutnya. Apa dia sekarang jatuh cinta padanya? Chung gegulingan senang tapi kemudian dia tidak yakin juga dengan perasaan Joon Jae. Tapi kenapa juga dia memegang rambutnya? Apa itu lampu hijau untuknya?


Joon Jae lama kelamaan mulai terganggu dengan suara batin Chung. Dia gegulingan menutup telinga tapi suara Chung masih terdengar. Ia akhirnya membuka pintu loteng dan menyuruh Chung tidur. Jangan terlalu memikirkan banyak hal.

Chung takut – takut mengiyakan “Selamat tidur.”

Tapi setelah Joon Jae masuk ke kamar, Chung kembali berfikiran kenapa Joon Jae seperti itu? Apa dia marah, tapi tadi dia tersenyum. Apa tandanya tadi? Kontan Joon Jae tidak bisa tidur mendengarkan ocehan batin Chung.


Jin Joo dan suaminya masih berusaha untuk bisa menghubungi CEO Kim (Joon Jae). Suami Jin Joo sudah pasrah, apa yang mereka lakukan sia – sia? Jin Joo tidak pantang menyerah, lebih baik mereka tetap berusaha. Untuk sekarang dia akan menghubungi Ketua Heo lebih dulu.

Ibu Tiri mengangkat panggilan dari Jin Joo dan mereka janjian untuk bertemu.

Ibu Tiri sedang sibuk memasukkan obat untuk Ketua Heo. Chi Hyun diam – diam memperhatikannya kemudian mengambil obat tersebut. Dia menunjukkan wajah curiga pada ibunya sendiri.

Nam Doo heran melihat Chung dan Joon Jae terlihat sangat kelelahan. Chung mengaku kalau semalam dia punya banyak pikiran.

“Aku tidak bisa tidur karena dia banyak pikiran.” Jawab Joon Jae.

Mereka bertiga jadi heran. Joon Jae langsung membuat – buat alasan kalau Chung banyak bergerak jadi dia tidak bisa tidur. Chung kontan menatap Joon Jae, dalam batin dia bertanya – tanya apakah Joon Jae marah padanya? Apa maksudnya ini? Kenapa?

“Bukan! Bukan begitu!” bentak Joon Jae membuat semua orang terkejut.

Joon Jae kembali cari – cari alasan, sebenarnya Chung tidak terlalu membuat keributan sih. Dia mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh mereka makan.

Joon Jae ingat kalau Chung seharusnya berendam dan berenang. Ia pun mengajak yang lain untuk pergi membeli pohon natal dan meninggalkan Chung dirumah. Dia harus melakukan apa yang ingin ia lakukan, anggap saja sebagai rumah sendiri. Dia tahu kalau Chung merasa sulit karena harus tinggal dengan tiga pria. Joon Jae membantin, Chung harus berendam dalam air seperti yang ia suka.

Chung membantin, mungkin dia harusnya bersih – bersih seperti rumah sendiri?


Joon Jae geregetan kemudian menjewer kedua belah pipi Chung “Tidak bersih – bersih atau melakukan pekerjaan rumah. Bersantailah dan lakukan hal yang membuatmu nyaman. Lakukan hal semacam itu.”

Tae Oh tidak terima, dia langsung mendelik karena Joon Jae menjewer pipi Chung.

Chung memegang kedua pipinya sambil mesam – mesem, pipinya terasa panas tapi bukan karena dijewer. Ada apa denganku?

Tae Oh dan Nam Doo berencana akan membeli pohon natal, wine dan juga mengundang Shi Ah. Joon Jae mengiyakan, mereka akan pergi sepuluh menit dari sekarang.

Chung masih memegangi pipinya, dia ingin Joon Jae merasakan hal yang sama. Joon Jae bisa mendengar suara batin Chung, dia pun langsung menahan tangan Chung yang berniat meraih pipinya. Dia memojokkan Chung ditembok.

“Ketika kau sendiri. Lakukan hal yang paling kau inginkan!” tegas Joon Jae.

-oOo-

0 Response to "SINOPSIS The Legend of The Blue Sea Episode 12 Bagian 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^