SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 10 Bagian 2

SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 10 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: SBS

Chung memeriksa kemampuan Yoon Ha dikamarnya. Dia menatapnya kemudian membatin “Aku datang dari tempat yang jauh.

“Aku datang dari tempat yang jauh.” Tiru Yoon Ha.

Jadi aku merasa kesepian, aku datang jauh – jauh kesini hanya untuk seorang pria.”

“Jadi aku merasa kesepian, aku datang jauh – jauh kesini hanya untuk seorang pria.”


Chung akhirnya percaya kalau Yoon Ha memang bisa mendengar ucapannya. Tapi dia memintanya jangan mengatakan pada siapapun, bukankah dia tahu kalau seseorang biasanya tidak suka kalau mereka berbeda.

Yoon Ha sepakat dan keduanya janji jari kelingking.



Joon Jae pergi ke rumah sakit, rupanya dia mendapatkan kabar dari Istri Manager Nam kalau suaminya sudah sadarkan diri. Meskipun begitu, dia hanya bisa membuka mata tanpa mampu mengatakan apapun. Ahjummoni jadi merasa semakin serakah, awalnya dia berdoa supaya suaminya bisa sadar tapi sekarang dia ingin agar suaminya bisa bergerak dan bicara.

“Dia akan semakin membaik. Dia sudah menghadapi jurang kematian.”

Mata Manager Nam tampak sangat sedih dan meneteskan air mata. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak mampu.

Sebelum pulang Ahjummoni menghentikan Joon Jae “Apa kau mendengar kabar dari ibumu?”

“Tidak. Kenapa?”

Ahjummoni mengaku kalau dia mendapatkan telfon dari Ibu Joon Jae sebelumnya. Dia tidak bisa memberitahukan pada siapapun karena Ibu Joon Jae yang memintanya. Dia hanya bertanya kabar Joon Jae tapi Ahjummoni tidak mengatakan kalau Joon Jae kabur. Ahjummoni meminta Ibu tidak khawatir karena Joon Jae masuk ke perguruan tinggi dan kuliah ke luar negeri.

Saat ditanya keberadaan ibunya, Ahjummoni tidak tahu karena dia juga mendapatkan telefon beberapa tahun lalu.


Joon Jae menggalau dikamarnya. Chung tanya apa yang sedang dia lakukan?

“Jangan turun.”

“Ya.” Jawab Chung sambil turun dari kamarnya. Haha.


Joon Jae heran akankah Chung tidak tahu makna “jangan turun”. Chung mengabaikan ucapannya dan bertanya apakah botol diatas meja adalah alk*hol. Dia melihatnya di drama kalau seseorang mabuk maka dia akan menangis, tertawa, bicara, berkelahi dan tidur dijalanan.


Ya. Dan tahukah Chung kalau sebutan Nam Doo adalah anjing gila? Dia menjadi anjing saat mabuk, ber –aegyeo dan menelfon mantan pacar untuk mengganggunya. Dia mengulang ucapannya dan bilang kalau dia belum mabuk. Joon Jae sebenarnya tidak begitu suka untuk minum alk*hol.


“Heo Joon Jae, ajari aku minum alkohol.”
“Kau mau? Kau mau minum denganku?”


Chung langsung menenggak satu gelas besar soju tanpa aba – aba. Joon Jae melarangnya untuk minum seperti itu, mereka minum itu buat “Cheers”. Dia pun mengajari Chung untuk cheers dan Chung begitu menyukainya.

Mereka berulang kali minum sampai menghabiskan beberapa botol.


Chung mabuk, ia menggerutu tidak terima karena manusia mengeringkan cumi. Orang – orang sangat kejam. Bagi mereka, cumi itu bagaikan anjing bagi manusia. Manusia tidak tahu kalau cumi sangat menurut.

Kau manusia? Memangnya kau bukan salah satunya?”

“Tentu saja bukan.”

“Kalau bukan. Kau apa?”

“Aku.. aku...”


Chung membuka mata lebar secara tiba – tiba. Ternyata dia barusan mabuk, sekarang dia sudah kembali sadar. Ia mengajak Joon Jae untuk minum lagi. Joon Jae yang sempat penasaran dengan jawaban Chung, ia melupakannya dan menemani Chung minum.

“Dalam kasusku, aku tidak menyukai alkohol. Makanya aku suka mengontrolnya.”

“Kau mengatakan sebelumnya.”

“Kau harusnya bisa bersyukur belajar denganku karena aku bisa mengontrolnya.. mengontrolnya.. mengontrolnya..”

Joon Jae tertidur.



Chung memanggilnya. Jae Joon kembali mengangkat kepalanya, dia menyuruh semuanya untuk tidak pulang. Chung memberitahukan kalau mereka sudah ada dirumah, lagipula Chung tidak punya tempat pulang. Jae Joon masih bicara, pokoknya semua tidak boleh pergi khususnya Chung.

“Coba saja matikan telfonmu! Aku sudah bilang dengan jelas. Kalau tidak dirumah, kau harus berada disampingku. Tapi.. kau tidak mendengar dan tidak menurut.”


Joon Jae menghubungi ponsel Chung. Ponsel Chung berbunyi dan ia berniat mengangkatnya.

“Kemana kau mau pergi? Jangan pergi. Tetap disini!”

Chung duduk lagi. Joon Jae malah marah – marah karena panggilannya tidak diangkat Chung. Dia teriak – teriak gila, Sim Chung! Shim Chung! Shim Chung!!! Ia pun mencoba menghubunginya lagi dan melarang Chung bergerak.


Joon Jae menghampiri Chung dan memintanya jangan pergi. Chung tersenyum, dia tidak akan pergi. Ia merasa kalau alk*hol adalah hal yang paling luar biasa.

“Jangan pernah pergi. Meskipun kita berbeda, aku tidak akan meninggalkanmu.” Gumam Joon Jae.

“Aku harap ini bukan kebohongan. Aku harap ini tulus.”



Keesokan harinya, Joon Jae sudah muntah sampai tujuh kali. Chung khawatir kalau sampai dia mati karenanya. Nam Doo penasaran bagaimana Chung bisa berakhir minum dengan Joon Jae?

Chung bilang kalau Joon Jae menasehati supaya dia harus belajar dengan orang yang benar untuk mabuk. Dan dia menyuruh Chung belajar padanya. Dia juga bilang kalau Man Do seperti anjing kalau sedang mabuk.

Nam Doo membenarkan tapi Joon Jae juga belajar mabuk darinya. (Makanya mereka berdua sama – sama mengulang kata dan menelfon mantan pacar. hehehe).



“Ngomong – ngomong, apakah yang dikatakan orang mabuk jujur atau bohong?”

Setengah setengah. Tapi untuk masalah Joon Jae, semuanya adalah kebohongan. Semua pembicaraan dengannya seperti bicara dengan anak anjing. Semuanya omong kosong. Chung kecewa dan pergi meninggalkan Nam Doo dengan tampang cemberut.

Nam Doo kepo, apa yang sebenarnya Joon Jae katakan?


Tapi bertepatan saat itu, Tae Oh turun memberitahukan jadwal Ahn Jin Joo. Nam Doo bersemangat dan mengajaknya segera bergerak.


Jin Joo datang ke tempat perawatan anjing dengan alasan yang dibuat – buat. Katanya anjingnya sering mengangkat ekornya. Pelayan pikir anjing itu menyukai pemiliknya yang sekarang. Jin Joo tidak sependapat karena anjingnya biasanya pendiam. Mungkin anjingnya punya masalah mental.

Pelayan sampai melongo bingung.

“Apakah ayah Goo Bae datang akhir – akhir ini?”
Bertepatan saat itu, Nam Doo datang menggendong anjingnya. Jin Joo menyapanya dengan ramah, mereka berdua tidak bertemu cukup lama. Bagaimana kabarnya? Nam Doo mengaku sibuk karena Goo Baek menjadi ketua kelas.


Jin Joo lama – lama membahas masalah Joon Jae, apa Nam Doo sudah bisa bicara dengan CEO Jae?



Nam Doo mengaku kalau CEO Jae sangat sibuk, jadwal makannya sangat padat. Sekarang saja sedang makan di Jepang dengan tunangannya. Jin Joo protes, katanya kemarin dia suka makanan korea buatan rumah?

Memang seperti itu, Nam Doo yang memintanya karena banyak sekali permintaan semacam itu meskipun membuatnya kurang nyaman.

“Kami berusaha keras untuk menyimpan uang ini agar bisa menginvetasikannya ke tempat terpercaya.” Ucap Jin Joo seraya memberikan pakan anjing untuk menunjukkan kebaikannya.


Shi Ah menduga kalau Jin Joo sudah termakan oleh omongan penipu. Jin Joo masih keras kepala dan percaya pada mereka.

Kemudian Ahjumma datang dengan membawa dua keranjang pakaian, dia meminta Shi Ah untuk memisahkan antara pakaian dalam dan pakaian luar di dua keranjang berbeda. Ini membuatnya harus bekerja ekstra. Shi Ah tersinggung karenanya, bukankah Ahjumma dipekerjakan disana untuk melakukan hal itu.

“Memang benar tapi kalau kau sedikit lebih perhatian, pekerjaanku akan jauh lebih mudah.”

“Memangnya siapa majikan disini? Apa kau ibu mertuaku? Ini seperti tinggal ditempat ibu mertua.”

“Aku juga tidak mau itu terjadi.” Balas Ahjumma santai.
Shi Ah kesal, kenapa juga Unni –nya tidak memecat pembantu itu? Jin Joo menolak, paling tidak sampai makan malam karena masakan Ahjumma itu enak. Shi Ah dengan kalau Ahjumma punya seorang putra, dia sengaja mengeraskan suaranya “Aku kasihan pada wanita yang menjadi menantunya.”

Shi Ah berjalan ke kamar dengan kesal.

Jin Joo menggerutu sebal akibat pertengkaran mereka berdua. Tapi wajah sebalnya langsung berubah ceria karena ia menerima kabar kalau CEO Jae mau meluangkan waktu makan malam dengannya.


Jin Joo melakukan persiapan, memilih baju yang cocok dengannya dan mendengarkan pendapat Ahjumma. Ahjumma dengan malas mengomentari pakaiannya yang kurang cocok tapi yang terserah, pakai saja apa yang dia suka. Jin Joo mengganti pakaiannya sampai Ahjumma memberikan persetujuan. Tapi dia menyarankan supaya Jin Joo tidak menggunakan terlalu banyak aksesoris. Cukup satu statemen yang menonjol seperti kalung.


Dikamarnya, Jin Joo menurut menggunakan kalung. Dia heran sendiri kenapa dia menuruti ucapan Ahjumma? Tapi yang dia katakan memang tidak salah. Ini membuatnya terganggu.



Di tempat Joon Jae, Nam Doo sibuk telfon sana sini. Sedangkan Joon Jae lebih sibuk mengomentari apa yang dikenakan oleh Chung. Dia menggunakan dress pink cantik diatas lutut tapi Joon Jae melarangnya menggunakan dress itu, itu terlalu pendek. Ganti!


Jin Joo menyiapkan pakaian untuk suaminya, mereka harus menunjukkan kesungguhan mereka. Suami Jin Joo sebenarnya agak sedikit kurang percaya apalagi Shi Ah mengatakan kalau mereka adalah penipu. Jin Joo tetap yakin kok, lagipula apa yang anak itu ketahui? Tahu apa dia tentang dunia ini?

Suami Jin Joo akhirnya ikut saja kata – kata istrinya. Tapi dimana Shi Ah?

“Dia dalam perjalanan pulang.”



Sebelum masuk ke rumah, Joon Jae memperingatkan supaya Chung tidak memanggil nama aslinya tapi panggil dia Kim Jae Yi. Chung meminta penjelasan. Nam Doo menyuruhnya untuk menganggap bahwa ini adalah urusan bisnis saja.

Sekarang diam, dia akan memencet bel.


Ahjumma melihat tamu Jin Joo datang, dia menawarkan untuk membukakan pintu namun Jin Joo melarangnya. Dia akan menyambut mereka.


Keluarga Cha menyambut kedatangan Joon Jae dengan ramah. Jin Joo juga langsung mendekati Chung, mereka sempat bertemu sebelumnya. Dia tidak menyangka akan bertemu seperti ini namun pertengkaran antara Elizabeth dan Yoo Na hanyalah pertengkaran kecil saja.

Elizabeth memberikan salamnya.

“Hi. Aku menitipnya Yoo Na padamu. Dia teman baikku.”

Jin Joo meminta Chung bertindak sampai menitipkan Yoo Na pada Elizabeth. Dia yang akan mendisiplinkan anaknya. Chung masih jual mahal dan berjalan mengikuti Joon Jae.


Suami Jin Joo, Cha Dong Sik memperkenalkan dirinya. Joon Jae pun memberikan kartu namanya pada Dong Sik. Mereka bertiga saling berbasa – basi.


Shi Ah sudah ada didepan rumah dan hampir membuka pintu gerbang. Tapi belum sempat masuk, Jin Joo menelfonnya dan memintanya membeli sesuatu di toko karena Ahjumma kelupaan tak membelinya. Shi Ah mendesah malas tapi dia mengiyakan saja permintaan Jin Joo.


Dong Sik yang kurang begitu percaya pun menghubungi nomor yang tertera di kartu nama Joon Jae untuk memastikan. Asisten Kim Jae Yi dari perusahaan investasi KJ pun menerima panggilannya dengan menggunakan bahasa Jepang. Dong Sik bertanya apakah CEO Kim Jae Yi sedang ada ditempat?

Asisten Kim Jae Yi bisa lancar berbicara bahasa Korea dan memberitahukan bahwa CEO Kim Jae Yi sedang ada pertemuan di Korea Selatan. Dong Sik tersenyum, ia pun mulsi mempercayainya.


Tapi nyatanya, orang yang mengaku menjadi Asisten Kim Jae Yi adalah Tae Oh.


Ahjumma telah mempersiapkan makanan khas Korea. Jin Joo dengan antusias menghidangkannya untuk mereka.


Dong Sik terus mengajak Joon Jae untuk berbicara masalah bisnis ditengah makan bersama ini. Namun Nam Doo meminta mereka untuk melakukan makan santai saja sambil saling menyapa. Biar detil masalahnya mereka bahas setelah mengenal satu sama lain.

Mereka berdua tertawa kemudian bertanya apakah CEO Jae dan pasangannya sudah merencanakan untuk menikah?

Joon Jae mengaku kalau mereka kemungkinan akan menikah tahun depan, di Dubai atau Eropa. Chung memperhatikan Joon Jae, dia sepertinya kurang suka mendengar kebohongannya.


Ahjumma terus mondar mandir ke dapur dan ke belakang tapi Joon Jae tak bisa melihatnya karena dia memunggungi dapur.


Saat memakan dadar gulung disana, Joon Jae merasa familiar dengan rasa makanan itu. Dia memuji masakan mereka yang enak seperti masakan buatan ibunya. Jin Joo kesenangan dan mengundang Ahjumma untuk menyajikan dadar gulung lagi.


Ahjumma menaruh piring dihadapan Joon Jae, “Silahkan dinikmati.”

Joon Jae sempat tidak sadar tapi setelah beberapa saat berlalu. Tiba – tiba dia merasa sesuatu yang aneh dan menoleh namun bertepatan saat itu, Ahjumma alias Ibu Joon Jae sudah memunggunginya sehingga Joon Jae tidak mengenalinya.


Tae Oh yang berjaga didepan rumah melihat kedatangan Shi Ah. Dia buru – buru menjagal tangannya yang berniat memencet bel. Shi Ah kebingungan kenapa Tae Oh ada disana. Tae Oh balik tanya, lalu kenapa kau disini?

“Aku? Ini rumahku.”

“Benar. Aku kesini karena ini rumahmu.”

Shi Ah tanya apakah ada sesuatu yang mendesak? Tae Oh mengangguk seperti anak kecil. Baiklah, Shi Ah akan masuk kerumahnya sebentar saja.



Tae Oh melarang dan menjagal kedua lengannya, “Aku mencintaimu.”

WHAT!


Mereka berdua berakhir di coffe shop dengan Tae Oh yang masih terus tertunduk seperti tersangka. Shi Ah bertanya – tanya sejak kapan Tae Oh menyukainya? Dia tahu kalau suka bisa datang kapan saja tapi kan Tae Oh tahu bagaimana hubungannya dengan Joon Jae.

Tae Oh menunduk.

“Hei bodoh, angkat kepalamu. Cinta bukanlah kejahatan.”



Tae Oh mengangkat kepalanya.

Shi Ah makin lebai “Ya ampun, kau jadi kurus begini. Apa kau sanggup sendirian? Aku bisa pergi sekarang?”

Tae Oh menggeleng lucu. Shi Ah kembali ceramah masalah cinta sedangkan Tae Oh mengirimkan pesan untuk Nam Doo supaya lekas pergi darisana.




Nam Doo menerima pesan itu, dia berbisik pada Joon Jae. Dan Joon Jae langsung mengakhiri pertemuan mereka. Jin Joo dan suaminya takut telah melakukan kesalahan namun Nam Doo meyakinkan kalau mereka akan menelfonnya lagi nanti.



Joon Jae marah – marah karena mereka hampir ketahuan akibat terlalu ceroboh. Nam Doo juga tidak mau disalahkan, mana tahu dia tentang silsilah keluarga mereka. Kalau salah satu langkah saja, mereka bisa ditangkap.

“Siapa yang ditangkap? Kenapa kalian hampir kena masalah?”

Nam Doo mencoba menjelaskan. Tapi Chung masih membantin curiga, apa Joon Jae adalah penipu? Apa dia seorang berandalan?

Joon Jae membalas tatapan Chung dan mengaku bahwa dia memang berbohong demi mendapatkan uang. Begitulah dia. Ini adalah rahasiaku lalu apa rahasiamu?

Nam Doo pikir mereka berdua sedang kontes tatap mata.




Chung membantin “Rahasiaku adalah aku berbeda denganmu karena aku putri duyung.”

Joon Jae menggerakkan jarinya terkejut, dia juga teringat dengan lukisan dalam vas sejarah dimana ada gambar mermaid berciuman dengan seorang pria.

“Kalau kau tahu siapa aku, kau akan terkejut. Kau akan sakit hati dan takut. Kau akan meninggalkanku, oleh karena itu aku menjaga rahasiaku baik – baik.” Batin Chung dengan mata berkaca – kaca. Dia pun pergi.


Joon Jae tanya apakah Nam Doo mendengar ucapan Chung. Nam Doo mengaku kalau dia hanya bertanya siapa yang akan ditangkap. Begitu saja yang dia dengar. Joon Jae termenung memikirkan apa yang baru saja ia dengar.


Chung termenung dalam kamarnya, banyak pikiran dan jantungnya mulai berdegup. Dia seperti melemah karenanya.



Joon Jae memperhatikan kembali gambar di vas bunga dimana mermaid mencium Dam Ryung. Ia juga ingat kalau dia sempat berfikir kalau gambar itu seperti dirinya. Ia juga ingat ucapan Chung barusan kalau dia adalah mermaid.

Sekilas dia ingat dengan kejadian ciuman di laut.



Terdengar suara pintu digeser, Joon Jae terkejut dan mengejarnya. Didepan pintu, kilasan ingatannya mulai muncul. Mulai dari bayangan Chung dan membandingkannya dengan sosok Se Hwa. Juga dirinya dan Dam Ryung. Bangsawan Yang dan Da Young.

Joon Jae berlari dengan khawatir memikirkannya. Ingatan di spanyol pun mulai muncul dalam kepalanya. Dan ia pun ingat ucapan Chung bahwa putri duyung punya kemampuan untuk menghapus ingatan seseorang dengan ciumannya.

Ia ingat dengan ciuman di laut Spanyol dan ia mendengar suara “Saranghae” dari Chung.

Joon Jae kebingungan, mengedarkan pandangan mencari Chung.

-e)(o-

13 Responses to "SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 10 Bagian 2"

  1. Wah tambh seru mkn penasarn ke mn kah sim chung pergi,,,,d tunggu lanjutn nya

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Gomawo unnie...lanjut terus fighting!!!

    ReplyDelete
  4. Gomawo unnie...lanjut terus fighting!!!

    ReplyDelete
  5. Awwww... Makin penasaran, nmbh seru aja ne felem.. Ditunggu episod selanjutnya min.. Gomawo

    ReplyDelete
  6. waw....keren...makin penasaran aja nee...haduh bagaimana ya kelanjutannya....kaya nya makin seru ajaa...semangat trussss....

    ReplyDelete
  7. Wlpun udh liat diSone tp ttp suka baca sinopsisnyaa.. gomawo..

    ReplyDelete
  8. gak sabar nunggu kelanjutannya.... fighting unnie buat sinopsisnya.. ;)

    ReplyDelete
  9. Yg aku heran eonni, darimana joon jae dpt kemampuan membaca pikiran? Kan yg bisa cuma yoo ha anak kecil itu. Kok kok kok tiba2 joon jae bisa? Bingung deh jadinya. Menurutku semacam dipaksakan adegan joon jae bisa baca pikiran itu. Kecuali kalo sebelumnya dijelasin dpt 'gift' daei yon ha, atau apa kek. Aarrgggh bingung!

    ReplyDelete
  10. Sinta...klo q g heran..krna dam ryung jg bsa..klo g salah pas adegan se hwa k tangkap..dam ryung pas lihat se hwa d ikat itu se hwa asli nya mnta tolong tp dlm hati...makanya dam ryung lantas melepaskan nya...coba ulangi eps itu..jd ya g aneh klo jon jae jg bsa baca hati sim chung...

    ReplyDelete
  11. seruu...jadi penasaran gimana,lanjutannya nanti

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^