SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 10 Bagian 1

SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 10 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: SBS


Joon Jae menemukan lukisan Dam Ryung yang memiliki fitur mirip dengannya. Ia membaca tulisan di pojok lukisan tersebut “Kalau kau adalah reinkarnasi –ku, meskipun kau terbangun dari mimpi, ingan kata – kata ini: Semuanya berulang. Hubungan yang terjalin ditempat ini akan berlanjut disana. Meskipun hubungan yang buruk, sampai yang berbahaya, jagalah wanita itu.
Dimasa lalu, Dam Ryung memerintahkan pada kurir untuk mengirimkan lukisan itu kepada ibunya di Hanyang. Jika sesuatu yang terjadi padanya, jangan buka kotak itu, tinggalkan saja disana.

“Sesuatu terjadi? Apa yang anda maksudkan?”

Dam Ryung tidak menjawab.

Namun kita diperlihatkan kilasan saat Joon Jae membaca buku sejarah dan dalam buku sejarahnya, Dam Ryung meninggal muda pada usia 27 tahun. Tapi kenapa dia meninggal?

Joon Jae menatap lukisan Dam Ryung dengan seribu tanda tanya “Siapa sebenarnya kau? Siapa yang berbahaya dan siapa wanita yang harus dijaganya? Siapa kau? Apa kau benar – benar... aku? Bukan mimpi... tapi aku?”

Shi Ah memanggil Joon Jae dari luar ruangan, lampunya mati jadi dia ketakutan. Saat Joon Jae keluar, Shi Ah langsung menggandeng tangannya tapi bertepatan saat itu pula lampu kembali menyala. Joon Jae lekas melepaskan tangan Shi Ah dan mengajaknya untuk pergi.

“Apa kau hanya ingin melihatnya sendiri? Aku juga ingin lihat.”

“Diluar hujan dan semakin larut. Bukankah kau harus segera pulang?”

Tidak apa – apa, Shi Ah penasaran soalnya ada yang bilang kalau walikota itu tampan seperti idol.



Namun saat melihat lukisan itu, Shi Ah langsung tertegun sambil membandingkannya dengan wajah Joon Jae. Dia merasa kalau pria dalam lukisan itu tampak sangat mirip dengan Joon Jae. Joon Jae mencoba melenyapkan dugaan Shi Ah, mungkin karena matanya besar dan wajah tampan sehingga tampak mirip.

“Tidak, dia memang sangat mirip denganmu.”

“Well, aku pikir... aku lebih baik.” Ucap Joon Jae kemudian mengajaknya pergi.

Shi Ah masih menduga - duga, mungkin saja Dam Ryung adalah nenek moyang Joon Jae. Marga Joon Jae adalah Heo, jadi mungkin Dam Ryung adalah nenek moyang keluarga Ibu Joon Jae. Cobalah pelajari silsilah keluarga, ini sangat aneh soalnya Joon Jae begitu penasaran dengan Dam Ryung. Awalnya dia kira karena mereka punya hubungan darah.


Joon Jae dengan tenang meminta Shi Ah merahasiakan kalau mereka berdua datang kemari.

“Kenapa?”

Tempat ini adalah tempat yang hanya bisa dikunjungi oleh kalangan tertentu. Joon Jae tidak mau kalau Shi Ah mengalami masalah karena hal ini. Dirinya sedang ingin mengungkapkan sesuatu, dia lebih suka kalau hanya Shi Ah yang mengetahuinya.

Shi Ah merasa tersanjung karena Joon Jae mengatakan hal itu, dia pun mengiyakan permintaannya dengan malu – malu.

Petir menyambar – nyambar, Dae Young terbangun dari tidurnya dengan ketakutan. Dia juga mengalami mimpi yang membuatnya tidak lelap tidur.

Sampai pukul sebelas malam, Joon Jae belum juga sampai ke rumah. Chung sampai khawatir, kenapa dia belum juga pulang setelah menerima panggilan dari Cha Shi Ah. Tak lama kemudian, terdengar suara decitan pintu. Chung pun buru – buru bangkit dari ranjangnya dan menemui Joon Jae yang baru pulang.


“Heo Joon Jae, jam berapa sekarang?”

“Sekarang? Jam sebelas.” Santai Joon Jae.

Chung mengingatkan bahwa batas jam malam adalah jam depalan. Joon Jae langsung tertawa, peraturan itu hanya berlaku bagi orang numpang. Bukan dirinya.

“Kenapa tidak?”

“Karena aku pemilik rumah.” Joon Jae bangga.

Memang biasanya seperti itu? Tanya Chung polos. Tentu saja, Joon Jae bilang kalau segala sesuatu terserah keinginan pemilik. Itu adalah aturan. Kalau dia merasa tidak adil maka beli rumah sendiri dan tinggal disana.


Joon Jae merebahkan dirinya dengan kelelahan tapi dia langsung kaget saat membuka mata dan Chung duduk disisi ranjang sambil melirik tajam padanya. Joon Jae menyuruhnya untuk tidak memberikan tatapan seperti itu, dia terlihat seperti hantu menakutkan!

“Aku akan tetap menatapmu seperti ini.”

“Kenapa?”

Karena ini adalah mata Chung. Ini adalah matanya, terserah dia akan menatap Joon Jae seperti ini atau menatapnya normal. Ini adalah peraturannya, untuk menatapnya saat marah dan tidak mengatakan apapun.

Joon Jae meminta alasan Chung melakukan itu. Chung mengaku kalau dia mau mengganti waktu saat dia tidak bisa menatap Joon Jae.

Untuk sekejap Joon Jae tertegun sambil tersenyum kecil. Ia kembali merebahnya tubuhnya, terserah saja kalau Chung ingin melakukan itu. Lama kelamaan juga bakal pusing sendiri.

Saat Joon Jae berbalik, Chung langsung mengedip – ngedipkan matanya yang kelelalahan.

Tiba – tiba Joon Jae bangkit lagi, dia bertanya masalah ER kemarin dirumah sakit. Katanya saat itu dia mendapatkan sebuah mimpi, Joon Jae meraih tangannya kemudian menyelamatkannya.

“Dalam mimpi itu, aku menyelamatkanmu. Bagaimana aku menyelamatkanmu? Ada beberapa cara kan dalam menyelamatkan seseorang.”

Chung ingat, dalam mimpi itu dia berada di laut sebagai duyung. Joon Jae (Dam Ryung) ada diatas perahu dan mengulurkan tangannya pada Chung (Se Hwa). Chung masih diam memikirkan mimpinya tersebut tanpa menjawab pertanyaan Joon Jae.

Joon Jae memberondongnya lagi dengan pertanyaan lain “Kau tidak ingat? Kalau begitu, masa apa saat itu? Pakaian masa apa yang aku gunakan saat itu? Mungkinkah pakaian tradisional? Kau tahu drama The Prince Woman, pakaian seperti yang mereka gunakan.”


Chung mengaku lupa segalanya. Joon Jae kecewa, dia yakin sih kalau Chung tidak akan mengingatnya karena nama sendiri saja lupa. Dia pun menyuruh Chung kembali ke kamarnya.

Tanpa penolakan, Chung buru – buru ngacir ke kamar.

Joon Jae ngomel sendiri, apa – apaan? Katanya dia mau menatapnya sepanjang malam. Dia tidak punya tanggung jawab dengan kata – katanya sendiri!

Dikamarnya, Chung sedang merasakan jantung yang berdegup kencang. Jadi seperti ini rasanya berbohong, untung saja Joon Jae tidak bisa mendengar suara yang sebenarnya.

Joon Jae kembali memimpikan masa joseon dimana ia merasa bersalah saat berhasil menemukan Chung di gudang penyimpanan jerami. Dia menemukan tumpukan mutiara tangisan Chung.

Ia pun terbangun dan tidak bisa tidur lagi.
Dia akhinya bergabung dengan Nam Doo yang sedang minum, ia merasa dirinya aneh belakangan ini. Nam Doo meledeknya, apa dia memimpikan Kim Dam Ryung lagi? Bukan. Joon Jae tidak mengakuinya.

“Joon Jae, apa kau tahu apa yang aku temukan paling aneh? Chung.”

Joon Jae menanggapinya remeh, dia tahu kalau Chung memang agak aneh.

Nam Do menyuruh Joon Jae tidak melihat sekilas permukaan yang halus. Memang, Chung cantik dan berhati baik, dia tampak berasal dari dunia berbeda. Dia memberitahukan masalah Xray Chung yang awalnya ia kira tertukar tapi Dokter kenalannya mengklaim kalau itu hasil Xray orang yang sama. Dan tulang yang seharusnya menyambung dalam enam minggu, tapi Chung sembuh dalam waktu kurang dari seminggu.

Dia kemudian menunjukkan mutiara yang ia temukan di plastik Chung. Bagaimana anak yang tidak punya kemampuan dan pekerjaan bisa mempunyai benda berharga semacam ini. Sontak pikiran Joon Jae mengarah pada mimpinya barusan, dimana dia menemukan Chung dengan tumpukan mutiara disampingnya.

“Dimana dia mendapatkannya?” tanya Joon Jae.

Tidak tahu, Nam Doo menyimpan berliannya lagi. Dia menduga kalau Chung adalah seseorang yang Joon Jae temui di Spanyol. Apa dia tidak penasaran dengan hal itu? Bukankah dia membiarkannya tinggal disini dengan alasan itu.


“Lalu kenapa denganmu Hyung? Kenapa kau penasaran dengan hal itu?”

Nam Doo mengaku kalau dia sudah membuat Joon Jae menjadi pria jahat dan sekarang dia sudah berguna. Tapi setelah kedatangan Chung, ia merasa Joon Jae seolah ingin berubah menjadi pria baik. Dia khawatir kalau Joon Jae akan meninggalkannya.

“Kau mengatakan hal yang tidak berguna.”

Nam Doo mengaku kalau dia juga penasaran akan identitas Chung sebenarnya. Dia pun pamit pergi untuk kencing.

Joon Jae termenung, sepertinya dia harus menjadi orang pertama yang mengetahui orang seperti apa sebenarnya Chung.


Detektif Hong mendapatkan temuan baru diantara kasus – kasus yang dilakukan oleh Ma Dae Young. Dia mendapatkan banyak kasus akibat gangguan mengontrol emosi. Tapi ada yang aneh pada tahun 1988 – 1989, selama setahun dia melakukan kasus pencurian sebanyak 30 kali di pusat perbelanjaan Seongnam.

“Kenapa?” Tanya kepala Tim.

“Dia punya seorang wanita.”

Beralih ke keluarga Heo, Ketua Heo hendak menyumpit makanan tapi dia kesulitan melakukannya. Saat ditanya, dia mengaku pusing. Ibu Tiri pun langsung menyodorkan obat dan memintanya untuk beristirahat. Cuti kerja saja, nanti kalau butuh apa – apa dia yang akan mengabari Sekretaris Kim.

Chi Hyun menatap ibunya dengan curiga seolah menyadari sesuatu.

Yoon Ha bangun tidur dan mencari orang rumah. Tapi rupanya rumah sudah kosong, ibu pergi kerja pagi dan meninggalkan roti di meja untuk sarapan. Yoon Ha tentu saja sedih dengan hal itu.



Keesokan paginya, Chung masih semangat harus mendapatkan pink octopus. Yoon Ha menyapanya yang sedang berkosentrasi masih terus gagal. Chung keheranan, kenapa dia ada disana?

Yoon Ha mengaku kalau dia tidak berangkat sekolah tapi tidak tahu mau pergi kemana. Dia dengar kalau Eonni tinggal disekitar sini makanya dia iseng jalan kesana. Dia malah menemukan Eonni sedang bermain. Chung bilang kalau dia harus mendapatkan gurita pink itu. Yoon Ha tahu kok, dia dengan kalau Chung bilang hal itu dari tadi.

Chung keheranan, dia perasaan bicara dengan suara batin “Itu suara yang seharusnya tidak kau dengar.”

“Tapi aku mendengarnya.”

Chung tidak begitu memikirkan hal itu dan mengajak Yoon Ha bermain capit.



Joon Jae mengecek ke kamar Chung tapi Chung sudah pergi duluan. Ia tanpa sengaja melihat toples berisi puluhan mutiara diatas nakas. Ia keheranan darimana Chung mendapatkannya? Kenapa dia bilang akan mendapatkan uang dan memberikannya padaku? Kapan aku meminta uang padanya?


Nam Doo sedang sibuk menipu seseorang lewat telefon sedangkan Joon Jae sibuk mondar mandi engga jelas. Dia pun mengatakan pada targetnya kalau Presdir mereka sedang sibuk saat ini. Ia berjanji akan mengatakan pada Presdirnya.

Setelah mengakhiri telefon, dia tanya apa yang sedang Joon Jae lakukan? Mencari Chung?

“Tidak. Dimana Tae Oh?”

Nam Doo mengejek Joon Jae, dia penipu tapi berbohongnya sangat payah soalnya Tae Oh sedang duduk santai di lantai dua.

Chung pulang membawa Yoon Ha. Joon Jae langsung mencecarnya dengan pertanyaan, kenapa dia tidak mengangkat panggilannya. Chung pun menunjukkan ponsel yang sudah kehabisan baterai.

“Berikan makanan. Kau tidak pernah ketinggalan makan dan makan dengan baik. Apa kau tida berfikir kalau dia (ponsel) juga lapar?”

Yoon Ha muncul, ponsel itu di charger bukan diberi makan.

“Siapa kau?”

Chung memperkenalkan Yoon Ha sebagai temannya. Joon Jae mengomelinya yang punya teman gelandangan sebelumnya dan sekarang temannya anak SD.

“Ahjussi, kau juga pengangguran.” Sergah Yoon Ha.


“Siapa yang ahjussi dan siapa yang pengangguran?” tuntut Joon Jae.

Yoon Ha bilang kalau orang lain saat ini sedang bekerja tapi Joon Jae malah malas – malasan. Tiduran sambil nonton TV (Nam Doo) dan bermain game (Tae Oh), mereka menyebutnya sebagai pengangguran.

“Heo Joon Jae, kau pengangguran?” tanya Chung.

Joon Jae mengelak, dia freelancer. Dia melakukan pekerjaannya dirumah.


Chung menjelaskan pada Yoon Ha bahwa Joon Jae adalah seseorang yang bekerja sangat rajin melebihi PNS. Dia menyuruh Yoon Ha supaya menjadi seperti Joon Jae saat besar nanti. Yoon Ha mengangguk.

“Kau tidak boleh! Kau pikir semua orang bisa sepertiku?” sela Joon Jae.


Nam Doo yang lagi leyeh – leyeh tanya, apa sekarang sudah waktunya libur musim dingin? Kenapa dia tidak berangkat sekolah?

Joon Jae terkejut, dia sudah membolos dan datang kemari. Yoon Ha pun menunduk sedih karenanya.

Ditempat lain, Ibu Yoon Ha sedang sibuk bekerja. Dia menerima panggilan (sepertinya dari sekolah) tapi saking sibuknya melayani customer, dia tidak punya waktu mengangkatnya.

Mereka berempat mengintrogasi Yoon Ha tapi Yoon Ha mengaku kalau dia tidak mau berangkat sekolah. Joon Jae menuntut penjelasan. Eh, tapi Nam Doo ingat kalau dulu Joon Jae juga bolos sekolah dan kabur dari rumah.

“Untukku, aku melakukannya saat SMA sedangkan dia masih SD. Dia harus berangkat sekolah untuk belajar penjumlahan.” Joon Jae membela diri.

Chung tanya apakah anak – anak itu menganggu Yoon Ha lagi?

Yoon Ha rasa dia mengembangkan kekuatan super saat disekolah. Dia menjadi anak yang tidak tampak. Tak ada satupun diantara temannya yang mau bicara dengannya. Kalaupun tidak berangkat, tidak akan ada yang menyadarinya.

“Kenapa anak – anak melakukan itu?” tanya Nam Doo.

Karena dirinya berbeda, karena Yoon Ha hanya tinggal bersama ibunya. Anak – anak biasanya tidak suka dengan seseorang yang berbeda.


Chung sedih sambil membatin, dirinya juga berbeda. Mungkin jika Joon Jae mengetahuinya maka dia akan meninggalkannya. Yoon Ha mendengar suara batin Chung, “apa? Apa yang berbeda Unni? Dan apa yang tidak disukai Heo Joon Jae?”


Nam Doo heran soalnya tidak ada yang mendengar suara apapun disana. Chung juga terkejut dan Joon Jae langsung menatapnya. Nam Doo berfikiran kalau Yoon Ha sudah mendengar suara imaginasi.

“Tidak. Aku mendengarnya.” Yakin Yoon Ha. Chung yang sadar langsung mengajak Yoon Ha pergi ke kamarnya.

Joon Jae masih penasaran, apakah Tae Oh dan Nam Doo mendengar ada yang berbicara? Keduanya menggeleng tanda Tidak.

Ponsel Joon Jae berdering, “Ya, Ahjummoni. Paman yang melakukannya?”

-e)(o-

1 Response to "SINOPSIS The Legend of Blue Sea Episode 10 Bagian 1"

  1. mau tanya nihh yang jadi yoon ha nama aslinya siapa ya?

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^