SINOPSIS Hwarang Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Hwarang Episode 3 Bagian 1
Sumber konten dan gambar: KBS2


Raja bersiap menerima serangan Moo Myung tapi orang yang berada di ujung pedang Moo Myung ternyata A Ro. Moo Myung bertanya siapa dia sembari menyudutkannya. A Ro sontak mundur ketakutan.

Raja melihatnya dari salah satu sela pintu dan langsung mendesis kesal. Raja akhirnya keluar dan menyerang Moo Myung. Moo Myung langsung menangkap A Ro dan mengeluarkannya dari sana hingga A Ro terjatuh.

Sementara kedua pedang pria itu saling beradu, A Ro ngesot keluar. Moo Myung mengayunkan pedangnya tapi Raja langsung menendangnya. Ia berusaha melarikan diri saat tiba-tiba saja pedang Moo Myung muncul di hadapannya dan hampir melukainya.

Raja menghindar tepat waktu dan balik menghunus pedang menembus sekat pintu hingga pedangnya menyayat bahu Moo Myung. Moo Myung agak melemah karena itu dan Raja akhirnya berhasil melarikan diri, tapi ia tidak sadar kalau gelangnya terjatuh.

Kedua kaki A Ro jadi kram hingga dia kesulitan berdiri. Parahnya lagi, kereta kuda tempatnya bersembunyi, tiba-tiba pergi meninggalkannya. Tepat saat itu, Moo Myung keluar. A Ro langsung meringkuk menyembunyikan dirinya. Tapi Moo Myung sama sekali tidak memperhatikannya karena terlalu fokus mencari targetnya.

Begitu Moo Myung sudah pergi, A Ro langsung menggerutu sebal. Tapi saat teringat Moo Myung menjauhkannya dari pertarungan mereka, A Ro merasa sepertinya pria itu bukan seorang pembunuh.

moo Myung tak berhasil menemukannya di jalanan.

Sementara Raja sudah kembali ke kedai teh dan memberitahu Pa Oh bahwa dia kehilangan gelangnya. Gelang itu ternyata pertanda bahwa dia seorang raja, tapi dia tampak santai-santai saja. Pa Oh merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Raja dengan baik, bahkan sampai menyatakan bahwa dia pantas mati.

"Kalau kau mati, lalu aku bagaimana denganku? Ibuku tidak mau menyatakan bahwa aku adalah Raja, tidak akan ada orang yang tahu kalau aku adalah Raja"

Pa Oh langsung gugup mendengar ucapan Raja yang terlalu santai di hadapan publik itu. Untung lah sepertinya tidak ada yang mendengarnya. Tapi tak jauh dari mereka, dua orang pria sedang menggosipkan Raja.

Mereka berkata ada rumor yang mengatakan bahwa alasan Raja menyembunyikan dirinya adalah karena dia adalah kasim dan orang paling idiot di dunia. Awalnya Raja hanya tertawa mendengar gosipan mereka. Tapi kemudian mereka berkata, pantas saja Ratu yang berkuasa. Mereka bahkan cemas jika suatu hari nanti si raja bodoh itu akan muncul dan berakting jadi Raja.

Pa Oh langsung bangkit untuk membunuh mereka. Tapi Raja menghentikannya dengan cepat dan berkata miris bahwa lebih baik jika dia menjadi kasim dan orang bodoh, teringat saat Ratu berkata bahwa dialah yang akan menentukan kapan dia akan mengungkapkan Raja pada dunia dan sindiran Moo Myung yang menuduhnya selalu bersembunyi.

"Benar, aku memang selalu bersembunyi" gumam Raja


Setelah menghabiskan segelas air penuh, A Ro akhirnya membanting buku catatannya di hadapan Ui Hwa dan dengan bangga berkata bahwa itu adalah catatan semua pemuda bangsawan.

Tapi saat Ui Hwa hendak membukanya, A Ro tiba-tiba menyabet tangannya. Dia mengklaim bahwa karena dia menulisnya sambil bersembunyi dan terburu-buru, jadi hanya dia yang bisa membaca tulisan dalam buku catatan itu. Padahal niat aslinya hanya supaya dia dapat bayaran lebih dengan menawarkan penjelasan verbal.


Tak lama kemudian, A Ro memulai penjelasannya. Ada tiga kekuatan di Silla. Yang pertama, anak buahnya Ratu. Kedua adalah orang-orang yang menentang Ratu. Dan yang terakhir adalah orang-orang netral.

Ui Hwa malas mendengarnya, dia sudah tahu semua itu. A Ro akhirnya to the point pada topik utama mereka.

Pemuda tampan pertama yang dikenalkannya adalah Yeo Wool yang berada di pihak netral.  Seorang pria tampan yang membuat para gadis klepek-klepek dan para pria iri. Dia diberi kekuasaan tapi tidak tertarik.


Pemuda tampan kedua dan ketiga adalah Soo Ho dan Ban Ryu. Tidak cuma tampan, mereka juga berbakat dan pintar. Ban Ryu adalah anak angkat Park Young Shil dan anak kandung Tuan Ho. Ban Ryu orang yang dingin dan tidak tertarik dengan wanita, tapi itulah yang membuat para wanita tertarik padanya.

Soo Ho adalah anak Tuan Kim Seub yang berada di pihak Ratu. Soo Ho adalah kebalikan dari Ban Ryu, dia lebih suka memakai kekuatan fisik dan suka menggoda wanita. Dalam flashback, kita melihat Soo Ho bolak-balik ditampar berbagai wanita. Tapi semua wanita itu luluh kembali dengan cepat berkat rayuan mautnya.


Pemuda tampan ketiga adalah Han Sung. Dia orang yang tidak peduli dengan keadaan sekitarnya begitu dia fokus pada sesuatu. Dia punya ketertarikan pada banyak hal dan suka tersenyum.

Kakaknya Han Sung, Dan Sae, sering mengawasinya. Ui Hwa menyela, dia heran kenapa Han Sung dan Dan Se berada di pihak yang berbeda jika mereka memang bersaudara. Joo Ki berkata karena mereka dari kelas yang berbeda. Mereka memang berasal dari satu ayah, tapi Ibunya Dan Sae dulunya seorang pelayan.

Di lapangan pertandingan sepak bola, Soo Ho tampak sedang kesal karena ternyata timnya kalah dari tim Ban Ryu. Ban Ryu dengan santainya mengingatkan Soo Ho bahwa karena dia sudah kalah jadi dia harus membayar arak di Okta selama 2 minggu kedepan.

Soo Ho langsung menjerit frustasi, tidak terima karena dia selalu kalah dari Ban Ryu di pertandingan sepak bola padahal dia selalu bisa mengalahkan Ban Ryu dalam pertandingan lainnya. Parahnya lagi, para wanita langsung mengerubungi Ban Ryu. Soo Ho jadi tambah sebal.

A Ro mengaku ada satu pria lagi yang belum sempat dia selidiki. Pria yang dimaksudnya itu adalah Raja. Tapi saat dia teringat saat raja menyudutkannya malam itu, A Ro langsung memutuskan untuk melupakannya saja. Segitu saja penjelasannya. Mereka boleh bertanya kalau ada yang belum jelas, tapi pastinya ada biaya tambahan untuk itu.

Setelah A Ro pergi, Ui Hwa terkagum-kagum dengan kepintarannya. Joo Ki memberitahu Ui Hwa bahwa A Ro adalah putri dari Ahn Ji. Ui Hwa langsung kaget mendengarnya, tampaknya dia mengenal Ayahnya A Ro.

A Ro melompat-lompat senang sepanjang perjalanan pulang. Tapi setibanya di depan rumah, dia mendapati Moo Myung sedang berdiri di depan pintunya. A Ro langsung bersembunyi di belakang tembok dan bertanya-tanya heran, kenapa pria itu ada di depan rumahnya? Apa pria itu mengikutinya?

Saat dia mengintip, Moo Myung sudah tak ada di sana. Dia kira Moo Myung sudah pergi. Tapi saat dia berbalik, dia malah mendapati Moo Myung sudah ada di belakangnya. Moo Myung mengira kalau A Ro mengikutinya dan langsung menyudutkannya.

Dia semakin curiga saat A Ro tidak segera memberi jawaban saking takutnya. A Ro dengan gemetar berkata kalau dia tinggal di rumah ini. Moo Myung langsung melepaskan cengkeramannya dari pundak A Ro, menyadari siapa A Ro yang sebenarnya.

Saat itu pula A Ro mulai memperhatikan baju yang dipakai Moo Myung dan dia langsung mengenalinya. Dia langsung menyingkap celana yang dipakai Moo Myung dan semakin yakin kalau itu adalah baju yang dia buat untuk kakaknya.

"Kenapa kau memakai ini?" tuntutnya

Moo Myung berusaha melarikan diri. Tapi A Ro mencengkeramnya kuat dan terus menuntut jawaban. Siapa dia dan bagaimana dia mendapatkan baju ini?

Ahn Ji pulang saat itu. Dia lalu membawa Moo Myung masuk.
Dia memperingatkan Moo Myung bahwa jika kerajaan mengetahui ada kaum miskin masuk Ibukota maka bukan cuma dia yang akan dihukum, orang yang menyembunyikannya juga akan mendapat hukuman.

"Jika ada orang yang menanyakan namamu, bilang saja namamu Sun Woo. Aku ingin A Ro berpikir bahwa kau adalah kakaknya."

"Apa maksud anda?"

"Tinggal saja di sini, sebagai putraku dan kakak anak itu"


Moo Myung menolak, kenapa juga dia harus menjadi putra dan kakak mereka. Ahn Ji berkata karena dia masih butuh perawatan. Selain itu, Moo Myung pasti akan lebih sering pingsan dan akan semakin parah saat lukanya semakin memburuk. Apa Moo Myung berharap mati seperti itu?

"Kau harus sembuh dulu untuk melakukan apapun. Tinggal saja di sini sampai kau membaik. Ini bukan keinginanku, tapi keinginan Sun Woo."

Saat Ahn Ji keluar kamar, A Ro bertanya apakah pria itu adalah penagih hutang. Tapi kenapa dia memakai baju yang dibuatnya? Ahn Ji hanya menatap putrinya itu dan membelai kepalanya dengan mata berkaca-kaca.

Saat akhirnya dia memberitahu kalau pria itu kakaknya, A Ro menolak mempercayainya. Dia yakin mereka sudah salah orang seperti dulu, lagipula dia melihat sendiri pria itu tadi di pasar. Dia pria yang berbahaya.

Ahn Ji bersikeras bahwa pria itu adalah Kakaknya A Ro lalu memperlihatkan kalung yang sama dengan kalungnya A Ro. Ahn Ji mengklaim bahwa dia yakin pria itu adalah putranya, seorang ayah pasti akan selalu bisa mengenali anak-anaknya.

A Ro akhirnya keluar menemui Moo Myung. Moo Myung memperhatikannya dalam diam, teringat saat Mak Moon bertanya-tanya tentang tinggi badan adiknya sekarang. Moo Myung malas banget mendengarkan cerita Mak Moon, apa dia sangat menyukai adiknya?

"Aku sangat ingin bertemu dengannya." aku Mak Moon "Kuharap aku bisa bertemu dengannya sebelum aku mati."


A Ro masih sulit mempercayainya dan langsung menyibak celana Moo Myung. Tidak ada bekas luka di sana padahal dia ingat kakaknya pernah tergores batu kerikil di sungai dulu. Di pundaknya juga tidak ada bekas luka sengatan lebah padahal dulu kakaknya pernah menganggu sarang lebah dan mendapat sengatan di bahunya. Moo Myung dengan tenangnya mengklaim bahwa sengatan lebah itu sudah menghilang.

"Lalu bagaimana dengan bekas luka lainnya?"

"Jika kau mendapat bekas luka yang lebih besar, bekas luka lama akan memudar"

Tapi A Ro masih tak percaya. Mereka sama sekali tidak mirip. Moo Myung mencoba menyentuh wajah A Ro, tapi A Ro langsung menjauh tak nyaman. Moo Myung mengakui kalau mereka memang tidak mirip.

A Ro cepat-cepat menghapus air matanya, sama sekali tidak mengerti kenapa dia menangis. Dia bahkan tidak yakin apakah Moo Myung benar-benar kakaknya atau bukan. Hanya karena Moo Myung memiliki kalung itu, dia tidak akan percaya begitu saja.

Moo Myung langsung menarik A Ro dan menyingkap kerah bajunya "Kau masih memiliki bekas luka itu."

A Ro tetap menolak mempercayainya. Tapi Moo Myung dengan percaya diri memberitahu A Ro untuk bertanya padanya jika A Ro penasaran dengan masa kecilnya. Moo Myung mengklaim bahwa dia mengingat apa yang mungkin tidak A Ro ingat.

A Ro masih memikirkan masalah ini sampai malam tiba. Dia masih meragukan Moo Myung sebagai kakaknya, tapi dia merasa ada sesuatu yang familier dengan pria itu. Dia berpikir sambil mengayun-ayunkan kakinya dan tak sengaja salah satu sepatunya melayang.

Saat itulah A Ro teringat akan pertemuan pertamanya dengan Moo Myung, saat dia mabuk dan dia mengagumi ketampanan Moo Myung. A Ro langsung panik.

Di kamarnya, Moo Myung menatap gelang milik Raja yang dipungutnya itu dan memutuskan untuk memakainya di pergelangan tangannya. Tiba-tiba dia membayangkan Mak Moon di sampingnya dan bertanya apakah Moo Myung merasa bersalah karena tidur di kamarnya. Moo Myung membenarkannya.

"Adikku cantik, kan? Dia baik, kan?" ujar Mak Moon bangga

"Sepertinya kau tidak begitu mengenal adikmu. Dia sangat aneh. Dia banyak menangis, tapi dia memang cantik seperti yang kau bilang."

"Kau sudah janji untuk melindunginya."

"Apa yang harus kulakukan?"

"Jadilah dirimu sendiri"

Moo Myung menatap bayangan Mak Moon dengan sedih "Aku melihatmu sekarang. Tapi kenapa aku sangat merindukanmu?"

Bayangan Mak Moon hanya tersenyum padanya dan Moo Myung akhirnya tertidur dengan bersandar di dinding.

A Ro menyiapkan makan pagi, dia masih memikirkan insiden mabuknya. Ia bertanya - tanya akankah pria itu masih mengingatnya? Mungkin tidak tapi... bodo amatlah.


Dia makan dengan sangat lahap keesokan paginya. Tapi Ahn Ji dan A Ro merasa canggung. Ahn Ji bahkan menyudahi makannya dengan cepat. Moo Myung terus makan dengan santainya bahkan memperingatkan A Ro untuk makan saja dan berhenti mempelototinya.

"Siapa yang melotot? Aku penasaran apakah kau tahu kalau kepribadianmu itu menyebalkan"

"Aku penasaran apakah kau tahu kalau kau itu teledor. Kau mabuk di siang hari dan kebiasaan mabukmu itu cukup cukup ekstrem"


A Ro langsung tertunduk malu.

0 Response to "SINOPSIS Hwarang Episode 3 Bagian 1"

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^