SINOPSIS Hwarang Episode 2 Bagian 2

Sumber gambar dan konten oleh KBS2


Moo Myung terbangun dengan ingatan samar-samar saat Mak Moon terbunuh dan gelang di tangan seseorang yang dia kira pembunuhnya. Dalam keadaan masih lemah, dia menyeret kakinya keluar kamar. Ahn Ji senang melihatnya sudah sadar dan memberitahunya kalau dia sudah pingsan selama 5 hari. 

"Dimana Mak Moon?"

"Sun Woo? Aku sudah menguburnya"



Moo Myung langsung marah, seharusnya Ahn Ji menyelamatkannya. Dia seorang tabib, seharusnya dia menyelamatkan Mak Moon. Kenapa dia tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan Mak Moon? Kalau Ahn Ji tidak mencampakkan Mak Moon, maka Mak Moon tidak akan pernah bersamanya dan tidak akan mati.

"Kenapa kau tidak melakukan apapun? Kenapa kau tidak melindunginya?! Kenapa kau membunuhnya? Kenapa?! Dia sangat merindukanmu. Dia begitu ingin menemukanmu"

"Aku mencarinya. Aku sudah berusaha mencarinya ke seluruh Silla berulang kali" 

Dengan mata berkaca-kaca, Ahn Ji mengakui bahwa semua ini adalah kesalahannya yang tidak melakukan apapun setelah anaknya dipisahkan darinya. Salahnya karena dia tidak berdaya dan tidak cakap sebagai seorang ayah.

Setelah Moo Myung tenang, Ahn Ji memberinya pakaian dan izin masuk Ibukota yang dulunya ingin dia berikan pada putranya. Dengan semua itu, Moo Myung akan bisa keluar masuk Ibukota dengan mudah.

Moo Myung bertanya apakah orang miskin harus mati seperti binatang. Apakah melewati gerbang istana itu sebuah kejahatan yang sangat tercela. Kenapa orang-orang seperti mereka tidak dianggap. Dia bersumpah akan membuat orang yang membunuh Mak Moon membayar kejahatannya.


Moo Myung termenung sedih sepanjang malam sampai pagi tiba. Di luar, A Ro tengah memasak obat dan melihat nampan makannya Moo Myung belum tersentuh sama sekali. Dari cela pintu, dia melihat sosok punggung Moo Myung yang terus duduk diam di sana.

Mencemaskan keadaan pasien ayahnya itu, A Ro mencoba menarik perhatian Moo Myung dengan memperkenalkan dirinya sebagai putrinya Ahn Ji dan membawakan makanannya. Moo Myung langsung bereaksi, teringat kenangan saat Mak Moon menceritakan adiknya dulu.

Flashback,

Karena terpisah sejak kecil, Mak Moon hanya punya kenangan adiknya saat adiknya berumur 6 tahun. Mak Moon menggambarkan adiknya sangat imut, pipinya tembem, matanya bulat dan bersinar, sangat santun dan baik hati. Pokoknya adiknya sangat mirip dengannya. 

Mak Moon ingin sekali bisa menggendong adiknya itu, membesarkannya dan menikahkannya sendiri. Tiba-tiba dia memutuskan untuk mengizinkan Moo Myung menikahi adiknya begitu mereka menemukannya nanti. 

Moo Myung langsung menolak keras "Kau bilang dia mirip denganmu!"

"Memang kenapa?! Apa maksudmu adikku jelek?!" Mak Moon tak terima dan langsung menggigit Moo Myung.

Flashback end.


Moo Myung tersenyum miris teringat kenangan indah itu. A Ro mencoba membujuk Moo Myung untuk makan dan minum tehnya biar cepat sembuh. Tapi karena tak mendapat reaksi apapun, akhirnya dia hanya meninggalkan nampannya di sana.

Saat dia hendak pergi, Moo Myung tiba-tiba bergumam "Kau benar. Dia memang baik"

A Ro tidak mengerti maksudnya. Moo Myung pun tidak menjelaskan apapun dan hanya mengucap terima kasih. A Ro sekali lagi memintanya untuk makan. Bagaimanapun, dia harus tetap bertahan hidup.
Begitu keluar, A Ro heran, kenapa punggung pria itu kelihatan sangat sedih.

Melihat makanan yang ditinggalkan A Ro, Moo Myung mendesah "Haruskah aku tetap bertahan hidup?

Setelah memakai pakaian yang diberikan Ahn Ji padanya, Moo Myung kembali ke hutan untuk mengunjungi makam Mak Moon. Ia menangis saat dia bersumpah pada Mak Moon bahwa dia akan membalaskan dendamnya dan menghukum orang-orang yang membunuhnya.


Park Young Shil diberitahu orang-orang yang waktu itu berjudi dengan Moo Myung bahwa Anak buahnya Ratu secara diam-diam mencari orang miskin yang menyelinap masuk ke Ibukota. 

Dia jadi curiga, orang-orang miskin itu pasti sudah melihat sesuatu yang sangat penting hingga Ratu harus melibatkan diri secara langsung mengincar orang-orang miskin itu. Si penjudi mengaku pernah bertemu dengan orang miskin incaran Anak buah Ratu itu. Park Young Shil pun memerintahkan mereka untuk mencari orang miskin itu dan membawanya padanya.


Woo Reuk tengah menambang saat Moo Myung datang. Ia sedih saat diberitahu tentang Mak Moon, tapi ia meyakinkan Moo Myung untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kematian Mak Moon. Hidup dan mati sudah ditakdirkan.

Moo Myung bertekad untuk mencari tahu kenapa Mak Moon harus mati dan balas dendam. Woo Reuk berusaha mencegahnya. Tapi keputusan Moo Myung sudah bulat. Beberapa saat kemudian, Woo Reuk mengantarkan kepergian Moo Myung.


Moo Myung berbalik padanya dan berpesan agar Woo Reuk tidak menangis selama dia pergi, dia juga mengingatkan Woo Reuk untuk makan dengan baik "Jika aku masih hidup, aku akan kembali."

Sedih melihat kepergian Moo Myung, Woo Reuk bergumam "Kurasa dia tidak bisa menghindari takdirnya"


Ui Hwa menghadap Ratu dan memberitahu dugaannya bahwa para pejabat pasti akan menentang keras rencana ratu untuk membuat kelompok pemuda tampan ini. Tapi Ratu tidak peduli dan memutuskan untuk memberikan kekuasaan penuh pada Ui Hwa untuk menangani rencana ini. 

Dan sekarang karena Ui Hwa sudah setuju untuk menjadi instruktur, Ratu memutuskan untuk segera mengumumkan rencananya ini pada rakyat Silla. Ui Hwa lalu diberikan sebuah alat tulis dan mulai menulis nama kelompok pemuda tampan itu: HWA RANG.

"Kelompok orang-orang baru untuk Silla"

"Hwarang, pria-pria secantik bunga"

Ui Hwa berkata bahwa terlepas dari silsilah keluarga, para prajurit setia ini akan mempertaruhkan nyawa mereka demi negara dan rakyatnya. Para prajurit dan bijak dan santun ini akan menjamin masa depan Silla. Mereka akan dihormati dan dikagumi oleh rakyat. Mereka cantik dan istimewa. Inilah masa depan Silla yang akan ia buat. Sementara Ratu berkata bahwa dia akan memperkuat Silla dengan Hwarang ini.

Pengumuman pun ditempel di tengah kota. Kelompok Ban Ryu dan kelompok So Hoo membacanya. Han Sung juga membaca pengumuman yang berkata bahwa istana akan memilih pemuda-pemuda tampan. Mereka akan diajari moralitas, seni dan akan dilatih jadi pria Silla yang hebat dan mereka akan dijuluki Hwarang.

Han Sung berkomentar kalau nama itu bagus juga. Ban Ryu berkomentar sinis, menuduh pemilihan itu hanya untuk dijadikan anjingnya Ratu. Teman Ban Ryu setuju, siapa juga yang akan mau melakukan itu.


"Aku terkejut kau tertarik. Kenapa? Apa kau tertarik?" sindir Soo Ho

"Kau saja yang ikut dan goyangkan ekormu kemana-mana" balas Ban Ryu

"Bukankah menggoyang ekor itu keahlianmu? Itu kan yang selalu kau lakukan pada ayah tirimu?" 

Han Sung yang sedari tadi melihat perdebatan mereka, cemas saat perseteruan antar kedua kelompok pemuda itu mulai berubah sengit.

Sementara itu, para pejabat sedang rapat mendiskusikan pengumuman Ratu itu. Mereka tidak mau mengirim anak-anak mereka untuk dijadikan pengawal Raja. Mereka yakin kalau anak-anak mereka hanya akan dijadikan tawanan, Ratu hanya ingin menguasai segalanya.

Seorang pejabat setuju-setuju saja dengan rencana Ratu itu. Anak-anak mereka akan dilatih jadi masa depan Silla, jadi kenapa juga mereka tidak setuju. Park Young Shil yang sedari tadi diam, akhirnya bicara.

Dia berpendapat tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengirim anak-anak mereka pada Ratu... tapi mereka tidak boleh mengirim anak-anak mereka secara cuma-cuma.


Dia lalu pergi menghadap Ratu untuk meminta Ratu mendapatkan izin Raja Jinheung terlebih dulu. Lagipula masa depan Silla adalah milik Raja Jinheung, jadi Ratu harus mendapat izin Raja terlebih dulu. Dengan begitu mereka, para orang tua, akan merasa lebih tenang sebelum mengirim putra-putra mereka.

Ratu tak senang walaupun dia tidak bisa membantah alasan yang dikemukakan Young Shil. Dia yakin ini cuma siasat untuk membuat Raja keluar.

Di luar istana, Raja membaca pengumuman itu dan langsung sinis. Dia tidak percaya dengan klaim bahwa Hwarang demi masa depan Silla. Dia yakin Ratu membuat Hwarang demi dirinya sendiri.

A Ro menemui Joo Ki untuk membayar cicilan hutangnya. Tak sengaja Joo Ki keceplosan kalau dia punya pekerjaan yang bagus. Sontak A Ro langsung membujuk bahkan memaksa Joo Ki untuk mengatakan pekerjaan macam apa itu.


"Ini... adalah sebuah permintaan yang sangat amat rahasia. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan meneliti yang baik dan ketangkasan. Kau harus bersembunyi dan lari setiap saat"

"Tuanku yang baik. Itu adalah keahlianku. Apa yang harus kulakukan?" bujuk A Ro penuh semangat.


Beberapa saat kemudian, Joo Ki melapor ke Ui Hwa kalau dia sudah mempekerjakan seseorang. Ui Hwa langsung meremehkannya karena Joo Ki hanya mempekerjakan satu orang. Joo Ki membela diri, ini kan pekerjaan rahasia jadi lebih baik lebih sedikit orang yang tahu. Dia meyakinkan Ui Hwa menunggu hasilnya saja karena orang yang dia pekerjakan adalah yang terbaik.


Maka dimulai lah pekerjaan A Ro: diam-diam mengintipi beberapa pemuda-pemuda tampan dan menilai kemampuan mereka. Ada yang hebat dalam panahan. Soo Ho yang ahli menendang bola sepak, saking hebatnya dia sampai tak sengaja menimpuk kepala A Ro dengan bolanya.


Dia lalu duduk di depan kedai untuk merangkum semua hasil pengamatannya. Tiba-tiba dia teringat pertemuannya dengan Moo Myung. Kenangan itu begitu indah sampai-sampai dia tidak sadar kalau dia sedang menggambar topi jeraminya Moo Myung.

Sementara itu, Moo Myung menemui Joo Ki di Dasiyeo. Joo Ki dengan bangga memberitahu Moo Myung bahwa dialah yang memberitahu Ahn Ji tentang mereka. Apa mereka sudah bertemu dengannya? Tapi Moo Myung terus murung sampai membuat Joo Ki jadi canggung.

"Aku butuh sebuah pedang yang bagus." ujar Moo Myung

A Ro masih terus sibuk dengan pekerjaannya dan bertanya-tanya kemana lagi dia harus pergi. Apa mungkin Okta? Tapi tempat itu langsung membuat A Ro teringat pertemuannya dengan Raja semalam. 

Dia langsung menyingkirkan Okta dari daftarnya dan memutuskan untuk mendatangi pandaai kayu untuk mencari pemuda yang suka panahan. Tanpa mereka berdua sadari, Moo Myung berjalan melewatinya. 

Di Okta, Pa Oh kembali dengan nafas tersengal-sengal setelah kelelahan membuntuti A Ro berkeliling kesana-kemari. Moo Myung berhenti di depan Okta tepat saat Raja keluar dan berjalan melewatinya. 


Awalnya Moo Myung tak bereaksi. Tapi dia sempat melirik gelang di tangannya yang membuatnya teringat dengan gelang orang yang samar-samar dia lihat malam itu. Yakin dialah pembunuh Mak Moon, Moo Myung pun langsung mengejarnya.





Raja menemukan A Ro yang tengah berjalan cepat, dia tersenyum melihat itu. Tapi tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang yang membuntutinya. Dia langsung memakai cadarnya dan meneruskan perjalanannya dengan tenang tapi waspada.

A Ro memasuki sebuah tempat yang remang-remang dan penuh pintu putar seperti labirin. Tak terlihat ada orang di sana. Tapi saat dia tengah memanggil-memanggil seseorang, tiba-tiba seseorang menariknya dan membekap mulutnya.

Raja lah yang membekapnya dan menyuruhnya diam. Jika A Ro berisik maka orang yang membuntutinya mungkin akan membunuh A Ro. A Ro pun diam. Tepat saat itu, Moo Myung masuk ke sana dan memerintahkan Raja untuk keluar.

"Siapa kau dan kenapa kau membuntutiku?" tanya Raja dari persembunyiannya.

"Apa bersembunyi adalah kebiasaanmu? Apa kau begitu takut menunjukkan wajahmu?"

Merasa Moo Myung mulai bergerak, Raja membisiki A Ro untuk pergi dan jangan menoleh ke belakang. Dia berjanji akan menemui A Ro lain kali. A Ro mencoba pergi, tapi dia bingung mencari jalan keluarnya. Raja bersembunyi di pintu yang lain dan Moo Myung terus berjalan mencarinya.


"Ku tanya kau siapa?"

"Aku adalah orang yang mau menagih hutangmu"

"Begitu kah? Aku tidak ingat punya hutang pada siapapun"

"Temanku mati karena pedang yang kau hunus. Apa kau ingat?"

Raja langsung teringat malam itu. Saat Anak buah Ratu hendak menghabisi Mak Moon yang sudah sekarat, Raja waktu itu menghentikannya. Ia dan Pa Oh menhampiri kedua pria yang sudah sekarat itu dan mendesah sedih karena dialah yang membuat mereka terbunuh. Mereka pun pergi meninggalkan mereka berdua, mengira kedua pria itu takkan selamat.

Raja terkejut menyadari salah satu diantara mereka masih hidup. Moo Myung semakin marah dan membentak Raja untuk keluar. Dengan penuh amarah dia memasuki pintu-pintu itu dan Raja pun langsung bergerak menghindarinya.

Saat dia gagal menemukan Raja, Moo Myung langsung menendang beberapa pintu-pintu itu sampai roboh. Raja langsung bersiap mengeluarkan pedangnya dan memperingatkan Moo Myung "Ada beberpaa pintu yang tidak boleh dimasuki oleh orang-orang sepertimu. Kurasa kau sedang berdiri di pintu itu sekarang."

"Kau pikir tidak masalah membuat jalan yang tidak bisa dilewati orang-orang? Kau pikir tidak masalah memiliki pintu-pintu yang tidak boleh dibuka orang lain?! Aku tidak berpikir begitu. Kupikir semua itu cuma sampah! Jadi berhentilah menyalak dan keluar!"

Raja langsung menghubus pedangnya, melewati celah pintu dan memperingatkan Moo Myung pergi sekarang, dia akan mengampuni nyawanya jika dia pergi sekarang. Tapi Moo Myung juga langsung menghunus pedangnya, sama sekali tidak butuh pengampunannya karena dia akan tetap bertekad membunuh Raja.



Moo Myung melihat seseorang di depannya dan langsung maju dengan menghunus pedang. Tapi orang itu bukan Raja, melainkan A Ro.

PREVIEW EPISODE 3

Note:
Akhirnya.. salah satu drama yang ditunggu akibat list pemainnya (Army bersorak...huraay). Tapi karena emang episode ini masih pengenalan. Dan identitas Moo Myung sebenarnya pasti bukanlah rakyat biasa, mungkin dia punya garis keturunan apalah - apalah sampai Woo Reuk bilang kalau "dia tidak bisa menghindari takdirnya."

Pada akhirnya kematian sahabatnya lah yang membuat Moo Myung sepertinya menginginkan sebuah perubahan. Seperti drama pada umumnya, dia menggunakan dendam sebagai cambuk untuk melangkah maju.

Penamaan drama ini agak bingungin yah.. Moo Myung itu artinya tanpa nama. nah setelah dia bertemu dengan Ahn Ji, namanya akan berubah menjadi Sun Woo (Nama asli Mak Moon).

Nah untuk Raja Jin Heung, nama aslinya adalah Sam Mek Jong tapi nanti kalau dia bergabung dalam Hwarang, dia bakal pakai nama palsu lagi, Ji Dwi. Penyebutan sewaktu - waktu bisa berubah yah, 

4 Responses to "SINOPSIS Hwarang Episode 2 Bagian 2"

  1. Akhirnya ada drama yg bertema sejarah sila jdi teringat dgn deokman and bi dam unnie fighting

    ReplyDelete
  2. ditunggu sinopsis selanjutnya.......

    ReplyDelete
  3. ditunggu sinopsis selanjutnya.......

    ReplyDelete
  4. Finally, Taehyung muncul juga ><
    bener ini baru intro, masih samar(?).
    Tapi mulai muncul konflik,
    Moo myung salah paham nih sama Raja ...
    Admin fighting ya!!!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^