SINOPSIS Hwarang Episode 2 Bagian 1

SINOPSIS Hwarang Episode 2 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2


Ternyata Raja meminta untuk diceritakan lanjutan kisah A Ro barusan sampai dia tertidur. A Ro enggan melakukannya apalagi diluar sedang ribut seperti itu. Toh kalau dia menceritakannya, Raja tidak akan bisa tidur.

Raja menghalangi A Ro yang berniat pergi, apa dengan keributan orang – orang sadar kalau A Ro ada disini? Mereka tidak akan sadar bahkan kalau sampai dia mati. A Ro merasa sedang diancam.

Raja pun menunjukkan sekantung koin perak sebagai bayaran tapi kalau dia memang tidak mau cerita yang sudah. Ia pun mengambilnya kembali dari tangan A Ro. A Ro menarik kantung koinnya, dia bersedia cerita tapi hanya sampai Raja tertidur.


Kang Sung tidak bisa memberikan perlawanan pada Moo Myung. Dia kalah telak dan terus mendapatkan pukulan. Soo Ho menyindir Ban Ryu yang tidak memberikan bantuan pada temannya sendiri. Temannya sedang terluka secara fisik dan emosional, dia memang brengsek tanpa rasa perduli.

Ban Ryu menanggapi sindiran itu dengan tenang, lagipula kalau dia ikut campur hanya akan mengotori tangannya saja. Dia melirik ke arah Kang Sung “Pecundang.”


Kang Sung semakin terbakar emosi, dia menyerang Moo Myung tapi serangannya hanya mengenai angin saja. Moo Myung dengan mudah menghindar dan balas menghantamnya sampai Kang Sung tidak bisa berdiri lagi. Ia menawarkan siapapun yang mau maju melawannya.

Semua diam.

Moo Myung pun memapah Mak Moon untuk meninggalkan Okta.

“Kau pikir setelah ini kau bisa hidup? Para prajurit akan memotong kepalamu!” raung Kang Sung.

Mak Moon bilang kalau sampai satu menit saja Moo Myung terlambat mungkin dia sudah dibunuh mereka. Dia benar – benar gila. Moo Myung tersenyum, dia tahu. Mak Moon masih terus menatap Okta, dia mengaku melihat sesuatu dan berniat menceritakannya pada Moo Myung nanti.


“Petani yang melihat wajah Sam Mek Jong (Raja) ada di ibukota, kan?” tanya Ratu Ji So pada Pengawalnya.

Pengawal membenarkan. Ratu Ji So bertitah supaya jangan membiarkan petani itu hidup. Pengawal menerima perintahkan kemudian menyebar gambar petani yang ia maksud, ia memerintahkan prajurit untuk membunuh pria dalam gambar itu.

Joo Ki tidak bisa tenang dan terus berdiri bolak balik. Ahn Ji mengajaknya untuk masuk ke rumah. Joo Ki mengatakan bahwa dia melihat sesuatu yang familiar, seseorang membawa kalung yang mirip dengan kalung milik Putri Ahn Ji. Dia merasa punya firasat buruk akan hal itu.

“Dimana kau melihatnya?” tanya Ahn Ji terkejut.


A Ro sibuk menceritakan lanjutan kisahnya. Sedangkan Raja sudah memejamkan matanya, mulai terlelap. A Ro terus memperhatikan dia, mungkin dia sedang menunggu kesempatan untuk cepat – cepat pergi.

Dalam kisahnya, A Ro menceritakan seorang pria yang menyelinap masuk ke kamar kekasihnya. Dia berjalan menuju ruangannya dimalam gelap, bulan berkabut. Aroma gadis itu menyambutnya dan saat membuka pintu, gadis itu menyambut si pria dengan senyuman.


Raja yang mulai tertidur bermimpi, dia berjalan menuju ke istana dan ia membuka sebuah pintu. Rupanya pintu tersebut adalah pintu ruangan Ratu Ji So, Ratu Ji So membentaknya, kenapa dia kesana?

Sontak Raja terkejut dan sadar dari tidurnya. Saat ia mengedarkan pandangannya, ternyata A Ro sudah tergeletak dihadapannya. Tertidur sambil ngorok. Raja pun cuma bisa tersenyum karenanya.


Seorang Gisaeng menghampiri Ahn Ji yang datang ke Okta dengan tergesa – gesa. Dia bertanya tentang budak yang katanya datang kemari. Apa dia tahu kemana perginya mereka? Gisaeng mengaku tidak tahu kemana mereka pergi tapi barusan budak itu membuat keributan dengan para bangsawan.

“Apa kau ingat perawakan mereka seperti apa?”

Yang satu menggunakan topi sehingga dia tidak bisa melihat wajahnya tapi keduanya sama-sama punya tubuh tinggi. Ahn Ji berterimakasih atas infonya kemudian buru – buru pergi untuk menemukan mereka berdua.

Dipasar, Prajurit mencari keberadaan Mak Moon dengan menunjukkan gambar mereka pada seorang pedagang. Sampai akhirnya Pengawal Ratu Ji So mendapatkan kabar kalau pria yang mirip dengan gambar sedang menuju ke gerbang timur.

Tanpa buang waktu, Pengawal Ratu Ji So memacu kudanya menuju ke gerbang timur.


Mak Moon dan Moo Myung memutuskan untuk bersembunyi didalam hutan malam ini. Moo Myung pun mengembalikan kalung yang sudah ia pijam. Mak Moon menatap kalungnya dengan sedih, dia mengaku kalau ia melihat kalung seseorang menggunakan kalung yang sama dengan miliknya. Tapi mungkin kalung seperti ini ada begitu banyak di ibukota, dia tak yakin ada berapa banyak diluar sana.

Moo Myung bangkit, bangunlah!

“Untuk apa?”

Apa Mak Moon sudah lupa apa tujuan mereka datang ke ibukota? Moo Myung mengajaknya untuk menemui orang itu dan memastikannya.

Pa Oh heran kenapa Raja memilih untuk pergi padahal dia pasti sangat ngantuk. Raja mengaku kalau gadis itu mencoba untuk tidur dengannya, sepertinya dia harus menemuinya lagi.

“Apa dia melakukan itu? Saya rasa dia bicara yang tidak-tidak mengenai anda..” Pa Oh keceplosan.


Raja bercanda, sepertinya akhir – akhir ini Pa Oh menjadi terlalu dekat dengannya. Dia kemudian membahas pria yang melihat wajahnya di penginapan, apa Pa Oh sudah menemukannya?

“Jangan khawatir. Mereka akan menangkapnya.”

“Itulah yang ku khawatirkan. Aku takut dia akan seperti itu lagi.” Ujar Raja.

Bertepatan saat itu juga, Raja melihat Pengawal Ratu Ji So yang sedang memacu kudanya dengan tergesa – gesa. Dia jadi khawatir dan memutuskan untuk mengejar Pengawal itu.

Moo Myung memapah Mak Moon untuk mencari gadis yang ia maksud. Mak Moon terlihat sangat bahagia, dia yakin kalau Moo Myung akan terkejut kalau melihat gadis itu. Dia sangat cantik. Karena dia adikku, dia mirip denganku.

“Bagaimana dengan tinggi badannya?”

Moo Myung terhenti sambil terus mengerjapkan matanya, pandangannya menjadi kabur. Sepertinya dia kumat lagi. Mak Moon mengguncang tubuhnya, bukan waktunya untuk kumat sekarang. Mereka harus mencari adiknya.


Bertepatan saat itu juga, Pengawal Ratu Ji So sampai kesana. Dia berjalan menghampiri mereka dengan sebilah pedang ditangannya. Mak Moon mencoba memapah Moo Myung untuk kabur. Tapi kakinya tersandung hingga ia terpental dan Moo Myung terduduk ditanah.

Pengawal Ratu Ji So langsung menebas punggung Moo Myung kemudian menusuk perutnya. Mak Moon tidak bisa berbuat apa – apa, dia membeku ditempatnya melihat sohibnya dibabat habis oleh orang lain.

“Larilah!” gumam Moo Myung setengah sadar.

Mak Moon tidak bisa meninggalkannya, dia berlari menghampiri Moo Myung namun Pengawal malah langsung menebas perutnya. Mak Moon jatuh tepat diatas tubuh Moo Myung.

Mak Moon memuntahkan darah, dia memohon supaya Moo Myung tetap bertahan. Ia mengoleskan darahnya ke wajah Moo Myung, dia harus bertahan karena hanya inilah cara mereka bertahan hidup.

Moo Myung menangis tidak bisa berbuat apapun. Sampai akhirnya Pengawal Ratu Ji So memberikan tebasan terakhirnya pada Mak Moon.


Tak lama kemudian, kesadaran Moo Myung mulai kembali. Ia membuka sedikit matanya dan samar – samar melihat kehadiran seseorang. Dua orang itu sedang berbicara satu sama lain.

“Akhirnya aku membunuh orang ini.” Ucap seorang pria yang tidak lain adalah Raja.

“Dia masih bernapas.” Balas Pa Oh.

Saat akan pergi, sekilas Moo Myung melihat gelang yang digunakan oleh Raja.

Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Moo Myung menggendong Mak Moon ditengah hutan untuk mencari pertolongan. Mak Moon meminta Moo Myung untuk meninggalkannya saja disana. Moo Myung sudah barang tentu menolak, Mak Moon adalah saudara sekaligus orangtua baginya. Mak Moon adalah Moo Myung. Kalau dia mati maka ia juga akan mati.

Moo Myung berusaha sekuat tenaga untuk menaikkan Moo Myung kembali ke punggungnya.


Ahn Ji yang masuk kedalam hutan berpapasan dengan Pengawal Ratu Ji So sebelum akhirnya bertemu juga dengan Moo Myung dan Mak Moon yang bersender dengan lemas ke pohon. Tenggorokannya langsung tercekat melihat pria yang menggunakan kalung anaknya sudah tergeletak bersimbah darah. Ia memegang kalung itu dengan tangan gemetaran. Moo Myung memperingatkan supaya dia tidak menyentuhnya.

“Apa kalung ini miliknya? Katakan padaku!”

Moo Myung mengiyakan.

Ahn Ji dengan gemetaran menangkup wajah Mak Moon, nama aslinya adalah Sun Woo. Ahn Ji menangis “Sun Woo, ayah ada disini.”

Ahn Ji kemudian membuka baju Mak Moon, darah terus mengucur dari luka yang tepat berada didadanya. Dia gemetaran melihat luka itu, ia ingin memberikan pertolongan tapi luka itu terlalu parah. Sampai akhirnya dia hanya bisa menatap putranya.


Terlihat kilasan kebersamaan antara Mak Moon dan Ayahnya dimasa kecil. Dimana dia berlari pada sang ayah, mereka berdua tampak sangat bahagia. Mak Moon menatap Ayahnya, dengan suara terbata – bata ia menyebutnya, Ayah.


Dia meremas tangan Moo Myung kemudian menatapnya “Kita sudah menemukannya.”

Setelah mengucapkan kata terakhir itu, Mak Moon menghembuskan nafas terakhirnya. Ahn Ji dan Moo Myung menangisi kepergian Mak Moon yang begitu tragis. Mereka meraung memanggilnya.

Sampai keesokan harinya, Ahn Ji sudah menguburkan Mak Moon. Ia pun menggendong Moo Myung untuk turun dari gunung.

Keesokan paginya, A Ro dibangunkan oleh gisaeng.  A Ro kaget saat menyadari hari sudah terang, kenapa juga tidak membangunkannya dari semalam? Dia pun buru – buru kabur dengan membawa sepatunya.

A Ro datang ke rumah temannya dengan galau, dia bingung caranya menjelaskan pada Ayah. Teman A Ro bertanya apakah semalam dia tidur dengan pria cabul itu?

“Aku sudah tidur tapi aku tidak tidur dengannya.”

A Ro minta izin supaya bisa menginap disana. Temannya tidak mau kalau A Ro minta gratisan. A Ro pun menceritakan kalau dia sudah punya kisah baru. Teman A Ro langsung antusias minta dikasih bocoran cerita dia.



Jadi A Ro akan membuat dua karakter pria tampan, yang satu adalah pria yang menolong saat keadaan bahaya. A Ro menjadikan Moo Myung sebagai inspirasinya. Kemudian pria yang lain adalah pria yang menawarkan sesuatu yang tidak bisa ditolak. Ia menjadikan Raja sebagai inspirasinya.

“Yang satu misterius dan yang satu percaya diri. Lalu, apa yang terjadi? Apa yang dua pria dan satu wanita itu lakukan?”

A Ro masih berfikir, dia belum yakin dengan lanjutannya.


Di istana, Ratu Ji Soo bertemu dengan Guru Park Young Shil. Guru Park mengungkapkan bahwa bangsawan dan rakyat sudah tidak sabar untuk melihat Raja mereka menggunakan mahkota emas. Ratu Ji So tidak menjawab, dia malah membahas rumor yang mengatakan bahwa ada pembunuh yang sedang mengejar anak – anak bangsawan. Dia dengar leher pria muda rentan pada serangan.

“Itu hanya rumor. Pada hari Raja Jinheung berkuasa, rumor tersebut akan mencair seperti salju.”

Belum saatnya, tegas Ratu Ji So. Harinya akan datang setelah tikus didalam dan diluar istana sudah tertangkap.

Raja sedang bersantai mendengarkan Gisaeng memainkan alat musiknya. Gisaeng sudah menyelesaikan lantunan sebuah lagu, ia penasaran apakah Tuan Muda masih menunggu kedatangan Agassi (Nona) Ah Ro?

“Aku tidak akan menyebutnya menunggu. (Tapi kau menyebutnya) Agassi?”

Gisaeng membenarkan, Agassi A Ro adalah Putri dari Guru Ahn Ji. Keluarganya tidak begitu baik sehingga kadang mereka memperkerjakannya. Seperti yang mereka semua tahu, dia punya bakat yang berbeda.

“Guru Ahn Ji, apa berarti dia (A Ro) bangsawan?”

Mungkin lebih tepatnya setengah bangsawan, jadi Ibu A Ro adalah pelayan dari Keluarga Ahn sehingga dia dibuang dari ibukota.


A Ro masuk ke halaman rumahnya dengan mengendap – endap. Dia ketakutan saat melihat ayahnya ada didepan rumah. Dia mencoba menjelaskan dengan suara terbata – bata. Ayahnya berdiri dan menatapnya dengan mata berkaca – kaca. A Ro kebingungan, dia mengira ini semua karena ulahnya.

“Mengenai semalam..”

Ayah masih diam.

“Apa terjadi sesuatu?”

Ayah berkata bahwa ada pasien yang terluka parah jadi jangan masuk ke dalam. Dia tidak akan menerima pasien untuk beberapa hari. Kalau ada yang bertanya, katakan saja kalau dia sedang keluar.

Ahn Ji pun merawat luka Moo Myung dengan berbagai metode. Menjahitnya. Menggunakan ramuan dan bahkan melakukan akupuntur.

-oOo-

1 Response to "SINOPSIS Hwarang Episode 2 Bagian 1"

  1. Ma kasih sinopsis nya seruh cerita nya tp masih blm paham😊

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^