SINOPSIS Goblin Episode 5 Bagian 2

Sumber gambar dan konten: tvN


Beberapa saat kemudian, Wang Yeo merenung bingung di kamarnya menatap ponsel barunya. Saat ponselnya berbunyi dari Shin, dia sontak menjauh kaget. Shin mencoba video call, tapi yang dia lihat cuma warna merah... karena Wang Yeo menempelkan ponselnya di telinga. Hahaha.


Wang Yeo bingung tak bisa melihat wajah Shin. Shin menyuruh Wang Yeo menjauhkan ponselnya dari telinganya. Wang Yeo menurutinya tapi dia hanya menjauhkan ponselnya dari telinga tanpa menatap ponselnya. Jadilah dia kebingungan terus tak bisa melihat wajah Shin. Shin langsung geleng-geleng kepala melihatnya.

Eun Tak membrowsing tentang Kim Shin dan mengetahui dia pernah bekerja sebagai perwira di jaman Goryeo. Tapi anehnya, tak ada yang lain selain informasi itu.

Saat dia ke mall, dia mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Telepon itu dari Shin dan sesaat kemudian mereka sudah belanja bersama, membeli kebutuhan Eun Tak. Eun Tak menggodanya yang sekarang bisa pakai smartphone dan Shin langsung menyebutkan berbagai spek smartphone barunya kayak sales. Eun Tak sampai bingung, kenapa juga dia menghapalnya.


Eun Tak melihat sebuah boneka goblin bertudung. Shin tak setuju, boneka itu kan punya pipi bersemu merah, tidak mirip dengannya. Eun Tak mengoreksi maksudnya. Sambil menunjuk boneka goblin tak bertudung yang terlihat kuping iblisnya, Eun Tak berkata bahwa goblin yang asli seperti itu. Tapi karena orang-orang takut, jadi dia menyamarkan dirinya dengan tudung buckwheat jelly. Shin mengerti maksudnya kan?


Shin cuma menatapnya sinis lalu memasukkan boneka itu kedalam keranjang. Eun Tak lalu menunjukkan berbagai barang dan Shin langsung saja memasukkan semuanya ke keranjang. Eun Tak baru berhenti setelah merasa sudah cukup, dia bisa kerepotan membawa semua ini jika dia pindah nantinya.

"Memangnya aku bilang kalau kau boleh membawa semua ini pergi?"

Di rumah, Wang Yeo sedang sibuk bekerja dan menandatangani dokumennya dengan nama 'Messenger Kim'. Dia jadi teringat saat Sunny menuntut namanya tapi dia tidak bisa memberikan jawaban.




Saat dia hendak melarikan diri, Sunny mengejarnya dan mengkonfrontasinya. Tidak terima ditinggal begitu saja hanya karena dia tanya nama. Wang Yeo dengan sopan beralasan kalau dia sangat sensitif menyangkut nama.

Sunny tidak mau berpisah secepat ini, tapi Wang Yeo tidak nyambung maksudnya dan santai saja mengingatkan Sunny bahwa tadi Sunny cuma mau minum kopi sebentar dan dia sudah selesai minum kopinya. Dia lalu ngotot meminta struk yang tadi Sunny ambil, dia memerlukan struk itu karena aturan di perusahaannya sangat ketat. Sunny benar-benar tak percaya mendengarnya.


Wang Yeo membuka catatan nomor ponsel Sunny lalu memasukkannya kedalam kontak ponselnya dan langsung galau saat dia salah lagi menyebut nama Sunny hingga akhirnya dia memutuskan untuk menamainya 'Sunny bukan Sun Hee'. Saat akhirnya dia sukses menyimpannya didalam kontak, dia langsung kegirangan seperti orang yang baru saja memenangkan sesuatu. hehe.

Shin dan Eun Tak pulang dengan membawa beberapa tas belanjaan. Shin membawanya seolah tas-tas itu seringan bulu. Tapi saat Eun Tak mengambil alih, dia hampir terjatuh saking beratnya. Shin menyuruhnya mengecek kamarnya, dia sudah merenovasinya.


Eun Tak langsung berlari ke kamar barunya yang sekarang jadi tampak sangat nyaman ditinggali. Shin tiba-tiba muncul dari belakang pintu dan bertanya apakah Eun Tak menyukainya lalu mengayun-ayunkan tangannya kesana-kemari, pamer banyaknya duit yang sudah dia habiskan untuk kamar ini.

"Apa ini surga? Aku suka sekali. Apa kau melakukan semua ini sendiri? Dengan tanganmu yang tampak rapuh itu"

"Bisa dibilang aku melakukannya sendiri karena aku memintanya"

Sebelum pergi, Shin memberitahu Eun Tak beberapa aturan. Tidak boleh memaku dinding dan Eun Tak harus berjalan dengan berjinjit karena kamarnya ada di bawah.


Beberapa saat kemudian, Shin mendengar suara-suara dari kamar Eun Tak dan menyebutkan semua kegiatan Eun Tak dengan tepat seolah dia melihatnya sendiri. Memindahkan tanaman, lompat-lompat di kasur, keluar kamar dengan berjinjit. Dia mengeluh tidak bisa konsen membaca gara-gara itu, tapi senyumnya lebar banget.

Eun Tak membuat pengumuman kalau dia mau belajar, maunya tidak diganggu. Tapi Wang Yeo mengetuk pintunya tak lama kemudian untuk minta nama. Eun Tak langsung ketakutan, mengira Shin menanyakan namanya.


Dia langsung mengklaim dirinya sudah menikah jadi sekarang dia memakai nama marga suaminya dan bukan lagi Ji Eun Tak. Oops, dia keceplosan. Tapi Wang Yeo tidak menanyakan namanya. Dia justru minta saran nama pria yang paling disukai wanita karena dia tidak punya nama.

"Ahjussi tidak punya nama? Goblin ahjussi punya nama."

"Apa?" Wang Yeo penasaran

"Kim Shin. Keren, kan?"


Wang Yeo langsung iri mendengarnya. Eun Tak bertanya nama apa yang Wang Yeo inginkan. Wang Yeo menyebut beberapa nama seperti Hyuk, Joon dan Min. Tapi tak ada satupun yang Eun Tak sukai.

"Jika kau ingin nama yang disukai wanita. Ada 3 pilihan terbaik: Hyun Bin, Won Bin, Kim Woo Bin."

"Aaah, Bin"

Saat Deok Hwa mendengar masalah itu, dia langsung cemas kalau-kalau Wang Yeo bakalan menamai dirinya dengan ketiga nama itu. Saat Eun Tak mengomentari nama Deok Hwa sendiri, Deok Hwa langsung sebal. Semua itu gara-gara Shin demen nonton filmnya Andy Lau (Andy Lau di Korea disebut Yoo Deok Hwa). Gara-gara itu dia memboikot filmnya Andy Lau 'Infernal Affair'.


Gara-gara itu juga, namanya muncul di paling bawah dalam hasil pencarian. Tapi dia memang akan selalu dibawah Eun Tak, karena Eun Tak memegang sesuatu yang sangat penting baginya. Apa? tanya Eun Tak. Kartu kreditnya, itu lebih penting daripada hidupnya.

Wah, Eun Tak tak menyangka mendengarnya "Aku kira aku terlahir tanpa memiliki apapun, tapi sepertinya aku punya banyak. Keren juga"


Eun Tak lalu minta diturunkan di depan restoran ayam. Deok Hwa langsung shock melihat tempat kerja Eun Tak ternyata restoran ayam yang dulunya mau dia gusur.


Dia langsung mengajak Sekretaris Kim makan. Lalu dengan gaya sok memerintah, dia menyuruh Sekretaris Kim untuk tidak menggusur restoran ayam itu. Tapi Sekretaris Kim dengan entengnya bilang, dia memang tidak melakukan itu kok.

Deok Hwa kecewa. Tapi apakah Kakeknya menyuruh Sekretaris Kim menyampaikan sesuatu padanya. Maunya dapat kabar tentang kartu kreditnya.

Tapi Sekretaris Kim malah berkata kalau Kakek berpesan agar Deok Hwa mengurus Eun Tak dengan baik karena ujian masuk universitas sudah semakin dekat. Kakek juga menugaskan beberapa hal. Jangan bicara dengan Eun Tak, diam adalah emas, diam saja, jangan bicara. Tidak ada kartu kredit. Deok Hwa langsung mematahkan sumpitnya saking marahnya.


Setiap hari, Eun Tak menyibukkan dirinya dengan belajar dan setiap hari pula Shin meninggalkan berbagai macam snack di depan pintunya disertai sebuah pesan yang berbunyi sama terus menerus "Aku tahu kalau kau sibuk belajar. Tapi kalau kau ada waktu, tolong pedangnya"

Terakhir dari Wang Yeo, tapi pesannya juga berbunyi sama. Meminta Eun Tak mencabut pedangnya Shin. Eun Tak menerima semua snacknya tapi mengacuhkan semua pesannya.


Saat dia ke dapur, Shin tiba-tiba muncul dan mengkonfrontasinya. Eun Tak sudah memakan semuanya dan belajar terus menerus, tapi masih belum mau mencabut pedangnya. Apa sebenarnya impian Eun Tak.

"Direktur Produksi Radio. Aku juga berencana mengambil jurusan itu"

"Bukan itu maksudku. Bagaimana bisa kau masuk kuliah kalau kau sebodoh ini"

"Tega sekali kau berkata sekejam itu?"


Eun Tak berkata kalau dia sudah merenungkannya, dan dia memutuskan untuk menunda Shin jadi tampan. Kalau dia melakukannya sekarang, dia takut Shin akan mengusirnya karena dia sudah tidak berharga lagi (sebagai pengantinnya). Memikirkan itu saja sudah membuatnya stres sampai tidak bisa belajar.

"Kalau kau tidak bisa belajar lalu kenapa kau makan semua snack-nya"
Eun Tak langsung balik menyalahkan Shin. Salah dia sendiri karena tidak menerima tawarannya saat dia meminta 5 juta won. Shin membela diri, dia adalah goblin yang sangat hebat. Bagaimana bisa Eun Tak membuat kesepakatan dengannya pakai uang

Lagipula kenapa Eun Tak cuma minta 5 juta won. Uang segitu tidak bisa untuk beli rumah. Tapi Eun Tak berkata kalau tidak bermimpi bisa membeli rumah. Uang itu akan dia gunakan untuk tidur di sauna sampai dia dewasa dan membiayai kuliahnya jika dia kuliah.

"Bagi seseorang yang tidak punya apa-apa sepertiku. 5 juta dollar itu sama beratnya seperti 500 juta won"


Wang Yeo tiba-tiba muncul dan menyuruh Shin memberi Eun Tak 5 juta itu. Stres, Shin menyuruh Eun Tak kembali ke kamarnya. Wang Yeo bertanya apakah benar namanya Kim Shin. Shin membenarkannya, memangnya kenapa?

"Namamu... sangat keren"


Sunny menatap ponselnya sambil berusaha menahan kesal menanti telepon Wang Yeo yang tak kunjung tiba. Eun Tak menyela kegalauannya untuk curhat. Sunny curiga, apa Eun Tak hamil? Tentu saja tidak, sangkal Eun Tak. Lalu?

"Apa kau pernah berpikir untuk menikah muda?" tanya Eun Tak

Sunny mengerti sekarang. Berapa usia pria itu? 20? Eun Tak berkata lebih tua dari itu. Lalu seperti apa pria itu? Eun Tak menggambarkan Shin sebagai orang yang suka membaca, suka musik dan seni dan pernah bekerja untuk negara.


"Bukan itu. Maksudku apa dia baik padamu?"

Eun Tak ragu. Dia mengiyakannya, sekarang memang iya karena pria itu membutuhkannya. Eun Tak menyangkal saat Sunny tanya apakah dia menyukai pria itu. Lalu apakah pria itu menyukai Eun Tak? Tidak.

"Lalu kenapa kalian mau menikah kalau tidak saling menyukai?"

Eun Tak tertawa getir “Aku juga penasaran kenapa.”

Saat Eun Tak berjalan pulang, dia berhenti di toko buku dan termenung memikirkan saat Shin dengan entengnya berkata kalau dia akan mencintai Eun Tak kalau dia butuh.

"Aku tidak butuh cinta semacam itu! Aku harap kau juga tidak butuh cinta semacam itu. Aku tidak akan membuatmu jadi tampan" Eun Tak sedih



Tanpa dia sadari, Shin sebenarnya ada didalam toko itu dan buru-buru kembali ke rumah untuk bergaya membaca sebelum Eun Tak pulang. Niatnya membuat Eun Tak terkesan, tapi Eun Tak malah acuh untuk membantu Wang Yeo melipat handuk sambil memuji kehebatan ketrampilan Wang Yeo melipat handuk.

Cemburu, Shin mengeluarkan sebuah lukisan sambil nyerocos sok pintar tentang lukisan itu. Tapi Eun Tak terus acuh. hahaha. Wang Yeo memberikan syal merahnya Eun Tak. Dia ingat itu syal yang Eun Tak pakai sejak dia berumur 9 tahun.


Eun Tak membenarkan. Ini syal peninggalan ibunya. Ibunya pikir dia bisa melihat hantu karena tanda lahir di lehernya, jadi dia membuatkan syal merah ini dengan harapan dia tidak akan melihat hantu lagi jika tanda lahirnya itu ditutupi. Tapi ternyata tidak berhasil. Tapi sekarang memakai syal itu sudah jadi kebiasaannya dan syal itu terasa seperti ibunya.

Shin dan Wang Yeo langsung menatapnya iba sampai-sampai Wang Yeo menyuruh Shin untuk memberi Eun Tak 5 juta. Shin menolak, lagian kenapa segala sesuatu tentang Eun Tak itu menyedihkan.

"Aku tidak bicara denganmu, ahjussi"

"Dia gampang marah"

"Aku kasihan padamu"


Ngomong-ngomong, apa Wang Yeo sudah memutuskan mau memakai nama apa? Tapi sebelum Wang Yeo sempat menjawab, Shin langsung menyela dan menyuruh Eun Tak melanjutkan belajarnya. Wang Yeo langsung menanyakan cita-cita Eun Tak itu dan Eun Tak membenarkannya dengan antusias.

Shin cemburu, tidak terima Eun Tak bicara dengan Wang Yeo. Eun Tak terus mengacuhkan Shin dan menyarankan nama untuk Wang Yeo "Bagaimana kalau Park Bo Gum?"

Shin terus protes sampai Eun Tak akhirnya mendebatnya dan menuduh Shin yang membuatnya bisa melihat hantu. Shin langsung menyibak rambut Eun Tak, tanda lahir itu bagus kok. Kesal, Eun Tak langsung menyindir kelakuan kasar Shin, pantas saja ada pedang menancap di dadanya.

Shin tersinggung "Teganya kau mencandai kelemahan orang? Apa kau psikopat?"

"Apa kau pikir kau beda? 'Kau bukan pengantin goblin, hiduplah sesuai kenyataan'. Kau sebenarnya tidak terlalu baik"

"Aku mengatakan itu demi kebaikanmu"


"Kalau kau peduli padaku, carikan aku pacar! Pekerjaan paruh waktu, bibiku, pacar. Pelindung macam apa kau? Harapanku tidak pernah terkabul"

"Pacarmu ada di sini!"

"Dimana? Aku tidka lihat!"

"Di sini. Di depanmu! Aku!" (OMO)


Mereka sontak terdiam canggung lalu kabur ke kamar masing-masing. Eun Tak mendengus meremehkan pernyataan Shin walaupun jelas-jelas dia senang. Shin galau menggerutui kesalahannya, dia kan suami Eun Tak dan bukannya pacarnya. Bodohnya! Tapi tetap saja dia senang dan tersenyum lebar.

Wang Yeo menggalau sepanjang hari menatap nomor teleponnya Sunny. Deok Hwa datang tak lama kemudian dan Shin menyusul dengan membawa sepiring roti. Wang Yeo tidak mau diganggu, tapi Deok Hwa malah merebut kertas itu dan Shin langsung menghubungi nomor Sunny dan tersambung.

Wang Yeo langsung panik dan menampik ponsel itu sampai melayang. Wang Yeo langsung menghentikan waktu dan membuat semua orang dan benda-benda terhenti. Dia langsung galau mencoba berbagai macam suara sapaan.

"Yang ketiga" ujar Shin yang ternyata tidak ikut membeku. Wang Yeo kaget, kenapa Shin tidak ikut membeku?

"Aku keren, kan?" kata Shin bangga. Dia bahkan mulai jahil mengerjai Deok Hwa, membuatnya bergerak dan membeku kembali.


Sunny tiba-tiba menyapa lagi. Wang Yeo bergegas ke kamarnya sebelum menyapa Sunny dengan suara maskulinnya. Sunny kesal, menyindir Wang Yeo yang baru menelepon sekarang. Dia kira Wang Yeo tidak bisa menelepon atau jarinya patah. Wang Yeo tidak nyambung sindirannya dan cuma minta maaf dan berkata kalau jarinya baik-baik saja.

Dia benar-benar canggung, tak tahu harus bicara apa dan menanggapi ucapan Sunny dengan singkat. Sunny sampai heran, seharusnya Wang Yeo tanya kapan dia ada waktu untuk bertemu. Wang Yeo langsung menanyakannya dengan patuh.


Keesokan harinya, Wang Yeo keluar untuk menemui Sunny. Karena berniat untuk terlihat seperti manusia, jadi dia maunya jalan kaki saja ke Incheon. Deok Hwa menyuruhnya naik mobilnya saja. Tidak ada manusia yang bisa jalan kaki sampai sejauh itu.


Eun Tak ke dapur tepat saat Shin keluar dari kamarnya. Sontak mereka sama-sama canggung. Eun Tak mau melarikan diri saat Shin tiba-tiba memanggilnya. Tapi malah bingung harus bicara apa hingga akhirnya dia mengaku jujur kalau dia merasa canggung. Eun Tak juga.

"Kalau begitu, bisakah aku bilang kalau aku lapar?"

"Lakukan saja. Kalau begitu aku juga akan tanya, apakah kau mau makan daging sapi?"

Shin membawa Eun Tak kembali ke restoran di Kanada. Eun Tak senang datang lagi kemari, bisa-bisa dia jadi pelanggan tetap di sini. Shin cuma tersenyum, tapi tiba-tiba dia mendapat penglihatan akan masa depan Eun Tak saat dia berumur 29 tahun.


Eun Tak ada di sana, lebih dewasa dan ceria. Tapi Shin tak ada di sana. Eun Tak tampak bicara dengan temannya di telepon. Dia berkata pada temannya kalau dia tidak pernah ke luar negeri sebelumnya tapi dia berkeliling dengan baik, bahkan tidak tersesat. Dan sekarang dia mau makan daging sapi... bersama seorang pria. Entah siapa.


Shin menatap sosok masa depan Eun Tak dengan sedih "Di usia 29 tahun, kau masih cantik. Tapi aku... tidak berada di sisimu lagi. Hidup abadiku, akhirnya berakhir. Setelah kematianku, kau masih di sini. Kau sudah melupakanku. Dan hidupmu sempurna setelah aku pergi. Aku harus menghilang, untuk membuatmu tersenyum. Inilah keputusan yang harus kubuat. Aku harus mengakhiri hidupku"

Dalam beberapa kilasan, Shin tampak menghilang dari kehidupan... atau ingatan masa lalu Eun Tak.


"Pada akhirnya, inilah keputusan yang kubuat" Shin menitikkan air mata menatap sosok masa depan Eun Tak yang tampak begitu bahagia, sementara Eun Tak yang sekarang hanya menatapnya dengan heran.

15 Responses to "SINOPSIS Goblin Episode 5 Bagian 2"

  1. yess akhirnya keluar juga,dan d tnngu episod selanjutnya
    semangat

    ReplyDelete
  2. yess akhirnya keluar juga,dan d tnngu episod selanjutnya
    semangat

    ReplyDelete
  3. Hahahaha .. Y ampun itu dua orng kok y pd lucu2 boleh dbawa pulang gk

    ReplyDelete
  4. Thanks... di tunggu sinopsis selanjutnya, seruuuuu

    ReplyDelete
  5. Euntak di umur 29thn lupa ttg shin? Kyanya kutukannya mmg pengantin goblin harus benar2 jatuh cinta sama shin baru bisa jadi pengantin, makanya dibuat dy lupa ingatan dan ketemu lagi sama shin dlm kenangan baru
    Kejam juga ya dewanya, shin di bully abis selama 939 thn ga udah udah wkkwkwkw... setelah ketemu ma pengantinnya, ujian selanjutnya dy harus bikin pengantinnya yg lupa ingatan jatuh cinta sama dy

    ReplyDelete
  6. Eonnieeee. .daebak......semangat ya....

    ReplyDelete
  7. omo.....daebak.....baca sinopsisnya kaya nonton beneran....meskipun udah nonton dramanya tapi belum lengkap klo blm siniosisnya eonnie.......gumawo

    ReplyDelete
  8. daebak.. suka drama nya, di tunggu kak episode selanjuttnya.hehe

    ReplyDelete
  9. Sedih pas terakhirnya... Mewek bombay hayati.. di tunggu sinopsis eps selanjutnya 😊😉

    ReplyDelete
  10. Jgn jgn yg mau ditemuin eun tak itu shin tpi versi yg udah immortal

    ReplyDelete
  11. Siapin tisyu but nonton Eps 6 pasti bakalan mewek.makasih eonni udh bikin sinopsis y dan di tunggu kelanjutan y ya

    ReplyDelete
  12. Omg drama yg bikin perasaan g karuan setelah W, bikin nunggu lanjutannya. Background lagunya itu lho yg nambah ser ...ser... bener2 pas banget.

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^