SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 3 Bagian 1

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 3 Bagian 1
Sumber gambar dan konten:

Jae Yi tak menyangka bertemu dengan Bok Joo di kliniknya, sepertinya mereka punya ikatan special. Bok Joo menatap mata Jae Yi dengan serius “Dokter, apa kau menyukai Messi?”

Pffft.. Dia menjalankan trik pendekatan yang dikatakan oleh Nan Hee. Walhasil Jae Yi mengangkat alisnya dengan heran, maaf?

“Apa anda menyukai Messi?” ulang Bok Joo.

Jae Yi tersenyum kikuk “Maksudmu Messi pemain bola?”

Menyadari kecanggungan diantara mereka, Bok Joo mengatakan kalau ia sangat menyukai Messi. Dia sangat menyukai sepak bola. Jae Yi dengan canggung menimpali ucapannya, dia juga suka Messi. Tapi sepertinya mereka bisa membahas masalah bola nanti dan memulai pemeriksaan mereka.


Sekeluarnya dari klinik, Bok Joo masih senyum – senyum gaje membayangkan sosok Jae Yi. Tapi dia langsung terkejut saat melihat brosur yang didapatkannya, ia harus membayar 590 ribu won untuk program diet disana.

Foto Jae Yi yang terpampang di brosur terdengar seperti tengah membujuknya “Datang dan mendaftarlah.”
Episode 3: Let It Go

Celakanya saat memeriksa saldonya, Bok Joo hanya mempunyai sisa uang 395ribu won. Artinya dia membutuhkan uang sebesar 200ribu won lagi. Bok Joo lupa kemana uangnya ia gunakan, ah, ternyata dia memberikan hadiah ulang tahun sebuah sepatu untuk paman. Aish, seharusnya dia membelikan kaos kaki saja.

Dia berfikir bagaimana mendapatkan uang 200ribunya, apa dia harus minta bayaran kerja sambilan di Ayam Bok? Ia pun berniat bohong saja pada Ayah, biar dia bilang saja kalau mau beli sepatu untuk angkat besi.

Bok Joo berlari menuju rumahnya dengan buru – buru. Joon Hyung berpapasan dengannya dan terus memanggilnya tapi Bok Joo sama sekali tak memperdulikannya. Joon Hyun jadi geli sendiri melihat cara lari Bok Joo yang lucu.


Sesampainya dirumah, Bok Joo malah melihat ayahnya yang sedang menambal skuter pengantar ayam dengan menggunakan lakban. Ia pun jadi tak enak dibuatnya. Dae Ho meminta ayah untuk membeli skuter baru, mereka sudah menggunakannya selama 18 tahun. Sangat memalukan untuk mengantar makanan menggunakan sampai itu.

Bok Joo muncul dihadapan mereka, Dae Ho memintanya untuk membujuk ayah. Ayah kesal karenanya, Dae Ho harusnya prihatin, dia bisa mengatakan hal itu kalau dia bisa mendapatkan uang lebih banyak. Dia malah bekerja menjadi pemain pembantu tanpa mendapatkan bayaran.

Dae Ho mengaku kalau bos –nya galak jadi dia tak bisa komplain.

“Itulah kenapa kau harusnya fokus saja menjalankan bisnis ini.” Tambah Ayah.

Ditempat latihan senam, pelatih memuji Soo Bin yang semakin berkembang. Tubuhnya lentur jadi ia hanya perlu melatih keseimbangannya lagi.

Pelatih memanggil Shi Ho untuk berbicara dengannya. Penampilannya tak sebaik yang ia pikirkan , apa Shi Ho punya masalah? Shi Ho mengaku kalau dia kehilangan keseimbangan ketika melakukan putaran tapi jika ia melatih otot kakinya...

“Aku rasa tak sesederhana itu.” Sela pelatih.

Pelatih menyarankan supaya Shi Ho melakukan pelatihan di Rusia. Mungkin sedikit mahal tapi akan sangat penting bagaimana dia menghabiskan waktu musim dinginnya. Bicaralah dengan ibumu.

Selepas kepergian pelatih, Shi Ho menghela nafas berat.


Nan Hee dan Sun Ok keluar dari kamarnya, mereka berdua ngobrol tentang Bok Ju yang belakangan sibuk bantu – bantu di tempat ayahnya. Keduanya berjalan santai, tapi saat melihat ada Soo Bin dan temannya, mereka langsung lari terburu – buru menuju ke tempat yang sama.

Soo Bin dengan percaya diri siap menangkap remote TV diatas meja tapi Nan Hee langsung melempar sepatunya ke arah remote itu. Sun Ok gesit menangkap remote yang hampir jatuh.


“Aku kesini duluan.” Kesal Soo Bin.

“Ini milik siapapun yang mendapatkannya lebih dulu. Apa kau akan menonton acara makanan lagi? Apa untungnya menonton itu? Kau harus memperhatikan berat badanmu.”

“Lalu kenapa kau membaca majalah fashion? Lagipula kau tidak bisa memakai baju-baju itu.”

“Kami tak membaca majalah fashion.” Jawab Sun Ok.

Bok Joo datang tepat ketika mereka berempat sedang berdebat. Nyali Soo Bin langsung menciut, ia buru – buru pergi dengan alasan ingin ke sauna. Bok Joo menunjukkan tampang lemas, dia bertanya pada dua temannya, apa mereka punya uang?

Sun Ok punya dua puluh ribu won dan Nan Hee punya sebelas ribu won, apa dia mau pesan pizza?

“Sudahlah lupakan. Aku mau istirahat saja.” Ucap Bok Joo makin loyo.

Shi Ho pulang ke rumahnya untuk membicarakan masalah berlatih di Rusia. Tapi niatannya urung saat mendengar perdebatan antara kedua orang tuanya.

Ayah tak mau lagi menginvestasikan lebih banyak untuk senam Shi Ho, mereka sudah menjual rumah untuknya tapi jika Ibu terus begini maka terpaksa mereka harus pergi ke kontrakan yang lebih kecil lagi. Ibu kekeuh ingin mendukung Shi Ho, mereka sudah sejauh ini dan Shi Ho hampir berhasil.

“Siapa yang ingin dia berhasil? Itu kau. Bukan Shi Ho.” Geram Ayah.

Ibu beralasan bahwa semua ini demi Shi Ho. Dia juga tak mau menekan anaknya sampai dia kekurangan berat badan dan kurang gizi.


Disebuah restoran, Jae Yi tengah makan bersama dengan Ah Young. Ah Young heran sendiri melihatnya terus melamun seperti habis melihat hantu. Jae Yi tersenyum, ada hal lucu yang diingatnya. Ada seorang pasiennya yang bertanya tentang Messi padanya.

“Bukankah dia pemain sepak bola dari Argentina?”

Iya. Kalau dipikir – pikir, Jae Yi selalu bertanya pada pasiennya tapi kali ini pasien malah bertanya padanya duluan, apalagi dia membicarakan hal disukai olehnya.

Ah Young yakin kalau Jae Yi terkejut, tak biasa – biasanya dia membicarakan masalah pasien. Apa dia cantik?

“Aku tidak yakin. Tapi sepertinya cantik.”


Sedangkan Bok Joo tengah berlatih bersama dengan teman – temannya. Matanya menatap kedepan tapi tiba – tiba ia melihat sosok Jae Yi dihadapannya. Ia terkejut dan menekan tubuh Nan Hee dengan sekuat tenaga.

Saat menoleh ke sisi lain, Jae Yi sudah ada didekat pintu memegangi payung. Bok Joo makin frustasi dan menekan punggung Nan Hee sekuat – kuatnya sampai dia menjerit kesakitan.

Sun Ok menyadarkan Bok Joo, ada apa dengannya belakangan ini? Bok Joo mengaku tak enak badan saja. Nan Hee jadi curiga, jangan – jangan itu cuma alasan supaya dia tak ikut lomba mendaki gunung sabtu besok?

Bok Joo tak punya tenaga untuk menanggapi. Dia mau pergi mencuci muka saja.

Diluar ruang latihan, bayangan Jae Yi sudah menantinya dan langsung memayungi Bok Joo. Dia bertanya kenapa Bok Joo belum juga mendaftar? Bok Joo gemetaran takut karena sekarang bayangannya bisa bicara. Dia pasti sudah semakin gila.

Jae Yi terus mencecarnya karena belum mendaftar. Bok Joo yang ketakutan berlari kesetanan dibuatnya. Bayangan Jae Yi terus mengejarnya, sinar UV tak baik untuk kesehatan kulit jadi dia akan memayungi Bok Joo.

-oOo-

4 Responses to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 3 Bagian 1"

  1. ใ…‹ใ…‹ใ…‹ Bok Joo halu nya udh akut๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜
    next, ditunggu๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
  2. kak ditunggu sinop selanjutnya suka sama bok joo. tingkahnya ituloh lucu bgt.. bda sama karakter yg dia mainin sebelumnya di drama doctor sama it's okay that love

    ReplyDelete
  3. ditunggu sinopsisnyaa...dramanya bagusss jdi ttp smngat nulis kak.. makasih

    ReplyDelete
  4. Semangat. Ngk sabar lihat partnya fighting๐Ÿ˜

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^