SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Bagian 2

SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: MBC

Perdebatan tadi menjadi bahan pembicaraan antara Bok Joo dan teman – temannya. Anak senam sudah menuduh junior mereka mencuri dan menunjukkan wajah menyebalkan. Nan Hee kesal karena anak – anak kerempeng itu selalu membuat masalah dengan mereka.

Bagi Sun Ok kenangan menyebalkan kembali muncul tahun ini. Dulu ruangan yang digunakan anak senam untuk berlatih adalah ruangan mereka, tapi setelah cabang senam memenangkan juara tingkat asia, ruangan itu diambil alih oleh mereka.

Dan juga saat bertemu dengan para pria, anak – anak senam selalu menjadi pusat perhatian mereka. Para pria selalu mengabaikan anak angkat besi dan membandingkan mereka.

Selain itu, Hari Goo Seul! Yah.. mereka ingat hari dimana seorang atlet angkat besi bernama Goo Seul yang begitu menyukai seorang pria. Tapi seorang anak senam merebutnya, terjadilah perkelahian diantara mereka. Goo Seul menghabiskan waktunya setahun untuk memohon dikencani pria itu, kemampuannya terus menurun dan akhirnya dikeluarkan.

Dae Ho menyajikan piring ke empat untuk mereka. Sontak ketiga anak itu menyangkalnya, ini baru piring ketiga mereka. Yah terserahlah, Dae Ho menjitak kepala mereka bertiga yang hanya bisa memikirkan ayam. Paling tidak bayar!

Tak menggubris, Sun Ok melotot kaget saat melihat jam. Sudah pukul sebelas kurang sepuluh menit, mereka cuma punya sisa waktu 20 menit lagi. Ketiganya buru – buru menyomot ayam dan pergi begitu saja.

Ayah baru sampai ke kedai sambil membawa penanak nasi. Bok Joo bilang pada Ayah supaya besok diantarkan ke rumah sakit oleh paman, nanti dia akan menyusul. Ia melihat penanak nasi yang dibawa oleh Ayahnya, dia menebak kalau Ayah menemukannya dijalan.

Memang benar kalau Ayah menemukan penanaknya dijalan tapi ia rasa barangnya masih bagus dan bersih. Ia lalu menyuruh anaknya untuk tak terlalu banyak makan ayam dan jangan kembali lagi besok.

“Apa kau kau bicarakan? Aku akan bertemu lagi denganmu di rumah sakit besok. Dah!” Bok Joo terburu – buru kembali ke asrama.

Ayah khawatir kalau putrinya jatuh karena berlarian tapi kemudian ia tersenyum “Astaga! Putriku yang lucu.”

Dua orang anak senam sedang memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dibalik pintu dan berfikir ada seseorang disana.

“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak lihat apapun.” Ucap temannya yang lain dan mengajaknya pergi.

Setelah kedua anak senam itu pergi, seseorang menggunakan sneaker dan celana jeans masuk ruang cuci dan mengambil celana dalam disana.

Oh rupanya benda yang dijatuhkan Joon Hyung adalah ikat tangan, ia terus mencarinya di asrama tapi belum ketemu juga. Temannya Joon Hyung tak memperdulikannya dan sibuk membereskan kamar yang berantakan bak kapal pecah. Sebentar lagi Senior Ki Suk akan datang kesana jadi sebaiknya Joon Hyung beres – beres juga.

Ki Suk datang untuk melihat kamar mereka, dia memberitahukan kalau keduanya bertugas mengepel tangga. Apa Joon Hyung sudah melaksanakannya? Tentu saja sudah, jawab Joon Hyung.

“Kau pergi di tengah-tengah pertandingan.”

“Aku tak enak badan.” Santai Joon Hyung.

“Di diskualifikasi bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Kau tidak peduli tentang hal-hal seperti persahabatan dan kerja tim. Kau hanya perduli dengan dirimu sendiri.”

“Sepertinya ini salahku.”

Sepertinya? Ki Suk benar – benar marah dengan pemilihan kata Joon Hyung. Untung saja temannya Ki Suk memanggilnya sehingga ia harus bergegas.


Joo Tae Kwon kesal sendiri dengan perlakuan Ki Suk, kenapa dia selalu begitu kalau berhadapan dengan Joon Hyung? Joon Hyung sih cuek aja, terkadang ada seseorang yang sangat menyukainya dan kadang adapula yang begitu membencinya.

“Kau bahkan mengerti anti-fanmu. Kau benar-benar sesuatu.” Puji Tae Kwon seraya menoel janggut Joon Hyung.

“Bukankah aku terlalu sempurna? Bahkan kepribadianku juga sempurna, kan?”

Yap, dia memang benar – benar sempurna. Tae Kwon membahas Joon Hyung yang didiskualifikasi lagi. Sepertinya posisi lima Tae Kwon lebih baik ketimbang Joon Hyung. Menyerah saja!

“Mendengarmu menyumpahiku rasanya membuatku lebih baik.”

Anak sialan! Tae Kwon pun menendang Joon Hyung kemudian mengajaknya ke suatu tempat untuk meningkatkan semangat.


Tae Kwon menggeretnya ke klub malam dan mengajaknya berkumpul dengan teman – temannya. Joon Hyung tak terlalu nyaman apalagi saat seorang wanita gatel PDKT dengan meminta nomor telfonnya. Dengan seribu alasan, Joon Hyung mengaku kalau ponselnya disita Ibu karena performanya kurang bagus akhir – akhir ini. Ia meminta maaf kemudian pergi meninggalkan Tae Kwon yang masih terus memanggilnya.

Keesokan harinya, Joon Hyung masih terus mencari keberadaan ikat tangannya dirumah. Lagi – lagi belum bisa ia ketemukan.

Kakak Joon Hyung, Jung Jae Yi menawarinya tumpangan karena ia pikir Joon Young kelelahan setelah lomba kemarin.

“Kau baru mengatakan itu sekarang? Semua orang di keluarga kita senang bertingkah dingin.” tanya Joon Hyung.

Jae Yi yakin kalau semua orang dikeluarga ingin bicara banyak hal tapi mereka mempertimbangkan perasaan Joon Hyung. Lagipula membahasnya tak akan membuat perbedaan apapun. Ia tahu betapa kesalnya Joon Hyung karena kekalahannya.

Joon Young mengaku begitu kesal sampai pesta semalaman. Dia menantang Jae Yi untuk balapan lari dengannya. “Ayo kita lihat siapa yang lebih cepat. Rongsokanmu (mobil) atau aku?”

Jae Yi tersenyum senang melihat adiknya masih tetap riang seperti biasanya.

Di tempat Bok Joo, pelatih tengah memeriksa berat badan mereka sebelum turnamen selanjutnya berlangsung. Sun Ok naik tiga kilogram dan membuat pelatihnya marah. Pelatih Yoon seperti biasa ceramah sana – sini tak jelas.

“Yak!” teriak Pelatih Choi membuat semua orang kaget “Cobalah menjaga berat badanmu dalam kegiatan sehari-hari.”

“Baik!” jawab mereka serempak.



Ayah Bok Joo datang disaat mereka sedang kena omel. Ayah rupanya adalah senior dari pelatih angkat besi disana. Ia membawakan dua kantung ayam goreng untuk mereka. Pelatih Yoon mencoba menolaknya tapi Ayah bersikeras, kalau mereka menolak malah akan membuatnya merasa bersalah. Ayam ini sebagai ucapan rasa terimakasih karena mereka telah melatih Bok Joo sampai sekarang. Mereka sudah menyemangati Bok Joo dan mau melatihnya meskipun posturnya tinggi, Bok Joo dulu sampai ingin menyerah karena posturnya.

Pelatih Choi tak suka dengan omongan bertele – tele, dia langsung menyela ucapan Ayah “Semuanya, tepuk tangan! Terimakasih”

Bok Joo menghampiri ayahnya, kenapa dia melakukan ini? Ayahnya berbicara dengan suara sangat pelan. Dia melakukan ini supaya mereka semua bisa bersikap baik pada Bok Joo.

“Profesor Yoon. Silahkan dimakan.” Ucapnya. Pelatih Yoon menolak, ia memberitahukan pada Bok Joo bahwa latihan hari ini adalah latihan individu jadi Bok Joo bisa pergi izin menemani ayahnya ke rumah sakit.

Bok Joo mengerti.

Ayah memejamkan mata tampak nyeri saat dia melakukan cuci darah. Ayah ternyata memiliki masalah ginjal.

Dae Ho sudah menantikan kedatangan Ayah Bok Joo, ia bersiap mengenakan jaket panjang dan meminta izin pergi melayat temannya yang meninggal. Ayah mengiyakan tapi sebelum itu ia menghadang Dae Ho dan membuka jaket tebal yang terus dikenakannya.

“Apa ayah temanmu akan senang kalau melihatmu menggunakan baju glitter? Apa kau akan jadi penyanyi klub malam lagi?”

Dae Ho tertangkap basah berbohong, ia pun masuk kamar untuk berganti pakaian lagi. Ayah mendesis iba, kalau memang mau jadi artis seharusnya dia bisa bersandiwara. Selalu saja mengambil peran pembantu yang tak punya dialog satu pun.


Joon Hyung tengah berlatih renang bersama yang lainnya. Pelatih memberikan pujian padanya dan memberikan koreksi untuk Ki Suk yang harus kembali berlatih. Ki Suk menatap sebal pada Joon Hyung sedangkan Joon Hyung tak begitu memikirkannya.

Tae Kwon terjebak diantara mereka berdua, ia pun memilih menenggelamkan tubuhnya kembali kedalam air.


Sun Ok sibuk membuang kapal ditangannya sedangkan Nan Hee menghias kukunya. Bok Joo sebal saat menghirup baru menyengat cat kuku yang digunakan Nan Hee. Kenapa dia repot – repot menghias kukunya padahal nanti juga bakal rusak kembali saat mengangkat barbel? Lebih baik dia membuang kapalnya supanya tak mengelupas dan melukai tangannya sendiri.

“Dia hanya sedang mencoba menarik perhatian pria yang disukainya.” Sela Sun Ok.

Bok Joo menyuruh Nan Hee jangan menarik perhatian dengan cara begitu, gunakan saja inner beauty –nya. Mereka lebih menarik daripada anak – anak yang melakukan senam indah. Mereka lebih mandiri ketimbang anak lain.

“Kau benar - benar gadis yang optimis, Bok Joo. Kau punya kepercayaan diri yang tinggi.” Ucap Sun Ok.

“Aku tidak tahu apa itu percaya diri atau sombong.” Imbuh Nan Hee.

Saat melihat tumpukan baju miliknya, Bok Joo tak menemukan baju yang ia gunakan saat pertandingan nasional. Kemana perginya? Seharusnya ada disini.

Bok Joo mencarinya di tempat cucian tapi tak ada yang melihatnya. Dia khawatir kalau sampai tak ditemukan, dulu ia menang menggunakan kaus itu. Kalau tak menggunakannya lagi maka ia khawatir akan kalah.

Nan Hee juga tak bisa menemukannya, apa mungkin anak – anak senam yang sudah mengerjai mereka untuk balas dendam? Bok Joo tanpa pikir panjang langsung pergi mencari mereka.

“Tapi itu hanya asumsiku Bok Joo.” Seru Nan Hee.

“Ssh... Apa kau tak tahu kalau dia akan bertindak duluan (tanpa berfikir) saat sedang marah?” desis Sun Ok mengejar Bok Joo.

Soo Bin cs tentu saja mengelak dari tuduhan tersebut. Memangnya untuk apa mereka mengambil pakaian Bok Joo? Lagipula pakaian itu kebesaran untuknya. Kata Bok Joo kan yang paling penting adalah bukti, jadi mana buktinya?

“Ya. Aku disini untuk mencari bukti. Aku mau memeriksa kamarmu.”

Soo Bin tampak panik, dia tak akan mungkin mengizinkannya. Bok Joo bersikeras karena kaos itu adalah jimat kemenangan untuknya.



Terjadilah aksi dorong antar dua kubu itu. Tapi berhubung anak senam lebih kecil, Soo Bin terpental saat keributan tersebut. Pergelangan tangannya sakit, ia gelojotan merengek kesakitan.

Walhasil Soo Bin harus dibawa ke unit kesehatan.


Semua anak angkat besi menerima hukuman atas insiden ini dan Bok Joo yang paling disalahkan. Pelatih Bang Woon Ki bertanya apa yang sudah ia lakukan? Apa dia preman? Apa memang benar kalau Bok Joo adalah manusia buldoser seperti kata mereka dan menggunakan kekuatannya untuk melukai manusia.

Itu... ucap Bok Joo.

Pelatih Bang tak mau menerima alasan apapun, sebuah perilaku buruk tak membutuhkan alasan apapun. Seorang atlet harus memperhatikan tempat dimana harus menggunakan kekuatan.

Bok Joo tinggal menemui Pelatih Yoon dan Pelatih Choi. Bok Joo meyakinkan mereka bahwa dirinya tak sengaja soalnya mereka menghentikannya masuk ke kamar. Dia juga menggunakan kekuatannya sedikit saat mendorong mereka.

Pelatih Yoon mengerti. Tapi Bok Joo harus tetap meminta maaf dan jangan pernah terlibat dengan pesenam lagi. Ia pun meninggalkan Bok Joo dengan kekesalan dalam hatinya. Pelatih Choi juga sangat kecewa, Pelatih Yoon bahkan harus meminta maaf pada Pelatih Senam berulang kali akibat kesalahan Bok Joo. Jadi lakukan saja apa yang Pelatih Yoon perintahkan.


“Maafkan aku.” Ucap Bok Joo pada Soo Bin.

“Kau bilang apa? Aku tidak bisa mendengarnya.”

Bok Joo pun menaikkan volume suaranya “Maafkan aku. Aku bilang aku minta maaf. Kau senang?”

Soo Bin cs menertawakan mereka, ia belum bisa memberikan jawaban. Dia akan memutuskannya nanti setelah melihat kelakuan Bok Joo. Mereka pun pergi dengan tawa puas.

Frustasi, tiga anak itu pun pergi ke rooftop dan mengambil soju yang telah mereka sembunyikan. Sun Ok bertanya apa yang akan dilakukan Bok Joo dengan kaos keberuntungannya tersebut?

Bok Joo tak tahu, hah.. nenek sihir itu. Memang benar kata ayahnya, mereka tak bisa melakukan apapun pada orang yang tak menyukai mereka.

Ketiganya berteriak melampiaskan kekesalan. Suara mereka membuat tetangga terusik, mereka pasti anak angkat besi. Bok Joo langsung menurunkan nada suaranya seperti pria “Bukan.. kami atlet judo.”

“kalau Song Joong Ki dan Kim Soo Hyun mengajakmu berkencan, siapa yang akan kau pilih?” tanya Nan Hee.

Mungkin Bok Joo akan memilih keduanya. Nan Hee melarangnya membuat jawaban semacam itu. Sun Ok menggerutu sebal karena keduanya berdebat karena hal yang tak penting. Lebih baik mereka memandangi langit.

Ketiganya pun rebahan memandangi langit malam yang menyejukkan.

Tae Kwon gelojotan mengajak Joon Hyung untuk pergi bermain bersamanya. Joon Hyung sudah tiduran malas untuk menuruti permintaannya. Tae Kwon terus saja merengek dan mengganggunya, hanya satu saja.

“Ah, menyebalkan. Harusnya aku mengganti teman sekamarku.” Rutuk Joon Hyung.

Tae Kwon kegirangan dan berniat mengecup Joon Hyung. Joon Hyung jijik melihatnya yang bertingkah aneh seperti itu.


Bok Joo cs turun dari tangga dengan mengendap – endap. Sayangnya seorang petugas asrama sedang berpatroli dan hampi memergoki mereka. Bok Joo cs pun bersembunyi ke tempat pencucian.

Setelah cukup aman, mereka hendak pergi tapi Bok Joo dikejutkan oleh penampakan seseorang mengenakan pakaian serba hitam tengah memegangi celana dalam.

Orang itu pun berlari dan Bok Joo mengejarnya sambil berteriak – teriak. Semua orang terkejut dan keluar dari kamarnya.



Joon Hyung sudah berhasil turun dan tepat saat itu terdengar suara keributan. Joon Hyung meminta Tae Kwon bergerak cepat. Dan ketika itu, pria yang sedang dikejar oleh Bok Joo menyerempet Joon Hyung.

Tak lama kemudian Bok Joo sampai dan langsung menjagal Joon Hyung, ia berteriak menuduhnya cabul. Tae Kwon yang masih setengah jalan menjadi ragu, ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya meninggalkan Joon Hyung.

Di ruangan penjaga asrama, Joon Hyung mengelak semua tuduhan Bok Joo yang diarahkan padanya. Dia tak tahu apa – apa, ia cuma sedang bermain game dan Bok Joo tiba – tiba datang. Joon Hyung yakin kalau dirinya bisa berkencan dengan wanita jadi untuk apa ia harus mencuri celana dalam wanita?

“Itulah kenapa kau disebut orang cabul. Aku melihat semuanya.”

Saat sedang berdebat, diluar ruangan ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka. Ki Suk.


Tidak ada bukti kuat, penjaga asrama juga yakin kalau Joon Hyung tak akan melakukan hal semacam itu. Bok Joo ngotot kalau Joon Hyung adalah cabul. Dia bahkan membawa ikat tangan milik wanita.

Saat keluar dari ruangan, Joon Hyung meminta Bok Joo mengembalikan ikat tangan miliknya. Bok Joo menolak sebelum kaosnya dikembalikan. Frustasi, Joon Hyung berteriak sebal karena ia tak mencurinya.

“Kalau begitu aku juga tak akan mengembalikannya.” Ucap Bok Joo santai.

Joon Hyung kesal bukan kepalang “Baiklah. Lihat saja.”


Keesokan harinya, Joon Hyung mendapatkan hukuman melompati tangga berulang kali. Ki Suk mengawasinya dan terus mengoceh tentang alasannya yang membenci Joon Hyung. Dia terlalu melebih – lebihkan dirinya sendiri. Mungkin dia punya rekor bagus tapi selalu kalah dalam pertandingan sebenarnya. Tak begitu baik atau buruk, pria seperti Joon Hyung lah yang paling bermasalah.

“Selesaikanlah 100 kali jika kau memiliki hati nurani.” Perintah Ki Suk dengan senyum sinis.

Meskipun tanpa diawasi, Joon Hyung menjalankan hukumannya sesuai perintah. Ia naik turun tangga sampai sangat kelelahan bahkan merangkak saking lelahnya.


Tae Kwon datang dengan ketakutan, ia meminta maaf karena semua ini adalah salahnya. Joon Hyun tak membahasnya lagi dan menyuruh Tae Kwon mendapatkan minum. Tae Kwon berjanji akan membelikannya untuk Joon Hyung tapi belum pergi saja kakinya sudah tersandung.

Joon Hyun jadi kesal, dia akan mendapatkannya sendiri saja. Tae Kwon memohon maaf dan berlutut dihadapan Joon Hyung yang kelihatan benar – benar marah “Kenapa kau melakukan ini padaku?” rutuknya seraya melempar sepatu.


Joon Hyung memungut koin di kolam untuk membeli minuman. Ia mengucapkan syukur “Terima kasih. Aku akan menggunakannya dengan baik.” Tapi saat Joon Hyung berbalik, ia dikejutkan dengan penampakan Bok Joo disana. Wah.. tampaknya mencuri sudah menjadi bagian dari diri Joon Hyung.

“Jangan salah paham. Aku hanya ingin menggunakannya. Apa kau tahu berapa banyak koin yang terbuang percuma setiap tahun? Aku hanya khawatir dengan lingkungan kita.”

“Wah.. bijaksananya.” Sindir Bok Joo.

Bok Joo melangkah pergi. Joon Hyung meminta ikat tangannya dikembalikan.

“Kenapa aku, Tuan Cabul?”

“Kembalikan selagi aku baik padamu. Heh! Sosis!” seru Joon Hyung.

Joon Hyung terus menemui Bok Joo setiap punya kesempatan tapi Bok Joo bersikukuh tak mau memberikan ikat tangannya, itu adalah benda berharga untuknya. Sama dengan Joon Hyung, kaosnya juga sebuah benda berharga.

“Hei, kau akan merasa bersalah nanti. Berikan padaku sekarang jadi kau tidak harus merasa terlalu bersalah.”

“Aku harap aku akan merasa bersalah suatu hari nanti.” Jawab Bok Joo.


Disebuah tempat sedang diadakan seleksi pesenam nasional 2017. Seorang wanita cantik duduk dengan gusar menantikan gilirannya, ia membuka ponselnya dan melihat foto dirinya bersama Joon Hyung.

Seketika senyum kecil terulas dibibirnya.

Song Shi Ho masuk ke arena kompetisi dan memulai penampilannya dengan gugup. Bahkan ia sampai menjatuhkan pita senamnya. Namun Shi Ho langsung bisa menyesuaikan diri dan mengikuti ritmenya kembali. Ia pun bisa menyelesaikan penampilannya dengan bagus meskipun ada sedikit kesalahan diawal.

Lagi – lagi Bok Joo cs mendapat tugas memindahkan kursi. Bok Joo bergumam sebal dan berharap kausnya bisa kembali lagi. Nan Hee masih belum yakin kalau Joon Hyung adalah pelakunya.

“Jangan dibodohi oleh tampang.”

“Aku juga berpikir kalau dia bukan orang yang cabul.” Tambah Sun Ok.

“Lagipula untuk apa aku menuduhnya?” tanya Bok Jo.

“Karena sepeda.” “Karena sosis.” Tebak dua temannya bersamaan.


Bok Joo meletakkan kursinya dengan kasar dan Petugas Administrasi langsung menegurnya. Petugas Administrasi memberikan instruksi supaya mereka meletakkan kursinya di sudut ruangan. Tapi saat sedang membantu, Bok Joo tanpa sengaja melihat celana dalam merah yang dikenakan pria itu.

Sontak ia melotot ketakutan.

“Kau melihatnya?” tanya Petugas Administrasi dengan tampang cabul. Mereka bertiga pun berteriak ketakutan.

Atlet laki – laki langsung berkumpul ke sana dan menjagal Petugas tersebut.

Kabar itu langsung menyebar, teman – teman Soo Bin merasa bersalah karena sudah menuduh anak – anak angkat besi sebagai pelakunya. Soo Bin menyuruh mereka pura – pura tak tahu saja, toh mereka juga sudah menuduhnya juga kemarin.

Ketika sedang berlatih, Shi Ho tiba – tiba menampakkan dirinya di Taereung dan semua anak senam mengenalinya.


Petugas cabul sudah ditangkap, semua bergosip tentangnya tapi cuma Bok Joo yang terus diam. Saat ia melihat ada Joon Hyung dikejauhan, Bok Joo cepat – cepat kabur.

Saat kembali ke asrama, ia berpapasan dengan Shi Ho yang meminta bantuan untuk dibukakan pintu. Bok Joo pun menurutinya dan Shi Ho terus berjalan dibelakang Bok Joo. Sampai didepan kamar pun Shi Ho masih ada dibelakangnya.

“Apa jangan-jangan kau juga menggunakan Kamar 302?” tanya Shi Ho.

“Kenapa kau bertanya?”

Shi Ho memperkenalkan dirinya sebagai anggota senam. Hanya kamar milik Bok Joo yang tersisa sehingga ia harus tinggal disana. Senang bertemu denganmu.

Bok Joo masih terdiam dibelakang pintu. Dua temannya datang dengan penasaran dan Bok Joo pun mengatakan bahwa dia adalah Shi Ho, anak senam yang akan tinggal sekamar dengannya. Dua temannya prihatin dan menyemangatinya supaya kuat.

Belum apa – apa, Shi Hoo sudah meminta Bok Joo untuk menutup jendelanya soalnya dia punya masalah paru – paru. Bok Joo tanpa banyak kata langsung menurutinya meskipun sebenarnya dia selalu membuka jendela karena ia mudah kepanasan.

Lemari juga penuh dengan baju – baju Bok Joo, Shi Ho memintanya untuk berbagi lemari. Tepat saat itu memindahkan bajunya, ia tanpa sengaja menjatuhkan ikat tangan milik Joon Hyung.

Karena merasa bersalah, Book Joo mencuci dan menyetrika ikat tangan itu sebelum dikembalikan pada Joon Hyung.

Tae Kwon memberitahukan kabar bahwa cabul yang sebenarnya sudah tertangkap jadi sekarang Joon Hyung lepas dari tuduhannya. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, Shi Ho, mantan pacar Joon Hyung akan kembali ke asrama Taereung karena tak lulus babak penyisihan.

Joon Hyung tak begitu suka mendengar kabar itu “Kenapa dia melakukan itu?”


Bok Joo pergi ke tempat renang, ia bertanya pada seorang disana. Apa mereka mengenal seorang pria yang agak tinggi dan punya dagu tajam, selalu naik sepeda? Tentu saja orang yang ditanya tak mengenalinya.

“Kalian pasti tahu. Wanita selalu bicara tentang betapa menariknya dia. Kau pasti tahu.. orang itu.. itu..”

“Orang itu aku kan? Pria tinggi dengan dagu tajam dan menggunakan sepeda?”

Bok Joo mengembalikan ikat tangannya sambil tertunduk. Ia meminta maaf sudah menyimpulkan terlalu cepat kemarin. Bok Joo sudah mencucikannya lebih dulu karena ia merasa bersalah.


Bukannya suka, Joon Hyung malah marah – marah. Kata siapa dia boleh mencucinya? Bok Joo jadi kesal karena tingkah nyolot Joon Hyung. Memang dicucikan adalah sebuah tindakan salah. Kalau begitu dia akan mengotorinya lagi.

Bok Joo merebut ikat tangan di genggaman Joon Hyung. Joon Hyun tak mau melepaskannya dan mengehempaskan tangan Bok Joo.

Bok Joo hilang keseimbangan dan jatuh ke dalam kolam. Tampaknya ia tak bisa berenang hingga gelagapan didalam air. Joon Hyung tak tega juga melihat dia gelagapan begitu, ia pun menolongnya.

Keduanya bersitatap cukup lama.


Sebuah kilasana muncul ketika. Seorang anak kecil terjatuh dari balkon dan ada seorang anak gadis gendut sedang berjalan sambil makan tepat berada dibawahnya. Anak kecil itu pun terjatuh ditubuh gadis kecil yang gendut tersebut. Karena terkejut, gadis itu memuntahkan isi dimulutnya.

Keduanya tersenyum saat bertatapan.


Joon Hyun terus menatap Bok Joo kemudian sebuah senyum muncul dibibirnya.

-oOo-

5 Responses to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Bagian 2"

  1. Gomawo uniie, lanjut trus sinopnyaa 😄 mangatsee 🙌

    ReplyDelete
  2. itu nam joo hyuk?? wah dia kok jdi kurusan yh😁😁 mukanya jdi tirus...
    penasaran nunggu next eps.nya😉

    ReplyDelete
  3. Jangan berhenti di tengah jalan ya. Selesaikan senopsisnya. Makasih semangat

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^