SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Bagian 1

SINOPSIS Weighlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: MBC

Terdengar suara barbel yang dijatuhkan oleh para atlet angkat besi. Kim Bok Joo memejamkan mata seolah menikmati suasana ini.

“Orang-orang bertanya padaku, kenapa aku menjadi atlet angkat besi? Ayahku membawaku ke arena angkat besi ketika aku berumur 10 tahun, dan anehnya aku suka bau besi dan barbelnya.

Terdengar suara mengumumkan nama Bok Joo yang akan segera naik ke arena untuk melakukan percobaan ketiganya dengan mengangkat barbel seberat 115 Kg.

Bok Joo menghela nafasnya “Sebagai atlet muda yang membuat sejarah, aku tumbuh bersama angkat besi. Aku mengangkat dan melempar barbel ribuan kali dan aku sudah melukai tanganku ratusan kali. Aku menyeka ribuan liter keringat dan air mata. Dan.. aku akan segera tampil.

Bok Joo memasuki arena dan mempersiapkan diri mengangkat barbelnya. Ia menghela nafas dalam kemudian mengangkat barbel tersebut. Menahannya untuk beberapa waktu, semua orang memperhatikannya dengan penuh harapan.

Juri pun mengangkat benderanya sebagai tanda kemenangan Bok Joo. Bok Joo melonjak kegirangan dan menghampiri pelatihnya dengan penuh kebahagiaan.

Dikedai, paman Bok Joo kegirangan ketika sepupunya mendapatkan mendali emas. Ayah yang sedang sibuk di dapur pun keluar dengan bangganya, dia menunjukkan pada pelanggannya bahwa anak perempuan di TV itu adalah putrinya.

“Dia juga sepupuku.” Imbuh Kim Dae Ho, Paman Bok Joo.



Mendali emas sudah di kalungkan pada Bok Joo, seorang senior mengucapkan selamat. Sampai bertemu di pusat pelatihan Tae Reung. Bok Joon berterimakasih, senior adalah panutannya.

Aku Kim Bok Joo, gadis 21 tahun yang cantik dan sejarah dalam dunia angkat besi.

Beralih ke stadium lain, disana tengah dilangsungkan Kompetisi Berenang Nasional Piala Presiden yang ke-35. Grup D tengah melakukan babak penyisihan untuk renang jarak 200 meter.

Salah seorang diantara perenang itu adalah Jung Joon Hyung Universitas Olahraga Haneol. Dia memiliki rekor yang cukup baik dalam latihan tapi di kompetisi sebelumnya dia gagal karena gagal melakukan start.

Joon Hyung sudah sampai ke garis finis menantikan catatan waktunya. Dia 0,15 detik lebih unggul mengalahkan Choi Tae Hoon dari Grup A. Joon Hyung berseru senang “Yass.”

Episode 1: Apa yang akan kita lakukan pada orang yang kita benci?

Bok Joo pun mulai melakukan kegiatan pelatihannya. Senang bergurau dan melirik Oppa – oppa tampan dari cabang olahraga lain. Pelatihan pun tampaknya menenangkan untuk Bok Joo karena ia punya dua teman, Lee Sung Ok dan Jung Nan Hee.

Saat sedang berlatih mengangkat besi, pelatih memberikan instruksi tapi belum lama menahan barbelnya Bok Joo sudah kewalahan. Pelatih menyuruhnya untuk tak bermalas – malasan dan melatih lagi ototnya. Kaki belakangnya masih bergetar.

Latihan selesai, sebelum bubar Pelatih Yoon mengumpulkan mereka dan berniat memberikan ucapan panjang lebar tapi Pelatih Choi buru – buru menyela. Intinya mereka harus mematikan lampu sebelum meninggalkan ruang latihan, ia pun membubarkan semuanya.


Tapi belum lama bubar, Pelatih Yoon mengumumkan bahwa di aula akan diadakan sebuah acara. Bok Joo cs mengeluh karena mereka harus mengangkut kursi – kursi untuk acara tersebut. Memangnya mereka pikir kita adalah pembantu apa? Rutuknya. Nan Hee sependapat, memangnya cuma mereka saja yang kuat apa? Padahal dari cabang seperti lempar besi, judo dan yang lain juga punya paha kuat.

Sun Ok mengingatkan kalau cabang – cabang itu sering mendapatkan medali makanya mereka yang kena setiap ada acara semacam ini.

“Baiklah. Ayo bekerja keras.” Ucap Bok Joon.


Diruang ganti, Joon Hyung terlihat sibuk dan menunjukkan wajah tegang entah kenapa. Tapi ketika diamati lebih lanjut, rupanya dia bukan tegang menunggu giliran kompetisi melainkan lebih tegang karena gamenya.
Kompetisi finalnya akan segera dimulai. Aku tidak sabar untuk melihat pertandingan antara dia dan Choi Tae Hoon.” Ucap komentator. Seketika itu pula Joon Hyung terdiam dan menunjukkan wajah yang benar – benar serius mendengar nama Tae Hoon disebutkan.

Semua peserta memasuki arena, sesuai urutan maka finish dibabak penyisihan menempatkan Joon Hyung diposisi ke –empat dan Tae Hoo di posisi ke –lima. Tapi saat tengah bersiap ditepian kolam, kepala Joon Hyung tiba – tiba pening. Joon Hyung mencoba mengatasinya dengan mengatur nafas tapi tetap belum berhasil.

Pandangannya bergelombang dan pendengarannya berdengung.

Tepat sebelum peluit dibunyikan, Joon Hyun meluncur kedalam kolam. Semua orang terkejut termasuk Joon Hyun sendiri. Ia mendesis kesal karena dia harus kembali didiskualifikasi akibat kesalahan start.

Tae Hoon tersenyum remeh melihatnya.


Saat berniat pulang, Joon Hyung dihadang oleh Tae Hoon dan pelatihnya. Ia mengajaknya untuk berbicara sebentar. Ternyata Pelatih Tae Hoon ingin memintanya untuk menjadi pelatih pribadi Tae Hoon. Tae Hoon tidak suka berlatih di Taereung jadi ia pikir Tae Hoon membutuhkan latihan pribadi.

Akan lebih menyenangkan untuk berlatih bersama seseorang yang catatannya hampir serupa. Kita akan bisa memotivasi satu sama lain. Ini adalah situasi yang saling menguntungkan.” Ungkap Tae Hoon mengulurkan tangan.

Joon Hyun menjabatnya, ini adalah sebuah kehormatan. Orang yang bukan apa – apa sepertinya bisa berlatih dengan bintang dunia. Tapi sayangnya ia tak bisa bangun pagi dan ia tak bisa berlatih pagi hari. Mereka harus meluangkan waktu akhir pekan. Joon Hyun sensitif terhadap perubahan, jadi aku ingin kita berlatih di sekolah.

Melihat ekspresi Tae Hoon, Joon Hyung rasa mereka tak bisa memenuji persyaratan tersebut. Ia yakin kalau mereka tak bisa melakukannya. Joon Hyung pun pergi tanpa menunggu jawaban mereka lagi.

Ekspresi ramahnya pun langsung berubah serius.


Atlet Angkat Besi hampir menyelesaikan tugasnya tapi atlet senam gymnastic menghalangi jalan mereka. Ia meminta mereka untuk pindah karena menghalangi jalan tapi tak seorang pun dari mereka yang mendengarkannya.

Sekali lagi Bok Joo berseru tapi Pelatih Senam malah langsung memarahinya. Biarkan mereka latihan!


Bok Joo tak mungkin beradu argumen dan memutuskan mengalah. Ia membereskan kursi disisi lain namun salah satu diantara mereka dengan sengaja melemparkan bola. Atlet senam langsung cekikikan melihat reaksi Bok Joo. Si pelempar bola, Soo Bin mengaku tak sengaja dan meminta bantuannya untuk mengambilkan bola.

Bok Joo mendesis sebal kemudian memungut bola itu. Tiba – tiba dia membuat pose hendak melempar bola dan membuat anak – anak senam ketakutan. Bok Joo tersenyum puas dan melemparkan bolanya ke arah lain “Showry.. showry.. aku gagal mengontrol pergerakanku.”



Tak sampai di situ, saat Bok Joo membawa tumpukan kursi, Soo Bin kembali berulah dan menyandung kaki Bok Joo sampai dia jatuh menubruk kursi yang sudah tertata rapi. Tentu saja Bok Joo malu apalagi mendengar ucapan anak – anak pria menggunjingnya “Wah, aku kira terjadi tsunami.”

Nan Hee membantu Bok Joo untuk berdiri.

Selama istirahat, Bok Joo masih terus murung karena malu. Nan Hee menghibungnya supaya tak begitu memikirkannya, mungkin mereka akan membicarakannya untuk beberapa waktu kedepan saja. Ia memberikan sebuah sosis sebagai penyemangat, ia tak biasa – biasanya melakukan hal ini loh.

Bok Joo masih enggan.

“Peri Angkat Besi Kim Bok Joo. Kau sangat cantik, Bok Joo.” Seru Nan Hee dan Sun Ok.

Bok Joo akhirnya mau menerimanya dengan alasan terpaksa meskipun sebenarnya emang ngarep sama sosis itu.


Belum sempat sosis itu masuk dalam mulut Bok Joo, sebuah sepeda yang melesat kencang muncul dipersimpangan jalan. Bok Joo terserempet sampai terjatuh dan Joon Hyun yang menyerempetnya pun terjatuh.

Joon Hyung terbelalak kaget melihat ada potongan daging tergeletak di tanah. Tapi kekagetannya langsung hilang saat tahu kalau daging itu cuma sosis, awalnya ia mengira jari Bok Joo teriris. Apa kau baik – baik saja?

“Aku baik – baik saja, tapi kau membuat sosisku mati. Kau harusnya pelan-pelan dan melihat ke depan.”

“Apa kau mau aku mengekspresikan rasa berdukaku atau sejenisnya?” ucap Joon Hyun sinis.
Ia kemudian meneliti wajah Bok Joo dan mendekatkan wajahnya. Ia seperti pernah melihat Bok Joo sebelumnya, dia tak asing.


Nan Hee ngikut ngobrol ditengah mereka, dia yakin kalau Joon Hyung mungkin melihat Bok Joo di koran atau mading. Sun Ok langsung menggeret Nan Hee kesampingnya.

Apapun itu, Joon Hyung meminta maaf atas kehilangan yang dialami Bok Joo. Nan Hee kembali menghampiri Joon Hyung “Memang agak aneh tapi, apakah kau menyukai Messi?”

Bukannya menjawab, Joon Hyung malah melihat mereka bertiga dengan tatapan aneh.


Ketika Joon Hyung sudah pergi, Nan Hee mengatakan kalau Joon Hyung adalah salah satu perenang hot dan terkenal tampan. Bok Joo tak berfikiran begitu, baginya dia biasa – biasa saja.

Sun Ok penasaran kenapa Nan Hee bertanya mengenai Messi? Alasannya simple, kata orang setiap pria sudah dengan wanita yang punya hobi sama. Pria biasanya suka olahraga terutama sepak bola. Itulah kenapa dia membahas masalah Messi.

Memang aneh sih, tapi Bok Joo membenarkan juga hal itu.

Saat mau pergi, Bok Joo tanpa sengaja melihat ada sapu tangan lusuh yang terjatuh ditanah. Ia mengomentari selera Joon Hyung yang aneh kemudian memungutnya.

Joon Hyung memijat kakinya pada petugas kesehatan disana. Petugas kesehatan itu mengatakan kalau paha Joon Hyung sangat kaku.

“Aku kagetnya karena sosis.”

“Sosis?”

“Ah, bukan apa – apa. Tapi kau menikmatinya kan (memijat pahaku)?”

Petugas meminta maaf tapi dia sama sekali tak merasakan apapun. Joon Hyun penasaran apakah Petugas sama sekali tak berdebar? Petugas tak menjawab dan menyuruh Joon Hyun untuk mengurut kakinya di pagi hari.

Saat membuka tas –nya, Joon Hyung baru sadar kalau sapu tangannya menghilang.


Soo Bin kehilangan celananya yang ia beli di Kanada. Saat bertanya pada teman – temannya, mereka mengaku tak mengetahuinya. Apa mungkin anak – anak angkat besi itu? Celana anak angkat besi kan sering rusak jadi mungkin saja mencuri celana Soo Bin. Dulu juga pakaiannya pernah tertukar dengan mereka.

Soo Bin memanggil dua anak baru di angkat besi dan langsung bertanya tapi dengan nada menuduh. Apa mereka tak mengambil celananya? Atau mungkin tercampur dengan celana mereka?

“Tidak.”

“Bagaimana aku bisa percaya?”


Bok Joo datang dan dua junior itu langsung meminta bantuannya. Dia mengaku sama sekali tak menggunakan mesin cuci mereka tapi anak senam menuduhnya. Bok Joo maju, apa kalian punya bukti?

“Aku tidak mengada – ada.”

“Apa kau punya bukti untuk membuktikan kalau mereka mengambilnya?”

“Aku tidak punya bukti, tapi mereka punya sejarah melakukan itu. Sudah berapa kali kalian menyelinap masuk dan menggunakan mesin cucui kami?”

Bukti itu tak cukup kuat. Bok Joo memintanya untuk tak mengganggu juniornya, lagipula alasan semacam itu hanya akan membuat narapidana tak akan pernah bisa berkembang. Mereka selalu menunjukkan penjahat saat mereka ingin bangkit “Jangan berani kau mengganggu teman-temanku. Mengerti?”

Dua junior Bok Joo langsung memeluknya dengan bahagia.

-oOo-

1 Response to "SINOPSIS Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 1 Bagian 1"

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^