SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 7 Bagian 2

SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 7 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: KBS2

Na Ri kembali mengunjungi Nenek Oh Rye dan berbicang – bincang dengannya. Dumpling buatannya masih cantik seperti dulu. Nenek Oh Rye malah membahas putranya yang tengah bermain game didepan toko. Ia dulu sudah melakukan segalanya agar anaknya mau belajar. Dia menikah saat Na Ri lahir tapi masih belum bekerja sampai sekarang. Anak – anak dilahirkan untuk membuat orang tuanya menderita. Seperti Na Ri dan Ayahnya yang membuat Jung Im kesulitan.

“Apa yang Ayah dan aku lakukan?”


“Ayahmu membawamu meninggalkan rumah selama berbulan – bulan tanpa kembali. Ayahmu tak pernah bekerja sepanjang hidupnya.”

“Kemana Ayah dan aku pergi?”

“Bagaimana mungkin aku mengetahuinya? Aku mendengar kalian pergi berlayar berkeliling negara. Dia mungkin pulang karena ia kehabisan uang. Sejak saat itu, Jung Im dan ayahmu tak akur.” Jelas Nenek Oh Rye.

Anak-nya nenek memberikan dumpling dan menyuruh Na Ri mengucapkan terimakasih pada Nan Gil yang telah membetulkan pemanas dirumahnya. Na Ri tanya apakah dia mengenal Nan Gil?

“Tentu saja.” Jawab Nene dan anaknya berbarengan.


Sesampainya dirumah, Na Ri mengatakan pada karyawan disana kalau dia akan kembali ke Seoul besok. Ia meminta maaf karena membuat mereka tak nyaman. Karyawan disana sama sekali tak mempermasalahkannya, dia harus sering berkunjung.

Na Ri menghampiri Nan Gil dan memintanya untuk berganti pakaian. Nan Gil jelas menolak karena ia tengah bekerja. Dengan tulus Na Ri memintanya untuk ikut dengannya, mereka akan mengunjungi tempat yang mereka kenang.

Tuan Kwon tengah memperhatikan robot besar yang terdapat di tempat Duk Bong. Ia membahas masalah resort yang akan mereka bangun, apa Duk Bong tak bisa menyelesaikan sebuah masalah sederhana? Itulah sebabnya saudaranya meremehkannya. Bekerjalah seolah semua bekerja sesuai rencana seperti sebuah cetak biru. Berhenti menunda.

“Itulah kenapa kau dikatakan sebagai pengusaha resort terburuk.” Komentar Duk Bong.

Tuan Kwon cuma menanggapi remeh dan memastikan agar Duk Bong menyelesaikan masalah ini dalam sebulan.

Di tempat duduk, Ibu menyuruh Duk Shim untuk memastikan dirinya lulus di Universitas Seoul. Dia akan mencarikan akademi disana jadi berkemaslah. Kalau menolak maka ia langsung akan menyeret paksa.

Duk Shim memintanya berfikir baik – baik, kalau seandainya dia pindah ke Seoul maka ia akan bertidak gila. Sekarang dirinya sudah dewasa maka ia bisa ditangkap. Ibu tentu saja khawatir mendengar ancamannya.

Tuan Kwon mengajak istrinya untuk pulang, waktu adalah uang jadi mereka tak bisa berlama-lama. Ibu langsung menunjukkan wajah ramah dan meminta Duk Bong merawat Duk Shim “Aku mohon rawat dirinya. Dia adikmu.”


Nan Gil menggunakan stelan jas resmi namun Na Ri memintanya untuk menggunakan pakaian yang nyaman, yang ini terlalu mewah. Akhirnya Nan Gil memakai pakaian yang sedikit santai tapi Na Ri masih tak suka. Sampai akhirnya Nan Gil menggunakan coat dan barulah Na Ri menganggapnya lulus.

Sepanjang perjalanan, Nan Gil terus bertanya – tanya kemana mereka berdua akan pergi? Na Ri tak mau mengatakannya, dia cuma bilang kalau anak Nenek Oh Rye mengucapkan terimakasih karena Nan Gil membetulkan pemanas mereka.
Bus datang dan Na Ri mengajaknya untuk naik.

Untuk yang terakhir kalinya, Nan Gil bertanya kemana mereka akan pergi? Jawab atau dia akan turun sekarang juga. Na Ri mengajaknya untuk berkencan sehari dan ketika jam menunjukkan pukul 12 malam maka semuanya akan kembali seperti semula. Dia menyebutnya sebagai Kencan Cinderella.


Nan Gil katanya ingin menyudahi perasaannya oleh karena itu, mari mereka memutar balikkan kembali waktu. Sampai nanti jam 12, mereka akan menjadi pasangan yang baru memulai hubungan. Mereka berdua tinggal di kota yang sama jadi tahu akan keluarga masing-masing dan hubungannya. Lelucon dan sebutan masing – masing.

“Kita biasanya menempelkan permen karet di sepatu masing-masing. Mengatakan bahwa itu bukan perbuatanku. Kau memberiku payung ketika hari hujan dan kau akhirnya basah kuyup. Kita punya kenangan indah bersama – sama sampai akhirnya kita tumbuh dewasa. Kita bertemu kembali dikampung halaman dan saling menyukai. Jadi hari ini, kita lakukan kencan pertaman kita.” Jelas Na Ri dengan penuh khayalan.

Nan Gil menuntut penjelasan akan apa yang dikatakan Nenek Oh Rye. Na Ri menolak menjelaskannya sebelum nanti malam. Dan sekarang mereka “Mulai..”

Na Ri mengajaknya bicara namun Nan Gil menanggapinya dingin. Kemudian Na Ri bertanya mengenai impian masa kecil Nan Gil?

“Aku tidak ingat.”

“Aku tahu. Mimpiku adalah menikahi Hong Na Ri ketika sudah dewasa. Benarkan?”

Flashback,

Disana, Anaknya Nenek Oh Rye mengatakan kalau putranya seumuran dengan Nan Gil dan mereka berteman dekat. Nan Gil mengatakan kalau dia akan menembak siapa saja yang mengganggu Na Ri makanya ia mengajarkannya menggunakan ketapel. Nan Gil juga memberikan payungnya pada Na Ri dan membiarkan dirinya basah.

Selain itu, saat pria itu menyuruhnya untuk menggambar cita – citanya. Nan Gil malah menulis bahwa ia akan menikah dengan Na Ri. Pria itu tersenyum dan mengaku mengubah tulisannya menjadi “pemilik Dumpling Hong” dan menjadi kenyataan. Kalau tahu begitu, ia akan menulis cita – citanya menjadi presiden saja.

Flashback end,

Jadi setelah mendengar cerita itu, Na Ri ingin melakukan apa yang Nan Gil impikan. Nan Gil beralasan kalau ia menuliskan hal itu supaya ia bisa menjadi keluarga Ibu. Terserah, Na Ri tak mau mendengarkan alasan apapun lagipula ia mendengar kalau Nan Gil menggambarnya beberapa kali.

Ketika turun dari bus, Nan Gil meminta tas selempang milik Na Ri. Biasanya kan anak muda berpacarannya seperti itu. Na Ri menolak soalnya tas –nya adalah bagian dari gaya fashionnya.

Setelah mendengar kabar kalau Dong Jin memasukkan profilnya ke biro jodoh, Yeo Joo menunjukkan wajah cemberut sepanjang jalan. Tapi rupanya kemarahan Yeo Joo bukan hanya karena itu, Dong Jin ternyata terlambat menjemputnya padahal sudah janjian. Yeo Joo mengatakan kalau Dong Jin adalah pria yang paling sering telat diantara semua mantannya.

“Katanya kau belum pernah kencan sebelum aku. Berapa banyak?”

Yang pertama, kaya tapi posesif. Yang kedua, kaya tapi suka melakukan kekerasan. Yang ketiga, kaya tapi sering berbohong. Selebihnya, Yeo Joo sudah lupa. Tapi dia akan memasukkan Dong Jin dalam daftar yang paling sering telat.

Dong Jing menyuruh Yeo Joo jangan murung begini, dia sudah berniat memperkenalkannya dengan teman – temannya. Apakah perlu dia membuat jadwal ulang? Sontak Yeo Joo berubah manis “Jangan. Ayo kita kesana.”

Na Ri tampak excited memotret dan berbicara dengan nada manis pada Nan Gil namun Nan Gil dengan dingin memintanya untuk berbicara biasa saja. Tapi Na Ri memperingatkan kalau Nan Gil sudah berjanji akan melakukan apapun, mereka akan makan, minum, karaoke.

“Kencanmu seperti sedang outing perusahaan.” Komentar Nan Gil.


Tapi Na Ri ingin melakukan banyak hal sebelum malam tiba. Ini semua akan sangat berarti dan membuat mereka lebih dekat. Mereka akan minum, bergandengan tangan dan cium.. Keceplosan, Na Ri dengan malu menutup mulutnya.

Nan Gil cuma bisa senyum saja dengan tingkah Na Ri.

Dong Jin bercerita pada Yeo Joo kalau temannya ada yang banyak omong, banyak tingkah dan yang sinis keterlaluan pun ada. Mereka semua nakal tapi tak ada seorang pun yang pendendam.


Yeo Joo pun senang bertemu dengan teman Dong Jin tapi langsung risih karena seorang diantara mereka memanggilnya dengan nama Na Ri. Dong Jin bilang kalau temannya tak begitu banyak tapi mereka teman – teman terbaik.

Yeo Joo pun memperkenalkan dirinya. Ia sudah mendengar banyak tentang mereka dari Dong Jin.

Terus ngoceh, Na Ri memberitahukan kalau ia mengetikkan kata “kencan pertama” dan menemukan banyak hal seperti pakaian saat kencan pertama, tempat kencan, apa yang harus dilakukan, makanan, percakapan dan banyak lagi. Dia menemukan kalau mereka harus menemukan satu topik untuk dibicarakan dan Na Ri tahu satu hal.

“Apa yang paling mudah untuk tumbuh dalam rumah kaca? Bunga terong berarti kebenaran kan? Coba tebak apa arti bunga strawberry. Bagaimana dengan labu?” tanya Na Ri.

“Bunga strawberry artinya keluarga bahagia. Bunga labu artinya hati yang indah.”

Na Ri terus menenggak minumannya. Nan Gil menyuruhnya untuk makan dagingnya juga, kalau tidak dia bisa mabuk. Ia takut kalau sampai Na Ri mabuk.

Ditempat lain, teman Dong Jin meminta Yeo Joo untuk minum tapi ia terus memanggilnya dengan nama Na Ri. Dalam batin, Yeo Joo menduga kalau teman Dong Jin sengaja memanggilnya Na Ri karena dia sudah melakukannya berulang kali.

Dong Jin menghentikan mereka dan mengambil gelas yang disodorkan pada Yeo Joo. Yeo Joo kemudian membahas masalah tren sekarang dimana pasangan biasanya mendaftarkan pernikahan ke lembaga setelah mempunyai pekerjaan tetap.

“Ke lembaga pernikahan? Itu tidak benar. Kau harus berkencan dulu.” Komentar Dong Jin.

“Apa itu tak benar?” tanya Yeo Joo tak suka dengan respon yang ia dapatkan.


Teman Dong Jin yang lain ingin bernostalgia dan membuka halaman blog pribadinya setelah sepuluh tahun berlalu. Dan ternyata disana banyak foto – foto mereka semasa kuliah. “Itukan Na Ri.” Celetuk yang lain.

Dong Jin langsung mengambil ponselnya dan melihat foto – foto kebersamaan mereka dimasa lalu. Ia tampak sedih melihatnya.

Na Ri terus saja mengintrogasi Nan Gil dengan pertanyaan – pertanyaan tak penting hingga membuatnya jengah. Nan Gil memintanya untuk menanyakan saja apa yang ingin dia ketahui. Akhirnya Na Ri bertanya, alasan apa yang membuat Nan Gil berjanji akan melupakan perasaannya pada Na Ri?

Bukankah itu curang? Nan Gil pikir mereka sedang memutar balikkan waktu sebelum pernikahannya dengan Ibu. Na Ri membenarkan, kalau begitu adakah hal yang ingin Nan Gil tanyakan?


Nan Gil penasaran kenapa Na Ri selalu membaca buku semacam “Rahasia menjadi Sukses” atau “Bagaimana cara menghibur diri”. Memangnya dia akan melakukan apa yang mereka katakan?

Na Ri hanya merasa termotivasti ketika membacanya. Bahkan kalau ada buku cara mengistirahatkan hati, dia ingin mengistirahatkan perasaannya. Dan juga Nan Gil harus beristirahat. Apakah dia benar – benar tak sakit?

Nan Gil meyakinkan kalau ia sama sekali tak merasakan sakit. Ia sungguh terlalu kuat.

Na Ri menyenderkan kepalanya di pundak Nan Gil. Ia memintanya untuk membiarkannya sejenak karena pasangan lain pasti melakukan hal ini. Nan Gil canggung dibuatnya dan dengan ragu membenahi selimut yang menutupi punggung Na Ri.  

Sepulangnya berapi unggun, Nan Gil menggendong Na Ri. Ia menyarankan agar Na Ri tak menggunakan heels dulu. Bagaimana kondisi pergelangan kakinya? Na Ri mengaku kalau kakinya agak lemah setelah kecelakaan sepeda.

“Mulai dari sembelit, stres, insomnia, tergelincir, pergelangan kaki yang buruk.” Ejek Nan Gil.

“Aku tidak sembelit.”

Sesampainya dirumah, Na Ri mengajak Nan Gil untuk bersalaman dan mengaku sangat senang hari ini. Nan Gil heran apakah Na Ri sebegitu senangnya? Dia menjabat tangan Na Ri dan memintanya bercerita mengenai ucapan Nenek Oh Hye.

Nenek Oh Hye menceritakan kalau Nan Gil selalu mengikuti Jung Im dan memanggilnya “Ibu” sepanjang waktu. Ketika pemakannya, Nan Gil sepertinya sedang sibuk tapi ia menyempatkan datang kemari dan memastikan kalau dia ada di pemakaman. Nenek Oh Hye tersentuh saat Nan Gil mengucapkan selamat tinggal pada Jung Im.


Na Ri mengaku tak tahu tentang hal – hal yang perlu dipersiapkan dalam pemakaman. Dia tak melakukan banyak hal dan ia sangat berterimakasih karena Nan Gil telah memakamkan ibunya dengan layak.

“Kau sudah mengucapkan terimakasih. Jangan membuat suasana menjadi canggung.”


Na Ri merasa kalau ia baru sadar kenapa Ibu merasahasiakan Nan Gil darinya. Mungkin kalau ia mengetahuinya sejak awal maka mereka akan terpisah dan tak mengenal satu sama lain. Jadi sekarang ia ingin membuat memori indah yang bisa mereka ingat.

“Selamat malam.” Ucap Na Ri dengan senyum lebar. Ia pun masuk ke dalam rumahnya.

Saat berjalan pergi, Nan Gil menghubungi Joon “Maaf untuk memanggilmu begitu larut. Aku harus pergi sekarang.”

Didalam rumah, Na Ri menerima panggilan dari Dong Jin tapi ia memilih untuk mengabaikannya.

Dong Jin sudah mabuk dan berdiri di tempat sepi sendirian. Ia berniat mengirimkan sebuah pesan “Aku akhirnya menyadari apa yang telah kulakukan. Aku minta maaf akan waktu yang kita habiskan bersama.”

Entah sudah terkirim atau belum, Yeo Joo datang dan merebut ponsel Dong Jin dan membantingnya. Ia merasa kecewa dengan apa yang Dong Jin lakukan “Kau adalah yang terburuk di antara semua orang yang kukencani.”

Dijalanan, Nan Gil tengah membuntuti gangster yang juga anak adopsi Tuan Bae. Ia tengah menarik uang – uang dari para pedangan dengan tingkah angkuh.

Saat sepi, Nan Gil langsung menyerangnya dan memojokkannya. Tuan Bae tak tahu kalau gangster itu meminjamkan uang perusahaan. Jadi jangan berani – berani muncul dihadapan Na Ri. Lakukan apapun yang Tuan Bae perintahkan kecuali hal itu.

Apakah dia ingat kalau mereka sebelumnya keluarga? Meskipun menjadi musuh tapi mereka selalu tidur dan makan bersama. Itu adalah keluarga pertama yang ada dihidup Nan Gil. Dia ingin berbagi rahasia, jadi rahasia apa yang Tuan Bae tahu darinya?

Gangster itu tak tahu dan Tuan Bae meminta Nan Gil untuk bertanya sendiri padanya. Ia benar – benar tak tahu apa – apa.

Nan Gil kembali dengan kesalnya tapi lagi – lagi kepalanya pusing. Ia berjalan sempoyongan dan hampir tertabrak mobil saat dipinggir jalan. Tak lama setelah itu mobil Joon datang dan membawanya untuk pulang.

Untuk membuat kesadarannya kembali, Nan Gil mencengkeram tangannya sendiri sampai berdarah.

Keesokan paginya, Na Ri sudah menunggu dihalaman rumah. Nan Gil bertanya kenapa ia datang kesana sepagi ini? Na Ri mengaku kalau ia ingin melihat benih yang ia tanam untuk terakhir kalinya karena ia tak akan kembali lagi.

Keduanya pun berjalan bersama menuju rumah kaca. Na Ri mengaku kalau semalam dia mimpi bertemu ibunya. Sangat jarang ia memimpikan ibunya.

Duk Shim sudah menanti disana, ia tadinya ngumpet tapi kemudian menunjukkan diri dan menyapa mereka. Mereka berdua hanya membalas sapaannya dan berniat masuk dalam rumah kaca namun Duk Shim memanggil Na Ri, ia ingin menanyakan sesuatu.

Nan Gil pun akhirnya meninggalkan mereka berdua.

“Kapan kau akan pergi ke Seoul? Jam berapa?” tanya Duk Shim sambil terus memperhatikan Nan Gil dalam rumah kaca.

“Pagi ini. Setelah sarapan.”

“Jam berapa kau sarapan?” teriak Duk Shim dengan kesal.

Nan Gil keluar dari rumah kaca. Duk Shim langsung kembali ramah dan membungkuk salam kemudian pergi.


Duk Shim menelfon Duk Bong yang masih tidur manis untuk menyampaikan info ini. Na Ri akan berangkat ke Seoul setelah sarapan.

Na Ri memperhatikan tanaman yang ia tanam dengan wajah bahagia. Namun Nan Gil tiba – tiba datang dan mencabut salah satu diantaranya. Na Ri tak kasihan dengan tanaman itu tapi Nan Gil menunjukkan bahwa tanaman itu adalah gulma. Mereka semua mirip dengan tanaman yang ada didekat mereka.

“Mengapa harus menjadi gulma?” tanyanya dengan polos.

Orang - orang mengatakan kalau tanaman tumbuh dengan mendengar langkah kaki, petani jadi bolak – balik untuk memeriksanya tanamannya dari gulma. Tanaman juga akan tumbuh baik jika tahu mereka disayangi dan dicintai.

Na Ri membuat kesimpulan “Tujuan gulma dalam hidup adalah untuk membantu hubungan petani dan tanaman?”


Nan Gil terus menatap Na Ri setelah ia mengungkapkan jawaban tadi. Na Ri jadi bingung sendiri dan menutupi matanya, takut kalau ada kotoran diwajahnya. Ia belum cuci muka soalnya.

Saat Nan Gil bangkit, Na Ri menghampirinya dan mengaku sedih karena ia akan pergi. Akan tetapi ia yakin kalau Nan Gil akan sering kemari dan melihat seladanya. Tapi jangan sampai bekerja sepanjang waktu.

Akhirnya Na Ri pun harus pamit pada mereka semua. Joon melambaikan tangan ketika mengantarkan Na Ri ke halaman. Duk Bong yang akan mengantarkannya ke Seoul.

“Dia mengantarnya pergi dengan mobil pria lain. Bos kita sangat keren.” Komentarnya.

Setelah selesai memasukkan semua barang – barang, Nan Gil mengingatkan agar mereka mengendarai mobil dengan hati – hati. Kalau dia mau kemari lagi....

“Tidak, aku tidak akan datang. Aku akan kemari tahun depan saat peringatan Ibu.” Sahut Na Ri. Jawaban Na Ri membuat Nan Gil membeku ditempatnya berdiri.

Ketika dalam mobil, Na Ri terus menoleh ke belakang. Duk Bong merasa kalau Na Ri sepertinya enggan untuk pergi.

“Kalau kau ke Seoul untuk...”

Duk Bong langsung memotong ucapannya, dia pergi ke Seoul untuk mengurus pekerjaan dan membutuhkan bantuan Na Ri. Baiklah, Na Ri juga punya sesuatu yang ingin ia sampaikan. Mereka bisa bicara ditempat pemberhentian. Duk Bong sepertinya ingin menolak tapi ia akan menuruti jika itu permintaan pacarnya.

“Kalau begitu kita lewatkan saja tempat pemberhentian.”

Duk Bong punya sebuah tempat yang ingin ia kunjungi. Ia akan mengajak Na Ri kesana.



Sepeninggal Na Ri, Nan Gil sudah merasa kehilangan dan mengingat kelakuan Na Ri dirumahanya. Mulai dari baca buku sampai teriak – teriak kesal memanggil namanya. Ia masuk kedalam rumah dan menemukan tumpukan buku yang ditinggalkan Na Ri.

Tempat itu adalah tempat romatis yang semalam didatangi oleh Na Ri dan Nan Gil. Na Ri pun langsung terbayang dimana semalam ia menyender dipundak Nan Gil. Duk Bong juga melakukan hal yang sama dengan Na Ri, memotretnya saat duduk di cafe.

Na Ri lagi – lagi terbayang akan Nan Gil yang semalam duduk disana dan tak bisa berkosentrasi ketika Duk Bong menceritakan tentang Duk Shim yang memata – matainya.

Na Ri meminta maaf, tapi dia tak bisa fokus disana dan ingin meninggalkan tempat ini. Mereka bisa bicara ditempat lain.

Saat di pintu keluar, ponsel Na Ri berdering menerima panggilan dari Duk Bong. Na Ri awalnya enggan tapi akhirnya ia mengangkat panggilan itu pula. Nan Gil bilang kalau buku – buku Na Ri ketinggalan di rumah. Na Ri mengaku kalau ia sengaja meninggalkannya.

“Kenapa? Bukankah kau bilang kalau kadangkala buku lah yang membuatmu berani dan termotivasi.”

Na Ri tetap menolak meskipun Nan Gil berniat mengantarkannya. Ia buru – buru memutuskan sambungan telefonnya.

Duk Bong mengajaknya untuk bicara dalam mobil tapi Na Ri terus termenung. Malah matanya bekaca – kaca seperti mau menangis. Ketika ditanya, Na Ri mengelak dan mengajak Duk Bong pergi.

Nan Gil duduk dirumahnya dengan sedih melihat buku Na Ri. Joon memanggilnya dan ia pun masuk dalam rumah.


Tak berselang lama, Na Ri datang kembali ke rumah dan menemukan buku “Cara Menghibur Diri” -nya tergeletak dimeja.

“Aku tidak berpikir kau akan datang.”

“Aku akan mengambil buku.”

Sebenarnya, Nan Gil memanggil Na Ri bukan karena buku melainkan karena dirinya sendiri. Ia bertanya – tanya haruskah ia menceritakan semua tentang dirinya jika Na Ri kembali.

“Kalau begitu katakan.”

“Kau bertanya apakah kau cinta pertama dan apakah aku masih mencitaimu kan? Sejak masih muda dan sekarang, jawabannya adalah Ya.”

“Lalu kenapa kau ingin mengakhirinya.”

Alasannya karena Nan Gil merasa buruk. Maafkan dirinya yang sudah mencintai Na Ri. Ia pun menghampirinya dan langsung mencium Na Ri. Na Ri sampai terkejut dan menjatuhkan tasnya sampai akhirnya ia pun membalas ciuman Nan Gil.

-oOo-

6 Responses to "SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 7 Bagian 2"

  1. tuh kan jadi bener dugaan aku.. nan gil masih mendem rasa buat na ri 😀 semangat kakak nulisnya, gomawooo😚😚

    ReplyDelete
  2. Ditunggu tulisan selanjutnya ya. Many thanks.

    ReplyDelete
  3. Walopun udah nnt flmnya tp masi seneng bca sinopsisnya...baper baper pas adegan terakhir...tp hubungan mereka nantinya gmn...anak dan pabak tiri...hick hick...

    ReplyDelete
  4. Gak sabar nunggu kelanjutan episodenya...semangat ya...

    ReplyDelete
  5. Hari-hariku selalu diisi dgn sinopsis buatan mu mbk. Fighting!! ^•^

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^