SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 5 Bagian 1

SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 5 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: KBS2

Ketika tak sadarkan diri, Nan Gil mengenang kembali masa kecilnya dimana ia sering diledek oleh teman – temannya sehingga dia memilih untuk menyendiri. Ia tak mengatahui nama maupun tanggal ulang tahunnya.

Ibu Na Ri yang sedang jalan – jalan melihat Nan Gil tengah menyendiri. Mereka berdua akhirnya duduk bersama dan Ibu menyuruhnya untuk bilang kalau dia punya Ibu. Nan Gil menolak soalnya Ibu adalah Ibu –nya Na Ri.


Nan Gil kecil sering memperhatikan Na Ri yang menyendiri menatap ke langit dimana pesawat terbang melintas. Dalam batin Nan Gil, dia mengaku iri dengan Na Ri tapi ia tak suka melihat Na Ri diganggu.

Beberapa orang anak jahil mengerjai Na Ri dengan membidiknya menggunakan ketapel. Nan Gil kecil tak terima dan membalas mereka tanpa sepengetahuan Na Ri.


Ia membuat gambar tentang dia, Na Ri dan Ibu. Nan Gil telah memutuskan untuk menikahi Na Ri agar bisa mendapatkan ibu.


Hari berganti hingga mereka berdua beranjak remaja, Nan Gil sampai remaja belum berani mendekati Na Ri dan selalu melihatnya dari kejauhan. Ketika itu hati tengah hujan, ia memberikan payungnya dan mengatakan kalau Ibu Na Ri yang sudah menitipkan payung tersebut.

Terimakasih, ucap Na Ri dengan heran. Dia masih belum mengenal Nan Gil saat itu.

Na Ri pulang menggunakan payung pemberian Nan Gil namun Nan Gil sendiri akhirnya pulang hujan – hujanan.


Sampai tiba saatnya Na Ri meninggalkan desa untuk kuliah. Nan Gil melihat kepergiannya dengan sedih dan saat itu pula ia menyadari bahwa Na Ri adalah cinta pertamanya.




Nan Gil juga tak bisa terus bertahan dipanti asuhan, Tuan Bae datang dan mengadopsinya. Ibu Na Ri yang mengetahui kalau Nan Gil diasuh oleh seseorang, ia berlari mengejar mobil mereka namun tak berhasil.

Sayangnya Nan Gil bukan diadopsi untuk dijadikan anak yang diberi kasih sayang. Tapi Tuan Bae mengadopsi beberapa orang anak dan membesarkan mereka dengan perasaan saling membenci. Menyuruh mereka untuk berkelahi satu sama lain hingga babak belur.

Kehidupan menyesakkan itu berlangsung sampai ia tumbuh dewasa. Wajahnya sering babak belur setiap malamnya.


Suatu hari, ia menanti Na Ri didepan kampusnya namun hatinya harus hancur karena saat itu Na Ri sudah memiliki kekasih. Yap. Na Ri berpacaran dengan Dong Jin semenjak mereka kuliah.



Meskipun begitu, Nan Gil tak pernah membuang rasa cintanya pada Na Ri dan melihatnya setiap kali sempat. Na Ri kini sudah dewasa dan menjadi seorang pramugari. Nan Gil hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan “Cinta lamaku terus berjalan. Namun aku hidup dalam dunia yang gelap hingga aku bahkan tak melihatnya lagi.”

Kepahitan hidup Nan Gil tak sampai disitu, dia juga harus mengalami hidup dipenjara “Aku harus membayar harga mahal untuk kembali pada Ibu.”


Saat keluar dari penjara, ia langsung menemui Ibu dan Ibu menyambutnya bahagia. Kebahagian seorang ibu yang bertemu “putranya”. Dan kemudian mereka melihat surat tagihan hutang dari Da Da Finance.

Nan Gil menatap Ibu dengan penuh keyakinan “Ibu, kau percaya padaku kan? Aku akan menjadi kepala keluarga.”

Nan Gil memberikan pendaftaran nikah mereka pada Ibu. Ibu tentu saja tak mempercayainya apalagi orang lain, lebih baik kalau Nan Gil menjadi anak yang ia adopsi saja. Nan Gil rasa itu akan lebih sulit, lagipula dia harus memiliki “semua itu”. Apa Ibu tak membiarkannya memilikinya?

Tentu saja tidak begitu, Ibu hanya merasa tak enak dan yang lebih parahnya lagi Nan Gil harus menjadi Ayah Tiri Na Ri. Nan Gil tak mempermasalahkannya lagipula Na Ri akan segera menikah jadi mereka hanya perlu menyembunyikan masalan ini.

Keduanya resmi menikah dan Paman Jung Nam yang memfoto mereka berdua. Sepertinya, dia yang menjadi saksi dalam pernikahan mereka.



Tapi semua yang ada dalam kehidupan ini tak bisa diprediksi dan pada tanggal 8 Oktober 2015, Ibu Na Ri meninggal akibat kecelakaan. Nan Gil menangis pedih memeluk Ibu.

Saat kehilangan Ibu, aku berjanji untuk menjaga Na Ri. Seiring dengan janji tersebut, cinta jangka panjangku pada Na Ri telah berakhir.


Na Ri mengguncang tubuh Nan Gil dan menyuruh Ran Sook untuk mengambil mobil lalu pergi ke rumah sakit. Nan Gil meraih tangan Na Ri “Aku baik – baik saja, aku hanya alergi pada sinar matahari.”

“Aku tak percaya.” Ucap Na Ri menggunakan banmal.

Nan Gil memperingatkan agar Na Ri menjaga bicaranya. Dia terlalu sehat untuk jatuh sakit bahkan ia sudah lupa kapan terakhir kali sakit. Lagipula dia sangat sibuk harus menguleni adonan.



Meskipun egois, Na Ri meminta Nan Gil untuk tidak jatuh sakit. Dirinya tidak memiliki siapapun dan tak tahu apa yang tengah terjadi. Jadi Nan Gil tidak boleh sakit. Nan Gil meyakinkan bahwa dirinya tak sakit dan Na Ri tak perlu mengkhawatirkan apapun. Dia juga tak perlu penasaran akan apa yang tengah terjadi.


“Kesimpulannya, seharusnya aku tidak berpikir tentang pulang ke rumah dan sebaiknya aku hidup sendiri saja.” Ketus Na Ri.

Ya ampun, Nan Gil mendengus sebal karena pikiran Na Ri yang terlalu negatif. Dia akan menjadi stres dan..

“Mendapatkan keriput.” Sela Na Ri.

Mobil Ran Sook datang dan Na Ri langsung menghampirinya. Dia akan melepaskan Nan Gil untuk pergi membuat adonan. Jangan sampai jatuh sakit dijalan, sampai jumpa.

Dimobil Ran Sook, Na Ri terus menatap kaca spion dengan pede, mengira kalau Nan Gil pasti cemas karena ia sudah melepaskannya dengan mudah. Dia pasti cemas.

Tapi pada kenyataannya, Nan Gil tak begitu memikirkan hal itu dan pergi begitu saja.

Diruangan Tuan Bae, dia mengecek flashdisk yang diberikan oleh Nan Gil. Ia ngamuk menyadari kalau Nan Gil memiliki dokumen rahasia tentang rekeningnya. Dia memanggil antek – anteknya dan memberitahukan kalau Nan Gil memiliki daftar uang yang dimiliki rekening mereka. Dari yang masuk sampai keluar, kalau dokumen itu sampai bocor maka tamatlah riwayat mereka.

Ia menatap ke salah seorang diantara mereka dengan tatapan menuduh “Tidak ada yang tahu tentang daftar itu kecuali kita. Tapi siapa yang kemungkinan.. membantu Nan Gil?”


Ran Sook mencurigai hubungan antara Na Ri dan Nan Gil yang nampak seperti pasangan. Kenapa dia terus menatap ke arah spion?

“Benarkah? Apa kita tampak seperti itu?”

“Kita?” tanya Ran Sook tak keheranan. Apa Na Ri begitu membutuhkan pria untuk pelarian? Kalau memang benar begitu, Nan Gil bukanlah pria yang tepat. Bagaimanapun dia penipu dan Na Ri harus melaporkannya pada polisi.

Na Ri menyuruh Ran Soo tenang atau kalau tidak dia akan mendapatkan keriput. Mungkin saja kali ini dia kalah tapi ia akan memastikan supaya Nan Gil menjawab semua pertanyaannya secara menyeluruh.


Sepulangnya ke rumah, Na Ri terus memikirkan saat Nan Gil menggeman tangannya dan menariknya keluar dari Dada Finance. Tak bisa dipungkiri dan ia mengakui bahwa Nan Gil keren, hatinya berdebar.

Na Ri melakukan aktivitasnya tapi bayangan Nan Gil terus muncul dalam benaknya.

Ponsel Na Ri berdering, ia membukanya dengan penuh harap tapi langsung malas saat melihat nama Duk Bong tertera dilayar ponsel. Duk Bong menelfon Na Ri untuk bertanya apakah dia melupakan sesuatu? Seharusnya dia memberitahukan apa yang ia terima dari pengadilan.

Na Ri rasa ceritanya cukup rumit jadi dia ingin bertemu saja untuk menjelaskannya.

“Dimana kita bertemu?”

“Segera. Sampai jumpa.” Ucap Na Ri memutuskan panggilannya.


Duk Bong mendengus kesal soalnya Na Ri main putus saja padahal dia sedang berbicara. Ia kemudian tersenyum mengingat Na Ri mengajaknya bertemu. Tapi senyumnya langsung berubah keterkejutan ketika Duk Shin sudah ada disana, menatapnya malas.

Duk Shim sih cuek dan lewat begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Yeo Joo menemui Dong Jin di cafe dan keponya, dia langsung tanya apakah Na Ri masih mempunyai hutang dengannya? Ternyata Na Ri melakukan pinjaman pribadi dan banyak surat tagihan yang dikirim padanya. Semua orang mengetahui hal itu. Yeo Joo langsung menunjukkan wajah ular “Kau pasti tak enak.. aku juga..”

Bukannya kepo, Dong Jin menyuruh Yeo Joo untuk tak membicarakan hal ini kalau dia sungguh – sungguh tak enak. Yeo Joo buru – buru menunjukkan wajah sedih, dia hanya berfikir kalau Dong Jin harus tahu tentang hal ini.


Ditempat yang sama, Senior Yeo Joo yang juga teman Na Ri datang ke cafe. Shi Eun memanggilnya dan terkejut ketika tahu Dong Jin bersama Yeo Joo. Tak lama berselang, Na Ri masuk kedalam cafe. Shi Eun buru – buru mengalihkan perhatiannya dan mengajaknya keluar.

Tapi saat tahu kalau Dong Jin ada disana bersama Yeo Joo, Na Ri cuma menunjukkan wajah datar. Shi Eun semakin terkejut dan berniat melabrak Yeo Joo dengan marahnya. Ia menghampiri Dong Jin “Kita sering datang ke sini sering karena diskon kelompok kita.”

“Ini hanya kebetulan.” Ucap Yeo Joo membela diri.

Saat sedang ribut begini, Dong Jin malah mengajak Na Ri untuk bicara diluar.

Shi Eun menghampiri Yeo Joo dengan tatapan sinis, sembilan tahun Na Ri dan Dong Jin tak akan lenyap dengan mudahnya. Yeo Joo tak terima dengan perkataan Shi Eun, tapi semua itu tak berarti apalagi dikurangi waktu Dong Jin menjalankan wajib militer dan waktu diluar negeri.

Diluar, Dong Jin meminta maaf karena tak tahu kalau Na Ri akan pergi kesini. Na Ri tak perduli toh mereka bisa pergi kemana pun mereka mau hanya saja mereka berdua tak tahu akan sopan santun hingga Na Ri jadi malu.

“Maafkan aku. Tapi apakah kau sedang ada masalah keuangan? Apa pamanmu mengambil pinjaman pribadi? Siapa pemberi pinjamannya? Berapa banyak?”
“Kau ingin tahu atau kau ingin melunasinya untukku?”

Dong Jin menyarankan agar Na Ri melaporkan “penipu” itu pada polisi saja. Na Ri tak ingin membicarakan masalah ini dengannya.


Yeo Joo datang menemui keduanya, ia berjanji dengan suara sok imut bahwa ia tak akan datang ke tempat ini lagi. Na Ri menyindir Yeo Joo yang bicara dengan intonasi seperti itu. Kemudian ia melihat ke arah tas merah yang dikenakan oleh Yeo Joo “Seleramu tidak berubah.”

Dong Jin tepok jidak karena tas yang ia belikan untuk Na Ri dan Yeo Joo punya bentu sama hanya saja warnanya berbeda. Na Ri langsung membuang isinya dan mengembalikan tas itu pada Dong Jin.

-oOo-

6 Responses to "SINOPSIS Sweet Stranger and Me Episode 5 Bagian 1"

  1. Aaaaa,, berarti nan gil itu cuma nganggep ibu ke ibunya nari dan suka nya sama nari *yaiyalaaah* dan nari itu nuna ternyata,, hhehehe

    ReplyDelete
  2. Syuuuukaaa.... Lanjut terus yah, makin greget ceritanya....

    ReplyDelete
  3. Mbk something about 1% kok gak dilanjutin???☺

    ReplyDelete
  4. Mbk..something about 1% kok gak dilajutin??☺

    ReplyDelete
  5. Kim young kwang!kamsaeyo puji
    Himneseyo!

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^