SINOPSIS Something About 1% Episode 10 Bagian 2

SINOPSIS Something About 1% Episode 10 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: DramaX

Da Hyun akhirnya mau mengangkat telfonnya tapi dengan ogah – ogahan. Jae In bertanya – tanya kenapa dia tak mau mengangkat panggilannya? Dia pikir Da Hyun bukan tipe yang marah karena tidak diantar pulang.

“Tidak, aku marah karena itu!” ucap Da Hyun kemudian mematikan panggilannya. Ia melempar ponselnya ke bawah kolong meja.

Sebenarnya sih dia agak sebal juga karena tak diantar Jae In pulang soalnya kalau diantar olehnya mungkin dia tidak akan bertemu perempuan menyebalkan itu. Jae In menyadarkan dirinya sendiri.

“Dia (Jae In) bukanlah siapa – siapa. Aku pacaran dengannya lebih lama dari orang lain tidak berarti aku ingin berhubungan lama dengannya.”

Ponsel Da Hyun kembali berdering, dia menggapainya dengan penuh semangat tapi semangatnya langsung berkurang saat tahu Ji Soo –lah yang menghubunginya.

Disaat yang bersamaan, rupanya Jae In juga menelfon nomornya tapi nomor Da Hyun sibuk “Ah.. dia membuatku gila.”

Ji Soo dan Da Hyun sudah bersama, mereka berdua menuju ke suatu tempat dengan terburu-buru.


Tak jauh dari sana, Soo Jung sedang menuju ke suatu tempat sambil menelfon ibunya. Dia mengaku akan segera pergi menuju ke kelasnya.

Tapi padanya kenyataannya, Soo Jung malah nonton pertunjukkan Ji Soo bersama dengan Da Hyun di SH Mall. Keduanya terpukau dengan suara lembut Ji Soo yang menyanyi sembari memainkan piano.

“Ji Soo-kita kerenkan?” tanya Da Hyun.

“Ya. Dia sangat keren.” Sorot mata Soo Jung berbinar ketika memperhatiannya bernyanyi, takdirnya memang berada di Korea. Maafkan aku ibu.. gumamnya.

Seusai tampil, Ji Soo menerima respon yang bagus dan Da Hyun tidak henti – henti memujinya. Tae Ha yang sempat menyaksikan penampilan Ji Soo, ia menghampiri mereka dan bertanya pada Da Hyun “Apakah kau managernya?”


Da Hyun tak menyangka bisa bertemu dengannya lagi. Dia bukan manager Ji Soo melainkan ketua Fanclub atau bilang saja walinya “Lalu, kenapa anda disini?”

“Aku dari departemen SH Mall. Kami yang merencanakan JiSu konser di sini hari ini.”

Da Hyun dan Ji Soo mengucapkan terimakasih. Ji Soo masih trainee jadi tampilnya masih jarang. Tae Ha tak mempermasalahkannya lagipula ini bukanlah konser besar, ini hanya konser kecil – kecilan tapi sepertinya Ji Soo cocok dengan konsep SH Mall. Responnya luar biasa.

“Sepertinya kau juga punya event minggu depan, kan?”

Tae Ha membenarkan tapi untuk cabang utama, mereka sudah memiliki orang yang akan tampil. Untuk cabang Busan dan Gangnam mungkin masih bisa.

Keduanya pun girang dan kembali mengucapkan terimakasih.

Paman habis menemui seseorang, sepertinya orang itu adalah orang yang ia hormati karena ia membungkuk sembilan puluh derajat saat mengantarnya pergi.

“Sepertinya aku sering melihat Direktur Han disini.” Tanya Tae Ha pada Ayahnya.

“Bapak tua itu punya banyak niat dan waktu.”

Ia mengajak Tae Ha untuk kembali bekerja namun Tae Ha seperti mencurigai sesuatu.


Sepulangnya ke rumah, Da Hyun melihat ada mobil Jae In terparkir disana. Ia berlagak tak tahu dan mencoba menghindarinya. Tapi Jae In sudah memergokinya duluan, habis darimana kau?

“Konser Ji Soo.” Da Hyun menunduk.

“Dia punya agensi. Kenapa kau masih melakukan ini?”

“Aku kan Ketua Fansclubnya.” Da Hyun terus menunduk dan buru – buru kabur “Sampai jumpa.”

Jae In mencoba mengejarnya tapi Da Hyun sudah duluan mengunci pintu. Ia pun mengetuknya. Da Hyun jual mahal, apa maumu? Apa kau punya sesuatu yang ingin kau katakan?

Jae In menolak untuk menjawab kecuali Da Hyun membuka pintunya. Da Hyun akhirnya menurut.


Jae In langsung saja mendudukkannya di kursi dan bertanya apa yang sebenarnya membuatnya marah? Kalau dia terus begini maka ia tak akan tahu masalahnya. Tanpa basa-basi Da Hyun bertanya “Berapa banyak wanita yang kau kencani? Apa kau biasanya berkencan hanya sebulan dan tidak pernah sampai enam bulan?”

Jae In menghela nafas “kau sedang cemburu atau mengujiku?”

“Mengujimu. Jangan coba – coba selingkuh.” Ketusnya berniat bangkit dari tempat duduk.

Jae In memaksanya untuk duduk kembali “Kapan aku punya waktu bertemu dengan perempuan lain? Berkencan denganmu saja sudah sibuk. Jangan bicara yang tidak – tidak.”

Seharusnya juga Da Hyun menelfonnya jika punya waktu. Atau paling tidak mengangkat panggilannya.

Da Hyun bingung memberikan jawaban yang tepat karena pada kenyataannya dia yang biasanya mengabaikan Jae In. Ia tergagap “Aku... sibuk.”

“Aku 12 kali lebih sibuk darimu!”


Meskipun habis debat, pulangnya Jae In sudah melupakannya dan melambaikan tangan dari bawah. Da Hyun sempat mengabaikannya tapi Jae In terus melambaikan tangannya dengan senyum lebar. Da Hyun pun pasrah menerima pesonanya dan membalas lambaian tangan itu.


Di pagi yang begitu cerah, Da Hyun bersiap berangkat ke sekolah tapi ponselnya berdering menerima panggilan dari Hyun Jin. Ada apa? Aku sedang sibuk bersiap ke sekolah.

“Lihat HP-mu.”

“Kenapa? Apa Ji Soo terkena skandal?”

Hyun Jin tak menjawab, dia bertanya dengan marah “Dada, apa sebaiknya aku membunuh Lee Jae In?”

Mendengar ucapan Hyun Jin membuat Da Hyun penasaran, rupanya topik panas yang tersebar adalah tentang pertunangan antara Jae In dan Joo Hee. Da Hyun marah sekaligus kecewa “Tidak. Aku yang akan membunuhnya.”


Jae In juga menerima panggilan dari Pengacara Park yang memintanya untuk membaca berita pagi ini. Jae In sedang dalam perjalanan jadi baca saja nanti kalau sudah sampai tujuan.

Pengacara Park menghela nafas, jurnalis memang pintar dalam membuat berita. Headline koran menunjukkan [Lee Jae In Bertunangan dengan Han Joo Hee dari Hanjoo Chemicals].

“Sekarang kau bertunagan  tepat di depanku?” geram Da Hyun saat membaca berita Jae In lagi.

Kantor disibukkan dengan panggilan dari orang yang ingin mengonfirmasi kebenaran berita tersebut.

Jae In heran saat melihat karyawannya sibuk mengangkat telfon. Dia bergegas menuju ruangannya dan berniat mengangkat telefon tapi Ketua Tim Kang menghalanginya.


Jae In terkejut saat membaca berita yang tersebar di media online.

“Itu tidak benar kan?” tanya Ketua Tim Kang.

Tentu saja tak benar, untuk apa juga Jae In bertunangan dengan Joo Hee. Ketua Tim Kang khawatir karena mereka dibanjiri telfon dan saham mulai menurun. Jae In memerintahkan supaya Ketua Tim Kang mengkonfirmasi berita ini, dia takut kalau sampai mereka dituduh melakukan manipulasi saham.

Ketua Tim Kang mengiyakan hanya saja mereka harus menghubungi kantor pusat untuk menyelesaikan masalah ini.

Jae In kemudian menghubungi Sekretaris Jang dan memberitahukan bahwa berita ini tidak benar. Dia menyuruhnya untuk menjelaskan pada media dan Jae In akan mencoba menyelesaikan berita onlinennya, dia akan mengambil jalur hukum untuk mengatasi masalah ini.

Ia pun ingat akan Da Hyun sehingga buru – buru menghubunginya tapi sayangnya ponsel Da Hyun tertinggal di ruang guru.

“Ah.. ini membuatku gila.” Desis Jae In.

Sementara Da Hyun tengah berkebun bersama muridnya. Selama pelajaran, dia disibukkan dengan pikirannya sendiri.


Sedangkan Jae In harus bertemu dengan Joo Hee dikantornya. Dia menyuruhnya pergi, semuanya akan memburuk kalau dia ada disini. Joo Hee rasa tak seburuk itu lagipula dulu dia menyelamatkan Jae In dari pernikahan mereka.

Tidak, Jae In tidak merasa berhutang apapun padanya karena Joo Hee juga tidak menginginkan pernikahan tersebut waktu itu. Dia mengajak Joo Hee untuk ikut dengannya, dia tak mau kalau rumor mereka semakin parah.


Jae In memerintahkan Joo Hee untuk merilis berita yang benar pada media. Joo Hee keras kepala, kau menolaknya? Apa alasan yang membuatmu tak mau menikah denganku?

“Han Joo Hee. Kenapa kau bersikap seperti ini?”

“Karena aku mencintaimu.”

“Apa kau akan tetap menyukaiku  kalau aku bukan Lee Jae In dari SH Group? Kau tidak mencintaiku melainkan SH Grup. Seperti kau tiga tahun yang lalu dan sekarang.”

Memang benar kalau Joo Hee menyukai SH Grup, tapi dia juga menginginkan Jae In.

Sampai disitu saja, dia menyuruh Joo Hee untuk tak memanipulasinya lagi dan juga jangan memanggilnya dengan nama. Baiklah, Joo Hee akan memanggilnya dengan “Jae In-ku” karena lebih simple dan memanggilnya “Jae In –ssi” dihadapan umum.

“Tidak. Itu lebih buruk. Kau tidak boleh menyebutku dengan nama panggilan apapun jadi jangan panggil aku sekalian.”

“Lee Jae In, kalau sikapmu begini, aku bisa jadi sangat kejam sekejam dirimu!”

Jae In menegaskan bahwa mengancam hanya digunakan seseorang pada orang yang lebih lemah. Joo Hee harus mengawasi orang lain, tapi kali ini Jae In akan pura – pura tak mendengarnya.


Jae In berjalan menuju lobi diikuti oleh Joo Hee. Tanpa sengaja, keduanya malah berpapasan dengan Sun Woo. Sun Woo berdecih melihat keduanya, ia berjalan melewatinya “kau benar – benar playboy ulung. Kau tahu itu?”

Da Hyun mengajar dengan lemas dan masih mengabaikan panggilan dari Jae In.

Jae In terus menghubunginya dengan khawatir tapi belum juga mendapatkan jawaban. Dia menemuinya disekolah tapi Da Hyun sudah pulang.

Untungnya dia masih bisa mengejar Da Hyun dan mengajaknya bicara ditaman. Dia menyuruhnya jangan membaca berita atau browsing. Terlambang, Da Hyun sudah membacanya.

Ia mengatai Jae In jagat, dia pergi begitu saja dan tunangan. Pasal 12 pada kontrak mereka, jika salah satu diantara mereka berkencan dengan orang lain maka kontrak batal. Da Hyun mengembalikan kontraknya “Selamat atas pertunanganmu!”

“Aku tidak tunangan.”

“Kau mau lihat screenshot yang aku ambil?”

“Kenapa kau screenshot hal yang tak penting.” Jae In mulai emosi.

“Kenapa kau marah padaku? Kau yang salah!”


Jae In menghela nafas lebih dulu dan berbicara dengan lebih tenang “Apa aku terlihat seperti itu di matamu? Kau pikir aku tipe laki – laki yang akan bertunangan dengan wanita lain saat aku berpacaran denganmu?”

Da Hyun memalingkan wajahnya.. dia.. tak tahu.


Sesampainya dirumah, Da Hyun masih ngambek tapi Jae In tidak mengedepankan emosinya dan sekali lagi memperingatkan supaya dia tak mendengar apapun yang tidak keluar dari mulutnya langsung. Percaya padaku.

“Kalau begitu, buat aku percata padamu!” Da Hyun berubah sedih, lagipula masa kontrak mereka akan segera berakhir jadi tak masalah kalau Jae In bertunangan.

Jae In memeluk Da Hyun dan memintanya jangan memikirkan hal itu. Ia mengusap kepalanya, kepala Da Hyun memang kecil tapi banyak sekali yang dipikirkan olehnya. Percaya saja padanya, pikirkan saja dirinya. Dia tak akan menyakiti Da Hyun sampai kontrak berakhir. “Dan jangan lupa angkat telfonmu.”

Akhirnya Da Hyun tertawa karena Jae In masih saja mengingatkan supaya dia mengangkat telfonnya. Keduanya pun berbaikan.

Hyun Jin tersenyum melihat sohibnya berbaikan dengan seromantis itu.

Sesampainya di atap, Da Hyun terkejut melihat Hyun Jin sudah ada disana “Apa kau melihatnya?”

Iya. Mereka berdua tampak seperti sedang syuting film. Hyun Jin cemburu dibuatnya. Da Hyun belum mood untuk bercanda, ia hanya tersenyum kecil “Sepertinya.. perasaanku padanya seperti cinta tapi benci. Apa yang harus aku lakukan?”


Apalagi, tentu saja Hyun Jin menyuruhnya untuk berkencan sepenuh hati selama waktu yang tersisa jadi nanti dia tak menyesal.

“Bagaimana kalau aku tak mau putus dengannya?”

Hyun Jin jadi heran, sebenarnya Da Hyun takut putus atau tidak putus? Lagipula ini bukanlah perzinahan ataupun menikah kemudian bercerai. Jadi kenapa harus mencemaskan masa depan?

“Ya, kau benar.”

Hyun Jin punya banyak pengalaman dan tahu betul apa yang sedang dirasakan Da Hyun. Putus bukan berarti apa – apa jadi jangan pikirkan hal itu. Ia pun memeluk Da Hyun yang masih begitu polos.

Dalam perjalanan, Jae In kepikiran tentang masa kontraknya dengan Da Hyun yang hampir selesai. Tapi sepertinya dia memang sudah benar – benar pakai hati menjalani hubungannya dengan Da Hyun, bahkan sehabis menenangkan Da Hyun, dia harus kembali lagi ke kantor untuk mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk.

Keesokan paginya, Ketua Tim Kang melapokan nama reporter yang pertama kali memuat berita Jae In. Setelah mengeluarkan bantahan, ternyata saham Hanjoo Chemical masih naik 6%.

Jae In memerintahkan supaya Ketua Tim Kang terus memantau harga saham mereka dan direksinya. Ia merasa ada sesuatu yang aneh karena informasi yang ia dapat banyak yang tidak sesuai.

Da Hyun melihat kalendernya yang penuh dengan catatan kencan dengan Jae In. Hyun Jin merebutnya dan berfikir pasti Da Hyun kesulitan karena punya jadwal kencan sepadat itu. Ini akhir pekan, apa mereka akan pergi berdua?

Tidak. Akhir pekan biasanya Jae In sibuk, dia akan pergi menemui Ji Soo. Hyun Jin yakin kalau sampai Jae In tahu, sesibuk apapun dia pasti akan kesini.

“Makanya aku tak memberitahunya.”

“Perempuan licik!” goda Hyun Jin.


Da Hyun menemani Ji Soo bernyanyi untuk anak – anak panti. Semua anak panti menyukainya. Mereka bahkan memeluk Ji Soo ketika penampilannya sudah berakhir.

Seusai penampilan tersebut, Tae Ha tiba – tiba muncul dan Da Hyun mengenalnya sebagai Kepala Bagian.


Rupanya Tae Ha kesana untuk mengirimkan sumbangan dari SH Mall, dia mengaku mendengarnya dari Ji Soo dan ia juga menyiapkan beasiswa untuk anak – anak. Da Hyun memuji Ji Soo, kemudian ia bertanya apakah Ji Soo tak kembali ke asrama?

Ji Soo akan menginap dipanti, dia sudah mendapatkan izin dari managernya. Da Hyun pun akhirnya pamit. Kepala panti mengingatkan supaya Da Hyun jangan sampai tersesat.

“Aku akan mengantarmu.” Tawar Tae Ha.

“Tidak. Aku akan naik bus saja.”

Kepala panti berkata kalau bus tidak akan lewat jam segini. Tae Ha menawarkan supaya ia mengantarnya sampai ke stasiun saja.


Dalam perjalanan, Jae In menghubunginya dan Da Hyun mengangkatnya tapi menjawab dengan suara super lirih.

“Aku sedang dalam perjalanan pulang.”

“Tepatnya dimana?”

“Aku di jalan pulang dari panti asuhan.”

“kapan kau sampai? Aku sudah selesai bekerja, apa aku menjemputmu saja?”

Tidak. Da Hyun dalam perjalan pulang sekarang, dia buru – buru mengakhiri panggilannya. Sampai jumpa.

Jae In heran sendiri, ada apa? Kenapa juga Da Hyun tak minta di jemput bahkan basa – basi pun tidak.

“Itu sepertinya pacar yang pernah kau sebutkan.” Ucap Tae Ha.

“Iya.”

“Apa kalian akan menikah?”

Da Hyun tak menjawab menerima pertanyaan itu. Tae Ha meminta maaf karena lancang menanyakan masalah pribadi semacam itu.

“Tak apa – apa. Kami pacaran. Sampai saat ini, hanya sekedar itu saja.” Da Hyun meminta diturunkan di penyebrangan tapi Tae Ha menolaknya lagipula dia sudah mengantarkan sejauh ini jadi dia akan mengantarnya sampai rumah sekalian.

Da Hyun mengucapkan terimakasih karena Tae Ha sudah memberikan tumpangan untuknya. Tapi celakanya Jae In sudah menantinya disana, dia terkejut melihat Da Hyun bersama dengan Tae Ha kemudian menghampiri keduanya.

-e)(o-

12 Responses to "SINOPSIS Something About 1% Episode 10 Bagian 2"

  1. akhirnya di post jga eps.10 rasanya udh kyk karatan nunggu ini😁😁😁
    gimana ya reaksi dahyun ps tau itu tae ha😁😁😁
    lanjuuut

    ReplyDelete
  2. jae in bakal marah besar iniπŸ˜€πŸ˜€ beneran suka banget kalo jae in sama da hyun bertengkarπŸ˜‚ haha.
    makasih kakak sinopsisnya, ditunggu kelanjutannya kakakku😚😚😚😚😚 fightingπŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

    ReplyDelete
  3. Gomawo unnie untuk episode 10 nya , semangat menulis sinopsis nya :-)

    ReplyDelete
  4. Gg sabar nunggu ep 11nya..tolong cpet ya kk

    ReplyDelete
  5. Gg sabar nunggu ep 11nya..tolong cpet ya kk

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. kak Puji belom apdet sinops episode 12 ?

    ReplyDelete
  8. Kenapa ya ga update lg sinopsisnya...

    ReplyDelete
  9. Kenapa ya ga update lg sinopsisnya...

    ReplyDelete
  10. Kami harus baca dimana mba sinopsis selanjutnya krn kami sangat penasaran akhir cerita drama ini. Terima kasih sebelumnya...

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^