SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 8 Bagian 1

SINOPSIS Something About 1% Episode 8 Bagian 1
Sumber gambar dan konten: DramaX

Episode 8: Sejenis Pengakuan “Tetap disini. Dirumahku. Disampingku.”


Karyawan Jae In bergosip mengenai dia yang katanya sudah mempunyai pacar. Deputy Han memperhatikan Jae In yang tengah mengirimkan SMS dengan sebalnya, dia tak yakin seperti apa pacar Jae In tapi yang jelas seleranya pasti aneh.

Karena pesannya terus diabaikan oleh Da Hyun, Jae In memutuskan untuk meninggalkan kantor.

Ponsel Da Hyun bergetar menerima panggilan dari Jae In, awalnya dia berniat menerima panggilan itu tapi sayangnya Ibu datang dan membuatnya lupa dengan Jae In yang menelfonnya.

Da Hyun membuka pintu dan terkejut melihat ibunya tiba – tiba datang kerumahnya “Kenapa kau kemari?”

“Apa maksudmu? Tidak ada yang aneh kalau seorang Ibu mengunjungi anaknya.”

Saat sedang khawatir dengan Da Hyun yang tak kunjung menerima panggilannya, Jae In harus berpapasan dengan Joo Hee didalam lift. Joo Hee bertanya apakah Jae In tak penasaran melihatnya keluar kamar dengan seorang pria?

Jae In jelas saja menanggapinya dingin “Itu kan urusanmu.”

Rupanya orang yang bersama Joo Hee adalah orang luar yang tak tahu bahasa korea. Joo Hee berbicara dengan bahasa inggris padanya dan mempersilahkan dia untuk pergi duluan, dia ingin menemui temannya terlebih dulu.

Saat tinggal berdua, Joo Hee berkata bahwa ia sungguh – sungguh dengan perkatannya. Jae In pun juga sama, ia bersungguh – sungguh tak ingin memulai hubungan dengannya lagi. Joo Hee pikir dia tak bisa menemukan pria lain yang sebanding dengan Jae In.

Jae In memintanya untuk terus mencari, ia yakin paling tidak ada satu pria yang akan memenuhi kriterianya. Joo Hee masih membujuk, dia bersedia untuk menandatangani perjanjian pra – nikah. Itu kan yang dia mau?

“Lakukan sesukamu, toh aku juga tak akan menikah denganmu.” Enteng Jae In.

“Ada apa denganmu? Kau tidak seperti biasanya. Pikirkanlah dengan logis. Aku anak tunggal, saham yang kau dapat dengan menikahiku akan berguna.”

Jae In sama sekali tak bergeming sedikit pun mendengar iming – iming tersebut.


Da Hyun membujuk ibunya untuk memberitahukan alasan kedatangannya. Ibu pun akhirnya mau mengaku, ini semua karena Sun Woo mengatakan hal yang aneh. Katanya pacar Da Hyun adalah seorang chaebol. Itu tak benar kan? Da Hyun memutuskan untuk jujur dan mengaku kalau pacarnya memang seorang chaebol.


Ibu terkejut mengkhawatirkan putrinya tapi Da Hyun memintanya jangan khawatir, dia hanya mendapatkan sponsor saja.

Setelah itu, mereka berdua duduk berhadapan untuk mendiskusikan masalah ini. Da Hyun memastikan kalau hubungan mereka hanya sekedar bisnis. Ia melakukan semua ini demi Ji Soo dan agar sekolahnya mendapatkan sumbangan. Jadi ini hanya hal kecil yang bisa ia lakukan dan mereka sepakat kencan selama 6 bulan. Dia juga sama sekali tak menuntut untuk tidur bersama atau semacamnya, kita hanya makan bersama sesekali.

Sontak Ibu menabok lengan Da Hyun sampai Da Hyun meringis kesakitan “Apa katamu? Tidur dengan seseorang?”

Tidak. Da Hyun sungguh tak melakukannya. Ibu sama sekali tak percaya apalagi di jaman sekarang ini. Untuk masalah Ji Soo, dia akan meminta bantuan Ayah Da Hyun untuk menanganinya. Da Hyun melarang lagipula ini bukan masalah yang bisa diselesaikan oleh Ayah. Ia juga sudah tanda tangan kontrak dengan Jae In.
Ibu semakin terkejut, mengatai anaknya yang sudah tak waras. Da Hyun kembali menjelaskan kalau mereka berdua sama – sama tak ingin menikah makanya sampai tanda tangan kontrak begitu. Ia menegaskan bahwa hubungan mereka “murni bisnis”.


Malam harinya, Jae In baru bisa menghubungi Da Hyun. Dia tanya bagaimana Da Hyun akan menebus janjinya kemarin? Da Hyun akan mengizinkan Jae In untuk melakukan dua hal yang diinginkannya.

Dengan suara datar, Jae In memuji Da Hyun yang begitu baik. Dia kemudian tanya apa yang ibunya katakan?

“Apa lagi? Dia ketakutan waktu aku beritahu kau orang kaya.”

“Kenapa dia ketakutan kalau aku orang kaya?”

Karena bagi Ibu Da Hyun, memiliki uang banyak juga melelahkan. Ibunya lebih suka pria yang tidak terlalu kaya dan tidak terlalu miskin. Jae In memutar matanya dengan malas, lalu bagaimana dengan pendapat Da Hyun sendiri?

“Apa yang harus aku pikirkan? Kapanlagi aku bisa bertemu laki-laki kaya lain setelah putus denganmu?” ucap Da Hyun.

Ibu yang tengah cuci piring memanggilnya. Da Hyun pun buru – buru mematikan sambungan telefonnya dengan Jae In.

Jae In merutuki sikap Da Hyun yang selalu mematikan sambungan telefon lebih dulu dan tak pernah menghubunginya duluan. Ia kemudian ingat ucapan Da Hyun barusan, kapan lagi dia akan bertemu laki – laki kaya selain Jae In setelah putus? Jae In semakin sebal saja, rupanya Da Hyun sudah memikirkan soal putus.

Ibu Da Hyun menuntut untuk bisa bertemu dengan Jae In agar hatinya lebih tenang. Tentu saja Da Hyun menolak, ini hanya hubungan bisnis. Kalau Ibu ikut campur maka kesan -nya mereka pacaran betulan. Toh kontraknya juga akan berakhir dua bulan lagi jadi tak perlu dibesar – besarkan.

“Dua bulan lagi? Kau yakin?”

Da Hyun mengangguk dengan setengah hati, sepertinya dia enggan untuk mengiyakan pertanyaan ibunya.


Seusai mengantarkan ibunya, Da Hyun kembali ke rumah dan menemukan Jae In sudah menunggunya. Ia basa – basi bertanya apakah Jae In sedang menunggu seseorang disana? Jae In mengaku kalau dia ingin bertemu dengan Ibu Da Hyun, ia rasa ia perlu menjelaskan sesuatu.

Da Hyun memintanya berhenti bicara yang tidak – tidak, sekarang saja Ibu tak percaya jika hubungan mereka hanya sekedar bisnis. Kalau Jae In muncul dihadapan Ibunya, dia bisa pingsan seketika.

“Bisnis?”

“Ya. Memang benar kan?”


Da Hyun sudah menjelaskan pada Ibunya kalau mereka berdua tak akan menikah. Ia tersenyum mengingat Ibu bilang kalau mereka akan bercerai dalam dua bulan kalau sampai menikah. Dengan wajah serius, Jae In berkata tak ada kata perceraian dalam kamusnya. Lagipula Da Hyun juga akan menikah kan?

Ya. Meskipun begitu, bukan berarti dia akan menikah dengan Jae In. Da Hyun bertanya apakah Jae In tak akan pergi?

Jae In belum mau pergi, dia ingin meminta Da Hyun untuk menebus janjinya. Mereka bisa minum kopi atau sekedar jalan – jalan. Jae In pergi duluan meninggalkan Da Hyun dengan wajah masam, mungkin kecewa lebih tepatnya.

Keduanya berduaan sampai malam. Ketika sedang berjalan, seseorang tanpa sengaja menyenggol Da Hyun hingga dia hampir terjatuh. Jae In buru – buru memeganginya dan kemudian menggenggam tangannya sepanjang jalan. Da Hyun tersenyum.

“Kau menyukainya?”

Da Hyun tak merespon tapi wajahnya tersirat jawaban “ya”

Keduanya duduk dibangku taman dan Jae In membanggakan dirinya yang begitu dermawan hari ini. Da Hyun tak mau kalah, lagipula kemarin Jae In sudah membuatnya menunggu tanpa mengirimkan pesan. Ia rasa dirinya tak berhutang apapun.

“Itulah kenapa aku meluangkan waktuku saat itu, seperti orang gila! Tapi malah aku yang datang menemuimu. Bukan sebaliknya. Tidak ada yang gratis di dunia ini.”

“Wah.. kau pelit sekali..” olok Da Hyun.

“Aku cuma bicara kenyataan.”


Sebagai seorang direktur, Jae In telah mempelajari sesuatu. Mereka tak boleh melupakan hutang. Entah hutang yang dibayar atau hutang yang mereka terima. Da Hyun pikir sepertinya Jae In malah tak pernah memperdulikan orang lain.

“Benar. Rasa peduli hanya menjadi penghalang dalam bisnis.”

Da Hyun memutas matanya dengan malas, pasti menyenangkan menjadi seseorang yang dihormati sepertinya.
-oOo-


26 Responses to "SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 8 Bagian 1"

  1. Semangat min lanjut....I Love this drama

    ReplyDelete
  2. penasaran sama kelanjutan ceritanya. semangat nulisnya kakak..

    ReplyDelete
  3. Part 2-nya dunkkk..dah lama nunggu nihhh

    ReplyDelete
  4. semangat min buat sinopsis nya.. ๐Ÿ˜‰

    ReplyDelete
  5. Semangat ya nulisnya,,ditunggu kelanjutannya..thanks

    ReplyDelete
  6. Akhirnya muncul juga yg udah lama ditunggu. Lanjut ya kak..
    Semangat !!!

    ReplyDelete
  7. Semangat min, akhirnya muncul juga.
    Ditunggu part 2 nya

    ReplyDelete
  8. Semangat yaaaa.. Dtunggu part 2 nya...

    ReplyDelete
  9. akhirnya jae in - da hyun muncul lagi๐Ÿ˜€ semangat kak nulisnya, ditunggu part berikutnya๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  10. Lanjut eon... semangat ya nulisnya... and thnks banget udah luangin waktu utk slalu nulis sinopsis drakor utk kami (para pembaca).. ak slalu ngerasa seneng kalo dah bca sinop drakor..๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  11. Terima kasih..moga tetap lanjut. Menanti bagian dua.. ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  12. Part 2 nya kok ga nongol2..edisi menanti tak sabar nihhh

    ReplyDelete
  13. kapan di lanjut min... gak sabar jadinya. semangat ya nulisnya

    ReplyDelete
  14. Part 2_y mna min,,lama bgt,ga sabar nih, but thx yah,smangat

    ReplyDelete
  15. Part 2_y mna min,,lama bgt,ga sabar nih, but thx yah,smangat

    ReplyDelete
  16. Lanjut donk say....sangkin bapernya udh liat di youtube sampe ep 12..seruuuuuu banget....tpi tetaaap nungguin sinopsis jga..hahhahah

    ReplyDelete
  17. sukaaaa banget ama ceritanya kak ^^ semangat lanjut ceritanya ^^

    ReplyDelete
  18. aku udah nonton episode 8 nyaa... tapii ternyata ituu belom tamat... sebenernya ada berapa episode siih... kenapa cuma ada 8 episode tapii belom tamat?? ada berapa episode sebenernya dan kapan dilanjutinnya?? :( :( :( :(

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^