SINOPSIS Entourage Episode 4 Bagian 2

SINOPSIS Entourage Episode 4 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN

Eun Gab terus mengumpati Ok Ja sampai keruangannya, dia sudah dibutakan oleh uang sampai jadi begini. Ia menyuruh Ho Jin untuk tak membiarkannya bertemu dengan Young Bin.

“Bagaimana aku melakukannya? Dia kan wakil CEO.”

Tak mau menerima bantahan, Eun Gab menegaskan bahwa dirinya adalah CEO yang sesungguhnya dan juga atasan Ho Jin. Ia kemudian memberikan tumpukan naskah film yang mulai syuting tahun ini. Mereka harus membacanya sekarang dan memilih salah satunya.

Apa kau akan mengatakan semuanya pada Young Bin dan membangunnya? Eun Gab khawatir sehingga ia menegaskan bahwa mereka tak boleh membicarakan masalah ini pada Young Bin. Ibaratnya seperti pria yang kehilangan tunangan ketika pernikahan, mereka hanya perlu menggantinya dengan wanita lain yang lebih ia cintai. Jadi sekarang mereka harus menemukan naskah baru untuk menggantikan naskah yang sebelumnya agar Young Bin melupakannya.


Mencoba membaca naskah, Eun Gab tak bisa berkosentrasi. Dia kemudian bertanya bagaimana tanggapan Young Bin di telfon barusan? Ho Jin pikir semuanya baik – baik saja soalnya dia tak tahu apa – apa.

Ponsel Ho Jin berdering, ia menunjukkan foto Young Bin dan yang lain sedang menikmati tontonan. Eun Gab pun akhirnya bisa lega dan memerintahkan Ho Jin untuk lanjut menemukan naskah yang bagus.

Young Bin cs tengah menanti giliran mendapatkan tanda tangan. Young Bin masih sibuk menghubungi Eun Gab sedangkan Joon sibuk menghindar dari wanita yang berseliweran didekatnya.

Tak mendapatkan jawaban membuat Young Bin penasaran dengan apa yang terjadi pada Ho Jin. Sikapnya tiba – tiba aneh bahkan ia tak bisa menghubungi Eun Gab. Ia meyakini ada sesuatu diantara mereka.

Selepas mendapatkan tanda tangan, mereka bertiga tanpa sengaja melihat ada acara cosplay tapi saat Guh Book mencoba mendapatkan foto mereka, acara berakhir dan petugas membawa cosplayernya pergi.

Melihat Guk Book kecewa, Young Bin memutuskan membuka masker yang menutupi wajahnya dan meminta waktu sebentar.

Walhasil Guh Book pun bisa berfoto riang bersama dua cosplayer karater kesukaannya.

Joon jauh – jauh dari mereka. Young Bin menyuruhnya untuk ikut berfoto dan jangan mempercayai kata peramal tadi.

Joon menunjukkan wajah melas tapi dia kekeuh tak mau foto. Dia harus mendapatkan peran, kalau memang ini adalah jalannya maka ia tidak membutuhkan foto. Ia meyakinkan bahwa dirinya tak iri dengan Guh Book.

Terlalu lelah membaca naskah membuat Ho Jin sampai tertidur dimeja. Saat ia bangun, dirinya kaget melihat ada Ji An disebelahnya. Ji Ah mengaku kalau ia datang kemari untuk menjemput Ibunya (Boss Kang Ok Ja).
Otak Ho Jin baru bekerja.. ia pun menunjuk ke arah ruang rapat. Nyonya Kang ada disana.

Ji An mengerti kemudian memberikan segelas kopi untuk Ho Jin sebelum pergi.

Ho Jin tersenyum saat melihat tulisan di gelas kopinya “Kau pasti lelah. Minumlah kopi ini dan kembali semangat.” Ia pun menyeruput kopi itu dengan wajah berbinar.


“Ngomong-ngomong.. Apa yang terjadi pada temanmu yang mengatur kencan buta untukmu?” tanya Ji An tiba – tiba muncul.

Ho Jin hampir tersedak saking kagetnya dan mengaku tak bisa menghubunginya. Ji An kembali bertanya apakah Ho Jin sudah punya pacar? Katanya dia baru putus?

Ya. Ho Jin membenarkan kalau ia sedang jomblo saat ini tapi untuk apa Ji An menanyakan hal itu. Ji An mengaku bahwa ia punya teman dan berniat mengenalkan seseorang padanya.

Ho Jin kembali keruangan Eun Gab sambil terus tersenyum gaje. Eun Gab sampai mempertanyakan makna dari ekspresinya itu. Ho Jin bilang bahwa tak ada apapun yang terjadi.

Eun Gab sudah membaca sebuah naskah yang ia pikir cukup bagus. Ia menyuruh Ho Jin mengevaluasinya lagi.
Ho Jin pun membaca naskah itu dengan telaten dan meresapinya. Eun Gab menunggunya sampai terlelap di sofa. Saat terbangun, ia bertanya apakah Ho Jin sudah selesai membacanya?

Iya. Ho Jin rasa naskahnya cukup bagus hanya saja versi finalnya masih butuh banyak penyuntingan. Eun Gab tak mau membuang waktu lagi dan meminta Ho Jin menghubungi Young Bin untuk menunjukkan naskah itu.

Sebelum menemui Young Bin, Eun Gab sudah mewanti – wanti supaya Ho Jin mengatakan persis apa yang sudah ia katakan. Ho Jin pun mengiyakan permintaan Eun Gab.


Sesampainya di bar yang berisik, Eun Gab bertanya – tanya kenapa mereka harus bertemu ditempat semacam ini. Rupanya ini adalah permintaan Joon yang menolak pergi ke tempat yang penuh dengan wanita.

Eun Gab pun menertawakannya. Joon mencoba memberi penjelasan tapi Eun Gab tak mendengarkannya. Eun Gab mengatakan kalau dia dan Ho Jin bersama – sama sepanjang hari ini.

“Memangnya kalian melakukan apa?”

“Begini, ada sebuah film detektif. Kau akan bekerja sama dengan Kim Yun Seok. Skripnya bagus dan hampir dikonfirmasi untuk investasi.”

“Kenapa kau membahas itu? Bagaimana dengan War Terminator?”

Eun Gab mengatakan bahwa Kim Soo Hyun sudah mengambil perannya. Tapi filmnya tak terlalu bagus kok. Malah film yang akan mereka kerjakan lebih baik. Pokoknya ceritanya lebih bagus dan karakter yang diperankan oleh Young Bin juga realistis.

“Bagaimana pertemuan dengan Sutradara Lee Joon Ik?”

Pemain utaman sudah dikonfirmasi jadi mereka tak perlu melakukan pertemuan lagi. Young Bin kekeuh ingin bertemu dengannya lebih dulu.


Akhirnya Ho Jin angkat bicara dan mengatakan yang sebenarnya bahwa mereka sudah menemui Sutradara Lee Joon Ik di gereja. Tapi dia menolaknya dengan alasan Young Bin lebih cocok menjadi model ketimbang aktor.

Eun Gab meminta maaf karena mereka terpaksa harus mencari projek lain. Ini hanya alternatif jadi jika Young Bin tak menyukainya, mereka bisa menemukan film lain lagi.

Young Bin diam.

“Kau tak apa – apa? Kau marah padaku?” tanya Eun Gab bingung.

Ini bukan kesalahan Eun Gab, Young Bin merasa dialah yang salah dalam hal ini. Ia mengaku tak apa – apa dan terimakasih telah mengusahakan untuknya. Mood Young Bin memburuh sehingga ia pamit pergi.

Joon dan Guh Book langsung berlari mengikutinya.


Ho Jin meminta maaf karena ia tak berbicara seperti apa yang telah mereka rencanakan. Ia akan menenangkan Young Bin. Sebelum itu, ia akan mengantarkan Eun Gab pulang.

Eun Gab kesal tapi dia lebih mengkhawatirkan Young Bin. Ia menyuruh Ho Jin untuk segera membujuk Young Bin dan terus mengawasinya apalagi di malam hari. Aktor sering salah bertindak ketika malam meskipun ia yakin Young Bin tak akan melakukannya.

Sesampainya di rumah, Young Bin tak mau mendengarkan tawaran temannya dan berniat langsung tidur. Bahkan saat Ho Jin mengajak minum pun Young Bin menolak. Ia merasa bahwa beberapa minggu ini dia sudah mantap dengan War Terminator tapi mendadak malahan terdepak dari posisinya. Young Bin merasa aneh dan tak tahu apa yang akan ia lakukan.

Ho Jin pun begitu tapi apa yang bisa mereka lakukan? Mereka hanya harus mencari yang lebih dari itu. Ho Jin sekali lagi membujuknya untuk minum tapi Young Bin menolak dan masuk dalam kamarnya.

Joon menyarankan supaya membiarkan Young Bin sendirian dulu. Guh Book bergidik ngeri karena ucapan Nyonya Sumpit ada benarnya juga, dia kan bilang Young Bin akan mengalami kesulitan dalam pekerjaan. Ia takut kalau semua ucapannya benar dan ia harus hidup menjadi parasit orang.

Wah, kenapa mereka tak meramal untuknya juga? Ho Jin jadi penasaran dengan peruntungannya.

“Kau tak akan menikah ataupun kencan. Pasanganmu hanya akan menjadi tangan kirimu.” Ledek Guh Book.

Ini bukan waktunya untuk bercanda lagipula Ho Jin hanya penasaran dengan masa depan karirnya. Guh Book pikir sekarang Ho Jin sudah menjadi partner Pak Kim bahkan mereka berduaan sepanjang hari.

Partner apaan? Ho Jin merasa kalau ia cuma mengikuti Eun Gab sepanjang hari tanpa tahu apa yang akan ia lakukan. Dia bahkan tak tahu kalau ia punya manfaat atau tidak bagi Young Bin.

Hmmm.. dari pada mendesah sepanjang hari, Guh Book memutuskan untuk menonton MV IOI – Dream Girl. Tapi Joon langsung anti dan menutup telinga serta matanya, semua tentang wanita dilarang untuknya.

Pagi – pagi sekali, Ho Jin sudah disambut oleh bau masakan Joon yang menyengat. Dia memasak belut untuk sarapan demi energi prianya. Guh Book mengatakan kalau Joon pergi pagi – pagi buta demi mendapatkannya. Bukannya senang, Ho Jin meminta sup soalnya dia tak suka dengan masakan itu.

Joon menolak dan menyuruhnya makan saja apa yang ia buat.

Tak lama kemudian Young Bin datang dan meminta dibuatkan sup juga. Joon semakin menggerutu sebal karenanya. Ho Jin mengomentari Young Bin yang masih bisa bangun pagi padahal semalam tidur sudah larut. Young Bin mengatakan kalau dia akan kembali tidur karena tak punya pekerjaan hari ini “Apa Ah Ji An datang kesini? Aku tak mau berisik.”

“Tidak. Jangan khawatir karena dia baru mulai minggu depan.”

Joon sependapat, ia akan menghindar dari wanita paling tidak untuk sementara ini. Guh Book malah sedih dibuatnya karena tak seorang pun wanita lajang yang datang ke tempat mereka.

“Kau tak mau Ji Ahn datang? Mau sampai kapan?” tanya Ho Jin pada Joon.

“Kenapa? Apa kau marah karena kau tidak bisa menemuinya? Kalau begitu ajak saja dia kencan.” Ledek Young Bin.

“Tidak, aku sedang berbicara tentang konstruksi. Kau juga seharusnya menghubungi So Hee.”

Tak mau terlalu debat, Young Bin meminta pendapat Ho Jin mengenai naskah film yang kemarin ditawarkan padanya. Ho Jin pikir cukup bagus kok.

“Maksudmu Ji An?” ledek Young Bin lagi. Joon dan Guk Book terkekeh geli melihat reaksi Ho Jin. Young Bin memutuskan untuk mengambil naskah yang sudah dipilihkan mereka. Kalau Ho Jin bilang bagus maka ia akan menurutinya. Young Bin tak mau buang waktu dan cepat menghubungi Eun Gab.

“Iya. Jangan khawatir. Semua akan berjalan baik.”

“Antara kau dan Ji An?” ledeknya lagi. Ho Jin cuma bisa mendesis sebal tanpa bisa membalasnya.


Pertemuan dengan Sutradara berjalan lancar kali ini meskipun awalnya dia tampak menyindir mereka yang sempat menolak film –nya. Orang ini bahkan membahas masa lalu Eun Gab, ia sudah mengenalnya sejak lama. Eun Gab yang dulunya adalah seorang manager artis.

Merasa tak nyaman, Eun Gab buru – buru menyudahi pertemuan namun sebelum itu sutradara memberikan sebuah hadiah untuk Young Bin. Young Bin awalnya menolak tapi sutradara itu menunjukkan sebuah pancing dengan gaya jenaka hingga akhirnya Young Bin pun menerimanya.

Saat keluar, Eun Gab mengatakan kalau ia sudah mengenal sutradara itu sejak lama. Dia terkenal dengan temperamennya dan bisa memukul aktor atau kru film jadi Young Bin harus berhati – hati dengannya.

Joon dan Guh Book sudah menanti diluar dan mereka berdua ikut senang ketika semua berjalan lancar. Tapi kesenangan Joon langsung berubah buruk ketika Eun Gab mengomentari penampilannya. Apa dia tak merawat diri? Mereka berdua bisa menjadi teman. Usia Joon tampak sudah 40 an.

“Aku?” tanyanya tak percaya.

Eun Gab tak memberikan jawaban dan sibuk mendapatkan telfon, ia sekali lagi memperingatkan agar Joon merawat dirinya. Joon merutuk sebal soalnya Eun Gab sendiri tak pernah membahas pekerjaan.

Sepanjang perjalanan Joon terus saja berkaca memperhatikan wajahnya. Dia benar – benar putus asa karena belum mendapatkan pekerjaan. Apa mereka perlu menemui Nyonya Sumpit lagi?

Ponsel Joon berdering, Joon langsung mengangkatnya dan seketika wajahnya berubah sumringah. Dia mengiyakan si penelfon dengan penuh semangat.

“Kenapa?” tanya ketiganya penasaran.

Joon mendapatkan sebuah peran dari casting yang kemarin karena aktornya jatuh jadi ia menggantikannya. Wah, Young Bin dan Ho Jin ikut senang dibuatnya. Guh Book juga sebenarnya senang hanya saja ini menandakan ucapa Nyonya Sumpit benar. Ia harus hidup dengan orang lain selamanya “Kalian bertanggung jawab atas aku.”

Joon dan Ho Jin cuma menjawabanya dengan tawa yang dibuat – buat.

Young Bin duduk dipojokan dengan antengnya. Ho Jin bisa menebak kalau dia sedang berbalas pesan dengan So Hee. Young Bin mengiyakan, seharusnya Ho Jin menjadi peramal karena tebakannya tepat sekali.


Keempatnya sudah duduk di kedai menantikan So Hee. Joon kompain karena Young Bin memilih tempat ini. Ho Jin sih menurut saja lagipula mereka bertiga cuma kasim. Tak berselang, So Hee datang bersama managernya.

“Apa kau bisa minum soju?” tanya So Hee pada Young Bin.

“Kau bisa minum? Memangnya besok tidak syuting?”

So Hee pun mengiyakan dan memesan sebotol soju.


So Hee kemudian memperhatikan tingkah aneh Joon yang menolak berbicara dengannya dan terus memalingkan wajah. Ia bertanya apa yang tengah terjadi padanya? Joon menolak menjawab dan menjadikan Guh Book sebagai perantara “Maaf, tolong katakan padanya kalau aku tak bisa bicara dengannya.”

So Hee memintanya berhenti tapi Joon masih terus mengabaikannya. Yang lain pun memintanya untuk mengabaikannya saja.

Sebal, So Hee memilih bicara dengan Young Bin dan bertanya kenapa dia tak jadi berperan dalam War Terminator. Young Bin mengaku kalau ia sudah memilih untuk berperan dalam film detektif. Bagaimana denganmu?”

So Hee mengaku kalau awalnya ia ragu tapi setelah bertemu dengan sutradaranya, ia menjadi yakin akan ide – idenya. Membuatnya semangat dan ia rasa akan menyenangkan. Young Bin hanya bisa mengiyakan ucapannya dengan semburat kekecewaan.

So Hee melirik ke arah Joon dan jahil menepuk pundaknya. Joon tetap kekeuh tak mau bicara dan menjadikan Guh Book sebagai perantara.


Acara makan berakhir, Young Bin menawarkan So Hee untuk bermain ketempat mereka lain kali. Tentu saja So Hee tidak menolak, dia akan melihat bagaimana rumah mereka. Memangnya siapa yang mendesain interior rumahnya?

“Nama desainer-nya adalah Seo Ji Ahn. Dia terkenal di industrinya.”

“Aku pernah dengar namanya. Dia terkenal dikalangan selebriti.”

Uwaa.. Young Bin langsung menepuk Ho Jin “Kau dengar itu?”

Ho Jin jadi salting apalagi So Hee ikut – ikutan meledeknya.


Van So Hee sudah sampai, ia pamit dan berharap film yang mereka kerjakan sama – sama berhasil. Dan Ho Jin, semoga berhasil dalam kehidupan percintaannya.

“Bagaimana dengan aku?” tanya Guh Book. So Hee berharap bisa melihat Guh Book di medsos.

Saat So Hee sudah pergi, Joon barulah datang. Ia berfikiran kalau So Hee sebenarnya memiliki perasaan untuk Young Bin juga. Kalau tidak, mana mungkin dia mau menyempatkan waktunya saat sibuk.

“karena kita teman.” Ucap Young Bin tapi Joon tak sependapat, tak ada pria dan wanita yang bisa menjadi teman.

Pagi – pagi sekali, Young Bin sudah membangunkan Ho Jin karena tak bisa tidur. Ia mengungkapkan bahwa dirinya masih agak tertarik dengan War Terminator. Ho Jin mendesis sebal, apa semua ini karena So Hee?

Young Bin merasa kalau ia tak bisa menyerah begitu saja, tak berbicara dengan sutradara sama sekali sudah membuatnya penasaran. Ho Jin menyarankan supaya Young Bin mengurungkan niatnya. Dia sudah bertemu dengan sutradara saat mengikuti Pak Kim. Young Bin itu aktor.. iya kan? Tak usahlah.

Young Bin serius ingin mengusahakannya meskipun harus ikut audisi sekalipun. Dia ingin mencobanya apalagi saat mendengar So Hee bilang semangat saat bertemu dengan sutradara, mendengarnya saja membuat Young Bin ikut semangat.

Ho Jin jadi bimbang, kau hanya perlu bertemu sekali kan?

“Iya. Bagaimana kau akan mengusahakannya?”
Entah, Ho Jin juga tak tahu harus bagaimana. Young Bin dengan bercanda mengejeknya sebagai manager amatir.

Terdengar suara erangan saat keduanya sedang berbincang serius, mereka pun mencari sumber suara di kamar Joon. Joon sedang melakukan gerakan dewasa sendirian tengah pagi buta. Ho Jin dan Young Bin cuma melongok sebentar dan pergi dengan wajah jijik.

Mereka berdua sudah menemukan cara untuk bisa bertemu dengan Lee Joon Ik. Katanya mereka akan melakukan sebuah pertemuan dan mereka akan menemuinya disana. Saat tengah berbicang, Young Bin menerima panggilan dari Pak Ahn.

Pak Ahn mengatakan kalau ia baru saja memancing dan ingin memberikan gurita kecil untuknya. Young Bin menolak soalnya dia sudah punya banyak dirumah. Pak Ahn kekeuh ingin memberikan gurita kecil, ia akan menitipkannya pada Eun Gab.

“Baiklah. Terimakasih.”


Ho Jin merasa tak enak dengan kebaikan Pak Ahn, ia merasa seperti tengah menusuknya dari belakang. Terus terang, Young Bin sebenarnya tak ingin berperan dalam film ini. Dia sebelumnya memutuskan itu karena ia merasa sedang kosong saja apalagi Ho Jin bilang naskahnya bagus.

Loh, Ho Jin jadi bingung karenanya. Young Bin boleh saja bertemu dengan sutradara War Terminator tapi dia harus tetap mengambil projek film Detektif. Young Bin yang plin – plan menolak untuk melakukannya.


Dia pun memutuskan menghubungi Eun Gab untuk mengungkapkan keinginannya. Eun Gab jelas terkejut, memangnya ini April Mop? Apa Ho Jin bersamamu?

Young Bin menggunakan loudspeaker dan memberikan ponselnya pada Ho Jin. Eun Gab langsung menghujaninya dengan umpatan kesal. Ho Jin memberitahukan kalau ia menggunakan loudspeaker.


Eun Gab berubah sikap ramah lagi dan membujuk Young Bin. Young Bin tetap pada pendiriannya. Ya sudah, Eun Gab akan membiarkannya bertemu dengan sutradara tapi paling tidak Young Bin bisa menetapkan filmnya lebih dulu. Young Bin keras kepala, menolak kembali sarannya. Dia tak mau mengkhianati Pak Ahn dan memintanya memberitahu Pak Ahn secepat mungkin.

Tak lama setelah itu, ponsel Eun Gab berdering menerima panggilan dari Pak Ahn yang berniat mengirimkan gurita. Eun Gab ingin mengungkapkan apa yang sudah Young Bin putuskan tapi ia gamang. Dia pun berdoa dengan khidmat sebelum mengucapkan kata – katanya “Sebenarnya Young Bin....”


“YAK!! Kim Eun Gab!” teriak Pak Ahn sampai ke kantor dengan marahnya sambil membawa sekotak gurita. Eun Gab bersembunyi dengan ketakutan dan merangkak untuk menghindari Pak Ahn.

Jay Jung mencoba menghalangi Pak Ahn tapi kemarahan Pak Ahn membuat nyali Jay Jung menciut dan membiarkannya masuk ke ruang Eun Gab sambil terus ngomel – ngomel.


Ho Jin meminta bantuan pada resepsionis untuk menghubunginya jika Sutradara Lee Joon Ik datang ke bioskop tersebut. Ia memberikan kartu namanya tapi Resepsionis tak mau menerimanya dan menatap Ho Jin dengan tampang curiga.

Akhirnya Young Bin bertindak, ia melepas maskernya dan memohon bantuan resepsionis. Si Resepsionis langsung gemetaran melihat idola beratnya ada didepan mata, tanpa pikir panjang ia menerima kartu namanya dan meminta tanda tangan.

Ho Jin merasa cemburu dengan perlakukan kontras yang mereka terima. Young Bin menyarankan supaya Ho Jin menjadi aktor juga. Sambil menunggu kedatangan Lee Joon Ik, Young Bin mengajaknya untuk menonton film.

Joon duduk dengan khawatir menantikan adegannya. Ia menggunakan Guh Book sebagai bahan latihan dan memeluknya. Guh Book sampai kesal karena adegan Joon cuma sedikit dan percakapannya juga tak panjang.

Tetap saja Joon gugup, semalaman dia tak bisa tidur dan terus mengisi energi prianya. Dia kemudian menghafalkan percakapan pendeknya “Jangan khawatir, noona. Aku disini.” Ia mengulangnya terus menerus.


Artisnya datang dan Joon pun langsung menyapa mereka. Sutradara memuji ketepatan waktu Joon. Joon sok bijak mengatakan kalau ketepatan waktu adalah keharusan seorang aktor. Sutradara pun mengenalkan Joon pada aktris Jin Jae Young sebagai sepupu Young Bin.

“Oiya, apa kau tak tidur semalaman?”

“Aku sengaja begadang sepanjang malam. Aku ingin membuat diriku terlihat seperti karakter yang khawatir.” Jawabnya.

Guh Book terpesona dengan aura Jae Young, dia cemburu karena Joon bisa memeluknya. Tapi Joon berlagak profesional, dia akan memfokuskan diri pada perannya.

Adegan pun dimulai dan beberapa kali harus cut karena cara tatap Joon yang salah. Tatapannya itu harusnya tatapan seorang adik pada kakak perempuannya. Sampai pada akhirnya dia melakukan adegan memeluk pemeran wanita. Joon memeluknya dan menenangkannya, “Jangan khawatir, aku ada disini.”

Jae Young pun balas tenggelam dalam dekapan Joon untuk waktu yang agak lama sampai dia dengan kesal melepas pelukan itu.

Ia menghampiri sutradara dan mengatakan bahwa ia tak bisa melakukannya. Jae Young berbisik “Dia ereksi..”

Joon pun malu dan bersembunyi dibalik pagar.


Ho Jin dan Young Bin selesai menonton film. Tak lama kemudian ia menerima panggilan dari resepsionis yang memberitahukan bahwa Sutradara Lee Joon Ik sudah ada disana. Keduanya pun buru – buru mengikuti Sutradara Lee Joon Ik yang sedang bersama rekannya.


Mereka terpaksa ikut masuk dalam bioskop untuk menunggu Sutradara Lee Joon Ik. Keduanya malah tertidur ketika menonton film tersebut.

Young Bin terbangun saat film sudah selesai dan keduanya langsung mengejar Pak Lee. Pak Lee sempat heran dan mengira mereka hanya sekedar nonton film. Tapi Ho Jin kemudian menjelaskan bahwa ia sengaja datang kemari ingin bertemu Pak Lee untuk membahas War Terminator.

Pak Lee pikir ia sudah membicarakan masalah ini dengan agensi Young Bin. Memang benar, tapi keduanya meminta waktu Pak Lee sebentar.


Meskipun tak berhasil bicara kali ini karena sedang sibuk, Pak Lee mengajaknya untuk bertemu di tempat lain. Eun Gab menelfonnya dan menanyakan bagaimana pertemuan mereka?

“kita sudah bertemu tapi belum membicarakan apapun secara detil. Bagaimana dengan Pak Ahn?”

Eun Gab sedang bersembunyi dari pengejaran Pak Ahn. Ia merasa seperti dikejar – kejar rentenir. Pak Ahn akan terus mencarinya sampai ketemu. Young Bin memberitahukan bahwa dia akan melakukan pertemuan lagi dengan Pak Lee.

“Dimana?”

Ho Jin dan Young Bin sudah ada di wrap up party sebuah film. Ia heran kenapa Pak Lee mengajak mereka bertemu dikeramaian. Bagaimana mereka bisa bicara dengannya? Tak lama kemudian, Eun Gab juga datang kesana sambil terus waspada. Ia hanya merasa tidak enak hati hingga ia datang kesana. Ia akan duduk di kejauhan memperhatikan mereka.


Setelah saling sapa dengan canggung, Young Bin bisa duduk berhadapan dengan Pak Lee untuk mengungkapkan keinginannya. Pak Lee meminta maaf karena sudah membuat mereka berdua menonton film membosankan.

Tidak. Young Bin hanya sudah terlalu sering menonton filmnya sehingga sampai tertidur. Ho Jin menambahkan kalau Young Bin penggemar film karya Tarkovsky.

“Film Tarkovsky? Yang mana itu?”

“Aku suka Nostalghia, tapi aku sangat suka The Sacrifice.” Ucap Young Bin.

Teman Eun Gab menemuinya yang sedang duduk sambil menyembunyikan wajah. Ia mendengar kalau Cha Young Bin akan bermain di War Terminator. Eun Gab menyuruh untuk segera pergi dari hadapannya.

“Ini semakin menarik.” Ucap teman Eun Gab.

Young Bin membujuk Pak Lee untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Ia bersedia untuk melakukan pembacaan bersama naskah dengan aktor lain. Pak Lee tak mengerti kenapa Young Bin begitu ingin menjadi bagian dalam film –nya.

“Karena anda.”

“Aku?”

“Iya.” Jawab Young Bin mantap.


Kim Sung Kyun menghampiri Pak Lee dan menyapanya. Dia juga mengenal Young Bin dan berkata bahwa ia menonton film The Flowers of Evil. Ia menyukainya. Melihat mereka berada disini, Sung Kyun mendengar kalau Young Bin katanya akan bekerja sama dengan Pak Lee.

Young Bin buru – buru mengelak, itu hanya sebuah salah paham. Ho Jin juga mengisyaratkan pada Pak Lee bahwa semuanya cuma salah paham. Setelah berbasa – basi sejanak, Sung Kyun pamit pergi.

Pak Ahn tiba – tiba datang ke sana dan menemukan Eun Gab. Ia pun langsung menghampirinya dengan kemarahan membuncah. Dia tambah kalap saat menemukan Young Bin sedang berbincang dengan Lee Joon Ik.

Ia buru – buru pergi mengambil sekotak gurita yang ia bawa tadi. Eun Gab terkejut dan mencoba menghalanginya tapi Pak Ahn yang sudah galab tak pandang bulu, ia langsung menumpahkan kotak itu pada Eun Gab.

Semua perhatian tertuju padanya, Eun Gab malu karenanya.

Setelah pertemuan selesai, Young Bin menemui Eun Gab untuk memberikannya tisu. Tubuhnya bau amis karena gurita yang ditumpahkan ke bajunya. Tapi Eun Gab tak mempermasalahkan dirinya sendiri, bagaimana dengan pertemuan Young Bin?

Dengan kecewa, Young Bin mengaku tak bisa membujuk Pak Lee. Dia menyuruhnya menunggu lain kali. Tak apa – apa, Eun Gab menenangkan apalagi mereka sudah melakukan yang terbaik. Mereka hanya perlu melupakannya seperi melupakan pacar yang sudah putus.

Keesokan harinya, ponsel Eun Gab sudah berdering terus. Istrinya mengeluh karena Pak Ahn mengirima pesan sampai jam 4 pagi, seharusnya dia mematikan saja ponselnya. Eun Gab menolak, mana bisa dia mengabaikan panggilan penting.

Eun Gab menerima panggilan Nona Jo dengan malas. Tapi seketika wajah sebal Eun Gab berubah sumringah. Ia mengiyakan ucapannya dan bergegas pergi dari rumah meskipun istrinya melarang.


Sesampainya di rumah Young Bin, ia langsung mencari – carinya. Ia menghubungi seseorang kemudian meminta Young Bin yang berbicara. Rupanya orang yang dihubungi Eun Gab adalah Sutradara Lee Joon Ik. Young Bin sempat tak percaya tapi Pak Lee mengaku habis menonton film The Flowers of Evil. Ia memutuskan untuk mengajak Young Bin bekerja sama.

Tanpa banyak babibu, Young Bin langsung menerima tawarannya.

Setelah panggilan berakhir, empat sekawan bersorak senang atas keberhasilan Young Bin. Eun Gab juga akan mentratir mereka berempat makan untuk merayakan hal ini.

“Kerja bagus.” Ucap Eun Gab.

Ho Jin terkejut.

Eun Gab memang baru pertama memberikan pujian padanya. Ia menawarkan sendal mahalnya untuk hadiah Ho Jin. Ho Jin tak meminta apapun, dia cuma minta tolong supaya Eun Gab mengembalikan pancingan hadiah Pak Ahn.

“Aku akan menyuruh Jay Jung.” Ucap jawab Eun Gab dan keduanya rangkulan dengan bahagia.

-oOo-

2 Responses to "SINOPSIS Entourage Episode 4 Bagian 2"

  1. ㅋㅋㅋ seru jga😁😁
    penasarn,ditunggu next eps.nya😁

    ReplyDelete
  2. Kali ini beneran ga ada komennya puji? Jeblok lagi lho ratingnya hehe

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^