SINOPSIS Entourage Episode 2 Bagian 2

SINOPSIS Entourage Episode 2 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: tvN
Eun Gab berusaha keras membujuknya, dia mengajak Young Bin kesini juga agar dia mendengarnya sendiri dari Nona Jo. Proses casting Lim Hwa Su memang sudah berakhir lagipula Young Bin dengar sendiri tentang bayarannya. Ini seperti mencari gadis cantik tapi mendapatkan Miss Korea. Film ini bukan film anak – anak, dia tak akan menggunakan topeng jadi baca dulu naskahnya.

Mau dijelaskan apapun, Young Bin tetap menolak untuk menjadi Black Tiger. Ia pun pergi begitu saja.
“Ada apa dengannya? Dia bahkan tidak berpamitan..” gumam Eun Gab.

Ho Jin pikir Young Bin sangat marah karena mengira dia akan mendapatkan peran di Lim Hwa Su. Eun Gab tanya apakah Young Bin sudah membaca naskar War Terminator?

Belum. Soalnya Young Bin menolak membaca naskah yang tak membuatnya tertarik. Eun Gab menyalahkan Ho Jin yang sudah menunjukkan naskah Lim Hwa Su pada Young Bin. Jangan lagi menunjukkan naskah tanpa seijinnya dan bujuklah Young Bin untuk mau bermain dalam War Terminator.
Sehabis mandi, Joon memakai krim dan ngaca narsis sambil senyum – senyum seolah mengagumi ketampanannya sendiri. Terdengar suara bel rumah berbunyi, Guh Book berdiri didepan pintu dan menduga pertugas properti datang.

Ketika pintu dibuka, sekelompok wanita seksi masuk ke apartemen. Sontak Joon dan Guk Book hampir ngiler dibuatnya. Tapi sepersekian detik kemudian, keseksian mereka langsung berubah brutal dan mengacak seisi rumah.

Malam harinya, mereka bertiga melihat kebrutalan sasaeng fans yang mengobrak – abrik rumah dengan berpura – pura sebagai agen properti. Joon masih terus menggerutu soalnya celana dalam keberuntungan yang diberikan oleh ayahnya dibawa oleh mereka.

Young Bin meminta mereka untuk membatalkan pembelian rumah. Guh Book terkejut, hanya karena masalah ini?

Bukan. Ini karena dia gagal mendapatkan peran dalam film Lim Hwa Su jadinya dia membatalkan pembelian rumah itu. Mereka jadi bertanya – tanya dengan nasib Ho Jin, dia akan tinggal dimana kalau begitu?

Young Bin pergi ke kedai tempat dia dan Ho Jin sering bersama dulu. Mereka dulunya sering kesana saat Ho Jin gagal memproduksi filmnya, saat Young Bin belum terkenal dan miskin. Young Bin bertanya apa yang sebenarnya ingin Ho Jin katakan? Biasanya dia mengajaknya kemari saat sedang ingin membicarakan hal serius.

Ho Jin meminta Young Bin untuk membaca naskah War Terminator, ternyata naskahnya tidak seburuk yang mereka bayangkan. Lagipula Young Bin tak akan menggunakan topeng, mereka akan memakai efek CG yang membuat Young Bin tampak keren. Baca saja dulu.

Tetap saja, kalau dipaksakan malah Young Bin merasa seperti mengencani seseorang yang tak membuatnya tertarik. Jangan membahas masalah ini, ini membuat mood –nya jadi memburuk.
Ketika tengah berdiskusi, So Hee menghubungi Young Bin. Young Bin bertanya kenapa dia tak menghubunginya lebih awal?

So Hee meminta maaf, dia baru sempat membaca pesannya. Ia mengucapkan selamat atas keberhasilan film terbaru Young Bin. Bagaimana kalau mereka kumpul bersama untuk merayakan keberhasilannya? Young Bin tentu saja setuju dengan ajakan itu.
Panggilan berakhir, Ho Jin mengomentari ekspresi wajah Young Bin yang seperti orang bipolar. Dia baru saja menyeringai tapi sekarang sudah bisa tertawa lebar. Loh, Young Bin rasa itu memang sesuatu yang biasanya dilakukan oleh aktor.

Cukup. Young Bin meminta Ho Jin dan akhirnya harus pulang dengan kondisi mabuk.
Keesokan harinya, Ho Jin berniat naik lift setelah memarkirkan mobil. Ia berapapasan dengan wanita yang tampaknya terburu – buru. Dia tak memperdulikan orang disekitarnya dan mengganti sandal santai yang ia kenakan dengan heels. Ho Jin pun cuma diam memerhatikan wanita itu.
Ho Jin menghampiri ketiga temannya yang sedang menunggu orang yang akan mendesain ulang rumah mereka. Dan rupanya orang yang mendesain ulang rumah mereka adalah wanita yang berapapasan dengan Ho Jin di lift, wanita cantik itu bernama Suh Ji An. Ho Jin langsung duduk tegap karena gugup dibuatnya, ia memperhatikan senyum Ji An yang tampak mempesona.
Sedangkan Joon dan Guh Book terus ngoceh meminta ini itu, pokoknya ruangan Joon harus dibuat kedap suara soalnya sering berisik sendiri. Joon juga menyalahkan Guh Book yang sering berisik saat nonton film p#rno.

“Loh, kita kan nontonnya bareng?” ucap Guk Book. Joon membenarkan kemudian high five dengan bangganya.

Ji An akan melihat rumah mereka secara langsung sebelum mendesain ulang. Dia meminta nomor pada pemilik rumah dan Young Bin memintanya untuk bertemu dengan managernya saja, Ho Jin. Ho Jin tergagap saat mengeluarkan kartu namanya, dia yang gugup sampai mengusap kartu nama itu dan meniupnya agar tak berdebu.

Joon dan Guh Book menertawakan tingkah aneh Ho Jin, memangnya kau sedang melakukan kencan buta apa? Sampai grogi begitu.

Ponsel Young Bin berdering menerima panggilan dari Eun Gab. Dia malas untuk mengangkatnya dan menyuruh Ho Jin untuk menjawabnya.

Ho Jin keluar gedung untuk berbicara dengan Eun Gab. Eun Gab menebak kalau Young Bin tengah menghindarinya tapi Ho Jin menyangkal, Young Bin sedang sibuk saat ini tapi Ho Jin sudah membaca naskahnya dan ia kira itu cukup bagus.

Meskipun Eun Gab tak perduli tentang pendapat Ho Jin, tapi mereka berdua ada di pihak yang sama jadi ia memohon agar Ho Jin bisa membujuk Young Bin. Lakukan saja dan bilang kalau film ini adalah sebuah mahakarya.
Jay Jung masuk ke toilet pria sampai membuat Eun Gab kaget, dia memberitahukan kalau Nona Jo Tae Young datang kesana. Eun Gab kelabakan lalu menyuruh Jay Jung untuk membuat alasan kalau dia sedang di UGD atau apa saja terserah, dan segera keluar dari toilet.

Saat Jay Jung sudah pergi, Eun Gab kembali memaksa Ho Jin untuk membujuk Young Bin sampai mau mengerjakan film ini.
Seusai menghubungi Ho Jin, Eun Gab memerintah bawahannya sana sini kemudian menghampiri Jay Jung. Dimana Nona Jo Tae Young? Bukankah aku menyuruhmu untuk bilang kalau aku ada rapat penting?

Jay Jung mengaku bingung saat mendapat instruksi dari Bos Kim. Bukankah Bos Kim bilang dia akan ke rumah sakit? Memangnya kenapa dia kerumah sakit?

Pft.. Eun Gab sampai lupa sendiri, memangnya aku bilang begitu?

“Ngomong-ngomong, Bos Besar memanggil anda, Bos kecil.” Ucap Jay Jung.

“Apa? Memangnya siapa yang kau panggil bos kecil?” tanya Eun Gab tak terima.
Eun Gab menemui Bos Besar yang dimaksud oleh Jay Jung. Dia mengomentari pose Bos besar yang sudah berlagak profesional dalam bermain billyard. Bos besar berkata kalau dia -lah yang telah menawarkan Nona Jo untuk mengcasting Young Bin tapi Young Bin malah menolaknya? Sepertinya Eun Gab memang tak bisa menjalankan tugasnya.
Tak mau dianggap remeh, Eun Gab mengingatkan bahwa dia yang telah melakukan kerjasama dengan CJ Entertaiment. Kemudian Bos besar bertanya mengenai pembaharuan kontrak Young Bin.

Eun Gab mengaku semuanya berjalan lancar lagipula Young Bin adalah artis yang setia. Dia akan menurut padanya dan tak akan mau dibeli menggunakan uang.
Tetap saja, mereka harus memperhatikan Young Bin dan jangan mempercayai mereka yang menggunakan topeng. Eun Gab dengan enteng mengejek Bos Besar “Orang tua memang pantasnya mati saja.”

Bos Besar berniat memukul Eun Gab menggunakan stick billyard tapi ditahan, ia pun menggunakan kakinya untuk menendang tulang kering Eun Gab. Eun Gab meringis kesakitan dan buru – buru kabur.
Empat sekawan pergi ke toko perabotan, dan duo alay lebih hobi memperhatikan body wanita yang melintas disekitarnya. Mereka berdua langsung senyum – senyum kalau melihat ada yang seksi.
Ho Jin tanya apakah Young Bin masih terus mengabaikan panggilan Bos Kim? Yap. Young Bin akan terus mengabaikannya sampai dia tak akan membahas masalah film superhero lagi. Ho Jin membelas Bos Kim, dia kali ini benar tentang film itu. Young Bin bener – bener keras kepala kali ini dan tetap menolak untuk alasan apapun.

Young Bin bertanya apakah meja yang ada dihadapan mereka cukup bagus? Ho Jin menggelengkan kepalanya saat melihat harganya sampai 3000 dollar. Tapi bagi Guk Book tak masalah dengan harga itu, lagipula Young Bin akan mendapatkan diskon 30 persen.

Ucapan itu malah membuat Joon sedih, dirinya juga aktor tapi kenapa tak pernah mendapatkan diskon ketika belanja?

Young Bin buru – buru menyemangati, dia menyuruhnya untuk membeli apapun, dia yang akan membayarnya.

Young Bin meraih sebuah boneka dan meminta pendapat mereka, ia ingin membelikan boneka itu untuk So Hee. Ho Jin lagi – lagi melarang, itu hanya membuat So Hee tak nyaman soalnya mereka kan juga tak pacaran.

Tentu saja ucapan itu membuat Young Bin kesal, apa – apa dilarang. Mau beli rumah, perabotan dan sekarang dia melarangnya membeli boneka?

Young Bin pergi dengan sebalnya. Guh Book menasehati Ho Jin untuk tak mengucapkan hal semacam itu.
Akhirnya Young Bin bisa pulang sambil membopong boneka pilihannya. Ho Jin pun mengatakan kalau dia tak akan melarang – larangnya membeli apapun lagi. Young Jin bertanya, kalau begitu bolehkan aku membelikan mobil untuknya?

“Bukan itu maksudku.” Balas Ho Jin.
Ketika berniat membayar tukang parkir, Joon malah terkejut bertemu dengan teman lamanya. Kenapa kau ada disini? Pria itu mengaku kalau ia bekerja di tempat ini. Loh, Joon makin heran “Kau bekerja disini? Bagaimana dengan teatermu?”

Temannya berkata kalau ia sudah tak berakting lagi. Istrinya hamil dan harus mencari uang untuk biaya hidup. Meskipun begitu, Joon pikir temannya tak perlu sampai berhenti akting.

Yah. Kalau untuk Joon memang mungkin mudah karena saudaranya selebriti terkenal. Tapi Joon juga harus sadar diri, usia –nya sudah menginjak 30 –an. Apa dia akan hidup dalam bayang – bayang adik sepupunya selamanya? Kita harus mempertimbangkan untuk berhenti kalau tak punya kemungkinan berhasil.

Ucapan temannya sungguh menohok perasaan Joon, senyum lebarnya pun seketika lenyap.
Demi melampiaskan kegalauannya, Joon menghabiskan waktu dengan membersihkan rumah menggunakan penyedot debu. Teman – temannya sedang sibuk menonton film pun jadi terganggu. Mereka memintanya berhenti dan jangan khawatir lagi, soalnya Young Bin sudah berbicara tentang Joon pada Bos Kim.

Joon menunjukkan gaya lebay –nya “Young Bin, aku tidak mau mendengar itu darimu hari ini. Jangan menggangguku. Ada hal-hal yang harus kucemaskan dalam kesunyian.”
Muak dengan sikapnya, Guh Book jahil melemparu snack –nya ke lantai dan menyuruh Joon untuk membersihkan semua itu. Joon yang jengkel langsung menggunakan alat penyedot debu ke tubuh Guh Book.
Saat sedang ribut – ributnya, Joon menerima panggilan dari Pak Lim. Ia mengatainya pengkhianat tapi masih mau menerima panggilannya. Dia menanggapi dingin, ada apa? Pak Lim basa – basi “Lama tak berjumpa.”

“Karena kau kan yang meninggalkanku tanpa mengatakan apapun?”

Pak Lim berusaha memenangkan hati Joon dengan memanggilnya “bintang yang bersinar”. Dia mengundangnya untuk datang ke pesta pembukaan perusahaannya. Dulu ia tak bisa memboyong Joon karena Joon terikat dengan Young Bin dan Pak Kim tak akan membiarkannya.

Joon tentu saja langsung gembira menerima pujian yang tak seberapa itu.

Ia menceritakan pada ketiga temannya kalau Pak Lim mengundangnya datang ke pesta pembukaan dan memanggilnya “bintang yang bersinar”. Joon menduga kalau Pak Lim yang biasanya mengabaikannya mungkin berubah perduli padanya. Apa kalian akan datang bersamaku ke pesta pembukaan?

Ketiganya setuju untuk menghadiri pesta tersebut.

Sesampainya di tempat pesta, uwah mereka tak percaya kalau pestanya akan begini. Guk Book yakin kalau masa depan perusahaannya cerah. Mereka girang banget melihat wanita menggunakan bikini berjoget ria di kolam renang.

Pak Lim datang menghampiri mereka. Joon langsung bersikap akrab tapi nyatanya Pak Lim sama sekali tak memperdulikannya dan mengajak Young Bin untuk ikut bersamanya.
Loh, Guh Book tanya apakah Pak Lim menghubungi Joon untuk menemui Young Bin? Joon masih cengo dan belum sempat menjawab, wajahnya menunjukkan kekecewaan. Guk Book sih tak begitu perduli dan memilih bergabung ke kolam menikmati pesta yang meriah ini.

“Bukan begitu.” seru Joon dengan dongkolnya.

Ho Jin mencoba menenangkan “Iya. Kau memang benar..”

Pak Lim terus saja mengajak Young Bin untuk ngobrol dan mengabaikan Joon. Young Bin sampai tak enak hati kemudian bertanya bukankah Pak Lim ingin membicarakan sesuatu dengan Joon?

Entah mau mulai dari mana, Pak Lim tertawa saja kemudian bertanya pada Young Bin mengenai pendapatnya tentang Pak Kim? Bukankah dia sangat frustasi dengannya? Keras kepala dan egois? Para aktor meninggalkan Pak Kim karena sependapat dengannya. Bagaimana dengan Ho Jin, bukankah kau sependapat?
Ho Jin sih tak masalah, memang sudah menjadi karakternya begitu. Dia masih tetap seseorang yang cakap pada bidangnya.

Cakap apanya? Pak Lim kemudian membahas tentang kontrak Young Bin yang hampir habis. Ia tengah berdiskusi dengan aktor terkenal, dia tak akan memaksa aktornya kalau tak memang dia tak menyukainya. Bagaimana menurutmu?
Cukup bagus, jawab Young Bin. Tapi dia tak suka pada seseorang yang membicarakan oranglain dibelakangnya. Ia hanya mengucapkan selamat atas pembukaan perusahaan Pak Lim yang barus.
Young Bin melirik ke arah Joon yang tampak sangat dongkol.
Joon memutuskan untuk minum bir setelah kesal diabaikan oleh Pak Lim. Dua orang gadis seksi menghampirinya dan mengaku sebagai fans Sugar Boy. Sontak mood Joon berubah ceria dan berfoto bersama mereka.
Guk Book menghampirinya dan memuji Joon yang masih punya fans ternyata. Joon tak terlalu suka soalnya dia tahu kalau Guh Book yang sudah menyuruh mereka untuk mengaku sebagai fans –nya.

Memang benar, Guh Book tak bisa menutupi akal – akalannya. Dia hanya ingin membuat Joon merasa lebih baik saja. Young Bin dan Ho Jin pun sependapat.
Joon masih kesal dan pergi ke toilet.
Saat Ho Jin dan Young Bin sedang berdua saja, Pak Lim menghampirinya untuk menemui seseorang.
Rupanya Pak Lim membawa Young Bin untuk bertemu dengan Clara. Young Bin dan Clara basa – basi sebentar kemudian Pak Lim meninggalkan mereka berduaan. Keduanya tampak canggung karena baru pertama bertemu.

Mereka minum wine bersama didalam ruangan.

Jay Jung berada dipesta yang sama dan bisa melihat Young Bin sedang bersama Clara. Ia pun buru – buru menghubungi Eun Gab.
Eun Gab sedang ada acara amal bersama keluarganya. Istrinya menyuruhnya untuk mematikan ponselnya apalagi saat tahu kalau suaminya itu membahas mengenai Young Bin. Eun Gab menolak, ada seekor ular yang sedang mendekati Young Bin. Masalah ini lebih gawat dari Korea Utara yang menyerang. Dia harus menemuinya apalagi Young Bin bertemu dengan Clara, ada banyak artis yang pindah agensi gara – gara wanita.

Istri Eun Gab berusaha bicara tapi Eun Gab tak mau menerima larangan istrinya kali ini. Ia bergegas pergi “Aku mencintaimu, sayang.”

Ho Jin sendirian karena ditinggal oleh ketiga rekannya tapi untungnya dia malah bertemu dengan Ji An yang juga ada dipesta. Ia menyapa Ho Jin duluan dan bertanya apakah dia sendirian?

Sontak Ho Jin gugup dan menunjuk ke arah belakang, tadinya dia bersama temannya. Ji An senang bisa bertemu dengan orang yang ia kenal, ia diundang kesini karena mendesain interior perusahaan. Ho Jin terkejut mendapat predikat “orang yang dikenal”.

“Iya. Kita kan sudah bertemu dua kali.” Ucap Ji An kemudian menarik tangan Ho Jin untuk pergi bersamanya.

Young Bin, Joon dan Guh Book melihat keakraban mereka dari kejauhan. Mereka cukup senang melihat temannya akrab dengan wanita lain setelah putus. Ia menghampiri mereka berdua dan Ji An pun memutuskan untuk pamit “Aku akan menelfonmu besok?”

“Untuk apa?” tanya Ho Jin gugup.

“Urusan bisnis.”

Sontak trio wek – wek tersenyum geli melihat tingkah temannya yang tiba – tiba jadi konyol begitu.
Ho Jin masih terus menatap kepergian Ji An. Young Bin tanya apa kau sedih karena dia pergi?

“Ya.” Jawab Ho Jin spontan. Eh.. “tidak..” elaknya kemudian.

Joon sudah mabuk, dia merasa kecewa dengan Young Bin yang bisa bertemu dengan clara. Guk Book yang bisa senang – senang dengan wanita. Ia awalnya mempercayai Ho Jin tapi nyatanya dia malah PDKT dengan desainer.

Joon berjalan sempoyongan dipinggir kolam renang. Guh Book jahil mendorongnya ke dalam kolam kemudian menertawakannya. Young Bin balas iseng lalu mendorongnya untuk mencebur bersama Joon.

Eun Gab pergi ke pesta untuk menemui Pak Lim dan langsung melabraknya yang berusaha untuk mendekati Young Bin. Ternyata kebiasaan mencurinya tak pernah hilang yah, dulu dia sering menggunakan uang fans dan pergi pijat dengan uang perusahaan.

Pak Lim buru – buru menarik Eun Gab untuk bicara berdua “Jangan mengarang kebohongan. Aku bukan manager lagi, aku juga CEO.”

Eun Gab menatapnya tak suka, apa dia tahu kalau orang yang berinvestasi di perusahaanmu pergi ke gerejaku? Haruskan dia mengatakan pada investornya kalau uang yang dijadikan investasi digunakan untuk membeli mobil mewah dan pergi ke bar bersama wanita? Dia juga membuat aktris pendatang baru untuk berkeliling dibar? Haruskah ia mengatakan betapa kurang ajar –nya dia?

Pak Lim sontak tak berani adu mulut lagi.
Eun Gab menunjuk Pak Lim tak tahu diri, dia sudah mencuri artis – artisnya dan sekarang berniat untuk mengambil Young Bin. Kalau sampai dia berbuat seperti itu lagi, Eun Gab pastikan ia akan menghancurkan perusahaan kecil Pak Lim.

Dia berniat untuk mencari Young Bin, tapi sebelum itu ia bertanya dengan marahnya “Apa istri dan anakmu tahu kalau kau bersenang – senang begini?”

Eun Gab menemukan empat orang itu sedang bermain dipinggir kolam. Young Bin sudah mengabaikannya tapi malah pergi ke pesta pembukaan perusahaan lain. Young Bin beralasan kalau dia cuma ikut pesta saja.

Iya, memang begitu. Tapi dia harus mempertimbangkan anggapan orang lain. Eun Gab menyuruh mereka untuk berbicara dengannya dan meminta Young Bin untuk mengatakan alasannya menolak mengangkat telefon.

Tanpa basa – basi, Young Bin mengaku tak mau bermain dalam War Terminator.

Kali ini Eun Gab bicara serius, dia toh tak akan dengan sengaja berniat menghancurkan Young Bin. Jadi kali ini saja, menurut padanya lagipula Ho Jin juga menyukai naskahnya. Tetap saja, Young Bin tak mau tahu. Dia menolak untuk terlibat dalam film itu.

“Apa tak bisa dipertimbangkan lagi?”

“Tidak. Dan kau seharusnya juga menyerah, hyung.”

Eun Gab membicarakan saat pertama kali Young Bin datang ke kantornya, dia sangat tampan tapi Eun Gab beranggapan otaknya kosong. Tapi ketika itu ia membuktikan kalau dirinya bisa bicara dan saat bekerja sama dengannya, Eun Gab pikir Young Bin adalah orang yang setia dan luar biasa. Tapi untuk pertama kalinya, dia kecewa.. sangat kecewa..

“Jangan begitu lah.” Ucap Young Bin tak enak.

Ya sudahlah. Eun Gab menyuruh Young Bin untuk melakukan apapun yang diinginkan olehnya. Kalau dia tak mau bermain dalam War Termination maka hubungan mereka berakhir. Jika Young Bin ingin melakukan apapun dengan caranya, maka ia tak bisa bekerja sama lagi dengannya.

Eun Gab pun pergi tanpa mendengarkan ucapan Young Bin lagi.

Dalam perjalanan, Young Bin mengaku belum pernah melihat Eun Gab semarah itu. Ho Jin tahu karena biasanya ia yang menerima semua omelan pria itu. Karena merasa tak enak hati, Young Bin memutuskan untuk membaca naskahnya nanti.
Ponsel Young Bin berdering menerima panggilan dari So Hee. Rupanya ia hanya ingin meminta maaf karena tak bisa bertemu dengan mereka berempat. Jadwal syutingnya sangat padat.

Dilokasi syuting, So Hee memang baru saja menyelesaikan adegannya. Seorang pria berpakaian serba hitam mengikutinya dan hendak menegurnya cuma manager So Hee sigap menghadang.

Saat mendongak, pria berpakaian serba hitam itu adalah Young Bin. Ia tersenyum lebar pada Young Bin.
Mereka duduk berdua dan Young Bin memberikan hadiah boneka yang telah ia persiapkan. So Hee jadi merasa tak enak hati, ia berjanji akan mentraktir Young Bin lain kali. Syutingnya kali ini mungkin akan berakhir subuh soalnya naskah datang terlambat “Bukankah aku kelihatan kelelahan?”

“Tidak. Kau cantik.”

Young Bin mengajaknya untuk bertemu lebih sering kalau drama So Hee sudah berakhir. So Hee masih belum bisa karena sehabis drama usai, dia harus syuting film.

“Memangnya film apa?”

Young Bin sampai dirumah dan ketiga temannya sudah menanti dimeja makan. Joon telah menyiapkan mie ramen untuknya. Mereka bertiga tampak cemas kalau Young Bin dicampakkan lagi oleh So Hee.

Saat sedang makan, secara mengejutkan Young Bin bilang kalau dia mau bermain dalam War Terminator. Sontak Joon sampai memuntahkan isi dimulutnya, mereka bertanya – tanya dengan alasan Young Bin?

Alasannya simple, So Hee akan bermain dalam film War Terminator pula.

Keesokan harinya, Eun Gab sudah tak marah lagi dan sumringah menyambut kedatangan Young Bin. Dia menyampaikan kabar baik yang ia dapatkan, ia meminta Young Bin menciumnya kalau mendengar berita ini. 

Eun Gab berbisik ke telinga Young Bin, ternyata sutradara War Terminator adalah Lee Joon Ik. Salah satu sutradara terbaik di Korea. Sontak mereka kegirangan.

Eun Gab menyuruh mereka memesan apapun yang mereka mau, ia akan mentraktirnya.
Eun Gab mengomentari penampilan Joon yang terlihat semakin buruk saja setiap bertemu dengannya. Joon sudah pesimis, untuk apa.. bukannya aku akan menjadi..

“Seseorang akan meneleponmu dari kantor, manajermu diganti,  mereka setidaknya telah menyiapkan tiga casting yang mengantri.”

Joon akhirnya bisa tertawa lepas setelah kegalauan yang ia alami beberapa hari belakangan ini. Ia akan memakai celana dalam keberuntungannya lagi, dia tak akan cemas sekarang.
Setelah acara makan usai, mereka menunggu mobil untuk diantarkan tukang parkir. Saat sedang menanti di pinggir jalan, empat sekawan dikejutkan dengan pasangan selebriti yang masuk dalam mobil. Wanitanya adalah So Hee dan pasangannya adalah..

“An So Hee dan Kang Ha Neul berpacaran.” Ujar Eun Gab enteng.

Dunia serasa hancur untuk Young Bin, dia memperhatikan mobil pasangan So Hee dan Ha Neul yang melintas dihadapan mereka.

-oOo-
Note:
Sepertinya aku tadi salah pencet deh, harusnya aku klik "simpan" tapi ternyata malah "publikasikan" makanya ga ada gambarnya yah? Mian.

Yap.. Drama baru ini pasti udah banyak yang menantikan pastinya, apalagi melihat deretan pemainnya yang aduhai menggoda. Cuma yah itu, rated -nya agak dewasa karena banyak scene yang menurutku... terlalu dewasa. Ga dianjurkan deh anak kecil nonton. Hayo,, reader yang masih unyus adakah yang nonton?

Untuk episode 1 & 2, belum banyak sih yang bisa kita tahu, mereka masih menunjukkan permasalahan inti dari setiap pemainnya aja seperti yang aku bahas di Episode 00. Disini, Young Bin yang terkesan santai dan tak memperdulikan pekerjaannya tapi dia punya kriteria tersendiri untuk memilih naskah projeknya. Dia polos dan masih mencintai cinta pertamanya meskipun, cinta pertamanya sering mencampakkan dia.
Setia. Baik. Ganteng. Kaya. Aktor Populer. Kurang apa lagi?

Sedangkan untuk Ho Jin sendiri, entah sih kenapa berasa aneh aja.. bukannya dia baru putus dari pacarnya yah kok bisa tiba - tiba suka sama si Ji An? Mungkin pelarian atau apa. Entahlah. Cuma dia memang yang paling serius dalam menjalani pekerjaannya. 

Sedangkan Joon. Paling apes ngenes tapi tetep narsis abis. Kasihan juga sih, meskipun karakternya selalu tertawa tapi pada dasarnya setiap dia diremehkan bikin kasihan. 

Aku berharap lebih banyak menyaksikan jungkir balik mereka. Young Bin untuk menjadi aktor sesungguhnya. Ho Jin untuk meraih mimpinya dan kesuksesannya supaya usahanya selama ini diakui dan ga dianggap sebagai mie instan oleh Eun Gab. 

Dan Joon. Entah dia akan terus menjadi artis atau ia akan menemukan pekerjaan lain. Dan Guh Book yang nantinya mungkin bakal menemukan tujuan hidupnya.

Sayangnya nih, drama ini dibuka dengan rating 2,2 % tapi pada episode 2 -nya turun separuh hingga ratingnya cuma 1,1 %. 

1 Response to "SINOPSIS Entourage Episode 2 Bagian 2"

  1. hahaa iyaa bener kak Puji, Joon tuh udah apes tp klo apes bikin ktawa aja.. gomawo kak Puji buat sinopsisnya..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^