SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 6 Bagian 2

SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 6 Bagian 2
Sumber gambar dan konten: DramaX

Dikantor, terjadi masalah besar karena Hotel Alpenzia menerima ancaman bom. Karyawan Jae In sudah melakukan penyelidikan dan akan melacak pelakunya. Dia menyarankan agar mereka memberitahukan pada customer kalau ancaman ini hanyalah sebuah lelucon. Jae In sama sekali tak menyetujui ide tersebut apalagi ini adalah ancaman bom. Check panduan manualnya dan tinjau prosedur yg baik untuk evakuasi.

“Tapi kita bisa merugi...” imbuh Deputy Han.

Lebih baik mereka melakukan apa yang bisa dilakukan ketimbang hanya diam, tegas Jae In. Kalau masalah belum teratasi maka mereka harus menyalakan sistem emergency.

Ketua Tim Kang kemudian memberitahukan kalau mereka akan melakukan pertemuan dengan Tuan Robinson, haruskah membatalkannya?

Tidak. Jae In akan tetap menghadiri rapat tapi mereka harus mempersingkatnya.

Setelah pertemuan dengan Tuan Robinson, Jae In bergegas untuk menuju ke jadwal kegiatan selanjutnya. Tapi tanpa diduga Tuan Robinson jatuh pingsan hingga Jae In harus membantunya.

Da Hyun sudah sampai ke tempat janjiannya dengan Jae In, ia kini mengenakan dress putih selutut yang tampak sopan. Waktu silih berganti, pengunjung datang dan pergi meninggalkan Da Hyun yang duduk sendiri dipojokan. Ia mulai bosa menunggu sehingga ia pun menghubungi Jae In.


Ketika hendak mengangkat telfonnya, Jae In malah berpapasan dengan seorang yang ia kenal. Wanita itu menyapa Jae In yang dingin padanya padahal mereka sudah tiga tahun tidak berjumpa. Jae In terlihat sedang terburu – buru, wanita itu bertanya apakah Jae In sedang sangat terburu – buru? Dia terlihat  sangat serius seperti biasanya.

“Kenapa kau kemari?” tanya Jae In.

Wanita itu, Han Joo Hee mengaku tengah merindukan Jae In. Dia sudah rela melintasi samudra hanya demi bertemu dengannya tapi Jae In tidak peka. Bagaimanapun mereka sudah pernah tunangan dan hampir menikah tiga tahun yang lalu.

“Dan syukurlah, itu tidak pernah terjadi.” Sela Jae In.

Joo Hee mengomentari ucapan Jae In yang semakin kurang ajar. Dia selalu sibuk seperti biasanya sehingga Joo Hee menolak untuk menikah dengannya. Itulah kenapa Jae In tak pernah mengalami cinta sejati.

Jae In meralat ucapan Joo Hee soalnya orang yang menolak menikah tiga tahun yang lalu adalah Jae In. Ini semua karena Joo Hee yang tak mau menandatangani perjanjian pra –nikah yang Jae In ajukan.


Jae In kembali ke ruang CCTV untuk menangani masalah ancaman bom. Dia melihat sosok yang mencurigakan tertangkap kamera memasuki ruangan. Staff –nya mengatakan kalau ruangan itu adalah ruang staff.

Setelah mendengar hal itu, Jae In bergegas menuju kesana.

Sesampainya diruangan itu, Jae Ha menemukan sebuah kantung belanja yang tergeletak dilantai. Didalamnya terdapat sebuah kotak dan ia pun membukanya dengan sangat berhati-hati. Celakanya didalam kotak tersebut hanya terdapat mainan anak – anak.

Ancaman bom-nya hanya sebuah ancaman palsu. Ia pun menginstruksikan Deputy Han untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan pers.

Ponsel Jae In kemudian berbunyi, Ketua Tim Kang memberitahukan bahwa Tuan Robinson mengalami serangan jantung tapi untungnya dia selamat karena mereka langsung memberikan pertolongan.

Jae In bersyukur, ia meminta Ketua Tim Kang untuk tetap menjaganya. Dia akan mengirimkan seseorang lagi.

Setelah semua masalahnya teratasi, Jae In menatap jam dan teringat akan janjinya dengan Da Hyun hari ini.

Hari sudah berganti malam, Da Hyun sudah tak tahan menunggu lagi dan akhirnya memutuskan pergi dengan wajah kecewa sekaligus dongkol. Ia duduk di halte menunggu bus datang.

Tak lama berselang, Jae In datang juga ke cafe dan tak menemukan Da Hyun disana. Ia bergegas untuk menemukannya sesegera mungkin.


Dia menunggu Da Hyun didepan rumahnya sampai ia datang. Ia segera menghampirinya namun Da Hyun masih saja jengkel dan memberinya tatapan tak mengerti. Kenapa dia datang kesana? Jam berapa ini..

Jae In bersiap menjelaskan masalah di hotel tapi dia langsung membatalkannya karena penjelasannya akan memakan banyak waktu. Ia mengajak Da Hyun untuk segera pergi, sudah tak ada waktu lagi.

“Tak seorang pun punya waktu. Hanya orang-orang saja yang membuat waktu.”

“Sudah kubilang aku sangat sibuk!”

Lalu kenapa ponselnya dimatikan? Tanya Da Hyun. Jae In mengatakan kalau ponselnya mati... dia kemudian terdiam sesaat setelah mengatakan hal itu, semua alasannya terdengar sangat klise. Dia kemudian bertanya “apa kau sekarang sedang marah padaku?”

Tidak. Meskipun dia tak senang tapi yang mereka butuhkan saat ini adalah datang ke tempat janjian seperti yang sudah disepakati. Jadi Da Hyun melakukan yang terbaik.

Jae In benar – benar ingin menjelaskan kalau di hotelnya memang sedang sangat sibuk.
 
Ponsel Jae In berbunyi ditengah – tengah perdebatan mereka. Da Hyun semakin kecewa saja, dia memang sangat sibuk jadi seharusnya pergi saja. Da Hyun berniat pergi tapi Jae In mencekal tangannya.

Jae In mengangkat panggilan Ketua Tim Kang kemudian memintanya untuk menghubungi General Manager. Dia akan kembali jam 10 nanti.

Setelah mengakhiri telfonnya, Jae In menjelaskan kalau ini sungguh mendesak. Dia akan menghubungi Da Hyun lagi nanti. Da Hyun masih belum mau menerima penjelasannya, mereka bisa bicara lagi minggu depan. Mereka perlu mengakhiri sandiwara ini dengan sesegera mungkin.

Sampainya dirumah, mata Da Hyun sudah menggenang karena kesal. Tapi ia meyakinkan dirinya kalau ini cuma bohongan dan dia juga tak akan menikah dengannya.


Dalam perjalanan, Jae In harus repot ini itu mengurus masalah Tuan Robinson. Dan sekembalinya ke kantor, dia dihadapkan pada pekerjaan yang masih menumpuk. Pekerjaan barulah terselesaikan di pagi harinya.


Untuk menghilangkan mood buruk, Da Hyun pun menghabiskan waktunya ditempat Hyun Jin memilih – milih baju. Hyun Jin berkomentar bahwa dari apa yang ia lihat, tampaknya Jae In memang menyukainya. Tetap saja Da Hyun belum bisa terima, memangnya masuk akal kalau dia tidak datang dengan alasan sibuk?

“Para pria akan membuat waktu untuk wanita yg mereka sukai, apapun yg terjadi.”

Da Hyun setuju, dia juga tak pernah berharap kalau Jae In sama dengannya tapi keselnya Jae In terus mengajaknya ke tempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan. Sekarang ia menyadari sesuatu, ia tak boleh gila hanya karena beberapa kali bertemu “Jangan jatuh cinta pada pria itu! Anggap saja latihan sebelum kencan dengan pacar sungguhan.” Rapalnya.

Da Hyun cemberut ketika mengecek ponselnya tapi tak ada pesan maupun panggilan. Hyun Jin menyadari kegundahan sahabatnya itu, ia menawarkan untuk makan dan ia yang akan mentraktirnya. Da Hyun bercanda akan memberikan dua stempel tanda baik untuk Hyun Jin.

Disisi lain, Jae In juga teringat untuk menghubungi Da Hyun tapi lagi – lagi urusan lain mengintrupsinya. Ia mendahulukan untuk mengangkat panggilan dari Kakeknya.

Karyawan Jae In sudah kelelahan akibat pekerjaan yang menumpuk akhir – akhir ini. Ketua Tim Kang mengatakan kalau Jae In saja sudah lembur selama tiga hari terakhir. Ketika sedang berbicang, Jae In keluar dari ruangannya dan meminta mereka menghubungi bagian humas untuk merilis informasi bahwa mereka akan membangun hotel baru di Hawai.
Jae In pamit pergi selama tiga jam.

Deputy Han masih bingung kenapa tiba – tiba mereka membicarakan hotel di Hawai. Ketua Tim Kang langsung mengatainya amatir, tujuannya Jae In merilis berita ini supaya mengalihkan berita ancaman bom baru – baru ini.


Jae In menemui Kakeknya dan kembali membahas masalah bom. Dia yakin kalau ancaman bom itu memang hanya sebuah mainan, tapi tampaknya sudah begitu diperhitungkan. Meskipun begitu, ia telah mencurigai seseorang.

Kakek penasaran siapa yang sedang dicurigainya, kalau masih ragu seharusnya dia menginvestigasinya.

Sejujurnya, yang Jae In curigai adalah Kakek. Sontak kakek tersedak dibuatnya. Hotelnya memang tidak besar tapi sekarang semakin bergengsi. Kakek sudah menjual padanya secara tunai tapi sepertinya ia sedang menunggu waktu untuk mencurinya lagi. Jae In tersenyum percaya diri “Aku akan melaporkannya pada kakek selama hasil investigasi polisinya keluar.”

Kakek tertawa keras saat Jae In sudah pergi.

Dalam perjalanan, Jae In masih belum bisa menghubungi Da Hyun tapi belum apa - apa dia sudah dihadang oleh masalah pekerjaan. Lagi dan lagi.

Seusai mandi, Da Hyun baru mengecek ponselnya dan menemukan panggilan tak terjawab dari Jae In. Tapi saat ia sedang menimang – nimang untuk menghubungi balik atau ga, ia malah mendapatkan panggilan dari Ji Soo.


Tae Ha mendapatkan panggilan dari seseorang, ia segera menyuruh rekannya untuk menjalankan tugas seperti yang ia perintahkan. Entah sengaja atau tidak, Tae Ha melihat Da Hyun dari kejauhan. Ia sempat terkejut saat Ji Soo datang menghampiri Da Hyun yang tengah memilih topi. Keduanya tampak seperti pasangan kekasih.

Akhirnya mereka berdua belajar di cafe tapi tatapan Da Hyun belum fokus juga. Ia masih terus memandangi ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab dari Jae In.

Ia pergi ke kamar mandi, menatap missed call itu dengan galau. Akhirnya Da Hyun tak jadi menghubungi Jae In dan berniat kembali menemui Ji Soo. Celakanya, dia malah bertabrakan dengan seseorang hingga ponselnya terjatuh.

Dirumah Da Hyun, Jae In datang kesana menunggunya. Tapi Da Hyun belum juga pulang sampai ia ngantuk. Push up dan kembali menunggu, menghubunginya tapi tidak mendapatkan jawaban.


Meskipun sudah menggalau ria, tapi pas ketemu mereka berdua langsung berubah jadi kucing dan anjing lagi. Sama – sama sok jual dan Da Hyun langsung menyindirnya kenapa dia kemari, bukankah seharusnya dia sibuk? Dia juga sibuk sekarang!

Jae In jadi jengkel juga, soalnya dia sudah mengatur waktunya untuk Da Hyun. Dia sudah menghabiskan waktu satu setengah jam disini. Loh, Da Hyun juga enggan disalahkan lagipula salah siapa datang tanpa menelfonnya lebih dulu.

“Dan kenapa kau tidak mengangkat telponmu?”

“Kenapa sih kau selalu menelponku di saat yg tidak tepat?” gerutu Da Hyun.


Jae In ingin menjelaskan sesuatu padanya. Da Hyun masih berlagar jual malah tapi dia paling tidak dia akan memberikan kesempatan pada Jae In kali ini. Jae In tersenyum, ia lapar jadi menjelaskannya sambil makan saja.

Da Hyun heran sendiri, perusahaan macam apa yang tidak memberi makan pegawainya?

“Aku ini CEO perusahaan, kau tahu..”

Da Hyun terperangah saat mendengar kalau hotel Jae In menerima ancaman bom. Apa Jae In baik – baik saja? Jae In baik – baik saja soalnya itu cuma mainan. Sangat buruk kalau sampai ancaman itu sungguhan. Da Hyun pikir kejadian semacam ini cuma ada di film saja. Mungkin ini semua karena Jae In juga, mulai sekarang dia harus jadi orang yang lebih baik lagi atau hal buruk akan terus terjadi.

Mungkin, tapi Jae In pikir dirinya masih belum layak kalau harus di bom.

“Kalau Jae In yg bilang gitu, baiklah.” Ucap Da Hyun. Tapi bagaimana pun, kenapa semua itu terjadi di hotel padahal dia kira hotel cuma tempat untuk tidur saja.

“Banyak orang datang dan pergi, dan mereka juga melakukan banyak hal dibalik pintu.” Jelas Jae In.

Da Hyun menangkap makna dibalik kata – kata Jae In, ia langsung memalingkan wajahnya dengan canggung sedangkan Jae In tersenyum geli karenanya.


Ditempat lain, Tae Ha sedang memperhatikan foto – foto Da Hyun dan Ji Soo yang tampak sangat akrab di toko.


Jae In menarik Da Hyun untuk duduk disampingnya dan menggenggam tangannya erat. Da Hyun sempat keheranan tapi Jae In untuk melihat pengunjung lain disana, mereka semua adalah pasangan yang menikmati malam indah ditemani alunan piano yang semakin menambah kesan romantis. Da Hyun berniat pindah tempat duduk namun Jae In semakin mengeratkan genggamannya.

Da Hyun agak canggung. Keduanya sama – sama diam sampai akhirnya Jae In tertidur dan kepalanya jatuh ke pundak Da Hyun.

-oOo-

9 Responses to "SINOPSIS Something About 1% (2016) Episode 6 Bagian 2"

  1. So sweet...
    Trima kasih ya mba untuk sinopsisnya :-)

    ReplyDelete
  2. wuaaah... bikin deg deg an... gimana ya endingnyaaa... ditunggu sinopsis selanjutnyaaa... :)

    ReplyDelete
  3. Bukan 8 episod y Puji..cz stlh 8 msh bersambung koq..menghibur bgt nih drama..

    ReplyDelete
  4. Please lanjut episode 7 & 8 .....

    ReplyDelete
  5. Ep 7 nya Kapan nich? Lanjut donk ep 7 please....

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaah^^ biar aku lebih semangat dalam membuat postingan. Meskipun jarang bales tapi semua komentar selalu aku baca kok.. *serius*

Gomawo^^